cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
+6281320798295
Journal Mail Official
santoso.tri.rahajo@unpad.ac.id
Editorial Address
Departemen Kesejahteraan Sosial Gedung B Departemen Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung Sumedang km 21 Jatinangor, Sumedang Telepon/Fax (022) 7796974, 7796416
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
ISSN : 27751910     EISSN : 27751929     DOI : https://doi.org/10.24198/jppm.v4i1
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (JPPM) adalah publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian baik pustaka maupun lapangan mengenai bidang praktik pekerjaan sosial, keilmuan kesejahteraan sosial, metode pekerjaan sosial, masalah-masalah sosial dan masalah kesejahteraan sosial, pelayanan sosial, manajemen pelayanan sosial, nilai-nilai dan etika pekerjaan sosial, kebijakan kesejahteraan sosial, serta bidang-bidang lainnya yang menyangkut kemaslahatan masyarakat luas.
Articles 118 Documents
PENGARUH SELF-ESTEEM TERHADAP KETERBUKAAN DIRI ODHA BERORIENTASI SEKSUAL GAY KEPADA PASANGANNYA Kania Ramadhani; Nasya Putri A; Qonita Amalia; Nurliana Cipta Apsari
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i1.49288

Abstract

ABSTRAKTransmisi HIV pada ODHA berorientasi seksual gay secara global semakin meningkat dan paling tinggi dibandingkan dengan populasi lainnya, terutama di Indonesia yang sudah sangat mengkhawatirkan. Tidak dapat dibantah bahwa tindakan seksual pada kelompok beresiko tinggi di komunitas homoseksual akan berkontribusi penting pada penularan HIV & AIDS. Keterbukaan diri ODHA berorientasi seksual gay kepada pasangannya memiliki peranan penting dalam memutus rantai transmisi HIV diantara ODHA LSL. Tujuan studi ini untuk memberikan gambaran dan mengidentifikasi pentingnya keterbukaan diri ODHA terhadap pasangannya serta faktor yang mempengaruhinya serta mengidentifikasi bagaimana self-esteem ODHA mempengaruhi keterbukaan diri ODHA kepada pasangannya. Teknik pengumpulan data pada metode penulisan artikel ini dilakukan melalui studi pustaka berupa tinjauan artikel melalui jurnal dan artikel yang membahas terkait gambaran kasus penularan HIV dan AIDS yang terjadi pada homoseksual, faktor yang mempengaruhi keterbukaan ODHA LSL dan bagaimana self-esteem ODHA LSL dapat memengaruhi keterbukaan status dirinya kepada orang pasangan dan sekitarnya. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa keterbukaan status ODHA seseorang kepada orang lain atas privasinya dipengaruhi oleh banyak faktor, terlebih ketika hal tersebut dapat mempengaruhi hubungan antara dirinya dengan yang lain. Keterbukaan status diri ODHA kepada pasangannya sangatlah penting dan krusial baik bagi kesehatan pasangannya serta hubungan yang mereka jalani. Walaupun sulit untuk dilakukan, terbuka kepada pasangan atas kondisi kesehatan seksual haruslah dilakukan, terutama bagi orang-orang dengan orientasi seksual gay. Penting juga untuk diingat bahwa mengetahui status kesehatan seksual pasangan adalah hak seseorang yang harus dipenuhi. ABSTRACTHIV transmission in gay sexually oriented HIV globally is terrace and extreme between with other populations, specifically in Indonesia is already very concerned. It is undeniable that sexual behavior in the high-risk group of the homosexual community contributes to significant transmission of HIV and AIDS. Openness of HIV status is an key role in cut of the link of HIV transmission between HIV. The purport of this research is to present the view and identify the importance of openness of HIV to their partner and the factors that affect it and identify how self-esteem affects self-disclosure to their partner. Data collection techniques in this method of writing this article via a literature study within of review of articles through journals and articles that discuss the picture of cases of HIV and AIDS transmission that occur in homosexuals, factors that affect the openness of ODHA LSL and how self-esteem of ODHA LSL can affect the openness of its status to couples and their surroundings. The results of the literature review showed that the openness of a person's HIV status to others over his privacy is influenced by many factors, especially when it can affect the relationship between himself and others. The openness of ODHA's self-status to his partner is very important and crucial both for the health of his partner and the relationship they live. Although difficult to do, being open to couples over sexual health conditions should be done, especially for people with gay sexual orientation. It is also important to remember that knowing a partner's sexual health status is a person's right that must be fulfilled.
KASUS NARKOBA DI INDONESIA DAN UPAYA PENCEGAHANNYA DI KALANGAN REMAJA Gilza Azzahra Lukman; Anisa Putri Alifah; Almira Divarianti; Sahadi Humaedi
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.36796

