cover
Contact Name
Syahrir Abdussamad
Contact Email
redaksieldimas@gmail.com
Phone
+6281340032063
Journal Mail Official
redaksieldimas@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie. Desa Moutong, Kec. Tilongkabila Kab. Bone Bolango
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Eldimas
ISSN : 29870003     EISSN : 29868564     DOI : https://doi.org/10.37905/ejppm.v1i1.3
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Eldimas adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Teknik, Hukum, Pendidikan, Pertanian, Sosial Humaniora, Komputer, Ekonomi, Kesehatan, KKN. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Eldimas terbit dua kali setahun, yaitu bulan Mei dan bulan November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 31 Documents
Development of Automatic Handwashing Facilities as a Hygiene Solution at Libasuttaqwa Foundation using the PAR Approach Ismail, Nanang; Sudirman, Eded
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): November 2024 - April 2025
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v2i2.30

Abstract

The habit of handwashing is a fundamental effort to maintain public health and hygiene, especially in busy environments such as educational institutions and places of worship. The use of automatic sensor technology can enhance water usage efficiency and promote the habit of maintaining clean and healthy behavior. In this Community Service Program (PkM), the Libasuttaqwa Foundation in Subang was selected as a partner to develop an automatic handwashing device through a University-Community Partnership (KUM) approach and the Participatory Action Research (PAR) method. Activities within PAUD, DTA, majlis ta’lim, and mosque congregations under the Libasuttaqwa Foundation require measures to maintain health by providing automatic handwashing facilities supported by technology at various activity points. The program involved planning, device development, and evaluation carried out collaboratively with the community partners. Evaluation results indicate that the device is highly beneficial in supporting public health and has the potential to be further developed for use in other public facilities. Additionally, active involvement of the partners in the development process successfully enhanced their awareness and sense of ownership of the resulting technology.   Kebiasaan mencuci tangan merupakan salah satu upaya mendasar untuk menjaga kesehatan dan kebersihan masyarakat, terutama di lingkungan dengan aktivitas padat seperti pendidikan dan tempat ibadah. Pemanfaatan teknologi sensor otomatis dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mendukung pembiasaan perilaku hidup bersih. Dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini, Yayasan Libasuttaqwa di Subang dijadikan mitra untuk mengembangkan perangkat cuci tangan otomatis melalui pendekatan Kemitraan Universitas dan Masyarakat (KUM) serta metode Participatory Action Research (PAR). Aktivitas di PAUD, DTA, majlis ta’lim, dan jama’ah masjid, yang berada dalam naungan Yayasan Libasuttaqwa, perlu dijaga agar kesehatan tetap terpelihara dengan menyediakan sarana cuci tangan otomatis dengan dukungan teknologi di beberapa titik aktivitas. Kegiatan melibatkan perencanaan, pengembangan perangkat, hingga evaluasi dilakukan bersama dengan masyarakat mitra. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa perangkat ini sangat bermanfaat dalam mendukung kesehatan masyarakat dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk memenuhi kebutuhan di sarana umum lainnya. Selain itu, keterlibatan aktif mitra dalam proses pengembangan berhasil meningkatkan kesadaran serta rasa kepemilikan terhadap teknologi yang dihasilkan
Pemanfaatan Limbah Serabut Kelapa Hasil Pengolahan Kopra sebagai Media Tanam (Cocopeat) Naiu, Asri Silvana; Yusuf, Nikmawatisusanti; Yusuf, Taufiq Ismail
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Mei - Oktober 2025
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v3i1.24

