cover
Contact Name
Muhamad Sidik
Contact Email
mgcn.sidik@gmail.com
Phone
+6289671418611
Journal Mail Official
jmia@kampusakademik.co.id
Editorial Address
Jl.pedurungan kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK
ISSN : 30327385     EISSN : 30327377     DOI : https://doi.org/10.61722/jmia.v1i2
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA) , ISSN: (cetak), ISSN: (online) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh CV. Kampus Akademik Publising . JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komunikasi, Hukum. Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 970 Documents
Sosiologi Lembaga Pendidikan: Konstruksi Ketahanan Sosial Siswa Madrasah Tsanawiyah dalam Menghadapi Tekanan Akademik dan Budaya Digital di MTs Negeri 1 Banyumas Atikoh Khasanah; Muh. Hanif
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10467

Abstract

This article examines the construction of social resilience among students of Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Banyumas in facing academic pressure and digital culture through the lens of the sociology of educational institutions. Initial classroom observations in the accelerated program indicate that academic pressure is heightened due to additional instructional hours, while digital culture emerges as a source of distraction that reduces concentration and affects students’ emotional well-being. Survey data reveal that rules on gadget use, peer support, and religious values play a crucial role in shaping students’ social resilience. Previous studies tend to be normative and administrative, emphasizing school discipline or gadget regulations without unpacking the social mechanisms within the madrasah. This article addresses that gap with three focal points: (1) analyzing gadget-use rules as a strategy to limit the negative impact of digital culture, (2) explaining the role of peer groups as spaces for sharing academic pressure and social concerns, and (3) assessing religious values as a moral framework for students in engaging with digital content. Using a qualitative approach, this study aims to demonstrate how social relations, institutional norms, educational authority, and the experiences of students, teachers, and parents shape everyday educational practices. The contribution of this article goes beyond case description, seeking to build theoretical arguments about how educational institutions function as social arenas that produce trust, identity, discipline, solidarity, and social change. The findings are expected to enrich discussions on the sociology of Islamic education in Indonesia and offer recommendations for strengthening institutional governance based on field data.
Perspektif Kognitivisme dalam Menyikapi Kesenjangan Akses Teknologi Pembelajaran di Daerah 3T Nabila Zakia Ramadhani; M. Mamduh Winangun
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10468

Abstract

Kesenjangan fasilitas pendidikan, terutama ketiadaan akses internet dan minimnya perangkat digital di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), telah melahirkan krisis pedagogis yang memaksa guru bertahan pada metode mengajar konvensional dan monoton. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dampak dari keterbatasan infrastruktur teknologi tersebut terhadap proses pemrosesan informasi siswa, serta merumuskan alternatif solusi pedagogis yang adaptif. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus berbasis tinjauan literatur (data sekunder), kajian ini membedah fenomena kesenjangan di daerah 3T menggunakan kerangka teori kognitivisme, khususnya berlandaskan pada tahapan representasi kognitif Jerome Bruner dan Teori Pemrosesan Informasi (Information Processing Theory) Robert Gagne. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiadaan variasi stimulus visual-auditori dari teknologi terbukti menggagalkan proses retensi pada memori sensorik siswa dan menghambat terbentuknya struktur kognitif pada tahap ikonik. Sebagai solusi utama, artikel ini merekomendasikan intervensi pedagogis berupa pemanfaatan alat peraga konkret dan manipulasi alam sekitar (representasi enaktif) sebagai substitusi dari stimulus digital, yang dipadukan dengan strategi pengorganisasian memori manual. Pendekatan ini esensial untuk mengoptimalkan skema kognitif dan memastikan informasi tersimpan di dalam memori jangka panjang siswa meskipun berada di tengah keterbatasan teknologi.
FESTIVAL TABUT BENGKULU: HARMONISASI TRADISI BUDAYA LOKAL DAN HUKUM ISLAM Kartini Afria Murman; Ngayomi Redha Rusbiadiputri; Nur Azizah Assakinah; Rocky Eric Prianto
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10469

Abstract

Festival Tabut merupakan tradisi budaya masyarakat Bengkulu yang dilaksanakan setiap bulan Muharram untuk mengenang wafatnya Husain bin Ali dalam peristiwa Karbala. Tradisi ini berkembang melalui proses akulturasi antara budaya lokal dan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis harmonisasi Festival Tabut dengan hukum Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan budaya melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Festival Tabut dapat diterima dalam perspektif hukum Islam selama tidak mengandung unsur syirik, kemaksiatan, dan penyimpangan akidah. Tradisi ini juga mencerminkan kaidah al-‘adah muhakkamah, yaitu adat dapat dijadikan pertimbangan hukum sepanjang tidak bertentangan dengan syariat. Selain sebagai warisan budaya, Festival Tabut berperan dalam memperkuat identitas sosial masyarakat dan mendukung pariwisata daerah. Dengan demikian, Festival Tabut menunjukkan adanya harmonisasi antara tradisi budaya lokal dan hukum Islam dalam kehidupan masyarakat Bengkulu.
ANALISIS MASALAH RENDAHNYA HASIL BELAJAR SISWA INDONESIA MENGGUNAKAN TEORI HAKEKAT HASIL BELAJAR BLOOM Meilinda Khasanah; M. Mamduh Winangun; Sri Usodoningtyas
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10479