Abstract

Kasus penyalahgunaan Narkoba di negara semakin hari semakin mengkhawatirkan, hal ini terbukti dengan peningkatan jumlah pengguna narkoba di kalangan remaja secara signifikan. Anak pada usia remaja merupakan fase usia yang rentan untuk terjerumus dalam penggunaan narkoba yang dianggap sebagai sesuatu yang baru dan menantang. Remaja juga menjadi mudah tergoda ketika dalam keadaan frustasi atau depresi sehingga mudah jatuh pada masalah penyalahgunaan narkoba. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan fenomena penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dan upaya penanggulangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan merupakan studi deskriptif. Dengan menggunakan metode kualitatif, diharapkan penelitian dapat memberikan gambaran secara mendalam mengenai kasus dan penanganan narkoba di Indonesia. Proses penelitian meliputi berbagai tahap yaitu mengumpulkan data-data non-numerik yang kemudian dianalisis berdasarkan landasan konseptual, sehingga pada akhirnya dapat ditarik kesimpulan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Indonesia saat ini narkoba telah menyebar ke berbagai lapisan masyarakat khususnya kalangan remaja. Indonesia sudah dalam situasi darurat narkoba, dan tentunya hal ini harus menjadi perhatian seluruh pihak dan elemen masyarakat. Kasus penyalahgunaan Narkoba pada kalangan remaja saat ini menunjukan peningkatan, hal ini disebabkan karena remaja cenderung ingin menyerap nilai-nilai baru, selalu ingin tahu dan selalu ingin mencoba hal baru, termasuk terhadap sesuatu hal yang mengandung bahaya atau resiko (risk taking behavior) yakni mencoba konsumsi Narkoba. Sementara itu upaya penanganan yang perlu dilakukan terhadap permasalahan penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja, yakni berbagai upaya preventif atau pencegahan, edukasi serta kampanye anti narkoba, dan upaya penindakan, yang perlu dilakukan secara massive mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP ANGKA PERCERAIAN Salsabila Rizky Ramadhani; Nunung Nurwati
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i1.33441

Abstract

ABSTRAKPandemi COVID-19 atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan sebuah permasalahan global yang tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, namun berdampak pula pada sektor perekonomian dan berdampak pada permasalahan kependudukan, salah satunya peningkatan kasus perceraian akibat dari pandemi covid-19. Selama pandemi covid 19, Indonesia mengalami peningkatan kasus perceraian sebesar 5 persen. Tulisan ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk menganalisis perceraian yang terjadi di masa pandemi COVID-19 dan menghubungkannya dengan teori fungsional struktural. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan studi literatur. Secara umum, faktor penyebab perceraian di masa pandemi ini karena terjadi konflik dan perselisihan dalam rumah tangga yang disebabkan oleh pertengkaran/perselisihan dan permasalahan ekonomi karena banyak pekerja yang di PHK secara mendadak, sehingga keuangan keluarga menjadi tidak stabil. Mayoritas istri mengungkapkan bahwa alasan utama yang melatar belakangi terjadinya perceraian yaitu faktor ekonomi dikarenakan Suami tidak mampu untuk memenuhi seluruh kebutuhan dasar keluarga dikarenakan jumlah pendapatan yang kurang muncukupi. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan interaksi dan komunikasi yang baik di tengah persoalan atau konflik yang menimpa pasangan suami istri untuk mencegah terjadinya perceraian serta suami istri harus dalam satu frekuensi saat menyelesaikan masalah supaya tercipta keharmonisan dalam keluarga  ABSTRACTThe COVID-19 pandemic or severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) is a global problem that not only affects the health sector, but also affects the economic sector and has an impact on demographic problems, one of which is an increase in divorce cases as a result of the pandemic. covid-19. During the Covid 19 pandemic, Indonesia experienced an increase in divorce cases by 5 percent. This paper is a literature review that aims to analyze divorce that occurred during the COVID-19 pandemic and relate it to structural functional theory. Writing this article using a literature study approach. In general, the causes of divorce during this pandemic are due to conflicts and disputes in the household which are caused by quarrels / disputes and economic problems because many workers are dismissed suddenly, so that family finances are unstable. The majority of wives reveal that the main reason behind the occurrence of divorce is economic factors because the husband is unable to meet all the basic needs of the family due to the insufficient amount of income. Therefore, good interaction and communication is needed in the midst of problems or conflicts that befall a married couple to prevent divorce and husband and wife must be in one frequency when solving problems in order to create harmony in the family 
PEMBERDAYAAN DISABILITAS DI MASA PANDEMI COVID-19 (DISABILITY EMPOWERMENT DURING THE COVID-19 PANDEMIC) Salsabila Aurelia Pratiwi; Nurliana Cipta Apsari
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i2.40499

