cover
Contact Name
Munawwir Hadwijaya
Contact Email
mr.awinwijaya@gmail.com
Phone
+6281333027167
Journal Mail Official
mr.awinwijaya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Published by ANFA MEDIATAMA
ISSN : -     EISSN : 29617693     DOI : https://doi.org/10.572349/relinesia
Core Subject : Religion,
Relinesia: Jurnal Studi Agama dan Multikulturalisme Indonesia diterbitkan dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli, terdaftar dengan ISSN 2961-7693. Jurnal ini memfokuskan ruang lingkupnya pada isu-isu Agama di Indonesia dan Kajian Multikulturalisme. Jurnal ini menerbitkan penelitian empiris dan teoritis berkualitas tinggi yang mencakup semua aspek Agama dan Multikulturalisme Indonesia. Deradikalisasi Pendidikan Agama, Filsafat Pendidikan Agama, Kebijakan Pendidikan Agama, Gender dan Pendidikan Agama, Perbandingan Agama, dan Multikulturalisme.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 395 Documents
Konsep Ketuhanan: Ateisme Mila Rima Dani
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v1i2.180

Abstract

Sebuah aliran yang begitu kontroversial dalam sejarah manusia sebagai sanggahan akan keyakinan manusia terhadap suatu daya adikodrati dan menjadi sebuah aliran yang mewarnai kehidupan dunia ini, mereka berkomitmen bahwa Tuhan itu tidak ada. Mereka yang berada pada dataran tersebut akan menyangkal seluruh keyakinan akan adanya suatu daya adikodrati sebagaimana pendahulunya yakni animise, politeisme dan monoteisme. Paham itu disebut dengan ateisme. Ateisme menjadi sebuah aliran yang selayaknya mendapatkan pemberontakan oleh setiap manusia, sebab mereka mengingkari daya superanatural. Sementara dahulu kehidupan manusia selalu diwarani dengan hal semacam itu. Daripada itu kajian mengenai ateisme menjadi kajian yang penting. Dalam menjabarkan kajian ini maka secara terperinci kajian ini terumuskan tentang apakah yang dimaksud dengan ateisme? Apa faktor seseorang menjadi ateisme? Bagaimana ateisme mengklaim bahwa Tuhan tidak ada? Tujuan dari pada itu ialah agar setiap orang memahami ateisme sebagai hal yang seharusnya dihindari. Metode yang digunakan dalam kajian ini ialah library research. Kesimpulan dari kajian ini adalah ateisme sebagai paham yang salah karena meniadakan adanya Tuhan.
KERAGU-RAGUAN TERHADAP AGAMA EMPIRISME DAN POSITIVISME Nurasiah Lubis
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v1i2.182

Abstract

Tidak bisa dipungkiri bahwa polemik seputar agama terus bergema pada setiap generasi. Tiap-tiap generasi memiliki konstruktif-argumentatif yang tentu berbeda termasuk pada apa yang disebut dengan empirisme dan positifisme. Dalam sejarah perjalanan-Nya, diantara mereka ada yang menerima, ada yang meragukan, bahkan ada yang memberikan penolakan terhadap agama. Empirisme dan positifisme termasuk golongan yang meragukan agama, ragam argumen telah dibangun mereka hingga dikalangan mereka ada yang sampai pada taraf menolak agama. Argumen mereka itulah yang akan menjadi inti daripada pembahasan ini. Detailnya, kajian ini membahas perihal seperti apakah sejarah awal mula empirisme dan positifisme meragukan agama? Bagaimanakah konstruktif-argumentatif empirisme dan positifisme dalam meragukan agama? Bagaimanakah reaksi dan koreksi para pemikir dalam menanggapi keragu-raguan empirisme dan positifisme terhadap agama? Tujuan daripada dicetuskan-Nya permasalahan tersebut ialah agar menghilangkan keterkaitan keraguan agama pada generasi kini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif yang menyandarkan pada pendekatan ‘library research’. Kesimpulan dari penelitian ini ialah, dimana argumen empirisme dan positifisme dalam meragukan agama tidaklah dibenarkan. Kata Kunci: Sejarah, Konstruktif-argumentatif, Bantahan.
HUBUNGAN FILSAFAT DAN AGAMA Ratna Sari Ritonga
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v1i2.183

