cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,421 Documents
Pengaruh Lokasi dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian di Kedai Kopi Sakato Derita Kasih Gea; Yossi Hendriati; Dadi Akhmad Perdana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.7983

Abstract

Kedai kopi yang mengalami pertumbuhan di Kota Batam salah satunya adalah kedai Kopi Sakato. Ketatnya persaingan membuat para pemilik usaha harus mempertimbangkan berbagai aspek yang dapat memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Dua faktor utama yang sering menjadi perhatian dalam industri ini adalah lokasi dan promosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui besarnya pengaruh lokasi dan promosi terhadap keputusan pembelian. Metode kuantitatif menjadi pilihan pada riset ini, penelitian dengan menggunakan metode deskriptif yang menggunakan pengumpulan data untuk menguji hipotesis. Analisis yang digunakan dalam penelitian kuantitatif berfokus pada data-data numerik angka yang kemudian diolah menggunakan aplikasi olah data seperti SPSS yang berbentuk hasil sebuah statistik. Lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Promosi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Lokasi dan promosi berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian nilai uji F yang didapatkan adalah 11.202. Kedai Kopi Sakato harus terus meningkatkan kenyamanan untuk konsumen dari aspek lokasi, yang mana semakin mudahnya akses yang dijangkau akan memberikan. Selain itu Kedai Kopi Sakato harus lebih memperluas promosi yang mampu dijangkau lebih banyak konsumen.
Resistance of Local Acehnese Rice Lines to Xanthomonas Oryzae pv. Oryzae, the Causal Agent of Bacterial Leaf Blight Disease Alfizar Alfizar; Lukman Hakim; Jihan Aura; Siti S Nasution; Syaukani Syaukani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bacterial leaf blight, caused by the bacterium Xanthomonas oryzae pv. oryzae, is a major problem for rice production in Indonesia. One way to control this disease is to use rice varieties with resistance. The study aims to obtain local Acehnese rice lines, improve them through inbred breeding, and use gamma-ray irradiation to control bacterial leaf blight. The study used a non-factorial Complete Random Design (CRD) with nine local Acehnese rice lines, namely Tinggong (T.35.7.5.7.1), Tinggong (T.35.7.5.1.1), Sambay Simeulue (US1), Sambay Simeulue (US2), Sigupai (UM69), Sigupai (UM18), Sikuneng Bireuen (UB5), Sikuneng Bireuen (UB9), and Ciherang varieties as comparisons, with three replicates. The incubation period and disease incidence were not significantly different between treatments, ranging from 4.33 to 5.66 days and from 39.28 to 57.03%, respectively. The highest disease severity was observed in the Sigupai rice strain (UM69) (47.37%), and the lowest in Sambay Simeulue (US2) (26.25%). The results indicate that the Aceh local rice lines fall into the moderately resistant category, namely Sambay Simeulue (US2), Tinggong (T.35.7.5.1.1) and Sambay Simeulue (US1). In contrast, the moderately susceptible categories are Sikuneng Bireuen (UB9), Sikuneng Bireuen (UB5), Ciherang variety (comparator), Tinggong (T.35.7.5.7.1), Sigupai (UM18) and Sigupai (UM69).
Eksplorasi Etnomatematika Dalam Tatanan Bangun Ruang Dan Bangun Datar Pada Bangunan Istana Kuning Pangkalan Bun Kalimantan Tengah Liya Fatimah; Nuryadi; Nafida Hetty Marhaeni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7985

Abstract

Penelitian pada bangunan Istana Kuning ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep etnomatematika dalam bentuk bangun datar dan bangun ruang yang terdapat pada arsitektur Istana Kuning, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Istana Kuning merupakan salah satu peninggalan bersejarah Kesultanan Kutaringin yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, serta menunjukkan adanya perpaduan arsitektur Melayu, Tionghoa, dan Dayak. Keunikan arsitektur bangunan ini menjadikannya sebagai objek yang potensial untuk dikaji dalam konteks pembelajaran matematika berbasis budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data yang diperoleh selama proses penelitian dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap elemen arsitektural Istana Kuning, wawancara dengan informan yang memahami sejarah dan makna budaya bangunan, serta dokumentasi berupa foto dan catatan lapangan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mengaitkan temuan lapangan dengan konsep geometri dalam pembelajaran matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai elemen arsitektural Istana Kuning mengandung bentuk-bentuk geometris, antara lain segitiga pada bagian atap dan tangga, persegi panjang pada elemen logo Kesultanan Kutaringin, persegi pada jendela dan badan bangunan, lingkaran pada roda kereta kencana kesultanan, trapesium pada atap bagian atas istana, tabung pada tiang penyangga di dalam istana, balok pada badan bangunan Istana Kuning tingkat dua, serta limas pada atap kereta kencana. Setiap bentuk geometris tersebut tidak hanya memiliki nilai matematis, tetapi juga mengandung filosofi budaya yang kuat dan mencerminkan identitas masyarakat setempat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa arsitektur tradisional Istana Kuning dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran matematika yang kontekstual dan berbasis etnomatematika. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkaya pendekatan pembelajaran matematika sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya Indonesia, khususnya Istana Kuning Pangkalan Bun.
Profesionalisme Layanan Publik di Kantor Camat Lut Tawar Takengon M. Syahril
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7986

