cover
Contact Name
Yusnaini
Contact Email
jsipikan@gmail.com
Phone
+6285341520302
Journal Mail Official
jsipikan@gmail.com
Editorial Address
Kampus Abdullah Silondae, Jl. Mayjend S. Parman Kel. Kemaraya Kendari PO BOX: 93121
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25023276     DOI : https://doi.org/10.33772/jsipi.v6i2, https://doi.
SIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) adalah jurnal penelitian ilmiah yang bertujuan untuk mempromosikan biosains, inovasi dan manajemen serta kajian yang relevan pengelolaan atau pemanfaatan sumber daya hayati perairan, perikanan, kelautan, aquakultur, teknologi hasil perikanan, pengelolan pencemaran perairan, dan rehabilitasi ekosistem lingkungan perairan. Level penelitian meliputi sel, organisme, populasi, ekosistem, atau proses yang mempengaruhi sistem perairan di bidang perikanan dan ilmu kelautan. Para penulis dan pembaca adalah ilmuwan dan pakar dari sektor akademik dan dunia industri,Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi) memiliki ISSN dari LIPI 2502-3276 terbit 2 kali setahun periode Januari dan Juli setiap tahunnya
Articles 51 Documents
Preferensi dan Pengaruh Penempelan Filamentous Alga Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii di Perairan Teluk Langkomu Kecamatan Mawasangka Tengah Jhovano H., Bubut Andi; Kasim, Ma’ruf; Ruslaini
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 2 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v8i2.689

Abstract

Filamentous alga merupakan jenis makroalga yang memiliki ciri seperti rambut-rambut halus yang hidup menempel pada talus rumput laut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui preferensi penempelan filamentous alga pada talus rumput laut K. alvarezii, pengaruh penempelan filamentous alga terhadap pertumbuhan rumput laut K. alvarezii, faktor lingkungan yang berkorelasi dengan penempelan filamentous alga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2023. Metode penelitian menggunakan metode long line. Hasil penelitian Filamentous alga yang ditemukan pada talus K. alvarezii berjumlah 2 jenis yaitu Cladophora sp. (Chlorophyta) dan Lyngbya sp. (Cyanophyta). Biomassa (Berat basah) Cladophora sp. berkisar antara 0,5-0,9 g/cm2, Lyngbya sp. berkisar antara 0,2-3,3 g/cm2. Laju pertumbuhan Spesifik (LPS) talus K. alvarezii berkisar antara 4,16-11,06 %. Analisis korelasi menunjukan filamentous alga yang berpengauh besar terhadap pertumbuhan rumput laut yaitu jenis Lyngbya sp. 0,84-0,96 (kategori sangat kuat) sedangkan jenis Cladophora sp. 0,57-0,58 (kategori sedang). Analisis korelasi kualitas air yang berpengaruh besar terhadap penempelan filamentous alga pada talus rumput laut yaitu, Fosfat dan Nitrat. Permukaan talus dipenuhi lumpur memicu penempelan spora filamentous alga, tipe penempelan filamentous alga yaitu dengan cara melilit pada bagian pangkal talus. Filamentous alga yang menempel menyebabkan talus menjadi kerdil dan semakin tinggi jumlah filamentous alga akan mempengaruhi pertumbuhan rumput laut.
Kelimpahan Jenis Siput Lola (Rochia sp.) di Perairan Laut Hukum Adat (Kaombo) Desa Wabula Boton, Sulawesi Tenggara Suriadi; Fatmawati; Suhufan, Mohammad Abdi; Arifuddin, Muhammad; Nasruddin; Halfiani, Waode
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 2 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v8i2.712

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelimpahan Lola (Rochia sp.) di perairan laut Desa Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, serta menganalisis keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi spesies di berbagai stasiun penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode swept area pada empat stasiun penelitian yang dipilih secara purposive sampling. Data kemudian dianalisis menggunakan rumus kelimpahan relatif, indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, indeks keseragaman, dan indeks dominansi Simpson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rochia nilotica lebih melimpah dibandingkan dengan Rochia maxima di semua stasiun penelitian. Indeks keanekaragaman berkisar antara 0,69 hingga 1,28, dengan stasiun tertentu menunjukkan keanekaragaman yang rendah. Distribusi individu dalam komunitas spesies juga bervariasi, dengan beberapa stasiun menunjukkan distribusi yang lebih merata daripada yang lain. Tingkat dominansi spesies juga berbeda di berbagai stasiun. Kesimpulannya, kelimpahan dan keanekaragaman Lola dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan interaksi manusia. Pengelolaan sumber daya alam yang berbasis pada tradisi lokal dan pengetahuan ilmiah sangat penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut di wilayah ini. Perlindungan habitat, penegakan hukum, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi lingkungan juga menjadi kunci untuk menjaga kelimpahan Lola dan keanekaragaman hayati lainnya di wilayah ini. Kata Kunci : Keanekaragaman, Kelimpahan Lola, Pengelolaan Sumber Daya Alam, Sulawesi Tenggara, Tradisi Lokal.
Variasi Temporal Biologi Reproduksi Cacing Kacang (Antillesoma sp.) di Perairan Pantai Toronipa, Kecamatan Soropia, Sulawesi Tenggara ezra jiwani, Yngwy; Bahtiar; Ketjulan, Romy
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 2 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v8i2.837

