cover
Contact Name
Yusnaini
Contact Email
jsipikan@gmail.com
Phone
+6285341520302
Journal Mail Official
jsipikan@gmail.com
Editorial Address
Kampus Abdullah Silondae, Jl. Mayjend S. Parman Kel. Kemaraya Kendari PO BOX: 93121
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25023276     DOI : https://doi.org/10.33772/jsipi.v6i2, https://doi.
SIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) adalah jurnal penelitian ilmiah yang bertujuan untuk mempromosikan biosains, inovasi dan manajemen serta kajian yang relevan pengelolaan atau pemanfaatan sumber daya hayati perairan, perikanan, kelautan, aquakultur, teknologi hasil perikanan, pengelolan pencemaran perairan, dan rehabilitasi ekosistem lingkungan perairan. Level penelitian meliputi sel, organisme, populasi, ekosistem, atau proses yang mempengaruhi sistem perairan di bidang perikanan dan ilmu kelautan. Para penulis dan pembaca adalah ilmuwan dan pakar dari sektor akademik dan dunia industri,Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi) memiliki ISSN dari LIPI 2502-3276 terbit 2 kali setahun periode Januari dan Juli setiap tahunnya
Articles 51 Documents
Profil Asam Amino dan Pertumbuhan Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus lanceolatus × Epinephelus fuscoguttatus) yang Diberi Jenis Tepung Ikan Berbeda Muh. Nuryadin; Agus Kurnia; Wellem H. Muskita; Muhaimin Hamzah; Muhammad Idris; Yusnaini
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 2 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v7i2.512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil asam amino dan pertumbuhan Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus lanceolatus × Epinephelus fuscoguttatus) yang diberi jenis tepung ikan yang berbeda. Tiga jenis pakan uji yang mengandung tepung ikan layang dan ikan tembang dibuat pada penelitian ini adalah 100 % tepung ikan tembang (Pakan A), 50% Tepung ikan tembang +50% Tepung ikan layang (Pakan B) dan 100% tepung ikan layang (Pakan C). Sebanyak 120 ekor ikan kerapu cantang (bobot awal rata-rata: 6.77± 0.64 g) dimasukkan ke dalam 12 akuarium (10 ekor per akuarium) berukuran 60×50 ×40 cm. Pemberian pakan ikan uji dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari secara ad libitum atau pemberian sampai kenyang selama 45 hari. Penelitian dirancang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari tiga perlakuan dan empat ulangan. Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan mutlak, kelangsungan hidup, dan kandungan asam amino tubuh ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan uji tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak ikan kerapu cantang. Jenis asam amino tubuh ikan kerapu yang diberi pakan uji yang berbeda menunjukkan asam amino tertinggi adalah leusin (10865 mg/kg tubuh) dan terendah adalah histidin (3904 mg/kg tubuh). Profil asam amino tubuh ikan kerapu cantang pada awal pemeliharaan adalah sama dengan profil asam amino tubuh ikan uji pada akhir penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jenis dan jumlah asam amino yang ada dalam pakan ikan tembang, tepung ikan layang dan campuran keduanya sesuai dengan kebutuhan asam amino tubuh ikan kerapu cantang.
User Fee System Sebagai Bentuk Implementasi Kebijakan Tata Ruang Wilayah Pesisir Teluk Kendari Adi Imam Wahyudi; Luky Adrianto; Syamsul Bahri Agus
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 2 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v7i2.513

