cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@unan.ac.id
Phone
+62292-426455
Journal Mail Official
lppm@unan.ac.id
Editorial Address
Jl. Gajah Mada No. 07 Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
The Shine Cahaya Dunia Ners
Published by Universitas An Nuur
ISSN : 25032445     EISSN : 25032453     DOI : https://doi.org/10.35720/tscners
Core Subject : Health,
Merupakan jurnal dalam bidang keperawatan yang memuat hasil-hasil penelitian ataupun konsep literature review dalam bidang keperawatan ataupun kesehatan. Scope keilmuan pada jurnal ini antara lain; Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Gerontik, Keperawatan Keluarga, Menejemen keperawatan serta Kegiatan yang bersifat Promotif, Prefentif, Kuratif dan Rehabilitatif.
Articles 125 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA Sri Martini; Wahyu Dewi Hapsari
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8, No 02 (2023): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v8i02.450

Abstract

Latar Belakang: Anemia dalam kehamilan yang sering dijumpai ialah anemia akibat kekurangan besi. Apabila masuknya besi tidak ditambah dalam kehamilan, maka mudah terjadi anemia defisiensi besi. Anemia defisiensi besi pada wanita hamil mempunyai dampak buruk, baik pada ibunya maupun terhadap janinnya. Anemia defisiensi zat besi dapat ditangani dengan pemberian asupan zat besi yang adekwat (Pratami, 2022).Metode: penelitian ini menggunakan metode survai analitik dengan pendekatan cross sectional. Analisis yag digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi Square. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 39 responden. Sedangkan sampling yang digunakan adalah total sampling.Hasil: ada hubungan antara tingkat pengethuan ibu hamil tentang tablet Fe dengan kejadian anemia dilihat dari nilai probabilitas (p)  pada signifikansi 5% yaitu 0,022 dan nilai X2hitung 7.644 . Nilai p < 0,05 dan X2hitung > X2tabel.Kesimpulan: ada hubungan antara tingkat pengethuan ibu hamil tentang tablet Fe dengan kejadian anemia.
STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG POSYANDU DI DESA KATEKAN UPT PUSKESMAS BRATI KABUPATEN GROBOGAN Nurulistyawan Tri Purnanto; Purhadi Purhadi; Melita Silva Nanda
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 2, No 2 (2017): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v2i2.5

Abstract

Latar Belakang; Salah satu cara untuk menurunkan AKABA ini yaitu dengan adanya Posyandu. Hal ini dibutuhkan pengetahuan ibu tentang Posyandu sehigga mampu meningkatkan pemahaman ibu tentang pelaksanaan dan pentingnya Posyandu dilakukan.                                                                                    Tujuan; Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang posyandu di Desa Katekan UPT Puskesmas Brati.Metode; Penelitian ini berjenis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan sampel 128 responden.  Hasil; Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 20 – 35 tahun yaitu sebanyak 87 (68.0%), dengan tingkat pendidikan SMP / sederajat sebanyak 56 (43,8%) responden. Jenis pekerjaan responden mayorita adalah Ibu Rumah Tangga yaitu sebanyak 88 (68,8%) responden. Tingkat pengetahuan ibu tentang Posyandu mayoritas berada pada level sedang sebanyak 47 (36,7%) responden.Kesimpulan; Tingkat pengetahuan ibu tentang Posyandu berada pada level sedang. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Posyandu, Balita
PENERIMAAN DIRI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS PASKA AMPUTASI DI WILAYAH LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT Khairiyatul Aulia; Iman Permana; Yanuar Primanda
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 3, No 1 (2018): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v3i1.58

