cover
Contact Name
Frizqa Ervina
Contact Email
jurnal.maras@gmail.com
Phone
+6281918012232
Journal Mail Official
jurnal.maras@gmail.com
Editorial Address
Lumbung Pare Cendekia Jl. Raya Praya-Mantang KM.07 Aik Mual, Lombok Tengah - NTB 83511 email : jurnal.maras@gmail.com
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisplin
Published by Lumbung Pare Cendekia
ISSN : 2987811x     EISSN : 2987811x     DOI : https://doi.org/10.60126/maras
MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin is a peer-review journal that could be access to the public, published by Lumbung Pare Cendekia. This journal is published four issue a year, every month with online version of E-ISSN: 2987-811X. MARAS provides a platform for researchers, academics, professionals, practitioners and students to embed and share knowledge in the form of empirical and theoretical research papers, case studies, literature reviews and book reviews related to multidisciplinary research. MARAS welcomes and recognizes high quality theoretical and empirical research papers, case studies, review papers, literature reviews, book reviews, conceptual frameworks, analysis and simulation models, technical notes related to research from researchers, academics, professionals, practitioners, and students.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 483 Documents
Tradisi Kayah Baarak sebagai Media Komunikasi Budaya: Kajian Etnografi Komunikasi di Desa Tunggang, Bengkulu Satria; Fajarini, Sri Dwi
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i3.1206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Kayah Baarak sebagai media komunikasi budaya dengan menggunakan teori etnografi komunikasi Dell Hymes melalui model speaking. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap lima informan, terdiri dari tokoh adat, pelaku tradisi, budayawan lokal, generasi muda, dan masyarakat desa. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Tradisi Kayah Baarak di Desa Tunggang, Mukomuko, Bengkulu merupakan salah satu warisan budaya takbenda yang sarat nilai simbolik, spiritual, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi budaya dalam tradisi Kayah Baarak tercermin melalui simbol adat, bahasa lisan, gerak tubuh, serta urutan prosesi yang dipahami secara kolektif. Tradisi ini berfungsi sebagai media penyampai pesan moral, penghormatan leluhur, dan penguat identitas komunitas. Namun, modernisasi menjadi tantangan dalam pewarisan makna simbolik tradisi kepada generasi muda. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan literasi budaya, dokumentasi sistematis, dan kebijakan pemerintah berbasis partisipasi masyarakat agar tradisi Kayah Baarak tetap relevan dalam dinamika sosial modern.
Dampak Framing Terhadap Bias Kognitif Dalam Pengambilan Keputusan Berbasis Numerasi, Probabilitas, dan Penalaran Deduktif Alfaridzi, Genta Rizki; Hutama, Vigie Priantika Putra
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i3.1207

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh framing terhadap bias kognitif dalam pengambilan keputusan berbasis numerasi, probabilitas, dan logika. Walaupun prospect theory dan dual-process theory telah banyak dibahas, masih jarang ada penelitian yang menggabungkan dan menguji secara bersamaan berbagai jenis bias seperti penalaran deduktif, nilai harapan (expected value), pengabaian penyebut (denominator neglect), dan tes refleksi kognitif (cognitive reflection test). Dalam studi ini terdapat 62 responden yang menjawab 14 skenario pertanyaan yang dirancang memicu jawaban intuitif dan reflektif. Hasil analisis menunjukan bahwa jawaban intuitif lebih dominan dimana jawaban tersebut lebih sering mengabaikan perhitungan matematis, cenderung menghindari risiko (risk aversion) pada framing positif, dan lebih berani mengambil risiko (risk seeking) pada framing negatif. Kemudian ditemukan pula bias terhadap angka absolut, penolakan kesimpulan logis, serta jawaban spontan yang keliru pada Cognitive Reflection Test. Temuan ini menegaskan pentingnya meningkatkan literasi numerik, kemampuan logika formal, dan merancang strategi komunikasi publik yang dapat mengurangi kesalahan persepsi akibat cara informasi yang dibingkai.
Pengaruh Penambahan Tepung Tapioka Terhadap Sifat Organoleptik Otak-Otak Ikan Madidihang (Thunnus Albacares) Husen, Azis; Abdulsalam, Fitriany
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i4.1265