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini memanfaatkan limbah hasil samping pengolahan kopra yaitu serabut  kelapa menjadi serbuk kelapa (cocopeat) sebagai media tanam. Metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan tersebut adalah pelatihan ketrampilan pada masyarakat melalui transfer ilmu dan teknologi tentang teknik penanganan pasca panen pada para pengusaha kopra serta pelatihan mengolah hasil samping pengolahan kopra yaitu serabut kelapa menjadi produk media tanam (cocopeat) melalui pendampingan langsung di lapangan kepada masyarakat.  Hasil dari kegiatan ini, masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan para pemuda, telah mampu memanfaatkan serabut kelapa limbah hasil samping industri kopra menjadi produk media tanam (cocopeat) yang memiliki nilai ekonomis, serta telah mampu meminimalisir penumpukan limbah serabut kelapa di wilayah lingkungan Desa suka makmur The purpose of this community service activity is to utilize waste from copra processing, namely coconut fiber, into coconut powder (cocopeat) as a planting medium. The method used to achieve this goal is skills training for the community through the transfer of knowledge and technology about post-harvest handling techniques for copra entrepreneurs and training in processing copra processing by-products, namely coconut fiber, into planting media products (cocopeat) through direct assistance in the field to the community. The results of this activity, the community, especially housewives and young people, have been able to utilize coconut fiber, a waste from the copra industry, into planting media products (cocopeat) that have economic value, and have been able to minimize the accumulation of coconut fiber waste in the Suka Makmur Village environment.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi Desa Makmur Abadi Kecamatan Tolangohula Husnan, Rawiyah; Desei, Frice L.; Mahmud, Marike
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Mei - Oktober 2025
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v3i1.27

Abstract

Desa Makmur Abadi merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo. Desa ini termasuk dalam daftar desa kumuh yang ada di Kecamatan Tolangohula karena banyaknya infrastruktur di desa ini yang belum sesuai dengan standar atau persyaratan  di tentukan. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan KKN ini adalah mengidentifikasi permasalahan terkait infrastruktur Desa Makmur Abadi melalui IMAP( Identifikasi Masalah dan Analisis Potensi), serta pembuatan rencana terkait pengelolaan sampah dan infrastruktur pemukiman berbasis masyarakat. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD) dengan masyarakat mengenai pengolahan sampah, pendampingan perencanaan fasilitas pengelolaan sampah serta pembentukan Satgas Pengelola Sampah Desa Makmur Abadi. Program utama yang dilaksanakan yakni Pembangunan Infrastruktur Persampahan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (Pembangunan Tempat Sampah Permanen, Pembentukan Satuan Tugas Pengelola Sampah, yang didahului dengan  sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD). Berdasarkan data Desa Makmur Abadi Tahun 2023 jumlah penduduk Desa Makmur Abadi sebanyak 1729 jiwa dengan jumlah laki-laki 856 jiwa dan perempuan 873 jiwa. Jumlah KK pada Desa Makmur Abadi yaitu 515 Kepala Keluarga yang terdiri atas lima dusun yakni yaitu Dusun Idaman Makmur, Dusun Suka Damai, Dusun Jaya Makmur, Dusun Pioner, Dusun Mekar Sari. Desa Makmur Abadi berada di Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo yang berada di wilayah Provinsi Gorontalo. Selain permasalahan kepemilikan jamban dan kepemilikan tempat sampah kami juga melakukan pendataan terkait rumah layak huni di masyarakat. Makmur Abadi Village is one of the villages in Tolangohula District, Gorontalo Regency. This village is included in the list of slum villages in Tolangohula District because many of the infrastructure in this village do not meet the standards or requirements set. The purpose of implementing this KKN activity is to identify problems related to the infrastructure of Makmur Abadi Village through IMAP (Problem Identification and Potential Analysis), as well as making plans related to waste management and community-based settlement infrastructure. The implementation method is carried out through socialization, Focus Group Discussion (FGD) with the community regarding waste processing, assistance in planning waste management facilities and the formation of the Makmur Abadi Village Waste Management Task Force. The main program implemented is the Development of Community Empowerment-Based Waste Infrastructure (Construction of Permanent Waste Bins, Formation of a Waste Management Task Force, which was preceded by socialization and Focus Group Discussion (FGD). Based on data from Makmur Abadi Village in 2023, the population of Makmur Abadi Village was 1729 people with 856 men and 873 women. The number of families in Makmur Abadi Village is 515 Heads of Families consisting of 5 hamlets, namely Idaman Makmur Hamlet, Suka Damai Hamlet, Jaya Makmur Hamlet, Pioner Hamlet, Mekar Sari Hamlet. Makmur Abadi Village is located in Tolangohula District, Gorontalo Regency, which is in the Gorontalo Province. In addition to the problem of toilet ownership and trash bin ownership, we also collect data related to habitable houses in the community.
Sosialisasi Pemanfaatan Listrik Rumah Tangga di Kelurahan Waena Distrik Heram Kota Jayapura M. Ohee, Ekawati M. Ohee; Mangopo, Dultudes; Wuri O, Theresia; Sampe, Aris; Suparno; Purnomo, Bayu; Lefaan, Yosef; S.Sinaga, Afner
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Mei - Oktober 2025
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v3i1.29

