cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
+6281320798295
Journal Mail Official
santoso.tri.rahajo@unpad.ac.id
Editorial Address
Departemen Kesejahteraan Sosial Gedung B Departemen Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung Sumedang km 21 Jatinangor, Sumedang Telepon/Fax (022) 7796974, 7796416
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
ISSN : 27751910     EISSN : 27751929     DOI : https://doi.org/10.24198/jppm.v4i1
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (JPPM) adalah publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian baik pustaka maupun lapangan mengenai bidang praktik pekerjaan sosial, keilmuan kesejahteraan sosial, metode pekerjaan sosial, masalah-masalah sosial dan masalah kesejahteraan sosial, pelayanan sosial, manajemen pelayanan sosial, nilai-nilai dan etika pekerjaan sosial, kebijakan kesejahteraan sosial, serta bidang-bidang lainnya yang menyangkut kemaslahatan masyarakat luas.
Articles 118 Documents
PARENTING TRAINING ANAK USIA DINI DI MASA PANDEMI COVID-19 BAGI KADER POSYANDU KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Meilanny Budiarti Santoso; Nunung Nurwati; Sahadi Humaedi; Maulana Irfan
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v1i1.31359

Abstract

Pengasuhan anak merupakan hal yang menantang untuk dilakukan pada saat keadaan normal, terlebih di masa-masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini, sehingga penting bagi orang tua untuk mengambil langkah-langkah terbaik dengan meningkatkan kapasitas mereka dalam membantu diri, anak dan seluruh anggota keluarga untuk menjalani dan melalui situasi pandemi covid-19. Kegiatan parenting training yang dilaksanakan menggunakan metodologi andragogy yaitu dengan menempatkan dan memperlakukan para peserta pelatihan sebagai orang dewasa yang sudah memiliki pengetahuan sebelumnya dan kaya akan pengalaman dalam hal pengasuhan, sehingga para peserta pelatihan merupakan sumber belajar bagi sesama peserta pelatihan lainnya. Hasil yang diperoleh dengan dilaksanakannya parenting training bagi para kader posyandu di lingkungan Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang ini adalah (1). tergambarkannya kondisi potensi dan masalah yang dihadapi oleh anak usia dini; (2). dipahami oleh para kader posyandu pentingnya pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua atau pengganti orang tua bagi tumbuh kembang anak usia dini; dan (3). tergambarkan kondisi kesehatan anak usia dini di masa pandemi covid-19 di lingkungan Kecamatan Jatinangor.
PROSES PEMBERDAYAAN ANAK YATIM MELALUI PROGRAM MANDIRI ENTREPRENEUR CENTER (MEC) OLEH YATIM MANDIRI BOGOR Salsa - Haura; Maulana - Irfan; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.34294

Abstract

 Abstrak Organisasi pelayanan sosial, khususnya panti asuhan menjadi suatu lembaga yang sangat populer untuk membentuk perkembangan anak yatim, atau anak-anak yang tidak memiliki keluarga ataupun yang tidak tinggal bersama dengan keluarga. Lembaga panti asuhan mempunyai peran dalam memberikan pendidikan keagamaan, pendidikan formal, serta memberikan perlindungan dan rasa aman bagi anak. Namun, harapan ini sulit dicapai seutuhnya dikarenakan adanya kondisi-kondisi dimana panti asuhan tidak dapat memberikan bimbingan dalam bidang pendidikan, pekerjaan, serta dalam pembentukan karakter dan penyesuaian diri anak di masyarakat. Hal tersebut membuat panti asuhan tidak dapat  memenuhi standar pelayanan sosial yang mencakup aspek peningkatan sumber daya manusia. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu program pemberdayaan bagi anak-anak yatim untuk dapat menumbuhkan kemandiriannya, sehingga anak-anak menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Yayasan Yatim Mandiri merupakan lembaga amil zakat yang fokus pada pemberdayaan anak-anak yatim melalui program unggulannya yaitu Mandiri Entrepreneur Center (MEC). MEC merupakan pusat pendidikan dan pelatihan kewirausahaan untuk mencetak sumber daya manusia, khususnya anak yatim agar bisa berdaya saing di bidang ekonomi.  
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM MENGATASI RENDAHNYA INTERAKSI DI DALAM KELUARGA PADA ERA DIGITAL Sharon Nobel; Hetty Krisnani
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v1i1.30949

