cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@unan.ac.id
Phone
+62292-426455
Journal Mail Official
lppm@unan.ac.id
Editorial Address
Jl. Gajah Mada No. 07 Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
The Shine Cahaya Dunia Ners
Published by Universitas An Nuur
ISSN : 25032445     EISSN : 25032453     DOI : https://doi.org/10.35720/tscners
Core Subject : Health,
Merupakan jurnal dalam bidang keperawatan yang memuat hasil-hasil penelitian ataupun konsep literature review dalam bidang keperawatan ataupun kesehatan. Scope keilmuan pada jurnal ini antara lain; Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Gerontik, Keperawatan Keluarga, Menejemen keperawatan serta Kegiatan yang bersifat Promotif, Prefentif, Kuratif dan Rehabilitatif.
Articles 125 Documents
INFLUENCE OF MOTHER’S KNOWLEDGE ABOUT TYPE OF WEANING FOOD ON THE NUTRITIONAL STATUS OF 6-24 MONTHS CHILDREN IN POSYANDU GODAN VILLAGE, TAWANGHARJO Ratna Sri Rahayu; Sutrisno Sutrisno; Sulistiyarini Sulistiyarini
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 3, No 2 (2018): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v3i2.132

Abstract

Background; Nutrition plays an important role in the growthof the child. According to the World Health Organization (2016) 6% or 40,6 million are overfed and 7,7% or 52 million malnourished. Knowledge is one of the internal factors that affect the nutritional status of children (Notoatmodjo, 2007). According to Mulyana (2011), 29 (40,3%) of respondents who have less knowledge have malnourished children. Based on WHO (2007) in Syatriani (2010), 54% of  11 million children under five around the world die from malnutrition and 46% died due to concomitant diseases such as respiratory infections, diarrhea, malaria and measles.Purpose - To determine the effect of mother’s knowledge about the type of weaning foods on the nutritional status of 6-24 months children in Posyandu Godan Village Sub-District of Tawangharjo.Method; Design research was analytic survey with case control approach with Chi Square test. The population were 132 respondents. Sample collectingused non-probability sampling Quota method. Sample case group were 30 respondents and control groups were 30 respondents.Result; Mothers with good knowledgewho have  children with bad nutritional status are 9 (15%)  respondents while mothers with bad knowledge who havechildren with good nutritional status are 21 (35%) respondents. Mothers with good knowledge who have children with good nutritional status are 20 (33,3%) respondents while the mothers with bad knowledge who have children with good nutritional status are 10 (16,7%) respondents. ρ value = 0,010 and 4,667 Odds Ratio value. It means that there is influence of mother’s knowledge about the type of weaning foods on the nutritional status of 6-24 month children in the Godan Village Tawangharjosub-District.Conclusion; There isinfluence of mother’s knowledge about the type of weaning foods on the nutritional status of 6-24 months children in Posyandu Godan Village Sub-District of Tawangharjo. Keywords : Nutritional Status, Weaning Food, Knowledge Level
INTENSITAS RASA NYERI TERHADAP PEMASANGAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) Nurelilasari Siregar; Sri Sartika Sari Dewi
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 5, No 1 (2020): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v5i1.210

Abstract

Latar belakang: Intensitas rasa nyeri adalah gambaran tentang seberapa parah nyeri dirasakan oleh individu. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) adalah alat yang dimasukkan kedalam rongga rahim Nyeri pada pemasangan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) diakibat dilatasi srvikalis internus oleh sonde atau alat pemasang.Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis deskriptif  dengan pendekatan crossectional dan jumlah sampel sebanyak 41 orang dengan tehnik purposive sampling.Hasil: Penelitian menunjukkan Dari segi karakteristik tentang intensitas rasa nyeri terhadap pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim berdasarkan karakteristik akseptor AKDR yakni usia  diketahui mayoritas responden yang berumur 31-40 tahun sebanyak  21 orang (51.2%), sedangkan berdasarkan suku diketahui mayoritas responden yang bersuku jawa sebanyak 34 orang (82,9%), berdasarkan pendidikan diketahui mayoritas responden berpendidikan sekolah menengah atas (SMA) sebanyak 14 orang (34,1%), berdasarkan paritas diketahui mayoritas responden dengan paritas >3 kali sebanyak 14 orang (34,1%), sedangkan berdasarkan tingkat nyeri diketahui mayoritas responden mengalami nyeri pada saat pemasangan AKDR dengan skala sedang (4-6) sebanyak 28 orang (68,3%).Kesimpulan : Tingkat nyeri yang dirasakan adalah sedang (4-6) sebanyak 28 responden. Kata Kunci : Intensitas rasa nyeri, alat kontrasepsi dalam rahim
HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI DAN PEMBERIAN MP-ASI DENGAN KEJADIAN STUNTING DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS TAWANGHARJO Anita Lufianti; Rahmawati Rahmawati; Erba Meilita Sari
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 5, No 2 (2020): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v5i2.252

