cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
+6281320798295
Journal Mail Official
santoso.tri.rahajo@unpad.ac.id
Editorial Address
Departemen Kesejahteraan Sosial Gedung B Departemen Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung Sumedang km 21 Jatinangor, Sumedang Telepon/Fax (022) 7796974, 7796416
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
ISSN : 27751910     EISSN : 27751929     DOI : https://doi.org/10.24198/jppm.v4i1
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (JPPM) adalah publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian baik pustaka maupun lapangan mengenai bidang praktik pekerjaan sosial, keilmuan kesejahteraan sosial, metode pekerjaan sosial, masalah-masalah sosial dan masalah kesejahteraan sosial, pelayanan sosial, manajemen pelayanan sosial, nilai-nilai dan etika pekerjaan sosial, kebijakan kesejahteraan sosial, serta bidang-bidang lainnya yang menyangkut kemaslahatan masyarakat luas.
Articles 118 Documents
FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA TERHADAP PEREMPUAN Rosma Alimi; Nunung Nurwati
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i1.33434

Abstract

ABSTRAKKekerasan memang tidak memandang gender, namun terlihat sangat jelas dari data yang disajikan bahwa kekerasan terhadap perempuan sangatlah mengkhawatirkan. Konflik yang tidak kian usai dapat menimbulkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Tingkat KDRT yang setiap tahunnya cenderung meningkat menandakan bahwa korban mulai menyadari bahwa tindak KDRT bukanlah sesuatu yang dapat dinormalisasi, sehingga korban memiliki hak untuk memperjuangkan hak hidup aman dan lebih baik. Pernikahan yang seharusnya menjadi sebuah ruang yang nyaman untuk sepasang manusia, justru menjadi ruang paling menakutkan bagi sebagian perempuan. Adapun faktor-faktor terjadinya kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga khususnya yang dilakukan oleh suami terhadap istri sangatlah beragam. KDRT merupakan sebuah perilaku yang memberikan dampak yang sangat kompleks terhadap perempuan korban KDRT. Tindak kekerasan tersebut menghasilkan dampak psikologis terhadap perempuan korban KDRT. Salah satu upaya penanganan yaitu adanya pemenuhan hak terhadap perempuan korban KDRT. Pemahaman budaya kesetaraan sangat dibutuhkan dalam kehidupan berpasangan, keluarga, maupun masyarakat. Dengan fakta, data, dan aturan dalam Undang-Undang yang sudah ada dan ditetapkan, seharusnya pemerintah dan lembaga-lembaga anti kekerasan terhadap perempuan dapat bergerak lebih luwes lagi untuk membantu dan melindungi perempuan korban kekerasan ABSTRACTViolence is not see gender, but is clearly evident from the data presented above that violence against women is alarming. After the conflict he could cause domestic violence. The domestic violence which annually tended to increase indicates that starting to realize that victims of domestic violence is not something that can be normalized, the victim has a right to safe enforcing their rights and better. Marriage should be a room that is comfortable for a pair of men, have been the most terrifying for some women. As for the causes of domestic violence against women particularly those undertaken by the husband against the wife is very diverse. Behavior that domestic violence is a very complex impact the victims of domestic violence against women. Psychological violence resulted in the impact the victims of domestic violence against women. One of efforts to handle the fulfillment of the rights of the victims of domestic violence against women. Understanding culture equality is needed in the life of in pairs, family, and the community. To the fact, data, and rules in a law that was and set, the government should and institutions anti violence against women can move more flexible again to help and protect women a victim of violence.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TERISOLIR OLEH PT ADARO INDONESIA MELALUI PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA PADA PROGRAM BINA KELURAHAN RANTAU KUJANG - KEGIATAN TOKO DESA Nurhadi, Aan; Sujalmi, Yuri Budi; Santoso, Meilanny Budiarti; Arbain, Taufik; Firdaus, Muhammad Riyandi; Noor, Muhammad
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 3 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.58297

