cover
Contact Name
Muhamad Sidik
Contact Email
mgcn.sidik@gmail.com
Phone
+6289671418611
Journal Mail Official
jmia@kampusakademik.co.id
Editorial Address
Jl.pedurungan kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK
ISSN : 30327385     EISSN : 30327377     DOI : https://doi.org/10.61722/jmia.v1i2
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA) , ISSN: (cetak), ISSN: (online) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh CV. Kampus Akademik Publising . JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komunikasi, Hukum. Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 970 Documents
ANALISIS KETERPENUHINYA KEBUTUHAN FASILITAS PEJALAN KAKI BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA PADA TROTOAR JALAN R.A. KARTINI BEKASI Tegar Aji Pambudi; Kasman Kasman; Zefri Zefri
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10514

Abstract

Fasilitas pejalan kaki merupakan elemen penting dalam mewujudkan sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan, aman, dan inklusif. Jalan R.A. Kartini Kota Bekasi sebagai salah satu koridor utama dengan aktivitas komersial, perkantoran, dan permukiman memiliki intensitas pergerakan pejalan kaki yang tinggi, namun kondisi fasilitas pejalan kaki yang tersedia masih menunjukkan berbagai permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keterpenuhinya kebutuhan pengguna terhadap fasilitas pejalan kaki berdasarkan persepsi pengguna serta mengidentifikasi prioritas perbaikan fasilitas pada trotoar Jalan R.A. Kartini Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei kuesioner kepada pengguna fasilitas pejalan kaki. Analisis data dilakukan menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) untuk mengukur tingkat keterpenuhinya kebutuhan pengguna secara keseluruhan, serta Importance Performance Analysis (IPA) untuk menentukan atribut fasilitas yang menjadi prioritas perbaikan berdasarkan tingkat kepentingan dan kinerja yang dirasakan pengguna. Hasil analisis menunjukkan nilai CSI sebesar 50,96% (kategori Kurang Puas), yang mengindikasikan belum optimalnya pemenuhan kebutuhan pengguna. Pemetaan IPA mengidentifikasi tiga atribut dalam Kuadran I (Prioritas Utama): sistem drainase, peneduh (pohon/kanopi), dan estetika/landscape. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kualitas fasilitas pejalan kaki secara berkelanjutan dengan pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna.
ANTARA LEGALITAS DAN MORALITAS: PERSPEKTIF ETIKA PROFESI DALAM PELAKSANAAN JABATAN NOTARIS Arlina Maulidya Putri; Miqdad Ahsan Hamdy; Zakya Ahmad Nurhisan; Zida Ilmaya Al Umami
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10533

Abstract

Notaris sebagai pejabat umum memiliki kewenangan dalam pembuatan akta otentik yang berkekuatan pembuktian sempurna. Oleh karena itu, dalam menjalankan jabatannya, notaris tidak hanya dituntut untuk berlandaskan pada ketentuan hukum positif (legalitas), tetapi juga harus menginternalisasi nilai-nilai moral serta etika profesi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip legalitas merupakan landasan utama dalam pelaksanaan kewenangan notaris sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Jabatan Notaris. Namun demikian, aspek moralitas yang diwujudkan melalui kepatuhan terhadap kode etik profesi memiliki peran krusial dalam menjaga integritas, profesionalitas, serta kepercayaan publik. Pelanggaran terhadap dimensi moralitas, meskipun tidak selalu berimplikasi langsung pada pelanggaran hukum positif, tetap dapat menimbulkan konsekuensi berupa sanksi etik hingga pertanggungjawaban hukum. Dengan demikian, harmonisasi antara legalitas dan moralitas menjadi prasyarat fundamental dalam penyelenggaraan jabatan notaris yang mengedepankan keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan.
Interferensi Bahasa Jawa Ke Bahasa Indonesia Dalam Film Sekawan Limo Nadila Dwi Sapira; Al Rabiya Zahwa; Fatmawati Fatmawati
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10535

Abstract

Penelitian ini mengkaji interferensi bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia dalam film Sekawan Limo sebagai bentuk kontak bahasa pada masyarakat bilingual. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk interferensi, faktor penyebab, dan fungsi penggunaan interferensi bahasa Jawa dalam dialog film. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data penelitian berupa tuturan tokoh dalam film Sekawan Limo yang mengandung interferensi bahasa Jawa ke bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teknik identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya 34 data interferensi yang terdiri atas 26 interferensi leksikal, 3 interferensi morfologis, dan 5 interferensi sintaktis, sedangkan interferensi fonologis tidak ditemukan. Interferensi leksikal menjadi bentuk yang paling dominan. Interferensi dalam film berfungsi memperkuat identitas budaya Jawa, karakterisasi tokoh, kedekatan sosial, serta menciptakan dialog yang realistis.
OPTIMALISASI FASILITAS PARKIR DAN PENATAAN PKL UNTUK PENINGKATAN FUNGSI RUANG PUBLIK DI ALUN-ALUN M. HASIBUAN KOTA BEKASI Muhamad Ridwan; Siska Amelia; Zefri
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10543

