cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI)
ISSN : 30264707     EISSN : 30264170     DOI : https://doi.org/10.62017/jppi.v1i3
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) adalah jurnal peer-review akses terbuka, yang diterbitkan oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia adalah platform bagi para peneliti, akademisi, profesional, praktisi, dan mahasiswa untuk menyebarkan dan berbagi pengetahuan melalui makalah penelitian dan studi kasus di bidang pendidikan. Terbit setiap bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan penelitian kepada para pendidik di seluruh dunia. Penulis didorong untuk mengirimkan artikel yang lengkap, belum pernah dipublikasikan, orisinil, dan belum pernah ditinjau di jurnal lain. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 586 Documents
Pengembangan Kecerdasan Emosional dan Spiritual Santri Melalui Program Tahfidz Pesantren Hidayatul Muta'allimin Sumber Cangkring Gurah Kediri Chalim, Abdul; Hamam Syamsuri; Irmawan Jauhai
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep program tahfidz serta implementasinya dalam mengembangkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual santri di Pondok Pesantren Hidayatul Muta’allimin Sumber Cangkring Gurah Kediri. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif naratif, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep program tahfidz di pesantren ini terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu metode sima’i (mendengarkan), qiro’ah (membaca), dan penyetoran hafalan kepada pengajar atau pengasuh. Ketiga tahapan tersebut dilaksanakan secara sistematis dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing santri. Implementasi program tahfidz memberikan intensitas kegiatan mengaji yang lebih tinggi bagi santri tahfidz dibandingkan santri non-tahfidz. Aktivitas rutin yang meliputi membaca, menghafal, dan menyetorkan hafalan setiap hari berperan dalam melatih kedisiplinan, pengendalian diri, motivasi, serta pembiasaan perilaku positif. Selain itu, keterikatan emosional dan spiritual santri terhadap Al-Qur’an semakin berkembang melalui konsistensi interaksi dengan ayat-ayat suci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahfidz berkontribusi signifikan terhadap perkembangan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual santri. Santri tahfidz cenderung lebih tertib, mampu mengatur waktu dengan baik, memiliki tanggung jawab yang tinggi, serta mampu menjaga hubungan sosial dengan sesama teman. Dengan demikian, program tahfidz tidak hanya berfungsi sebagai proses menghafal Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter yang efektif dalam membentuk kecerdasan emosional dan spiritual santri.
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Penjumlahan Melalui Penggunaan Media Papan Berhitung Kelas 1 SDN Pucang IV Intan Firdaus; Rosyidah Umami; Arie Widya Murni
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi penjumlahan melalui penggunaan media papan berhitung di kelas 1 SDN Pucang IV Sidoarjo. enelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 22 peserta didik kelas 1. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi aktivitas belajar dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatanterhadap hasil belajar peserta didik dengan menggunakan media papa berhitung. Pada Siklus I, persentase ketuntasan belajar peserta didik mencapai 36% dengan kategori kurang berhasil. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada Siklus II, persentase ketuntasan meningkat menjadi 82% dengan kategori sangat berhasil. Selain itu, penggunaan media papan berhitung juga berdampak positif terhadap motivasi, keaktifan, dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran.
PERAN KODE ETIK GURU UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONAL GURU Ananta Muslimatuh Nur Jannah; Imron Fauzi; M. Ilmil Zawawi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6408

Abstract

Pendidikan tidak hanya berfokus pada pengembangan kemampuan intelektual peserta didik, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter yang berlandaskan nilai moral dan etika. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru berfungsi sebagai teladan yang menanamkan nilai-nilai etika melalui sikap dan perilakunya di lingkungan sekolah. Di sisi lain, siswa juga memiliki tanggung jawab untuk menerapkan nilai etika dengan bagaimana penerapan nilai etika antara guru dan murid dapat berkontribusi terhadap pembentukan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai-nilai seperti saling menghormati, kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab mampu menciptakan iklim belajar yang kondusif serta memperkuat pembentukan karakter positif pada diri siswa. Kolaborasi yang baik antara guru dan murid dalam menjaga etika yang sangat berperan besar dalam membangun lingkungan sekolah berkarakter dan berakhlak mulia.
“An Analysis of Emotional Meaning in John Lennon’s “Imagine” through Halliday’s Systemic Functional Linguistics” Musthafa Kemal Pasha; Yusmar Amalia Soleha; Sabriena Dhea Azzahra; Mayang Sandyo Anggoro
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6437