Abstract

Pemberdayaan masyarakat terisolir menjadi kebutuhan nyata dan PT Adaro Indonesia berhasil menjawab permasalahan serta kebutuhan yang dihadapi oleh masyarakat di Kelurahan Rantau Kujang dengan melaksanakan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) pada Program Bina Kelurahan Rantau Kujang pada Kegiatan Toko Desa. Metode yang digunakan berupa metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sumber data berupa sumber data primer dan sumber data sekunder. Validasi data dilakukan dengan menggunakan trianggulasi metode dan trianggulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program berjalan baik dan dapat menjawab permasalahan dan kebutuhan yang dihadapi oleh masyarakat terisolir. Dalam hal ini, perusahaan berhasil memberikan stimulus yang baik terhadap kelompok binaan yaitu Badan Pengelola Usaha Kelurahan (BPUK) dengan memberikan bantuan berupa pembangunan toko desa yang didukung oleh pemerintahan setempat, sehingga dalam proses pengelolaan kegiatan usaha yang dilakukan oleh para pemuda setempat dapat berjalan dnegan baik dan berhasil menciptakan perubahan dan dampak positif bagi berbagai stakeholder program yang terlibat. Empowering isolated communities is a real need and PT Adaro Indonesia has succeeded in responding to the problems and needs faced by the community in Rantau Kujang Subdistrict by implementing the Community Development and Empowerment Program (PPM) in the Rantau Kujang Subdistrict Development Program at the Village Shop Activity. The method used is a descriptive method with a qualitative approach, data sources are primary and secondary data sources. Data validation was carried out using method triangulation and source triangulation. The research results show that the program implementation is going well and can answer the problems and needs isolated communities face. In this case, the company succeeded in providing a good stimulus to the target group, namely the Village Business Management Agency (BPUK), by assisting in the form of building a village shop supported by the local government, so that the process of managing business activities carried out by local youth can run well. and succeeded in creating change and positive impacts for the various program stakeholders involved.
STRATEGI PEMBERDAYAAN UMKM DALAM PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT. ANGKASA PURA II Putri, Desire Cynthia; Irfan, Maulana
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 3 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i3.61524

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun menghadapi berbagai tantangan dalam bersaing. Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Angkasa Pura II berpotensi besar dalam memberdayakan UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pemberdayaan UMKM melalui CSR, yang mencakup pelatihan, kemitraan, dan pendampingan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi literatur, untuk menganalisis praktik CSR yang efektif dalam meningkatkan kapasitas UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan praktis, kemitraan dengan berbagai pihak, dan pendampingan berkelanjutan dapat meningkatkan daya saing UMKM. Program CSR yang terarah dan berkelanjutan dapat memperkuat kemandirian UMKM serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi pelaku usaha. Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in Indonesia's economy, but face various challenges in competing. Corporate Social Responsibility (CSR) of PT. Angkasa Pura II has great potential in empowering MSMEs. This research aims to explore strategies for empowering MSMEs through CSR, which includes training, partnerships, and mentoring. The method used is a qualitative descriptive approach with a literature study, to analyze effective CSR practices in enhancing the capacity of SMEs. The research results indicate that practical training, partnerships with various parties, and continuous mentoring can enhance the competitiveness of SMEs. Targeted and sustainable CSR programs can strengthen the independence of SMEs and improve the economic welfare of entrepreneurs.
STAKEHOLDER RELATIONSHIP DALAM PENGELOLAAN BANK SAMPAH (Studi Deskriptif Program CSR “Bank Sampah” PT Kaltim Methanol Industri di RW 15, Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang) Siregar, Raymond Ananda; Irfan, Maulana
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 1 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.61515

