cover
Contact Name
Muhamad Sidik
Contact Email
mgcn.sidik@gmail.com
Phone
+6289671418611
Journal Mail Official
jmia@kampusakademik.co.id
Editorial Address
Jl.pedurungan kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK
ISSN : 30327385     EISSN : 30327377     DOI : https://doi.org/10.61722/jmia.v1i2
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA) , ISSN: (cetak), ISSN: (online) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh CV. Kampus Akademik Publising . JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komunikasi, Hukum. Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,132 Documents
Kata Sapaan Bahasa Jawa di Desa Bukit Payung Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar Risma Artika; Alber Alber
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11731

Abstract

This study is meant to explain and look into how people in Bukit Payung Village, which is part of Bangkinang District in Kampar Regency, use different types of greetings, both those based on family relationships and those that are not. This research uses a qualitative method and focuses on describing things in detail. The data were collected through interviews and then analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which is based on the greeting theory proposed by Syafyahya et al., (2000). The results show that there are 35 greeting terms, which include 27 terms used for greeting family members and 8 terms used for greeting people who are not family. Family greetings for relatives include both extended and nuclear family members, while greetings not based on family relationships cover religion, traditions, and general topics. How people greet each other depends on how close they are to each other. The unique part of this research is looking at both kinship and non-kinship greetings in the Javanese transmigrant community, especially in Bukit Payung Village, Bangkinang District, Kampar Regency.
Peran Pengelolaan Arsip Dinamis dalam Mendukung Ketersediaan Informasi Feizal Ahmad Rifa'i; Fahmi Muhammad Az Zuhri Az Zuhri
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11736

Abstract

Abstract. The availability of accurate and reliable information is a crucial aspect in supporting organizational effectiveness, especially in the era of digital transformation. One of the key elements influencing information availability is the management of dynamic records. Dynamic records management not only functions as a storage system but also plays a strategic role in ensuring information accessibility, authenticity, and usability. This study aims to analyze the role of dynamic records management in supporting information availability through a literature review approach. The method applied is a literature review, which involves examining and synthesizing relevant academic sources to gain insights into the relationship between records management and information availability. The findings indicate that effective dynamic records management significantly contributes to improving information retrieval, decision-making processes, and organizational accountability. Moreover, the integration of digital systems in records management enhances efficiency and reduces the risk of information loss. This study concludes that optimizing dynamic records management is essential for organizations to ensure sustainable information availability in the digital era. Keywords: dynamic records; information availability; records management; information systems; digital archives Abstrak. Ketersediaan informasi yang akurat dan terpercaya merupakan aspek penting dalam mendukung efektivitas organisasi, terutama di era transformasi digital saat ini. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap ketersediaan informasi adalah pengelolaan arsip dinamis yang baik dan sistematis. Pengelolaan arsip dinamis tidak hanya berfungsi sebagai media penyimpanan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjamin kemudahan akses, keaslian, serta keberlanjutan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengelolaan arsip dinamis dalam mendukung ketersediaan informasi melalui pendekatan kajian pustaka. Metode yang digunakan adalah Kajian pustaka dengan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis berbagai penelitian yang relevan dari sumber ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan arsip dinamis yang efektif mampu meningkatkan kecepatan temu kembali informasi, mendukung pengambilan keputusan, serta memperkuat akuntabilitas organisasi. Selain itu, integrasi teknologi digital dalam pengelolaan arsip juga terbukti meningkatkan efisiensi dan meminimalisir risiko kehilangan data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi pengelolaan arsip dinamis menjadi faktor penting dalam menjamin ketersediaan informasi secara berkelanjutan di era digital. Kata kunci: arsip dinamis; ketersediaan informasi; manajemen arsip; sistem informasi; arsip digital
Pengaruh Konten Kreator Sadam Permana terhadap Efektivitas Diseminasi Informasi pada Masyarakat Digital Leony Dwi Safitri; Desriyeni Desriyeni
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11743