Abstract

Low learning outcomes of Indonesian students have become a crucial national education issue, evidenced by PISA 2022 scores below the OECD average (detik.com, 2025). This library research analyzes two main problem formulations based on national media reports and international journals: (1) 75% of students fail to reach PISA level 2 reading literacy, and (2) 82% struggle to apply numeracy in real life. Solutions are offered through Bloom's Theory of Learning Outcomes (Revised Bloom's Taxonomy 2001) which classifies learning objectives into six cognitive levels: remembering, understanding, applying, analyzing, evaluating, and creating. Analysis shows this tiered approach can improve literacy by 28% and numeracy by 32% through problem-based learning and tiered formative assessment.
Belajar dan Pembelajaran: Urgensi Memahami Perbedaan Konseptual dalam Dunia Pendidikan Amelia Putri Indahwati; M. Mamduh Winangun; Sri Usodoningtyas
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10480

Abstract

Misunderstandings in the application of the terms "learning" and "teaching" in Indonesian education still often occur. In fact, there are important differences between the two concepts that can have a direct impact on educational practice. This article examines the differences between these two concepts and their impact on formal educational practice. The approach used is a case study based on secondary data, such as curriculum documents, national education regulations, and previous related research. This analysis refers to Vygotsky's constructivist learning theory and Gagne's learning theory. The results of this analysis show that misunderstanding of this concept gives rise to less than optimal learning designs, wrong teaching tactics, and wrong tendencies in assessing student learning achievement. To overcome this, this article recommends re-emphasizing the operational definitions of these two terms in national climate policies.
KERANGKA OPERASIONAL PLURALISME Khoirul Anam Siddeh; Asyfah Laily Fauziah; Nur Saleha
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10486

Abstract

Pluralisme merupakan salah satu konsep penting dalam kehidupan masyarakat majemuk yang menekankan sikap menghargai, menerima, dan bekerja sama di tengah keberagaman agama, suku, budaya, dan latar belakang sosial. Namun, implementasi nilai-nilai pluralisme dalam kehidupan sosial dan pendidikan masih menghadapi berbagai tantangan, sehingga diperlukan suatu kerangka operasional yang dapat menjadi pedoman dalam penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kerangka operasional pluralisme, mengidentifikasi dimensi-dimensi yang membentuknya, serta mengkaji kendala dan strategi implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan memanfaatkan berbagai sumber literatur berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai kerangka operasional pluralisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka operasional pluralisme terdiri atas empat dimensi utama, yaitu aturan dan etika, peraturan dan kelembagaan, pendidikan dan sosialisasi, serta kebudayaan dan interaksi sosial. Implementasi kerangka tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti kesalahpahaman terhadap konsep pluralisme, fanatisme yang berlebihan, kurangnya integrasi nilai pluralisme dalam pendidikan, pengaruh media sosial, dan ketimpangan sosial.
Upaya Pemerintah Kabupaten Dairi Sumatera Utara dalam Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor Ayu Agrostin Sipangkar; Nurmayani Nurmayani; Marlia Eka Putri AT
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10493

Abstract

Motor Vehicle Tax (PKB) is one of the strategic sources of Regional Own-Source Revenue (PAD) for Dairi Regency, North Sumatra Province. PKB, as a provincial tax, is regulated under Law Number 1 of 2022, and its implementation in North Sumatra Province is governed by North Sumatra Provincial Regulation Number 1 of 2024. However, the level of PKB taxpayer compliance in this region still faces various challenges, as reflected in the decline of PKB Revenue-Sharing Fund receipts by 48.77%, from IDR 7.76 billion in 2023 to IDR 3.97 billion in 2024. This study aims to examine: 1) the level of motor vehicle taxpayer compliance in Dairi Regency, and 2) the efforts made by the Dairi Regency government to improve such compliance. This study employs an empirical juridical research approach, conducted through primary data collection via interviews with the UPTD Samsat Sidikalang office and the distribution of online questionnaires to 40 PKB taxpayers. Data analysis was carried out using a descriptive qualitative method. The findings indicate that PKB taxpayer compliance in Dairi Regency remains formal and reactive in nature, and has yet to reflect substantive compliance arising from a deep legal awareness. A number of taxpayers still delay payment until a tax amnesty program is announced. In efforts to improve compliance, the Dairi Regency government has implemented various programs, including: mobile Samsat units, Samsat outlets, E-Samsat, tax socialization and education through social media, the Mandiri Ketuk Pintu Program (PMKP), joint vehicle inspection operations, and tax amnesty policies. All of these efforts represent the implementation of the mandate set forth in Law Number 1 of 2022 on Fiscal Relations between the Central Government and Regional Governments, aimed at optimizing PAD in order to support sustainable regional development.
Analisis Peran Penjagaan dan Patroli Laut dalam Meningkatkan Keselamatan Berlayar M. Zaini; ⁠Frisca Maria
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10495

