cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI)
ISSN : 30264707     EISSN : 30264170     DOI : https://doi.org/10.62017/jppi.v1i3
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) adalah jurnal peer-review akses terbuka, yang diterbitkan oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia adalah platform bagi para peneliti, akademisi, profesional, praktisi, dan mahasiswa untuk menyebarkan dan berbagi pengetahuan melalui makalah penelitian dan studi kasus di bidang pendidikan. Terbit setiap bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan penelitian kepada para pendidik di seluruh dunia. Penulis didorong untuk mengirimkan artikel yang lengkap, belum pernah dipublikasikan, orisinil, dan belum pernah ditinjau di jurnal lain. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 586 Documents
TRANSFORMASI PERAN GURU DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA DI ERA DIGITAL Priya Multazam, Andhika; Imron Fauzi; M. Ilmil Zawawi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6286

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan utama tentang bagaimana transformasi peran guru berkontribusi pada pengembangan kreativitas siswa di era digital, dengan latar belakang masih terbatasnya integrasi pedagogi teknologi dalam praktik pembelajaran. Posisi penelitian ini mengisi celah dari studi sebelumnya yang umumnya hanya membahas penggunaan teknologi, tanpa menelaah perubahan peran guru, literasi digital, dan etika kreativitas secara bersamaan. Pertanyaan penelitian dianalisis melalui metode library research dengan telaah kritis terhadap jurnal nasional dan internasional terbaru. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: pergeseran peran guru menjadi fasilitator inovasi digital, penguatan fungsi guru sebagai pembimbing literasi dan etika digital, serta tantangan struktural yang memengaruhi pemerataan kreativitas siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa kreativitas siswa tidak muncul dari teknologi semata, tetapi dari desain pembelajaran dan bimbingan guru yang adaptif terhadap ekosistem digital.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI SMA ISTIQLAL DELI TUA Sophie Naila Kamila; Samio; Herdi; Nurjannah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6287

Abstract

Pembelajaran ekonomi di SMA Istiqlal Deli Tua masih menggunakan model konvensional yang monoton, sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran example non example terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI SMA Istiqlal Deli Tua pada materi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPS 2 yang berjumlah 32 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda sebanyak 30 soal yang telah diuji validitas, reliabilitas, daya beda, tingkat kesukaran, dan efektivitas pengecoh. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, uji-t, dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan nilai t hitung (3,74) > t tabel (1,99), yang berarti terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran example non example terhadap hasil belajar ekonomi siswa. Nilai multiple R sebesar 0,97 menunjukkan korelasi sangat kuat antara variabel model pembelajaran dan hasil belajar. Nilai adjusted R square sebesar 0,939 menunjukkan bahwa model pembelajaran example non example memberikan kontribusi sebesar 93,9% terhadap hasil belajar ekonomi siswa, sedangkan 6,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Disimpulkan bahwa model pembelajaran example non example berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI SMA Istiqlal Deli Tua.
UPAYA GURU MAPEL FIQIH DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS VII DI MTS AL-GHOZALY SIWATU,WONOSOBO Ipnu Ata Rohman; Sri Jumini; Ali Imron
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis upaya guru mata pelajaran Fikih dalam mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa kelas VII di MTs Al-Ghozaliy Siwatu, Wonosobo. Kesulitan belajar merupakan kondisi yang menyebabkan siswa mengalami hambatan dalam memahami materi pelajaran secara optimal. Faktor penyebabnya dapat berasal dari dalam diri siswa (internal), seperti rendahnya motivasi belajar, kurangnya konsentrasi, dan keterbatasan kemampuan kognitif, maupun dari luar diri siswa (eksternal), seperti metode mengajar yang monoton, keterbatasan sarana belajar, dan lingkungan sosial yang kurang mendukung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa dalam mata pelajaran Fikih umumnya terjadi pada aspek pemahaman materi ibadah praktis seperti wudhu dan salat, serta pada hafalan doa-doa. Guru Fikih di MTs Al-Ghozaliy berupaya mengatasi hal ini melalui berbagai strategi, antara lain penggunaan metode pembelajaran kontekstual dan visual, pendekatan personal terhadap siswa, penerapan pembelajaran kolaboratif, pemberian penguatan motivasi spiritual, dan pengadaan evaluasi formatif yang berkelanjutan. Dapat disimpulkan bahwa keberhasilan dalam mengatasi kesulitan belajar sangat bergantung pada kreativitas guru dalam menyusun pendekatan yang adaptif terhadap kondisi siswa. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, pembimbing, dan motivator yang mendukung siswa secara holistik. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi pedagogik dan kepekaan sosial guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang inklusif dan bermakna, khususnya dalam pendidikan agama Islam di madrasah.
PENGELOLAAN MANAJEMEN YAYASAN TERHADAP GURU DALAM PELAKSANAAN NILAI-NILAI PANCASILA DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN AYUMI KABUPATEN DELI SERDANG Jamillah Aqtar; Samsul Bahri; M. Faisal Husna; Disna Anum Siregar
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6303

