cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,612 Documents
Problematika Harta Bersama dalam Perkawinan Poligami: Perspektif Islamic Family Law Malaysia Bismar Siregar; Pagar Pagar; M. Iqbal Irham
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7987

Abstract

Artikel ini membahas permasalahan pengaturan dan penerapan harta sepencarian dalam perkawinan poligami berdasarkan Islamic Family Law Malaysia. Kajian ini menitikberatkan pada sejauh mana norma hukum mampu memberikan keadilan dan melindungi hak ekonomi istri dalam praktik poligami. Penelitian dilakukan dengan metode hukum normatif melalui pendekatan peraturan perundang-undangan, konsep hukum, dan analisis kasus, dengan mengkaji Islamic Family Law (Federal Territories) Act 1984 (Act 303) doktrin hukum keluarga Islam, serta praktik peradilan mahkamah syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persoalan utama harta sepencarian dalam poligami bukan terletak pada kekosongan aturan hukum, melainkan pada penerapan hukum yang masih bersifat formal dan administratif. Tidak adanya kewajiban pemisahan dan pencatatan harta sepencarian sebelum poligami, serta pembuktian yang lebih menekankan kontribusi finansial, menyebabkan peran dan kontribusi domestik istri kurang dihargai secara hukum dan memicu ketimpangan ekonomi antar istri. Dari sudut pandang maqāṣid al-sharī‘ah, khususnya perlindungan harta dan martabat perempuan, kondisi ini menunjukkan adanya jarak antara tujuan ideal hukum keluarga Islam dan praktik peradilannya. Oleh karena itu, artikel ini menekankan pentingnya perlindungan harta sepencarian sebagai syarat utama dalam pemberian izin poligami, agar keadilan dan kemaslahatan keluarga dapat terwujud secara nyataArtikel ini membahas permasalahan pengaturan dan penerapan harta sepencarian dalam perkawinan poligami berdasarkan Islamic Family Law Malaysia. Kajian ini menitikberatkan pada sejauh mana norma hukum mampu memberikan keadilan dan melindungi hak ekonomi istri dalam praktik poligami. Penelitian dilakukan dengan metode hukum normatif melalui pendekatan peraturan perundang-undangan, konsep hukum, dan analisis kasus, dengan mengkaji Islamic Family Law (Federal Territories) Act 1984 (Act 303) doktrin hukum keluarga Islam, serta praktik peradilan mahkamah syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persoalan utama harta sepencarian dalam poligami bukan terletak pada kekosongan aturan hukum, melainkan pada penerapan hukum yang masih bersifat formal dan administratif. Tidak adanya kewajiban pemisahan dan pencatatan harta sepencarian sebelum poligami, serta pembuktian yang lebih menekankan kontribusi finansial, menyebabkan peran dan kontribusi domestik istri kurang dihargai secara hukum dan memicu ketimpangan ekonomi antar istri. Dari sudut pandang maqāṣid al-sharī‘ah, khususnya perlindungan harta dan martabat perempuan, kondisi ini menunjukkan adanya jarak antara tujuan ideal hukum keluarga Islam dan praktik peradilannya. Oleh karena itu, artikel ini menekankan pentingnya perlindungan harta sepencarian sebagai syarat utama dalam pemberian izin poligami, agar keadilan dan kemaslahatan keluarga dapat terwujud secara nyata
Analisis Opini Publik Terhadap Rating Tayangan 21+ Pada Edukasi Seksual, Kekerasan Dan Konten Sensitif Pada Masyarakat Kota Palembang Puspita Shabrina; Fifi Hasmawati; Muslimin Muslimin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis opini publik masyarakat Kota Palembang terhadap tayangan televisi ber-rating 21+, khususnya yang mengandung edukasi seksual, kekerasan, dan konten sensitif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 12 orang yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan mereka dalam mengonsumsi tayangan ber-rating 21+. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat secara umum memahami rating 21+ sebagai bentuk pembatasan usia sekaligus peringatan terhadap konten sensitif. Rating dipersepsikan sebagai mekanisme proteksi psikologis bagi anak dan remaja, terutama dari paparan kekerasan dan seksual yang berpotensi memengaruhi perilaku. Namun, bagi penonton dewasa, rating 21+ juga dimaknai sebagai legitimasi untuk mengakses tayangan tertentu, meskipun tetap disertai pertimbangan kesiapan mental pribadi. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas sistem rating usia tidak hanya ditentukan oleh aturan formal, tetapi juga oleh tingkat literasi media dan kesadaran individu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem rating 21+ memiliki fungsi sosial yang kompleks sebagai alat pembatas, panduan, dan kontrol simbolik dalam konsumsi media televisi. Oleh karena itu, penguatan literasi media masyarakat menjadi aspek penting untuk meningkatkan efektivitas klasifikasi usia dalam melindungi kelompok rentan.
Mangroves in Disaster Risk Reduction: Global Trends and Knowledge Gaps Lola Adres Yanti; Kamarullah Kamarullah; Astri Winda Siregar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7990

