Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS KHITTAH NAHDLIYYAH: Sebagai Usaha Membentengi Aqidah Ahlussunnah Wal Jama‟ah Dan Keutuhan NKRI Di Kalangan Kaum Nahdliyyin Dari Paham Radikal- Sesat Di Lingkungan Kabupaten Jember Tahun 2016 Ahmad Halid; Muhammad Ilyas
Al-Ashr : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 2 No 1 (2017): Maret
Publisher : PGMI-FAI- UI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah Analisis KhittahNahdliy-yah: Sebagai Usaha Membentengi aqidah Ahlussunnah Wal Jama‟ahDan Keutuhan NKRI Di Kalangan Kaum Nahdliyyin Dari Paham RadikalSesat Di Lingkungan Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini adalahmenggunakan jenis penelitian studi kasus. Pendekatan penelitian yangdigunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, interview, dokumentasi, Kuesioner, studi kepustakaan.Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan reflektif.Teknik Pengujian Keabsahan Data; metode triangulasi, metode diskusi, metodekomparasi, metode penerimaan kritikan. tujuan penelitian untuk mengungkappemahaman kaum nahdliyyin terhadap khittah nahdliyyah sebagai sumberrujukan kaum nahdliyyin di dalam hidup beragama dan bernegara yang baikyang berpijak pada sumber otoritatif ajaran Islam (al-Qur‟an, as-Sunnah, Ijma‟Qiyas). Kaum Nahdliyyin yang menjadi obyek dan informan penelitian (LPAI,BM, pengajian masyarakat di Lingkungan Kabupaten Jember) melakukanpengajian aktif untuk menegakkan izzul Islam Wal Muslimin (menyesuaikankehidupan dengan nilai-nilai ajaran Islam), amar makruf nahi mungkar,menolak paham radikal-sesat; yang berten-tangan dengan pengembangan IslamNusantara, mempertahankan NKRI, serta mencari solusi yang tepat terhadapprolematika umat kontemporer dengan tetap berpijak pada Khittah Nahdliyyah.Keywod: Analisis Khittah Nahdliyyah, aqidah aswaja, keutuhan NKRI, pahamRadikal Sesat,
PENDIDIKAN AQLUN, JISMUN, NAFSUN, QALBUN DI PESANTREN NURIS SALAFIYYAH UMBULSARI JEMBER Ahmad Halid; Zainal
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2023): Sirajuddin Juni 2023
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i2.1275

Abstract

Artikel ini membahas tradisi pendidikan yang menarik didiskusikan yaitu p endidikanAqlun, Jismun , Nafsun , Qalbun Di Pesantren Nuris Salafiyyah Umbul Sari Jember. Penelitianini adalah penelitian kualitatif deskriptif, pengumpulan data, observasi, wawancara, dandokumentasi. Informan penelitian ini adalah para ustadz dan para santri. Hasil penelitian iniadalah pendidikan Aqlun, Jismun , Nafsun , Qalbun Di Pesantren Nuris Salafiyyah UmbulsariJember merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan para santri. Aqlun, Jismun ,Nafsun , Qalbun merupakan penentuk luasnya berpikir santri dan berperilaku yang baikdalam kehudpan masyarakat.
PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA MELALUI ICEBREAKING PADA MATA PELAJARAN AL-QURAN HADIS Ardiansyah, rian; Ahmad Halid
JURNAL ILMU AL-QUR'AN DAN TAFSIR NURUL ISLAM SUMENEP Vol. 9 No. 2 (2024): Al-Qorni Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : STQINIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berdasarkan rendahnya minat belajar peserta didik dalam proses pembelajaran al-Quran Hadist menggunakan Icebreaking Kelas III MI Raudlatul Ulum Suci 03. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dua siklus. Teknik penelitian yang digunakan yaitu Wawancara, observasi,dan dokumentasi dengan subyek penelitian seluruh peserta didik kelas III MI Raudlatul Ulum Suci 03. Analisis data yang dilakukan yaitu secara kualitatif deskriptif. Hasil Penelitian yang dilakukan mengalami peningkatan minat belajar peserta didik dalam proses pembelajaran. Data yang deperoleh yakni nilai pada tahap prasiklus yaitu 65dengan persentase ketuntasan belajar 45%nilai tersebut diperoleh dari ulangan harian siswa pada pokok bahasan sebelum penelitian dilaksanakan. Setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar mencapai 77,5dengan persentase ketuntasan 75 % dari jumlah 20 siswa, 15 siswa dinyatakan tuntas dan 5 siswa dinyatakan tidak tuntas. Pada siklus II rata-rata nilai hasil belajar siswa menjadi 83,25 dengan persentase ketuntasan 85% darijumlah 20 siswa17 siswa dinyatakan tuntas dan 3 siswa dinyatakan tidak tuntas. Kata Kunci: minat belajar, metode icebreaking
Peran Ulama dalam Melestarikan Budaya Lokal yang Islami: Studi Etnografi di Komunitas Muslim Pesisir Gufron Maulana; Ahmad Halid
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6093