Abstract

Kelurahan Waena, yang terletak di Distrik Heram, Kota Jayapura, berada di kawasan pinggiran kota dekat Danau Sentani dengan tingkat sosial yang lebih rendah dibandingkan kawasan perkotaan yang maju. Sebagai kawasan hunian, Kelurahan Waena dirancang untuk melindungi dan memperkuat kearifan lokal masyarakat adat suku Tabi Papua. Kehidupan sosialnya memadukan sistem tradisional dan modern, di mana masyarakat tetap mempertahankan kelembagaan adat sekaligus mengadopsi teknologi modern seperti listrik dan peralatan elektronik. Untuk mendukung pemanfaatan listrik yang aman dan efisien, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Cenderawasih (UNCEN) mengadakan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola energi rumah tangga secara tepat, efisien, dan nyaman. Berdasarkan tanggapan peserta, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Waena Subdistrict, located in Heram District, Jayapura City, is a suburban area near Lake Sentani with a lower social level compared to more developed urban areas. As a residential area, Waena is designed to protect and strengthen the local wisdom of the indigenous Tabi Papuan community. Its social life blends traditional and modern systems, where the community maintains customary institutions while adopting modern technologies like electricity and electronic devices. To support the safe and efficient use of electricity, the Institute for Research and Community Service (LP2M) at Cenderawasih University (UNCEN) organized a community empowerment program. This program aims to enhance the community's ability to manage household energy accurately, efficiently, and comfortably. Based on participant feedback, the program successfully achieved its goals and provided tangible benefits to the community.  
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Keripik Pisang Hasan, Maryam; Salihi, Irvan; Dunggio, Swastiani; Abdussamad, Juriko; Gaffar, Gaffar; Abdussamad, Syahrir
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Mei - Oktober 2025
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v3i1.39

Abstract

Desa Motilango memiliki potensi sumber daya alam berupa pisang pagata yang melimpah. Namun, pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan sebagai bahan mentah, sehingga tidak memberikan nilai tambah yang signifikan. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat melalui pelatihan pembuatan keripik pisang guna meningkatkan nilai ekonomi produk lokal. Kegiatan ini menerapkan metode partisipatif yang melibatkan ibu-ibu Dasawisma sebagai mitra lokal dalam seluruh tahapan, mulai dari observasi kondisi desa, pelatihan pembuatan keripik, pendampingan produksi, hingga pelatihan pengemasan dan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan masyarakat dalam menghasilkan keripik pisang dalam tiga varian rasa, serta kemampuan dalam pengemasan dan pemasaran produk. Beberapa peserta bahkan telah berhasil memasarkan produknya di pasar lokal. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendorong pertumbuhan UMKM berbasis potensi lokal. Motilango Village has abundant natural resource potential in the form of pagata bananas. However, its utilization is still limited to sales as raw materials, so it does not provide significant added value. To overcome this, community service activities were carried out through banana chip making training to increase the economic value of local products. This activity applies a participatory method that involves Dasawisma mothers as local partners in all stages, starting from observing village conditions, chip making training, production assistance, to packaging and marketing training. The results of the activity showed an increase in community skills in producing banana chips in three flavors, as well as the ability to package and market products. Several participants have even succeeded in marketing their products in the local market. This activity is expected to increase community income and encourage the growth of MSMEs based on local potential.
Peran KKN Profesi dalam Mengidentifikasi dan Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan PT TASPEN (Persero) Cabang Gorontalo Ratnasari, Dwi; Subhan, Andi; Solikahan, Eka Zahra; Dunggio, Swastiani; Abdussamad, Juriko; Gaffar, Gaffar; Abdussamad, Syahrir
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Mei - Oktober 2025
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v3i1.40

