cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,612 Documents
Tinjauan Sistematis Peningkatan Kelarutan Sampel dalam Analisis Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) pada Matriks Kompleks: Studi Literatur 2015–2025 Marchella Mingkasari; Rosalba Sirly Najia; Rizqon Imam Pambudi; Citra Surya Primaswari; Indah Dwi Saputri; Dzikrina Adibah Salma; Varis Sanaila Salsabila
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5567

Abstract

Analisis logam berat menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) pada sampel dengan matriks kompleks, seperti produk kosmetik, obat-obatan, maupun spesimen biologis, sering kali menghadapi tantangan teknis akibat rendahnya kelarutan sampel dan keberadaan komponen pengganggu. Kondisi ini dapat menyebabkan proses atomisasi tidak berlangsung optimal, sehingga menurunkan sensitivitas dan akurasi hasil pengukuran. Artikel review ini bertujuan mengevaluasi berbagai strategi preparasi sampel yang digunakan untuk meningkatkan performa SSA, berdasarkan telaah terhadap 21 literatur nasional dan internasional yang diterbitkan sepanjang 2015–2025. Hasil kajian memperlihatkan bahwa pemilihan metode preparasi yang sesuai sangat menentukan keberhasilan analisis logam berat. Teknik destruksi basah (wet digestion) dengan penggunaan oksidator kuat seperti asam nitrat pekat, hidrogen peroksida, atau campuran asam lainnya terbukti efektif dalam mendekomposisi matriks organik yang kompleks. Selain itu, teknologi Microwave Digestion menjadi pilihan unggul karena mampu mempercepat proses destruksi dengan efisiensi tinggi, temperatur seragam, serta risiko kontaminasi yang lebih rendah dibandingkan pemanasan konvensional. Pada beberapa jenis sampel tertentu, terutama produk padat atau semi padat, uji disolusi juga diperlukan untuk memastikan komponen target terlarut sempurna sebelum proses atomisasi. Secara keseluruhan, literature review ini menegaskan bahwa kinerja SSA sangat bergantung pada kualitas tahap preparasi sampel. Ketika didahului oleh teknik destruksi dan disolusi yang optimal, metode SSA terbukti valid, sensitif, dan akurat dalam mendeteksi logam berat hingga level kelumit (trace elements). Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan preparasi yang tepat tidak hanya meningkatkan reliabilitas hasil analisis, tetapi juga memastikan kesesuaiannya dengan standar regulasi keamanan yang berlaku.
Studi Kinetika Adsorpsi Logam Tembaga (Cu) Menggunakan Ampas Kopi dan Kulit Ari Pipil Jagung Zakiyah Darajat; Mimin Septiani; Mahirullah Mahirullah; Arifah Sukasri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5568

Abstract

Pencemaran logam berat tembaga (Cu) dalam limbah cair industri merupakan permasalahan lingkungan yang berbahaya karena bersifat toksik dan sulit terdegradasi secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas ampas kopi dan kulit ari pipil jagung sebagai adsorben alternatif dalam menurunkan konsentrasi ion Cu (II) pada limbah sintetik, serta menganalisis kinetika proses adsorpsinya. Adsorben dipreparasi melalui proses pengeringan, karbonisasi pada suhu 400–500 °C, dan aktivasi kimia menggunakan larutan HCl 0,1 M. Proses adsorpsi dilakukan dalam kolom adsorpsi dengan variasi waktu kontak 10, 20, dan 30 menit. Konsentrasi Cu (II) dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua adsorben efektif menurunkan konsentrasi Cu (II), dengan efisiensi tertinggi sebesar 77,92% untuk ampas kopi dan 90,91% untuk kulit ari pipil jagung pada waktu kontak 30 menit. Kajian kinetika menunjukkan bahwa model pseudo orde dua (Ho) memberikan kecocokan terbaik dengan nilai R² masing-masing sebesar 0,993 dan 0,976, yang mengindikasikan bahwa mekanisme adsorpsi berlangsung secara kimisorpsi. Hasil ini membuktikan bahwa ampas kopi dan kulit ari pipil jagung berpotensi sebagai adsorben ramah lingkungan, murah, dan efektif untuk pengolahan limbah cair yang mengandung logam berat Cu (II).
The Flipped Classroom Learning Method in Enhancing Learning Independence: Literature Review junaeda junaeda; Abdul Saman; Usman Bafadal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The flipped classroom learning model has become a pedagogical innovation widely applied in modern education, primarily due to its ability to encourage active student engagement and enhance learning independence. This literature review aims to determine the effectiveness of flipped classrooms in improving students' self-regulated learning based on 10 empirical studies published in the 2019–2024 period. Articles were obtained from Google Scholar, ERIC, Scopus, and ScienceDirect databases with the inclusion criteria of studies examining flipped classrooms and learning independence in secondary and higher education contexts. The synthesis results indicate that flipped classrooms improve students' time management skills, learning strategy planning, self-reflection, intrinsic motivation, and self-efficacy. Pre-class activities through videos or digital modules have been shown to strengthen students' roles as independent learners, while face-to-face activities based on discussion and problem-solving enhance metacognitive abilities. However, successful implementation is influenced by technological readiness, digital literacy, the quality of pre-class materials, and teacher competence in designing interactive learning. This study confirms that flipped classrooms are effective in improving learning independence, but require technological support and thorough process planning to achieve optimal results.
Implementasi Restorative Justice dalam Reformasi Sistem Peradilan Pidana Indonesia Khoirul Anwar Dalimunthe; Muhammad Wirdan; Asmak Ul Hosnah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5570