Abstract

Pengelolaan sampah merupakan tantangan global, termasuk di Indonesia, yang diperparah dengan pertumbuhan populasi dan konsumerisme. Program bank sampah muncul sebagai solusi berbasis masyarakat, didukung oleh regulasi pemerintah. PT Kaltim Methanol Industri (PT KMI) turut berpartisipasi melalui program CSR “Bank Sampah,” bertujuan mengurangi volume sampah, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan memperbaiki ekonomi lokal. Keberhasilan program ini bergantung pada stakeholder relationship. Penelitian ini menganalisis hubungan antar stakeholder dalam program “Bank Sampah” PT KMI menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan konsep Cooperation, Control, Coordination, Collaboration menurut Ali & Haapasalo (2023). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat cooperation yang tinggi antar stakeholder, ditunjukkan oleh partisipasi aktif masyarakat dan dukungan PT KMI. Mekanisme control berjalan efektif melalui monitoring dan umpan balik. Coordination yang baik memfasilitasi kelancaran operasional. Inisiatif collaboration mendorong inovasi. Peran pekerja sosial sebagai fasilitator, pendidik, dan mediator sangat penting dalam membangun hubungan yang harmonis. Penerapan Stakeholder relationship yang efektif, merupakan kunci keberhasilan dan keberlanjutan program “Bank Sampah” PT KMI. Waste management is a global challenge, including in Indonesia, which is exacerbated by population growth and consumerism. Waste bank programs have emerged as a community-based solution, supported by government regulations. PT Kaltim Methanol Industri (PT KMI) participates through its CSR program “Bank Sampah,” which aims to reduce waste volume, increase community awareness, and improve the local economy. The success of this program depends on stakeholder relationships. This study analyzes the relationship between stakeholders in PT KMI's “Waste Bank” program using a descriptive qualitative approach and the concept of Cooperation, Control, Coordination, Collaboration according to Ali & Haapasalo (2023). This research uses a qualitative approach with data collection methods through observation, interviews and documentation studies. The results showed a high level of cooperation among stakeholders, indicated by the active participation of the community and the support of PT KMI. Control mechanism runs effectively through monitoring and feedback. Good coordination facilitates smooth operations. Collaboration initiatives encourage innovation. The role of social workers as facilitators, educators, and mediators is very important in building harmonious relationships. Effective implementation of stakeholder relationship is the key to the success and sustainability of PT KMI's “Waste Bank” program.
PENGARUH LINGKUNGAN BOARDING SCHOOL DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN SISWA ASRAMA BINA SISWA SMA PLUS CISARUA KAB. BANDUNG BARAT Anjani, Dina; Apsari, Nurliana Cipta; Santoso, Meilanny Budiarti
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.61520

Abstract

Terdapat beberapa faktor yang dapat membentuk kemandirian, salah satunya yaitu lingkungan pendidikan yaitu sekolah berasrama. Sekolah berasrama merupakan sistem pendidikan yang menyediakan asrama untuk menjadi tempat tinggal siswa dengan melakukan berbagai kegiatan sehari-hari terpisah jauh dari keluarga. Tidak hanya aspek akademis, sekolah berasrama juga memberikan pemahaman dan melatih berbagai kemampuan yang bermanfaat untuk kehidupan siswa dengan aturan, sistem dan jadwal yang padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek-aspek apa saja dari lingkungan asrama yang berkontribusi dalam pengembangan kemandirian siswa serta bagaimana siswa merespons dan beradaptasi dengan kehidupan asrama. Melalui metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada para alumni Asrama Bina Siswa SMA Plus Cisarua Kab. Bandung Barat mengenai bagaimana perubahan perilaku kemandirian pada siswa setelah masuk asrama, mengidentifikasi aspek lingkungan asrama dalam membentuk kemandirian siswa, penguat kemandirian pada siswa dan bagaimana siswa dalam beradaptasi terhadap kehidupan asrama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa lingkungan boarding school memiliki pengaruh akan perubahan perilaku terutama perilaku mandiri, baik kemandirian ekonomi, sosial, emosi dan intelektual. There are several factors that can form independence, one of which is the educational environment, namely boarding schools. Boarding schools are an educational system that provides dormitories to become a place for students to live by carrying out various daily activities away from their families. Not only the academic aspect, boarding schools also provide an understanding and practice of various skills that are beneficial for students' lives with rules, systems and tight schedules. This study aims to examine what aspects of the dormitory environment contribute to the development of student independence and how students respond and adapt to dormitory life. Through a descriptive method with a qualitative approach, data collection was carried out by in-depth interviews with alumni of the Bina Siswa Dormitory of SMA Plus Cisarua, West Bandung Regency regarding how independence behaviour changes in students after entering the dormitory, identifying aspects of the dormitory environment in shaping student independence, strengthening independence in students and how students adapt to dormitory life. The results of the study show that the boarding school environment influences behaviour changes, especially independent behaviour, both economic, social, emotional and intellectual independence.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA CIBODAS KABUPATEN BANDUNG BARAT Idris, Haifa Dinda Shafiyyah; Fedryansyah, Muhammad; Gutama, Arie Surya
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 1 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.61510