Abstract

Background. Mangrove ecosystems have increasingly been recognized as important components of disaster risk reduction (DRR), particularly in mitigating the impacts of coastal hazards such as tsunamis, storm surges, and coastal flooding. Alongside the growing influence of climate change adaptation and nature-based solutions, scholarly interest in mangroves has expanded across multiple disciplines. However, the overall development, thematic orientation, and existing gaps within mangrove-based DRR research remain insufficiently synthesized. The study’s objective was to examine the evolution, disciplinary structure, dominant themes, and underrepresented areas of global research on mangroves in the context of DRR. Materials and methods. This study employed a bibliometric approach to analyze peer-reviewed journal articles and review papers indexed in the Scopus database between 2000 and 2026. Descriptive analysis, keyword co-occurrence networks, thematic mapping, thematic evolution analysis, and geographic collaboration analysis were conducted using Biblioshiny and supporting analytical tools to identify publication trends, subject area distributions, core journals, thematic structures, and spatial research patterns. Results. The findings reveal a substantial increase in mangrove-based DRR research over time, particularly following major coastal disasters and during the recent climate-resilience era. The literature is dominated by environmental and earth sciences and primarily framed around ecological protection, ecosystem services, and hazard mitigation. In contrast, governance, preparedness, social vulnerability, and policy-oriented dimensions remain weakly represented. Thematic evolution indicates a shift toward climate-related and ecosystem-based approaches, alongside persistent conceptual gaps. Conclusions. This study concludes that while mangroves are well-established as ecological assets in DRR studies, their role as socio-ecological infrastructures remains underexplored. Advancing mangrove-based DRR requires greater integration of governance, preparedness, and social perspectives to enhance policy relevance and support sustainable coastal resilience.
Pengembangan RPP Seni Musik pada materi Unsur-unsur Musik berbasis Inklusif bagi siswa kelas VI di UPTD SDI Loboleke Maria Derici Beka; Kornlis Wiliam Kabul; Oswaldus F.M. Budi; Ferdinandus Bate Dopo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7991

