cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI)
ISSN : 30264707     EISSN : 30264170     DOI : https://doi.org/10.62017/jppi.v1i3
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) adalah jurnal peer-review akses terbuka, yang diterbitkan oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia adalah platform bagi para peneliti, akademisi, profesional, praktisi, dan mahasiswa untuk menyebarkan dan berbagi pengetahuan melalui makalah penelitian dan studi kasus di bidang pendidikan. Terbit setiap bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan penelitian kepada para pendidik di seluruh dunia. Penulis didorong untuk mengirimkan artikel yang lengkap, belum pernah dipublikasikan, orisinil, dan belum pernah ditinjau di jurnal lain. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 665 Documents
MENGUATKAN AKIDAH MELALUI IMAN KEPADA MALAIKAT DENGAN MENELADANI SIFAT-SIFATNYA Afiyana; Zulfa Nailal Kamila; Muhammad Azam Yasir; Rizky Ramadhan; Robingun Suyud El Syam
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6738

Abstract

Iman kepada malaikat merupakan salah satu pilar utama dalam akidah Islam yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter, moralitas, dan spiritualitas seorang muslim. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penguatan akidah melalui pemahaman dan peneladanan sifat-sifat malaikat, serta mengeksplorasi relevansinya dalam kehidupan modern. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menghimpun data dari buku, jurnal, dan karya ilmiah terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang malaikat tidak hanya sebatas keyakinan teologis, tetapi juga memiliki implikasi praktis berupa pembentukan perilaku taat, jujur, disiplin, serta peningkatan kualitas ibadah dan moralitas sosial. Nilai-nilai yang melekat pada malaikat seperti ketaatan total, ketulusan, kesucian, serta dedikasi pada kebaikan dapat menjadi pedoman dalam membangun keseimbangan hidup dan menghadapi tantangan era modern. Dengan demikian, peneladanan sifat malaikat dapat menjadi instrumen penguatan akidah sekaligus sumber etika dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Artikel ini menegaskan bahwa internalisasi nilai malaikat memiliki urgensi dalam pembinaan keimanan dan karakter generasi muslim di tengah kompleksitas perkembangan zaman.
MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) Muhammad Fardan Efendi; Dwi Fitria Ningsih
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SMA Negeri 2 Mataram sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui wawancara terhadap pihak sekolah yang terlibat dalam pengelolaan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MBS di SMA Negeri 2 Mataram dilaksanakan dengan mengedepankan kemandirian sekolah serta pengambilan keputusan yang didasarkan pada kebutuhan nyata satuan pendidikan. Perencanaan program disusun berdasarkan analisis data seperti Evaluasi Diri Sekolah, Rapor Mutu Pendidikan, dan hasil asesmen, sehingga program yang dijalankan lebih terarah dan relevan. Selain itu, keterlibatan kepala sekolah, guru, dan komite sekolah menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan MBS secara partisipatif. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan setiap program berjalan efektif dan dapat disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan sekolah. Dengan demikian, penerapan MBS di SMA Negeri 2 Mataram mampu mendukung terciptanya pengelolaan sekolah yang akuntabel dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.
MANAJEMEN KEPEMIMPINAN SEKOLAH (LEADDERSHIP) Ghina Jelita Permana; Ega Wardana
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6751

Abstract

Manajemen kepemimpinan sangat penting untuk mendukung keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Artikel ini membahas bagaimana manajemen kepemimpinan diterapkan di SMA Negeri 2 Mataram melalui wawancara dengan pihak sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara mengumpulkan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kepemimpinan di SMA Negeri 2 Mataram berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari kemampuan pemimpin sekolah dalam mengelola sumber daya pendidikan secara efektif, membangun komunikasi yang baik dengan guru dan staf, serta mendorong partisipasi aktif semua pihak dalam mencapai tujuan pendidikan. Selain itu, penerapan manajemen kepemimpinan yang baik juga membantu menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, teratur, dan berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, manajemen kepemimpinan yang baik menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 2 Mataram.
FUNGSI ADMINISTRASI DAN MANEJEMEN SEKOLAH PADA SMA NEGERI 2 MATARAM Bunga Ardian; Arrizki Ramdhan
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan fungsi administrasi dan manajemen sekolah di SMAN 2 Mataram. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa administrasi dan manajemen sekolah di SMAN 2 Mataram dilaksanakan secara terstruktur melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Evaluasi kinerja guru dan tenaga kependidikan dilakukan melalui supervisi kelas, pemeriksaan administrasi pembelajaran, serta rapat evaluasi secara berkala. Tantangan utama yang dihadapi sekolah adalah mempertahankan mutu manajemen dan kualitas pendidikan agar tetap optimal, terutama dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan mempertahankan akreditasi A+. Secara umum, manajemen sekolah di SMAN 2 Mataram telah berjalan dengan baik dan mendukung pencapaian tujuan pendidikan.
ANALISIS MOTIVASI TERHADAP PEMAHAMAN LITERASI NUMERASI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS RENDAH Nia Natasya; Nafisa Mar’atus Sholikhah; Siti Vantika; Husni Mufida; Aryadi Nursantoso
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6761

