cover
Contact Name
Yusnaini
Contact Email
jsipikan@gmail.com
Phone
+6285341520302
Journal Mail Official
jsipikan@gmail.com
Editorial Address
Kampus Abdullah Silondae, Jl. Mayjend S. Parman Kel. Kemaraya Kendari PO BOX: 93121
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25023276     DOI : https://doi.org/10.33772/jsipi.v6i2, https://doi.
SIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) adalah jurnal penelitian ilmiah yang bertujuan untuk mempromosikan biosains, inovasi dan manajemen serta kajian yang relevan pengelolaan atau pemanfaatan sumber daya hayati perairan, perikanan, kelautan, aquakultur, teknologi hasil perikanan, pengelolan pencemaran perairan, dan rehabilitasi ekosistem lingkungan perairan. Level penelitian meliputi sel, organisme, populasi, ekosistem, atau proses yang mempengaruhi sistem perairan di bidang perikanan dan ilmu kelautan. Para penulis dan pembaca adalah ilmuwan dan pakar dari sektor akademik dan dunia industri,Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi) memiliki ISSN dari LIPI 2502-3276 terbit 2 kali setahun periode Januari dan Juli setiap tahunnya
Articles 51 Documents
Pertumbuhan, dan Rasio Konversi Pakan Ikan Pangasius hypophthalmus; Sauvage, 1878) Diberi Pakan Terfermentasi dengan Probiotik Dosis Berbeda Muhammad Safir; Muh. Armansyah; Nur Hasanah; Seftina Fifi Mangitung
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 1 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan terfermentasi probiotik dengan dosis berbeda pada pertumbuhan dan rasio konversi pakan ikan Pangasius hypophthalmus. Percobaan yang diujikan adalah dosis penggunaan probiotik yakni 0; 5; 7; dan 9 mL/100 g pakan. Setiap perlakuan diberi masing-masing empat kali ulangan dan peletakan wada didesain secara acak rengkap. Hasil dari penelitian menunjukkan pemberian pakan terfermentasi probiotik dengan dosis berbeda menunjukkan pengaruh (p<0,05) pada laju pertumbuhan spesifik harian (LPSH), dan pertambahan bobot mutlak (PBM), rasio konversi pakan (RKP) serta efisiensi pemanfaatan pakan (EPP) pada benih ikan P. hypophthalmus. LPSH, PBM, RKP dan EPP yang tinggi (p<0,05) diperoleh diperlakuan pakan probiotik dengan dosis 7 mL dan 9 mL per 100 g pakan. Kelangsungan hidup benih ikan P. hypophthalmus selama 56 hari pemeliharaan adalah 100%. Pertumbuhan yang tinggi dan rasio konversi pakan yang rendah dalam pemeliharaan benih ikan P. hypophthalmus dapat diperoleh dengan pemberian pakan terfermentasi dengan probiotik dosis 7 mL/100 g pakan.
Pengaruh Konsentrasi Dan Lama Perendaman Dengan Menggunakan Sodium Tripolyphosphate Terhadap Karakteristik Mutu Produk Udang Kupas Mentah Beku Peeled And Deveined: Pengaruh Konsentrasi Dan Lama Perendaman Dengan Menggunakan Sodium Tripolyphosphate Terhadap Karakteristik Mutu Produk Udang Kupas Mentah Beku Peeled And Deveined Rizky Ayu Lestari; Asnani; Andi Besse Patadjai; Muh Aksa Azis
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 1 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v7i1.168

