cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI)
ISSN : 30264723     EISSN : 30264715     DOI : https://doi.org/10.62017/jkmi.v1i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) merupakan Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini merupakan jurnal yang dapat akses secara terbuka bagi para Peneliti, Mahasiswa dan Dosen yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada bidang kesehatan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat mempublikasikan artikel-artikel kajian empiris dan teoritis dalam bidang Gizi, Rekam medis dan Informasi Kesehatan, Keperawatan, Kebidanan, Obat-obatan, Psikologi Kesehatan dan bidang penelitian lain yang berkaitan dalam kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 157 Documents
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA ONIKOMIKOSIS PADA PETANI DI WILAYAH MUGARSARI, KOTA TASIKMALAYA Thalia Olivera Hermansyah; Gina Sri Lestari; Muhamad Ilham Daelami; Hannanda Binar; Muhammad Vadhiel Faiz Hawari
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7434

Abstract

Onikomikosis adalah infeksi jamur pada kuku yang menyerang kuku jari kaki maupun tangan, dengan prevalensi lebih tinggi pada populasi yang terpapar lingkungan lembap seperti petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala onikomikosis pada petani di Wilayah Mugarsari, Kota Tasikmalaya. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:1 (n = 36). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kuesioner terstruktur dan pemeriksaan fisik kuku. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan (OR = 4,375; p = 0,048), durasi paparan lumpur (χ² = 14,285; p = 0,003), kondisi alas kaki yang lembap (χ² = 8,640; p = 0,013), kebiasaan mencuci kaki (χ² = 7,388; p = 0,025), frekuensi memotong kuku (χ² = 9,106; p = 0,011), dan kebiasaan berbagi alas kaki (OR = 4,333; p = 0,038) secara signifikan berhubungan dengan gejala onikomikosis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor higiene kaki dan perilaku perlindungan diri merupakan determinan utama kejadian onikomikosis pada petani.
Hubungan Penggunaan APD dan Lama Kerja dengan Keluhan Pernapasan pada Pekerja Pabrik Hanger di Kersanagara Kota Tasikmalaya Amaliya Nurma Latifah; Najwa Septi Adwitiya; Tyara Pratama Yuniar; Annora Yaspisa Lie; Hasna Haifa Aminudin; Neni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7447

Abstract

Perkembangan sektor industri meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada pekerja akibat paparan debu dan partikel berbahaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara penggunaan alat pelindung diri (APD) dan lama kerja dengan keluhan pernapasan pada pekerja pabrik hanger. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi sekaligus sampel adalah seluruh pekerja pabrik hanger berjumlah 31 orang menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test (α = 0,05). Hasil menunjukkan 77,42% pekerja mengalami keluhan pernapasan. Tidak terdapat hubungan bermakna antara masa kerja (p=0,413), jam kerja (p=1,000), penggunaan masker (p=0,187), dan jenis masker (p=0,156) dengan keluhan pernapasan. Keluhan tertinggi ditemukan pada pekerja yang tidak pernah menggunakan masker (100%). Disimpulkan bahwa keluhan pernapasan dipengaruhi tidak hanya oleh penggunaan APD dan lama kerja, tetapi juga oleh faktor lain seperti kondisi ventilasi dan cara pemakaian masker yang tidak tepat. Penguatan program K3 dan edukasi penggunaan APD yang benar sangat direkomendasikan. 
Hubungan Posisi dan Lama Kerja dengan Kejadian Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) pada Pedangan Kaki Lima (PKL) di Alun-alun Dadaha Kota Tasikmalaya Tahun 2026 Rif’an Haqqi Fakhrulloh; Selma Mawa Lugina; Raisa Mutia Ghaida; Asma Nadia Ramadanti; Lafida Nisa Fauziah; Neni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7450

Abstract

Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan kondisi nyeri yang dirasakan pada area punggung bagian bawah yang sering dikaitkan dengan aktivitas kerja, terutama pada posisi kerja yang tidak ergonomi. LBP juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang meliputi faktor individu, pekerjaan, dan lingkungan. LBP paling umum dirasakan oleh pedagang, termasuk pedagang kaki lima yang seringkali bekerja dalam waktu lama dengan posisi yang tidak ergonomis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik menggunakan desain cross-sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan lama kerja dan posisi kerja dengan kejadian low back pain (LBP) pada pedagang kaki lima di Alun-Alun Dadaha Kota Tasikmalaya, dengan sampel melibatkan 80 responden pedagang kaki lima di lokasi penelitian dan mendapatkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa 62,5% responden bekerja lebih dari 4 jam sehari dan 52,5% memiliki posisi kerja yang tidak ergonomis. Sebanyak 52,5% dari total responden mengalami keluhan LBP. Berdasarkan analisis, lama kerja lebih dari 4 jam meningkatkan risiko LBP sebesar 7,69 kali lipat, sementara posisi kerja yang tidak ergonomis meningkatkan risiko LBP sebesar 2,78 kali lipat dibandingkan posisi yang ergonomis. Terdapat hubungan yang signifikan antara lama kerja dan posisi kerja dengan kejadian Low Back Pain. Pedagang kaki lima disarankan untuk lebih memperhatikan ergonomi saat bekerja dan mengatur durasi kerja guna mengurangi risiko nyeri punggung bawah.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Gangguan Pernapasan Pada Pedagang Kaki Lima Alun-Alun Dadaha, Kota Tasikmalaya Syifa Ummul Mutmainah; Aisha Rubi Rahmani; Karina Andani; Rachma Septiani; Elsa Rosyana Nursabila; Yuni Laferani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7490

