cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
+6281320798295
Journal Mail Official
santoso.tri.rahajo@unpad.ac.id
Editorial Address
Departemen Kesejahteraan Sosial Gedung B Departemen Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung Sumedang km 21 Jatinangor, Sumedang Telepon/Fax (022) 7796974, 7796416
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
ISSN : 27751910     EISSN : 27751929     DOI : https://doi.org/10.24198/jppm.v4i1
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (JPPM) adalah publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian baik pustaka maupun lapangan mengenai bidang praktik pekerjaan sosial, keilmuan kesejahteraan sosial, metode pekerjaan sosial, masalah-masalah sosial dan masalah kesejahteraan sosial, pelayanan sosial, manajemen pelayanan sosial, nilai-nilai dan etika pekerjaan sosial, kebijakan kesejahteraan sosial, serta bidang-bidang lainnya yang menyangkut kemaslahatan masyarakat luas.
Articles 118 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI COVID 19 DI KELURAHAN MELONG KECAMATAN CIMAHI SELATAN KOTA CIMAHI Hadiyanto Abdul Rachim; Dudi Dudi
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.34619

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat, dengan tema Pemberdayaan Masyarakat di Masa Pandemi Covid 19 di Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi adalah kegiatan yang terintegrasi dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Integratif Virtual Universitas Padjadjaran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam dua (2) hal, yaitu : 1) kesadaran dan kepedulian menghadapi wabah Covid 19, dan; 2) upaya pemanfaatan lahan terbatas untuk ketahanan pangan warga setempat. Wilayah Kelurahan Melong dengan jumlah penduduk terpadat, lahan produktif terbatas, dan termasuk zona merah Covid 19 di Kota Cimahi menjadi hal yang relevan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan cara dialog interaktif melalui daring dengan sasaran pemangku pemerintahan setempat, unsur pemuda, dan tokoh masyarakat. Hasil kegiatan ini adalah menguatnya kesadaran dan pemahaman warga tentang konsep pemberdayaan masyarakat melalui penerapan protokol kesehatan dan kepedulian masyarakat kepada warga terpapar Covid 19 di lingkungannya, serta keinginan kuat membangun usaha ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan terbatas di masa pandemi Covid 19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merekomendasikan bahwa pemberdayaan masyarakat sekitar di masa pandemi Covid 19 perlu didukung sarana teknologi informasi dalam membangun komunikasi antar pemerintah dan warga masyarakat untuk sinergi program baik yang bersifat top-down berasal dari pemerintah, dan juga bottom-up berasal dari masyarakat.
PENERAPAN TEKNIK PARTICIPATORY RURAL APPRAISAL (PRA) DALAM MENANGANI PERMASALAHAN SAMPAH Mutiara Ayu Lestari; Meilanny Budiarti Santoso; Nandang Mulyana
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v1i1.30953

Abstract

ABSTRAK Saat ini sampah sudah menjadi salah satu permasalahan yang sangat kompleks bukan hanya di Indonesia tapi juga di seluruh belahan dunia. Permasalahan sampah yang terjadi di masyarakat tentunya harus melibatkan partisipasi dari masyarakat dalam upaya penggalian informasi dan penyelesaiannya. Teknik Participatory Rural Appraisal (PRA) menjadi suatu pendekatan dalam proses pemberdayaan masyarakat yang menekankan paritisipasi dan keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatannya.  Desa Cikuya RW 15 yang terletak di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat menjadi lokasi yang dipilih untuk pelaksanaan teknik PRA untuk mengetahui potensi dan permasalahan yang ada di wilayah tersebut hingga dilaksanakan program sosialisasi mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan pengadaan tempat sampah di lingkungan RW 15 Desa Cikuya sebagai salah satu upaya menangani permasalahan sampah di daerah tersebut. Pelaksanaan program ini didasarkan pada hasil kegiatan familiarisasi dan assessment yang dilakukan dengan menggunakan teknik Participatory Rural Appraisal (PRA) bersama masyarakat setempat. ABSTRACT Currently, waste has become a very complex problem not only in Indonesia but also in all parts of the world. Waste problems that occur in the community must certainly involve the participation of the community in efforts to extract information and resolve it. The Participatory Rural Appraisal (PRA) technique is an approach in the community empowerment process that emphasizes community participation and active involvement in its activities. Cikuya Village RW 15, which is located in Bandung Regency, West Java Province, was the location chosen for the implementation of PRA techniques to find out the potential and problems that exist in the area until a socialization program was implemented regarding the importance of disposing of garbage in its place and procurement of trash bins in RW 15 Desa. Cikuya as an effort to deal with the waste problem in the area. The implementation of this program is based on the results of familiarization and assessment activities carried out using the Participatory Rural Appraisal (PRA) technique with the local community.
LAYANAN ONLINE FOOD DELIVERY DALAM MEMBANTU MENINGKATKAN PENJUALAN PADA USAHA MIKRO Handira Nurul Az-zahra; Vadilla Aries Tantya; Nurliana Cipta Apsari
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.33513

