cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI)
ISSN : 30264707     EISSN : 30264170     DOI : https://doi.org/10.62017/jppi.v1i3
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) adalah jurnal peer-review akses terbuka, yang diterbitkan oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia adalah platform bagi para peneliti, akademisi, profesional, praktisi, dan mahasiswa untuk menyebarkan dan berbagi pengetahuan melalui makalah penelitian dan studi kasus di bidang pendidikan. Terbit setiap bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan penelitian kepada para pendidik di seluruh dunia. Penulis didorong untuk mengirimkan artikel yang lengkap, belum pernah dipublikasikan, orisinil, dan belum pernah ditinjau di jurnal lain. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 669 Documents
INTERNALISASI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SISWA YANG MENGIKUTI KESENIAN LENGGER Wissda Azzahro Chairunisa; Nukhbatun Nisa; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses internalisasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa yang mengikuti kesenian tradisional Lengger. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek utama adalah seorang siswa yang aktif dalam kesenian Lengger di luar kegiatan sekolah, sedangkan guru PAI, orang tua, dan teman sebaya menjadi informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai multikultural terjadi melalui tiga aspek utama, yaitu pengalaman sosial, pendekatan pedagogis guru, dan aktivitas budaya siswa. Guru PAI berperan penting dalam menghubungkan ajaran Islam dengan nilai-nilai budaya lokal, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna. Kesenian Lengger membantu siswa mengembangkan sikap toleran, disiplin, kerja sama, serta rasa saling menghormati. Secara keseluruhan, pembelajaran PAI yang berpadu dengan nilai-nilai multikultural mampu membentuk karakter moderat dan inklusif pada diri siswa.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MEMBENTUK KARAKTER BANGSA Khowi Uswatun Hasanah; Della Amania Fitry; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6102

Abstract

Artikel ini mengkaji implementasi pendidikan multikultural dalam membentuk karakter bangsa Indonesia, dengan fokus pada konsep teoretis, strategi implementasi, tantangan, serta dampaknya terhadap harmoni sosial dan identitas nasional. Pendidikan multikultural didefinisikan sebagai pendekatan yang menekankan pengakuan, penghormatan, dan perayaan keragaman budaya, etnis, bahasa, dan agama untuk menumbuhkan toleransi, inklusivitas, dan interaksi harmonis dalam masyarakat plural, sesuai dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Penelitian ini menggunakan metode library research melalui kajian pustaka dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan dokumen terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan multikultural di sekolah-sekolah Indonesia melibatkan integrasi kurikulum inklusif, peran strategis guru sebagai fasilitator dan model toleransi, strategi pembelajaran kooperatif, pembiasaan nilai-nilai melalui kegiatan harian, serta kegiatan ekstrakurikuler seperti festival budaya. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan kurangnya kesadaran, pendidikan ini memberikan dampak positif dalam mengurangi prasangka, meningkatkan empati sosial, dan memperkuat identitas nasional. Kesimpulan menegaskan bahwa pendidikan multikultural merupakan pilar utama untuk membentuk generasi yang toleran, demokratis, dan siap menghadapi globalisasi, dengan komitmen dari semua pemangku kepentingan untuk keberlanjutan implementasinya.
Systematic Review: Pemanfaatan Augmented Reality pada Materi Tata Surya untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA Siswa SMP Arrivayza, Iga; Surijadi, Nasywa; Ilmiyah, Nur; Fauziah, An Nuril
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6011

Abstract

Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis terhadap berbagai artikel ilmiah yang mengeksplorasi penerapan Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran materi tata surya di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Permasalahan yang diangkat adalah masih rendahnya pemahaman konseptual dan motivasi belajar siswa pada materi yang bersifat abstrak seperti tata surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode penelitian yang digunakan, jenis media AR yang dikembangkan, serta dampak penerapan AR terhadap pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah systematic review terhadap lima artikel penelitian yang diterbitkan pada jurnal nasional dan internasional antara tahun 2020–2025 dengan teknik analisis isi (content analysis). Hasil tinjauan menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE dan menghasilkan media berbasis Android menggunakan Vuforia dan Unity 3D. Penerapan AR terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi siswa serta memperoleh penilaian kepraktisan dan validitas yang tinggi. Namun, sebagian besar studi masih terbatas pada tahap pengembangan media tanpa uji efektivitas kuantitatif. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa AR memiliki potensi besar untuk diterapkan sebagai media pembelajaran inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SMP.
Pengaruh Penggunaan Media Virtual Lab PhET Simulation pada Materi Gerak dan Gaya terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa SMP Romadoni, Rendi; Yasminia, Anisa; Widari, Atika; Fauziah, An Nuril
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6013