Abstract

Cacing kacang (Antillesoma sp.) merupakan organisme dalan filum Sipuncula yang berarti tabung kecil atau sifon. Organisme ini dapat dijumpai pada Pantai Toronipa dengan nama lokal “Bantunang mondo” yang dimanfaatkan sebagai bahan lauk konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi biologi reproduksi cacing kacang yang meliputi; nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), dan ukuran pertama kali matang gonad. Penelitian dilakukan pada bulan Juli hingga Desember 2023 di perairan Pantai Toronipa, Kecamatan Soropia, Sulawesi Tenggara. Jumlah sampel cacing kacang yang diperoleh sebanyak 375 individu (168 jantan dan 192 betina), serta ditemukan 15 cacing kacang dengan dua kelamin. Data dianalisis menggunakan formula baku yaitu Chi-square, regresi sederhana dan regresi non linear 50% kematangan gonad (Lmaturity). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nisbah kelamin cacing kacang jantan dan betina di Pantai Toronipa dalam keadaan seimbang. Cacing kacang memijah sepanjang tahun dengan puncak terjadi pada bulan September yang ditandai dengan tingginya presentase nilai TKG IV dan IKG. Fekunditas cacing kacang tertinggi pada ukuran 7,8-8,3 cm (43013 butir) dan menurun seiring bertambahnya ukuran tubuh. Ukuran pertama matang gonad (50%) cacing kacang dan betina secara berurutan berkisar 7,7,4 cm dan 7-7,3 cm. Kata Kunci: Biologi reproduksi, cacing kacang, pantai Toronipa
Ukuran, Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Charybdis anisodon Sebagai Bycatch Perikanan Rajungan di Selat Tiworo Hamid, Abdul; Mau’izah, Isra; Kamri, Syamsul; Pangerang, Utama Kurnia
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 2 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v8i2.838

