cover
Contact Name
Munawwir Hadwijaya
Contact Email
mr.awinwijaya@gmail.com
Phone
+6281333027167
Journal Mail Official
mr.awinwijaya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Published by ANFA MEDIATAMA
ISSN : -     EISSN : 29617693     DOI : https://doi.org/10.572349/relinesia
Core Subject : Religion,
Relinesia: Jurnal Studi Agama dan Multikulturalisme Indonesia diterbitkan dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli, terdaftar dengan ISSN 2961-7693. Jurnal ini memfokuskan ruang lingkupnya pada isu-isu Agama di Indonesia dan Kajian Multikulturalisme. Jurnal ini menerbitkan penelitian empiris dan teoritis berkualitas tinggi yang mencakup semua aspek Agama dan Multikulturalisme Indonesia. Deradikalisasi Pendidikan Agama, Filsafat Pendidikan Agama, Kebijakan Pendidikan Agama, Gender dan Pendidikan Agama, Perbandingan Agama, dan Multikulturalisme.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 395 Documents
SUBSTANSI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Hoerudin; Manarul Hidayat; Meilina Silvi Imanika; Nanu Andriani
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i2.652

Abstract

Manajemen pendidikan islam, mungkin merupakan kata yang sering kita kenal, kita dengar bahkan kita kerjakan, akan tetapi banyak dari kita yang mungkin belum paham sepenuhnya makna dari definisi manajemen pendidikan islam tersebut. Maka dari itu kita harus lihat apa sesungguhnya makna atau definisi dari manajemen pendidikan islam. Ada bermacam-macam pendapat yang mengemukakan tentang definisi manajemen pendidikan islam, oleh karena itu kita memerlukan kesepakatan terlebih dahulu apa yang di maksud dengan manajemen pendidikan islam. Sejalan dengan perubahan zaman modern ini tentang pengetahuan manajemen yang harus kita ketahui, maka dari itu kita harus mengetahui apa sesungguhnya definisi dari manajemen itu sendiri, Manajemen pendidikan islam berkaitan erat dengan masalah pengelolaan dalam sebuah lembaga pendidikan, terutama pendidikan islam, di dalam dunia pendidikan tentunya di butuhkan sebuah prngelolaan yang baik, karena maju berkembangnya dalam sebuah lembaga pendidikan tergantung dari sistem pengelolaan manajemennya.
HAMAM WAEMBEE DAN INTERNALISASI NILAI MODERASI BERAGAMA PADA PESERTA DIDIK DI MI YAA BUNAYYA Aisah Nurwati; A. Arif Rofiki; Luluk Wahyu Nengsih; Marwan Sileuw; Ika Putra Viratama
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i2.658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) implementasi program Hamam Waembee dalam internalisasi pentingnya moderasi beragama bagi peserta didik di MI Yaa Bunayya. dan (2) Ragam nilai moderasi beragama yang diinternalisasikan pada peserta didik di MI Yaa Bunayya melalui program Hamam Waembee. Adapun jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan keilmuan psikologis. Sumber data yang digunakan bersumber dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, serta dokumentasi. Data yang diperoleh dan dianalisis melalui 3 tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, serta kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program hamam waembee melalui perencanaan awal yaitu berdiskusi terkait tujuan kegiatan, teknik pelaksanaan, sedangkan implementasinya yaitu pelaksanaan kegiatan pada hari jum’at pukul 09.00 sampai selesai, dan juga evaluasi kegiatan. Dan ragam nilai moderasi yang tertanam pada peserta didik di MI Yaa Bunayya yaitu nilai tawasut} (tengah-tengah), nilai tawa>zun (berkeseimbangan), nilai I’tidal (lurus dan tegas), nilai tasa>muh (toleransi), nilai musa>wah (egaliter), nilai syu>ra> (musyawarah), nilai is}la>h} (reformasi), nilai aulawiyyah (mendahulukan yang prioritas), nilai tat}awwur wa ibtiqa>r (dinamis dan inovatif), dan nilai tah}ad}d}ur (berkeadaban).
AKTUALISASI MODERASI BERAGAMA SEBAGAI WUJUD SEMANGAT BHINNEKA TUNGGAL IKA PADA MASYARAKAT MULTIETNIS DI KAMPUNG AMPEL, KOTA SURABAYA Annisa Nurul Jannah; Muhammad Turhan Yani
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i2.698