Abstract

The development of social media in the digital era has transformed the way people access and disseminate information. In addition to serving as a communication platform, social media has become a fast and far-reaching medium for information dissemination. However, the effectiveness of information dissemination continues to face several challenges, including low levels of digital literacy, limited public trust in information, and the overwhelming flow of online content. This study uses Sadam Permana as the research object because of his consistent efforts in presenting information on social issues through simple and easily understandable content. The purpose of this study is to examine the influence of content creator Sadam Permana on the effectiveness of information dissemination in digital society. This research employed a quantitative approach using a descriptive method. The study population consisted of approximately 467,000 followers of Sadam Permana's TikTok account as of the end of February 2026. The sample was selected using a purposive sampling technique, resulting in 100 respondents. Data were analyzed using the normality test, correlation test, linearity test, hypothesis test, and coefficient of determination test with the assistance of SPSS version 25. The findings indicate that Sadam Permana, as a content creator, has a significant influence on the effectiveness of information dissemination in digital society. The content creator variable obtained a mean score of 3.13, while the information dissemination effectiveness variable achieved a mean score of 2.92, both of which fall into the high category. Furthermore, the coefficient of determination (R Square) value of 0.553 indicates that the content creator variable explains 55.3% of the variance in information dissemination effectiveness, while the remaining 44.7% is influenced by other factors not examined in this study.
Penerapan Marketing Mix 7P Pada Institusi Pendidikan di MTs Madrasah Pembangunan UIN Jakarta Helga Fadillu Rohman; Nazwara Putri Haridwani; Ekfina Qanita Fesyia Birzah; Aghitsa Farahdiba; Rizka Ramadhina Anwar; Zahrotul Munawwaroh
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 5 (2026): Oktober
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i5.11748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Marketing Mix 7P (produk, harga, promosi, orang, proses, bukti fisik, dan tempat) dalam pemasaran jasa pendidikan di MTs Madrasah Pembangunan UIN Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan, observasi langsung, serta studi dokumentasi. Data dianalisis dengan memetakan temuan ke dalam ketujuh elemen bauran pemasaran jasa, kemudian dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah telah menerapkan ketujuh elemen tersebut, meskipun tingkat kematangan penerapannya berbeda-beda antarelemen. Produk, orang, dan bukti fisik menjadi elemen yang paling kuat, tercermin dari kurikulum berbasis nilai keislaman yang dipadukan dengan program unggulan, tenaga pengajar yang kompeten dan bersertifikat, serta fasilitas yang terawat dan representatif. Harga dikelola secara transparan dan inklusif melalui kebijakan beasiswa dan opsi pembayaran bertahap, sementara lokasi madrasah diuntungkan oleh posisinya yang strategis di dalam kompleks kampus universitas. Promosi dan proses, meskipun telah berjalan baik secara operasional, belum dikomunikasikan secara optimal sebagai bagian dari strategi pemasaran yang terintegrasi sepanjang tahun, karena kegiatan promosi masih terpusat pada masa penerimaan peserta didik baru. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pemasaran jasa pendidikan ditentukan oleh pengelolaan ketujuh elemen secara terintegrasi, bukan oleh kekuatan satu atau dua elemen yang berdiri sendiri. Secara praktis, madrasah disarankan menyusun strategi komunikasi pemasaran yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, terutama pada elemen promosi dan proses, agar keunggulan yang telah dimiliki dapat tersampaikan secara lebih optimal kepada calon siswa dan orang tua. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat relevansi kerangka 7P pada konteks pendidikan menengah pertama berbasis Islam dan memberikan landasan empiris bagi penelitian selanjutnya mengenai variasi kontekstual efektivitas elemen bauran pemasaran jasa.
KOMODIFIKASI GAYA HIDUP TRAVELING DALAM KONTEN INSTAGRAM @BACKPACKERTAMPAN DAN @AHMADRIFYANNUR DI KALANGAN GENERASI Z Abdul Hadi Almaghribi; Adam Reynaldi Sofyan; Rifma Ghulam Dzaljad
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 5 (2026): Oktober
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i5.11761