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teknologi pada abad ke-21 ini sudah begitu canggih. Ada begitu banyak aktivitas manusia yang berubah menjadi begitu mudah dilakukan oleh karena kecanggihan teknologi. Teknologi membuat semua yang jauh menjadi begitu dekat karena terkoneksi melalui dunia maya. Segala sesuatu kini serba online. Namun, teknologi yang canggih pun memiliki efek samping. Kecanggihan teknologi memang membuat yang jauh menjadi dekat karena dapat berkomunikasi secara daring. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa yang dekat kini menjadi jauh. Efek samping teknologi berpengaruh negatif salah satunya di dalam keluarga. Satu keluarga yang tinggal dalam satu atap yang sama menjadi jarang berinteraksi karena masing-masing sibuk dengan smartphone dan segala kecanggihannya. Interaksi di dalam keluarga harus ada, apalagi keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat. Dari perspektif pekerjaan sosial, seorang pekerja sosial dapat menjadi solusi salah satunya dengan menjadi fasilitator dalam berkomunikasi. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur yang berkaitan dengan era digital saat ini, keluarga, dan pekerjaan sosial. Interaksi antara anak dan orang tua di dalam keluarga memiliki peran besar terhadap perkembangan anak. Apalagi komunikasi adalah salah satu faktor yang memengaruhi keutuhan keluarga. Maka, peran pekerja sosial sebagai fasilitator dalam berkomunikasi di dalam keluarga sangat penting. ABSTRACTTechnologies in this 21st centuries are so advanced. Human activities becomes easily done because of technological advancements. People who lives apart are now close through this online world. Everything is now online. However, technology advancedments has side effects too. It’s true that technology these days made everything close to us through online world. Yet we can’t deny that people who are close to us is now far away. The negative side effects is now on family. One family who lives under the same roof didn’t communicate much because each of them are busy with their own smartphone. A family must have an interaction. Every family member must communicate with each other because family is the smallest unit of society. From the perspective of social work, the solution that a social worker can give is to become a facilitator in communicating within the family. The techniques that are used in this writing are methodology of literature study which is related to the topics of digital era, family, and social work. Child and parents interaction has a big role with the child’s development considering communication is one of the factors that affect the wholeness of the family. Therefore, the role of social workers as facilitator in communicating within the family is very important.
Edukasi Masyarakat dalam rangka meningkatkan kapasistas Keberfungsian Sosial Masyarakat Desa Dayeuhkolot Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung Wibowo, Heri; Lesmana, Aditya Candra; Gunawan, Wahyu; Nurwati, R. Nunung; Rachim, Hadiyanto Abdul; Yunita, Desi; Fedryansyah, Muhammad; Nugraha, Ardi Maulana
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 3 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.51582

Abstract

Desa Dayeuhkolot merupakan wilayah yang sering terserang banjir pada setiap musim penghujan. Ketika banjir melanda, dan merendam wilayah tersebut, maka hampir seluruh proses belajar mengajar di sekolah terhenti. Hal ini banyak mengakibatkan banyak murid tertinggal pelajaran. Program pengabdian pada masyarakat ini berbentuk program jangka panjang (1-3 tahun) dalam bentuk peningkatan kapasitas keberfungsian paripurna masyarakat, serta menjadi komunitas yang mampu mandiri menangkal ragam bencana yang berpotensi menimpa, kian hari kian berat. Dengan tujuan utama agar setiap individu dan keluarga memiliki cara pandang, sikap serta pola perilaku yang lebih baik terhadap diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya. Sehingga diharapkan, mereka semakin mampu menjadi bagian dari anggota masyarakat yang saling mampu memberikan kontribusi antara satu dan lainnya. Sistem pembelajaran dilakukan secara kombinasi, dalam rangka untuk menjaga keberlangsungan proses belajar dan keberlanjutan interaksi dan aksi kolaborasi. Adapun pemberian materi belajar, dilakukan dalam dua skema, yaitu skema tatap muka, dimana tim hadir ke lokasi, dan skema daring yang diberikan satu pekan 2-4 materi. Pola ini diharapkan mampu menjaga semangat belajar masyarakat dalam rangka meningkatkan kapasitas keberfungsian paripurnanya. 
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REMAJA HAMIL DI LUAR NIKAH Anisa Putri Alifah; Nurliana Cipta Apsari; Budi Muhammad Taftazani
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.38077