Abstract

Latar Belakang; Tahap duka cita dan kehilangan pada penderita amputasi berbagai macam reaksi, sebagaian besar pada penderita amputasi akan mengalami frustasi dan fase depresi bekepanjangan yang membuat terjadinya resiko bunuh diri. Namun banyak penderita amputasi yang dapat menerima keadaan sebagai Takdir Tuhan. Tujuan penelitian ini untuk menggali persepsi penerimaan diri penderita diabetes melitus paska amputasi dalam menjalani kehidupan dengan disabilitas.Metode; penelitan mengunakan pendekatan kualitatif dengan analisis naratif, jumlah informan terdiri dari 6 orang, dan peneliti menjadi instrument utama serta terdapatnya perekam suara, catatan lapangan, dan lembar wawancara semi terstruktur.Hasil;  hasil penelitian ini di dapatkan 5 tema yaitu a) menerima keadaan emosional, b) meyakini sebuah cobaan, c) nasib, d) belum menerima kehendak Allah sepenuhnya, e) menerima kehendak Allah. Hasil penelitian ini di pengaruhi oleh adanya budaya Sasak dan unsur agama dalam mempengaruhi persepsi penerimaan diri. Kata kunci : Diabetes Melitus, Budaya Sasak, Penerimaan Diri
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH KELUARGA DAN PENGARUH PEER GROUP TERHADAP POTENSI PERILAKU KEKERASAN FISIK (BULLYING FISIK) PADA ANAK REMAJA PUTRA DI SMA 22 JAKARTA Lisnadiyanti Lisnadiyanti; Tohit Bagus
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4, No 1 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v4i1.138

Abstract

Latar Belakang; Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan pengaruh peer group terhadap potensi perilaku bullying di sekolah pada remaja putra. Hal ini dianggap sangat penting mengingat setiap tahun perilaku bullying terjadi di SMA/SMK di Jakarta. keluarga dan pengaruh peer group berperan dalam pengaruh kehidupan seorang remaja di kehidupannya.Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain deskriptif correlation atau crossectional dengan teknik accidental sampling seluruh responden diambil sebanyak 73 orang yang memenuhi kategori dan dilakukan pada siswa kelas X dan XI  SMA.Hasil; Setalah dilakukan perhitungan Chi-Square didapatkan nilai p value 0,002 pada pola asuh  (otoriter, demokratis dan permessif) terhadap potensi perilaku kekerasan fisik. Selain itu nilai p value pada pengaruh peer gruop yaitu 0,026 hal ini juga membuktikan adanya hubungan yang signifikan pengaruh peer group terhadap potensi perilaku bullying disekolah.Kesimpulan: Hasil analisis membuktikan bahwa peran pola asuh keluarga dan pengaruh peer group mempunyai potensi untuk mempengaruhi anak untuk melakukan perilaku kekerasan fisik (bullying fisik) baik di lingkungan rumah, sekolah maupun masyarakat. Kata kunci: Pola Asuh Orang tua, Pengaruh Peer Group, Bullying, Remaja Putra
EMPOWERMENT PADA IBU POST PARTUM UNTUK MENURUNKAN BREAST ENGORGEMENT DENGAN PENDEKATAN TEORI COMFORT KOLCABA Bernadeta Novita Septiani; Luky Dwiantoro
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 5, No 1 (2020): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v5i1.215