Abstract

This paper discusses the implementation of restorative justice in the reform of Indonesia’s criminal justice system. Restorative justice offers a new approach that differs from traditional punishment-based systems, focusing on repairing harm, reconciliation, and healing between offenders, victims, and the community. In the context of Indonesian criminal law, there has been a shift from emphasizing imprisonment as the main form of punishment to creating solutions that are fair and beneficial to all parties involved. Restorative justice is primarily applied in minor offenses and cases involving children, through mediation, compensation, and community service. Legal support has been provided through Police Regulation No. 6 of 2019 and the Attorney General’s Regulation No. 15 of 2020. However, the implementation of restorative justice faces challenges such as differences in procedure between legal institutions, lack of universal regulations, and a prevailing mindset among the public and law enforcement officers regarding retributive justice. The paper concludes that the reform of Indonesia’s criminal law through restorative justice can provide significant benefits such as victim recovery, reduced recidivism, and strengthened social relationships. However, this requires commitment, collaboration, and professionalism from all parties to ensure the system is truly focused on healing and substantive justice.
Kebiasaan Bicara Kotor “Carut” di SDN 21 Talang Ubi Tinjauan Qs. Al-ahzab: 70 Sepriyansyah Sepriyansyah; Ziaulhak Ziaulhak; Uswatun Hasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5571

Abstract

Kebiasaan bicara kotor “carut” di kalangan siswa Sekolah Dasar merupakan fenomena yang meresahkan dan memerlukan kajian mendalam, khususnya mengingat potensinya dalam membentuk karakter dan etika komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dampak kebiasaan bicara kotor “carut” di lingkungan SDN 21 Talang Ubi dan mengkaji relevansinya dengan peringatan Al-Qur'an tentang menjaga lisan, khususnya Surah Al-Ahzab ayat 70 yang menekankan pentingnya ucapan yang benar dan baik (qaulan sadida). Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, siswa terpilih, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan bicara kotor “carut” di SDN 21 Talang Ubi memiliki dampak yang signifikan dan multidimensi. Dampak utama meliputi: 1) Dampak Psikologis dan Sosial pada siswa, seperti menciptakan lingkungan yang kurang nyaman, memicu perundungan verbal, dan merusak hubungan interpersonal antar teman sebaya; 2) Dampak Edukatif dan Kultural yang mengganggu proses belajar mengmengajar, meruntuhkan nilai-nilai kesopanan, dan mencoreng citra sekolah; 3) Dampak Religius dan Moral yang kontradiktif dengan ajaran agama, khususnya nilai-nilai Islami yang menjunjung tinggi kebersihan lisan. Fenomena ini muncul akibat berbagai faktor, termasuk imitasi dari lingkungan rumah dan media sosial, kurangnya pengawasan, serta pemahaman moral dan agama yang belum matang. Relevansi temuan ini dengan peringatan Al-Qur'an sangat erat. Surah Al-Ahzab ayat 70 menjadi landasan normatif yang kuat bahwa menjaga lisan adalah perintah agama. Kebiasaan bicara kotor “carut” secara langsung melanggar prinsip qaulan sadida (perkataan yang benar dan lurus) dan berpotensi menimbulkan kerugian di dunia maupun akhirat. Penelitian ini merekomendasikan perlunya integrasi pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan tentang etika berbicara secara lebih intensif dalam kurikulum sekolah, penguatan peran guru sebagai teladan, serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam pengawasan dan pembinaan moral siswa. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi upaya pencegahan dan penanggulangan perilaku verbal negatif di lingkungan pendidikan dasar.
PENGARUH TUNJANGAN KINERJA TERHADAP KINERJA DOSEN FISIP Universitas Palangka Raya Kurnia Senantiasa Zai; Dinda Safitri Sihombing; Bhayu Rhama
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tunjangan kinerja terhadap kinerja dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya. Latar belakang penelitian didasari oleh pentingnya insentif finansial sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan motivasi, produktivitas, dan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui penyebaran kuesioner kepada dosen tetap FISIP Universitas Palangka Raya. Instrumen penelitian mencakup indikator tunjangan kinerja seperti keadilan, ketepatan waktu, dan kesesuaian besaran, serta indikator kinerja yang meliputi kualitas kerja ,kuantitas, ketepatan waktu,efektivitas dan kemandirian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tunjangan kinerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen. Dosen yang menilai tunjangan kinerja sebagai adil dan sesuai cenderung memiliki tingkat motivasi kerja yang lebih tinggi, komitmen akademik yang lebih kuat, serta peningkatan produktivitas dalam Tri Dharma. Temuan ini menegaskan bahwa kebijakan pemberian tunjangan kinerja perlu terus dievaluasi dan diperbaiki agar mampu menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan fakultas dan universitas dalam merumuskan kebijakan peningkatan kinerja dosen.
Analisis Historis, Problematika, Dan Sistem Penyelenggaraan Pendidikan Di Singapura Hendri Purnama Sari; Else Meina; Sepriyansyah Sepriyansyah; Dian Erlina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5573

