cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,741 Documents
Washatiyyah Theology And Religious Moderation Basri Basri; Indo Santalia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6194

Abstract

This research examines the theological foundations of washatiyyah and its relationship with contemporary religious moderation discourse and practice within Muslim communities. Through qualitative library research employing descriptive-analytical approaches, this study explores classical Islamic sources establishing washatiyyah as a comprehensive theological principle rooted in Quranic teachings and prophetic traditions. The investigation reveals that washatiyyah encompasses multiple dimensions including moderation in belief, worship, ethics, and social interactions, providing indigenous Islamic resources for articulating authentic moderate religiosity. Analysis demonstrates that washatiyyah theology offers effective responses to religious extremism by challenging the selective interpretation, decontextualized application, and absolutist thinking characterizing extremist ideologies. The research identifies significant convergence between washatiyyah principles and contemporary religious moderation initiatives while acknowledging tensions regarding specific applications in modern contexts. Findings indicate that successful implementation of washatiyyah requires systematic integration into religious education, community discourse, and institutional policies, with particular attention to youth engagement and digital dissemination strategies. The study concludes that washatiyyah theology provides sustainable foundations for religious moderation that resonate with Muslim communities due to authentic grounding in Islamic tradition rather than appearing as externally imposed constructs. However, effective application demands sophisticated interpretation addressing unprecedented modern challenges through qualified scholarship combining deep Islamic knowledge with contextual awareness. This research contributes to academic discourse on Islamic theology, religious moderation, and counter-extremism while offering practical guidance for educators, religious leaders, policymakers, and community organizations promoting peaceful coexistence and balanced religiosity in pluralistic contemporary societies.
Implementasi Regulasi Pidana Dalam Melawan Kejahatan Siber Pada Era Digital Di Indonesia Della Abelia Hermawan; Siti Nuraisyah Putri; Asmak Ul Hosnah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6196

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah membuat keuntungan dan bahaya kejahatan siber semakin terlihat di Indonesia, seperti pencurian identitas dan serangan DDoS. Jumlah insiden meningkat dari tahun 2019 hingga 2022, tetapi menurun antara tahun 2022 dan 2023. Alasan utama untuk ini adalah penggunaan internet yang tinggi, kurangnya pengetahuan tentang teknologi digital, dan perlindungan data yang buruk. Penegak hukum menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Kitab Undang- Undang Hukum Pidana (KUHP), namun masih menghadapi banyak tantangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana hukum pidana digunakan untuk menangani kejahatan siber, memeriksa masalah yang ada, dan menyarankan cara mengatasinya. Studi ini menggunakan pendekatan hukum normatif, dengan fokus pada pengamatan aturan, prinsip, dan kasus tentang kejahatan siber di Indonesia. Sumber informasi utama adalah UU ITE, KUHP, dan peraturan terkait, sedangkan sumber sekunder meliputi artikel dan makalah akademis. Dokumen ini membahas tantangan dan solusi potensial untuk keamanan siber di negara tersebut. Meskipun teknologi informasi membawa banyak manfaat, teknologi ini juga menyebabkan lebih banyak kejahatan siber, seperti pencurian data dan penipuan online. Meskipun undang-undang seperti UU ITE dan KUHP telah diperbarui, penegakan hukum masih menghadapi tantangan di bidang teknis, sosial, budaya, dan hukum, serta masalah dalam pengumpulan bukti digital dan perbedaan peraturan internasional. Beberapa solusi yang disarankan termasuk pelatihan yang lebih baik untuk masyarakat, kerja sama internasional yang lebih kuat, peningkatan infrastruktur, dan lebih banyak kerja sama tim antar sektor yang berbeda untuk memperkuat keamanan digital di tingkat nasional.
"Pengaruh Kredibilitas Influencer Terhadap Niat Beli Gen Z Di Tokopedia" Nasywa Nabila; Valentino C.H; Rosida P. Adam
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6198

Abstract

This study aims to analyze the effect of influencer credibility on Generation Z’s purchase intention on the Tokopedia e-commerce platform. Influencer credibility is measured through three dimensions: expertise, trustworthiness, and attractiveness. The study employs a quantitative method with a causal approach involving 30 Generation Z students from the Faculty of Economics and Business who actively use Tokopedia. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The results indicate that influencer credibility has a significant simultaneous effect on purchase intention (F = 4.488; p = 0.011), explaining 34.1% of the variance (R² = 0.341). Although each dimension does not have a significant partial effect, influencer credibility collectively plays a role in shaping Generation Z’s purchase intention. These findings suggest that influencer marketing is an effective strategy for increasing purchase intention on Tokopedia.
Model Implementasi Teknologi Informasi dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Digital Di Perguruan Tinggi Rahman Peliza
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6199