Abstract

Peradaban dunia yang saat ini kita rasakan, tidak bisa kita pungkiri bahwa ini semua berasal dari para pemikir terdahulu. Terdapat dua entitas yang menjaring keseluruhan peradaban yang ada di dunia ini yakni filsafat dan agama. Keduanya begitu memberikan pembangunan akan peradaban dunia. Semarak daripada filsafat dan agama dalam membangun peradaban dunia mampu menghasilkan banyak sekali hal-hal yang baru, bahkan kesemuanya yang kita rasakan saat ini berasal dari kedua entitas tersebut. Sampai disini, ada suatu persoalan yang harus untuk diketahui, apakah yang disebut dengan filsafat dan agama? bagaimanakah hubungan fislafat dan agama itu? Bagaimanakah filsafat dan agama mampu untuk memperoleh sebuah pengetahuan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada kita tentang keselarasan filsafat dan agama yang keduanya sejakan dalam membangun peradaban dunia. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan ialah “library research”. Akhirnya, kesimpulan yang diperoleh, ialah filsafat dan agama selayaknya dijadikan sebagai sendi kehidupan sebagaimana para pendahulu melakukan-Nya sehingga bermunculan hal-hal bermanfaat yang baru dalam kehidupan ini.
KAJIAN FIQH PERBANDINGAN TERHADAP JUAL BELI BARANG TERLARANG Hendra Umar; Hilman Nafian Ramadhan
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v1i2.189

Abstract

Para ulama sepakat (ijmā·) bahwa salah satu syarat jual beli (al-bay·ah) adalah barang tersebut harus barang-barang yang suci (bukan najis) dan dapat dimanfaatkan. Meskipun para fuqaha sepakat bahwa barang yang diharamkan Islam tidak boleh dikonsumsi, namun mereka berbeda pendapat dalam menguraikan status hukum jual beli barang yang diharamkan dan terlarang menurut ajaran Islam. Adanya perbedaan tersebut disebabkan karena perbedaan dalam menetapkan ∙illat hukum di kalangan fuqaha. Jumhūr ·ulama menegaskan bahwa ∙illat pengharaman jual beli adalah terletak pada keharaman dan keterlarangan suatu barang. Sedangkan Fuqaha Mażhab Ḥanafī dan Mażhab Ẓahirī mengemukakan bahwa ∙illat pengharaman jual beli adalah terletak pada kemanfaatan suatu benda. Sekalipun benda tersebut haram dan najis, tetapi jika membawa manfaat maka diperbolehkan memperjualbelikan benda tersebut
Implementasi PMK No.5/PMK.010/2022 Terhadap Penjualan Kendaraan Bermotor Di Delaer Mobil Bekas Perspektif Hukum Islam (Studi Di Dealer Mobil Bekas APJM Pelita - Jember) Moch. Firmandika Gita Mareta; Muttaqin Choiri
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v1i2.203

Abstract

Pandemi membawa dampak yang kompleks, sehingga pemerintah perlu melakukan beberapa kebijakan untuk melakukan program percepatan pemulihan ekonomi nasional, dengan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor - 5/PMK.010/2022, program ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat dan menjadi stimulus untuk meningkatkan daya beli masarakat dalam medorong sektor produksi padat karya, di tengah penurunan ekonomi saat pandemi Covid-19.Rumusan masalah (1) Bagaimana kebijakan dan ketentuan sistem penjualan kendaraan bermotor berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor - 5/PMK.010/2022 (2) Bagaimana implementasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor - 5/PMK.010/2022 dalam perspektif hukum Islam di dealer mobil bekas APJM PELITA.Metode penelitian kualitatif, memperoleh data dari masyarakat sebagai sumber primer melalui penelitian lapangan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi untuk memahami dinamika yang terjadi dari berbagai sudut pandang. Data sekunder didapatkan melalui buku, jurnal dan dokumen resmi, selanjutnya di analisis dari data empiris dan diakhiri kesimpulan.Dalam Siyāsah Māliyah adalah suatu tanggung jawab pemerintah dalam mempertahankan kestabilitasan ekonomi dengan cara memberi insentif pajak berupa PPnBM demi tercapainya stabilitas ekonomi negara. Islam mengisyaratkan dalam segala aspek perlu mempertimbangkan kemaslahatan dengan menolak kemadaratan serta dapat menenetukan kemanfaatan secara selektif yang memprioritaskan mafsadat lebih besar daripada yang lebih kecil.
Peningkatan Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penyusunan Soal HOTS Multiple Choice Melalui Kegiatan Bimbingan Pelatihan Sugito
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i1.313