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di PT TASPEN Cabang Gorontalo. Dalam konteks ini, motivasi kerja dapat diartikan sebagai dorongan yang dimiliki individu untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya di tempat kerja. Motivasi ini sangat penting karena berhubungan langsung dengan produktivitas dan kualitas pelayanan yang diberikan oleh karyawan. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji lebih dalam bagaimana motivasi kerja dapat mempengaruhi kinerja karyawan, terutama di perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan seperti PT TASPEN. Metode yang digunakan dalam pengabdianini adalah observasi dan studi kasus selama Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi. Hasil dari pengabdianini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dan kinerja karyawan. Karyawan yang memiliki motivasi tinggi cenderung menunjukkan produktivitas yang lebih baik serta memberikan pelayanan yang berkualitas kepada nasabah.  Salah satu poin utama yang perlu diperhatikan adalah bagaimana lingkungan kerja dapat mempengaruhi motivasi karyawan. Dalam pengamatan yang dilakukan, ditemukan bahwa lingkungan kerja di PT TASPEN Cabang Gorontalo terbilang cukup nyaman. Namun, kenyamanan ini justru dapat menjadi bumerang jika tidak diimbangi dengan tantangan yang memadai. Lingkungan kerja yang terlalu nyaman dapat membuat karyawan merasa stagnan dan kurang termotivasi untuk meningkatkan kinerja mereka. This community service project aims to investigate the effect of work motivation on employee performance at the PT TASPEN Gorontalo Branch. Work motivation refers to the drive individuals have to fulfill their duties and responsibilities in the workplace. This motivation is crucial as it directly affects employee productivity and the quality of service provided. Therefore, it is essential to explore how work motivation affects employee performance, particularly in service-oriented companies like PT TASPEN. The methods employed in this project include observation and case studies conducted during the Professional Community Service Program (internship). The findings indicate a significant relationship between work motivation and employee performance. Highly motivated employees typically exhibit greater productivity and deliver higher-quality service to customers.  One noteworthy aspect to consider is the effect of the work environment on employee motivation. Observations reveal that the work environment at PT TASPEN Gorontalo Branch is comfortable. However, this comfort can be counterproductive if not balanced with adequate challenges. An overly comfortable work environment may lead to feelings of stagnation and reduced motivation to enhance performance.
Pengawetan Metode Hidrostatis Terhadap Serangan Serangga Bubuk Pada Tanaman Bambu di Desa Otopade Rawiyah Husnan; Frice L. Desei; Marike Mahmud; Arif Supriyatno
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Novemeber 2025 - April 2026
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v3i2.58

Abstract

Bambu tumbuh melimpah di seluruh kepulauan Indonesia, dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat  selama berabad-abad. Tak terkecuali di wilayah Gorontalo yang hampir menyebar di seluruh  desa. Pertumbuhan bambu yang cepat membuat bambu sebagai sumber daya alami yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Desa Otopade  merupakan salah satu desa di Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo, yang memiliki potensi sumber daya alam hayati dan non hayati yang kaya dan tersebar di wilayah desa, diantaranya adalah tanaman bambu, namun belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Pemanfaatan bambu sebagai green material yang ramah lingkungan dapat membantu mengurangi pemakaian kayu yang dalam pengambilannya merusak hutan dan cenderung menimbulkan banjir dan waktu pertumbuhan relatif lama lebih dari 5 tahun, sementara bambu cepat tumbuh dalam jangka waktu 3 tahun sudah bisa digunakan. Kendala yang sering dihadapi warga masyarakat adalah keawetan bambu, karena bambu rentan terhadap serangan kumbang Bubuk.Tujuan yang ingin dicapai adalah memberikan pengetahuan tentang bambu, manfaat dan cara pengawetannya, dimana bambu bisa menggantikan material kayu yang mahal dan mulai langka. Kegiatan  yang dilaksanakan berupa pelatihan pengawetan  bambu dari serangan serangga Bubuk dengan memasukkan bahan pengawet bertekanan hidrostatis kedalam bambu, agar tanaman bambu dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegunaan yang  dapat bertahan lama. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari masyarakat petani dan tukang /pekerja konstruksi. Hasil pelatihan menunjukan peserta mendapat nilai tambah berupa pengetahuan  tentang bambu, manfaat dan cara pengawetannya.  Pelatihan ini telah mampu memberikan ketrampilan kepada warga dalam hal pemecahan permasalahan pengawetan bambu dan dapat mengembangkan pemakaian bambu secara lebih luas dan lebih berguna, serta  diharapkan dapat menumbuh kembangkan motivasi masyarakat terhadap berbagai macam pemanfaatan bambu yang bernilai ekonomis
Literasi Berkelanjutan: Sinergi Kampus dan Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Literasi Warga Sekolah Nova Nurhanifah; Hendro Sugiarto; Achdisty Noordyana
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Novemeber 2025 - April 2026
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v3i2.44