Abstract

Profesionalisme aparatur pemerintah merupakan faktor kunci dalam mewujudkan layanan publik yang berkualitas. Kantor Camat sebagai perangkat pemerintahan terdepan memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan administratif kepada masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis profesionalisme layanan publik di Kantor Camat Lut Tawar, Takengon, dengan meninjau aspek kompetensi aparatur, etika pelayanan, tanggung jawab, serta responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan pengamatan umum terhadap praktik pelayanan publik. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa profesionalisme layanan publik dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta budaya kerja aparatur. Peningkatan profesionalisme dapat dilakukan melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan etika birokrasi, dan pemanfaatan teknologi pelayanan. Profesionalisme aparatur pemerintah merupakan faktor penting dalam mewujudkan layanan publik yang berkualitas. Kantor Camat sebagai perangkat pemerintahan tingkat kecamatan memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan administratif kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profesionalisme layanan publik di.Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme layanan publik di Kantor Camat Lut Tawar tercermin melalui kompetensi aparatur, etika dan sikap pelayanan, kepatuhan terhadcru6ap standar operasional prosedur (SOP), responsivitas aparatur, serta tanggung jawab dan akuntabilitas dalam pelayanan. Meskipun secara umum pelayanan telah berjalan cukup baik, masih diperlukan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan optimalisasi sistem pelayanan guna mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Problematika Harta Bersama dalam Perkawinan Poligami: Perspektif Islamic Family Law Malaysia Bismar Siregar; Pagar Pagar; M. Iqbal Irham
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7987

