cover
Contact Name
Muhamad Sidik
Contact Email
mgcn.sidik@gmail.com
Phone
+6289671418611
Journal Mail Official
jmia@kampusakademik.co.id
Editorial Address
Jl.pedurungan kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK
ISSN : 30327385     EISSN : 30327377     DOI : https://doi.org/10.61722/jmia.v1i2
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA) , ISSN: (cetak), ISSN: (online) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh CV. Kampus Akademik Publising . JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komunikasi, Hukum. Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,132 Documents
PERBEDAAN KEBAHAGIAAN PADA GURU PNS DAN GURU HONORER DI MAN SIDOARJO Hanifah Aliyah Rahmah
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.10963

Abstract

Happiness is an important psychological aspect in an individual's life, including for teachers. Happiness is characterized by positive emotions, life satisfaction, and engagement in meaningful activities. Teachers with higher levels of happiness tend to perform teaching and learning activities more effectively. One factor assumed to influence happiness is economic condition. Differences in employment status between civil servant teachers and honorary teachers result in differences in income, which may affect their happiness levels. This study aimed to determine the differences in happiness levels between civil servant teachers and honorary teachers at MAN Sidoarjo. This research employed a quantitative approach involving 76 teachers, consisting of 63 civil servant teachers and 13 honorary teachers. Data were collected through questionnaires, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using the Independent Sample t-Test with SPSS version 25. The findings revealed a significance value of 0.197 (p > 0.05), indicating that there was no significant difference in happiness levels between civil servant teachers and honorary teachers at MAN Sidoarjo. Furthermore, the happiness levels of both groups were classified in the moderate category.
BUDIDAYA MAGGOT BERBASIS EKONOMI SIRKULAR UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN Anisa Kumala Sari; Didi Pramana; Putri Damayanti; Nanik Setyowati; Wuri Prameswari
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.10964

Abstract

The problem of organic waste in Indonesia is increasing along with population growth and changes in consumption patterns, leading to serious environmental impacts if not managed properly. One potential innovation to address this issue is the cultivation of maggots from Black Soldier Fly (BSF) larvae. Maggots have the ability to bioconvert organic waste into protein-rich biomass and residue (frass), which is beneficial as organic fertilizer. This study aims to analyze the role of maggot cultivation based on a circular economy in supporting food security, particularly through the provision of alternative feed and the utilization of frass in the agricultural sector. The research methods used are literature review and simple field experiments. The results show that out of 10 kg of organic waste used, 65% was successfully reduced. The resulting larval biomass reached 3.2 kg of fresh maggots (850 g dry), with a protein content of 42.7% and fat content of 27.5%, making it suitable as an alternative feed for fish and poultry. Furthermore, the residue in the form of frass amounted to 3.5 kg, which has the potential to be used as organic fertilizer containing macro-nutrients capable of improving soil fertility and crop productivity. In conclusion, maggot cultivation is an innovative solution for organic waste management as well as a sustainable strategy to strengthen food security. Through the principles of the circular economy, it can reduce waste, lower production costs, and increase the availability and affordability of food.
PERNIKAHAN SIRI DALAM PERSPEKTIF PASAL 402 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA Natasya Dwi Aprilia; Haifa Yasyfi Ramadhani; Vanisha Lorin Isma; Mahatma Naufal Fabian Prasetyo; Bhanu Rasendriya; Deliana Sevyanada Senjaya; Darto Darto
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.10965