Abstract

This study used the Systemic Functional Linguistics (SFL) approach to analyze the emotional value of John Lennon's song "Imagine," with a priority on the ideational, interpersonal, and textual metafunctions. The goal of this study is to comprehend how Lennon expresses his feelings, ideals, and aspirations for global peace through language. Based from research, Lennon uses both material and mental processes to explain his vision of a world without conflict, and his interpersonal decisions particularly those related to mood and modality show his empathy and emotional attachment to his audience. The melody's literary structure, which is based on theme arrangement and repetition, strengthens the message of equality and harmony.
Peran Pendidikan Multikultural dalam Mencegah Sikap Diskriminatif di Sekolah Falakh Khaerul Fadil; Achmad Manarul Hidayat; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6441

Abstract

Fenomena diskriminasi yang masih terjadi di sekolah menunjukkan bahwa institusi pendidikan belum sepenuhnya berhasil membangun ruang belajar yang inklusif bagi seluruh peserta didik, sehingga diperlukan pendekatan yang mampu mengatasi bias kultural yang muncul dalam interaksi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan multikultural dalam mencegah sikap diskriminatif di sekolah melalui telaah literatur atas berbagai studi empiris yang terbit dalam lima tahun terakhir. Metode penelitian menggunakan studi literatur sistematis dengan menelaah artikel jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil telaah menunjukkan bahwa pendidikan multikultural efektif menurunkan kecenderungan stereotip dan prasangka, memperkuat empati lintas budaya, serta mendorong terciptanya iklim sekolah yang adil dan partisipatif, terutama ketika diintegrasikan dalam kurikulum, pedagogi, serta kebijakan sekolah. Kesimpulannya, pendidikan multikultural berperan signifikan sebagai strategi preventif terhadap perilaku diskriminatif melalui internalisasi nilai kesetaraan dan penghargaan terhadap keberagaman. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kurikulum responsif budaya, pelatihan guru berperspektif multikultural, dan kebijakan sekolah yang menegakkan prinsip inklusivitas dalam seluruh aspek pembelajaran.
Filosofi Kenduren dan Tumpeng dalam Perspektif Islam Rahma Ihza Zenobia; Khusnul Khotimah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6442

Abstract

Tradisi kenduren dan tumpeng merupakan praktik budaya Jawa yang masih lestari, namun sering diperdebatkan dalam perspektif keislaman karena dianggap berkaitan dengan unsur lokalitas, simbolisme spiritual, dan proses akulturasi yang belum dipahami secara utuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna filosofis kenduren dan tumpeng berdasarkan tinjauan Islam melalui pendekatan studi literatur yang menghimpun sumber primer dan mutakhir mengenai budaya Jawa, antropologi Islam, serta kajian integrasi agama dan tradisi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kenduren berfungsi sebagai media doa kolektif, solidaritas sosial, serta wujud syukur kepada Allah, sedangkan tumpeng secara simbolik menggambarkan tauhid, kesadaran ketuhanan, dan etika hidup yang selaras dengan nilai Islam. Analisis juga memperlihatkan bahwa praktik ini dapat dikategorikan sebagai bentuk ‘urf yang tidak bertentangan dengan syariat selama tidak memuat keyakinan kemusyrikan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa filosofi kenduren dan tumpeng kompatibel dengan ajaran Islam dalam konteks budaya, dan implikasinya menunjukkan perlunya literasi budaya-agama yang komprehensif agar masyarakat mampu memaknai tradisi secara moderat serta mencegah praktik keagamaan yang menyimpang.
Tradisi Kenduren sebagai Media Pendidikan Multikultural: Studi Kasus Pengembangan Karakter dan Toleransi di Kalangan Masyarakat Jawa Tengah Aisma Faizah; Hamidatul Hasanah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6443