Abstract

Alun-Alun M. Hasibuan Kota Bekasi merupakan salah satu ruang publik utama yang memiliki fungsi sosial, ekonomi, rekreasi, dan interaksi masyarakat perkotaan. Tingginya aktivitas masyarakat di kawasan tersebut menyebabkan meningkatnya kebutuhan terhadap fasilitas pendukung seperti fasilitas parkir dan ruang aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL). Permasalahan yang terjadi saat ini meliputi keterbatasan kapasitas parkir, parkir liar di badan jalan, ketidakteraturan PKL, terganggunya jalur pedestrian, serta menurunnya kualitas estetika kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting fasilitas parkir dan penataan PKL di kawasan Alun-Alun M. Hasibuan Kota Bekasi serta merumuskan strategi optimalisasi guna meningkatkan fungsi ruang publik. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada pengunjung serta pedagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas parkir yang tersedia belum mampu mengakomodasi kebutuhan pengunjung terutama pada akhir pekan dan hari libur sehingga menimbulkan parkir liar dan gangguan sirkulasi kendaraan. Selain itu, penataan PKL yang belum optimal menyebabkan terganggunya aksesibilitas pejalan kaki dan penurunan kenyamanan ruang publik. Strategi optimalisasi yang direkomendasikan meliputi penyediaan kantong parkir terpadu, penerapan sistem manajemen parkir, penataan zonasi PKL, peningkatan fasilitas pedestrian, serta penguatan regulasi dan pengawasan kawasan. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas fungsi ruang publik secara berkelanjutan di Alun-Alun M. Hasibuan Kota Bekasi.
ANALISIS DAYA TARIK WISATA BERDASARKAN 4A (ATTRACTION, ACCESSIBILITY, AMENITIES, DAN ANCILLIARY) DI PURA MANGKUNEGARAN SURAKARTA Anisah Hamid
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10569

Abstract

Pura Mangkunegaran is one of the leading cultural tourism destinations in Surakarta that continues to develop through various cultural attractions and creative economy activities. This study aims to analyze the role of Attraction, Accessibility, Amenities, and Ancillary (4A) in increasing tourists' intention to visit Pura Mangkunegaran. The research employed a quantitative approach with data collected through questionnaires distributed to tourists. Data were analyzed using descriptive statistics. The results indicate that all 4A components contribute to increasing tourists' visit intention. Attraction is the most dominant factor, supported by cultural uniqueness, historical value, architectural heritage, and the organization of various cultural attractions and events. Meanwhile, accessibility, amenities, and ancillary services act as supporting factors that enhance tourists' comfort and overall experience. Therefore, the development of cultural tourism attractions should be continuously promoted to maintain the attractiveness and competitiveness of Pura Mangkunegaran as a cultural tourism destination in Surakarta.
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Abi Wahyu Santoso; Fadhel muamar alfath; Alif Hudha Setiawan; Mahalli sidiq,; Mesha Ira Soviyani
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10595

Abstract

Salah satu isu besar dalam pendidikan dasar adalah membantu peserta mengembangkan kemampuan berpikir kritis, karena banyak guru masih terlalu menekankan pada hafalan informasi serta kurang mendorong siswa guna berpikir kritis serta mempergunakan penalaran berbasis bukti. Visi artikel ini guna menjelaskan serta memberikan contoh bagaimana pembelajaran berbasis masalah membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka dalam konteks kelas studi sosial dan sains di sekolah dasar. Sebanyak enam puluh siswa kelas lima dibagi menjadi dua kelompok untuk penelitian ini: satu kelompok menerima perlakuan eksperimental dan kelompok lainnya menerima perlakuan kontrol. Peneliti menggunakan kuasi-eksperimental kuantitatif dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Dengan mempergunakan buku harian reflektif, lembar observasi kelas, serta ujian berpikir kritis terbuka guna mengumpulkan data. Metode statistik seperti statistik deskriptif, uji normalitas dan homogenitas, uji t sampel independen, analisis N-gain, dan perhitungan ukuran efek Cohen's digunakan untuk memeriksa data yang dikumpulkan. Meskipun peningkatan alami kelompok kontrol dari 55,91 menjadi 66,56 pada pretest, temuan yang menampilkan skor rerata kelompok eksperimen meningkat dari 56,13 menjadi 78,52 pada posttest. Ukuran efek yang kuat sebesar d = 1,65 terlihat dengan perubahan yang signifikan secara statistik pada kinerja posttest, seperti ditunjukkan oleh hasil uji t sampel independen, serta t(58) = 6,39 dan p < 0,001. Skor N-gain moderat 0,52 dicapai oleh kelompok eksperimen, disandingkan skor rendah 0,25 oleh kelompok kontrol. Jika instruktur memberikan isu kontekstual, mendorong penyelidikan berdasarkan bukti, dan menggunakan prosedur penilaian reflektif guna memperkuat keterampilan penalaran peserta didiknya, maka pembelajaran berbasis masalah sangat cocok.
Analisis Diksi Akademik pada Judul Artikel Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik (JMIA) Volume 3 Nomor 2 Tahun 2026 Lolo Mesliana Cibro; Tessalonika Simangungsong; Nur Syakila; Randi Simarmata; Jakaria
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10600