Abstract

Penelitian ini ditulis bertujuan untuk memberikan gambaran aktualisasi moderasi beragama pada masyarakat multietnis di Kampung Ampel, Kota Surabaya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah Teori Cultural Pluralism: Mosaic Analogy oleh Berkson yang memberikan kebebasan untuk mengekspresikan identitas budaya maupun agama setiap individu masing-masing. Metode dalam penelitian ini ialah menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima orang, mencakup Tokoh Agama Islam, Tokoh Agama Buddha, dan juga Tokoh Masyarakat selaku Ketua RT setempat di sekitar wilayah Kampung Ampel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi moderasi beragama diwujudkan dengan dilandasi kemauan dari setiap individu masing-masing serta didukung oleh upaya Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat selaku Ketua RT setempat untuk membangun kerukunan diantara masyarakat multietnis dan antar umat beragama di wilayah Kampung Ampel, Kota Surabaya.
EPISTEMOLOGI PENAFSIRAN ACENG ZAKARIA DALAM KITAB TAFSIR AL-FATIHAH. Ibnu Mas’ud; Ahmad Zainuddin; Amir Mahmud; Mukhid Mashuri
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i2.702

Abstract

Penelitian ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui Epistemologi penafsiran pada kitab tafsir Surah Al-Fatihah karya Aceng Zakaria. Berangkat dari berbagai macam tafsir yang beredar pada masa sekarang, tentulah terdapat gaya penafsiran serta aliran-aliran tafsir yang berbeda-beda. Hal ini menjadikan motivasi penulis untuk mengupas kitab tafsir karya Aceng Zakaria. Selain itu, hal menarik yang menjadi latar belakang memilih kitab tafsir karya Kiayi Aceng, karena tafsir ini dikarang oleh Ulama yang namanya masyhur berasal dari organisasi Persis (Persatuan Islam). Maka dirasa perlu untuk mengkaji terlebih dahulu mengenai sumber penafsiran serta kevalidannya sebelum dikonsumsi oleh masyarakat luas.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Pustaka (Library research) dengan pendekatan kualitatif, karena bertujuan untuk mendiskripsikan Epistemologi penafsiran pada karyanya Kitab Tafsir Al-Fatihah.Sebagaimana pada umumnya penelitian ini juga menggunakan dua sumber dalam penguraiannya, yaitu kitab Tafsir surah Al-Fatihah sebagai sumber primernya, dan beberapa kitab tafsir dan ulumul Qur’an sebagai sumber sekundernya.Kitab Tafsir Al-Fatihah ini tergolong kepada Tafsir Bi al-Iqtiran, karena sumber yang digunakan adalah kombinasi dari al-Qur’an, hadist, pendapat Shahabat, serta pemikiran Mufassir. Adapun setelah membaca dan melakukan pengamatan, kitab tafsir Al-Fatihah karya Aceng Zakaria ini dikatakan Valid. Dengan diukur menggunakan teori Korespondensi dan teori Pragmatisme. teori korespondensi adalah teori yang mengukur kebenaran sebuah penafsiran ketika terdapat keselarasan penafsiran dengan kejadian di alam raya. Sedangkan teori Pragmatisme penafsiran dikatakan valid yaitu penafsiran mengandung solusi atau pencerahan terhadap masyarakat.
ISTILAH - ISTILAH DAN ASAS ASAS MANAJEMEN MENURUT PRESPEKTIF ISLAM Yayat Hidayat; Ridwan Nurhidayat; Jamiludin; Usep Purkon; Nurjamaludin
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i2.714