Abstract

This study discusses the traveling lifestyle among Generation Z from the perspective of the Frankfurt School of Critical Theory. The growing phenomenon of traveling through digital media is no longer understood only as an activity to satisfy oneself by going to dream places or simply to relieve stress (use value), but also becomes a popular cultural lifestyle that can generate exchange value, such as becoming a commodity to generate profits through promotional content for open trip services and endorsements. In the perspective of the Frankfurt School of Critical Theory, this condition shows how social media forms the commodification of the traveling lifestyle into a commodity that is traded in the market, based on the Political Economy of Communication Theory - Vincent Mosco. This study uses a qualitative approach with digital observation techniques on the Instagram social media platform, as well as a documentation study of the content of the @backpackertampan and @ahmadrifyannur accounts with a travel theme. The results of the study indicate a relationship between social media, the cultural industry, and digital capitalism in shaping the traveling lifestyle among Generation Z.
SANKSI HUKUM BAGI PELAKU USAHA YANG MELANGGAR KETENTUAN LABEL HALAL DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI ISLAM Indra Dwi Prasetyo; Asad Dalhar; Nurma Khusna Khanifa
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11790

Abstract

Label halal merupakan instrumen penting bagi konsumen Muslim dalam menentukan pilihan produk konsumsi, baik pangan maupun non-pangan(Islah, 2022). Di Indonesia, kewajiban sertifikasi dan pencantuman label halal diatur secara normatif melalui Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Namun demikian, praktik pelanggaran label halal masih kerap terjadi, mulai dari pencantuman label halal tanpa sertifikat hingga penggunaan bahan non-halal pada produk yang diklaim halal(Ilham et al., 2023). Artikel ini menganalisis sanksi hukum bagi pelaku usaha yang melanggar ketentuan label halal dengan menggunakan perspektif Hukum Ekonomi Islam dan perlindungan konsumen. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanksi bagi pelanggar label halal dapat berupa sanksi administratif, pidana, dan tambahan. Dalam perspektif Hukum Ekonomi Islam, pelanggaran label halal tidak hanya berdimensi hukum positif tetapi juga merupakan pelanggaran terhadap prinsip maqashid syariah, khususnya perlindungan agama (hifzh al-din) dan perlindungan jiwa (hifzh al-nafs). Penegakan hukum terhadap pelanggaran label halal memerlukan penguatan koordinasi antarlembaga dan peningkatan kesadaran konsumen.
MAKNA GANGGUAN MENTAL PANDANGAN MAHASISWA MUSLIM Nasichah Nasichah; Layra Wardatulsoleha; Widiasyahna Haqqia; Amelia Assama
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11806

Abstract

Mental health has become an important issue among students and is often associated with spiritual and psychological conditions. In Muslim communities, mental disorders are frequently understood through both religious and medical perspectives. This study aims to examine Muslim students' perceptions of mental health and the integration of spiritual and clinical approaches. The research used a descriptive quantitative method with questionnaires distributed to 40 Muslim students. The findings show that most respondents believe mental health is closely related to spirituality and support the combination of religious coping and professional treatment in dealing with mental disorders.
PROBLEMATIKA KUALITAS PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2011 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEPASTIAN HUKUM Reulina Br Bangun; Nazwa Ratu Camelia; Yenie Murdani; Shindy Aulia Putri; Sahnaya Tria Madani; Nazwa Ramadhani
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11818