Abstract

Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) sebagai bagian dari pendidikan informal memegang peranan krusial dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). LKP tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk meningkatkan keterampilan teknis peserta didik tetapi juga sebagai wahana untuk menginternalisasi nilai-nilai moral dan etika, termasuk nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menilai penerapan nilai-nilai Pancasila di kalangan guru dan peserta didik di Lembaga Kursus dan Pelatihan Ayumi Deli Serdang, Penelitiam dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap yayasan, guru, dan siswa di LKP Ayumi Deli Serdang dan observasi untuk mengamati langsung pelaksanaan nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan pelatihan dan pengelolaan yayasan. Secara keseluruhan, wawancara dengan ketiga kelompok sampel menunjukkan adanya keterkaitan yang kuat antara pengelolaan manajemen yayasan, dukungan guru, dan dampak pembelajaran terhadap siswa dalam penerapan nilai-nilai Pancasila. Hasil observasi menunjukkan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kegiatan pembelajaran dan manajemen. Visi dan misi Yayasan telah tercermin dalam pengelolaan manajemen yayasan yang mendukung guru dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada siswa. Guru secara aktif menerapkan nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan kontekstual, seperti mendorong toleransi, gotong royong, dan keadilan sosial di dalam kelas.
Transformasi Pendidikan Islam Relevansi Filsafat Islam di Era Globalisasi dan Teknologi Ainy Mumtaazah, Syifaa; Fatimah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6304

Abstract

Era globalisasi dan perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam sistem pendidikan, termasuk Pendidikan Islam. Transformasi ini menuntut adanya pembaruan paradigma yang mampu mengintegrasikan kemajuan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi filsafat Islam sebagai landasan epistemologis dan etis dalam mengarahkan perubahan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis kajian literatur, penelitian ini menemukan bahwa filsafat Islam melalui konsep tawhidic worldview, hikmah, maslahah, dan ijtihad mampu memberikan kerangka pemikiran yang holistik dalam memanfaatkan teknologi secara bermoral dan berorientasi kemaslahatan. Pemikiran tokoh klasik seperti Al-Farabi, Ibn Sina, dan Ibn Arabi tetap menunjukkan relevansi dalam pembentukan model pendidikan yang menyeimbangkan penguasaan teknologi dengan pengembangan spiritual dan akhlak. Hasil penelitian menegaskan bahwa filsafat Islam berperan strategis dalam memastikan bahwa transformasi Pendidikan Islam tidak hanya adaptif terhadap perubahan global, tetapi juga tetap menjaga identitas dan tujuan utama pendidikan, yaitu pembentukan insan kamil yang beradab, beretika, dan berkontribusi positif bagi peradaban modern.  
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM: ANALISIS PEMIKIRAN ABDURRAHMAN WAHID DAN NURCHOLISH MADJID Yajid Hamdani; M. Zimamin Nasaki; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6313

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep pendidikan multikultural dalam perspektif Islam melalui analisis pemikiran Abdurrahman Wahid dan Nurcholish Madjid sebagai dua tokoh Muslim Indonesia yang berpengaruh dalam wacana pluralisme dan moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah karya-karya utama, pidato, dan pemikiran kedua tokoh yang relevan dengan isu keberagaman dan pendidikan Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa gagasan Gus Dur mengenai rahmatan lil ‘ālamīn, perlindungan kelompok minoritas, serta pentingnya kesetaraan sosial membentuk fondasi pendidikan Islam yang inklusif. Sementara itu, pemikiran Cak Nur menekankan pentingnya kebebasan beragama, pembaruan pemikiran keagamaan, dan sikap inklusif sebagai basis pembentukan karakter peserta didik dalam masyarakat majemuk. Kedua tokoh sepakat bahwa pendidikan Islam harus menjadi sarana menumbuhkan nilai toleransi, keadilan, dan penghargaan terhadap kemanusiaan. Temuan ini menegaskan bahwa pemikiran mereka relevan untuk merumuskan model pendidikan multikultural yang mampu merespons tantangan keberagaman sosial di Indonesia.
Pengaruh Pelatihan Etika Profesi Terhadap Praktik Pengajaran Inklusif Untuk Siswa Berkebutuhan Khusus Isni Afif Ainiah; Imron Fauzi; M. Ilmil Zawawi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan etika profesi terhadap praktik pengajaran inklusif guru dalam menangani siswa berkebutuhan khusus di madrasah ibtidaiyah. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, koordinator inklusi, lima guru yang telah mengikuti pelatihan etika profesi, serta dua orang tua siswa sebagai triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan etika profesi memberikan dampak signifikan pada peningkatan pemahaman guru mengenai prinsip keadilan, tanggung jawab, empati, serta penghormatan terhadap martabat peserta didik. Guru menunjukkan perubahan sikap yang lebih sabar, reflektif, dan responsif dalam berinteraksi dengan siswa berkebutuhan khusus sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan humanis. Selain itu, pelatihan ini mendorong guru untuk menerapkan strategi pembelajaran diferensiatif, adaptif, dan multisensori yang sesuai dengan kebutuhan individual siswa. Dukungan sekolah juga meningkat melalui penyediaan fasilitas layanan individual, kebijakan inklusif baru, dan penguatan kolaborasi antara guru, orang tua, serta koordinator inklusi. Secara keseluruhan, pelatihan etika profesi terbukti berperan penting dalam memperkuat kompetensi profesional guru serta membangun ekosistem pembelajaran inklusif yang lebih berkeadilan. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pelatihan etika profesi dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pengembangan profesional guru.  
The Role of Video-Based Digital Platforms in Enhancing English Speaking Skills among First Semester EFL Students Maulidina, Ayu; Julia Crist Ei Riyanti; Dhea Amelia Artikasari
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6326

