cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI)
ISSN : 30264707     EISSN : 30264170     DOI : https://doi.org/10.62017/jppi.v1i3
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) adalah jurnal peer-review akses terbuka, yang diterbitkan oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia adalah platform bagi para peneliti, akademisi, profesional, praktisi, dan mahasiswa untuk menyebarkan dan berbagi pengetahuan melalui makalah penelitian dan studi kasus di bidang pendidikan. Terbit setiap bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan penelitian kepada para pendidik di seluruh dunia. Penulis didorong untuk mengirimkan artikel yang lengkap, belum pernah dipublikasikan, orisinil, dan belum pernah ditinjau di jurnal lain. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 586 Documents
Kesetaraan sebagai Pilar Pendidikan Multikultural: Studi Literatur tentang Perspektif Teoretis dan Praktik Pendidikan Humanistik Astri Aningrum; Muhammad Nur Mahsun Al Affa; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis konsep kesetaraan (equality) sebagai pilar utama dalam pendidikan multikultural melalui pendekatan studi literatur. Kajian ini didasarkan pada analisis tujuh artikel ilmiah terbuka (open access) yang relevan dengan topik kesetaraan, pendidikan multikultural, dan humanisme. Pendidikan multikultural tidak sekadar menanamkan toleransi, tetapi juga menegakkan nilai keadilan sosial dan pengakuan terhadap keberagaman manusia sebagai dasar hubungan pendidikan yang setara. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa kesetaraan menjadi inti dari proses pendidikan humanistik yang berorientasi pada penghargaan terhadap martabat manusia, keadilan gender, inklusi sosial, dan penghapusan diskriminasi struktural di sekolah. Temuan menunjukkan bahwa praktik kesetaraan dalam pendidikan multikultural dapat diwujudkan melalui pembelajaran kolaboratif, kurikulum inklusif, serta penerapan kebijakan Gender, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) sebagaimana diuraikan dalam kurikulum Merdeka. Kajian ini menyimpulkan bahwa penerapan nilai kesetaraan dalam pendidikan multikultural merupakan prasyarat untuk membangun sistem pendidikan yang demokratis, adil, dan menghargai kemanusiaan.
Fungsi Budaya dalam Membangun Keharmonisan Masyarakat Multikultural Aysse Feby Andini; Wahyu Ika Ramadhani; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6348

Abstract

Masyarakat multikultural kerap menghadapi tantangan berupa potensi konflik, stereotip, dan ketegangan sosial yang muncul akibat perbedaan etnis, agama, maupun tradisi, sehingga diperlukan mekanisme sosial yang mampu menjaga keharmonisan bersama. Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi budaya sebagai instrumen penting dalam membangun kohesi sosial, mengurangi potensi konflik, dan memperkuat identitas kolektif dalam masyarakat multikultural. Menggunakan metode studi literatur yang menelaah sumber-sumber primer dan mutakhir, penelitian ini menemukan bahwa budaya berfungsi sebagai medium integrasi melalui nilai bersama, ritual komunal, bahasa simbolik, serta praktik sosial yang meneguhkan rasa memiliki antar-kelompok. Hasil kajian juga menunjukkan bahwa pemeliharaan kebudayaan lokal, dialog antarkelompok, dan pendidikan multikultural menjadi faktor kunci dalam memperkuat kerukunan sosial. Penelitian menyimpulkan bahwa budaya tidak hanya menjadi sumber identitas, tetapi juga sarana rekonsiliasi dan stabilisasi sosial, meskipun implementasinya sering terkendala ketimpangan sosial, politisasi identitas, dan minimnya ruang interaksi lintas budaya. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya strategi penguatan budaya berbasis komunitas dan kebijakan publik yang mendorong ruang perjumpaan antar-kelompok untuk menjaga harmoni masyarakat multikultural secara berkelanjutan.
Pendidikan Multikultural sebagai Strategi Mencegah Intoleransi di Sekolah Gilang Anis Salsabila; Savira Azkiya; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6349