Abstract

Desa Cibodas merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bandung Barat yang rawan terhadap bencana tanah longsor karena memiliki karakteristik wilayah berupa tebing-tebing tinggi serta perbukitan tanah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk partisipasi masyarakat Desa Cibodas dalam penanggulangan bencana tanah longsor di wilayahnya. Partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana sangat penting karena masyarakat merupakan pihak yang akan merasakan dampak dari suatu bencana sehingga kesiapan yang dimiliki akan mempengaruhi besar kecil risiko yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Cibodas sudah berjalan dengan cukup baik. Bentuk partisipasi yang paling menonjol adalah partisipasi tenaga dan partisipasi sosial karena masyarakat masih memegang nilai keguyuban dan saling membantu. Namun penyelenggaraan penanggulangan bencana yang dilakukan masih bersifat spontan dan seadanya serta terdapat kendala dari segi anggaran karena masih mengandalkan anggaran dari Pemerintah Desa Cibodas dan juga tidak semua masyarakat turut aktif dan terlibat dalam penanggulangan bencana yang dilakukan. Penulis memberikan saran agar masyarakat lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan penanggulangan bencana di wilayahnya dan juga optimalisasi peran Satgas Tagana dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk menghadapi bencana. Pemerintah Desa juga dapat berkontribusi dengan mengoptimalkan anggaran dan dukungan lain untuk pelaksanaan penanggulangan bencana di wilayahnya. Saran ini diberikan dengan mempertimbangkan bahwa Desa Cibodas merupakan wilayah rawan longsor sehingga penting untuk melaksanakan penyelenggaraan penanggulangan bencana yang dipersiapkan dengan baik agar dapat mengurangi risiko yang ditimbulkan. Cibodas Village is one of the areas that are prone to landslides due to the characteristics of its area. This research uses qualitative methods to find out how the Cibodas Village community participates in dealing with the landslide problem. Community participation in disaster management is crucial because they are the first that will feel the impact so their preparedness will influence the size of the risks they face. The results show that the participation of the village community has gone quite well. The most prominent forms are labor and social involvement because people still hold the value of helping each other. However, the implementation is still spontaneous and modest. There are budget constraints because it still relies on the  Cibodas Village Government budget, and not all communities are active and involved in disaster management. The author suggests that the community participate more actively in disaster management, and optimize the role of the Satgas Tagana in increasing the community's capacity to face disasters. Village governments should optimize budgets and other support for disaster management. This advice is given since their area is prone to landslides so it is important to do a well-prepared disaster management to reduce the risks posed.
PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP KECANDUAN GAME ONLINE PADA ANAK USIA SEKOLAH Bilantara, Naila Hisanah; Santoso, Meilanny Budiarti; Raharjo, Santoso Tri
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 3 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i3.61526