Abstract

Dalam kehidupan masyarakat modern seperti saat ini berbagai jenis kegiatan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup baik secara individu maupun berkelompok, dalam dunia bisnis setiap kegiatan memiliki orientasi dalam hal pengembangan yang nantinya akan menghasilkan output sesuai dengan rencana awal yang telah ditetapkan namun hal ini dapat tercapai apabila dibarengi dengan pengelolaan dan sumber daya manusia yang memadai, pengelolaan yang dimaksud dalam hal ini dimulai dari Perencanaan, Pengorganisasian, Pengaplikasian, dan Pengawasan. Di dalam ajaran Islam manusia senantiasa diharapkan agar mencari rezeki dengan cara yang Halal dan menjauhi Riba, selain itu setiap aktivitas yang dilakukan secara berkelompok harus di dasari dengan kebaikan dan tim yang solid, hal ini diumpamakan seperti bangunan yang kokoh yang menopang satu sama lain demi kesejahteraan bersama.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DALAM MENINGKATKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI MADRASAH IBTIDA’IYYAH DARUT TAQWA PURWOSARI PASURUAN Khakul Yaqin; Ahmad Ma’ruf; Muhammad; Wiwin Fachrudin Yusuf
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i2.740

Abstract

MI Darut Taqwa adalah suatu lembaga pendidikan tingkat dasar yang berada di Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan, yang bertempat di Dusun Kembang Kuning Purwosari Pasuruan Jawa Timur. Melihat berbagai problematika didalam kelas diantaranya, penanaman nilai akidah akhlak yang belum maksimal, sehingga banyak pembuliyan, penurunan moral banyak terjadi di lembaga MI Darut Taqwa serta kurangnya rasa saling menghormati terhadap sesama teman sehingga menyebabkan bertengkar antar siswa.Fokus penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah : (1) Impementasi pembelajaran akidah akhlak dalam meningkatkan karakter religius siswa di MI Darut Taqwa (2) Faktor pendukung dan faktor penghambat pembelajaran akidah akhlak dalam meningkatkan karakter religius siswa di MI Darut TaqwaTujuan penulisan skripsi ini adalah (1) untuk mengetahui apa definisi pembelajaran akidah akhlak dalam meningkatkan karakter religius siswa. (2) untuk mendekripsikan implementasi pembelajaran akidah akhlak dalam meningkatkan karakter relogius siswa.Dalam penelitian ini penulis menggunakan : metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Lokasi penelitian MI Darut Taqwa Purwosari Pasuruan. Pengumpulan data mengunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi pada kepala sekolah, guru dan siswa. Keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi sumber, sebab pada penelitian ini data yang diperoleh akan dikumpulkan dan mengetahui kebenerannya.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pembelajaran akidah akhlak digunkan oleh guru kelas V dan VI yang diharapkan membantu dalam meningkatkan karakter religius siswa. Tentunya agar dapat dilakuakan dalam kehidupan sehari-hari.
HAK PRIORITAS KELUARGA DALAM AL-QUR’AN (TELAAH TAFSIR MAQASHIDI) Mufidatul Fitriah; M Muhid Mashuri; Miftara Ainul Mufid; Wiwin Ainis Rohtih
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i2.745