Abstract

Layanan online food delivery adalah sebuah sarana yang menghubungkan konsumen dengan usaha kuliner secara daring yang menghubungkan restoran dengan konsumen. Online food delivery service dapat dikatakan sebagai salah satu strategi pemasaran secara digital yang dilakukan pelaku usaha kuliner. Jumlah pelaku usaha yang melakukan pemasaran dengan cara ini menjadikannya sebuah tren baru. Di Indonesia sendiri, terdapat dua aplikasi yang paling popular untuk layanan online food delivery yaitu Gojek dengan Go Food dan Grab dengan Grab Food. Tren aplikasi layanan online food delivery dapat membantu UMKM dalam memasarkan serta mempromosikan produknya. Selain itu, aplikasi online food delivery seperti Grab dan Gojek juga berperan dalam mengarahkan produk UMKM langsung pada konsumen. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana layanan online food delivery dapat mempengaruhi peningkatan penjualan bagi UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan online food delivery dapat membantu meningkatkan penjualan UMKM karena pelaku bisnis kuliner tidak perlu menyediakan biaya besar dalam pengadaan layanan pesan atar sendiri. Bahkan dengan adanya aplikasi sejenis ini, UMKM tidak perlu memiliki toko dalam bentuk fisik sebagai tempat bisnis usaha, pelaku bisnis dapat memasarkan menu melalui aplikasi ini dan menghadirkan makanan di tempat konsumen.
ANALISIS DAMPAK INOVASI “LAKONE SMART COFFEE ROASTER” TERHADAP PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KOPI KANG! Tia Fitriani; Wahyu Eko Widodo; Erick Abriandi; Dike Farizan Fadhlillah; Sahadi Humaedi; Santoso Tri Raharjo
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.50094

Abstract

Kopi sebagai salah satu komoditi hasil perkebunan mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Kopi juga salah satu komoditas ekspor Indonesia yang cukup penting sebagai penghasil devisa negara selain minyak dan gas. Selain peluang ekspor yang semakin terbuka, pasar kopi di dalam negeri juga masih cukup besar. Melihat potensi kopi yang baik di Desa Cipaganti, Kabupaten Garut, sekaligus dalam upaya untuk menjaga habibat kukang Jawa dan melestarikan hutan Gunung Papandayan, PT Pertamina Fuel Terminal Bandung Grup bekerjasama dengan kelompok tani buana lestari mengembangkan program pemberdayaan masyarakat Kopi Kang!. Tanggung jawab perusahaan (CSR) dapat diwujudkan dengan merespon isu lingkungan, sehingga dapat memberi manfaat yang lebih luas pada sosial dan ekonomi. Sebagai perusahaan yang telah meraih PROPER Emas sebanyak empat kali, PT Pertamina Fuel Terminal Bandung Group harus menerapkan inovasi-inovasi baru dalam program pemberdayaan masyarakatnya. Maka pada tahun 2023 diterapkan inovasi LAKONE Smart Coffee Roaster di program Kopi Kang! yang memanfaatkan teknologi digital dan internet of things (IoT) dalam prosesnya. Dampak dari inovasi ini kemudian diukur menggunakan metode sustainability compass dan dihasilkan manfaat ekonomi berupa penghematan pembayaran listrik sebesar Rp 101.129,- per bulan, manfaat lingkungan berupa penurunan emisi berupa CH4 sebesar 0,0163 ton CO2 eq/tahun dan CO2 sebesar 0,0071 ton CO2 eq/tahun, manfaat sosial berupa 423 orang penerima manfaat baik langsung maupun tidak langsung serta manfaat kesejahteraan dimana tidak ada difable yang mengalami kecelakaan kerja akibat proses penyangraian kopi. Coffee as one of the commodity plantation products has an important role in economic activities in Indonesia. Coffee is also one of Indonesia's export commodities which is quite important as a foreign exchange earner besides oil and gas. In addition to the increasingly open export opportunities, the domestic coffee market is still quite large. Seeing the potential for good coffee in Cipaganti Village, Garut Regency, as well as in an effort to protect the habitat of the Javan slow loris and preserve the Papandayan Mountain forest, PT Pertamina Fuel Terminal Bandung Group in collaboration with the Buana Lestari farmer group developed the Kopi Kang! community empowerment program. Corporate responsibility (CSR) can be realized by responding to environmental issues, so as to provide wider social and economic benefits As a company that has won Gold PROPER four times, Pertamina Fuel Terminal Bandung Group must implement new innovations in its community empowerment program. So in 2023 the LAKONE Smart Coffee Roaster innovation is implemented in the Kopi Kang! program that utilize digital technology and the internet of things (IoT) in the process. The impact of this innovation was then measured using the sustainability compass method and produced economic benefits in the form of savings in electricity payment of IDR 101,129 per month, environmental benefits in the form of reduced emissions in the form of CH4 of 0.0163 tons of CO2 eq/year and CO2 of 0.0071 tons of CO2 eq/year, social benefits in the form of 423 direct and indirect beneficiaries as well as well-being benefits where there are no difable people who experience work accidents as a result of the coffee roasting process.
TANTANGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DALAM MENJALANI PENDIDIKAN INKLUSI DI TINGKAT SEKOLAH DASAR Diva Salma Hanifah; Annasjla Byandra Haer; Saraswati Widuri; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.37833