Abstract

Pembelajaran matematika pada siswa kelas rendah masih sering dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang sulit, sehingga berdampak pada rendahnya motivasi belajar dan pemahaman literasi numerasi siswa. Padahal, literasi numerasi merupakan kemampuan dasar yang sangat penting untuk membantu siswa memahami konsep matematika serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran motivasi belajar terhadap pemahaman literasi numerasi dalam pembelajaran matematika siswa kelas rendah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah, buku referensi, dan hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi belajar memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kemampuan literasi numerasi siswa. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi cenderung lebih aktif, tekun, dan mampu memahami serta menerapkan konsep numerasi secara kontekstual. Sebaliknya, rendahnya motivasi belajar berdampak pada lemahnya pemahaman numerasi siswa. Motivasi belajar dipengaruhi oleh faktor internal, seperti minat, perhatian, dan kemampuan diri, serta faktor eksternal, seperti dukungan orang tua, lingkungan belajar, waktu pembelajaran, dan ketersediaan sarana-prasarana. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang tepat, seperti pembelajaran kontekstual, berbasis aktivitas dan permainan edukatif, serta pembelajaran berdiferensiasi untuk meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman literasi numerasi siswa kelas rendah.
Implementasi Evaluasi Pembelajaran Berbasis Digital di Sekolah Dasar pada Sekolah Dasar Negeri di Sumatera Barat Meisya; Nurul Dwi Rahayu; Tiara Sri Wahyuni; Cindy Aprilia Ningsih; Muhammadi; Ranti Meizatri
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6766

Abstract

Penerapan evaluasi pembelajaran berbasis digital di sekolah dasar masih menunjukkan perbedaan tingkat pemanfaatan dan efektivitas antar satuan pendidikan, sehingga perlu dikaji secara empiris melalui observasi lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan efektivitas evaluasi pembelajaran berbasis digital di sekolah dasar serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru dan peserta didik pada sembilan sekolah dasar di beberapa kabupaten/kota, sedangkan objek penelitian adalah penggunaan media evaluasi digital seperti Quizizz, Google Form, Kahoot, Wordwall, Educaplay, dan Gimkit. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media evaluasi digital mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik, mempercepat proses penilaian, serta membantu guru dalam pengolahan hasil evaluasi pembelajaran. Namun, kendala masih ditemukan berupa keterbatasan akses internet, kesiapan sarana dan prasarana, serta literasi digital guru dan peserta didik yang belum merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa evaluasi pembelajaran berbasis digital efektif diterapkan di sekolah dasar apabila didukung oleh infrastruktur yang memadai dan peningkatan kompetensi digital guru secara berkelanjutan.
PEMETAAN FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PENERAPAN DEEP LEARNING DI SMAN 3 SIAK HULU Alvina Tuzzahra Salsabila; Ibnu Hajar; Nurkhairo Hidayati; Suryanti
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pendekatan deep learning pada pembelajaran Biologi di SMAN 3 Siak Hulu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan semua guru Biologi yang menjadi responden melalui angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan kesiapan guru berada pada kategori baik, ditandai dengan pemahaman yang cukup mengenai konsep deep learning meskipun penerapannya masih belum sepenuhnya konsisten. Dukungan sekolah serta ketersediaan sarana dan prasarana berada pada kategori cukup baik, namun keterbatasan akses internet dan perangkat pembelajaran masih menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan berpikir mendalam. Karakteristik dan motivasi siswa juga berada pada kategori cukup baik, tetapi kemampuan berpikir kritis dan kepercayaan diri siswa masih bervariasi. Secara keseluruhan, implementasi deep learning di SMAN 3 Siak Hulu sudah mulai terbentuk, namun belum optimal karena dipengaruhi oleh faktor guru, fasilitas pembelajaran, serta kesiapan siswa.
PEMETAAN FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PENERAPAN DEEP LEARNING DI SMPN 25 PEKANBARU Siska Firanda; Ibnu Hajar; Nurkhairo Hidayati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6781