Abstract

Peningkatan kasus intoleransi di sekolah dalam beberapa tahun terakhir, baik dalam bentuk perundungan berbasis identitas, eksklusi sosial, maupun ujaran kebencian antar-siswa, menunjukkan adanya persoalan serius dalam pengelolaan keberagaman di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pendidikan multikultural sebagai strategi preventif untuk mencegah intoleransi di sekolah melalui penelaahan sistematis berbagai temuan empiris terkini. Menggunakan metode studi literatur terhadap artikel jurnal, laporan penelitian, dan dokumen akademik terbitan 2020–2025, penelitian ini mengidentifikasi pola-pola keberhasilan, kelemahan, serta kondisi yang memungkinkan pendidikan multikultural berfungsi secara optimal. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural mampu memperkuat empati antarsiswa, mengurangi prasangka, serta membangun kesadaran kritis mengenai keragaman melalui pendekatan kurikulum inklusif, pelatihan guru, dan praktik pembelajaran dialogis. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa strategi ini efektif diterapkan apabila didukung kebijakan sekolah yang konsisten, kompetensi guru dalam mengelola keberagaman, dan partisipasi aktif siswa. Implikasi penelitian merekomendasikan penguatan materi multikultural dalam kurikulum, pelatihan guru berbasis sensitivitas budaya, serta integrasi nilai inklusivitas dalam kegiatan sekolah.
Nilai-Nilai Multikultural sebagai Pilar Keadilan dan Persatuan di Tengah Keberagaman Lisa Meliana; Amirotul Khalimah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6350

Abstract

Keberagaman budaya, agama, dan identitas sosial di Indonesia kerap memunculkan gesekan sosial yang secara empiris terlihat dari meningkatnya intoleransi dan polarisasi di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai multikultural sebagai pilar keadilan dan persatuan dalam konteks masyarakat majemuk. Menggunakan metode studi literatur atas jurnal, buku, dan laporan penelitian terkini, kajian ini mendeskripsikan bagaimana prinsip multikulturalisme diintegrasikan ke dalam praktik sosial, pendidikan, dan kebijakan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai penghargaan terhadap perbedaan, kesetaraan, empati, dan dialog antarkelompok terbukti memperkuat kohesi sosial serta mencegah konflik berbasis identitas. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa internalisasi nilai multikultural merupakan strategi fundamental untuk membangun keadilan sosial dan memelihara persatuan bangsa. Implikasi kajian menekankan pentingnya penguatan pendidikan multikultural, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan pembentukan ruang publik yang inklusif sebagai solusi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan keberagaman.
PERAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI TANTANGAN MODERNISASI Muhlisun, Farid; Riska Nur Aulia; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6353

Abstract

Pendidikan Islam merupakan hal yang perlu dicermati secara terus menerus sesuai dengan kemajuan zaman agar terpantaunya materi dari pendidikan Islam itu bisa menemukan jalan keluar atas masalah-masalah yang muncul, dari berbagai permasalahan yang ada tentunya akan sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran pendidikan Islam itu sendiri. Seorang pendidik harus mampu berinovasi dalam mengembangkan  pendidikan Islam agar setiap Tindakan yang dilakukan sesuai dengan kondisi dan tuntutan zaman, terutama dalam menghadapi arus moderniasi. Perkembangan zaman menuntut upaya ekstra dalam memperkuat aspek keimanan dan keilmuan guna memenuhi kebutuhan hidup, khusunya dalam bidang pendidikan. Pendidikan Islam menjadi sorotan penting untuk terus melakukan pembaruan dan peningkatan agar tidak tertinggal oleh kemajuan zaman. Dengan demikian, penidikan Islam diharapkan mampu bersaing diera modern serta berperan aktif dalam membentuk generasi yang  yang cerdas dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Identifikasi Masalah dan Upaya Pengembangan Kurikulum di SD Kristen Peristera Nizar Maulana, Mokhamad; Novandi Pratama , Rodeo; Rosana, Rifkha; Daffa Abdilla , Valliant; Zulfah, Indana; Noer Fitriana Effendy , Amelia
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6354