Abstract

A nikah siri is a marriage that fulfills all the requirements and essential elements of a valid marriage under Islam but is not officially registered before a state-recognized marriage registrar. This practice raises serious legal conflicts, particularly with Law No. 1 of 2023 on the New Criminal Code, which includes Article 402. This article could criminalize unregistered marriages. This study conducts an in-depth analysis of: (1) Can a religiously valid nikah siri be subject to criminal punishment by the state? (2) Do the elements of “legal impediment” and “concealment of status” in Article 402 automatically apply to all nikah siri, or only to cases of fraud? (3) What is the legal position of Islam through ushul fiqh and maqasid al-sharia? (4) Is this criminalization consistent with the principles of hifz al-din and hifz al-nasl? (5) What are the legal implications for women and children? The research methodology is appropriate, employing a legal, conceptual, and case study approach. The results show that Article 402 of the Criminal Code does not directly criminalize all unregistered marriages, but only those involving fraud, such as intentionally concealing one’s marital status or legal impediments. From an Islamic legal perspective, the obligation to register marriages can be justified as ta’zir and sadd al-dzari’ah, but criminalizing a valid sharia marriage contract contradicts hifz al-din. In conclusion, this policy is half-hearted and conflicts with Islam. The recommendation is to amend the regulations to be more equitable and to strengthen the marriage validation (isbat) process as a more reasonable solution.
GAYA BAHASA IRONI DAN SATIR PADA KASUS ANDRIE YUNUS DALAM KOMENTAR INSTAGRAM @NARASINEWSROOM SERTA IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN DEBAT DI SMA Slamet Ariana Rahmawati; Jauriza Eka Sintasari; Millati Azka Nabiha; Azkia Aenu Syifa; Imam Baehaqie
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.10975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menganalisis penggunaan gaya bahasa ironi dan satir dalam kolom komentar akun Instagram @narasinewsroom terkait kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, serta mengkaji implikasinya sebagai materi pembelajaran debat di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode padan ekstralingual. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat. Dari total populasi 57 data tuturan sindiran, peneliti melakukan reduksi data menjadi 24 sampel tuturan yang paling representatif, yang terdiri dari 12 data ironi dan 12 data satir. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya bahasa ironi dominan digunakan netizen untuk mengekspresikan pesimisme, sikap pura-pura polos, dan pujian semu guna menyoroti kejanggalan hukum secara halus. Sementara itu, gaya bahasa satir digunakan secara lebih agresif melalui ejekan tajam, hiperbola politik, dan metafora simbolik guna menertawakan ketimpangan hukum. Temuan karakteristik gaya bahasa ini berimplikasi positif sebagai alternatif materi ajar Bahasa Indonesia kelas X SMA untuk melatih kepekaan dan nalar kritis siswa dalam menemukan esensi argumen pada teks debat dengan tetap mengedepankan etika komunikasi.
KEKERASAN APARAT PADA MASYARAKAT: KASUS PENGGUNAAN KEKUATAN BERLEBIHAN MENYEBABKAN KEMATIAN WARGA SIPIL Gladis Amalia Zahra; Nia Andriani; Bintang Bukhori Harsya
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.10995

Abstract

Penggunaan kekuatan oleh aparat penegak hukum pada dasarnya merupakan kewenangan negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun, dalam praktiknya masih sering ditemukan tindakan penggunaan kekuatan secara berlebihan (excessive use of force) yang berujung pada pelanggaran hak asasi manusia hingga menyebabkan kematian warga sipil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kekerasan aparat terhadap masyarakat dalam penggunaan kekuatan berlebihan serta dampaknya terhadap perlindungan hak asasi manusia dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kekerasan aparat dapat berupa kekerasan fisik, penggunaan senjata secara tidak proporsional, tindakan intimidasi, dan perlakuan represif dalam penanganan demonstrasi maupun proses penegakan hukum. Tindakan tersebut menunjukkan adanya penyalahgunaan wewenang yang bertentangan dengan prinsip legalitas, proporsionalitas, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Selain menimbulkan korban fisik dan trauma psikologis, penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat juga berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang efektif, penegakan hukum yang tegas, serta penerapan prinsip hak asasi manusia dalam setiap tindakan aparat guna menciptakan perlindungan hukum dan keadilan bagi masyarakat sipil.
PENGENDALIAN HAWA NAFSU DAN KEPEMIMPINAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN Afiifah Rosa Maharani; Ananda Mawardatul Rahma; Haniya Dini Zalfa Alifa; Hilal Adnan Frayoga; Nabil Maulana Alfarizy; Qatrunnada Ramadhaniah; Ratu Aurelia Alendra; Trysa Ismie
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.10998