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara komprehensif dimensi historis, problematika sistemik, dan mekanisme penyelenggaraan pendidikan di Singapura melalui pendekatan studi kepustakaan yang mengintegrasikan perspektif historis, sosiologis, dan kebijakan publik. Transformasi sistem pendidikan Singapura dari era kolonial hingga kontemporer mengungkapkan trajectory evolusioner yang dikarakterisasi oleh transisi paradigmatik dari survival-driven phase menuju holistic education phase yang menekankan pembelajaran seumur hidup. Periodisasi historis menunjukkan bahwa sistem pendidikan Singapura berkembang melalui lima fase distingtif yang mencerminkan responsivitas adaptif terhadap dinamika sosial-ekonomi global, dimulai dari fase survival yang menekankan literasi massal dan nation-building, berlanjut ke economy-driven phase yang mengintegrasikan pendidikan dengan industrialisasi, kemudian ability-driven phase yang mengintroduksi diferensiasi berdasar kemampuan individual, dilanjutkan holistic education phase yang mempromosikan pengembangan komprehensif peserta didik, hingga fase terkini Learn for Life yang mengkonstruksi pembelajaran sebagai proses berkelanjutan melampaui pencapaian akademik semata. Meskipun menduduki ranking teratas dalam asesmen internasional seperti PISA dan TIMSS, sistem pendidikan Singapura menghadapi paradoks fundamental antara rigour akademik dengan kesejahteraan psikologis siswa, serta persistensi kesenjangan struktural yang dieksaserbasi oleh shadow education. Proliferasi industri les privat menciptakan stratifikasi baru yang mengkompromikan prinsip ekuitas, dimana siswa dari keluarga berpenghasilan tinggi memiliki akses superior terhadap sumber daya pembelajaran supplementary. Mekanisme penyelenggaraan pendidikan yang diorganisasikan melalui hubungan tripartit Ministry of Education, National Institute of Education, dan sekolah memfasilitasi reformasi progresif seperti Full Subject-Based Banding yang menggantikan sistem streaming tradisional, serta investasi masif mencapai 20% anggaran pemerintah yang merefleksikan komitmen nasional terhadap human capital development.Komparasi dengan Indonesia mengindikasikan perbedaan fundamental dimana Singapura berfokus pada refinement sistem established dengan tantangan mitigasi stratifikasi dari shadow education, sedangkan Indonesia bergulat dengan disparitas kualitas pendidikan dasar, variasi signifikan pendekatan pembelajaran antara wilayah urban-rural, dan fragmentasi implementasi kebijakan akibat desentralisasi yang belum optimal. Temuan penelitian berkontribusi memperkaya diskursus pendidikan komparatif dan memberikan implikasi praktis bahwa adopsi best practices memerlukan kontekstualisasi lokal serta komitmen berkelanjutan melampaui siklus politik untuk mencapai transformasi pendidikan bermakna.
Pendidikan Akhlak Anak SD Dalam Perspektif Surah Al-Ahzab Ayat 21 Kajian Tafsir Al-Misbah Hendri Purnama Sari; Tati Lasmita; Abdur Razzaq; Kristina Imron
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan akhlak anak sekolah dasar dalam perspektif Surah Al-Ahzab ayat 21 melalui kajian Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab. Krisis moral yang melanda generasi muda menunjukkan urgensi penguatan pendidikan akhlak berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, menganalisis Tafsir Al-Misbah sebagai sumber data primer dan literatur pendidikan Islam serta psikologi perkembangan anak sebagai sumber sekunder. Teknik analisis data menggunakan content analysis dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep uswatun hasanah dalam Surah Al-Ahzab ayat 21 merupakan metode fundamental dalam pendidikan akhlak yang mencakup keteladanan Rasulullah dalam seluruh dimensi kehidupan. Quraish Shihab menjelaskan tiga syarat spiritual dalam meneladani, yaitu mengharapkan rahmat Allah, mengharapkan hari akhir, dan banyak mengingat Allah. Konsep ini sangat relevan dengan karakteristik perkembangan kognitif, moral, dan sosial-emosional anak usia sekolah dasar yang lebih efektif belajar melalui pengamatan dan peniruan. Implementasi pendidikan akhlak berbasis keteladanan memerlukan strategi komprehensif meliputi peningkatan kompetensi guru sebagai teladan, pengintegrasian nilai akhlak dalam seluruh pembelajaran, dan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk menghasilkan generasi berakhlak mulia.
Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik van Omstandigheden) sebagai Dasar Pembatalan Perjanjian: Analisis Yuridis dalam Perspektif KUHPerdata Aditya Chandra Saputra; Thea Farina; Ivans Januardy
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5577