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh lingkungan sosial terhadap kecanduan game online pada anak usia sekolah, menunjukkan bahwa komponen-komponen dalam lingkungan sosial memiliki peran signifikan dalam membentuk perilaku dan karakter anak yaitu sejalan dengan teori pembelajaran sosial dan teori ekologi, yang menjelaskan bahwa proses pembelajaran individu serta interaksi antara individu dengan berbagai lapisan dalam sistem lingkungannya dipengaruhi oleh faktor lingkungan sosialnya. Fokus penelitian ini terletak pada peran orang tua, teman sebaya, dan pihak sekolah sebagai bagian dari lingkungan sosial yang memengaruhi perilaku kecanduan game online pada anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif, serta menggunakan teknik pengumpulan data berupa studi literatur, yaitu melalui penelusuran terhadap berbagai sumber referensi seperti jurnal, artikel, buku, dan hasil penelitian-penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teman sebaya memiliki pengaruh besar terhadap perilaku kecanduan game online. Selain itu, kurangnya komunikasi dari orang tua dapat memperburuk kecenderungan kecanduan. Meski demikian, orang tua tetap memiliki peran penting dalam mengontrol durasi penggunaan perangkat elektronik, membatasi waktu bermain game, serta menyediakan aktivitas alternatif untuk mendukung sosialisasi anak. Demikian pun dengan pihak sekolah yang memainkan peran dalam memberikan edukasi mengenai dampak negatif dari bermain game online secara berlebihan, terutama bagi anak-anak usia sekolah. This study discusses the influence of the social environment on online game addiction in school-age children, showing that components in the social environment have a significant role in shaping children's behaviour and character, which is in line with social learning theory and ecological theory, which explains that the individual learning process and interactions between individuals and various layers in their environmental system are influenced by social-ecological factors. The focus of this study lies in the role of parents, peers, and schools as part of the social environment that influences online game addiction behaviour in school-age children. This study uses a descriptive method and a qualitative approach, as well as data collection techniques in the form of literature studies, namely by tracing various reference sources such as journals, articles, books, and the results of previous studies. The results of the study show that peers have a major influence on online game addiction behaviour. In addition, a lack of communication from parents can worsen the tendency of addiction. However, parents still have an important role in controlling the duration of use of electronic devices, limiting game playing time, and providing alternative activities to support children's socialisation. Likewise, schools play a role in providing education about the negative impacts of playing online games excessively, especially for school-age children.
PROGRAM PELATIHAN DIVERSITAS DISABILITAS BAGI PEGAWAI GUNA MENCIPTAKAN LINGKUNGAN KERJA YANG INKLUSIF Saragih, Evangelina Putri Fide; Apsari, Nurliana Cipta; Rachim, Hadiyanto Abdul
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.61516

Abstract

Penyandang disabilitas memiliki tantangan khusus untuk beradaptasi di lingkungan kerja. Oleh karena itu perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan pegawai disabilitas perlu membuat program inklusif yang terkait dengan peningkatan kinerja pegawai disabilitas. Pada umumnya salah satu aspek penting di dalam program inklusi adalah pelatihan bagi setiap pegawai baik penyandang disabilitas maupun bukan. Penelitian ini berfokus pada pelatihan sebagai salah satu aspek yang menambah keterampilan dan kinerja pegawai disabilitas dalam perusahaan. Sekaligus melatih pegawai non disabilitas agar dapat menerima dan tidak berprasangka negatif kepada pegawai disabilitas. Adapun konsep yang mau dikembangkan dalam penelitian ini adalah program pelatihan diversitas. Pengumpulan data mengenai program pelatihan serta peningkatan kinerja pegawai disabilitas dalam kajian ini diteliti menggunakan metode studi literatur. Peneliti menggunakan berbagai sumber referensi seperti artikel, jurnal, dan dokumen terkait. Peneliti mengumpulkan artikel-artikel terkait sebagai referensi penelitian dengan menggunakan kriteria program inklusif. Penelitian ini menjelaskan bahwa aspek pelatihan memberi dampak bagi kinerja pegawai disabilitas dan penerimaannya di lingkungan kerja. People with disabilities are facing special challenges in adapting to the work environment. Therefore, inclusive programs related to improving the performance of employees with disabilities need to be implemented by companies that employ disabled people. In general, one of the important aspects of an inclusion program is training for every employee, whether disabled or not. This research focuses on training as an aspect that increases the skills and performance of employees with disabilities. At the same time non-disabled employees need training to be able to accept and not have negative prejudice towards disabled employees. The concept to be developed in this research is a diversity training program. Data collection regarding training programs and improving the performance of employees with disabilities in this study was researched using the literature study method. Researchers use various reference sources such as articles and related documents. This research explains that the training aspect has an impact on the performance of employees with disabilities and their acceptance in the work environment.
FENOMENA KECANDUAN GADGET PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH AKIBAT PERGESERAN NILAI BUDAYA DAN FAKTOR KOGNITIF SOSIAL Herdiana, Mochamad Fauzan Putra; Santoso, Meilanny Budiarti
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 3 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i3.61521