Abstract

Shipping safety is a crucial aspect in supporting maritime transportation activities, logistics distribution, and community mobility in Indonesian waters. The high intensity of shipping and various potential risks, such as ship accidents, maritime legal violations, and security disturbances, demand an effective surveillance system. Sea guarding and patrols are among the strategic efforts to create security, order, and safety in the waters. This study aims to analyze the role of sea guarding and patrols in improving shipping safety, identify the obstacles encountered, and examine the handling of violations and the support for surveillance facilities. The research employs a descriptive qualitative approach. Data were obtained through interviews, observations, and documentation with parties involved in sea guarding and patrol activities. Data analysis was conducted through stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing to obtain a comprehensive overview of the implementation of sea patrols and their contribution to shipping safety. The results show that sea guarding and patrols play an important role in vessel traffic monitoring, maritime law enforcement, protection of aquatic resources, and emergency response. The effectiveness of patrols is evident from increased compliance among sea users and reduced potential for violations and accidents. The obstacles encountered include the vastness of the waters, unpredictable weather conditions, limited patrol fleets, surveillance equipment, and human resources. Support from facilities such as patrol vessels, speed boats, radar, GPS, and communication radios is a key factor in supporting successful surveillance. Sea guarding and patrols contribute significantly to improving shipping safety. Strengthening facilities, enhancing personnel capacity, and optimizing inter-agency coordination are necessary to continuously improve the effectiveness of surveillance and security in the waters.
PERANG DUNIA PERTAMA DAN KEDUA Helsa Tusni Yahya; Dea Alya Zahra; Khusriah Khusriah; Dila Rahmadani; Sri Yuliani
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10511

Abstract

Penelitian ini membahas penyebab, perkembangan, dan dampak dari Perang Dunia I (1914–1918) dan Perang Dunia II (1939–1945) yang merupakan dua konflik terbesar dalam sejarah dunia modern. Rumusan masalah dalam kajian ini adalah bagaimana ketegangan politik, aliansi militer, ketidakstabilan ekonomi, dan perbedaan ideologi dapat memicu terjadinya kedua perang tersebut serta bagaimana dampaknya terhadap tatanan dunia. Pertanyaan penelitian berfokus pada faktor pemicu masing-masing perang, jalannya konflik di berbagai wilayah, serta dampak jangka panjang setelah perang berakhir. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan dan menganalisis informasi dari buku sejarah, literatur ilmiah, dan sumber terpercaya lainnya untuk kemudian disusun secara sistematis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kedua perang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan dan menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar, kerusakan infrastruktur, krisis ekonomi, serta perubahan besar dalam sistem politik global. Selain itu, kedua perang juga mendorong terbentuknya lembaga internasional dan meningkatkan kesadaran dunia akan pentingnya perdamaian dan kerja sama antarnegara. Secara keseluruhan, Perang Dunia I dan II memberikan dampak besar yang membentuk sejarah dunia modern hingga saat ini.
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 27 TAHUN 2022 TENTANG PERLINDUNGAN DATA PRIBADI DALAM MENJAMIN KEAMANAN DATA PRIBADI DI ERA DIGITAL Arief Budiono; Malika Rahma Ulya; Muhamad Arifai; Berlina Putri Romadhani
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10512

Abstract

Perkembangan teknologi informasi di era digital memicu kerentanan terhadap keamanan data pribadi, ditandai oleh maraknya kasus kebocoran data dan kejahatan siber. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dalam menjamin keamanan data masyarakat di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, menganalisis bahan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UU PDP memberikan kerangka hukum yang komprehensif untuk melindungi hak privasi warga negara. Namun, implementasinya menghadapi tantangan berat seperti serangan peretasan dan phishing, kebocoran data di platform e-commerce dan financial technology (fintech), serta lemahnya koordinasi kebijakan keamanan siber nasional di sektor publik. Diperlukan penguatan kepatuhan pengendali data, sertifikat keandalan privasi, serta integrasi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk memitigasi risiko siber. Selain itu, sinkronisasi regulasi antara UU PDP dan UU ITE sangat krusial dalam memperjelas sanksi pidana dan perdata bagi pelanggar. Kesimpulannya, UU PDP 2022 merupakan instrumen hukum yang sangat fundamental, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur siber dan komitmen penegakan hukum.