Abstract

Tradisi kenduren yang masih lestari di berbagai desa di Jawa Tengah menunjukkan dinamika sosial yang relevan dengan pendidikan multikultural, namun praktik ini belum banyak dikaji secara empiris sebagai media pembentukan karakter dan toleransi dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kenduren berfungsi sebagai wahana internalisasi nilai-nilai multikultural, termasuk sikap saling menghormati, gotong royong, dan penguatan kohesi sosial. Menggunakan metode studi kasus kualitatif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi di salah satu komunitas desa di Jawa Tengah, penelitian ini menemukan bahwa kenduren berperan sebagai ruang sosial yang memungkinkan interaksi lintas usia, lintas status sosial, bahkan lintas keyakinan secara inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur ritual, proses musyawarah, dan distribusi makanan dalam kenduren menciptakan pengalaman belajar sosial yang menumbuhkan karakter toleran dan solidaritas kolektif. Kesimpulannya, tradisi kenduren tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan dan budaya, tetapi juga sebagai media pendidikan multikultural yang efektif, dengan implikasi penting bagi pengembangan model pendidikan berbasis kearifan lokal.
KONSEP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MEMBANGUN SIKAP TOLERANSI PESERTA DIDIK: KAJIAN KEPUSTAKAAN Sinta Amalia; Ilsa Atkol Atkia; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6444

Abstract

Artikel ini membahas peran pendidikan multikultural dalam membangun sikap toleransi peserta didik melalui kajian kepustakaan yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, serta hasil penelitian lima tahun terakhir. Pendidikan multikultural dipahami sebagai pendekatan yang menekankan penghargaan terhadap keberagaman budaya, agama, dan etnis sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan humanis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendidikan multikultural, baik melalui pendekatan pembelajaran, integrasi nilai dalam pendidikan agama, penggunaan media digital interaktif, maupun pembiasaan nilai keseharian, terbukti meningkatkan toleransi siswa secara signifikan. Namun, efektivitas implementasinya sangat dipengaruhi oleh kompetensi guru, dukungan lembaga pendidikan, budaya sekolah, serta integrasi nilai multikultural dalam kurikulum. Kajian ini menegaskan bahwa pendidikan multikultural memiliki urgensi strategis dalam memperkuat karakter peserta didik yang moderat, empatik, dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat majemuk.
Peran Pendidikan Multikultural dalam Membangun Generasi Anti-Perundungan (Anti-Bullying) Nurmala Dewi; Wisely Permadi; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6445

Abstract

Fenomena meningkatnya kasus perundungan di sekolah menunjukkan bahwa peserta didik belum memiliki sensitivitas terhadap keberagaman dan kemampuan berinteraksi secara empatik, sehingga diperlukan pendekatan pendidikan yang mampu membentuk karakter inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan multikultural dalam membangun generasi anti-perundungan melalui studi kasus pada siswa sekolah menengah yang memiliki latar belakang etnis, budaya, dan sosial berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen untuk menggali pengalaman siswa, praktik guru, serta dinamika interaksi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai multikultural dalam kurikulum, pembiasaan dialog empatik, dan modeling guru berkontribusi signifikan terhadap penurunan perilaku agresif serta peningkatan kemampuan resolusi konflik. Penelitian menyimpulkan bahwa pendidikan multikultural berperan efektif sebagai strategi preventif sekaligus transformatif dalam membentuk budaya sekolah yang aman dan menghargai perbedaan, dengan implikasi pada perlunya kebijakan sekolah yang memperkuat kurikulum inklusif dan pelatihan guru berbasis keberagaman.
Implementasi Pendidikan Multikultural dan Dampaknya terhadap Sikap Empati Siswa di Lingkungan Sekolah Nahdiah; Khoirun Nisak Imroatun Navi’ah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6446

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus intoleransi dan rendahnya empati siswa di sekolah yang secara empiris tampak dari interaksi antarsiswa yang kurang sensitif terhadap perbedaan budaya, sehingga diperlukan pemahaman tentang implementasi pendidikan multikultural yang mampu membentuk sikap empati. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendidikan multikultural di lingkungan sekolah serta menelaah dampaknya terhadap perkembangan empati siswa. Menggunakan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini mengkaji buku, artikel ilmiah, dan laporan penelitian terbaru yang relevan, dengan fokus pada karakteristik peserta didik sebagai subjek pendidikan yang hidup dalam konteks keberagaman. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural yang diterapkan melalui integrasi nilai toleransi, kegiatan kolaboratif lintas budaya, dan kurikulum inklusif secara konsisten meningkatkan kemampuan siswa memahami perspektif orang lain, merespons perbedaan secara positif, dan mengurangi prasangka. Kesimpulannya, implementasi pendidikan multikultural memiliki dampak signifikan terhadap pembentukan empati siswa, meskipun efektivitasnya masih dipengaruhi dukungan guru dan budaya sekolah. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan program sekolah inklusif, pelatihan guru, serta pengembangan kebijakan berbasis keberagaman sebagai solusi berkelanjutan.