Abstract

Penelitian dilaksanakan mulai April hingga Mei 2015. Tujuan penelitian untuk mengestimasi nilai ekonomi dari wisata rekreasi dalam hal ini pantai dan mengetahui persepsi pengelolaan pantai Teluk Kendari serta mengetahui tingkat kepuasan wisatawan. Wisatawan yang melakukan aktivitas rekreasi di Teluk Kendari adalah responden yang dipilih. Metode sampling acak sederhana digunakan untuk mengumpulkan sampel dari responden. Mengumpulkan data awal responden melalui observasi langsung di lapangan melalui wawancara. Data sekunder dikumpulkan dengan melakukan penelitian literatur. Analisis data menggunakan metode Penilaian Kontingensi dan Biaya Perjalanan sebagai hasil dari kerelaan membayar (WTP) dan analisis persepsi pengelolaan pengunjung wisata menggunakan Expert Couplet Node melalui pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya kesediaan membayar (WTP) agregat sebesar Rp. 23.250,- individu-1 tahun-1. Hasil perhitungan nilai konsumen surplus sebesar Rp. 13.983,- individu-1 tahun-1 dengan total nilai konsumen surplus kunjungan di Teluk Kendari sebesar Rp. 624.720,- tahun-1. Persentase sebesar 62% menunjukkan kurangnya kepuasan pengunjung terhadap pengelolaan ruang wisata serta 68% responden menunjukkan kurangnya kepuasan terhadap upaya pelestarian lingkungan Teluk Kendari.
Fermentasi Tepung Pelepah Sawit dengan Sumber Probiotik Berbeda Sebagai Bahan Pakan Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Muhammad Safir; Novalina Serdiati; Kasim Mansyur; Akbar Marzuki Tahya
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 1 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor penting dalam kegiatan akuakultur, namun memiliki dana operasional termahal adalah pakan. Sebagai upaya akuakultur berkelanjutan dan jaminan harga pakan yang terjangkau adalah melalui pemanfaatan bahan baku yang melimpah dan tidak bernilai ekonomis. Kelapa sawit dikenal sebagai tanaman multiguna, seperti pelepah sawit yang sebelumnya diketahui sebagai limbah perkebunan kelapa sawit jumlahnya melimpah dan tidak bernilai ekonomis. Bahan inovatif yang dapat dikembangkan menjadi olahan adalah tepung sebagai sumber nutrien bagi organisme budidaya termasuk pada ikan nila. Akan tetapi, bahan tersebut memiliki zat antinutrisi yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis probiotik yang sesuai sebagai bahan fermentasi dalam menurunkan kandungan zat antinutrisi tepung pelepah sawit yang diamati melalui respons pertumbuhan yang dihasilkan. Penelitian mengujikan jenis probiotik A (Effective Microorganisms/EM-4), B (Boster), C (Raja lele), dan D (Ragi tempe) masing-masing pada benih ikan nila. Setiap perlakuan diberi tiga kali ulangan. Benih ikan nila yang diberi pakan perlakuan berbahan baku tepung pelepah sawit yang difermenatsi dengan probiotik EM-4, Boster, Raja lele, dan ragi tempe menunjukkan respons pertumbuhan (laju pertumbuhan spesifik harian dan pertambahan bobot individu) masing-masing sebesar 6,01%; 5,87%; 7,71%; 3,75% dan 7,34g; 7,03g; 9,95g; 3,75g. Rasio konversi pakan dan kelangsungan hidup masing-masing sebesar 1,09; 1,11; 0,92; 2,11 dan 70%; 73,3%;80%; 50%. Hasil analisis menunjukkan respons pertumbuhan dan kelangsungan hidup lebih tinggi dan rasio konversi pakan lebih rendah (P<0,05) pada ikan hasil perlakuan pakan berbahan baku tepung pelepah sawit yang difermentasi dengan probiotik Raja lele. Fermentasi tepung pelepah sawit sebagai bahan baku pakan menggunakan probiotik Raja lele memberikan respons pertumbuhan tertinggi.
Ultrastruktural Dan Mekanik Exoskeleton Kepiting Bakau (Scylla Sp.) Terhadap Ion Ca2+ Yang Dipelihara Pada Sistem Resirkulasi La Suriadi; Muhammad Idris; Muhaimin Hamzah
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 1 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v8i1.678