Abstract

The COVID-19 pandemic which is endemic in various countries in the world including Indonesia has had an impact on various aspects of people's lives. The disabled community is one of the most affected by the COVID-19 pandemic, especially in the economic aspect because income has decreased so that they have difficulty in meeting their needs. One of the ways that can help persons with disabilities during the COVID-19 pandemic is through empowerment which can help increase their capacity to obtain their rights. This article describes the empowerment of persons with disabilities during the COVID-19 pandemic, especially in Indonesia. The method in this writing uses literature study obtained from various sources which is carried out by searching online for literature that is appropriate to the topic of writing and noting sources that are appropriate to the topic. The results of the study found that empowerment in the midst of the COVID-19 pandemic was generally carried out through entrepreneurial activities. Entrepreneurial activities are carried out by providing training to improve their skills in producing goods, marketing products and managing finances so that they continue to carry out productive activities to be able to generate income to meet their needs during the COVID-19 pandemic. Pandemi COVID-19 yang mewabah di berbagai negara di dunia termasuk Indonesia berakibat pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. Masyarakat disabilitas adalah salah satu yang terdampak cukup besar dari adanya pandemi COVID-19 terutama pada aspek ekonomi dikarenakan pendapatan mengalami penurunan sehingga mereka kesulitan memenuhi kebutuhannya. Salah satu cara yang dapat membantu penyandang disabilitas di masa pandemi COVID-19 yaitu melalui pemberdayaan yang dapat membantu meningkatkan kapasitas mereka untuk memperoleh hak-haknya. Artikel ini mendeskripsikan pemberdayaan penyandang disabilitas di masa pandemi COVID-19 khususnya di Indonesia. Metode dalam penulisan ini menggunakan studi pustaka atau studi literatur yang diperoleh dari berbagai sumber yang dilakukan dengan cara mencari pustaka yang sesuai dengan topik penulisan secara online dan mencatat sumber yang sesuai dengan topik artikel. Berdasarkan hasil kajian, ditemukan bahwa pemberdayaan di tengah pandemi COVID-19 umumnya dilakukan dengan kegiatan kewirausahaan. Kegiatan kewirausahaan dilakukan dengan memberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam memproduksi barang, pemasaran produk dan mengelola keuangan sehingga mereka tetap melakukan kegiatan yang produktif untuk dapat menghasilkan pendapatan guna memenuhi kebutuhan hidupnya dimasa pandemi COVID-19. 
Implementasi Corporate Social Responsibility PT Pertamina (Persero) DPPU Ngurah Rai Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Eco Edu Tourism Uma Lestari Desa Adat Peguyangan Muhammad Hartato; Yusnur Rainday Ahmad; Muhson Arifin; Dhita Hardiyanti Utami; Ahsani Paramitasari; Sahadi Humaedi
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.35030

Abstract

ABSTRAKPulau Bali merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal di Indonesia bahkan di mancanegara dan dikenal sebagai the last paradise in the world. Namun banyaknya kunjungan wisatawan juga memiliki dampak buruk, seperti terjadinya penyempitan lahan hijau, peningkatan polusi, dan ancaman kepunahan binatang endemik. Tulisan ini ditulis dengan berdasarkan pada penelitian deskriptif yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pengambilan data menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Fokus tulisan ini adalah terkait implementasi program CSR PT Pertamina (Persero) DPPU Ngurah Rai yang bernama “Eco-Edu Tourism Uma Lestari” sebagai upaya pencegahan dan penanganan dampak negatif dari keberadaan pariwisata di Bali. Program ini dilaksanakan di kawasan persawasan yang semakin sempit di Desa Peguyangan yang berada di Kota Denpasar. Terdapat 3 sub program yang dilaksanakan dalam program ini, yaitu eduwisata agrikultur, konservasi jalak bali, dan integrated farming system. Eduwisata agrikultur disusun dalam rangka membantu menyelesaikan permasalahan penyempitan lahan hijau di Kota Denpasar, Konservasi jalak bali disusun untuk menjaga dan melindungi jalak bali yang terancam punah, dan Integrated farming system dilakukan sebagai upaya untuk mengembangkan potensi dari kelompok sasaran yang merupakan petani dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan. Ketiga sub program tersebut disusun saling mendukung satu sama lain untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA PADA PRESTASI ANAK REMAJA Febriyani Jenz; Nurliana Cipta Apsari
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i1.33430