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk megetahui variasi konsentarsi STPP dan lama perendaman yang berbeda terhadap kemunduran mutu udang segar, dengan menggunakan parameter uji sensorik dan kimia. Jenis penelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan jumlah sampel pengujian sensorik sebanyak 6 sampel, pengujian rendemen dan kadar pospat sebanyak 18 sampel, pengujian nilai pH, kadar air, kadar abu dan TPC masing-masing sebanyak 6 sampel, TVB dan histologi masing-masing sebanyak 2 sampel. Hasil pengujian udang segar mentah beku perlakuan variasi konsentrasi STTP dan NaCl dengan waktu perendaman yang berbeda meliputi: berdasarkan uji ANOVA perlakuan kombinasi STPP dan NaCl dengan waktu perendaman yang berbeda berpengaruh tidak nyata terhadap rendemen dan berpengaruh sangat nyata terhadap uji sensorik variabel kenampakan, tekstur dan rasa, sedangkan perlakuan mandiri kombinasi STTP dan NaCl serta perlakuan mandiri waktu perendaman berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen, sensorik kenampakan, teksur dan rasa tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap bau. Pengujian mikrobiologi dan kimia dari sampel terpilih (C1T3 = kombinasi STPP dan NaCl 2,5% : waktu perendaman 3 jam) TPC 41,67,nilai pH 7,54, TVB 15,69 mg/100g, kadar air 81,12(%), kadar abu 1,82 (%) dan protein 33,56(%).
Analisis Proksimat dan Organoleptik Ikan Layang (Decapterus macrosma) dengan Penggunaan Minuman Soda sebagai Pengawet Mutemainna Karim; Harianti; Husni Angreni; Jawiana Saokani; Yulfatul Ardianti
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 1 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan proksimat (protein, lemak, kadar air, kadar abu) dan nilai organoleptik ikan layang (Decapterus macrosoma) dengan penambahan minuman soda sebagai pengawet. Penelitian menggunakan metode ekperimental dengan 3 perlakuan yaitu ikan layang dengan menggunakan es tanpa minuman soda (A), ikan layang dengan menggunakan es dan minuman soda 10% (B), ikan layang dengan menggunakan es dan minuman soda 15% (C). Analisis data menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein untuk sampel (A) 17,87%, sampel (B) 18,16%, sampel (C) 18,31%, kadar lemak untuk sampel (A) 3,08% sampel (B) 2,61%, sampel (C) 2,43%, kadar air untuk sampel (A) 77,76%, sampel (B) 78,12%, sampel (C) 78,21%, kadar abu untuk sampel (A) 1,22%, sampel (B) 1,07%, sampel (C) 1,02%, nilai organoleptik untuk sampel (A) 7,15, sampel (B) 7,97, sampel (C) 8,20. Kesimpulan penelitian bahwa kadar protein tertinggi yaitu sampel (C), kadar lemak tertinggi yaitu sampel (A), kadar air tertinggi yaitu sampel (C), kadar abu tertinggi yaitu sampel (A), serta nilai organoleptik tertinggi yaitu sampel (C).
Kelimpahan dan Pola Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Hutan Mangrove Teluk Kulisusu Utara, Buton Utara Indira Rosvita Sari; La Sara; Muslim Tadjuddah
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 1 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v7i1.174

Abstract

ABSTRAKHutan Mangrove di Teluk Kulisusu Utara mengalami konversi lahan yang menyebabkan penurunan populasi kepitingbakau (S. serrata) dan penurunan hasil tangkapan nelayan. Kondisi kerapatan mangrove diklasifikasi dalam 4 kriteria menggunakan metode NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) Landsat 8 OLI, yakni kerapatan lebat (0,043 -1), kerapatan sedang (0,247 - 0,403), kerapatan jarang (0,082 - 0,247) dan kerapatan sangat jarang (0,027 - 0,082).Penggambilan sampel kepiting bakau bakau menggunakan bubu. Total sampling sejak April sampai June sebanyak 12 kali. Kelimpahan relatif kepiting bakau tertinggi ditemukan pada stasiun III yaitu 10,41 ind/trip yang ditemukan pada mangrove dengan kerapatan tinggi (0,403 - 1). Sedang kerapatan rendah terdapat pada stasiun II 0,08 ind/trip pada hutan mangrove dengan kerapatan sangat jarang (0,027 - 0,082). Hasil analisis pola pertumbuhan kepitig bakau menunjukan allometrik negative (b < 3). Oleh karena alat tangkap bubu yang digunakan banyak menangkap ukuran juvenile maka alat tangkap ini merupakan alat tangkap non selektif yang dapat mempengaruhi secara negative keberlanjutan populasi di lokasi perairan ini. Dengan demikian makan penggunaan alat perlu dirancang ulang (redesign) menjadi lebih selektif atau alat tangkapan tangkap mempunyai pintu keluar yang tujuannya untuk menjaga keberlanjutan sumberdaya populasi kepiting bakau.Kata kunci: Kepiting bakau (S. serrata), kerapatan mangrove, pola pertumbuhan
Pemanfaatan Bubuk Daun Ketapang (Terminalia cattapa) Untuk Meningkatkan Daya Tetas Telur Ikan Cupang (Betta sp.) Desi Melanisia; Salnida Yuniarti Lumbessy; Bagus Dwi Hari Setyono
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 1 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v7i1.176