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ion Ca2+ yang berbeda terhadap ultrastruktural dan mekanik exoskeleton kepiting bakau (scilla serrata) yang dipelihara pada sistem resirkulasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2020-Desember 2020, yang bertempat di Perumahan Dosen Kampus Lama, Blok D1, Kel. Lahundape, Rt 002 Rw 004 Provinsi Sulawesi Tenggara. Kepiting yang digunakan dlaam penelitian ini adalah kepiting bakau (Scylla sp) yang berasal dari pengepul yang diambil dari alam ukuran 90-100 g berasal dari daerah Bombana, Sulawesi Tenggara. Pemeliharaan hewan uji yang disiapkan adalah kontainer berukuran panjang 30 cm, lebar 16 cm dan tinggi 12 cm sebanyak 25 unit untuk satu perlakuan yang disusun dalam rak bertingkat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 25 kali ulangan dan deskripsi. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa ion Ca2+ berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap struktural, pertubuhan dan FCR. Selain itu ion Ca2+ yang direspon oleh kepiting melalui mekanisme osmoregulasi yang mempengarugi penggunaan energi. Hilangnya energi yang mengarah pada semakin rendahnya pertumbuhan yang dicapai. Kata Kunci : Ca2+, Kepiting bakau, mekanik, Pertumbuhan, Ultrastruktural
Pengaruh Salinitas yang Berbeda Terhadap Kepadatan Thalassiosira sp. Skala Laboratorium Azzahra Dara; Surianti; Hasrianti
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 1 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v8i1.685

Abstract

Thalassiosira sp. adalah salah satu jenis plankton mikroalga yang biasanya digunakan sebagai pakan alami bagi larva udang Salinitas adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam budidaya diatom laut, karena dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan diatom. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas yang berbeda terhadap dinamika populasi dan kualitas air Thalassiosira sp. dan menentukan salinitas yang terbaik terhadap dinamika populasi dan kualitas air Thalassiosira sp. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 pengulangan. Adapun perlakuan A yaitu salinitas 20 ppt, perlakuan B yaitu salinitas 25 ppt, perlakuan C yaitu salinitas 30 ppt dan perlakuan D yaitu salinitas 35 ppt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan menggunakan salinitas yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap dinamika populasi dan kualitas air Thalassiosira sp. Salinitas terbaik untuk tingkat kepadatan Thalassiosira sp. terdapat pada perlakuan C dengan salinitas 30 ppt yaitu 47.5 x 104 sel/ml yang tertinggi dan perlakuan dengan salinitas terendah berada pada perlakuan D dengan salinitas 35 ppt yaitu 37.4 x 104 sel/ml. Hasil pengukuran kualitas air dengan perlakuan yang menggunakan salinitas yang berbeda (20 ppt, 25 ppt, 30 ppt, dan 35 ppt) menunjukkan nilai kualitas air (suhu, pH, dan intensitas cahaya) masih dalam batas toleransi atau kelanyakan hidup (Baik) Thalassiosira sp.
Kepadatan dan Distribusi Bulu Babi (Echinoidea) di Padang Lamun Perairan Tolandono Pulau Tomia, Wakatobi Kunuddin; Ermayanti Ishak; Abdul Hamid
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 1 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v8i1.698

Abstract

Bulu babi merupakan biota yang berasosiasi dan memiliki peranan penting dalam ekosistem padang lamun, serta sebagai faktor penentu kelimpahan dan sebaran tumbuhan laut perairan dangkal, seperti lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan sebaran bulu babi di padang lamun, yang dilaksanakan pada bulan September 2022 di perairan Pulau Tolandono Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi. Metode pengambilan data bulu babi dan lamun menggunakan transek kuadrat berukuran 1 x 1 m² yang diletakkan pada transek garis sepanjang 50 m sebanyak 4 kali ulangan dalam satu stasiun dengan masing-masing ulangan diletakkan 4 titik transek. Bulu babi yang ditemukan berjumlah 5 jenis, di antaranya yaitu Diadema setosum, D. antillarum, Echinotrix calamaris, Echinometra mathaei dan Tripneustes gratilla. Nilai kepadatan bulu babi antara 0,01-0,71 ind/m², dengan nilai kepadatan tertinggi pada jenis Diadema setosum, sedangkan jenis Echinometra mathaei memiliki nilai kepadatan terendah. Pola distribusi yan terbentuk bersifat mengelompok di setiap stasiun. Jenis lamun yang ditemukan di antaranya yaitu Cymodocea serrulata, Syringodium isoetifolium, Thalassodendron ciliatum, Halodule uninervis, Enhalus acoroides, dan Halophila ovalis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepadatan dan sebaran bulu babi pada padang lamun di perairan Pulau Tolandono relatif rendah.
Implementasi Code of Conduct for Responsible Fisheries pada Penanganan Tuna di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari Sulawesi Tenggara Thamrin, Meliyanti; Tadjuddah, Muslim; Alimina, Naslina
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 2 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v8i2.202