Abstract

Artikel ini mengkaji penyalahgunaan keadaan atau misbruik van omstandigheden sebagai dasar pembatalan perjanjian dalam perspektif hukum perdata Indonesia. Meskipun doktrin ini tidak diatur secara eksplisit dalam KUHPerdata, analisis konseptual menunjukkan bahwa penyalahgunaan keadaan dapat ditempatkan sebagai bentuk cacat kehendak modern yang berkaitan erat dengan asas kepatutan, keadilan, dan itikad baik. Penelitian yuridis normatif ini menggunakan pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan dengan menelaah keterkaitan doktrin tersebut dengan Pasal 1320, 1321, dan 1323 sampai dengan 1328 KUHPerdata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan penyalahgunaan keadaan dalam praktik peradilan Indonesia masih menghadapi kendala berupa ketiadaan norma eksplisit, standar pembuktian yang tinggi, dan ketidakkonsistenan putusan. Namun terdapat peluang rekonstruksi melalui interpretasi teleologis, analogi, dan penguatan asas hukum. Kajian ini menegaskan bahwa pengakuan doktrin penyalahgunaan keadaan merupakan kebutuhan mendesak untuk menjaga keseimbangan kontrak, memberikan perlindungan bagi pihak lemah, dan mendorong pembaruan hukum perjanjian nasional. Artikel ini juga menawarkan model konseptual penerapan penyalahgunaan keadaan sebagai dasar pembatalan perjanjian yang relevan untuk litigasi maupun non litigasi.
Weed Vegetation Analysis in Lowland Rice Cultivation in South Minahasa Regency Orbanus Naharia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5580

Abstract

Goal. This study aims to analyze the composition, dominance structure, and temporal changes of weed vegetation in lowland rice cultivation in South Minahasa Regency. The research specifically seeks to identify dominant weed species at the initial observation, 21 days after sowing (DAS), 45 DAS, and 60 DAS, as a basis for determining appropriate weed management strategies during the rice growth cycle. aterials and methods. Weed vegetation analysis was conducted using the parameters of Absolute Density (AD), Relative Density (RD), Absolute Frequency (AF), Relative Frequency (RF), Absolute Dry Weight (ADW), and Relative Dry Weight (RDW). These values were integrated to obtain the Species Dominance Ratio (SDR) at four observation stages. Weed sampling was carried out using standard quadrat methods, and dry weight was determined after oven-drying samples at 80°C for 72 hours. The results showed that weed composition changed dynamically across growth phases. At the initial observation, the highest SDR values were recorded for Paspalum distichum, Marsilea crenata, Fimbristylis litoralis, Cyperus iria, and Ludwigia octovalvis. At 21 DAS, dominant weeds were P. distichum, Leersia hexandra, M. crenata, and Echinochloa crus-galli. At 45 DAS, P. distichum, E. crus-galli, L. octovalvis, and L. hexandra maintained dominance, while at 60 DAS, E. crus-galli became the most dominant species, followed by L. octovalvis, Limnocharis flava, and P. distichum. Overall, grass-type weeds showed consistently high RD, RF, and RDW values, indicating strong competitive ability throughout the rice growth cycle. The findings confirm that weed dominance in lowland rice is strongly influenced by crop growth stage, canopy development, and the competitive traits of individual weed species. Grass weeds, particularly E. crus-galli and P. distichum, demonstrate high adaptability and resource-use efficiency, making them persistent competitors in rice ecosystems. These findings reinforce the need for timely and stage-specific weed management interventions, especially during the critical period of 3–8 weeks after planting, to prevent significant yield loss and to support sustainable rice production in South Minahasa Regency.