Abstract

Charybdis anisodon merupakan salah satu spesies bycatch perikanan rajungan yang dominan di Sulawesi Tenggara dan khususnya di Selat Tiworo. Informasi tentang ukuran, pola pertumbuhan dan faktor kondis C.anisodon sampai saat ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran, pola pertumbuhan dan faktor kondisi relatif C. anisodon sebagai bycatch perikanan bubu rajungan menggunakan. Pengambilan contoh C. anisodon dilakukan dua kali dalam sebulan dari bulan Juli sampai September 2020 di Selat Tiworo bagian barat. Hasil penelitian diperoleh ukuran lebar karapas C. anisodon jantan berkisar 40,62-68,47mm dengan bobot berkisar 13,25-47,83g, sedangkan lebar karapas betina berkisar 42,25-58,25mm dengan bobot berkisar 9,97-24,32g. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan lebar karapas antara jantan dan betina berbeda nyata (p<0,05). Pola pertumbuhan kedua jenis kelamin C. anisodon adalah allometrik negatif dengan faktor kondisi jantan lebih besar dari pada betina. Hasil penelitian dapat berguna bagi ahli biologi perikanan untuk memduga berat tubuh C.anisodon berdasarkan lebar karapasnya dan sebagai salah satu dasar untuk pengelolaan bycatch perikanan bubu rajungan.
Pengaruh Pakan Komersil Dengan Kombinasi Magot (Hermetia illucens L) Isi Perut Ayam Pada Pertumbuhan dan Nilai Proksimat Ikan Lele (Clarias batrachus) Mar.J, Dahnil; Boni Ikhlas; Endryeni; Aryzegovina, Reffi
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 2 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v8i2.846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan komersil, pemberian pakan komersil yang dikombinasikan maggot (Hermetia Illucens) dan pemberian pakan komersil yang dikombinasikan dengan usus ayam terhadap pertumbuhan dan proksimat daging ikan lele (Clarias Gariepinus). Penelitian dilakukan selama 30 hari, mulai dari 27 September sampai 26 Oktober 2023 di Kecamatan Ikur Koto, Tunggul Hitam, Padang Sarai Koto Tangah, Kota Padang. Metode yang digunakan adalah eksperimental, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 3 ulangan dengan sampel ikan lele sebanyak 500 gram; Perlakuan A. Pemberian pakan komersil, Perlakuan B. Pemberian Pakan Komersil yang dikombinasikan dengan Magot, dan Perlakuan C. pemberian pakan komersil yang dikombinasikan dengan usus ayam. Rata rata pertumbuhan berat ikan lele selama 4 minggu pemberian pakan percobaan, Perlakuan A sebesar 17.67 gram, Perlakuan B sebesar 10.33 gram, dan Perlakuan C sebesar 23.00 gram. Sedangkan pada pemberian pakan selama 8 minggu menghasilkan rata rata berat ikan lele adalah Perlakuan A, sebesar 35.00 gram, Perlakuan B 30.33 gram, dan Perlakuan C 45.33 gram. Pada hasil pengujian proksimat daging ikan lele terdapat pengaruh yang berbeda pada setiap perlakuan. Rata-rata nilai proksimat daging ikan lele adalah perlakuan C. Dimana Kadar Air didominasi tertinggi sebesar 69,32, Kadar Abu tertinggi pada Perlakuan C sebesar 2,31, Kandungan Lemak Kasar tertinggi pada perlakuan C yaitu sebesar 2.44, sedangkan untuk kandungan protein di dominasi tertinggi pada perlakuan A yaitu perlakuan Pemberian pakan Komersil, dan Kandungan Karbohidrat didominasi tertinggi pada perlakuan B yaitu pemberian pakan komersil dikombinasikan dengan magot. Dari beberapa hasil diatas dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan komersil yang dikombinasikan dengan pakan usus ayam memberikan pengaruh positif pada pertumbuhan berat daging ikan lele, sedangkan kandungan protein kasar tertinggi terdapat pada perlakuan pemberian komersil dan nilai karbohidrat tertinggi terdapat pada perlakuan pemberian pakan komersil dikombinasikan magot. Kata Kunci : Pakan Komersil, Magot, Usus Ayam, Pertumbuhan, Ikan Lele
Identifikasi Jenis Alat Ikan Tangkap di Danau Sidenreng Rahmat, Muh; Hasrianti; Putri, A Rini Sahni
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 2 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v8i2.886

Abstract

Danau Sidenreng merupakan daerah penangkapan ikan bagi masyarakat disekitaran danau. Berbagai jenis alat tangkap dioperasikan oleh nelayan. Jenis-jenis alat tangkap yang diketahui belum teridentifikasi secara spesifik. Alat tangkap yang diketahui secara umum antara lain: jaring insang tetap, bubu, seser, pukat labuh, dan pancing berjoran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis-jenis alat tangkap yang digunakan nelayan di Danau Sidenreng. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2023 – Februari 2024 yang bertempat di Danau Sidenreng. Pengambilan data dilakukan di 2 Desa yaitu Desa Teteaji dan Desa Mojong. Berdasarkan hasil penelitian diketahui jenis alat tangkap yang dioperasikan nelayan Danau Sidenreng adalah jaring insang hanyut, pancing berjoran, bubu, jala lempar, pukat tarik, dan anco. Kata kunci : Alat Tangkap, Danau Sidenreng, Identifikasi.
Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Famili Nemipteridae di Perairan Pesisir Tapulaga, Sulawesi Tenggara Asriyana, Asriyana; Rahmawati, Karisma Dwy; Halili, Halili
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 2 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v8i2.901

Abstract

The Nemipteridae family is a fish that lives in demersal areas, especially on the seabed in muddy and sandy areas near coral reefs, both in coastal and offshore waters. This study aims to analyze the growth patterns and condition factors of the Nemipteridae family in the coastal waters of Tapulaga Village, Soropia District, Konawe Regency. Sampling was conducted every two weeks from August to December 2023 with experimental gill nets with mesh sizes of 1, 1 1⁄4, and 1 ¾ inches. The number of fish collected was 423 individuals consisting of two species, namely Saw-jawed monocle bream, Scolopsis ciliata (Lacepède, 1802) 260 individuals, and White-shouldered whiptail, Pentapodus bifasciatus (Bleeker, 1848) 151 individuals. The results showed that most S. ciliata males were found in the 152-160 mm length class (18.03%), while most female fish were found in the 116-124 mm length class (37.68%). P. bifasciatus males were mostly found in the 128-140 mm length class (31.88%), while female fish were mostly found in the 115-127 mm length class (30.49%). Both S. ciliata and P. bifasciatus showed negative allometric growth patterns. Condition factors for male and female S. ciliata ranged from 0.97-1.11 and 0.86-1.17, respectively. For male and female P. bifasciatus, condition factors ranged from 0.83 to 1.13 and 0.85 to 1.11, respectively
Preferensi Habitat Udang Kipas (Thenus orientalis) di Perairan Selat Tiworo, Kecamatan Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat Rahim, Sitti Rahmah; Halili; Oetama, Dedy
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 2 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v8i2.903