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena semakin berkurangnya praktik budaya lokal bernuansa Islam di wilayah pesisir, seiring dengan pengaruh modernisasi dan pemahaman agama yang tekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran ulama dalam melestarikan budaya lokal yang islami di komunitas Muslim pesisir Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, dilaksanakan pada Agustus-September 2025 di tiga kecamatan pesisir, yaitu Puger, Ambulu, dan Wuluhan. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap 18 informan yang terdiri atas ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan komunitas nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama berperan sebagai penjaga moral, mediator sosial, dan inovator budaya dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam tradisi lokal seperti sedekah laut dan dzikir bahari. Kesimpulan menunjukkan bahwa keberhasilan pelestarian budaya lokal islami sangat bergantung pada peran aktif ulama dalam reinterpretasi budaya berbasis nilai tauhid. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan dakwah kultural dalam memperkuat identitas keislaman dan solidaritas sosial masyarakat pesisir di era modern
PENDIDIKAN AQLUN, JISMUN, NAFSUN, QALBUN DI PESANTREN NURIS SALAFIYYAH UMBULSARI JEMBER Ahmad Halid; Zainal
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2023): Sirajuddin Juni 2023
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i2.1275

Abstract

Artikel ini membahas tradisi pendidikan yang menarik didiskusikan yaitu p endidikanAqlun, Jismun , Nafsun , Qalbun Di Pesantren Nuris Salafiyyah Umbul Sari Jember. Penelitianini adalah penelitian kualitatif deskriptif, pengumpulan data, observasi, wawancara, dandokumentasi. Informan penelitian ini adalah para ustadz dan para santri. Hasil penelitian iniadalah pendidikan Aqlun, Jismun , Nafsun , Qalbun Di Pesantren Nuris Salafiyyah UmbulsariJember merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan para santri. Aqlun, Jismun ,Nafsun , Qalbun merupakan penentuk luasnya berpikir santri dan berperilaku yang baikdalam kehudpan masyarakat.
Transformational School Leadership and the Making of a Professional Educator Ecosystem in Islamic Secondary Education Nursyamsiyah, Siti; Saipul Wakit; Ahmad Halid; Bahar Agus Setiawan; Sofyan Rofi
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 19 No. 1 (2025): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v19i1.13319

Abstract

Abstrak: Pendidikan merupakan pilar utama dalam membentuk generasi bangsa yang cerdas dan berakhlak mulia. Dalam konteks tersebut, kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem pendidik yang profesional, khususnya di SMA Muhammadiyah 3 Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kepemimpinan transformasional kepala sekolah, yang diwujudkan melalui fungsi manajerial, supervisi akademik, dan pembinaan profesional, berkontribusi terhadap pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah yang visioner, komunikatif, dan konsisten dalam mengimplementasikan program peningkatan kompetensi guru mampu membangun budaya belajar yang kolaboratif, reflektif, dan berorientasi mutu. Dukungan kepala sekolah terhadap pengembangan profesional berkelanjutan—melalui pelatihan, komunitas belajar, dan evaluasi berkala—terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pengajaran. Dengan demikian, kepemimpinan transformasional kepala sekolah berperan sebagai katalisator utama dalam pembentukan ekosistem pendidik yang profesional di lembaga pendidikan Islam tingkat menengah. Kata kunci: Kepemimpinan transformasional, kepala sekolah, ekosistem pendidik, profesionalisme guru, pendidikan Islam Abstract: Education serves as a fundamental pillar in shaping a generation that is intellectually capable and morally grounded. Within this context, the leadership of school principals plays a strategic role in cultivating a professional educator ecosystem, particularly in Islamic secondary education settings such as SMA Muhammadiyah 3 Jember. This study examines how transformational school leadership—manifested through managerial functions, academic supervision, and professional development initiatives—contributes to the continuous growth of teachers’ competencies. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The findings reveal that a visionary, communicative, and consistent principal, who effectively implements teacher development programmes, is able to foster a collaborative, reflective, and quality-oriented learning culture. Furthermore, the principal’s support for continuous professional development—through training, learning communities, and periodic evaluations—has proven effective in enhancing teaching quality. In conclusion, transformational school leadership functions as a key catalyst in shaping a professional educator ecosystem within Islamic secondary education institutions.  
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis TPCK Pendekatan Integratif di Era Digital Aysha Imeylian Suriyani; Ahmad Halid
Khatulistiwa Insight: Islamic Education and Learning Vol 1 No 3 (2025): November
Publisher : Yayasan Literasi Altruis Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital-based Islamic Religious Education (PAI) learning has become an essential demand in the current technological era, requiring teachers not only to master Islamic material but also to integrate technology, pedagogy, and content (TPCK) effectively. This study examines the application of the TPCK model in PAI learning to enhance learning quality while identifying gaps between ideal standards and classroom reality. Using a qualitative case study approach, data were collected through classroom observations, in-depth interviews with PAI teachers, and analysis of digital teaching materials. The results reveal that digital technologies—such as learning management systems, interactive media, and online assessments—significantly improve student engagement and comprehension of religious concepts. However, limited teacher digital competence, minimal pedagogical innovation, and unequal infrastructure make the implementation of TPCK far from optimal. The study emphasizes the teacher’s central role as the human-in-the-loop in determining material relevance, pedagogical appropriateness, and alignment with students’ spiritual-emotional development. Overall, integrating TPCK with Islamic values, school culture, and digital-era needs creates a more adaptive, interactive, and meaningful PAI learning model. Proper implementation strengthens digital literacy, religious competence, learning motivation, and the development of moderate attitudes, supporting innovation in PAI amid ongoing digital transformation..
Peran Remaja Wuluhan dalam Pengurangan Sampah Plastik Muhammad Ali Mustofa; Ahmad Halid
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.897

