Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 2 (2022)"
:
9 Documents
clear
Pengaruh Industri Pertambangan Nikel Terhadap Kondisi Lingkungan Maritim di Kabupaten Morowali
Syarifuddin, Nurhayati
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25042/jrt2k.122022.03
Pemerintah berkeinginan memanfaatkan kekayaan sumber nikel Indonesia yang merupakan salah satu komponen penting dalam pembuatan baterai kendaraan listrik. Sumber daya tersebut melimpah di wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara. Salah satunya di Kabupaten Morowali, yang kini eksplorasinya terkonsentrasi di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Namun, misi mendukung konversi energi beremisi menjadi energi bersih dengan mengorbankan kondisi lingkungan hidup dibayar dengan tingginya deforestasi dan rusaknya ekosistem laut menjadi tidak sebanding. Melalui studi kasus, studi literatur, observasi masalah, dan analisis yang melibatkan elaborasi dari literatur dan masalah yang terjadi tulisan ini akan melihat kondisi maritim Morowali di tengah meningkatnya aktivitas tambang nikel. Lebih dari 20 perusaahan tambang dan pengolahan nikel beroperasi di IMIP dengan jutaan ton hasil yang ditambang dan diproses. Sayangnya, manajemen pembuangan tailing (lumpur sisa ekstrak bijih nikel) dilakukan kurang optimal. Tailing rentang mengalami upwelling dan dapat menyebabkan sedimentasi yang meluas. Meski limbah diolah untuk menurunkan kadarnya di bawah ambang batas yang disarankan, cemaran logam berat tersebut dapat terakumulasi pada biota laut yang dapat memicu biomagnifikasi dalam rantai makanan ekosistem laut. Dampak nyata dari pembuangan limbah adalah sedimentasi pesisir Morowali. Hutan mangrove dan laut pesisir Morowali yang menjadi rumah bagi sumber daya perikanan rusak dan mengakibatkan nelayan mengalami penurunan pendapatan. Nelayan kini harus melaut lebih jauh untuk mendapat ikan. Aktivitas tambang nikel telah menimbulkan dampak pada lingkungan maritim Morowali. Sudah seharusnya setiap rencana penambangan dipikirkan manajemen limbah dan dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkannya sehingga keseimbangan tetap terjadi.
Pelatihan dan Bimbingan Metode Perbaikan dan Perawatan Mesin Darat Pada Nelayan di Desa Pejala, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara
Pawara, Muhammad Uswah;
Taufik Hidayat;
Alamsyah
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25042/jrt2k.122022.08
Peningkatan sumber daya kelautan adalah salah satu program utama pemerintah saat ini. Untuk menunjang hal tersebut maka perlu adanya peningkatan SDM didaerah pesisir. Salah satu hal yang sangat dasar dan penting yaitu pengetahuan dasar tentang metode perbaikan dan perawatan mesin. Mahalnya biaya perbaikan dan perawatan mesin darat merupakan salah satu masalah besar yang di alami oleh nelayan, minim dan kurangnya pengetahuan mereka tentang perbaikan dan perawatan mesin mengakibatkan mereka harus mengeluarkan uang yang lebih banyak untuk biaya perbaikan dan perawatan mesin mereka. Untuk itu, pada program pengabdian yang akan dilakukan ini, masyarakat akan dilatihan dan dibimbing tentang metode perbaikan dan perawatan mesin darat. Dengan melakukan pelatihan dan bimbingan ini diharapkan nelayan dapat mandiri dalam perbaikan dan perawatan mesin kapal mereka. Dengan kegiatan pengabdian ini, maka diharapkan para nelayan dapat menghemat biaya perbaikan dan perawatan mesin kapal mereka, disisi lain mesin kapal mereka juga akan lebih tahan dan dapat meningkatkan tingkat produktivitas dan kesejahteraan masyarakat nelayan terutama di tempat pelaksanaan kegiatan ini yakni di Desa Pejala, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara. Upaya peningkatan pemahaman masyarakat nelayan terkait perawatan mesin darat akan coba diwujudkan melalui program kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) LPPM Institut Teknologi Kalimantan. Dengan kegiatan PKM yang usulkan, diharapkan mampu meningkatkan hasil tangkapan para nelayan. Metode kegiatan yang coba dilakukan pada PKM ini yaitu ceramah dan pembimbingan langsung. Adapun luaran dari kegiatan PKM ini yaitu hasil PKM akan dituangkan dalam karya ilmiah yang akan diseminarkan dalam bentuk prosiding, artikel pada laman LPPM ITK serta akan dipublikasikan kegiatan PKM pada media massa/cetak.