Abstract

Latar Belakang : Fenomena bengkaknya payudara atau breast engorgement diakibatkan adanya gangguan selama proses menyusui (laktasi) pada beberapa ibu post partum. Perawatan diri secara mandiri pada ibu post partum sangat diperlukan untuk mengatasi breast engorgement dengan pendekatan teori Comfort Kolcaba. Cara mengatasi kondisi breast engorgement dengan adanya pengaruh seorang leader sebagai tenaga kesehatan dengan empowerment pada ibu post partum. Literature review ini mempunyai tujuan mendeskripsikan dan memberikan informasi tentang upaya meningkatkan kenyamanan ibu post partum dalam mengatasi breast engorgement melalui empowerment dengan pendekatan teori kenyamanan Katherine Kolcaba.Metode : Metode yang digunakan dalam penyusunan literature review menggunakan beberapa artikel dengan proses pencarian artikel melalui google schoolar (Jurnal Keperawatan dan Jurnal Kesehatan), science direct, ebsco, Pubmed, Jurnal Keperawatan Diponegoro (JKD). Kata kunci pencarian artikel adalah breast engorgement, comfort theory, empowerment.Hasil: Empowerment yang diberikan pada ibu post partum antara lain : (Information) peran perawat dengan memberikan informasi diharapkan memiliki efek menguntungkan dan mampu mengubah tingkat pengetahuan dan sikap ibu post partum dengan breast engorgement. (Support) peran perawat dalam meningkatkan support sistem pada ibu post partum adalah memfasilitasi keluarga diperlukan untuk meningkatkan support. (Opportunities to learn )peran perawat dalam empowering ibu post partum terkait pengalaman masa lalu adalah dengan memotivasi dan memberikan peluang belajar terkait keterampilan laktasi pada ibu post partum.(Resources) peran perawat dalam empowering ibu post partum dan keluarga terkait finansial atau ekonomi adalah memotivasi ibu post partum dan keluarga dalam meningkatkan hubungan interpersonal. Hal tersebut mampu meningkatkan support pada ibu post partumdengan modifikasi perawatan dalam memandirikan ibu post partum merawat diri dan bayinya, khususnya dalam mengatasi breast engorgement.Kesimpulan :Kondisi ibu post partum yang mengalami breast engorgement dapat diturunkan melalui kepemimpinan empowerment dengan pendekatan teori Comfort Katherine Kolcaba. Kata kunci : breast engorgement, empowerment, ibu post partum
EFEKTIFITAS SARI KEDELAI DENGAN FORTIFIKASI Fe SEBAGAI SUPPLEMENT PENINGKATAN KADAR PROFIL DARAH PADA IBU HAMIL ANEMIA DI WILAYAH PUSKESMAS KOTA PEKALONGAN Miftachul Jannah; Ana Setyowati; Putri Andanawarih
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 6, No 1 (2021): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v6i1.270

Abstract

Latar Belakang : Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11 gr/dl pada trimester 1 dan 3 atau kadar <10,5gr/dl pada trimester II. Anemia defisiensi besi pada kehamilan yang berkelajutan dapat menyebabkan masalah pada ibu maupun pada janinnya. Resiko yang terjadi pada bayi yaitu kejadian kelahiran premature dan kejadian kelahiran bayi berat lahir rendah. Sedangkan pada ibu meningkatkan kemungkinan kejadian perdarahan saat melahirkan dan trauma setelah melahirkan. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah anemia defisiensi zat besi adalah dengan mengoptimalkan bahan pangan yang fungsional dan fortifikasi pangan (fortifikasi zat besi).Metode : Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pretest posttest with control group design. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil trimester II dan III dengan anemia yang terdaftar diseluruh puskesmas Kota Pekalongan. Tehnik pengambilan sampel penelitian ini dengan consecutive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 15 orang ibu hamil dengan anemia di setiap kelompoknya. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan uji independent t-test.Hasil penelitian: menunjukkan terdapat pengaruh sari kedelai dengan fortifikasi Fe terhadap peningkatan kadar hemoglobin (p-value 0,002), hematokrit (p-value 0,000) dan jumlah eritrosit (p-value 0,000).Kesimpulan dan Saran : Ada pengaruh dalam pemberian sari kedelai dengan fortifikasi Fe terhadap peningkatan kadar hemoglobin, hematokrit dan eritrosit pada ibu hamil dengan Anemia, saran kepada petugas kesehatan khususnya bidan dapat mensosialisasikan tentang manfaat sari kedelai dengan fortifikasi Fe sebagai suplemen tambahan yang dapat digunakan oleh ibu hamil dengan anemia agar dapat meningkatkan kadar Hb, Eritrosit dan Hematokrit pada darah. Kata Kunci : Ibu Hamil Anemia, Fortifikasi Fe, Sari Kedelai
STUDI KASUS IMPLEMENTASI EVIDENCE-BASED NURSING: INTERVENSI KOMPRES HANGAT UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN GASTRITIS Nur Hidayat; Nida Siti Padilah; Adi Nurapandi
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 7, No 02 (2022): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v7i02.370