Abstract

ABSTRAK Selama proses penetasan, embrio ikan cupang (Betta sp.) sangat rentan terhadap serangan bakteri, jamur atau mikroorganisme patogen lainnya. Salah satu bahan alternatif yang dapat digunakan sebagai antiparasit, antibakteri dan antijamur adalah daun ketapang (T. catappa) karena kandungan tanin dan flavonoid yang berperan sebagai antibiotik dan dapat menjaga kualitas air. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh pemanfaatan bubuk daun ketapang dalam meningkatkan daya tetas telur ikan cupang. Penelitian dilakukan selama 30 hari dengan menggunakan telur ikan cupang sebanyak 50 butir/wadah. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan konsentrasi bubuk daun ketapang dan 3 ulangan yaitu, P0 (kontrol); P1(1 g/L); P2 (1,5 g/L) dan P3 (2 g/L). Data dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANNOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Parameter uji adalah waktu penetasan, pengamatan embrio, daya tetas telur (Hatching rate), kelangsungan hidup (Survival rate) larva serta kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman telur ikan cupang dengan konsentrasi bubuk daun ketapang 2 g/L (P3) memberikan hasil terbaik dimana waktu penetasan telur adalah15 jam setelah pembuahan dan jumlah telur menetas 106 ekor dengan total perkembangan embrio selama 15 jam serta daya tetas telur 70,7%. Kata kunci: daun ketapang, daya tetas telur, embrio, ikan cupang
Analisis Mutu Kimia Pakan Ikan dari Tepung Ikan Julung-Julung (Hemiramphus sp.) Sebagai Sumber Protein Utama Lely Okmawaty Anwar; Wahyudi Payama; Sri Fatmah Sari; Asjun; Mustam
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 1 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v8i1.188

Abstract

Pakan merupakan komponen penting dalam menunjang kelangsungan hidup ikan. Tepung ikan julung-julung dapat menjadi alternatif bahan baku pembuatan pakan ikan karena mengandung protein tinggi sebesar 57,80%. Tepung kedelai dapat digunakan sebagai bahan campuran alami untuk menunjang nutrisi pakan ikan dengan kandungan protein 40%. Penelitian bertujuan untuk menganalisis mutu pakan ikan dari tepung ikan julung-julung sebagai sumber protein utama. Formulasi pakan menggunakan perhitungan persegi pearson’s. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 formulasi. Formulasi J1 yaitu tepung ikan julung-julung 50% : tepung kedelai 50%, J2 yaitu tepung ikan julung-julung 75% : tepung kedelai 25%, dan J3 yaitu tepung ikan julung-julung 100% : tepung kedelai 0%. Parameter uji yaitu kadar air, protein, lemak, serat, dan abu, serta Penentuan harga pokok produksi (HPP). Hasil penelitian menunjukan bahwa pakan formulasi J1 memiliki nilai kadar air 10,08%, protein 34,97%, lemak 14,35%, kadar serat 3,42%, dan kadar abu 6,94% dengan harga pokok produksi sebesar Rp 23.562.00/kg. Formulasi J2 nilai kadar air 10,14%, protein 41,49%, lemak 7,91%, kadar serat 5,81%, dan kadar abu 8,58% dengan harga pokok produksi sebesar Rp 23.561.00/kg. Formulasi J3 nilai kadar air 11,01%, protein 43,03%, lemak 6,76%, kadar serat 1,63%, dan kadar abu 9,00% dengan harga pokok produksi sebesar Rp 23.562.00/kg.
Analisis Kandungan Logam Berat Pada Air Sungai Martapura, Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2022 Nuning Irnawulan Ishak; Mahmudah; Kasman; Ermayanti Ishak; Irwan Junaidi Effendy; Latifa Fekri
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 1 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Masyarakat Daerah Aliran Sungai (DAS) mengakibatkan logam berat yang masuk ke aliran air jauh lebih tinggi dari jumlah normal melalui limbah cair dan padat dari industri dan rumah tangga. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan logam berat pada air sungai Martapura. Pengambilan sampel air sungai menggunakan alat water sampler sebanyak 4 titik menggunakan GPS (Global Positioning System). Penentuan titik lokasi berdasarkan letak hulu dan hilir sungai Martapura serta potensi sumber pencemaran. Sampel air dianalisa di Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri Banjarbaru. Data uji laboratorium dianalisis dengan membandingkan baku mutu dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Republik Indonesia. Terdapat tiga parameter logam berat yang melebihi baku mutu yaitu logam Besi (Fe) di stasiun I, II, III, IV masing-masing 1,261 mg/L, 2,096 mg/L, 0,865 mg/L, 1,998 mg/L melebihi standar kualitas yang ditetapkan yaitu 0,3 mg/L, logam Mangan (Mn) di stasiun II yaitu 0,127 mg/L melebihi standar kualitas yang ditetapkan yaitu 0,1 mg/L, dan logam Tembaga (Cu) di stasiun I, II, III, IV masing-masing 0,039 mg/L, 0,042 mg/L, 0,039 mg/L, 0,042 mg/L melebihi standar kualitas yang ditetapkan yaitu 0,02 mg/L. Pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat perlu menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah langsung ke sungai.
Analisis Beberapa Parameter Populasi Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) pada Perairan WPPNRI 714 yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari: Analisis Beberapa Parameter Populasi Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) pada Perairan WPPNRI 714 yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari Budi Santoso; Andi Irwan Nur; Naslina Alimina
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 2 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v7i2.213