Abstract

Transformasi pendidikan tinggi di era digital menuntut perguruan tinggi untuk mengimplementasikan teknologi informasi secara terencana dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Meskipun berbagai platform pembelajaran digital telah diadopsi, efektivitas implementasi teknologi informasi dalam mendukung pendidikan digital masih menghadapi tantangan, baik dari aspek sistem, pengguna, maupun kesiapan institusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji model implementasi teknologi informasi yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan digital di perguruan tinggi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan dari dosen dan mahasiswa pada beberapa perguruan tinggi yang telah menerapkan sistem pembelajaran digital. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan antar konstruk dalam model penelitian, yang meliputi kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan sistem, kepuasan pengguna, dan dampaknya terhadap kualitas pendidikan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan sistem serta kepuasan pengguna. Selanjutnya, penggunaan sistem dan kepuasan pengguna terbukti berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan digital di perguruan tinggi. Model yang dikembangkan memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang baik, serta mampu menjelaskan variasi kualitas pendidikan digital secara substansial. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis berupa penguatan model implementasi teknologi informasi dalam konteks pendidikan tinggi, serta kontribusi praktis sebagai acuan bagi pengelola perguruan tinggi dalam merancang strategi pengembangan pendidikan digital yang lebih efektif, terintegrasi, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran.
Gambaran Standar Pelayanan Kefarmasian Pada Paien Penderita Penyakit Kulit di Apotek Kimia Farma JDS Alecia Febriani Putri; La Ode Aman; Mu'thi Andy Suryadi; Madania Madania; Multiani S. Latif
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6200

Abstract

​Pelayanan kefarmasian merupakan layanan profesional yang diberikan secara langsung oleh apoteker kepada pasien untuk memastikan penggunaan obat yang aman, tepat, dan efektif. Perubahan orientasi pelayanan dari drug oriented menjadi patient oriented menuntut apotek untuk menerapkan standar pelayanan kefarmasian sesuai Permenkes No. 73 Tahun 2016. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan Apoteker Penanggung Jawab (APA) serta Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK), ditambah dokumentasi terkait proses pelayanan farmasi klinik di Apotek Kimia Farma JDS. Apotek memberikan informasi obat secara lengkap, melakukan konseling aktif, serta memantau terapi dan efek samping obat. Secara keseluruhan, pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma JDS berjalan optimal dan mendukung keberhasilan terapi pasien. Tujuan Penelitan menggambarkan pelaksanaan pelayanan farmasi klinik di apotek, terutama pada aspek pengkajian resep, dispensing, pelayanan informasi obat (PIO), konseling, pemantauan terapi obat (PTO), monitoring efek samping obat (MESO), serta pelayanan kefarmasian di rumah. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan Apoteker Penanggung Jawab (APA) serta Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK), ditambah dokumentasi terkait proses pelayanan farmasi klinik di Apotek Kimia Farma JDS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan farmasi klinik-meliputi pengkajian resep, dispensing, pelayanan informasi obat, konseling, PTO, dan MESO-telah dilaksanakan sesuai Permenkes No. 73 Tahun 2016. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Apotek Kimia Farma JDS, dapat disimpulkan bahwa penerapan tujuh aspek pelayanan farmasi klinik telah berlangsung dengan tingkat kepatuhan yang berbeda-beda. Proses skrining resep, dispensing resep, serta Pelayanan Informasi Obat (PIO) menunjukkan pelaksanaan yang baik dan telah sesuai dengan standar yang tercantum dalam Permenkes No. 73 Tahun 2016, yang ditandai dengan ketelitian petugas dalam memeriksa kelengkapan resep, memastikan ketepatan dosis.
Formulasi Gel Moisturizer Ekstrak Daun Ungu Dan Uji Antioksidan Dengan Metode DPPH Fina Milatin Khanifah; Shofita Astiyani; Nia Ramandhani; Izza Miladia; Nasywa Naila Syahidah; Tasya Amelia; kamila khairunnisa; Fitria Wulandari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6201

Abstract

Daun ungu (Graptophyllum pictum) adalah tanaman yang kaya akan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, dan fenolik, yang berfungsi sebagai sumber antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol daun ungu ke dalam sediaan gel moisturizer yang stabil serta menguji aktivitas antioksidannya. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak daun ungu (Graptophyllum pictum) dalam sediaan moisturizer gel yang memenuhi syarat sekaligus menguji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Ekstrak daun ungu (Graptophyllum pictum) diperoleh melalui proses maserasi dengan etanol 96%. Sediaan gel diformulasikan dalam empat variasi konsentrasi ekstrak. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil), diukur dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 515 nm, dan dihitung nilai IC₅₀. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenolik. Semua formula menunjukkan hasil yang homogen dan memiliki pH 5-6 yang sesuai dengan pH kulit. Uji viskositas dan daya lekat kecuali F1 juga memenuhi syarat. Namun, uji daya sebar seluruh formula menunjukkan hasil di bawah standar dibawah 5 cm. Uji antioksidan terhadap ekstrak kasar menunjukkan aktivitas Lemah IC₅₀ sekitar 200,444 µg/mL. Menariknya, setelah diformulasikan menjadi sediaan gel, semua formula menunjukkan peningkatan aktivitas antioksidan yang drastis menjadi sangat Kuat IC₅₀ rata-rata sekitar 20,7 µg/mL. Peningkatan ini diduga karena adanya interaksi komponen dalam formulasi gel yang meningkatkan kelarutan senyawa antioksidan.
Kosmetik Bahan Alam Formulasi Serum Antioksidan Nanopartikel Ekstrak Bunga Telang (Clitoria Ternatea) Nanda Meilia; Bilqis Salsabil Kanaya Setia; Intan Mardiyani Sari; Elsza Ifta Arifka; Nabila Bintang Nurul Insan; Daeva Verantika; Alvina Rizki Septinasari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6203