Abstract

Fenomena remaja yang hamil di luar nikah khususnya di Indonesia semakin meningkat. Pergaulan yang semakin bebas dan didukung dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong keingintahuan remaja yang sehingga mencoba-coba hal baru yang sebenarnya dilarang oleh norma-norma. Ketika remaja perempuan telah mengalami kehamilan di luar nikah atau kehamilan yang tidak diharapkan dapat menimbulkan berbagai masalah lainnya. Remaja perempuan yang mengalami kehamilan di luar nikah dapat menimbulkan dampak resiko negatif lainnnya. Kehamilan pada remaja memunculkan konsekuensi psikologis yang cukup berat. Seperti munculnya depresi atas timbulnya stigma negatif yang diberikan masyarakat terhadap remaja tersebut. Selain itu, dengan usia remaja yang belum cukup matang dapat terjadi kerusakan terhadap organ reproduksi pada remaja perempuan tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu mencari pengetahuan mengenai faktor resiko apa saja yang mempengaruhi remaja hamil di luar nikah di Indonesia. Tulisan ini berdasakan pada penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pengambilan data menggunakan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan adanya factor internal dan eksternal yang mempengaruhi remaja sehingga mereka hamil di luar nikah. Studi ini merekomendasikan penguatan peran orang tua dan keluarga agar menjadi jaring pengaman dan pencegah terjadinya kehamilan di luar nikah pada remaja.
PERAN ORANG TUA DALAM MENDUKUNG KEBERFUNGSIAN SOSIAL REMAJA Humaerah Nisai; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 3 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i3.49584

Abstract

ABSTRAK Peran orang tua dalam mendukung keberfungsian sosial remaja merupakan proses pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua. Peran orang tua dalam pengsuhan remaja sangat krusial dalam membentuk karakter dan mentalitas yang kemudian akan menentukan keberfungsian sosial remaja. Peran orang tua dalam penelitian ini difokuskan pada peran keterlibatan fisik dan emosional, hal ini mengingat kedua aspek tersebut merupakan penunjang terbentuknya karakter remaja yang kemudian dapat berpengaruh kepada keberfungsian sosial mereka. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam mendukung keberfungsian sosial remaja dan meningkatkan pengetahuan orang tua terhadap pentingnya segala aspek dalam pengasuhan remaja yang kemudian dapat mempengaruhi fisik, mental, dan sosial remaja kedepannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian studi literatur dan metode kualitatif dengan menganalisa kajian pustaka mengenai peran orang tua dalam mendukung keberfungsian sosial remaja. Peran keterlibatan fisik dan emosional orang tua terhadap remaja yang mempengaruhi keberfungsian sosial remaja dapat dilihat dari kepercayaan diri remaja, kemampuan remaja dalam menjalin hubungan dengan orang lain, kemampuan mengekspresikan dirinya di lingkungan sosialnya, memiliki pendirian dan juga prinsip sebagai seorang individu, dapat mengatasi permasalahan yang dapat muncul di kehidupannya yang melibatkan orang lain, dapat mengandalkan dan diandalkan oleh orang lain, dan lain sebagainya. Maka dari itu, masyarakat khususnya orang tua perlu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mereka pemenuhan kebutuhan fisik dan emosional remaja pada masa pertumbuhan dam perkembangan serta pengaruhnya terhadap keberfungsian sosial remaja. ABSTRACT The role of parents in supporting the social functioning of adolescents is a parenting process carried out by parents. The role of parents in nurturing adolescents is very crucial in shaping the character and mentality which will then determine the social functioning of adolescents. The role of parents in this study is focused on the role of physical and emotional involvement, the two aspects that can form adolescents’ characters which can then affect their social functioning in the future. This study aims to determine the role of parents in supporting the social functioning of adolescents and increase parents' knowledge of the importance of all aspects of adolescent care which can then affect their physical, mental, and social aspects of adolescents in the future. The method used in this study is a literature study research method and a qualitative method by analyzing a literature review regarding the role of parents in supporting the social functioning of adolescents. The role of parents' physical and emotional involvement that affect the social functioning of adolescents can be seen from the adolescent's self-confidence, their ability to establish relationships with other people and express themselves in their social environment, have their stand and principles as an individual, can overcome their problems that involves other people, can be relied on and relied on by others, and so on. Therefore, society, especially parents, need to increase their knowledge and awareness of meeting the physical and emotional needs of adolescents during their growth and development period and their influence on adolescent social functioning.   
Pemberdayaan UMKN Desa Jatisari Sumedang melalui Aktivitas Business Coaching dan Appreciative Inquiry Hery Wibowo; Sahadi Humaedi; Santoso Tri Raharjo; Nurliana Cipta Apsari
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.37145