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi pembelajaran berbasis deep learning di SMPN 25 Pekanbaru, di mana pendekatan ini telah diterapkan secara formal namun masih menghadapi berbagai tantangan praktis. Penelitian ini bertujuan memetakan faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi implementasi melalui empat indikator utama: kompetensi dan kesiapan guru, dukungan institusional, sarana dan lingkungan pembelajaran, serta karakteristik peserta didik. Metode yang dig unakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data dari seluruh guru IPA melalui angket skala Likert yang dilengkapi wawancara. Analisis statistik deskriptif berdasarkan kategori Arikunto (2010) menunjukkan bahwa seluruh indikator berada pada kategori “baik”: kompetensi dan kesiapan guru 64,6%, dukungan institusional 76%, sarana dan prasarana 64,6%, serta karakteristik dan motivasi peserta didik 64,6%. Dukungan institusional muncul sebagai faktor terkuat, mencerminkan komitmen sekolah yang tinggi. Meski demikian, masih ditemukan beberapa hambatan seperti keterbatasan fasilitas digital, perbedaan kemampuan siswa, dan kebutuhan pelatihan lanjutan. Secara keseluruhan, faktor pendukung lebih dominan dibandingkan faktor penghambat, sehingga implementasi deep learning di SMPN 25 Pekanbaru dinilai cukup kondusif namun tetap memerlukan penguatan kompetensi guru dan pemerataan dukungan teknologi.
IDENTIFIKASI MODEL-MODEL PEMBELAJARAN IPA YANG DI GUNAKAN GURU DI SMP NEGRI 4 SIAK HULU Restu Anastiya; Ibnu Hajar; Nurkhairo Hidayati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6782

Abstract

Penerapan pendekatan deep learning dalam Kurikulum Merdeka masih menghadapi tantangan empiris terkait variasi pemahaman dan penerapan model pembelajaran oleh guru IPA, khususnya pada sekolah yang berada dalam tahap awal implementasi kurikulum. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi model-model pembelajaran yang digunakan guru IPA di SMP Negeri 4 Siak Hulu, faktor pertimbangan pemilihannya, serta keterkaitannya dengan prinsip deep learning. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang melibatkan lima guru IPA sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui angket tertutup dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan deskripsi kualitatif pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap model pembelajaran berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 84,8%. Model Problem Based Learning dan Project Based Learning merupakan model yang paling dominan diterapkan karena dinilai efektif meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa serta sesuai dengan keterbatasan waktu pembelajaran. Sebaliknya, penerapan Discovery Learning dan Inquiry Learning masih terbatas akibat keterbatasan sarana dan tantangan pengelolaan kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru telah menerapkan model pembelajaran yang sejalan dengan Kurikulum Merdeka, namun peningkatan kompetensi guru dan dukungan fasilitas masih diperlukan untuk mengoptimalkan implementasi deep learning.
IDENTIFIKASI MODEL-MODEL PEMBELAJARAN IPA YANG DIGUNAKAN GURU DI SMP 25 PEKANBARU Septina Anggraini; Ibnu Hajar; Nurkhairo Hidayati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model-model pembelajaran yang diterapkan oleh guru IPA di SMP Negeri 25 Pekanbaru serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan dan penerapannya di kelas. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dengan data diperoleh dari lima orang guru melalui angket skala Likert dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang sangat baik mengenai berbagai model pembelajaran, termasuk Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), Discovery Learning, dan Inquiry Learning. Dalam implementasinya, guru lebih sering menggunakan Discovery Learning dan PjBL karena dinilai sesuai dengan karakteristik materi dan kebutuhan belajar peserta didik. Pemilihan model pembelajaran dipengaruhi oleh tujuan pembelajaran, kesiapan siswa, kompleksitas materi, serta ketersediaan sumber belajar. Guru juga melakukan evaluasi dan refleksi secara rutin melalui analisis hasil belajar serta diskusi dengan rekan sejawat. Secara keseluruhan, praktik pembelajaran IPA di SMP Negeri 25 Pekanbaru telah berjalan dengan baik, meskipun peningkatan fasilitas dan pengembangan profesional berkelanjutan tetap diperlukan untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara optimal.