Pengaruh Ekspansi Gross Tonage (GT) Pada KL. BP2IP Barombong dalam Analisa Beban Kelistrikan
Rivai, H;
Ikbal;
Sitepu, Andi Husni;
Rahimuddin;
Alwi, Muhammad Rusydi;
Zulkifli;
Balqis Shintarahayu
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25042/jrt2k.122022.04
Perencanaan dan analisis sistem kelistrikan perlu dilakukan secara berkala untuk melakukan evaluasi terhadap perubahan yang terjadi dari sistem yang sedang berjalan. Ketika perubahan konstruksi ataupun volume dari kapal itu bertambah maka analisa beban kelistrikan perlu diperhatikan pula, utamnya pada saat variasi beban dilakukan. Kapal Latih BP2IP Barombong atau biasa disebut KL BP2IP Barombong merupakan kapal yang digunakan para taruna BP2IP Barombong untuk berlatih. Kapal Latih BP2IP Barombong atau biasa disebut KL BP2IP Barombong merupakan kapal yang digunakan para taruna BP2IP Barombong untuk berlatih. Volume Kapal Latih Barombong diperbesar dari ukuran 418GT menjadi ≥ 500 GT. Tujuan dari penelitian ini merencanakan nilai kebutuhan daya generator KL BP2IP setelah ekspansi GT, dengan menggunakan metode perhitungan electrical balance berdasarkan load factor pada tiap existing peralatan di atas kapal. Kemudian menganalisa beban generator menggunakan softswere ETAP (Electric Transient and Analysis Program). Berdasarkan hasil simulsi ETAP maka kebutuhan daya generator setelah ekspansi GT adalah: Kondisi Berlayar 96,6 kW, Manuver 74,29 kW, Bersandar 42,55 kW, dan Emergency 8,76 kW. Sehingga daya generator yang dipilih yaitu 2 generator masing-msing dengan spesifikasi 50 kW. Hasil analisis dapat diketahui bahwa: Bertambahnya panjang pipa pada sistem perpipaan akan mengakibatkan kenaikan kebutuhan daya pompa yang diakibatkan oleh kenaikan nilai kehilangan longitudinal pada pipa lurus oleh gesekan sepanjang pipa dalam menentukan H (head pompa) serta komponen pengkondisian udara merupakan item yang paling banyak membutuhkan daya listrik dalam operasinya. Adanya daya reaktif (kVAr) sangatlah mempengaruhi daya aktif (kW) yang bekerja pada suatu peralatan, semakin besar daya reaktif suatu peralatan maka semakin besar pula daya generator yang dibutuhkan untuk mengoperasikan peralatan tersebut.