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh data observasi yang menunjukkan perolehan hasil belajar siswa pada pelajaran PAI masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman guru PAI terhadap kaidah-kaidah dalam penyusunan soal HOTS Multiple Choice dan mengukur tingkat kompetensi dalam membuat butir soal melalui kegiatann bimbingan dan Latihan (bimlat). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah dengan model Kemmis dan Mc Taggart. yang dilakukan di SMP Sekolah Binaan Pengawas Kabupaten Batang dengan jumlah guru sebanyak 14 orang. Penelitian ini mengukur seluruh komponen yang terdapat pada kaidah penelitian soal HOTS Multiple Choice yaitu: stimulus, level kognitif dan jawaban. Hasil penelitian menunjukan peningkatan setiap komponen pada tiap-tiap siklus. Kegiatan bimlat guru menghadirkan pengalaman belajar guru PAI secara langsung terhadap pemahaman kaidah penyusunan soal HOTS Multiple Choice dan praktek penyusunan butir soal sehingga dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun instrumen penilaian siswa sebesar 36,66%. Data ini melahirkan rekomendasi penting untuk para pengawas sekolah melakukan kegiatan bimlat pada semua SMP kelompok binaan masing-masing di Kabupaten Batang dalam rangka meningkatkan kompetensi guru PAI dalam penyusunan instrumen penilaian hasil belajar siswa.
INTERAKSI BUDAYA DAN AGAMA: MEMAHAMI DAMPAK DAN KONTRIBUSINYA DALAM MASYARAKAT Rani Nurhalizah; Muh Fauzan Agil; Abdurahman Sakka
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i1.392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami interaksi antara budaya dan agama serta dampaknya dalam konteks masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan mengumpulkan dan menganalisis sumber-sumber yang relevan dari berbagai disiplin ilmu seperti antropologi, sosiologi, dan studi agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya dan agama saling mempengaruhi dan membentuk identitas kolektif serta pola perilaku dalam masyarakat. Interaksi ini dapat memperkuat norma-norma sosial, nilai-nilai, dan praktik-praktik kehidupan sehari-hari, namun juga dapat menciptakan konflik dan ketegangan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya pemahaman yang mendalam tentang interaksi budaya dan agama dalam rangka mempromosikan kerukunan dan harmoni dalam masyarakat. Sebagai rekomendasi, diperlukan upaya pendidikan dan dialog antarbudaya yang lebih intensif untuk memperkaya pemahaman dan menghargai keragaman budaya dan kebebasan beragama.
Penerapan Metode Role Playing untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas VII MTs Al-Ibrohimiy Sentol Daya Sumenep Moh. Rafiq; Faizun Najah
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i1.393

Abstract

Realitas Dewasa ini, proses pembelajaran dikelas agaknya berlangsung secara kaku dan kurang menyenangkan, diantaranya adanya tuntutan pada siswauntuk menguasai materi dan fakta - fakta, hal ini juga membuat pembelajaran kurang bermakna, karena penguasaan atas banyaknya materi belum tentu menjamin pemahaman pada materi yang mereka kuasai. Keteribatan siswa secara aktif dalam proses pembeajaran merupakan hal yang sangat penting dan merupakan modal dasar bagi siswa agar dapat mencapai kompetensi pembelajaran yang diharapakan. Untuk mencapai tujuan ini, bukan hal yang mudah bagi guru untuk mewujudkannya. Banyak di antara para guru mengalami kesulitan dan mengalami berbagai kendala, dalam melaksanakan pembelajaran materi sejarah. Agar proses belajar mengajar yang efektif dan kondusif diperlukan metode- metode pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa secara langsung dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah membantu siswa menemukan jati diri didunia social dan memecahkan dilema dengan membentuk kelompok. Artinya dengan menggunakan metode Role Playing diharapkan bisa mengaktifkan belajar siswa pada materi yang diberikan terutama pelajaran Sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif atau kualitatif dengan jenis penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Model Kurl Lewin dengan 2 (dua) siklus. Teknik data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Data yang bersifat kualitatif yang terdiri dari hasil observasi dan dokumentasi dianalisis secara deskriptif kualitatif, data yang berupa angka atau data kualitatif dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data setelah penerapan metode pembelajaran Role Playing menunjukkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas VII berjalan dengan efektif, Hal ini terlihat peningkatan keaktifan belajar siswa pada setiap tindakan. pada siklus I prosentase peningkatan kekatifan belajar siswa sebesar 50%,Siklus II Prosentase peningkatan keaktifan belajar siswa sebesar 22%. Jadi pada siklus I ke siklus II prosentase peningkatan keaktifan siswa sebesar 56%. Hal ini terjadi karena setiap siswa mempunyai karakter yang berbeda- beda sehingga suasana hati setiap masing- masing siswa berbeda- beda yang mempengaruhi keaktifan belajar siswa. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan Metode pembelajaran Role Playing untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaah Islam kelas VII berjalan dengan efektif.
PERINGATAN NUZULUL QUR’AN DI MASJID AN-NUR, DESA KARANGLO, KABUPATEN JOMBANG Dhian Satria Yudha Kartika; Aisha Nabila F. H; Ariel Sambali; Benydiktus Pakpahan; Nala Mutimmul; Safira Aprilia
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i1.429