Abstract

Pembentukan peraturan perundang-undangan di Indonesia merupakan proses fundamental dalam mewujudkan sistem hukum yang tertib dan menjamin kepastian hukum. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai problematika yang memengaruhi kualitas pembentukan peraturan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pembentukan peraturan perundang-undangan di Indonesia dalam perspektif Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 serta implikasinya terhadap kepastian hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembentukan peraturan perundang-undangan masih menghadapi berbagai permasalahan, antara lain kurangnya partisipasi publik, disharmonisasi antar peraturan, serta adanya kecenderungan cacat formil dalam proses pembentukan. Permasalahan tersebut berdampak pada lemahnya kepastian hukum dan berpotensi menimbulkan ketidakadilan dalam penerapannya. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan agar lebih transparan, partisipatif, dan sesuai dengan prinsip-prinsip yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku guna menjamin kepastian hukum di Indonesia.
IMPLEMENTASI KOORDINASI JAKSA DAN PENYIDIK DALAM TAHAP PRA-PENUNTUTAN SEBAGAI PERWUJUDAN ASAS DOMINUS LITIS (STUDI DI KEJAKSAAN NEGERI SIDOARJO) Merita Rehulina Br Tarigan; Made Sugi Hartono; Ario Dewanto
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11830

Abstract

Koordinasi antara jaksa dan penyidik dalam tahap pra-penuntutan merupakan bagian penting dalam sistem peradilan pidana guna menjamin efektivitas penanganan perkara. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala, seperti pengembalian berkas perkara (P-19) yang berulang serta perbedaan pemahaman antara aparat penegak hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi koordinasi horizontal antara jaksa dan penyidik dalam tahap pra-penuntutan serta menilai keterkaitannya dengan asas dominus litis. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi di Kejaksaan Negeri Sidoarjo serta didukung dengan studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, termasuk KUHP Baru Indonesia dan RKUHAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi antara jaksa dan penyidik telah berjalan, namun belum optimal karena masih terdapat kendala teknis dan perbedaan persepsi hukum. Kondisi ini menunjukkan bahwa perwujudan asas dominus litis belum sepenuhnya terlaksana secara maksimal dalam praktik pra-penuntutan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi serta peningkatan komunikasi antara jaksa dan penyidik guna mendukung efektivitas penegakan hukum pidana.
Pertanggungjawaban Pidana terhadap Penyalahgunaan Artificial Intelligence sebagai Sarana Tindak Pidana di Indonesia Mila Marshela; Anisa Nuraeni; Bulan Purnama Sari Mulyadi; Risky Yulamdary; Anita Febrianti
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11834

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah memberikan manfaat yang signifikan dalam berbagai bidang, namun di sisi lain juga memunculkan bentuk-bentuk tindak pidana baru yang semakin kompleks. Penyalahgunaan AI melalui teknologi deepfake, voice cloning, penipuan digital, manipulasi data, serta serangan siber menimbulkan tantangan bagi sistem hukum pidana Indonesia, khususnya dalam menentukan pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pertanggungjawaban pidana terhadap penyalahgunaan Artificial Intelligence sebagai sarana tindak pidana di Indonesia, mengidentifikasi kelemahan pengaturan hukum yang berlaku, serta merumuskan konsep pertanggungjawaban pidana yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, buku, jurnal ilmiah, dan dokumen hukum yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Artificial Intelligence belum dapat diposisikan sebagai subjek hukum pidana karena tidak memiliki kehendak bebas maupun unsur kesalahan (mens rea), sehingga pertanggungjawaban pidana tetap dibebankan kepada manusia atau korporasi yang mengembangkan, mengendalikan, menyediakan, maupun menggunakan teknologi tersebut. Pengaturan hukum positif Indonesia masih menyisakan kekosongan norma mengenai pembagian tanggung jawab para pihak, mekanisme pembuktian digital, serta tata kelola penggunaan AI. Oleh karena itu, diperlukan reformasi hukum melalui pembentukan regulasi khusus yang mengatur tata kelola AI, model pertanggungjawaban berlapis (multi-layer liability), penguatan forensik digital, serta harmonisasi dengan perkembangan hukum internasional guna mewujudkan kepastian hukum dan efektivitas penegakan hukum pidana di era kecerdasan buatan.