Abstract

Al-Qur'an merupakan pedoman hidup umat Islam yang mengandung nilai-nilai moral, keadilan, dan tanggung jawab dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Namun, dalam realitas masyarakat masih ditemukan berbagai bentuk penyimpangan moral dan penyalahgunaan otoritas yang menunjukkan adanya kesenjangan antara nilai-nilai Qurani dan praktik kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji fenomena tersebut melalui Paradigma Qurani berdasarkan QS. An-Naml ayat 54 dan QS. Shad ayat 26. Kajian dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD), studi literatur, dan analisis terhadap kandungan ayat serta relevansinya dengan kondisi sosial saat ini. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penyimpangan moral dan penyalahgunaan kekuasaan dipengaruhi oleh dominasi hawa nafsu, lemahnya integritas, serta kurang optimalnya penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur'an guna membangun moralitas dan kepemimpinan yang lebih bertanggung jawab.
SOSIOLOGI LEMBAGA PENDIDIKAN MADRASAH TSANAWIYAH: ANALISIS TENTANG PENDIDIKAN INKLUSIF DAN PERAN SEKOLAH DALAM MENGINTEGRASIKAN SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS SECARA SOSIAL DI MTS AL-HIDAYAH KARANGSUCI Ayu Mukti Sari; Muh. Hanif
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11007

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi pendidikan inklusif dan peran MTs Al-Hidayah Karangsuci dalam mengintegrasikan siswa berkebutuhan khusus (ABK) secara sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi yang melibatkan guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Guru Pendamping Khusus (GPK), siswa ABK dengan klasifikasi slow learner, disabilitas fisik, dan disleksia, serta siswa reguler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah telah menyelenggarakan pendidikan inklusif dengan cukup baik melalui strategi pembelajaran adaptif, modifikasi kurikulum secara kondisional, penanaman nilai-nilai Islam sebagai landasan sikap inklusif, serta berkembangnya peran dukungan teman sebaya di kalangan siswa reguler. Guru PAI menerapkan penyederhanaan penyampaian materi tanpa mengurangi substansi kurikulum dan membangun kepercayaan diri ABK melalui pelibatan aktif dalam kegiatan ibadah kelas. Analisis melalui perspektif modal sosial menunjukkan bahwa kepercayaan, norma bersama, dan jaringan interaksi yang terbentuk di madrasah menjadi fondasi penting bagi berlangsungnya integrasi sosial ABK yang bermakna. Namun demikian, sejumlah tantangan masih ditemukan: ABK mengalami perundungan, belum ada dokumentasi perkembangan individual yang sistematis, keterbatasan fasilitas dan aksesibilitas, serta latar belakang GPK yang belum berlatar pendidikan luar biasa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem pendampingan GPK, pengembangan program peer support yang terstruktur, peningkatan aksesibilitas fisik dan pembelajaran, serta keberlangsungan program edukasi inklusif yang melibatkan seluruh komponen warga madrasah.
PENGARUH KESADARAN KRITIS TERHADAP KEMATANGAN BERAGAMA Sururin Sururin; Yokha Latief Ramadhan; Farel Zhulfikar; Imam Hasibuan; Muhammad Fahri Dzulqarnain; Khairul Abdillah
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesadaran kritis terhadap kematangan beragama pada responden usia 17–23 tahun. Perkembangan teknologi informasi dan arus globalisasi mendorong individu untuk berpikir lebih terbuka dan reflektif terhadap persoalan keagamaan, termasuk mengenai Tuhan dan penderitaan manusia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert 3 poin kepada responden berusia 17–23 tahun selama 3 hari. Instrumen penelitian disusun berdasarkan indikator kesadaran kritis dan kematangan beragama. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, dan analisis korelasi sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kecenderungan untuk merefleksikan persoalan penderitaan dan keadilan Tuhan secara kritis. Sebanyak 77,8% responden menyatakan setuju bahwa mereka sering memikirkan alasan mengapa penderitaan terjadi di dunia, sedangkan 72,2% responden menyatakan pernah mempertanyakan keadilan Tuhan terhadap penderitaan manusia. Sebagian besar responden berpendapat bahwa berpikir kritis dapat memperkuat keimanan karena membantu individu memahami keterbatasan manusia serta meningkatkan kesadaran spiritual. Namun, beberapa responden juga menyatakan bahwa pemikiran kritis dapat melemahkan keimanan apabila disertai sikap putus asa atau penolakan terhadap nilai-nilai spiritual. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kesadaran kritis memiliki hubungan dengan kematangan beragama. Kesadaran kritis tidak selalu menjadi ancaman bagi keimanan, tetapi dapat menjadi sarana untuk membentuk pemahaman agama yang lebih reflektif, bijaksana, dan mendalam
Respons Masyarakat Digital terhadap Kebijakan Subsidi Kendaraan Listrik Berbasis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Rashinta Dwiananda Puteri; Lince Magriasti
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11026