Abstract

Latar Belakang: Gizi merupakan bagian penting dalam pertumbuhan dan perkembangan, karena terdapat keterkaitan dan berhubungan dengan kesehatan dan kecerdasan. Anak stunting merupakan hasil kronis gizi buruk dan kondisi lingkungan yang buruk. Kondisi stunting pada anak dapat dicegah dengan cara meningkatkan status gizi ibunya pada masa remaja dan wanita subur, pemberian makanan bayi dan anak yang tepat, serta meningkatkan akses air bersih dan sanitasi yang memadai, imunisasi dan pengobatan untuk penyakit manula. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana hubungan riwayat pemberian ASI dan pemberian MP-ASI dengan kejadian Stunting di wilayah kerja Puskesmas Tawangharjo.Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan jenis korelasi dan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini anak-anak yang mengalami stunting di wilayah kerja Puskesmas Tawangharjo sejumlah 38 anak eknik pengambilan sampel probability sampling dengan jenis total sampling.Hasil :  Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI dengan kejadian stunting dengan nilai p value 0.033. Dan  tidak  terdapat hubungan antara riwayat pemberian MP ASI dengan kejadian stunting dengan nilai p value 0.107Kesimpulan : hubungan riwayat pemberian ASI dan Riwayat pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting. Kata Kunci : ASI, MP ASI, Stunting
PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES DAUN KUBIS (BRASSICA OLERACEA VAR.CAPITATA) PADA IBU NIFAS DENGAN NYERI BENDUNGAN ASI Sri Untari; Nurulistyawan Tri Purnanto
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 6, No 2 (2021): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v6i2.301

Abstract

Latar belakang: Masa nifas (puerperium) pada persalinan normal dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai dengan 6 minggu berikutnya. Masa nifas (purperium) adalah masa pulih kembali mulai dari persalinan selesai hingga alat-alat kandungan kembali seperti prahamil, lama masa nifas ini yaitu 6-8 minggu. Pembengkakan payudara merupakan kondisi fisiologis yang tidak menyenangkan ditandai dengan bengkak dan nyeri pada payudara yang terjadi karena peningkatan volume ASI, dan kongesti limfatik serta vaskular. Kompres daun kol terbukti menurunkan pembengkakan pada area tubuh yang mengalami bengkak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres daun kubis pada ibu nifas dengan nyeri payudara karena bendungan asi.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan studi penelaahan kasus (Case Study). Instrumen yang digunakan adalah asuhan tujuh langkah varney dan catatan perkembangan menggunakan Subyektif, Obyektif, Analisa Data, dan Penatalaksanaan (SOAP).Hasil: Hasil evaluasi dari manajemen kebidanan yang telah dilakukan pada Ny. D selama 4 hari diperoleh hasil terjadi penurunan skala nyeri 5 menjadi skala nyeri 0 (tidak nyeri).Kesimpulan: Pemberian kompres daun kubis dapat mengurangi nyeri pada bendungan ASI pada Ibu Nifas karena kubis kaya akan kandungan sulfur yang diyakini dapat mengurangi pembengkakan dan peradangan payudara. Kata Kunci: Kompres Daun Kubis, Ibu Nifas, Nyeri Bendungan Asi
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER TENTANG POSYANDU MELALUI PELATIHAN Yuli Ernawati; Ika Mustika Dewi; Maria Margaretha Marsiyah; Sugiman Sugiman
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 7, No 01 (2022): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v7i01.323