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman yang kaya akan senyawa bioaktif, terutama antosianin, yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi dan berpotensi melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Pemanfaatan ekstrak bahan alam dalam sediaan kosmetik sering menghadapi kendala berupa stabilitas dan penetrasi zat aktif yang rendah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan serum antioksidan berbasis nanopartikel ekstrak etanol bunga telang guna meningkatkan karakteristik fisik dan stabilitas sediaan. Nanopartikel ekstrak bunga telang dibuat menggunakan metode gelasi ionik dengan kitosan sebagai polimer dan natrium tripolifosfat (NaTPP) sebagai agen pengikat silang. Karakterisasi nanopartikel menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) menunjukkan bahwa nanopartikel yang dihasilkan memiliki ukuran partikel rata-rata sebesar 106,17 nm, yang berada dalam rentang ukuran nanopartikel. Nanopartikel selanjutnya diformulasikan ke dalam sediaan serum dengan variasi konsentrasi zat aktif sebesar 0%, 0,5%, 1%, dan 3%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, serta uji stabilitas fisik menggunakan metode cycling test. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh formula serum memenuhi persyaratan sediaan topikal yang baik, dengan pH sesuai rentang pH kulit, homogen, memiliki daya sebar dan daya lekat yang baik, serta stabil selama pengujian stabilitas. Peningkatan konsentrasi nanopartikel ekstrak bunga telang mempengaruhi viskositas dan daya sebar sediaan, namun masih berada dalam batas yang dapat diterima. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa nanopartikel ekstrak etanol bunga telang berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif dalam sediaan serum antioksidan yang stabil dan aman untuk aplikasi kosmetik.
Pengaruh Corporate Governance, Capital Intensity Dan Kepemilikan Institusional Terhadap Agresivitas Pajak Nazar Zikri Julianto; Listya Sugiyarti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6204

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh corporate governance, capital intensity, dan kepemilikan institusional terhadap agresivitas pajak. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan sektor finansial yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2019-2023. Metodelogi dalam penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dari data sekunder berupa laporan keuangan dan ditemukan sebanyak 39 perusahaan sampel dengan jumlah pengamatan 5 tahun, sehingga total sampel dalam penelitian ini sebanyak 195 data laporan keuangan. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan aplikasi Eviews 12. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan komite audit, capital intensity, dan kepemilikan institusional terhadap agresivitas pajak. Secara parsial komite audit berpengaruh terhadap agresivitas pajak. Capital intensity dan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak.
Budaya Viral Dan Keadilan Instan: Kajian Sosiologi Dan Filsafat Hukum Atas Fenomena ‘Trial By Social Media’ Di Indonesia Sugiman Sugiman; Sjin Phen; Kresnowati Kresnowati; Safa Pelangi Putri; Anissa Saviranda Rury
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6205

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis fenomena trial by social media dalam konteks budaya viral yang berkembang di Indonesia serta dampaknya terhadap prinsip keadilan dan proses penegakan hukum. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana opini publik di ruang digital, terutama pada platform media sosial, memengaruhi respons aparat penegak hukum serta persepsi masyarakat mengenai keadilan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui telaah literatur sosiologi hukum, filsafat hukum, regulasi terkait, dan dokumentasi kasus-kasus viral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya viral berpotensi memunculkan bentuk keadilan instan yang tidak selaras dengan asas due process of law, serta dapat menimbulkan tekanan sosial, bias moral, dan distorsi terhadap objektivitas aparat hukum. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan literasi digital, peningkatan etika bermedia sosial, serta konsistensi penegakan hukum untuk mencegah intervensi opini publik terhadap proses hukum formal.
Optimizing Digital Marketing Through Social Media In The Sewagati Go Digital Program Dewi Widiawati; Juliedt Bunga Andarista; Rosa Dalima Gale; Alvindo Bani Pangga Leghu; Ika Wulandari; Prashanth Beleya; Teo Hui Thung
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6206

Abstract

This community service program addresses the limited digital marketing skills among micro-business actors in Kelompok Wanita Tani (KWT) Sewagati Yogyakarta and the Malaysian partner community. Both groups of UMKM still rely on traditional marketing, lack consistent brand awarness, have limited packaging standards, and possess insufficient skills in digital content creation and data driven promotional strategies. Through the Sewagati Go Digital program, structured training sessions, workshops, mentoring, collaborative discussions with international partners, and hands on assistance were conducted to strengthen their capacity in social media optimization, content production, and digital ecosystem building. The results show significant improvements in branding consistency, increased posting frequency, better content quality, higher digital literacy, and the formation of a sustainable village digital community. This indicates that the program successfully enhanced the digital readiness and competitiveness of both communities, preparing them for broader markets, including the ASEAN region. text.