Abstract

Artikel ini membahas permasalahan pengaturan dan penerapan harta sepencarian dalam perkawinan poligami berdasarkan Islamic Family Law Malaysia. Kajian ini menitikberatkan pada sejauh mana norma hukum mampu memberikan keadilan dan melindungi hak ekonomi istri dalam praktik poligami. Penelitian dilakukan dengan metode hukum normatif melalui pendekatan peraturan perundang-undangan, konsep hukum, dan analisis kasus, dengan mengkaji Islamic Family Law (Federal Territories) Act 1984 (Act 303) doktrin hukum keluarga Islam, serta praktik peradilan mahkamah syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persoalan utama harta sepencarian dalam poligami bukan terletak pada kekosongan aturan hukum, melainkan pada penerapan hukum yang masih bersifat formal dan administratif. Tidak adanya kewajiban pemisahan dan pencatatan harta sepencarian sebelum poligami, serta pembuktian yang lebih menekankan kontribusi finansial, menyebabkan peran dan kontribusi domestik istri kurang dihargai secara hukum dan memicu ketimpangan ekonomi antar istri. Dari sudut pandang maqāṣid al-sharī‘ah, khususnya perlindungan harta dan martabat perempuan, kondisi ini menunjukkan adanya jarak antara tujuan ideal hukum keluarga Islam dan praktik peradilannya. Oleh karena itu, artikel ini menekankan pentingnya perlindungan harta sepencarian sebagai syarat utama dalam pemberian izin poligami, agar keadilan dan kemaslahatan keluarga dapat terwujud secara nyataArtikel ini membahas permasalahan pengaturan dan penerapan harta sepencarian dalam perkawinan poligami berdasarkan Islamic Family Law Malaysia. Kajian ini menitikberatkan pada sejauh mana norma hukum mampu memberikan keadilan dan melindungi hak ekonomi istri dalam praktik poligami. Penelitian dilakukan dengan metode hukum normatif melalui pendekatan peraturan perundang-undangan, konsep hukum, dan analisis kasus, dengan mengkaji Islamic Family Law (Federal Territories) Act 1984 (Act 303) doktrin hukum keluarga Islam, serta praktik peradilan mahkamah syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persoalan utama harta sepencarian dalam poligami bukan terletak pada kekosongan aturan hukum, melainkan pada penerapan hukum yang masih bersifat formal dan administratif. Tidak adanya kewajiban pemisahan dan pencatatan harta sepencarian sebelum poligami, serta pembuktian yang lebih menekankan kontribusi finansial, menyebabkan peran dan kontribusi domestik istri kurang dihargai secara hukum dan memicu ketimpangan ekonomi antar istri. Dari sudut pandang maqāṣid al-sharī‘ah, khususnya perlindungan harta dan martabat perempuan, kondisi ini menunjukkan adanya jarak antara tujuan ideal hukum keluarga Islam dan praktik peradilannya. Oleh karena itu, artikel ini menekankan pentingnya perlindungan harta sepencarian sebagai syarat utama dalam pemberian izin poligami, agar keadilan dan kemaslahatan keluarga dapat terwujud secara nyata
Analisis Opini Publik Terhadap Rating Tayangan 21+ Pada Edukasi Seksual, Kekerasan Dan Konten Sensitif Pada Masyarakat Kota Palembang Puspita Shabrina; Fifi Hasmawati; Muslimin Muslimin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis opini publik masyarakat Kota Palembang terhadap tayangan televisi ber-rating 21+, khususnya yang mengandung edukasi seksual, kekerasan, dan konten sensitif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 12 orang yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan mereka dalam mengonsumsi tayangan ber-rating 21+. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat secara umum memahami rating 21+ sebagai bentuk pembatasan usia sekaligus peringatan terhadap konten sensitif. Rating dipersepsikan sebagai mekanisme proteksi psikologis bagi anak dan remaja, terutama dari paparan kekerasan dan seksual yang berpotensi memengaruhi perilaku. Namun, bagi penonton dewasa, rating 21+ juga dimaknai sebagai legitimasi untuk mengakses tayangan tertentu, meskipun tetap disertai pertimbangan kesiapan mental pribadi. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas sistem rating usia tidak hanya ditentukan oleh aturan formal, tetapi juga oleh tingkat literasi media dan kesadaran individu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem rating 21+ memiliki fungsi sosial yang kompleks sebagai alat pembatas, panduan, dan kontrol simbolik dalam konsumsi media televisi. Oleh karena itu, penguatan literasi media masyarakat menjadi aspek penting untuk meningkatkan efektivitas klasifikasi usia dalam melindungi kelompok rentan.
Mangroves in Disaster Risk Reduction: Global Trends and Knowledge Gaps Lola Adres Yanti; Kamarullah Kamarullah; Astri Winda Siregar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7990

Abstract

Background. Mangrove ecosystems have increasingly been recognized as important components of disaster risk reduction (DRR), particularly in mitigating the impacts of coastal hazards such as tsunamis, storm surges, and coastal flooding. Alongside the growing influence of climate change adaptation and nature-based solutions, scholarly interest in mangroves has expanded across multiple disciplines. However, the overall development, thematic orientation, and existing gaps within mangrove-based DRR research remain insufficiently synthesized. The study’s objective was to examine the evolution, disciplinary structure, dominant themes, and underrepresented areas of global research on mangroves in the context of DRR. Materials and methods. This study employed a bibliometric approach to analyze peer-reviewed journal articles and review papers indexed in the Scopus database between 2000 and 2026. Descriptive analysis, keyword co-occurrence networks, thematic mapping, thematic evolution analysis, and geographic collaboration analysis were conducted using Biblioshiny and supporting analytical tools to identify publication trends, subject area distributions, core journals, thematic structures, and spatial research patterns. Results. The findings reveal a substantial increase in mangrove-based DRR research over time, particularly following major coastal disasters and during the recent climate-resilience era. The literature is dominated by environmental and earth sciences and primarily framed around ecological protection, ecosystem services, and hazard mitigation. In contrast, governance, preparedness, social vulnerability, and policy-oriented dimensions remain weakly represented. Thematic evolution indicates a shift toward climate-related and ecosystem-based approaches, alongside persistent conceptual gaps. Conclusions. This study concludes that while mangroves are well-established as ecological assets in DRR studies, their role as socio-ecological infrastructures remains underexplored. Advancing mangrove-based DRR requires greater integration of governance, preparedness, and social perspectives to enhance policy relevance and support sustainable coastal resilience.
Pengembangan RPP Seni Musik pada materi Unsur-unsur Musik berbasis Inklusif bagi siswa kelas VI di UPTD SDI Loboleke Maria Derici Beka; Kornlis Wiliam Kabul; Oswaldus F.M. Budi; Ferdinandus Bate Dopo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7991