Abstract

Pedagang kaki lima (PKL) merupakan pekerja sektor informal yang berisiko mengalami gangguan pernapasan akibat kondisi lingkungan kerja dan perilaku individu. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan pernapasan pada PKL di Alun-Alun Dadaha Kota Tasikmalaya. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 41 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji chi-square (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,1% responden mengalami keluhan gangguan pernapasan. Terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin (p=0,004), penggunaan masker (p=0,031), dan kebiasaan merokok (p=0,004) dengan keluhan gangguan pernapasan. Sementara itu, masa kerja (p=0,726), riwayat penyakit (p=0,118), dan paparan asap rokok (p=0,150) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan masker dan pengendalian kebiasaan merokok penting dilakukan untuk mencegah gangguan pernapasan pada pedagang kaki lima.
FAKTOR LAMA JAM KERJA, PERILAKU KERJA, PENGGUNAAN APD DAN STATUS MEROKOK YANG BERHUBUNGAN DENGAN RISIKO ISPA PADA PEKERJA RUMAH POTONG AYAM ALFARAZ Irna Helena Siahaan; Diana Rahma Dayanti; Rindi Garni Jaya; Felisha Aprilia Nur Faridah; Syalsa Isna Nurseha; Neni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7513

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah gangguan kesehatan yang paling banyak ditemui pada pekerja di industri perunggasan. Pekerja Rumah Potong Ayam (RPA) terpapar berbagai agen biologis dan kimia seperti debu bulu, ammonia, dan partikel organik setiap harinya, sehingga berisiko tinggi mengalami gangguan pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama jam kerja, perilaku kerja, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, dan status merokok dengan kejadian ISPA pada pekerja RPA Alfaraz Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan total sampel 52 pekerja RPA Alfaraz yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan observasi langsung. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact Test. Dari empat variabel yang diteliti, penggunaan masker (p = 0,001) dan perilaku kerja (p = 0,01) menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian ISPA. Sebaliknya, lama jam kerja (p = 0,159) dan status merokok (p = 0,82) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Penggunaan masker dan perilaku kerja terbukti berhubungan dengan risiko ISPA pada pekerja RPA Alfaraz.
HUBUNGAN LAMA KERJA, LOKASI PENJUALAN, DAN PENGGUNAAN APD DENGAN KELUHAN KESEHATAN PERNAPASAN PADA PEDAGANG SATE DI KOTA TASIKMALAYA Safira Adita Ramadanti; Rania Febriyanti Hidayah; Afissani Candra Ningtias; Intan Nuraeni; Dewi Nur Aidah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7543

Abstract

Paparan asap pembakaran bahan bakar padat menghasilkan karbon monoksida (CO) dan partikel halus yang dapat memicu gangguan pernapasan, terutama pada pekerja sektor informal yang tidak terlindungi secara memadai (WHO, 2025). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan lama kerja, lokasi penjualan, dan penggunaan APD dengan keluhan kesehatan pernapasan pada pedagang sate di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik cross-sectional yang dilaksanakan pada 5–12 April 2026. Sampel berjumlah 60 pedagang sate yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel bebas meliputi lama kerja, lokasi penjualan, dan penggunaan APD; variabel terikat adalah keluhan kesehatan pernapasan yang diukur melalui kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact dengan tingkat kemaknaan (α=0,05). Hasil dari penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara lokasi penjualan (p = 0,0001) dan penggunaan APD (p = 0,002) dengan keluhan kesehatan pernapasan. Sebaliknya, variabel lama kerja menunjukkan hubungan yang tidak signifikan dengan keluhan tersebut (p = 0,736). Hal ini mengindikasikan bahwa faktor lokasi penjualan dan penggunaan APD berkontribusi secara nyata terhadap risiko gangguan pernapasan pada pedagang sate dibandingkan dengan durasi masa kerja mereka.
GAMBARAN EPIDEMIOLOGI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIPEDES KOTA TASIKMALAYA 2026 Najma Shafa Dhafina; Thalia Olivera Hermansyah; Kyra Rayna Adelia; Safira Adita Ramadanti; Wulan Tri Yutanti; Ruswandi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7568

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis dengan beban kesehatan masyarakat yang signifikan di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis gambaran epidemiologi DBD berdasarkan variabel orang, tempat, dan waktu, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan sistem surveilans di wilayah kerja Puskesmas Cipedes periode Januari–Maret 2026. Penelitian menggunakan desain mixed method yang memadukan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan kualitatif fenomenologi. Data kuantitatif diperoleh melalui total sampling seluruh kasus DBD tercatat, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan satu petugas surveilans menggunakan pedoman wawancara terstruktur. Hasil menunjukkan Puskesmas Cipedes mencatat enam kasus pada Januari 2026, menempati peringkat ketiga tertinggi di kota tersebut, dengan distribusi terkonsentrasi di RT 05 Kelurahan Cipedes pada puncak musim hujan, konsisten dengan pola musiman DBD. Sistem pelaporan berjalan melalui SKDR mingguan dan laporan bulanan ke Dinas Kesehatan, disertai penyelidikan epidemiologi terhadap 20 rumah per kasus. Ditemukan dua hambatan struktural utama: beban kerja satu petugas surveilans yang merangkap tujuh program penyakit menular, serta penolakan sebagian warga terhadap kunjungan lapangan. Diperlukan penambahan tenaga surveilans khusus dan penguatan pendekatan berbasis komunitas melalui tokoh lokal guna meningkatkan efektivitas pengendalian DBD secara berkelanjutan.