Abstract

Peserta didik dengan kebutuhan khusus yang menempuh pendidikan di sekolah dasar umum seringkali menghadapi kesulitan dalam menempuh proses pembelajaran. Banyak hal yang menjadi kendala dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pelaksanaan pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar. Metode penelitian atau pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan atau library research. Teknik pengumpulan data dan informasi melalui kajian literatur. Hasil dari kajian tersebut menyebutkan bahwa sekolah dasar formal sudah menyediakan pendidikan inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Akan tetapi, apabila dilihat dari tingkat kesiapannya masih belum maksimal karena masih kurangnya tenaga pendidik yang memadai terkait latar belakang pendidikannya sehingga dalam melakukan bimbingan kepada anak berkebutuhan khusus masih menemukan banyak tantangan dan hambatan. Berdasarkan analisis pada beberapa jurnal penelitian terkait pun dapat dikatakan bahwa ternyata guru pendamping khusus ABK  dengan latar belakang  S1  Program  studi  Pendidikan  Luar Biasa masih tergolong sedikit. Pada akhirnya, sebagian besar sekolah yang menjalankan pendidikan inklusi menerapkan kewajiban pelatihan pendampingan bagi  siswa  Anak  Berkebutuhan Khusus (ABK) tersebut.
PERKEMBANGAN SOSIAL PADA ANAK BILINGUAL Syeira Rifdah Adniy; Diaz Aristawidya Nugroho; Nurliana Cipta Apsari
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 3 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i3.49285

Abstract

Abstrak Sehubungan dengan terjadinya globalisasi, kemampuan dwibahasa atau bilingual menjadi sesuatu yang umum terjadi. Masa anak-anak merupakan masa di mana dapat terjadi perkembangan secara pesat, yang berkaitan juga dengan perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan dwibahasa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana perkembangan sosial yang terjadi pada anak bilingual serta bagaimana faktor yang mempengaruhi dan bagaimana pemaksimalan potensi bilingual dapat dilakukan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi literatur atau studi pustaka dari berbagai sumber dan temuan di internet. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa usia dini merupakan masa emas bagi perkembangan bilingual bagi anak dan terdapat berbagai metode yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan potensi tersebut.   AbstractDue to globalization, bilingual skills are common. Childhood is a period when rapid development can occur, which is also related to the development of social skills and bilingual abilities. This study aims to see how social development occurs in bilingual children and how the factors influence it and how bilingual potential can be maximized. The research was conducted using the method of literature study or literature study from various sources and findings on the internet. The results of this study indicate that early childhood is a golden period for bilingual development for children and there are various methods that can be used to maximize this potential.    
COPING MECHANISM MAHASISWA TINGKAT AKHIR DALAM MENYELSAIKAN SKRIPSI PADA MASA PANDEMI : STUDI KASUS DI PAGUYUBAN KELUARGA MAHASISWA BANDUNG UNIVERSITAS PADJADJARAN Asyifa Nurul Fitriani; Muhammad Fedryansyah; Lenny Meilany
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.35437