Abstract

Kecanduan gadget pada anak usia pra-sekolah menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua dalam menjalankan peran pengasuhan di tengah maraknya penggunaan teknologi. Konsep pergeseran nilai dan teori kognitif sosial digunakan untuk menganalisis fenomena yang menjadi fokus dalam penelitian ini. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan fenomena kecanduan penggunaan gadget pada anak usia pra-sekolah. Untuk mendapatkan penjelasan secara mendalam, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data berupa studi literatur berupa berbagai referensi yang relevan dengan topik penelitian. Validasi data dan analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi yang dilakukan melalui proses membaca berbagai literatur, mengkategorisasi dan mengklasifikasikan data serta menuliskan berbagai sumber referensi terpilih. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku kecanduan gadget pada anak usia pra-sekolah dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu berupa perilaku orang tua, teman sebaya, ataupun orang-orang yang berada di sekitar anak, seperti halnya yang dikemukakan dalam teori kognisi sosial di mana anak usia pra-sekolah melakukan modelling terhadap perilaku orang-orang di sekitarnya, dalam hal ini terkait dengan penggunaan gadget hingga anak menjadi kecanduan. Penggunaan gadget merupakan wujud dari terjadinya pergeseran nilai dalam masyarakat dari nilai-nilai tradisional dan manual menjadi nilai-nilai modern berteknologi canggih dan salah satu wujud dari teknologi tersebut adalah berupa gadget yang digunakan untuk memudahkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Gadget addiction among preschool-aged children presents a unique challenge for parents in fulfilling their parenting roles amidst the widespread use of technology. The concept of value shifts and social cognitive theory is used to analyze the phenomenon that becomes the focus of this research. A descriptive method is employed to illustrate the phenomenon of gadget addiction in preschool-aged children. To obtain an in-depth explanation, the researcher used a qualitative approach and data collection techniques in the form of a literature review from various references relevant to the research topic. Data validation and analysis were conducted using content analysis techniques through processes such as reading various literatures, categorizing and classifying data, and documenting selected references. The research findings indicate that gadget addiction behavior in preschool-aged children is influenced by external factors, including the behavior of parents, peers, or people in the child’s surroundings. This aligns with social cognitive theory, which suggests that preschool-aged children model the behavior of those around them, particularly regarding gadget use, leading to addiction. Gadget use reflects a shift in societal values from traditional and manual values to modern, technologically advanced values, with gadgets being one manifestation of this technology, aimed at facilitating the fulfillment of daily needs. 
Peran Lembaga Sosial dalam Memberikan Dukungan Kesejahteraan bagi Keluarga Single Mother Suryadi, Michelle Irene
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 1 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.61511

Abstract

Idealnya, anggota keluarga inti terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak. Namun, banyak sekali kasus dimana keluarga tidak lengkap lagi, entah karena perceraian hidup atau perceraian mati. Hal ini memberikan istilah baru pada suami atau istri dari pasangan yang baru saja berpisah, yang biasa dikenal dengan sebutan ibu tunggal atau ayah tunggal. Tidaklah mudah bagi seorang ibu yang bekerja sendiri memenuhi kebutuhan dirinya dan anaknya tanpa bantuan dari pasangan. Namun, dukungan seorang ibu tunggal dapat didapatkan dari keluarganya, lingkup ekonomi, dan pendidikan bagi anaknya. Artikel ini akan membahas bagaimana lembaga sosial yang ada berkaitan dengan kesejahteraan keluarga ibu tunggal dan anaknya dengan menggunakan metode studi literatur. Setiap lembaga sosial memiliki peranan dan fungsi yang dapat dipenuhi agar bisa hidup sejahtera. Tiga lembaga yang paling berkaitan dengan kesejahteraan keluarga ibu tunggal adalah lembaga keluarga, ekonomi, dan pendidikan. Ideally, members of the nuclear family consist of father, mother and children. However, there are many cases where the family is no longer complete, either because of a living divorce or a death divorce. This gave a new term to the husband or wife of a recently separated couple, commonly known as a single mother or single father. It is not easy for a mother who works alone to meet the needs of herself and her child without help from a partner. However, support for a single mother can be obtained from her family, economic environment, and education for her child. This article will discuss how existing social institutions relate to the welfare of families of single mothers and their children using the literature study method. Every social institution has roles and functions that can be fulfilled in order to live in prosperity. The three institutions that are most related to the welfare of single mother families are family, economic, and educational institutions.

Page 11 of 12 | Total Record : 118