Abstract

Latar Belakang: Gastritis merupakan suatu peradangan (inflamasi) dari mukosa lambung yang disebabkan oleh faktor iritasi dan infeksi yaitu peningkatan asam lambung, dimana menimbulkan gejala seperti mual, muntah dan yang paling utama adalah nyeri epigastrum dan yang lainnya sehingga mengakibatkan seseorang terbatas melakukan aktivitas yang mana membutuhkan terapi untuk mencegah adanya komplikasi. Salah satu teknik nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien gastritis adalah dengan melakukan kompres hangat, teknik ini masih jarang ditemukan di lapangan. Perawat cenderung lebih sering memberikan analgetik saat terjadi keluhan nyeri. Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis implementasi evidence-bassed nursing kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri epigastrum pada pasien gastritis. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif, dimana disusun berdasarkan laporan asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan. Implementasi EBN menggunakan lima tahapan menurut Polit dan Beck (2019) yaitu: (1) mengajukan pertanyaan (PICO), (2) mencari evidence yang berkaitan, (3) penilaian terhadap evidence, (4) menerapkan evidence, (5) evaluasi penerapan EBN. Teknik yang digunakan adalah pemeriksaan fisik, observasi, wawancara dan kepustakaan. Hasil: Diagnosa keperawatan nyeri akut dengan nomor diagnose 0077 diberikan intervensi keperawatan berupa kompres hangat. Setelah diberikan intervensi keperawatan selama 3 hari, gangguan nyeri akut bisa teratasi dengan kriteria hasil nyeri hilang meskipun sesekali terasa sedikit nyeri , gelisah menurun dan frekuensi nadi kembali baik. Kesimpulan: kompres hangat efektif terhadap penurunan intensitas nyeri sehingga penting dilakukan pada pasien dengan diagnose nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisiologis. Pada pasien gastritis dengan masalah nyeri skala nyeri yang bermula 5 menjadi 0.
EFEKTIFITAS AROMATERAPI LEMON DENGAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMA N 1 JEPON Wahyu Riniasih; Yesita Ragil K; Lia Indah Pertiwi
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8, No 01 (2023): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v8i01.412

Abstract

Latar Belakang; Dismenore merupakan rasa nyeri yang dirasakan pada wanita ketika menstruasi yang diakbitakan oleh ketidakseimbangan hormone progesteron dalam darah. Wanita yang dismenore menghasilkan prostaglandin 10 kali lebih banyak daripada wanita yang tidak dismenore. Di Indonesia kejadian dismenore terdiri dari 72,89% dismenore primer dan 21,11% dismenore sekunder di kalangan perempuan umur produktif. Dari 91,7% siswa yang mengalami dismenore setiap bulannya, sebanyak 68,9% mengakui adanya gangguan aktivitas pembelajaran.Metodologi; Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pra-Eksperimen, dengan menggunakan rancangan One Group Pre-Post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri kelas 11 SMA Negeri Jepon. Jumlah sampel penelitian sebanyak 43 dan diuji menggunakan wilcoxon.Hasil; Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai P-Value 0,000 < 0,05, maka: Ha diterima, Ho ditolak maka dapat disimpukan ada efektifitas aromaterapi lemon dengan teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di SMA N 1 Jepon.Kesimpulan; Aromaterapi lemon dengan teknik relaksasi nafas dalam efektif dalam menurunan dismenore pada remaja putri di SMA N 1 Jepon.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN EDUKASI TENTANG ETIKA PERGAULAN REMAJA DENGAN PENERAPAN ETIKA PERGAULAN REMAJA DI SMA Florentina Kusyanti
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8, No 02 (2023): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v8i02.395