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa tingkat akhir yang tergabung dalam Paguyuban Keluarga Mahasiswa Bandung Universitas Padjadjaran (Gamaban Unpad). Peneliti melakukan penelitian tentang bagaimana informan melakukan coping mechanism ketika menghadapi stresornya, khususnya dalam menyelesaikan skripsi di masa pandemi COVID-19. Perubahan dan adaptasi kebiasaan baru yang terjadi di masa pandemi menyebabkan mahasiswa kesulitan untuk melakukan penyesuaian, termasuk dalam penelitian skripsi mereka. Oleh karena itu, perlu adanya coping mechanism untuk mengatasi stresor tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan aspek coping mechanism yang digunakan oleh mahasiswa tingkat akhir yang diwawancarai dan bagaimana peran Gamaban Unpad dalam coping mechanism mahasiswa sebagai sumber dukungan sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode yang paling umum dalam coping mechanism yang digunakan oleh mahasiswa tingkat akhir anggota Gamaban Unpad adalah mencari dukungan sosial dan menerima tanggung jawab. Kesimpulannya, untuk mengatasi stresornya, mahasiswa membutuhkan dukungan sosial dari lingkungannya melalui kegiatan pertemanan, keluarga, dan organisasi serta menerima tanggung jawab akademiknya dengan tetap mengerjakan skripsi penelitiannya sehingga dapat menjalankan keberfungsian sosialnya dengan baik.
PENGUATAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI COVID 19: KESEHATAN MENTAL PELAJAR Santoso Tri Raharjo
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i1.33438

Abstract

AbstrakPenguatan masyarakat yang menjalan proses adaptasi di tengah situasi dan dampak Pandemi Covid 19 menjadi hal penting saat ini. Banyak masyarakat yang terdampak dengan situasi pandemi saat, ada yang berhasil dan ada yang memerlukan pertolongan dan penguatan. Keperdulian di antara sesama anggota masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi bencana non alam ini. Tidak terkecuali dengan pihak perguruan tinggi, dalam hal ini civitas akademika Universitas Padjadjaran, dengan berbagai sumber daya yang dimiliki dapat mengambil peran penting memperkuat kemampuan masyarakat agara dapat menjalani kehidupan di tengah pandemi cobid 19 ini. Berbagai program dan kegiatan keperdulian pengabdian masyarakat dapat diintegrasikan dengan pembelajaran dan riset. Salah satunya melalui kuliah kerja nyata mahasiswa (KKNM), walaupun dilaksanakan secara virtual. Pemberian informasi dan pengetahuan mengenai pola hidup sehat dan bersih (PHBS) atau penerapan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penyebaran Covid-19, merupakan salah satu bentuk dari upaya memperkuat kelompok-kelompok masyarakat. Demikan pula dengan cara-cara menghadapi situasi pemberitaan tentang pandemi secara jernih, serta memilah pemberitaan yang valid agar tidak mengganggu kestabilan mental. Hal ini juga merupakan aspek perlu diperkuat, apalagi di era dijital yang makin masif dan kemajuan teknologi informasi dan penggunaan media sosial massal. AbstractStrengthening people who undergo the adaptation process amidst the situation and the impact of the Covid 19 Pandemic is currently important. Many people were affected by the current pandemic situation, both in the economic, education and health sectors, some were successful and some needed help and strengthening. Concern among fellow community members is needed in dealing with this non-natural disaster. The higher education institutions are no exception, in this case the Padjadjaran University academic community, with its various resources, can play an important role in strengthening the ability of the community so that they can live life in the midst of this Cobid 19 pandemic. Various community service programs and activities can be integrated with learning and research. One of them is through student real work lectures (KKNM), although it is implemented virtually. Providing information and knowledge about healthy and clean lifestyles (PHBS) or the application of health protocols (prokes) to prevent the spread of Covid-19, is one form of efforts to strengthen community groups. Likewise, by dealing with the news situation about the pandemic clearly, and sorting out valid news so as not to disturb mental stability. This is also an aspect that needs to be strengthened, especially in the increasingly massive digital era and advances in information technology and the use of mass social media.
PERAN ORANG TUA DALAM MENCEGAH SIBLING RIVALRY PADA ANAK USIA TODDLER Leny Indriyanti; R Nunung Nurwati; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i1.39661