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kebutuhan akan perangkat pembelajaran yang adaptif dan responsif terhadap keberagaman karakteristik, kemampuan, dan gaya belajar siswa di kelas VI UPTD SDI Loboleke. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran Seni Musik dengan materi unsur-unsur musik yang dirancang secara khusus menggunakan pendekatan inklusif. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengadopsi model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan fokus pada tahap analisis kebutuhan siswa, perancangan RPP, dan pengembangan instrumen pendukung yang mengakomodasi diferensiasi pembelajaran. RPP yang dikembangkan menekankan pada penggunaan berbagai media, metode pengajaran yang fleksibel, dan penilaian yang beragam untuk memastikan setiap siswa, tanpa memandang perbedaan latar belakang atau kemampuan, dapat mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam penyediaan perangkat ajar yang efektif, relevan, dan adil bagi seluruh peserta didik di lingkungan sekolah dasar inklusif.
Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Golongan I: Analisis Putusan Pengadilan Negeri Medan Gandik Prasetyo Budi; Rizki Setyobowo Sangalang; Satriya Nugraha
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disparitas putusan dalam perkara tindak pidana narkotika telah menjadi permasalahan krusial yang mengancam prinsip kepastian hukum dan keadilan di Indonesia. Penelitian ini menganalisis fenomena disparitas melalui studi komparatif terhadap dua putusan Pengadilan Negeri Medan yang memiliki karakteristik serupa namun menghasilkan vonis berbeda secara signifikan, yakni Putusan Nomor 2202/Pid.Sus/2023/PN.Mdn dengan hukuman 6 tahun penjara dan Putusan Nomor 2184/Pid.Sus/2024/PN.Mdn dengan hukuman 2 tahun penjara. Kedua terdakwa sama-sama didakwa melanggar Pasal 112 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu dalam jumlah yang tidak jauh berbeda. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disparitas terjadi karena tidak adanya pedoman pemidanaan yang bersifat mengikat, ruang diskresi hakim yang sangat luas, serta perbedaan dalam mempertimbangkan faktor-faktor yuridis dan non-yuridis seperti kehadiran atau ketiadaan penasihat hukum. Disparitas semacam ini berpotensi mengikis kepercayaan publik terhadap sistem peradilan dan mencederai asas persamaan di hadapan hukum sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 27 ayat (1) UUD 1945. Penelitian merekomendasikan pembentukan pedoman pemidanaan nasional yang lebih konkret, peningkatan kapasitas hakim dalam memahami aspek substantif keadilan, serta penjaminan hak pendampingan hukum bagi setiap terdakwa guna mewujudkan peradilan yang adil dan konsisten.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR SENI BUDAYA BERBASIS INKULSI SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN APRESIASI SENI SISWA DI UPTD SMPN 4 BAJAWA Gratia Ene; Vinsensius O. Bate; Chromatius A.P Tapaoona; Ferdinandus Bate Dopo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7994

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan keberagaman gaya belajar, karakteristik serta kemampuan siswa di UPTD SMPN 4 Bajawa. pembelajaran seni budaya disekolah masih belum memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik, khususnya siswa yang dianggap kurang berbakat atau memiliki kebutuhan khusus. Kondisi ini berdampak pada rendahnya apresiasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran seni. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah modul ajar mata pelajaran seni budaya yang dirancang dengan menggunakan pendekatan berbasis inklusi dalam upaya untuk meningkatkan apresiasi seni siswa. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model ADDIE ( Analysis, desaign, development, implementation, evaluation ) yang berfokus pada analisis kebutuhan siswa, perancangan modul ajar, dan pengembangan instrumen yang mendukung pembelajaran, mengimplementasi serta evaluasi. Modul ajar yang dikembangkan lebih menekankan pada, metode pembelajaran yang fleksibel serta mampu meningkatkan apresiasi seni siswa, yang ditandai dengan meningkatnya keterlibatan aktif, rasa percaya diri, empati serta kemampuan bekerja sama antara siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus.
Implementasi Rehabilitasi Terhadap Penyalahguna Narkotika: Studi Kualitatif terhadap Penerapan Keadilan Restoratif dalam Penegakan Hukum Taufik Rachman; Andika Wijaya; Claudia Yuni Pramita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanganan perkara penyalahgunaan narkotika di Indonesia menunjukkan pergeseran dari pendekatan punitif menuju pendekatan rehabilitatif yang berorientasi pada pemulihan. Penelitian ini mengkaji implementasi rehabilitasi terhadap penyalahguna narkotika melalui pendekatan keadilan restoratif dengan menggunakan metode penelitian hukum kualitatif. Analisis dilakukan terhadap kasus-kasus pada periode 2023–2024, dengan menggunakan metode penelitian hukum kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan rehabilitasi masih menghadapi berbagai kendala, seperti inkonsistensi di tingkat penyidikan dan penuntutan, disparitas akses rehabilitasi antara kelompok tertentu dan masyarakat umum, serta keterbatasan fasilitas dan tenaga profesional. Temuan ini mengindikasikan adanya persepsi ketidakadilan dalam pemberian rehabilitasi yang berpotensi bertentangan dengan prinsip persamaan di hadapan hukum. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan asesmen terpadu yang objektif, standardisasi prosedur rehabilitasi, perluasan fasilitas rehabilitasi sesuai standar nasional, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan rehabilitasi.
PENGEMBANGAN RPP INTERAKTIF BERBASIS PERMAINAN EDUKATIF KARTU IRAMA UNTUK MENINGKATKAN RITME DAN KERJA SAMA SISWA KELAS V SDI BEIPOSO Maria Lidya Fenansia Ua Soa; Yeremias Talo; Vincencio Appaulo Rivaldo Bata
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7996