Abstract

Latar Belakang : Etika pergaulan sangat penting bagi remaja lebih-lebih remaja setingkat SMA karena remaja SMA itu remaja yang belum bisa dilepas begitu saja tetapi masih memerlukan pendampingan baik dari orang tua maupun pendampingan dari orang lain.Pergaulan yang dilakukan orang remaja harus memiliki etika karena seorang yang tidak memiliki etika maka akan merusak hubungan dengan orang lain,lebih-lebih anak remaja SMA sangat perlu penerepan etika pergaulan baik dilingkungan sekolah maupun dilingkungan masyarakat umum,karena anak SMA sebagai seorang yang berpendidikan sehingga harus memberikan contoh yang baik dalam pergaulan,selain itu menjaga jangan sampai remaja terjerumus dalam pergaulan bebas.Untuk menjaga remaja ini memiliki etika pergaulan yang baik maka sangat diperlukan diberikan edukasi dan pengawasan secara berkala atau terus menerus.Tujuan : untuk mengetahui efektifitas pemberian edukasi tentang etika pergaulan terhadap penerapan etika pergaulan disekolah dan dimasyarakat umum.Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi yang penelitiannya dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sapuran kelas XII wilayah Dinas pendidikan kabupaten Wonosobo jawa tengah, dimana pengambilan data dilaksanakan pada tanggal November 2018 – januari 2019. Jumlah Sampel sejumlah 154 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, kuesioner. responden,Tehnik pengambilan data dengan total sampling Pengolahan dengan Distribusi frekuensi, Costab.Hasil: untuk hasil penelitian karakteristik umur paling banyak umur 17 tahun sebesar 50,6%,Pendidikan orang adalah sekolah dasar sebesat 66,2%,Pekerjaan orang adalah wiraswasta sebesar 31,2%,Selain untuk hasil pengetahuan tentang etika pergaulan hasil baik sebesar 96,1%,sedangkan untuk penerapan dengan kategori baik sebasar 89,6%,Maka klo dilihat hasil hubungan antara pengetahuan dengan penerapan etika pergaulan nilai pearson chisquare test di atas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi p-value sebesar 0.137 dan nilai chisquare sebesar 3,975 Karena tabel silang (cross tabulation) 2x2 dan 0% cell expected (< 5), maka menggunakan nilai continuity correction. Pada nilai continuity correction sebesar 2,715 dan signifikansi p-value 0.257 (>0.05) maka hipotesis null (H0) diterima yang berarti bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara edukasi etika pergaulan dengan penerapan etika pergaulan.Kesimpulan: Sangat efektif pemberian edukasi etika pergaulan terhadap penerapan etika pergaulan di SMA.
EFEKTIVITAS TERAPI BERMAIN PLAY DOUGH DAN PUZZLE TERHADAP TINGKAT PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA DINI DI PAUD DAHLIA GODONG Meity Mulya Susanti; Yuli Trianingsih
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 2, No 1 (2017): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v2i1.31

Abstract

Latar Belakang; Penggunaan alat bantu bermain pada usia 1-3 tahun merupakan stimulus yang diperlukan untuk merangsang perkembangan motorik halus anak. Observasi awal dengan lembar DDST dari 5 anak yang diajak bermain play dough ada 4 anak (80%) mengalami perkembangan motorik halus normal, sedangkan pada 5 anak yang diajak bermain puzzle ada 3 anak (60%) mengalami perkembangan motorik halus normal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas terapi bermain play dough dan puzzle terhadap tingkat perkembangan motorik halus pada anak usia dini di PAUD Dahlia Godong.Metode ; Desain penelitian yang digunakan adalah “Nonequivalent Control Group Design”. Teknik pengambilan sampel dengan random sampling sebanyak 31 responden. Uji hipotesis untuk kedua kelompok berpasangan dengan uji Wilcoxon Test dan untuk mengetahui perbedaan tingkat perkembangan motorik halus anak pada kedua kelompok dengan uji Mann-Whitney Test. Hasil – Perkembangan motorik halus sebelum dan sesudah bermain play dough diperoleh nilai p-value 0,025, perkembangan motorik halus sebelum dan sesudah bermain puzzle diperoleh nilai p-value 0,046, sedangkan efektivitas play dough dan puzzle diperoleh nilai p-value 0,615.Simpulan; terdapat perbedaan tingkat perkembangan motorik halus pada anak usia dini sebelum dan sesudah diberikan terapi bermain play dough dan puzzle dan tidak terdapat perbedaan efektivitas terapi bermain Play dough dan puzzle terhadap tingkat perkembangan motorik halus pada anak usia dini di PAUD Dahlia Godong. Kata Kunci : Play dough, puzzle, perkembangan motorik halus

Page 9 of 13 | Total Record : 125