Abstract

Kebijakan pemerintah terhadap pentingnya mutu hasil perikanan telah ditetapkan dalam KEPMEN-KP Nomor 52A Tahun 2013 serta pada CCRF Pasal 11. Kebijakan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui implementasi sistem jaminan mutu pada aktivitas perikanan utamanya pada penanganan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk ;(1) mengetahui implementasi CCRF dalam penanganan pasca panen ikan tuna yang ada di PPS Kendari, (2) merumuskan strategi penerapan kebijakan manajemen mutu di PPS Kendari sesuai dengan CCRF. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis kesenjangan (GAP analysis) untuk melihat kesesuaian penanganan ikan tuna di PPS Kendari sesuai dengan standar yang ditetapkan. Analisis SWOT untuk merumuskan strategi penerapan kebijakan manajemen mutu dan balance scorecard untuk meruuskan langkah-langkah dalam mencapai tujuan. Hasil penelitian implementasi CCRF pada penanganan pasca penen ikan tuna di PPS Kendari meliputi cara penanganan di atas kapal kurang sesuai standar dengan nilai sebesar 57%, sumberdaya manusia di dermaga dan di TPI kurang sesuai dengan standar dengan nilai sebesar 71% dan 75%. Terdapat enam strategi dalam penerapan manajemen mutu di PPS Kendari yaitu; penggunaan teknologi penanganan ikan tuna, peningkatan kualias penanganan ikan tuna, pengadaan dan perawatan peralatan secara rutin, peningkatan mutu ikan tuna,pengadaan penyuluhan dan pelatihan terhadap nelayan, dan pengawasan terhadap aktivitas penanganan ikan tuna. Kata Kunci: CCRF, Penanganan ikan tuna, Manajemen mutu, PPS Kendari.
Penanganan dan Nilai Nutrisi Ikan Kembung Perempuan (Rastrelliger brachysoma) di Atas Kapal Menggunakan Fermentasi Air Kelapa Angreni, Husni; Hasnawati; Saokani Sofyan, Jawiana; Karim, Mutemainna
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 2 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v8i2.413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman fermentasi air kelapa dan kandungan nutrisi pada ikan kembung perempuan (Rastrelliger brachysoma) di atas kapal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2020 di TPI Sumpang Binangae, Kelurahan Mangempang, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan 3 perlakuan yaitu ikan kembung perempuan dengan menggunakan perlakuan es tanpa perendaman, perendaman air kelapa segar dan air kelapa fermentasi 50%, masing-masing perlakuan diuji sebanyak 3 kali pengulangan. Lama perendaman 8 jam dan analisis data menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein kembung perempuan tertinggi pada perlakuan air kelapa fermentasi 50% sebanyak 19.51 % sedangkan kadar terendah yaitu 18.49 % pada perlakuan tanpa perendaman. Kadar lemak tertinggi sebanyak 1.36 % perlakuan tanpa perendaman dan terendah pada perlakuan air kelapa fermentasi 50% sebanyak 0.92 %. Nilai rata-rata ALT tertinggi pada perlakuan tanpa perendaman yakni yaitu 3.0 (3.0×104). Nilai rata-rata organoleptik tertinggi pada perlakuan air kelapa fermentasi 50% mata 7,16, insang 6,84, daging 7,2, bau 7,32 dan tekstur 7,44 sedangkan rata-rata organoleptik lendir tertinggi perlakuan tanpa perendaman 7,2. Kesimpulan penelitian ini bahwa berdasarkan lama perendaman, kadar protein dan lemak serta nilai organoleptik air kelapa fermentasi efektif digunakan untuk mengawetkan ikan kembung perempuan (Rastrelliger brachysoma).
Karakteristik Gelatin Sebagai Alternatif Sumber Gelatin Halal Dari Teripang Pasir (Holothuria scabra) Husnawati; Asnani, Asnani; Wahyuni, Sri; Asjun, Asjun
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 2 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v8i2.488