Abstract

ABSTRAKBanyak kasus perceraian terjadi belakangan ini. Perceraian tidak hanya berdampak pada orang tua yang bercerai saja, melainkan juga berdampak pada anak remaja. Sedangkan, anak masih menjadi tanggung jawab orang tua yang butuh diberi perhatian lebih. Dampak dari perceraian inilah yang juga menyebabkan menurunnya prestasi pada anak. Untuk itu, orang tua harus lebih jeli dalam memperhatikan kebutuhan anak, sehingga dampak perceraian pada anak dapat diminimalisir. Dalam penelitian ini, peneliti menerapkan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang menjelaskan tentang pengaruh perceraian orang tua terhadap prestasi belajar pada anak remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perceraian terhadap prestasi belajar pada remaja  ABSTRACT Many divorce cases have occurred lately. Divorce not only affects the parents who are divorcing, but also affects adolescents. Meanwhile, children are still the responsibility of parents who need more attention. The impact of divorce is what also causes decreased achievement in children. For this reason, parents must be more observant in paying attention to children's needs, so that the impact of divorce on children can be minimized. In this study, researchers applied qualitative research with descriptive methods which explained the effect of parental divorce on learning achievement in adolescents. The purpose of this study was to determine the effect of divorce on learning achievement in adolescents 
REMAJA SEBAGAI PELAKU CYBERBULLYING DALAM MEDIA SOSIAL Shafa Yuandina Sekarayu; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i1.39558

Abstract

Masa peralihan menuju dewasa menimbulkan berbagai tantangan bagi remaja untuk bisa mengembangkan kemampuan sosial dan emosionalnya. Penggunaan media sosial yang tidak seimbang dengan pengawasan, perhatian, dan rasa tanggung jawab dapat menimbulkan perilaku cyberbullying. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji mengenai remaja sebagai pelaku cyberbullying dalam media sosial. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur terhadap bahan bacaan, seperti jurnal, buku, dan penemuan hasil penelitian yang berkaitan dengan cyberbullying dan kondisi psikososial remaja. Hasil yang diperoleh adalah kondisi psikososial remaja yang sedang membutuhkan pengakuan terhadap diri dan lingkungannya menyebabkan penggunaan media sosial secara tidak bertanggung jawab dan dapat menimbulkan perilaku cyberbullying. The transitional period to adulthood poses various challenges for adolescents to develop their social and emotional abilities. The use of social media that is not balanced with supervision, attention, and a sense of responsibility can lead to cyberbullying. This article aims to examine teenagers as perpetrators of cyberbullying in social media. The method used in this article is a literature study of reading materials, such as journals, books, and research findings related to cyberbullying and adolescent psychosocial conditions. The results obtained are that the psychosocial condition of adolescents who are need of recognition of themselves and their environment causes the use of social media to be irresponsible which can cause adolescents to engage in cyberbullying behavior.
PENANGANAN GANGGUAN KEPRIBADIAN “SI PENCARI PERHATIAN” (HISTRIONIK) Gisela Kessik Kessik; Budi Muhammad Taftazani
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.34585

Abstract

Gangguan kerpibadian histrionik atau histrionic personality disorder (HPD), dicirikan dengan pola ekspresi emosional yang berlebihan, terkesan impulsifdan berusaha untuk mencari perhatian. Salah satu upaya penanganan yang dapat diberikan kepada para penyandang gangguan ini adalah dengan Cognitive Behavioral Therapy(CBT) dan Terapi ekperimental Keluarga. Artikel ini menggunakan studi literatur untuk mendeskripsikan masalah dan upaya penanganan HPD. Faktor perlakuan atau pengasuhan keluarga menjadi faktor yang menonjol dari penyebab munculnya gangguan ini. Adanyadistosi kognitif pada penyandang memperkuat gejala dan perilaku yang ditampilkan.  Cognitive behavioral therapy dan terapi eksperimental keluarga dapat menjadimetode yang penting untuk penanganan gangguan ini.
PERAN PEKERJA SOSIAL SEBAGAI KONSELOR TERHADAP ATLET PENYANDANG DISABILITAS DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI UNTUK MERAIH PRESTASI Ridwan Mawala Kurnia; Nurliana Cipta Apsari
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v1i1.30952