Abstract

This study aims to determine the problems in curriculum development at the elementary school level. Curriculum development at the elementary school level is an important aspect in the world of education. However, its implementation is often faced with obstacles such as inadequate facilities and infrastructure, limited educational resources, and lack of teacher training. The method used in this study uses a qualitative method. The data collection technique used is interviews. This study aims to identify obstacles at Paristera Christian Elementary School and provide solutions to improve the quality of learning. It is hoped that with a better understanding, schools can organize effective strategies in implementing the curriculum to meet the needs of students.
PENINGKATKAN PEMAHAMAN PESEBARAN FLORA DAN FAUNA MELALUI DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN WORDWALL DI KELAS IV Avina Salsabilatun Nabila; Rosyidah Umami O; Arie Widya Murni
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik kelas IV SDN Pucang 4 pada materi persebaran flora dan fauna melalui penerapan model Discovery Learning berbantuan media Wordwall. Permasalahan yang ditemukan pada observasi awal adalah rendahnya kemampuan peserta didik dalam membedakan ciri fauna Asiatis, Peralihan, dan Australis akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurang memanfaatkan media interaktif. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 22 peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru, observasi aktivitas peserta didik, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep yang signifikan, ditandai dengan kenaikan ketuntasan belajar dari 55% pada prasiklus, menjadi 73% pada siklus I, dan mencapai 89% pada siklus II. Media Wordwall terbukti mendukung proses penemuan konsep melalui visualisasi interaktif yang memfasilitasi pengamatan, pengelompokkan, dan verifikasi jawaban. Dengan demikian, penerapan Discovery Learning berbantuan Wordwall efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi persebaran flora dan fauna.  
Analisis LKPD Berbasis Proyek Terhadap Peningkatkan Kemamdirian dan Keaktifan Belajar Siswa Kelas V SD Negeri Pelita Jaya Niken Nurrohmawati; Meilinda Rismawati; Nisrinda Nasywa Tsuraya; Hermawan Wahyu Setiadi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6358

Abstract

This study analyzes project-based Student Worksheets (LKPD) in improving student independence and active learning at Pelita Jaya Elementary School. Problems found in the field indicate that the learning process is still dominated by lecture methods, resulting in relatively low student independence and engagement in learning. Therefore, this study aims to determine how project-based LKPD can improve students' ability to learn independently and participate actively during learning. This study uses a qualitative descriptive approach through observation of the learning process and analysis of student learning outcomes in the cognitive, affective, and psychomotor domains. The results show that project-based LKPD is effective in encouraging students to build understanding through direct project activities, stimulate creativity, strengthen critical thinking skills, and increase responsibility in completing tasks. In addition, students show higher motivation, independence in managing the learning process, and increased activeness in playing, solving problems, and completing projects. Overall, project-based LKPD makes a significant contribution to improving student independence and active learning in elementary school students.
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Media Papan Penjumlahan Pengurangan di Kelas 1B SDN Pucang 4 Sidoarjo Amrita Sabilla Wardatul Khusna; Rosyidah Umami O; Arie Widya Murni
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6368

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperbaiki performa belajar siswa dalam bidang Matematika, terutama pada konsep penjumlahan dan pengurangan angka 6 sampai 10, dengan memanfaatkan Media Pembelajaran Papan Penjumlahan dan Pengurangan di kelas 1B SDN Pucang 4, Kecamatan Sidoarjo. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Responden dalam penelitian ini adalah 21 siswa, yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian Media Pembelajaran Papan Penjumlahan dan Pengurangan mampu meningkatkan aktivitas belajar serta hasil belajar siswa pada pelajaran Matematika. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 65,7 sebelum tindakan menjadi 75,19 pada siklus I, dan melanjutkan peningkatan hingga mencapai 85,96 pada siklus II, dengan ketuntasan klasikal mencapai 100%. Aktivitas baik guru maupun siswa juga menunjukkan peningkatan di setiap siklus yang ada. Oleh karena itu, Media Pembelajaran Papan Penjumlahan dan Pengurangan terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa terkait materi penjumlahan dan pengurangan di tingkat Sekolah Dasar.
UPAYA GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGATASI PERILAKU FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA SISWA SMAN 7 MEDAN Tasya Amalia; Syaiful Akhyar Lubis; Nurussakinah Daulay
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6381

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial meningkatkan fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yaitu kecemasan seseorang ketika merasa tertinggal dari aktivitas atau informasi sosial. Siswa SMA merupakan kelompok yang paling rentan mengalami FOMO karena interaksi digital yang intens, kebutuhan pengakuan sosial, dan tekanan perbandingan sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya guru bimbingan dan konseling (BK) dalam mengatasi perilaku FOMO pada siswa SMAN 7 Medan serta menganalisis penerapan layanan konseling yang digunakan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK melakukan upaya preventif, kuratif, dan developmental melalui layanan orientasi, layanan informasi, konseling individu, konseling kelompok, konsultasi, dan mediasi. Guru BK juga menerapkan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) untuk membantu siswa mengelola pikiran irasional terkait FOMO. Hambatan yang dihadapi berupa intensitas penggunaan media sosial yang tinggi, pengaruh teman sebaya, dan rendahnya kontrol diri siswa. Secara keseluruhan, guru BK berperan penting sebagai fasilitator, konselor, mediator, dan pengarah dalam membantu siswa mengendalikan perilaku FOMO dan mengembangkan literasi digital yang sehat.