Abstract

Rendahnya kompetensi literasi di lingkungan sekolah merupakan isu yang perlu mendapat perhatian serius, terutama dalam konteks tantangan abad ke-21 yang menuntut kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan literasi informasi. Banyak sekolah masih menghadapi kesulitan dalam menumbuhkan budaya literasi yang aktif dan berkelanjutan, baik di kalangan siswa maupun guru. Program ini menjadi sangat penting karena dibutuhkan dukungan yang sistematis untuk membantu sekolah meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis literasi, serta memperkuat peran guru dan siswa dalam menciptakan lingkungan belajar yang reflektif dan kritis. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan literasi dasar, digital, dan informasi seluruh warga sekolah melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mitra. Program ini mengutamakan pendekatan edukatif dan partisipatif dengan melibatkan guru serta siswa dalam proses pelatihan, pendampingan, dan pengembangan media literasi yang sesuai dengan konteks kebutuhan sekolah. Metode pelaksanaan program mencakup pemetaan kebutuhan literasi di sekolah, pelatihan tematik bagi guru dan siswa, pendampingan dalam berbagai kegiatan literasi seperti pojok baca, penulisan jurnal reflektif, dan pengelolaan kelas digital, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pencapaian program. Dosen dan mahasiswa akan berperan sebagai fasilitator sekaligus mentor yang terlibat secara aktif dalam mendorong transformasi literasi di lingkungan sekolah. Luaran yang ditargetkan meliputi: (1) meningkatnya kompetensi literasi guru dan siswa; (2) tersusunnya modul pelatihan literasi sekolah; (3) terbentuknya komunitas literasi sekolah yang aktif; dan (4) terciptanya praktik baik (best practice) penguatan literasi berkelanjutan yang dapat direplikasi di sekolah lain. The low level of literacy competence in school environments is an issue that requires serious attention, especially in the context of 21st-century challenges that demand critical thinking, creativity, and information literacy skills.Many schools still struggle to cultivate an active and sustainable literacy culture among both students and teachers. This program is highly important, as it provides systematic support to help schools improve the quality of literacy-based learning and strengthen the roles of teachers and students in creating a reflective and critical learning environment. This activity aims to strengthen basic, digital, and information literacy skills among all school community members through collaboration between universities and partner schools. The program emphasizes an educational and participatory approach by involving both teachers and students in training, mentoring, and the development of literacy media tailored to the specific needs of the school. The program implementation methods include: Mapping literacy needs in schools, Thematic training for teachers and students, Mentoring in various literacy activities such as reading corners, reflective journal writing, and digital classroom management, As well as monitoring and evaluation of the program's achievements. Lecturers and university students will serve as facilitators and mentors, actively engaging in promoting literacy transformation within the school environment. The expected outcomes include: 1) improved literacy competence among teachers and students; 2) The development of school literacy training modules; 3) The establishment of an active school literacy community; and 4) The creation of sustainable literacy best practices that can be replicated in other schools.
Kontribusi KKN Profesi Mahasiswa dalam Akselerasi Likuidasi Satuan Kerja di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Gorontalo Dwi Ratnasari; Andi Subhan; Mochamad Sakir; Swastiani Dunggio; Gaffar Gaffar; Syahrir Abdussamad
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Novemeber 2025 - April 2026
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v3i2.53