Abstract

Sektor UMKM merupakan unit usaha berbasis masyarakat yang rentan dengan kerasnya persaingan usaha dan pemasaran. Maka, seluruh upaya ataupun investasi untuk membantu UMKM untuk meningkatkan kemampuan usahanya, adalah sesuatu yang layak diperjuangkan. Maka, seyogianya seluruh usaha-usaha untuk meningkatkan kapasitas usaha adalah penting untuk dilakukan. Proses pengabdian masyarakat ini dilakukan menggunakan pendekatan penelitian aksi, dengan tehnik business coaching dan appreciative inquiry. Upaya business coaching ditujukan untuk membangun kesadaran pelaku usaha akan usaha yang dilakukannya, mengetahui lebih dalam tentang potensi pelanggannya, serta mengidentifikasi aktivitas dan mitra kuncinya sedangkan appreciative inquiry dilaksanakan untuk membangun diskusi dimana antar peserta dapat saling mendengarkan inspirasi dan pengalaman membangun usaha terbaik dari sesama pelaku usaha. Selanjutanya sejumlah langkah aksi dilakukan untuk mendukung peningkatan usaha, seperti pendaftaran NIB, mengikuti pelatihan Keamanan Pangan, serta pembuatan akun media sosial serta pendaftaran peta lokasi di aplikasi google. Hasilnya peserta semakin mengenal lebih dalam tentang usahanya dan semakin bersemangat untuk membangun jejaring diantara mereka.
PENGAWASAN ORANG TUA TERHADAP ANAK USIA PRASEKOLAH DALAM MENGGUNAKAN GAWAI Herni Wulandari; Dessy Hasanah Siti Asiah; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.32690

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menggambarkan pengawasan orang tua terhadap anak usia prasekolah saat menggunakan gawai. Pengawasan merupakan kegiatan yang memiliki tujuan agar dapat melindungi dalam bentuk perhatian, sehingga anak dapat berkembang terutama anak usia prasekolah. Dalam menggunakan gawai anak memerlukan pendampingan dari orang tua untuk mengarahkan serta memberikan pemahaman-pemahaman mengenai media yang ditonton untuk menunjang pengetahuan serta persepsi-persepsi positif bagi anak. Adapun aspek-aspek pengawasan orang tua dalam pengawasan anak usia prasekolah yang diteliti dalam penelitian ini adalah mediasi aktif prnggunaan media daring, Mediasi aktif keamanan penggunaan media daring, Mediasi pembatasan, pembatasan teknis, dan monitoring. Aspek-aspek pengawasan orang tua  yang diteliti ini agar dapat terhindar dari dampak negatif penggunaan gawai. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi non-partisipatif, wawancara mendalam, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua sudah melakukan pengawasan dalam penggunaan gawai pada anak, berusaha meluangkan waktunya untuk melakukan pendampingan pada anak, membantu anak ketika mengalami kesulitan dalam pengoperasian gawai, memberikan arahan untuk membuka konten bersifat edukatif, orang tua berusaha menerapkan kedisiplinan waktu penggunaan gawai sebagai bentuk pengawasannya. Terdapat perbedaan antara ayah dan ibu dalam melakukan pengawasan. Belum semua aspek pengawasan dapat dilakukan secara langsung oleh orang tua karena faktor kesibukan pekerjaan, sehingga orang tua belum dapat melakukan perannya pada aspek-aspek tertentu.
INTERVENSI PEKERJA SOSIAL TERHADAP ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN PERILAKU KEKERASAN PADA ANAK Eva Nuriyah Hidayat; Jihan Kamilla Azhar; Silva Amanda Durratul Hikmah
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i2.40211