Abstract

Artikel ini dituliskan dengan tujuan untuk melakukan pemetaan terhadap hak-hak prioritas keluarga dalam al-Qur’an sebagai bentuk tawaran solusi atas permasalahan seperti penelantaran atau fanatisme keluarga yang menyebabkan terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme. Porsi prioritas keluarga seringkali diabaikan batasan-batasannya yang berdampak pada maraknya kasus penelantaran keluarga atau tindak pidana lain seperti korupsi yang berlandaskan hubungan kekeluargaan. Penelitian ini termasuk studi literatur dengan menggunakan pendekatan Tafsir Maqashidi untuk menguak signifikansi maqashid (ideal moral) dari literal teks yang eksplisit (al-manthuq bih) hingga literal teks yang implisit (al-maskut anh) dari setiap perintah dan larangan yang tertulis dalam al-Qur’an.Pendekatan ini juga memperhatikan pergerakan teks (harakiyyah al-nash) supaya tidak terjebak dalam kerangkeng tekstualisme.Hasil dari karya ini menjelaskan tentang aspek-aspek kemanusiaan dan kebebasan bersikap yang disertai dengan tanggung jawab dari internal teks (min dakhil al-nushush) dan eksternal teks (min kharij al-nushush) yang kemudian dapat diterapkan dalam kehidupan berkeluarga.Dengan memperhatikan nilai-nilai yang ditemukan, diharapkan terbangun kesadaran masyarakat untuk memperlakukan keluarga dengan proporsional.
TAHADDUTH BI AL-NI’MAH DAN RELEVANSINYA TERHADAP ETIKA BERMEDIA SOSIAL DALAM AL-QUR’AN (Analisis Tafsir Maqashidi) Muflikhatul Ummah; Wiwin Ainis Rohtih; Mukhid Mashuri; Miftara Ainul Mufid
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i1.748

Abstract

Istilah tahadduhth bi al-Ni’mah adalah menunjukkan hal positif yang dapat menjadi contoh agar dapat ditiru orang lain. Dalam zaman canggih ini media sosial menjadi salah satu cara agar hal tersebut dapat diterapkan dan meminimalisir berbagai fenomena media sosial seperti swafoto maupun flexing atau kegiatan pamer dan branding diri lainnya. Dari penelitian ini akan diulas terkait makna tahadduth bi al-Ni’mah dan juga etika terhadap media sosial yang diambil dari ayat-ayat al-Qur’an untuk mengetahui urgensi dan nilai maqashid secara mendalam. Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan metode maudhu’i dengan mengumpulkan ayat terkait etika media sosial dan tahadduth bi al-Ni’mah kemudian menggunakan sudut pandang tafsir maqashidi untuk menguak signifikansi maqashid (ideal moral) dari literal teks yang eksplisit (al-manthuq bih) hingga literal teks yang implisit (al-maskut anh) untuk mengetahui maksud perintah maupun larangan al-Qur’an lebih dalam lagi. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat nilai maqashid syari’ah yang terdiri dari maqashid zahir dan maqashid bathin dengan nilai dlaruriyyat hifdz din agar selalu bersyukur sekaligus terhindar dari kufur nikmat dan hifdz aql agar senantiasa berfikir kritis dan menjaga etika bermedia sosial agar menjadi ahsanu qaulan terhadap unggahan yang diposting di media sosial.
RELEVANSI MODEL KEPEMIMPINAN FIR’AUN DENGAN MASA KINI (Penerapan Metode Integrasi Terhadap Ayat Kisah QS. al-A’raaf: 127-129) Meilia Verisa; Mukhid Mashuri; Wiwin Ainis Rohtih; Miftara Ainul Mufid
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i2.749

Abstract

Salah satu tujuan manusia diciptakan oleh Tuhan adalah menjadi khalifah atau pemimpin di dunia, agar dapat menciptakan kemakmuran di bumi. Namun, bagaimana jika manusia-manusia yang diharapkan ini malah menimbulkan banyak kerusakan? Adapun diantara penyebab kerusakan di bumi adalah banyaknya tindak kesewenang-wenangan para pemimpin. Dampak dari tindakan ini tidak hanya berakibat buruk bagi pelaku itu sendiri, namun juga mengakibatkan tatanan masyarakat dan negara yang tengah dipimpin menjadi kacau balau. Seiring berjalannya waktu, mulai dari zaman kenabian hingga saat ini, ada banyak kasus mengenai tindak kesewenang-wenangan pemimpin, bahkan di dalam al-Qur`an pun dicantumkan tentang hal tersebut. Salah satu tokoh dalam al-Qur`an yang terkenal kekejamannya semasa menjadi pemimpin adalah Ramses II, yaitu pemimpin yang juga mendapat julukan Fir’aun pada masa Nabi Musa AS. Ramses II dikenal sebagai pemimpin yang mengelompokkan kalangan masyarakat menjadi beberapa bagian, artinya terdapat golongan paling bawah yang menjadi budaknya, bekerja tanpa henti dan tidak mendapatkan imbalan yang setimpal, dan ada beberapa tindak kekejaman yang dilakukannya. Meskipun begitu, Ramses II pada saat itu juga mampu memberikan kemakmuran untuk negara Mesir yang dipimpin olehnya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari kembali tentang kepemimpinan Fir’aun dan menghubungkannya dengan masa kini. Dengan begitu, penulis menggunakan metode integrasi hermeneutika milik Fazlur Rahman sehingga dapat membantu penelitian ini untuk merelevansikan fenomena-fenomena yang ada di masa kini dengan apa yang terjadi pada masa tersebut.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, klaim atas pemerintah Indonesia yang disebut tirani atau diktator sebagaimana sebutan untuk Fir’aun pada masanya tidaklah benar. Memang, ada sebagian tindakan pemerintah yang bertindak semena-mena tanpa memikirkan keadaan rakyat, namun ada juga tindakan yang perlu diterapkan untuk masyarakat agar kedepannya bisa menuju pada perubahan yang lebih baik. Kurangnya komunikasi secara terbuka antara pihak pemerintahan dengan rakyat menjadi salah satu faktor munculnya anggapan-anggapan bahwa para pemerintah selalu berlaku tidak adil terhadap rakyat. Maka dari itu, kedepannya mungkin perlu ditingkatkan kembali serta pemerintah bisa lebih terbuka agar masyarakat juga bisa menerima segala keputusan dengan baik.
EPISTEMOLOGI KITAB TAFSIR AL-MUBAROK KARYA KH TAUFIQUL HAKIM Atik Maslukhi; M. Muhid Mashuri; Wiwin Ainis Rohtih; Miftarah Ainul Mufid
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i1.751

Abstract

Penelitian ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui Epistemologi penafsiran pada kitab tafsir Al-Mubarok karya dari KH Taufiqul hakim. Karena banyaknya karya tafsir yang beragam pada saat ini, hal itu mendorong penulis untuk mengkaji secara mendalam kitab tafsir yang ditulis oleh KH. Taufiqul hakim. Selain itu, hal menarik yang menjadi latar belakang memilih kitab tafsir karya Taufiqul hakim, karena tafsir ini dikarang oleh Ulama yang melahirkan metode Amstilati (Metode cepat baca kitab kuning). Maka dirasa perlu untuk mengkaji terlebih dahulu mengenai sumber penafsiran serta kevalidannya sebelum dikonsumsi oleh masyarakat luas.Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih dengan tujuan untuk menggambarkan epistemologi menemukan yang terdapat dalam Kitab Tafsir Al-Mubarok karya KH Taufiqul hakim.Kitab Tafsir Al-Mubarok ini tergolong kepada Tafsir Bil-Iqtirani, karena Taufiqul Hakim sebagai penulis Tafsir Al-Mubarok memberikan penjelasan dan interpretasi pribadinya terhadap ayat-ayat Al-Quran berdasarkan pengetahuannya dan pemahamannya terhadap teks suci tersebut serta mengutip sumber sumber dari Al-Qur’an, hadist serta pendapat dari para sahabat. Adapun setelah membaca dan melakukan pengamatan, kitab tafsir Al-Mubarok karya KH Taufiqul hakim ini dikatakan Valid. Dengan diukur menggunakan teori Pragmatisme. Teori Pragmatisme penafsiran dikatakan valid yaitu penafsiran mengandung solusi atau pencerahan terhadap masyarakat.

Page 5 of 40 | Total Record : 395