Abstract

The government’s electric vehicle subsidy policy based on the State Budget (APBN) is an effort to support the energy transition and reduce carbon emissions. This study aims to analyze the response of the digital community to this policy through a literature review from various relevant sources. The results of the study show mixed responses. Some community members support this policy because it is seen as capable of promoting the use of environmentally friendly energy and the development of the electric vehicle industry. However, there are also those who criticize the policy because it is considered misdirected and does not prioritize more urgent public needs. Therefore, better transparency and public communication are needed so that this policy can be better accepted by the public.
Analisis Peran Public Relations dalam Penyebaran Informasi Kegiatan pada Komunitas L Shaqina Maliqia Aksanti; Christian Wiradendi Wolor Wolor
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11057

Abstract

Abstrak. This study aims to analyze the role of Public Relations (PR) in disseminating activity information at Community L. Using a descriptive qualitative approach with a case study design, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation from three purposively selected participants: the community chairman, the PR officer, and an active member. Data analysis applied the Miles and Huberman interactive model, validated through source and technique triangulation. Results indicate that PR in Community L serves as a communication facilitator utilizing WhatsApp and Instagram as primary platforms for internal and external information dissemination. The PR strategy encompasses structured stages including content planning, message packaging using visual content and AI-based tools, media selection, implementation, and evaluation. However, communication flow remains predominantly one-directional, with challenges including inconsistent publication schedules, last-minute announcements, and low member interaction. Improvement is recommended through structured content calendars, interactive social media features, and systematic evaluation to enhance community engagement. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Public Relations (PR) dalam penyebaran informasi kegiatan pada Komunitas L. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap tiga informan yang dipilih secara purposive sampling: ketua komunitas, humas komunitas, dan anggota komunitas. Analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman, serta divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Public Relations Komunitas L menjalankan fungsinya sebagai fasilitator komunikasi melalui pemanfaatan WhatsApp dan Instagram sebagai platform utama penyebaran informasi. Strategi komunikasi yang diterapkan mencakup tahapan perencanaan konten, pengemasan pesan dengan konten visual dan teknologi AI, pemilihan media, pelaksanaan, serta evaluasi. Namun, komunikasi yang berlangsung masih cenderung bersifat satu arah dengan hambatan berupa ketidakkonsistenan jadwal publikasi, penyampaian informasi yang mendadak, dan rendahnya interaksi anggota. Peningkatan melalui jadwal konten terstruktur, fitur interaktif media sosial, dan evaluasi sistematis direkomendasikan untuk meningkatkan keterlibatan anggota komunitas.

Page 98 of 114 | Total Record : 1132