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kebutuhan akan perangkat pembelajaran yang adaptif dan responsif terhadap keberagaman karakteristik, kemampuan, dan gaya belajar siswa di kelas VI UPTD SDI Loboleke. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran Seni Musik dengan materi unsur-unsur musik yang dirancang secara khusus menggunakan pendekatan inklusif. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengadopsi model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan fokus pada tahap analisis kebutuhan siswa, perancangan RPP, dan pengembangan instrumen pendukung yang mengakomodasi diferensiasi pembelajaran. RPP yang dikembangkan menekankan pada penggunaan berbagai media, metode pengajaran yang fleksibel, dan penilaian yang beragam untuk memastikan setiap siswa, tanpa memandang perbedaan latar belakang atau kemampuan, dapat mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam penyediaan perangkat ajar yang efektif, relevan, dan adil bagi seluruh peserta didik di lingkungan sekolah dasar inklusif.
Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Golongan I: Analisis Putusan Pengadilan Negeri Medan Gandik Prasetyo Budi; Rizki Setyobowo Sangalang; Satriya Nugraha
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disparitas putusan dalam perkara tindak pidana narkotika telah menjadi permasalahan krusial yang mengancam prinsip kepastian hukum dan keadilan di Indonesia. Penelitian ini menganalisis fenomena disparitas melalui studi komparatif terhadap dua putusan Pengadilan Negeri Medan yang memiliki karakteristik serupa namun menghasilkan vonis berbeda secara signifikan, yakni Putusan Nomor 2202/Pid.Sus/2023/PN.Mdn dengan hukuman 6 tahun penjara dan Putusan Nomor 2184/Pid.Sus/2024/PN.Mdn dengan hukuman 2 tahun penjara. Kedua terdakwa sama-sama didakwa melanggar Pasal 112 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu dalam jumlah yang tidak jauh berbeda. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disparitas terjadi karena tidak adanya pedoman pemidanaan yang bersifat mengikat, ruang diskresi hakim yang sangat luas, serta perbedaan dalam mempertimbangkan faktor-faktor yuridis dan non-yuridis seperti kehadiran atau ketiadaan penasihat hukum. Disparitas semacam ini berpotensi mengikis kepercayaan publik terhadap sistem peradilan dan mencederai asas persamaan di hadapan hukum sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 27 ayat (1) UUD 1945. Penelitian merekomendasikan pembentukan pedoman pemidanaan nasional yang lebih konkret, peningkatan kapasitas hakim dalam memahami aspek substantif keadilan, serta penjaminan hak pendampingan hukum bagi setiap terdakwa guna mewujudkan peradilan yang adil dan konsisten.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR SENI BUDAYA BERBASIS INKULSI SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN APRESIASI SENI SISWA DI UPTD SMPN 4 BAJAWA Gratia Ene; Vinsensius O. Bate; Chromatius A.P Tapaoona; Ferdinandus Bate Dopo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7994

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan keberagaman gaya belajar, karakteristik serta kemampuan siswa di UPTD SMPN 4 Bajawa. pembelajaran seni budaya disekolah masih belum memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik, khususnya siswa yang dianggap kurang berbakat atau memiliki kebutuhan khusus. Kondisi ini berdampak pada rendahnya apresiasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran seni. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah modul ajar mata pelajaran seni budaya yang dirancang dengan menggunakan pendekatan berbasis inklusi dalam upaya untuk meningkatkan apresiasi seni siswa. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model ADDIE ( Analysis, desaign, development, implementation, evaluation ) yang berfokus pada analisis kebutuhan siswa, perancangan modul ajar, dan pengembangan instrumen yang mendukung pembelajaran, mengimplementasi serta evaluasi. Modul ajar yang dikembangkan lebih menekankan pada, metode pembelajaran yang fleksibel serta mampu meningkatkan apresiasi seni siswa, yang ditandai dengan meningkatnya keterlibatan aktif, rasa percaya diri, empati serta kemampuan bekerja sama antara siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus.