cover
Contact Name
Yusnaini
Contact Email
jsipikan@gmail.com
Phone
+6285341520302
Journal Mail Official
jsipikan@gmail.com
Editorial Address
Kampus Abdullah Silondae, Jl. Mayjend S. Parman Kel. Kemaraya Kendari PO BOX: 93121
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25023276     DOI : https://doi.org/10.33772/jsipi.v6i2, https://doi.
SIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) adalah jurnal penelitian ilmiah yang bertujuan untuk mempromosikan biosains, inovasi dan manajemen serta kajian yang relevan pengelolaan atau pemanfaatan sumber daya hayati perairan, perikanan, kelautan, aquakultur, teknologi hasil perikanan, pengelolan pencemaran perairan, dan rehabilitasi ekosistem lingkungan perairan. Level penelitian meliputi sel, organisme, populasi, ekosistem, atau proses yang mempengaruhi sistem perairan di bidang perikanan dan ilmu kelautan. Para penulis dan pembaca adalah ilmuwan dan pakar dari sektor akademik dan dunia industri,Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi) memiliki ISSN dari LIPI 2502-3276 terbit 2 kali setahun periode Januari dan Juli setiap tahunnya
Articles 51 Documents
Sistem Pengelolaan Perikanan Demersal di Karang Kapota Taman Nasional Wakatobi Ridwan Hasan; Muslim Tadjuddah; Asriyana
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 6 No 2 (2022): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v6i2.15

Abstract

Kondisi perikanan demersal di perairan Taman Nasional Wakatobi (TNW) pada zona pemanfaatan khususnya di Karang Kapota bisa dinyatakan padat tangkap, sehingga perlu dilakukan suatu penelitian mengenai perencanaan dan pengembangan perikanan demersal melalui pendekatan sistem untuk mengurai permasalahan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik perikanan demersal, menganalisis stakeholders yang terlibat, dan mendesain sistem pengelolaan perikanan demersal di Karang Kapota TNW. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni sampai September 2019 di Karang Kapota TNW. Pengambilan data primer dilakukan dengan metode purposif di sentra-sentra perikanan demersal sedangkan data sekunder diambil dari instansi terkait. Data primer dan sekunder dianalisis dan disajikan dalam bentuk tabel, gambar, dan dijelaskan secara deskriptif. Data-data yang akan ditampilkan adalah karakteristik perikanan demersal, analisis stakeholders, dan analisis sistem perikanan demersal. Karakteristik perikanan demersal menunjukan bahwa hasil tangkapan yang dominan adalah ikan lencam (27%) dengan armada penangkapan terbanyak digunakan yaitu bodi batang (62,5%). Pemangku kepentingan yang terlibat yaitu nelayan dan DISPAR berada pada kelompok dengan kepentingan tinggi tetapi pengaruhnya rendah (subjects); DKP Kabupaten, BTNW, RARE, TNC, PSKP, Komanangi, Kelompok Padang Kauwang sama, Koordinator/Pengumpul Lokal, Bappeda, UD. Pulau Mas, dan LPSTK Wakatobi berada pada kelompok dengan kepentingan dan pengaruh yang tinggi (players); dan DKP Provinsi dengan kepentingan dan pengaruh yang rendah (by standers). Diagram sistem pengelolaan perikanan demersal yaitu alat tangkap harus ramah lingkungan, meningkatkan armada pengawasan, mempertegas aturan hukum, serta adanya keterlibatan masyarakat dan nelayan dalam pengelolaan perikanan demersal
Kelayakan Usaha Penangkapan Ikan Pada Alat Tangkap Pole and Line di Perairan Kabupaten Kolaka Ramlah Saleh; Hasan Eldin Adimu; Latifa Fekri
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 6 No 2 (2022): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v6i2.16

Abstract

Kegiatan Penangkapan ikan menggunkan Pole and line sangat banyak ditemukan diperiaran Indonesia bagian timur. Nelayan pengguna pole and line target utamanya adalah ikan cakalang tak terkecuali di perairan Kabupaen Kolaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahaui kelayakan usaha pada kegiatan penangkapan ikan berdasarkan alat tangkap Pole and line di perairan Kabupaten Kolaka. Pelaksanaan penelitian pada bulan April-Juni 2018. Informasi data diperoleh melalui 14 usaha penangkapan ikan nelyan pole and line di perairan Kolaka yang ditentukan secara purposif sampling. Data diperoleh berdasarkan hasil wawancara lapangan dengan responden, selain itu diperoleh dari instansi dinas perikanan Kabupaten Kolaka. Analisis statistik deskiriptif digunakan untuk mengetahui pendapatan hasil usaha. Analisis data memperlihatkan nilai rata-rata pendapatan unit pole and line sebesar Rp. 25.245.200/bulan, dengan tingkat efesiensi yang ditunjukkan oleh R/C = 1,24. Hasil ini menandakan bahwa kegiatan penangkapan ikan pole and line di Kabupaten Kolaka layak dilanjutkan.
Struktur Komunitas Gastropoda Epifauna Intertidal di Perairan Desa Lampanairi Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan Restiana Raiba; Ermayanti Ishak; Yustika Intan Permatahati
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 6 No 2 (2022): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v6i2.17

Abstract

Gastropoda merupakan kelas terbesar dari filum moluska, yang berdasarkan keberadaannya terbagi menjadi gastropoda infauna dan epifauna. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur komunitas gastropoda epifauna di kawasan intertidal perairan Desa Lampanairi Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan. Pengambilan sampel gastropoda dengan menggunakan dua metode sampling yaitu transek kuadrat dan koleksi bebas. Gastropoda yang ditemukan terdiri atas 49 spesies, 29 genus, 18 famili, dan 5 ordo dengan jumlah total sebanyak 1 099 individu. Habitat lamun dengan kondisi substrat berpasir dan lumpur berpasir memiliki kepadatan tertinggi pada Famili Strombidae dan Nassariidae, sedangkan kepadatan terendah pada Famili Neritidae dan Naticidae. Habitat bebatuan dengan substrat kerikil, memiliki kepadatan tertinggi pada Famili Neritidae dan Turbinidae, sedangkan kepadatan terendah pada Famili Nassariidae. Indeks keanekaragaman dan keseragaman gastropoda berada pada kategori sedang, dengan indeks dominansi berada pada kategori rendah, dengan nilai masing-masing H’=2,10-2,31, E=0,66-0,74 dan D=0,14-0,22. Struktur komunitas gastropoda pada kawasan intertidal perairan Desa Lampanairi masih cukup baik dan tidak ada jenis yang mendominasi. Parameter fisika-kimia perairan, meliputi suhu, salinitas dan pH mendukung kehidupan gastropada dengan nilai masing-masing 29,75 0C, 28,33 ‰, dan pH 6,17.
Preferensi Habitat Spesies Chiton (Achantopleura spp.) di Daerah Intertidal Perairan Mandati Wakatobi Reni Rahmawati; Bahtiar; Yustika Intan Permatahati
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 6 No 2 (2022): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v6i2.18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi kepadatan, pola distribusi dan preferensi habitat chiton (Acanthopleura spp.) di daerah intertidal Perairan Mandati Kabupaten Wakatobi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode transek kuadrat selama 2 kali dalam dua minggu yaitu saat siang hari dan malam hari pada saat air laut sedang surut. Analisis data yang digunakan, meliputi kepadatan, pola distribusi menggunakan indeks dispersi morisita dan preferensi habitat menggunakan Principle Componen Analysis (PCA), serta untuk mengetahui kolerasi antara kepadatan chiton dan kondisi habitatnya melalui program XLSTAT 2015. Jenis chiton yang ditemukan di Perairan Mandati adalah A. spinosa pada malam hari dan A. gemmata pada siang hari. Nilai kepadatan A. spinosa berkisar antara 6,00 ind/m2-1,11 ind/m2, sedangkan A. gemmata berkisar antara 2,78 ind/m2-0,33 ind/m2. Indeks pola distribusi menunjukkan kedua jenis chiton memiliki pola distribusi seragam dan mengelompok. Preferensi habitat A. spinosa dicirikan oleh kondisi habitat dengan rugositas dan persentase tutupan Ulva sp. yang tinggi, sedangkan preferensi habitat A. gemmata dicirikan oleh kondisi habitat yang terendam dengan suhu air rendah, persentase tutupan alga jenis Ulva sp. dan rugositas yang tinggi.
Analisis Kelimpahan dan Distribusi Ukuran Udang Galah (Macrobranchium rosenbergii) di Habitat Sungai Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara Geraldy Rakasiwi; Yusnaini; Muhammad Ramli; Latifa Fekri
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 6 No 2 (2022): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v6i2.57

Abstract

Tingginya tingkat eksploitasi dan minimnya data tentang udang galah (Macrobranchium rosenbergii) diKabupaten Kolaka dapat berdampak pada kepunahan maupun penurunan ukuran pada spesie crustasea ini. Makadari itu penelitian ini bertujuan menganalisa karakteristik habitat M. rosenbergii, menganalisia kelimpahan dansebaran kelas ukuran dan menganalisa karakteristik habitat serta hubungannya dengan kelas ukuran dankelimpahan di sungai Baula dan sungai Merah kabupaten Kolaka. Dengan menggunakan metode pengukuranparameter fisik dan kimia perairan di dua sungai berbeda, kemudian dilakukan Pricinpal Component Analysis(PCA) dan Cluster Analysis (CA). Berdasarkan hasil, Terbentuk 4 kelompok habitat berdasarkankarakteristiknya, pada hulu sungai Baula menduduki tingkat kelimpahan tertinggi dibandingkan lokasi penelitianlain dan berdasarkan hasil analisis habitat diketahui ada 4 pembagian kelas jika dikaitkan dengan kelimpahan dan distribusikelas ukuran.
Tingkat Pemanfaatan dan Penyediaan Fasilitas Pangkalan Pendaratan Ikan Mangolo, Kabupaten Kolaka Wahyuddin Hasan; Andi Irwan Nur; Naslina Alimina
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 6 No 2 (2022): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v6i2.73

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan Mangolo (PPI Mangolo) merupakan pelabuhan perikanan terbesar di Kabupaten Kolaka yang diharapkan menunjang pengembangan perikanan tangkap di daerah ini. PPI Mangolo telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan direncanakan untuk dikembangkan sesuai dengan tingkat pemanfaatan dan penyediaan fasilitas saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pemanfaatan dan penyediaan fasilitas pokok dan fasilitas fungsional PPI Mangolo. Fasilitas pokok termasuk dermaga dan kolam pelabuhan, sedangkan fasilitas fungsional termasuk penyediaan es, air bersih, dan tempat pelelangan ikan. Penelitian dilaksanakan bulan Juli hingga September 2018. Data dikumpulkan melalui pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan serta wawancara pihak pengelola, tokoh nelayan maupun pengguna jasa PPI Mangolo lainnya. Tingkat pemanfaatan diperoleh dengan membandingkan antara pemanfaatan atau kebutuhan saat ini kapasitas yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh fasilitas yang diteliti tingkat pemanfaatannya belum maksimal, yaitu dermaga (24,74 persen), tempat pemasaran ikan (9,48 persen), air bersih (65,17 persen), dan es (15,75 persen). Selain itu, terdapat fasilitas yang memerlukan penambahan kedalaman yaitu kolam pelabuhan. Pengembangan PPI Mangolo sebaiknya mengarah pada upaya untuk meningkatkan kunjungan kapal ke pelabuhan baik melalui penataan fasilitas yang ada maupun melalui penawaran berbagai insentif bagi kapal yang mendaratkan hasil tangkapan di PPI Mangolo.
Tingkat Pertumbuhan Udang Putih Litopenaeus vannamei dengan Pemberian Tepung Batang Pisang melalui Pakan Adni Oktaviana; Dian Febriani
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 6 No 2 (2022): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batang pisang merupakan limbah pertanian potensial dapat dimanfaatkan untuk budidaya perikanan. Tujuan penelitian ini ialah untuk melihat pengaruh pemberian tepung batang pisang melalui pakan terhadap pertumbuhan udang vaname (L. vannamei). Rancangan yang digunakan ialah RAL dimana perlakuan yang digunakan adalah sebagai berikut A: udang vaname yang diberikan pakan dengan penambahan tepung batang pisang 0 g/kg pakan, B: udang vaname yang diberikan pakan dengan penambahan tepung batang pisang 4 g/kg pakan, dan C: udang vaname yang diberikan pakan dengan penambahan tepung batang pisang 6 g/kg pakan. Parameter yang diamati adalah ABW, LPH, dan FCR. Hasil yang diperoleh adalah udang vaname yang diberikan perlakuan tidak memberikan pengaruh terhadap parameter pertumbuhan udang vaname. Namun perlakuan B yang diberikan mendapatkan ABW tertinggi yaitu sebesar 2,66 g dibandingkan perlakuan A dan C yaitu sebesar 2,4 g dan 2,53 g. Hasil yang sama juga diperoleh pada LPH dimana perlakuan B memberikan hasil tertinggi yaitu 3.93 %, dan perlakuan A dan C sebesar 3.59 dan 3.72%. Nilai FCR terbaik juga diperoleh perlakuan B sebesar 1,68, kemuadian perlakuan A dan C yaitu 1,74 dan 1,74.
Potensi Penyimpanan Karbon pada Lamun Thalassia Hempricii di Perairan Tanggetada, Kabupaten Kolaka Ilham Antariksa Tasabaramo; Riska; Laode Abdul Fajar Hasidu; Aditya Hikmat Nugraha; Hasan Eldin Adimu; Maharani; Putri Cahyani
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 1 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v7i1.76

Abstract

Thalassia hempricii merupakan lamun yang memiliki sebaran dan kerapatan yang tinggi di perairan Kecamatan Tanggetada. Beberapa studi mengatakan, lamun ini memiliki kontribusi yang besar terhadap penyerapan karbon di atmosfer. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai potensi penyimpanan karbon pada lamun Thalassia Hempricii. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar lamun Thalassia Hempricii menyimpan karbon, baik pada bagian atas lamun maupun bagian bawah lamun. Metode yang digunakan untuk menghitung karbon adalah dengan metode faktor konversi biomassa ke karbon. Lokasi penelitian dilakukan di 3 stasiun yaitu Kelurahan Tanggetada, Desa Palewai dan Kelurahan Anaiwoi. Hasil penelitian menunukkan bahwa kandungan karbon yang tersimpan pada lamun Thalassia hempricii adalah sebesar 362,54 gC/m2. Karbon yang tersimpan pada lamun bagian bawah lebih besar dibandingkan lamun bagian atas. Karbon yang tersimpan pada lamun bagian bawah berkisar antara 79, 60-497 gC/m2 dan pada lamun bagian atas berkisar antara 17,50-131,43 gC/m2.
Pengaruh Konsentrasi Tepung Kacang Merah Terhadap Kondisi Morfometrik Usus Ikan Bandeng (Chanos chanos Forskal, 1755) Nur Insana Salam; Andi Chadijah; Rahmi
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 2 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v7i2.150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pakan dengan bahan baku berbagai konsentrasi tepung kacang merah terhadap morfometrik usus ikan bandeng. Kacang merah, dan metode penelitina menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan masing-masing perlakuan percobaan memeliki konsentrasi tepung kacang merah yang berbeda yaitu Perlakuan A 0% tepung kacang merah. Perlakuan B 20% tepung kacang merah. Perlakuan C 30%, tepung kacang merah, dan Perlakuan D 40% tepung kacang merah. Parameter pengamatan panjang usus relative, dan panjang rata-rata vili usus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panajang usus relative ikan bandeng anatara perlakuan tidak berbeda nyata anatar perlakuan (P>0.05). Secara kuantitatif, panjang usus relative tertinggi terdapat pada perlakuan C yaitu sebasar 216%, sedangkan panjang terendah terdapat pada perlakuan B yaitu 201%, Panjang rata-rata vili usus, tertinggi terdapat pada perlakuan D yaitu 40.42 μm, sedangkan terendah perlakuan A 25.21 μm dan Penambahan tepung kacang merah dengan konsentrasi 30% dalam pakan menunjukkan morfometrik usus yang baik terhadap penjang usus relatif dan panjang rata-rata vili usus. Kata Kunci: Bandeng, Konsentrasi, Kacang Merah, Morfometrik, Usus
Sebaran Pelagis Besar Hasil Tangkapan Purse Seine di Indonesia Ratu Sari Mardiah; Yaser Krisnafi; Tyas Dita Pramesthy
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 2 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v7i2.159

Abstract

Purse seine catches that have high economic value are big pelagic whose distribution of fishing areas and landing sites are poorly known. This study aims to find out the distribution of large pelagic purse seine catches based on WPP and their landing ports. The data used is data of purse seine catch from the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries of the Republic of Indonesia in 2019 and 2020 to be analyzed descriptively. The results showed that four big pelagic species caught by purse seines: tuna (Thunnus sp.), mackerel (Scomberomorus commerson), marlin (Istiophorus platypterus) and swordfish (Xiphias gladius). Tuna is caught in all WPP and landed at 62 fishing ports. Mackerel was also caught in all WPP and landed at 74 fishing ports. Marlin were caught at 10 WPP and landed at 27 fishing ports. Swordfish were caught in 4 WPP and landed at 5 fishing ports. Knowledge on distribution of big pelagic purse seine catches based on WPP and landing ports can be used as a basis for evaluating measured fishery policies in terms of catch landing relating to fishing areas.