Abstract

Teknologi pembuatan otak-otak ikan berfungsi sebagai upaya diversifikasi produk olahan ikan berbentuk gel yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi hasil perikanan. Otak-otak ikan merupakan salah satu produk olahan yang telah lama dikenal masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan otak-otak ikan menggunakan ikan madidihang (Thunnus albacares) serta mengevaluasi tingkat kesukaan (uji organoleptik) meliputi kenampakan, aroma, rasa, dan tekstur. Analisis data dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ikan madidihang berpengaruh nyata terhadap nilai organoleptik. Perlakuan A0 (200 g ikan madidihang dan 150 g tepung tapioka) memberikan hasil terbaik dan paling disukai panelis pada seluruh parameter. Nilai rasa tertinggi diperoleh sebesar 7,56, dengan cita rasa ikan yang alami dan gurih; tekstur 7,24, menunjukkan kekenyalan optimal tanpa lengket; aroma 7,60, menampilkan aroma khas ikan yang kuat dan tidak tertutup bahan tambahan; serta kenampakan 7,36, dengan tampilan visual yang menarik dan seragam. Dengan demikian, otak-otak ikan madidihang memiliki potensi sebagai produk olahan ikan bernilai tambah tinggi yang disukai konsumen.
Pengaruh Employee Green behavior Terhadap Employee Well-Being pada Karyawan Generasi Z di Kota Samarinda Tekwan, Steven Alexander Grean; P, Evi Kurniasari; R, Yoga Achmad
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i4.1274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Employee Green Behavior (EGB) terhadap Employee Well-Being (EWB) pada karyawan generasi Z di Kota Samarinda. Populasi penelitian adalah karyawan generasi Z di Kota Samarinda dengan jumlah yang tidak diketahui, dengan sampel penelitian berjumlah 100 subjek yang didapat melalui rumus lemeshow. Data diambil dengan menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Peneliti menggunakan skala Employee Well-Being yang dikembangkan oleh Rahmi dkk (2021) dan skala Employee Green Behavior yang dirancang oleh Zhang, dkk (2022). Analisis statistik menggunakan analisis regresi sederhana dengan bantuan program Jeffreys’s Amazing Statistics Program (JASP) Versi 0.17.1. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai F=222.559 dan p <.001, menunjukkan hasil yang signifikan, jadi dapat simpulkan bahwa Employeen Green Behavior secara signifikan mampu mempengaruhi dan memprediksi Employee Well Being dan memberi sumbangan efektif sebesar 69,4% terhadap Employee Well Being. Hal ini menunjukkan Employee Green Behavior memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap peningkatan Employee Well-Being karyawan generasi Z di Kota Samarinda.
Analisis Tipologi Modal Sosial Dalam Praktek Barifola di Pulau Ternate Buamona, Dedi M; Ari, Ismu Rini Dwi; Surjono, Surjono
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i4.1279

Abstract

Kota Ternate menghadapi permasalahan rumah tidak layak huni, dengan 211 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di beberapa kecamatan di Pulau Ternate. Pada tahun 2025, Pemerintah Daerah akan mengelola 10 unit rumah tidak layak huni. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala yang dihadapi dalam upaya penyelesaian rumah tidak layak huni. Kehadiran Barifola sebagai inisiatif renovasi rumah berbasis masyarakat berbasis kearifan lokal. Barifola tidak hanya memberikan alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan perumahan tetapi juga mencerminkan kekuatan modal sosial yang dimiliki oleh masyarakat Ternate. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipologi modal sosial dalam praktik Barifola melalui pendekatan Analisis Jaringan Sosial untuk memahami pola partisipasi masyarakat di setiap tahapan kegiatan: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode ini menggunakan tiga indikator utama: tingkat partisipasi, kepadatan, dan sentralitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat paling tinggi pada tahap pelaksanaan, sedangkan tahap perencanaan dan evaluasi menunjukkan partisipasi yang lebih rendah. Ikatan sosial pada tahap perencanaan dan pelaksanaan relatif kuat, tetapi cenderung melemah pada tahap evaluasi. Selain itu, tidak ditemukan adanya aktor sentral dalam jaringan sosial komunitas, sehingga dikategorikan sebagai modal sosial yang menjembatani. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penguatan modal sosial di setiap tahapan program berbasis komunitas.
Pengembangan Kompetensi Karyawan sebagai Strategi Pengelolaan Perubahan Organisasi: Studi Literatur Ramadhan, Ahyani Ridzky; Amanda, Zelmira; Astuti, Afni Dwi; Utomo, Bero; Hidayati, Tetra
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i4.1293