Study of the Madden-Julian Oscillation (MJO) Scheme in South Sulawesi Province
Tri Utari;
Achmad Yasir Baeda;
Chairul Paotonan
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25042/jrt2k.122022.05
The Madden-Julian Oscillation (MJO) is a phenomenon of the propagation of oscillatory waves that move eastward to the earth with a repetition time of 30-90 days and the impact is very strongly felt in low-latitude areas, near the equator and occurs for the first time in the Indian Ocean and moves eastward between 100 latitude and 100 latitude. MJO is closely related to an increase in excessive rainfall during the rainy season and even the dry season in Indonesia. This research was conducted with the aim of analyzing the effect of the rainfall parameter on MJO and the scheme for the emergence of MJO in South Sulawesi Province, through empirical methods with statistical calculations, based on MJO data in the form of MJO amplitude index values and daily rainfall data for South Sulawesi Province. MJO data was taken from BoM while rainfall data was obtained from NASA TRMM 3B42RT with a time range from 2010 to 2019. Both data were filtered for MJO focusing on phases 2 and 3 (Indian Ocean) and 4 and 5 (Indonesian Maritime Continent) and then analyzed the correlation with sensitivity analysis by simple linear regression, and data plotted on a graph for each year. South Sulawesi Province is one in Indonesia which is located in the southern part of Sulawesi Island. Astronomically, South Sulawesi is located at 0°12' - 8° South Latitude and 116°48' - 122°36' East Longitude. Its geographical location is in the middle of the Indonesian Maritime Continent (BMI), there is a strong positive dominant correlation effect in the province of South Sulawesi with an r of 0.712. This means that the rainfall parameter in South Sulawesi Province can have a strengthening influence on the MJO. Based on the graphical scheme of the emergence of MJO in the province of South Sulawesi, there was an increase in rainfall during phases 4 and 5 which occurred for eight days. In addition, the influence of ENSO and IOD can strengthen MJO or even trigger MJO and still cause excessive rainfall which is influenced by these global factors, besides that local factors also affect rainfall such as monsoon winds and topographical conditions that are different in each province. So not all of the rainfall that occurs is caused by MJO activity.
Skema Mitigasi Tsunami Mendatang di Pelabuhan Garongkong, Barru, Sulawesi Selatan
Didit Fahrudin Muhamad Saleh;
Achmad Yasir Baeda;
Sabaruddin Rahman
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25042/jrt2k.122022.06
Indonesia merupakan negara yang sangat rawan dilanda bencana gempa yang dapat diikuti oleh tsunami. Bencana tsunami merupakan fenomena alam ataupun bencana alam yang sama sekali tidak dapat diprediksi kapan tepatnya akan terjadi. Oleh karenanya karakteristik bencana tersebut tidak dapat diprediksi maka satu – satunya pilihan yang logis dan rasional adalah mengupayakan agar dampak bencana tersebut bisa diminimalisir. Pelabuhan Garongkong merupakan pelabuhan peengumpul. Posisinya berada bersebelahan dengan pelabuhan penyeberangan Andi Matalata, di pantai Garongkong. Kegiatan yang dilakukan di pelabuhan garongkong didominasi oleh kegiatan bongkar muat curah kering non pangan berupa batubara, klinker, sirtu gunung dan gipsum. Yang berarti pelabuhan garongkong memiliki peran penting untuk memajukan perekonomian wilayah Barru, Sulawesi Selatan. Upaya sistem peringatan dini dengan membuat skema mitigasi di suatu wilayah dengan berbagai perencanaan rekayasa pembangkit gempa bumi yang bermagnitude 5,1 - 5,6 SR dengan mekanisme bangkitan Dip-Slip-Strike tertentu. Kajian dilakukan dengan dua tahap. Dengan kajian tahap awal pengolahan data parameter gempa bumi pembangkit, yang dilanjutkan dengan pemodelan numerik menggunakan SiTProS, yang akan menghasilkan sebaran tinggi tsunami dan waktu tempuhnya. Kajian kedua ialah skema mitigasi yang dapat diterapkan di pelabuhan garongkong. Penelitian ini menghasilkan pemodelan tsunami dengan tinggi 3,22 m dengan jarak tempuh selama 34,78 menit, dan run-up dapat mencapai 11.26 m. Hasil simulasi ini kemudian dijadikan acuan untuk menentukan skema mitigasi tsunami mendatang yang sesuai untuk pelabuhan garongkong. Skema mitigasi terebut berupa sistem peringatan dini, mitigasi struktural (berupa pembuatan greenbelt dan sistem perlindungan buatan), mitigasi non struktural (berupa pembuatan peta zona rawan bencana dan melakukan sosialisasi dan tsunami drill), mitigasi menggunakan metode evakuasi dan mitigasi vertikal yang merupakan pilihan terbaik untuk mitigasi bencana tsunami mendatang di Pelabuhan Garongkong.