Abstract

Fenomena kekerasan pada anak yang dilakukan oleh orang tua setiap tahunnya selalu meningkat. Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia menganggap bahwa kekerasan dalam rumah tangga, khususnya kekerasan yang dilakukan oleh orang tua pada anak, merupakan masalah internal yang tidak perlu untuk ikut campur. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui intervensi yang dapat dilakukan oleh pekerja sosial terhadap orang tua pelaku kekerasan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah menggunakan metode  penelitian kualitatif dengan memakai pendekatan studi literatur atau studi kepustakaan, dimana penulis menggunakan berbagai bahan bacaan sebagai sumber referensi sebagai bahan acuan untuk penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab kekerasan pada anak terbagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal diantaranya mengenai pengetahuan dan latar belakang orang tua, sedangkan faktor eksternal diantaranya karena keadaan lingkungan yang tidak mendukung dan kondisi ekonomi yang buruk. Tindakan kekerasan memberikan dampak terhadap korban yaitu trauma kronis, bersifat agresif, depresif, destruktif, dan rendahnya rasa percaya diri. Pelaku kekerasan tentu mendapatkan konsekuensi dari perbuatannya yaitu dapat mengalami hukuman penjara sesuai dengan tindakan yang dilakukan. Peran pekerja sosial dalam intervensi orang tua dalam pencegahan perilaku kekerasan pada anak yaitu mendampingi orang tua dalam kelembagaan pemasyarakatan, memberikan informasi mengenai dampak kekerasan, dan pekerja sosial dalam menyediakan layanan treatment. Peran pekerja sosial dalam organisasi lokal dan internasional bagi korban kekerasan anak antara lain yaitu menyelenggarakan penyuluhan terhadap masyarakat, menyediakan trauma healing untuk mendampingi anak korban kekerasan dan membantu korban dalam mengadvokasi hukum peradilan. The phenomenon of child abuse committed by parents is increasing every year. One is that most Indonesians view domestic violence, especially violence perpetrated by parents on children, as an internal matter that is not necessary to interfere with. The purpose of this writing was to know what social workers can do to violent parents. The method used in writing is to use qualitative research methods using literature or literature study approaches, where writers use various reading materials as reference materials for writing. Studies have shown that the underlying factor in child violence is split into two internal and external factors. Some internal factors include knowledge and parental background, while external factors are due to unfavorable circumstances and poor economic conditions. Acts of violence affect victims of chronic trauma, aggressive, depressive, destructive, and low self-confidence. Perpetrators of violence certainly suffer the consequences of being able to experience prison sentences in accordance with the actions committed. The role of social workers in parental intervention in the prevention of violent behavior in children is in accompanying parents in correctional institutions, providing information concerning the effects of violence, and social workers in providing treatment services. The role of social workers in local and international organizations for victims of child violence includes organizing community counseling, providing trauma healing to assist with child abuse and assisting the victim in prosecuting legal matters.
KESIAPAN PEKERJA SOSIAL DALAM MEMBANGUN INDONESIA SEJAHTERA Maulana - Irfan; Soni Akhmad Nulhaqim; Sahadi Humaedi
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.35104

Abstract

 AbstrakKesiapan profesi  pekerjaan sosial dalam menjawab tantangan perubahan jaman menjadi hal mutlak. Penyelesaian masalah sosial yang terjadi saat ini sudah tidak dapat lagi dengan menggunakan pendekatan klasikal. Interkoneksitas masalah sosial yang terjadi dapat disebabkan pengaruh global yang perlu dicermati dalam perspektif yang lebih terintegrasi dan luas. Sebagai upaya memberi kontribusi dalam mewujudkan Indonesia Sejahtera, perlu digali wacana terkait dengan kesiapan para pekerja sosial di Indonesia dalam perkembangan TIK yang menunjang profesinya. Melalui studi pustaka dengan menggunakan sumber dan referensi dari beberapa penelitian terdahulu, serta buku-buku yang relevan dengan kajian artikel, diharapkan mampu menjawab pertanyaan dalam kajian tulisan ini. Dalam artikel ini menghasilkan lesson learned dari  berbagai masalah sosial yang selalu berkejaran dengan cara penyelesaian masalahnya di era perkembangan TIK saat ini tidak hanya cukup melalui pendekatan klasikal. Mengingat perkembangan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) pun sudah bertambah dan sangat mungkin akan terus bertambah, maka kesiapan pekerja sosial dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi menjadi diperlukan sesuai dengan perkembangan teknologi digitalisasi.

Page 10 of 12 | Total Record : 118