Abstract

Rendahnya hasil belajar dan motivasi siswa SMP dalam memahami konsep abstrak seperti gerak dan gaya menjadi permasalahan empiris akibat keterbatasan praktikum konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis pengaruh penggunaan media laboratorium virtual PhET Simulation sebagai solusi pembelajaran interaktif berdasarkan temuan tiga studi kasus empiris. Metode penelitian yang diulas mencakup desain kuasi-eksperimen dan pra-eksperimen yang subjeknya adalah siswa SMP, yang mengukur hasil belajar kognitif, pemahaman konsep, serta motivasi belajar. Hasil temuan secara konsisten menunjukkan bahwa PhET Simulation secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa (N-Gain 0,67 dan ketuntasan klasikal 86,67%), meningkatkan pemahaman konsep, serta menumbuhkan motivasi belajar yang lebih tinggi secara signifikan (p < 0,05) dibandingkan pembelajaran konvensional. Disimpulkan bahwa PhET Simulation adalah media yang efektif dan sangat direkomendasikan untuk diimplementasikan oleh pendidik, terutama jika dipadukan dengan model terstruktur seperti Learning atau LKS, untuk memvisualisasikan konsep IPA yang kompleks dan meningkatkan keterlibatan siswa.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN SIKAP TOLERANSI DI SEKOLAH Sela Asyifa Dalila; Salma Naylul Husnayaini; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6017

Abstract

Pendidikan multikultural di tingkat sekolah dasar memiliki peran sangat krusial dalam membentuk sikap toleransi di kalangan siswa. Dalam konteks globalisasi yang menekankan keberagaman budaya, agama, dan etnis, pendidikan multikultural bertujuan menanamkan pemahaman dan penghargaan terhadap perbedaan tersebut. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pustaka (library research)untuk mengkaji penerapan pendidikan multikultural di sekolah dan kontribusinya dalam menumbuhkan sikap toleransi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai multikultural dalam kurikulum dan aktivitas pembelajaran meningkatkan kesadaran siswa bahwa hidup berdampingan dengan sikap toleransi sangat penting. Pendidikan multikultural bukan hanya mengajarkan perbedaan, tetapi juga berfungsi membangun kedamaian sosial dan menghormati keberagaman dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Ulama dalam Melestarikan Budaya Lokal yang Islami: Studi Etnografi di Komunitas Muslim Pesisir Gufron Maulana; Ahmad Halid
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6093

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena semakin berkurangnya praktik budaya lokal bernuansa Islam di wilayah pesisir, seiring dengan pengaruh modernisasi dan pemahaman agama yang tekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran ulama dalam melestarikan budaya lokal yang islami di komunitas Muslim pesisir Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, dilaksanakan pada Agustus-September 2025 di tiga kecamatan pesisir, yaitu Puger, Ambulu, dan Wuluhan. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap 18 informan yang terdiri atas ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan komunitas nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama berperan sebagai penjaga moral, mediator sosial, dan inovator budaya dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam tradisi lokal seperti sedekah laut dan dzikir bahari. Kesimpulan menunjukkan bahwa keberhasilan pelestarian budaya lokal islami sangat bergantung pada peran aktif ulama dalam reinterpretasi budaya berbasis nilai tauhid. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan dakwah kultural dalam memperkuat identitas keislaman dan solidaritas sosial masyarakat pesisir di era modern
Strategi Coping Mahasiswa dalam Menghadapi Toxic Relationship di Lingkungan Pertemanan Zahratus Syifa; Sri Nurhayati Selian
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6095