Abstract

The increasing prevalence of digital platforms such as YouTube, movies, vlogs, and music has had a noteworthy influence on the oral communication skills of English Language Education Department at UIN K.H. Abdurrahman Wahid. The aim of this study is to examine the impact of frequent exposure to video-based content on students’ speaking abilities. Video learning provides a dynamic and immersive experience that enables students to hear authentic pronunciation, comprehend intonation, and observe language use in real-life contexts. Through independent and repeated consumption of various video materials, students can improve their fluency, pronunciation, and confidence in speaking. The results suggest that students who consistently engage in video-based learning demonstrate significant enhancements in their spoken language proficiency and communication aptitude. Additionally, students indicated that viewing films and videos blogs aided in their comprehension of language context and boosted their enthusiasm for learning. Video learning also offers exposure to a variety speaking styles and accents, especially those of native speakers. These results indicate that dedicating additional time to interacting with video content on digital platforms can significantly enhance speaking skills and facilitate increased engagement in the process of learning English.
The Linguistic Construction of Meaning in Niki’s “La La Lost You” through Halliday’s Systemic Functional Linguistics Ayu Maulidina; Julia Crist Ei Riyanti; Rihadatul Aisy; Dhea Amelia Artikasari
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6332

Abstract

This study explores the linguistic construction of meaning in NIKI’s song “La La Lost You” by applying Halliday’s Systemic Functional Linguistics (SFL) theory, particularly focusing on the three metafunctions: ideational, interpersonal, and textual. As a lyrical text that expresses loss, longing, and emotional vulnerability, “La La Lost You” offers rich data for analyzing how language conveys both personal emotion and social meaning. The purpose of this research is to identify how NIKI’s linguistic choices represent experiences, establish emotional relationships with the listener, and organize ideas cohesively through the metafunctional framework. This study employs a qualitative descriptive approach, using textual analysis of the song lyrics to examine transitivity structures, mood and modality patterns, and thematic organization. The findings reveal that mental and relational processes dominate the ideational metafunction, emphasizing the singer’s inner feelings and perceptions. The interpersonal metafunction highlights the use of declarative moods and personal pronouns, which create an intimate and confessional tone between the singer and the audience. The textual metafunction demonstrates cohesive thematic progression, contributing to the emotional flow of the lyrics. Overall, this study illustrates how the three metafunctions interact to construct emotional depth and coherence, revealing the linguistic strategies through which NIKI communicates personal loss and emotional resonance in “La La Lost You”.
Efektivitas Metode Storytelling sebagai Media Pendidikan Multikultural di Sekolah Dasar Ledyna Bilqis; Nurul Firma Apriliani; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6342

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan empiris bahwa konflik kecil berbasis perbedaan budaya masih sering muncul dalam interaksi siswa sekolah dasar, sehingga diperlukan media pembelajaran yang mampu menanamkan nilai keberagaman secara lebih efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode storytelling sebagai media pendidikan multikultural di sekolah dasar melalui studi literatur terhadap artikel ilmiah, buku, dan laporan penelitian terbitan 2020–2025. Hasil telaah menunjukkan bahwa storytelling mampu meningkatkan empati, toleransi, serta kesadaran budaya siswa karena cerita memungkinkan internalisasi nilai melalui contoh konkret dan pengalaman emosional. Selain itu, metode ini efektif digunakan pada anak usia sekolah dasar karena sesuai dengan tahap perkembangan kognitif dan imajinatif mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa storytelling merupakan pendekatan yang relevan dan mudah diterapkan untuk menguatkan pendidikan multikultural, dengan implikasi praktis pada pengembangan bahan ajar berbasis cerita dan pelatihan guru dalam teknik penyampaian cerita yang sensitif budaya.