Abstract

Permintaan ikan Cakalang yang meningkat memiliki makna positif bagi pengembangan perikanan khususnya dari sisi ekonomi, terlebih bagi negara kepulauan seperti Indonesia yang memiliki potensi perikanan tangkap yang cukup luas dan potensial seperti di WPPNRI 714. Namun, tuntutan pemenuhan kebutuhan sumberdaya tersebut akan diikuti oleh tekanan eksploitasi sumberdaya ikan yang juga semakin intensif. Apabila tidak dikelola secara bijaksana, sangat dikhawatirkan pemanfataan sumberdaya secara intensif akan mendorong usaha perikanan ke dalam kehancuran dan terjadinya konflik dalam pemanfaatan sumberdaya ikan. Penguatan pengelolaan sangat memerlukan hasil penelitian tentang status stok terutama data parameter populasi dan tingkat eksploitasi untuk mendasarinya. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan pada wilayah penangkapan WPP 714 yang didaratkan di PPS Kendari selama periode Oktober 2020 s/d September 2021 dengan jumlah sampel total sebanyak 1.259 ekor. Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter populasi cakalang meliputi struktur ukuran panjang cakalang yang tertangkap memiliki kisaran panjang cagak yaitu 150-770 mm, dan berat berkisar 40-10.820 g, dimana jumlah cakalang tertangkap dengan > 42 cm (63,07%) dan < 42 cm (36,93 %). Hubungan panjang berat menunjukan pola allometrik positif baik total maupun temporal dengan persamaan yaitu W = 0,000002L3,3998. Panjang asimtotik cakalang diperoleh yaitu 838,80 mm (83,88 cm) dan koefisien pertumbuhan yaitu 0,68 serta t0 yaitu -0,095.
Pengaruh Formulasi Kitosan Udang Windu dan Karagenan Terhadap Sifat Bioplastik dengan Pemlastis Polietilen Glikol Asjun; Asnani; RH. Fitri Faradilla
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 1 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bioplastik dengan memformulasikan kitosan udang windu dan karagenan serta pemlastis polietilen glikol (PEG). Sebanyak sembilan bioplastik dari kombinasi variasi kitosan, karagenan, dan PEG yang berbeda dianalisis sifat mekanik yang terdiri atas elongasi dan kuat tarik. Bioplastik dengan sifat mekanik terbaik kemudian dipilih untuk dikarakterisasi tingkat biodegradasi, gugus fungsi dan morfologinya. Bioplastik terpilih juga dilapisi dengan lilin karnauba dan lilin lebah dengan tujuan untuk meningkatkan resistensi bioplastik terhadap air. Bioplastik yang telah dilapisi kemudian dianalisis sudut kontaknya. Hasil pengujian bioplastik menunjukkan bahwa variasi penambahan kitosan dan karagenan memberikan pengaruh yang sangat nyata (p < 0,01) terhadap nilai kuat tarik dan variasi penambahan kitosan, karagenan dan PEG 1000 memberikan pengaruh yang nyata (p < 0,05) terhadap nilai elongasi. Bioplastik yang terbuat dari formulasi 4 g kitosan dan 3 % PEG merupakan bioplastik dengan nilai kuat tarik dan elongasi tertinggi sehingga dipilih