Abstract

ABSTRAK            Seorang penyandang disabilitas merupakan seseorang yang mempunyai kekurangan dan keterbatasan dalam melakukan aktivitas atau suatu kegiatan. Namun keterbatasan tersebut tidak membuat mereka putus asa dan tidak berkembang, banyak orang penyandang disabilitas memutuskan untuk menjadi atlet agar mereka bisa menyalurkan potensi dan minatnya dibidang olahraga. Dengan menjadi atlet mereka bisa menunjukan kepada seluruh masyarakat bahwa mereka bisa berprestasi memngharumkan nama bangsa di kancah Internasional sehingga potensi mereka dapat diperhitungkan. Namun dibalik itu semua terkadang para penyandang disabilitsa kerap kali mengalami diskriminasi dan keraguan dari masyarakat sehingga menyebabkan mengalami kecemasan, strees, tidak percaya diri, atau hal lainnya ketika akan memulai atau mempersiapkan diri dalam suatu kompetisi atau perlombaan. Oleh karena itu dibutuhkan konselor untuk melakukan pendampingan kepada mereka, pekerja sosial merupakan sebuah profesi pertolongan yang bertugas membantu menyelesaikan masalah klien dengan intervensi-intervensi dan strategi-strategi tertentu. Pekerja sosial dapat berperan sebagai konselor bagi penyandang disabiitas dengan memberikan motivasi-motivasi dan penguatan-penguatan yang bersumber pada diri mereka agar dapat mengembalikan kepercayaan dirinya, keyakinan, dan menumbuhkan rasa optimis bahwa mereka bisa meraih prestasi setinggi-tingginya. Dalam hal ini pekerja sosial melakukan intervensi dengan prespektif berbasis kekuatan (strengths based perspective). ABSTRACTA person with a disability is someone who has weaknesses and limitations in carrying out an activity or an activity. However, these limitations do not make them discouraged and do not develop, many people with disabilities decide to become athletes so they can channel their potential and interest in sports. By becoming athletes they can show the whole community that they can achieve the name of the nation in the international arena so that their potential can be calculated. But behind it all sometimes people with disabilities often experience discrimination and doubt from the community, causing anxiety, stress, lack of confidence, or other things when going to start or prepare for a competition or race. Therefore, counselors are required to provide assistance to them, social workers are a profession of assistance whose job is to help resolve client problems with specific interventions and strategies. Social workers can play a role as counselors for persons with disabilities by providing motivations and reinforcement based on themselves in order to restore their confidence, confidence, and foster a sense of optimism that they can achieve the highest achievements. In this case social workers intervene with a strength-based perspective (strengths-based perspective).
VICARIOUS TRAUMA PEKERJA SOSIAL DALAM ORGANISASI PELAYANAN SOSIAL Rinaldo, Rinaldo; Irfan, Maulana
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 3 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.49707

Abstract

Profesi pekerja sosial adalah salah satu tenaga profesi yang dapat dengan mudah mengalami kondisi Vicarious Trauma, karena seorang pekerja sosial sering berhadapan secara langsung dengan para korban yang mempunyai kejadian traumatis. Intensitas dan durasi waktu pertemuan pada klien traumatis dapat meningkatkan potensi terjadinya Vicarious Trauma kepada pekerja sosial. Penyebab terjadinya Vicarious Trauma yaitu karena hasil dari terjadinya empati yang mendalam kepada para klien traumatis. Vicarious Trauma dapat memberikan dampak yang sangat besar untuk profesi pekerja sosial yang mengalaminya, seperti kurangnya dalam kemampuan profesional untuk memberikan pelayanan kepada kliennya. Penelitian kualitatif dilakukan bertujuan untuk dapat melihat gambaran Vicarious Trauma dan perubahan yang terjadi pada seorang pekerja sosial yang merasakan kondisi tersebut. Tulisan penelitian kualitatif dibuat menggunakan metode studi literatur dan di analisis menggunakan deskriptif analitis. Hasil dari penelitian ini akan menggambarkan bagaimana Vicarious Trauma pekerja sosial dapat memberikan pengaruh kebeberapa aspek dalam kehidupan sehari-harinya bagi yang mengalaminya. Seperti pada aspek kognitif yang mudah berprasangka. Aspek emosional seperti kesedihan, ketakutan, dan kekecewaan. Aspek fisik seperti kesulitan untuk tidur, flashback, dan mudah lupa. Aspek perilaku menghilangkan perilaku memukul yang sudah ada sebelumnya.

Page 6 of 12 | Total Record : 118