Abstract

This research aims to describe the development of an interactive lesson plan (RPP) based on educational games for music arts instruction at Beiposo Elementary School. The study used a qualitative descriptive approach, with teachers at Beiposo Elementary School as subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation studies. The results indicate that music arts instruction has not been optimal because the lesson plan has not been designed interactively and the learning still focuses on introduction to the material. As a result, students experience difficulties in understanding rhythm, tempo, and musical notation. The development of an interactive lesson plan based on educational games is considered to help create more active and enjoyable learning, as well as improve students' understanding of rhythm and teamwork.
Peran Ekstrakurikuler Paduan Suara Dalam Membentuk Keterampilan Bernyanyi Siswa Sdi Ngoramawo Fererius Wae; Gratia Fitri Manda; Sena Radya Iswara Samino
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Ekstrakurikuler paduan suara memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan Bernyanyi siswa di SDI Ngoramawo. Penelitian ini bertujuan untuk mendedeskripsikan peran kegiatan Ekstrakurikuler paduan suara dalam membentuk keterampilan Bernyanyi siswa di SDI Ngoramawo. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa yang mengikuti kegiatan Paduan suara. Teknik pengumpulan Data di lakukan melalu observasi,wawancara,dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan Ekstrakurikuler paduan suara berperan dalam meningkatkan keterampilan bernyanyi siswa,meliputi ketepatan Nada,Teknik pernapasan,artikulasi,intonasi,serta kekompakan dalam bernyanyi secara kelompok. Selain itu,kegiatan itu membentuk sikap Displin, percaya diri dan tanggung jawab siswa dalam mengikuti latihan yang di lakukan secara Rutin.Dengan demikian,kegiatan ekstrakurikuler paduan suara memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan keterampilan Bernyanyi siswa di SDI Ngoramawo.
Pemetaan Tingkat Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Tanaman Cabai di Kecamatan Bulango Timur Menggunakan Sisitim Informasi Geografis: Mapping the Level of Land Suitability for Chili Plant Development in East Bulango District Using a Geographic Information System Rival Rahman; Silviana Arsyad; Yusrin Hasan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.7999

Abstract

Kesesuaian lahan dan sistim informasi geografis merupakan salah satu tools dalam menganalisis dan menampilkan potensi lahan khususnya untuk lahan pertanian termasuk untuk lahan cabai. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi serta melakukan pemetaan tingkat kesesuaian lahan untuk mendukung budidaya tanaman cabai di lokasi penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Bulotalangi Timur pada Juli–September 2025, dengan analisis data di Laboratorium Tanah Universitas Negeri Gorontalo. Data yang digunakan meliputi peta RBI, peta lereng, penggunaan lahan, landform, DEM, serta karakteristik tanah dan lahan. Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan evaluasi kesesuaian lahan berbasis SIG menggunakan kerangka FAO, melalui pemadanan karakteristik lahan dengan kriteria kesesuaian tanaman cabai. Hasil analisis menunjukkan kelas kesesuaian lahan aktual untuk pengembangan tanaman cabai di Kecamatan Bulango Timur didominasi oleh kelas N (Tidak Sesuai) dengan luas 657,77 ha (53,28%) dengan faktor pembatas utama yakni bahaya erosi, kemudian keals S3 (Sesuai Marginal) dengan luas 295,86 ha (23,96%) dengan faktor pembatas utama ketersediaan air, media perakran, retensi hara dan hara tersedia. setelah dilakukan upaya perbaikan maka beberapa dapat diperbaiki naik kelas menjadi kelas kesesuaian lahan potensial yang terdiri dari kelas S3 (sesuai Marginal) dengan persentasi luasan mencapai 55,81% dan Kelas S2 (Cukup Sesuai) dengan presentase luasan mencapai 21,44%. kseimpulan dari peneltian ini adalah wilayah Kecamatan Bulango Timur bisa dikembangkan tanaman cabai namun beberpa lahan perlu diintervensi dengan teknik budidaya yang baik termasuk penerapan konservasi agar pemanfaaatan lahan bisa berkelanjutan.