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2021 di Perairan Selat Tiworo, Kecamatan Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat dengan tujuan untuk mengetahui preferensi habitat sumberdaya udang kipas (Thenus orientalis) berdasarkan kelompok habitatnya. Udang kipas di lokasi penelitian merupakan hasil tangkapan sampingan pada penangkapan rajungan namun pada musim tertentu udang kipas melimpah di perairan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling menggunakan jaring insang dasar milik nelayan dengan ukuran mata jaring 3,5-4 inchi yang dioperasikan di daerah penangkapan setempat. Pengoperasian alat tangkap dilakukan sebanyak dua kali trip yaitu pada saat setting dan hauling, mengikuti jumlah dan lama trip nelayan setempat. Pengambilan data parameter kualitas air dilakukan dengan pengukuran di lapangan satu kali dalam sebulan. Hasil penelitian ditemukan jumlah total udang kipas sebanyak 435 individu pada empat stasiun pengamatan dengan ukuran udang yang bervariasi. Udang ukuran muda dan dewasa sangat banyak ditemukan pada keempat stasiun, sedangkan udang ukuran juvenil hanya ditemukan pada stasiun IV selama periode penelitian. Stasiun penelitian merupakan satu kelompok habitat yang memiliki karakteristik yang sama berdasarkan parameter fisika-kimia perairan dari masing-masing stasiun. Kata kunci: kualitas air, preferensi habitat, Selat Tiworo, Thenus orientalis, ukuran
Makanan Alami Ikan Julung-Julung (Zenarchopterus dispar Valenciennes, 1847) di Teluk Kendari dan Teluk Staring Kota Kendari Fekri, Latifa; Analuddin, Analuddin; Yusnaini, Yusnaini; Mustari; Adimu, Hasan Eldin
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 2 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan makanan alami ikan dibutuhkan untuk pengelolaan sumberdaya biota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makanan alami ikan julung-julung di perairan Teluk Kendari dan Teluk Staring Kota Kendari. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga November 2023. Analisis isi lambung dilakukan untuk mengindentifikasi jenis makanan alami ikan julung-julung. Terdapat 10 jenis makanan yang terdapat dalam lambung ikan yakni: Chorella sp., Microcsytis sp., Diatoma sp., Achnanthes sp., Pleurosigma balticum, larva Gerris marginatus, dan serasah mangrove. Berdasarkan dominasi jenis, jumlah dan persentase makanan disimpulkan bahwa ikan julung-julung (Zenarchopterus dispar) dengan kisaran ukuran panjang 16,7-20,7 cm dan berat 13,7-23,7g bersifat herbivora.
Struktur Tegakan Mangrove Pada Kawasan Pengembangan Wisata Teluk Mandeh Sumatera Barat Roza, Sri Yenica; Kardiman, Reki
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 2 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan wisata and ekonomi masyarakat pesisir umumnya menghadirkan dampak negatif pada ekosistem bakau atau mangrove. Penelitian ini ditujukan untuk mengeksplorasi struktur pohon pada populasi mangrove di kawasan pengembangan wisata teluk Mandeh Pesisir Selatan Sumatera Barat. Data berupa diameter pohon mangrove lebih dari 5 cm diukur pada dua buah line transek dengan 10x10 m plot ditempatkan secara selang, keseluruhan plot mencakup 1600 m2 area. Kerapatan dan tutupan relatif, serta analisis sebaran basal area secara vertikal dan horizontal dilakukan dengan program R 2024. Penelitian ini hanya menemukan dua spesies pohon mangrove yaitu Rhizophora apiculata dan Lumnitzera littorea, keseluruhannya berjumlah 373 pohon pada area sample atau sama dengan 2500 pohon per hektar. R. apiculata adalah jenis yang sangat dominan dengan rata-rata basal area 37 cm2, tersebar dari zona belakang hingga depan, tetapi tutupan yang menurun seiring pertambahan jarak ke arah laut. Ekosistem mangrove pada kawasan ini masih tergolong baik karena kerapatan dan tutupannya masih di atas standar baku mutu.