Abstract

Perubahan struktural dalam kabinet memicu konsekuensi administrasi dan keuangan yang signifikan, khususnya terkait penyelesaian Satuan Kerja (Satker) yang terdampak likuidasi. Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Gorontalo memiliki peran krusial dalam memastikan akuntabilitas dan percepatan proses penyelesaian administrasi keuangan satker tersebut, termasuk penyusunan Laporan Keuangan UAKKBUN.  Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) melalui KKN Profesi bertujuan memberikan asistensi dan dukungan teknis secara langsung kepada Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo dalam rangka mengakselerasi proses penyelesaian administrasi keuangan dan likuidasi satker yang terdampak.  Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui KKN Profesi, di mana mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan rutin, seperti mempedomani pedoman penyusunan Laporan Keuangan UAKKBUN, menghadiri zoom meeting terkait dead-end-unit (DEU), serta membantu proses pemutakhiran data dan dokumentasi sesuai regulasi terbaru (misalnya PMK 85 Tahun 2024).  Hasil dari PPM menunjukkan adanya kontribusi nyata mahasiswa dalam memperkuat kapasitas dan kecepatan Kanwil DJPb Gorontalo. Kehadiran mahasiswa KKN Profesi berhasil mengoptimalkan waktu penyelesaian dokumen, mengurangi beban kerja administrasi pegawai, serta meningkatkan pemahaman tim terkait prosedur likuidasi, yang pada akhirnya mendukung terciptanya tata kelola keuangan negara yang akuntabel. Structural changes within the cabinet have generated significant administrative and financial consequences, particularly regarding the settlement of Work Units (Satker) undergoing liquidation. The Regional Office of the Directorate General of Treasury (DJPb) in Gorontalo Province holds a crucial role in ensuring accountability and expediting the completion of the affected satker’s financial and administrative processes, including the preparation of the UAKKBUN Financial Report. The Community Service Program (PPM) implemented through the Professional Community Service Program (KKN Profesi) aims to provide direct technical assistance and support to the Regional Office of DJPb Gorontalo in accelerating the financial administration and liquidation processes of the impacted satker. The implementation method employed is Participatory Action Research (PAR) through KKN Profesi, whereby students are actively involved in routine activities such as adhering to the guidelines for preparing the UAKKBUN Financial Report, attending Zoom meetings related to dead-end units (DEU), and assisting with data updating and documentation in accordance with the latest regulations (e.g., Minister of Finance Regulation No. 85 of 2024). The results of the community service program demonstrate a tangible contribution by students in strengthening the capacity and efficiency of the DJPb Gorontalo Regional Office. The involvement of KKN Profesi students successfully optimized document completion time, reduced the administrative workload of staff, and enhanced the team’s understanding of liquidation procedures, ultimately supporting the realization of accountable public financial governance.  
Optimalisasi Pemakaian Energi Listrik Melalui Sosialisasi Dan Audit Energi Di Rusunawa Kec. Telaga Yasin Mohamad; Zainudin Bonok; Ifan Wiranto; Wahab Musa; Lanto Mohamad Kamil Amali; Amirudin Yunus Dako; Iskandar Zulkarnain Nasibu
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Novemeber 2025 - April 2026
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v3i2.54

Abstract

Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) merupakan salah satu solusi pemerintah dalam menyediakan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan konsep hunian vertikal, rusunawa mampu menampung lebih banyak keluarga dalam lahan terbatas, terutama di wilayah perkotaan yang padat penduduk. Namun, seiring bertambahnya penghuni dan aktivitas harian, konsumsi energi listrik di lingkungan rusunawa menjadi salah satu komponen biaya hidup. Hal ini cukup signifikan berdasarkan observasi awal dan wawancara singkat dengan beberapa penghuni di salah satu Rusunawa di wilayah Kec. Telaga Kabupaten Gorontalo, diketahui bahwa banyak penghuni belum memahami prinsip penggunaan listrik yang efisien dan aman. Sebagian besar penggunaan peralatan elektronik di rumah tangga dilakukan tanpa memperhatikan aspek efisiensi energi, seperti membiarkan perangkat elektronik menyala terus-menerus, penggunaan lampu yang tidak hemat energi, serta pengaturan sistem ventilasi dan pendingin udara yang tidak optimal. Berdasarkan survei awal, Rusunawa memiliki total 42 unit hunian tipe 36 yang terbagi dalam 3 lantai. Jumlah penghuni tercatat sebanyak 168 orang, yang berarti rata-rata satu unit dihuni oleh sekitar 4 orang .

Page 3 of 4 | Total Record : 31