Abstract

Perubahan organisasi telah menjadi fenomena yang tak terhindarkan di era globalisasi dan transformasi digital. Fenomena ini menuntut organisasi untuk beradaptasi dengan cepat demi menjaga daya saing dan keberlanjutan organisasi, dan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan perubahan organisasi adalah kompetensi karyawan. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis literatur nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025 guna mengkaji peran pengembangan kompetensi karyawan sebagai pendekatan strategis dalam pengelolaan perubahan organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi melalui pelatihan, pembelajaran berkelanjutan, dan manajemen pengetahuan secara signifikan meningkatkan kesiapan, komitmen, dan kinerja karyawan selama proses transformasi organisasi dalam menghadapi globalisasi dan transformasi digital. Penguatan kompetensi teknis, sosial, dan adaptif berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan organisasi yang berkelanjutan. Selain itu, kepemimpinan dan budaya pembelajaran organisasi berperan sebagai moderator utama yang menghubungkan praktik pengembangan sumber daya manusia dengan keberhasilan manajemen perubahan. Studi ini menyimpulkan bahwa investasi dalam pengembangan kompetensi SDM bukan sekadar aktivitas operasional, melainkan strategi penting untuk menjaga adaptabilitas dan inovasi organisasi di tengah ketidakpastian global.
Psychological Safety dan Ketahanan (Resilience) Organisasi: Fondasi untuk Perubahan yang Berkelanjutan Adhiwijaya, Amadeus Geraldo Perdana; Oktafiani, Ade Devi; Rahmat, Rahmat; Pristiawan, Dwi Yulianto; Margan, Choky; Hidayati, Tetra
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i4.1294

Abstract

Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menganalisis peran psychological safety dan ketahanan (resilience) organisasi sebagai fondasi untuk perubahan yang berkelanjutan. Dalam konteks lingkungan bisnis yang hiper-turbulen, penelitian ini menyoroti pentingnya membangun kapasitas organisasi untuk beradaptasi secara berkelanjutan daripada sekadar melaksanakan proyek perubahan. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan analisis tematik terhadap 34 artikel terpilih dari database terkemuka seperti Scopus dan Web of Science, yang diterbitkan antara tahun 2020-2024. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema kunci: (1) psychological safety berfungsi sebagai infrastruktur sosial yang memungkinkan kapasitas adaptif melalui voice behavior dan pembelajaran dari kegagalan; (2) organizational resilience memperkuat psychological safety melalui pembangunan kepercayaan institusional dan stabilitas kontekstual; (3) kepemimpinan memainkan peran katalitik dalam mensinergikan kedua konstruk melalui keseimbangan kerentanan dan keteguhan; (4) sustainable change muncul sebagai outcome multidimensional dari sistem yang terintegrasi ini. Simpulan penelitian menekankan bahwa investasi strategis dalam membangun psychological safety dan organizational resilience secara simultan merupakan prasyarat fundamental untuk mencapai perubahan berkelanjutan. Implikasi praktis mencakup rekomendasi pengintegrasian metrik kedua konstruk dalam sistem manajemen kinerja dan pengembangan modul kepemimpinan paradoksal.
Perempuan, Luka, dan Pemulihan: Gambaran Kesejahteraan Psikologis Penyintas Kekerasan Seksual dengan Gangguan Kesehatan Mental di Samarinda Maulana Ishak; Ramadhan, Yoga Achmad; Umaroh, Khumaidatul
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i4.1296