Abstract

Latar Belakang: Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan kader tentang posyandu balitaMetodologi : Desain penelitian quasi experiment dengan rancangan pre test-post test design. Penelitian dilakukan di Posyandu Balita di Dusun Pugeran, Maguwoharjo, Depok, Sleman, menggunakan data primer berupa kuesioner pengetahuan posyandu terhadap kader. Data dianalisis secara univariat dan bivariatHasil : Data menunjukkan sebelum diberikan pelatihan tentang posyandu balita pada pengetahuan kader sebesar 12.5; kemudian setelah pelatihan pengetahuan menjadi 16,0. Uji hipotesis didapatkan nilai p-value = 0,004; artinya ada perbedaan pengetahuan anatar pre test dengan post test setelah dilakukan kegiatan pelatihan.Kesimpulan: Pelatihan terbukti meningkatkan pengetahuan kader tentang posyandu Kata kunci: Posyandu, Pengetahuan, Pelatihan, Kader, Balita
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN STRESS PERAWAT DI RUANG ISOLASI COVID-19 Irpan Ali Rahman; Dedi Supriadi; Jajuk Kusumawaty; Dwi Purnomo Azi; Dida Fachrurrozi; Adi Nurapandi
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8, No 01 (2023): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v8i01.407

Abstract

Latar Belakang; Para tenaga kesehatan (NAKES) atau perawat yang merawat langsung pasien Covid-19 tidak hanya harus memiliki mental yang kuat, tetapi juga fisik yang prima. Stres pekerjaan dapat disebabkan oleh beban kerja dan kondisi kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan stress perawat di Ruang Isolasi Khusus Covid-19 RSUD Ciamis Tahun 2021.Metode; Metode dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh perawat di Ruang Khusus Isolasi Covid-19 RSUD Ciamis sebanyak 63 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 63 orang.Hasil; Hasil penelitian menunjukan bahwa beban kerja perawat sebagian besar responden berkategori sedang sebanyak 36 orang (57,1%), stress kerja perawat di Ruang Isolasi Khusus Covid-19 RSUD Ciamis, sebagian besar responden berkategori stress kerja sebanyak 39 orang (61,9%) dan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan stress kerja perawat di Ruang Isolasi Khusus Covid-19 RSUD Ciamis karena nilai chi square (?2) hitung > chi square (?2) tabel (34,142 > 5,991) dan ? value < ? (0,000< 0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan stress kerja perawat di Ruang Isolasi Khusus Covid-19 RSUD Ciamis.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL GURU, TANGGUNG JAWAB, DAN KESEHATAN MENTAL TERHADAP PELANGGARAN SANTRI NUR RAHMAH HIDAYATI; Eny Purwandari
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8, No 02 (2023): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v8i02.441

Abstract

Kenakalan remaja selalu menjadi permasalahan dari masa ke masa dan harus di selesaikan secara cepat. Kenakalan remaja terjadi dimana saja termasuk di dalam pesantren. Pelanggaran santri merupakan salah satu kenakalan remaja di lingkungan pesantren. Kenakalan remaja perlu diatasi segera mungkin, karena jika tidak segera diatasi dapat menimbulkan kerugian bagi remaja dan keluarga serta masyarakat. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan sosial guru, tanggung jawab, dan kesehatan mental dengan pelanggaran santri.Metode; Jenis  penelitian korelasional,  jumlah subjek sebanyak 200 responden santri putri tingkat Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan teknik random sampling dalam pengambilan data. Pengambilan data menggunakan skala dukungan sosial guru  (?=0.916), skala tanggung jawab  (?=0.903), skala kesehatan mental (?=0.720) dan skala pelanggaran santri (?=0.906). Analisis data menggunakan Program spss 16.0 for Windows menggunakan analisis regresi ganda.Hasil; Hasil penelitianditemukan ada hubungan signifikan dukungan sosial guru, tanggung jawab,kesehatan mental terhadap pelanggaran santri, dibuktikan nilai koefisien korelasi R= 0,453; p= 0,000 (p<0,01) dengan FRegresi = 16,856.
EFEKTIVITAS EXTRACT ALUE VERA GEL DALAM PENYEMBUHAN LUKA SIRKUMSISI DENGAN FIMOSIS DI BALAI PENGOBATAN WALISONGO KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN Purhadi Purhadi; Nurulistyawan Tri Purnanto
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 1, No 1 (2016): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v1i1.24