Abstract

Usia toddler merupakan salah satu tahap usia yang terjadi pada rentang usia 1 hingga 3 tahun. Pada masa ini, anak akan lebih mudah untuk belajar dan memahami hal-hal baru. Beberapa anak tumbuh bersama dengan saudara kandungnya. Keberadaan saudara kandung ini seringkali memunculkan perasaan cemburu, marah, dan takut dalam diri anak yang mana perasaan tersebut akan menimbulkan terjadinya sibling rivalry. Dampak negatif dari sibling rivalry ini antara lain terjadinya tantrum pada anak, memunculkan sikap regresi, self efficacy yang rendah, tidak mau berbagi dengan saudaranya, dan sikap agresi baik fisik maupun verbal.   Orang tua memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya sibling rivalry. Erik Erikson dalam teori menjelaskan bahwa anak usia toddler sedang memasuki fase otonomi vs rasa malu. Dimana anak mulai belajar untuk mandiri dan memiliki kontrol diri terhadap hidupnya sendiri. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan bagaimana peran yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk bisa mencegah terjadinya sibling rivalry pada anak usia toddler berdasarkan perspektif teori perkembangan dari Erik Erikson. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu studi pustaka dengan mengumpulkan beberapa sumber dari artikel jurnal penelitian yang sesuai dengan topik yang dibahas. Hasilnya yaitu orang tua harus memberikan pemahaman pada anak bahwa dia tidak akan kehilangan perhatian dan kasih sayang karena kehadiran saudara kandung, dan tetap memberikan perhatian penuh pada anak usia toddler agar tahap ini bisa berhasil dilalui oleh anak, meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pola asuh, karakteristik anak dalam tiap tahap tumbuh kembangnya, pengetahuan mengenai sibling rivalry, penyebab serta cara mencegah dan mengatasi sibling rivalry, dan mengajari anak cara menyalurkan emosi dengan baik. Toddler age is one of the age stages that occurs in the age range of 1 to 3 years. At this time, children will find it easier to learn and understand new things. Some children grow up with their siblings. The existence of these siblings often creates feelings of jealousy, anger, and fear in children, which feelings will lead to sibling rivalry. The negative impacts of sibling rivalry include the occurrence of tantrums in children, giving rise to a regression attitude, low self-efficacy, not wanting to share with siblings, and aggressive behavior both physically and verbally. Parents have an important role in preventing sibling rivalry, Erik Erikson in his theory explains that toddler-age children are entering a phase of autonomy vs shame. Where children begin to learn to be independent and have self-control over their own lives. The purpose of writing this article is to explain how the role that parents can play in preventing sibling rivalry in toddler age children is based on the perspective of Erik Erikson's theory of development. The method used in writing this article is a literature study by collecting several sources from research journal articles that are in accordance with the topics discussed. The result is that parents must provide understanding to the child that they will not lose attention and affection because of the presence of siblings, and continue to give full attention to toddler age children so that this stage can be successfully passed by the child, increasing parental knowledge about parenting patterns, characteristics children in each stage of growth and development, knowledge about sibling rivalry, the causes and ways to prevent and overcome sibling rivalry, and teach children how to channel emotions properly. 
POTENSI DAN KEKUATAN MODAL SOSIAL DALAM KELOMPOK MADANI BINAAN CSR PT PERTAMINA EP TANJUNG FIELD Shanti Radianti; Ana Nur Latifah; Christina Dewi Sarasati; Sahadi Humaedi
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.34879

Abstract

PT Pertamina EP Tanjung Field mengembangkan program CSR berbasis pemberdayaam melalui Program Cetak Saring dan Jahit (CETAR) di Kabupaten Tabalong yang terdiri dari kelompok Sablon South Borneo dan Kelompok Jahit Madani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan potensi modal sosial yang ada di dalam kelompok Madani di Desa Masukau, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa studi pustaka, observasi, wawancara mendalam (in-depth interview), dan dokumentasi obyek penelitian. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep modal sosial dari Putnam (2000), mengelompokan modal sosial terdiri dari social capital bonding, social capital bridging, dan social capital linking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk modal sosial di Kelompok Madani berupa social capital bonding, yaitu berupa kerja sama dan gotong royong dalam pelaksanaan program CETAR. Kerja sama dan gotong royong tersebut membentuk ikatan internal di antara anggota kelompok menjadikan program dapat berjalan secara maksimal. Bridging social capital, terwujud dalam bentuk kelompok Jahit Madani yang sekaligus menjadi kelompok arisan. Linking social capital, terwujud dalam bentuk kerja sama pelaksanaan program CETAR (Jahit) dengan beberapa pihak yaitu perusahaan, pemerintah Desa Masukau, dan kelompok tani Desa Masukau. Modal sosial berperan penting dalam eksistensi kelompok Madani.Kata Kunci: Pemberdayaan, Modal Sosial, Kelompok

Page 9 of 12 | Total Record : 118