Abstract

Artikel ini membahas mengenai kajian Nuzulul Qur’an sebagai ilmu untuk memahami kandungan ayat-ayat Al-Quran sebagai pedoman hidup. Al-Qur’an sebagai wahyu yang diturunkan secara bertahap untuk memahami keadaan yang sebenarnya dari peristiwa yang meliputi ayat Al-Qur’an ketika diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW tepatnya pada 17 Ramadhan 610 adalah hal yang penting dan tidak boleh diabaikan dalam mengungkap isi kandungannya. Nuzulul Qur’an sendiri diartikan sebagai suatu peristiwa dimana malaikat jibril menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW dari alam ghaib ke alam nyata. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka yang menganalisis fenomena pelaksanaan tradisi Nuzulul Qur’an di Desa Karanglo, Kabupaten Jombang. Hasil pembahasan artikel ini adalah warga Desa Karanglo juga ikut memperingati Nuzulul Qur’an dengan melakukan kegiatan kemanusiaan sebagai bentuk mengaktualisasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan kemanusiaan tersebut berupa sedekah kepada yang membutuhkan, mengunjungi panti asuhan atau rumah sakit, atau mengadakan bakti sosial. Seluruh rangkaian perayaan Nuzulul Qur’an ini merupakan kegiatan yang baik karena dapat membantu sesama umat muslim untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan agama.
DAYA TARIK DAKWAH DIGITAL SEBAGAI MEDIA PENYIARAN AGAMA ISLAM UNTUK GENERASI MILENIAL Nurjanah; Santi Sukmaeni; Rasah Nuryanti; Dede Indra Setiabudi
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i1.520

Abstract

Perkembangan literatur keislaman online semakin banyak. Literatur online yaitu seluruh pengetahuan keagamaan yang tersedia secara online, baik melalui website yang dicari melalui mesin pencari google maupun yang tersebar melalui media sosial, jadi tidak hanya sebatas buku elektronik atau ebook. Literatur keislaman disebarkan secara online oleh sekelompok aktivis Islam untuk menyampaikan sebuah opini terhadap sebuah permasalahan atau untuk menggerakkan massa. Gerakan Islam via internet atau disebut clickitivism bermakna bahwa wacana Islam disampaikan melalui teks-teks online yang kini semakin marak. Internet, khususnya media sosial, memiliki peran dalam menyebarkan informasi, baik yang berlanjut pada aksi nyata maupun pada sekadar bahan diskusi di kalangan internal aktivis. Saat ini, dunia telah masuk pada abad informasi. Beragam informasi di internet menjadi sumber daya informasi baru yang menarik khalayak media massa unt uk berpindah dari media lama (old media) menuju media baru (new media). Kehadiran internet menawarkan keberagaman dan kebebasan akses informasi bagi para pengguna. Kelebihan dakwah dengan menggunakan internet yaitu dakwah menjadi lebih variatif. Artinya, kehadiran teknologi memberikan banyak cara untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah. Selain tulisan, materi dakwah bisa dalam bentuk gambar, audio, e-book (buku elektronik) ataupun video, sehingga objek dakwah dapat memilih bentuk media yang disukai. Dengan menyajikan materi dakwah di internet, objek dakwah tidak perlu datang ke narasumber dan membeli buku untuk menjawab masalah yang dihadapi. Sehingga lebih hemat biaya dan tenaga untuk memperoleh informasi.

Page 2 of 40 | Total Record : 395