Abstract

Latar belakang; Sirkumsisi merupakan tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan penis atau preputium. Sedangkan Fimosis merupakan penyempitan atau perlengketan kulup penis sehingga kepala penis tidak bisa terbuka sepenuhnya.  Penis dengan fimosis sebelum dilakukan sirkumsisi, Tindakan yang dilakukan adalah Peregangan / Stretching yaitu proses pelebaran pada kulit kulup atau pemisahan kulit prepusium  dan glens yang masih melekat, Akibat dari peregangan klien akan mengeluh sakit dari biasanya dan terjadi luka yang serius, Glens penisnya tampak luka kemerahan bekas sisatan. 20% dari 200 anak laki-laki berusia 5-13 tahun yang seluruh kulit preputiumnya dapat ditarik ke belakang penis. Tujuan penelitian mengetahui perbedaan waktu dan proses penyembuhan luka sirkumsisi dengan fimosis antara kelompok kontrol yang diberikan Bioplasentan dan kelompok intervensi yang diberikan extrack alue vera gel.Metode; Penelitian menggunakan desain penelitian Quasi experimental dengan Rancangan Pre Post Test With Control Group Desain. Sampel dengan insidental sampling sejumlah 21 anak dengan kondisi fimosis. 10 anak sebagai kelompok kontrol dan 11 anak sebagai kelompok intervensi. Variabel bebas: Ektrak alue vera gel, variabel terikat: waktu penyembuhan luka sirkumsisi dengan fimosis dan proses penyembuhan luka sirkumsisi dengan fimosisHasil; uji independen t test waktu penyembuhan luka  dengan nilai  p =0,307 (p> 0,05) dan proses penyembuhan luka dengan nilai p=0.938 (p>0,05).Simpulan; tidak terdapat perbedaan lamanya waktu dan proses penyembuhan luka sirkumsisi dengan fimosis pada kelompok kontrol yang diberikan ektrak  alue vera gel dan kelompok kontrol yang diberikan bioplasenton. Kata Kunci; Alue Vera, Sirkumsisi
STUDY KASUS BODY IMAGE PADA SISWA DI SMA NEGERI 1 GROBOGAN Nurulistyawan Tri Purnanto; Rahmawati Rahmawati; Ike Diah Ayu Larasati
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 3, No 2 (2018): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v3i2.119

Abstract

Latar Belakang: Citra tubuh merupakan komponen yang paling penting dalam hidup manusia (Husna, 2013). Gambaran citra tubuh pada remaja putri, sebesar 45,2% dan laki-laki 35%, sehingga keinginan untuk menurunkan berat badan lebih banyak terjadi pada putri 37,6% dibandingkan laki-laki 37% (Merinta, 2012). Hal ini mendorong remaja dengan obesitas untuk memperbaiki penampilan fisik, khususnya berat badan dengan cara mengatur pola makan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui body image pada siswa di SMA Negeri 1 Grobogan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian studi kuantitatif dengan menggunakan pendekatan crossectional, populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Grobogan yang mengalami obesitas. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling dan diperoleh sampel sebanyak 91 orang. Uji Hipotesis menggunakan univariat menggunakan Analisis Statistik.Hasil: Hasil penelitian ini diperoleh hasil body image positif sebanyak 62 (68.1%) responden dan body image negatif sebanyak 29 (31.9%) responden.Simpulan: Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa body image pada siswa SMA Negeri 1 Grobogan adalah body image positif. Kata Kunci    : Body image, Remaja
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN ANAK DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK DI PUSKESMAS PURWODADI I Meity Mulya Susanti; Yuwanti Yuwanti; Anita Lufianti
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4, No 2 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v4i2.181

Abstract

Latar Belakang: Kurangnya pengetahuan ibu tentang perkembangan anak  akan mempengaruhi perkembangan motorik anak. Tidak banyak orang tua yang mengerti tentang keterampilan motorik seorang anak sehingga perlu diinformasikan dan dilatih setiap saat agar perkembangan motorik anak optimal. Tujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu tentang perkembangan anak, mengidentifikasi motorik anak dengan DDST II dan menganalisa hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan motorik anak di wilayah Puskesmas Purwodadi I.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional, populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 4-5 tahun. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling sebanyak 85 orang. Uji hipotesis menggunakan Chi Square.Hasil : Didapatkan nilai ? (0,002) < 0.05, maka dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan motorik anak  dan didapatkan nilai kekuatan korelasi sebesar 0.335 artinya kekuatan korelasinya lemah dan arah korelasinya positif.Kesimpulan : Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan motorik anak di Puskesmas Purwodadi I. Kata Kunci    : Pengetahuan Ibu, Perkembangan anak dan Perkembangan motorik

Page 10 of 13 | Total Record : 125