Abstract

Permasalahan sampah plastik di Indonesia semakin mengkhawatirkan seiring tingginya penggunaan plastik sekali pakai, termasuk di kalangan remaja. Kondisi ini menuntut keterlibatan generasi muda sebagai agen perubahan dalam upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran remaja dalam pengurangan sampah plastik di Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, serta mengidentifikasi faktor sosial, religius, dan komunitas yang memengaruhi partisipasi mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja berperan aktif dalam pengurangan sampah plastik melalui kegiatan pengumpulan dan pemilahan sampah, inovasi daur ulang berbasis kreativitas, serta kampanye lingkungan melalui media digital. Partisipasi remaja didorong oleh meningkatnya kesadaran ekologis, internalisasi nilai-nilai keagamaan, solidaritas sosial, dan dukungan kepemimpinan komunitas. Penelitian ini memperluas teori perilaku terencana dengan menegaskan bahwa faktor sosial dan spiritual berperan penting dalam membentuk perilaku ekologis remaja. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemberdayaan remaja berbasis komunitas dan nilai lokal menjadi strategi efektif dalam pengelolaan sampah plastik yang berkelanjutan.
Urgensi Etika Islam dalam Pengembangan Artificial Intelligence Rita Anisaturrizqi; Ahmad Halid; Prima Cristi Crismono
Edu Journal Innovation in Learning and Education Vol. 3 No. 2 (2025): Edu Journal in Learning and Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/edu.v3i2.2345

Abstract

Abstrak:                                                                                                                  Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berkembang pesat dan diterapkan dalam berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, namun di balik manfaatnya terdapat tantangan etika dan tanggung jawab moral, terutama terkait bias algoritmik, privasi data, serta keadilan sosial. Dalam perspektif Islam, pengembangan AI harus sejalan dengan nilai-nilai keadilan (Al-‘Adl), kejujuran (Ash-Shidq), dan kemaslahatan umat (Al-Maslahah), sehingga penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan analisis bibliometrik kuantitatif untuk mengidentifikasi tren penelitian AI serta pendekatan kualitatif guna memahami perspektif Islam dalam etika AI. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam publikasi AI selama satu dekade terakhir, dengan dominasi oleh negara-negara maju seperti Amerika Serikat, China, dan India, sementara negara berkembang masih menghadapi kendala akses teknologi dan sumber daya penelitian. Dalam konteks Islam, AI memiliki potensi besar untuk kemaslahatan umat, misalnya dalam pendidikan dengan penerapan pembelajaran berbasis teknologi, dalam kesehatan untuk meningkatkan akurasi diagnosis medis, serta dalam ekonomi Islam guna mendukung sistem keuangan berbasis syariah, namun pengembangannya harus berlandaskan transparansi, keadilan, dan tanggung jawab moral agar tidak menimbulkan dampak negatif seperti eksploitasi data atau diskriminasi algoritmik. Oleh karena itu, regulasi berbasis etika Islam diperlukan untuk memastikan AI berkembang secara adil dan bertanggung jawab, sehingga kolaborasi antara ilmuwan AI dan pakar Islam menjadi penting dalam menciptakan kebijakan serta sistem AI yang tidak hanya canggih secara teknologi tetapi juga berlandaskan nilai-nilai Islam, sehingga AI dapat menjadi alat inovasi yang memberikan manfaat luas bagi umat manusia tanpa melanggar prinsip moral dan sosial.
PANDALUNGAN AS A MEETING POINT: THE INTERACTION OF ISLAMIC ECONOMY AND DA'WAH IN LOCAL HISTORY Mahfufatur Rosidah; Ahmad Halid
DAAR EL-KAMIL: Multidisciplinary Journal Vol 1 No 02 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) of Institut Badri Mashduqi Probolinggo Jawa timur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66931/jmlt.v1.i02.215

Abstract

This study aims to examine the role of the Pandalungan area as a center of interaction between economic activities and the spread of Islamic da'wah in the perspective of local history. With a qualitative approach through historical studies, this research utilizes sources from literature, interviews with community leaders, and observations of historical sites. The findings of the study revealed that trade routes function as an effective means in the process of Islamization, where Muslim traders play the role of spreading da'wah through ethical business principles and social interaction. Da'wah in this community takes place culturally, adaptively, and without confrontation. The Pandalungan people integrated Islam into their local traditions, resulting in a distinctive and contextual form of Islam. The study emphasizes the importance of cultural- and economic-based da'wah strategies in the success of past Islamization, which remains relevant in the current situation.