Abstract

Pelecehan seksual merupakan masalah serius yang berdampak luas, khususnya pada kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis korban. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran kesejahteraan psikologis pada perempuan dewasa awal korban kekerasan seksual. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini melibatkan tiga narasumber yang diperoleh melalui snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi psikologis harus dilakukan secara individual dan kontekstual. Pendekatan multidisipliner seperti terapi kognitif-perilaku untuk mengelola stres dan terapi naratif untuk merekonstruksi makna hidup, terbukti efektif. Selain itu, dukungan sosial dan religiusitas juga menjadi komponen penting dalam proses pemulihan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya pendekatan holistik dan individualistik dalam membantu korban kekerasan seksual mencapai pemulihan psikologis yang optimal.
Transformasi Manajemen Pelatihan Non-Tahapan: Studi Model Cangkrukan Demokrasi Bawaslu Jawa Timur sebagai Strategi Capacity Building Pengawasan Susanto, Devita Fitryana
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i4.1299

Abstract

Pelatihan non-tahapan di lembaga pengawas pemilu perlu ditransformasi menjadi strategi pembelajaran yang adaptif, partisipatif, dan kontekstual untuk memperkuat kapasitas pengawasan berbasis masyarakat. Penelitian ini menganalisis model Cangkrukan Demokrasi Bawaslu Provinsi Jawa Timur sebagai inovasi manajemen pelatihan non-tahapan dalam capacity building pengawasan partisipatif. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, studi literatur, dan analisis dokumentasi program, penelitian ini mengungkapkan bahwa Cangkrukan Demokrasi berhasil mengintegrasikan fleksibilitas desain pembelajaran responsif, aksesibilitas daring lintas wilayah, pembelajaran berbasis pengalaman peer-to-peer, dan nilai-nilai kearifan lokal Jawa dalam kerangka andragogi modern. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam partisipasi aktif peserta (40% per sesi), penguatan pemahaman pengawasan partisipatif, dan peningkatan self-efficacy aparatur di tingkat lokal. Model Cangkrukan Demokrasi terbukti efektif sebagai strategi capacity building berkelanjutan yang dapat direplikasi oleh lembaga pengawas pemilu dan organisasi publik lainnya di Indonesia untuk mengembangkan pembelajaran yang demokratis, kontekstual, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Aku yang Terluka: Eksplorasi Faktor-faktor Penurunan Self-Esteem pada Korban Cyberbullying Elda, Elda; Ramadhan, Yoga Achmad; Umaroh, Siti Khumaidatul
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i4.1301

Abstract

Perkembangan media sosial yang semakin pesat memunculkan berbagai bentuk interaksi digital sekaligus risiko munculnya cyberbullying. Korban cyberbullying kerap mengalami dampak psikologis serius, salah satunya penurunan self-esteem. Self-esteem rendah berpengaruh pada cara individu memandang dirinya, kemampuan adaptasi, serta kualitas relasi sosial. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor-faktor yang menyebabkan penurunan self-esteem pada korban cyberbullying. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi terhadap dua partisipan utama (GS 21 tahun dan AN 20 tahun), disertai wawancara significant other untuk memperkuat data. Hasil penelitian menunjukkan penurunan self-esteem dipengaruhi faktor internal seperti pikiran negatif, self-blame, perasaan tidak berharga, citra tubuh negatif, serta penarikan diri sosial, dan faktor eksternal seperti perundungan daring berulang, tekanan sosial digital, dan minimnya dukungan emosional. Partisipan yang memperoleh dukungan sosial memadai menunjukkan pemulihan self-esteem lebih cepat dibandingkan yang tidak mendapat dukungan. Kesimpulannya, penurunan self-esteem korban cyberbullying tidak hanya ditentukan oleh intensitas perundungan, tetapi juga proses internalisasi stigma, regulasi emosi, dan kualitas dukungan sosial yang diterima.