Studi Eksperimental Kuat Tekan Bata Merah dengan Variasi Penambahan Abu Sekam Padi
Apriansyah;
Abdul Hasim;
Aji Marwadi;
Natser Istiqlal Chalid
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25042/jrt2k.122022.01
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu sekam padi sebagai material tambahan dan pengaruh waktu pembakaran bata merah terhadap kuat tekan bata merah. Model uji yang telah dibuat diseleksi berdasarkan sifat tampak dan dimensinya sebelum pengujian kuat tekan dilakukan. Penelitian ini menggunakan sampel batu bata merah berbentuk balok dengan ukuran panjang 22 cm, lebar 10 cm dan tinggi 5 cm. variasi penambahan abu sekam padi yang digunakan adalah 0%, 5%, 10% dan 15%. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh bahwa semua sampel dengan variasi penambahan abu sekam padi 0%, 5%, 10% dan 15 % dengan lama waktu pembakaran selama 3 hari dan 7 hari menurut sifat tampak sesuai dengan SNI 15-2094-2000, sedangkan kuat tekan tidak memenuhi standar minimum di SNI 15-2094-2000. Nilai kuat tekan optimum yaitu 4,94 pada variasi penambahan abu sekam padi 0% dengan pembakaran selama 3 hari dan nilai kuat tekan minimum yaitu 3,16 dengan variasi penambahan abu sekam padi 15% dengan pembakaran selama 3 hari dan 7 hari. Batu bata merah dengan variasi penambahan abu sekam padi sebanyak 5%, pembakaran selama 3 hari dengan nilai kuat tekan 4,74 adalah model uji yang direkomendasikan digunakan dalam bidang kontruksi karena hasil kuat tekan mendekati kelas 50 SNI 15-2094-2000 yaitu 5 Mpa (5 N/mm2).
Simulasi Tracking Route Kapal Menggunakan Metode Kendali Proportional Integral Derrivatif
Rahimuddin;
Malika Amil Madani;
Awalia Sulastri
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25042/jrt2k.122022.02
Pelayaran yang efisien sangat dibutuhkan dalam navigasi kapal, tidak hanya menghemat waktu tapi juga menghemat bahan bakar. Ketika kapal sedang berlayar, kapal selalu menyimpang dari lintasan yang ditentukan akibat gaya gelombang, angin, dan gaya-gaya eksternal lainnya. Untuk berlayar efisien kapal perlu dikendalikan dengan baik. Salah satu pengendali yang telah banyak dipakai adalah kendali PID. Kendali PID (Proportional Integral Derivatif) diterapkan pada sistem autopilot untuk mengendalikan kecepatan dan arah gerak kapal. Simulasi numerik dikembangkan untuk menguji kendali kapal mengikuti lintasan yang ditetapkan. Desain kendali PID menentukan koefisien kendali Kp, Ki, Kd menggunakan metode Nicholas-Ziegler untuk optimasi nilai koefisien kendali. Hasil simulasi menunjukkan kapal mampu berlayar mengikuti lintasan dan memperkecil simpangan lintasan yang ditetapkan. Koefisien kendali heading kapal adalah Kp = 20.4, Ki = 0, dan Kd = 25.5 dengan simpangan rata-rata heading 0.000537 derajat, dan kendali kecepatan kapal Kp = 13, Ki = 0, dan Kd = 0.5 dengan nilai simpangan rata-rata sebesar 0.179 knot. Simpangan heading yang cukup besar terjadi ketika kapal berlayar pada lintasan yang ekstrim dimana kapal harus melakukan maneuver tajam pada beberapa waypoints.