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui komposisi proksimat, profil asam amino teripang pasir, rendemen dan karakteristik gelatin halal dari teripang pasir yang dihasilkan menggunakan HCl 5% dan asam asetat 5% dengan waktu perendaman yang berbeda. Karakteristik gelatin halal yang dievaluasi meliputi kadar air, abu, protein, pH, viskositas, kekuatan gel, dan gugus fungsi. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen laboratorium dengan jumlah sampel penelitian rendemen sebanyak 18 unit perlakuan. Pengujian perlakuan terpilih gelatin yaitu kadar air, abu, protein, pH, viskositas, dan kekuatan gel masing-masing sebanyak 6, sedangkan gugus fungsi sebanyak 2. Hasil pengujian gelatin terpilih yaitu nilai proksimat gelatin yaitu kadar abu,protein, pH, kekuatan gel perlakuan asam asetat dengan lama perendaman 12 jam berbeda nyata dengan perlakuan asam klorida dengan lama perendaman 24 jam. Pada parameter kadar air dan viskositas tidak berbeda nyata. Sedangkan puncak serapan yang teridentifikasi pada perlakuan asam asetat 5% lama perendaman 12 jam yaitu pada panjang gelombang 1236,41 cm-1, 1423,51 cm-1, 1654,98 cm-1, 1701,27 cm-1 dan 3493,20 cm-1. Sedangkan pada perlakuan asam klorida lama perendaman 24 jam yaitu pada panjang gelombang 1236,41 cm-1, 1429,30 cm-1, 1653,05 cm-1, 1701,27 cm-1 dan 3510,56 cm-1.
Pengaruh Substitusi Tepung Ikan dengan Tepung Jeroan Ikan Tuna Terfermentasi terhadap Pertumbuhan dan Aktivitas Enzim Pencernaan Juvenil Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Chaerul Hanas, La Ode Muhamad; Hamzah, Muhaimin; Idris, Muhammad
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 2 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v8i2.686

Abstract

Pada budidaya ikan secara intensif, kebutuhan pakan mencapai 60-70% dari total biaya produksi. Bahan baku pakan masih bergantung pada tepung ikan yang mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan aktivitas enzim pencernaan (protease, amilase dan lipase) ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) yang diberi pakan berbahan tepung jeroan ikan terfermentasi. Empat jenis pakan yang dibuat berdasarkan substitusi tepung ikan (TI) dan Tepung Silase Jeroan Ikan Tuna (TSJIT), yang terdiri atas: TI 100% (Pakan A); TJIT 100% (pakan B); 50% TI + 50% TSJIT (pakan C) dan 25% TI + 75% TSJIT (pakan D). sebanyak 132 ekor ikan lele dumbo (bobot awal rata-rata 5,08±0,06 g) dimasukkan ke dalam akuarium (11 ekor/akuarium) yang berukuran 40x30x35. Pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari (08.00, 12.00 dan 16.00) berdasarkan bobot tubuh selama 45 hari pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pakan berbeda memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap aktivitas enzim pencernaan, kecernaan protein, pertumbuhan mutlak rata-rata, sedangkan kecernaan total tidak memberi pengaruh yang berbeda nyata pada ikan lele dumbo. Penelitian ini menyimpulkan bahwa substitusi tepung ikan dengan tepung silase jeroan ikan tuna dapat digunakan sebagai alternatif pengganti tepung ikan dalam pakan ikan lele dumbo (C. gariepinus) Kata kunci: Aktivitas enzim, pertumbuhan ikan lele dumbo (C. gariepinus) tepung silase jeroan ikan tuna.