Abstract

Toxic relationship merupakan bentuk hubungan sosial yang tidak sehat, yang dapat menimbulkan tekanan emosional, stres psikologis, dan konflik interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi coping yang digunakan mahasiswa dalam menghadapi toxic relationship di lingkungan pertemanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif mahasiswa secara mendalam. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang mahasiswa berusia 18–21 tahun yang memiliki pengalaman langsung dalam menjalani hubungan pertemanan yang tidak sehat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipatif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai dinamika hubungan dan strategi penyesuaian diri yang digunakan masing-masing subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menerapkan dua bentuk utama strategi coping dalam menghadapi toxic relationship, yaitu emotion-focused coping dan problem-focused coping. Strategi emotion-focused coping meliputi perilaku seperti diam, menjauh, dan menenangkan diri, sedangkan problem-focused coping diwujudkan melalui upaya mengatur batasan diri serta mencari dukungan sosial. Pemilihan strategi coping dipengaruhi oleh kepribadian, pengalaman sebelumnya, dan dukungan sosial yang diperoleh. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan program konseling yang berfokus pada peningkatan kemampuan coping adaptif untuk membantu mahasiswa mengelola hubungan sosial yang tidak sehat secara lebih efektif.
Peran Pendidikan Multikultural Dalam Menumbuhkan Karakter Toleran Di Sekolah Erny Shoihah; Sarifatus Salmah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6104

Abstract

Pada umumnya, sekolah merupakan lembaga pendidikan yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu hidup berdampingan dalam keberagaman. Pendidikan multikultural hadir sebagai pendekatan yang menekankan penerimaan, penghormatan, dan kerja sama dalam lingkungan yang heterogen. Artikel ini bertujuan menguraikan konsep pendidikan multikultural serta perannya dalam menumbuhkan karakter toleran di sekolah. Melalui pengintegrasian nilai tolerance-based dalam kurikulum, budaya sekolah, dan keteladanan guru, siswa didorong untuk memiliki sikap saling menghargai, empatik, dan bebas dari diskriminasi. Dengan demikian, pendidikan multikultural menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan generasi yang mampu menjaga persatuan dan keselarasan dalam keberagaman bangsa Indonesia.
Peran Pesantren dalam Membangun Budaya Multikultural: Studi Kasus Toleransi di Masyarakat Indonesia Dini Syarifah; Zulia Nela Aziza; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6192

Abstract

Fenomena meningkatnya intoleransi di tengah masyarakat Indonesia menjadi tantangan nyata bagi lembaga pendidikan Islam, khususnya pesantren, yang selama ini dikenal sebagai pusat pembentukan karakter dan nilai-nilai kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pesantren dalam membangun budaya multikultural melalui praktik toleransi di lingkungan masyarakat sekitar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menelusuri bagaimana pola pendidikan, tradisi, serta interaksi sosial di pesantren berkontribusi pada terciptanya sikap saling menghormati antarumat beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya menjadi lembaga keagamaan, tetapi juga ruang sosial yang menanamkan nilai inklusivitas, keterbukaan, dan dialog lintas budaya melalui kegiatan keagamaan, pembelajaran, serta keteladanan kiai dan santri. Kesimpulannya, pesantren berperan strategis dalam memperkuat kohesi sosial dan mencegah konflik berbasis perbedaan identitas. Implikasinya, model pendidikan pesantren dapat menjadi alternatif solusi dalam memperkuat pendidikan multikultural di Indonesia.
Perspektif Islam terhadap Konsep Multikulturalisme di Indonesia Angkin Dayu Safitri; Riza Maysharoh; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6193

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana perspektif Islam memberikan fondasi normatif dan etis bagi penguatan multikulturalisme di Indonesia, yang secara empiris ditandai oleh meningkatnya gesekan identitas, polarisasi sosial, serta penyempitan ruang dialog antar kelompok. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis ajaran Islam yang relevan dengan prinsip multikulturalisme serta menelaah bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia yang majemuk. Menggunakan kajian pustaka terhadap literatur primer dan mutakhir, penelitian ini menemukan bahwa konsep rahmatan lil ‘alamin, prinsip keadilan (al-‘adl), toleransi (tasamuh), dan pengakuan terhadap keragaman (ikhtilaf) menjadi landasan penting dalam membangun multikulturalisme yang inklusif. Hasil telaah menunjukkan bahwa perspektif Islam tidak hanya kompatibel dengan multikulturalisme, tetapi juga mampu memperkuat kohesi sosial melalui pendidikan karakter, moderasi beragama, dan rekonstruksi wacana keberagaman di ruang publik. Meskipun demikian, penelitian ini juga menegaskan bahwa implementasi nilai multikultural dalam masyarakat Muslim masih menghadapi tantangan berupa konservatisme tekstual, bias sosial, dan minimnya internalisasi nilai toleransi di tingkat akar rumput. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan multikulturalisme berbasis nilai Islam dapat menjadi strategi integral dalam menjaga persatuan bangsa serta mendorong rekonsiliasi sosial pada konteks kebinekaan Indonesia.