sebagai perlakuan terbaik. Bioplastik terpilih terdegradasi sempurna selama 10 hari dan memiliki morfologi tidak rata, terlihat rapat, bergelombang, dan tidak bervoid. Tidak ditemukan gugus fungsi baru pada bioplastik terpilih dimana gugus fungsi yang teridentifikasi C-N amina/amida merupakan ciri dari gugus fungsi kitosan sedangkan C-O alkohol/eter dan C-H alkana ciri dari PEG. Pelapisan dengan lilin karnauba menghasilkan sudut kontak yang lebih tinggi dibandingkan lilin lebah, dimana sudut kontak bioplastik yang dilapisi lilin karnauba dapat mencapai 94,070.
Substitusi Tepung Kedelai (Glycine max) dengan Tepung Rumput Laut Caulerpa sp. dalam Pakan Terhadap Performa Pertumbuhan dan Asam Amino Ikan Bandeng (Chanos chanos) Edhe Liftanto; Wellem H. Muskita; Agus Kurnia
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 1 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v7i1.321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung kedelai dengan tepung rumput laut Caulerpa sp.dalam pakan pakan terhadap performa pertumbuhan dan asam amino ikan bandeng (Chanos chanos). Empat jenis pakan uji dibuat yang didasarkan pada substitusi tepung kedelai (TK) dan Tepung Caulerpa (TC) dalam pakan : 100 % TK + 0 % TC (Pakan A), 75 % TK + 25 % TC (Pakan B), 50 % TK + 50 % TC (Pakan C) dan 25 % TK + 75 % TC (Pakan D). Sebanyak 120 ekor juvenile ikan bandeng (bobot awal rata-rata: 1,06 ± 0,12 g ) dimasukkan ke dalam 12 akuarium (10 ekor/akuarium) berukuran 35 × 34 × 40 cm yang didesain dengan sistem resirkulasi dan diisi dengan air laut yang telah difilter dengan salinitas 32 ± 1,2 ppt. Ikan bandeng diberi pakan uji sebanyak 3 kali sehari (jam 07.00, 12.00 dan 17.00 WITA) sebesar 5 % dari bobot biomassa selama 30 hari pemeliharaan. Penelitian ini didesain dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan mengaplikasikan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak (PM), laju pertumbuhan harian (LPH), kelangsungan hidup (KH), rasio konversi pakan (RKP), efisiensi pakan (EP), konsumsi pakan (KP) dan retensi protein (RP) dan kandungan asam amino tubuh ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PM, LPH, dan RKP ikan bandeng masing-masing berkisar antara 0,15 - 0,23 g, 0,56 – 0,83 % dan 4,34 – 9,87. Nilai EP, KP dan RP ikan bandeng masing-masing berkisar antara, 15,75 – 24,25 %, 15,90 – 16,62 g, dan 0,76 – 1,92%. Tingkat kelangsungan hidup ikan berkisar antara 70 – 83,33 %. Perubahan persentase kandungan asam amino tertinggi dalam tubuh ikan bandeng yaitu jenis asam amino lisin sebesar 97,82%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa substitusi 50% tepung kedelai dengan tepung Caulerpa dalam pakan dapat meningkatkan pertumbuhan dan kandungan asam amino tubuh (lisin) ikan bandeng. Kata kunci : ikan bandeng, pertumbuhan, subtitusi tepung kedelai, tepung Caulerpa sp.