Abstract

The purpose of this study is to describe the use of academic diction in article titles in the Multidisciplinary Journal of Academic Sciences (JMIA) Volume 3 Number 2 of 2026. Diction is an important element in writing scientific papers because it functions to convey ideas precisely, clearly, and in accordance with the characteristics of scientific language. This study applies a qualitative descriptive approach. with data sources in the form of 15 article titles selected from JMIA Volume 3 Number 2 of 2026. The data collection process was carried out through documentation, reading, and taking notes. Data were analyzed by identifying, grouping, and describing academic diction contained in the article titles. The results of the study show that there are various dominant academic dictions used, such as analysis, implementation, evaluation, transformation, optimization, urgency, perspective, and effectiveness. These dictions can be included in various categories, namely research diction, application diction, change diction, conceptual diction, and urgency diction. The use of academic diction in article titles serves to clarify the focus of the research, indicate the purpose of the research, and build the scientific character of a written work. Thus, choosing the right diction in the article title plays an important role in improving the quality of scientific communication and making it easier for readers to understand the research content.
ETIKA PROFESI HAKIM MAHKAMAH KONSTITUSI: INTEGRITAS DAN PROFESIONALITAS DALAM PERSPEKTIF TRIAL BY SOCIAL MEDIA Caroline Dyah Prahapsari; Alviani Tri Tama; Refalia Zaskya Bianca; Natacha Ananisa Ribeiro Barreto
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10602

Abstract

Etika profesi hukum merupakan pedoman bagi setiap profesi, tak terkecuali hakim Mahkamah Konstitusi. Hakim Mahkamah Konstitusi memegang peran sentral dalam menegakkan hukum dan keadilan. Oleh karena itu, dalam mewujudkan keadilan, hakim harus berpegang teguh pada nilai profesionalitas dan memiliki integritas yang tinggi. Integritas dan profesionalisme menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas putusan dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan. Dalam mewujudkan hal tersebut, etika profesi hukum memiliki peran penting bagi Hakim Mahkamah Konstitusi untuk meningkatkan kualitas profesionalisme dan integritas dalam sistem peradilan yang terwujud dalam Kode Etik Hakim. Selain itu, tantangan modern seperti intervensi kekuasaan, konflik kepentingan, dan fenomena trial by social media dapat mempengaruhi independensi, netralitas, dan integritas hakim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bersumber dari data sekunder seperti buku, jurnal ilmiah dan berbagai peraturan perundang-undangan. Hasil dari penelitian menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap kode etik dan pedoman perilaku hakim sebagai kompas moral yang mendukung pelaksanaan tugas secara jujur, adil, dan bertanggung jawab, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap sistem peradilan di Indonesia.
Kompetensi Sosial Guru SMP/MTs Dalam Membangun Komunikasi Dengan Siswa, Orang Tua, Dan Rekan Kerja Salsabila Salsabila; Aira Putri Vaneza; Dila Puspita Sari; Ade Irma
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10608

Abstract

Kompetensi sosial merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki guru untuk membangun hubungan yang efektif dengan siswa, orang tua, dan rekan kerja. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kompetensi sosial guru SMP/MTs dalam membangun komunikasi dengan siswa, orang tua atau wali murid, serta rekan kerja di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap tiga guru matematika dari sekolah yang berbeda. Data dianalisis dengan mengaitkan hasil wawancara pada berbagai teori dan penelitian yang relevan melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga guru memiliki kompetensi sosial yang sangat baik, ditandai dengan kemampuan membangun komunikasi yang humanis dan inklusif dengan siswa, menjalin kerja sama yang terbuka dan kolaboratif dengan orang tua, serta menciptakan hubungan profesional yang harmonis dengan rekan kerja. Kompetensi sosial tersebut terbukti mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif dan keberhasilan proses pembelajaran.
IMPLEMENTASI HUKUM ETIKA PROFESI DAN KEPEGAWAIAN DALAM SISTEM PELAYANAN PUBLIK DI INDONESIA Ananditya Waskitorini; Ridho Gantheng Seno V; Dea Fitriani; Minkhatul Maskhuroh; Yahya Ayyash; Falah Ramadhani
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10620

Abstract

Hukum etika profesi dan kepegawaian merupakan landasan fundamental dalam mengatur perilaku aparatur negara dan tenaga profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi norma etika profesi dalam sistem kepegawaian Indonesia, menganalisis regulasi yang berlaku, serta mengidentifikasi permasalahan dan solusi dalam penegakannya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang- undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kerangka regulasi etika profesi kepegawaian telah cukup komprehensif melalui Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta peraturan pelaksanaannya, masih terdapat kesenjangan signifikan antara norma yang tertulis dengan implementasi di lapangan. Faktor-faktor seperti lemahnya pengawasan internal, rendahnya kesadaran etika profesi, serta inkonsistensi penegakan sanksi menjadi hambatan utama. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem pengawasan berbasis integritas, peningkatan pendidikan dan pelatihan etika profesi yang berkelanjutan, serta reformasi mekanisme penegakan disiplin kepegawaian.