Analisa Penggunaan Vortex Generator pada Elbow Pipa untuk Mengurangi Laju Erosi pada Sistem Perpipaan Kapal
Baharuddin;
Ainur Rofiq;
Andi Husni Sitepu
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25042/jrt2k.122022.07
Peningkatan kebutuhan akan sistem perpipaan saat ini sangat penting sebagai sarana untuk mendistribusikan atau mengalirkan fluida dari satu tempat ke tujuan. Fitting elbow itu sendiri sebagai komponen perpipaan yang bertujuan membelokkan arah aliran dimana berperan penting dalam sistem instalasi perpipaan. Pengangkutan partikel yang melewati elbow tersebut menyebabkan penipisan dinding akibat erosi, menjadikannya cukup sering dan juga merupakan penggantian yang membutuhkan biaya. Dalam penelitian ini melakukan pemecahalan masalah dengan penambahan vortex generator atau sistem pengacau aliran yang di pasang di dalam elbow. Prediksi erosi yang akurat terutama pada elbow dapat digunakan untuk meningkatkan desain kerja elbow, wilayah inspeksi, limit pengoperasian dan lainnya. Dalam penelitian ini digunakan permodelan CFD pada aplikasi ANSYS Version R19.2 untuk memprediksi laju erosi dalam aliran fluida air laut dengan variasi bentuk vortex generator dan kecepatan fluida. Didapatkan hasil berupa profil kecepatan, pelacakan partikel dan laju erosi pada elbow pipa. Hasil simulasi nilai laju erosi paling rendah dan profil distribusi erosi yang paling efektif mengurangi laju erosi pada vortex model segitiga 2 dan vortex model trapesium 3 dengan nilai 7.771 x10-7 Kg/m2s dan 6.622 x 10-7 Kg/m2s ditinjau dari segi distribusi laju erosi pada permukaan vortex standard lebih kecil area terdampak erosi dibandingkan model elbow standard dan nilai lifetime paling optimal pada model standard dan vortex model segitiga 2 dengan metode generic memiliki nilai besar 242.1 tahun dan 237.7 tahun.
Penerapan Teknologi Pendingin Ikan Berbasis Energi Surya pada Masyarakat Nelayan di Desa Turungan Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang
Faisal Mahmuddin;
Syerly Klara;
Muhammad Banda Selamat;
Rahmatullah
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Desa Turungang, Kelurahan Langnga, Kecamatan Mattirosompe, Kabupaten Pinrang merupakan sebuah desa yang berbatasan dengan selat Makassar. Karena lokasi geographis yang berbatasan dengan laut ini, maka sebagian besar penduduk desa Turungang berprofesi sebagai nelayan. Untuk menangkap ikan, para nelayan biasanya menggunakan kapal ikan, sedangkan untuk mendinginkan dan mengawetkan hasil tangkapan, nelayan menggunakan es balok. Namun demikian, penggunaan es balok sangat tidak efektif karena lama dan pendinginannya yang terbatas sehingga nelayan tidak dapat beroperasi lebih jauh dan lebih lama karena harus segera membawa pulang hasil tangkapan ke darat untuk di jual sebelum ikannya menjadi tidak segar. Untuk itu, pada program pengabdian ini akan dilakukan penerapan teknologi pendingin ikan berbasis energi surya pada kapal ikan yang dimiliki oleh masyarakat nelayan. Dengan menggunakan teknologi ini, nelayan dapat beroperasi lebih jauh dan lebih lama karena teknologi ini akan mendinginkan ikan secara optimal selama nelayan melaut. Selain itu, karena memanfaatkan energi terbarukan, biaya operasional yang harus dikeluarkan juga sangat rendah dan nelayan dapat juga memanfaatkan listik oleh sistem ini untuk kepentingan lain seperti untuk penerangan atau komunikasi (radio).