cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI)
ISSN : 30264707     EISSN : 30264170     DOI : https://doi.org/10.62017/jppi.v1i3
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) adalah jurnal peer-review akses terbuka, yang diterbitkan oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia adalah platform bagi para peneliti, akademisi, profesional, praktisi, dan mahasiswa untuk menyebarkan dan berbagi pengetahuan melalui makalah penelitian dan studi kasus di bidang pendidikan. Terbit setiap bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan penelitian kepada para pendidik di seluruh dunia. Penulis didorong untuk mengirimkan artikel yang lengkap, belum pernah dipublikasikan, orisinil, dan belum pernah ditinjau di jurnal lain. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 665 Documents
Qadariyah dan Konsep Kebebasan Berkehendak dalam Ilmu Kalam: Pemikiran Ma’bad al-Juhani Ulfa Farihatu; Sayyidah Bidayatul Hidayah; Ezuan Habib Ardiansyah; Robingun Suyud El Syam
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6674

Abstract

Penelitian ini membahas konsep kebebasan berkehendak dalam tradisi Qadariyah dengan fokus pada pemikiran Ma’bad al-Juhani dalam kajian Ilmu Kalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode penelitian kepustakaan dengan analisis deskriptif-analitis dan historis-konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa Qadariyah menegaskan kebebasan manusia dalam menentukan perbuatannya sebagai dasar tanggung jawab moral dan prinsip keadilan Tuhan. Pemikiran Ma’bad al-Juhani menolak pandangan fatalistik yang berkembang pada masa awal Islam dan hadir sebagai kritik teologis terhadap penyalahgunaan doktrin takdir pada masa Dinasti Umayyah. Meskipun Qadariyah tidak berkembang sebagai aliran teologi yang mapan, gagasan-gagasannya memberikan pengaruh penting terhadap perkembangan Ilmu Kalam, khususnya dalam pembentukan teologi rasional Mu’tazilah. Kajian ini menegaskan signifikansi historis dan teologis pemikiran Qadariyah dalam diskursus kebebasan berkehendak dan tanggung jawab manusia dalam teologi Islam.  
TANTANGAN MAHASISWA UNSIQ WONOSOBO DALAM MENJAGA MORALITAS DAN IDENTITAS KEISLAMAN DI ERA GLOBAL Achmad Nurrochim; Anggi Defi Saputri; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6675

Abstract

Globalisasi menghadirkan perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam ranah pendidikan dan keberagamaan generasi muda, khususnya mahasiswa. Arus informasi global, perkembangan teknologi digital, serta budaya populer membawa dampak yang kompleks terhadap moralitas dan identitas keislaman mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi mahasiswa Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo dalam menjaga moralitas dan identitas keislaman di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), yang mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan sumber digital yang relevan dengan tema globalisasi, generasi muda, pendidikan Islam, serta identitas keislaman. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi memunculkan dilema identitas di kalangan mahasiswa, terutama akibat pengaruh media sosial, nilai individualisme, dan pergeseran budaya yang cenderung mengaburkan nilai-nilai moral dan spiritual Islam. Namun demikian, sistem pendidikan terintegrasi yang diterapkan UNSIQ melalui perpaduan pendidikan formal universitas dan pendidikan nonformal pesantren berperan strategis dalam membentuk karakter Islami mahasiswa. Model pendidikan ini tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan akademik, sosial, dan profesional di tengah tantangan global. Dengan demikian, globalisasi tidak semata-mata menjadi ancaman, melainkan dapat dimaknai sebagai ruang transformasi nilai keislaman yang kontekstual dan berkelanjutan.
Peran Metode Yanbu’a dalam Meningkatkan Kemampuan Tajwid di Pesantren Fathul Faizin; Argya Gavrila Maulana; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6680

Abstract

Rendahnya kemampuan tajwid santri, khususnya dalam ketepatan makhārijul huruf dan penerapan hukum bacaan, masih menjadi permasalahan empiris dalam pembelajaran Al-Qur’an di pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran metode Yanbu’a sebagai solusi pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan tajwid santri melalui studi kasus di sebuah pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek santri tingkat dasar dan menengah yang memiliki latar belakang kemampuan membaca Al-Qur’an yang beragam. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran, wawancara dengan ustadz dan santri, serta dokumentasi hasil evaluasi bacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Yanbu’a secara sistematis dan bertahap mampu meningkatkan ketepatan pelafalan huruf hijaiyah, pemahaman hukum tajwid, dan kelancaran membaca Al-Qur’an. Keaslian metode ini terletak pada penekanan pembiasaan dan praktik langsung yang sesuai dengan karakteristik santri pesantren. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Yanbu’a efektif diterapkan dalam pembelajaran tajwid dan berimplikasi pada pengembangan model pembelajaran Al-Qur’an yang lebih terstruktur dan aplikatif di lembaga pendidikan Islam.
IMPLEMENTASI MODEL OUTDOOR LEARNING PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Sinta Pramudia Wardani
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat belajar peserta didik sebelum dan sesudah penerapan model Outdoor Learning, serta mengidentifikasi peningkatan minat belajar setelah model tersebut diterapkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen menggunakan desain One-Group Pretest-Posttest. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: (1) Minat belajar peserta didik sebelum penerapan model Outdoor Learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas SD N 2 Garunglor Wonosobo, berdasarkan analisis deskriptif melalui penyebaran angket kepada 10 responden, menunjukkan total nilai rata-rata angket seluruh pernyataan sebesar 43,20. (2) Setelah penerapan model Outdoor Learning, minat belajar peserta didik mengalami peningkatan, terlihat dari hasil post-test dengan total nilai rata-rata angket seluruh pernyataan sebesar 70, 80. (3) Berdasarkan hasil uji hipotesis Paired Sample T-Test, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari α = 0,05 (H₁ diterima dan H₀ ditolak). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Outdoor Learning memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI kelas SD N 2 Garunglor Wonosobo. Model Outdoor Learning terbukti efektif dalam mempertahankan serta meningkatkan minat belajar peserta didik.
EFEKTIVITAS MANAJEMEN HUMAS DALAM MENGELOLA KEPROTOKOLAN DAN KEGIATAN RESMI DI SEKOLAH SDN 4 TANGGUL WETAN Nailus Salsabila Firdausiyah; Nabilah; Nadiyah; Nayla Samitha R; Rofiq Hidayat
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pengelolaan humas dalam penyelenggaraan kegiatan keprotokolan dan kegiatan resmi di SDN 4 Tanggul Wetan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Pengelolaan humas memiliki peran strategis dalam membangun citra positif sekolah melalui komunikasi yang efektif, koordinasi kegiatan, serta penerapan protokol resmi secara tertib dan profesional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang melibatkan sepuluh informan utama, mencakup kepala sekolah, guru, dan staf humas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pengelolaan humas tercermin dari perencanaan program yang terstruktur, pembagian peran yang jelas, serta penerapan tata upacara dan penataan tempat sesuai standar keprotokolan. Evaluasi dan pemantauan dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas layanan humas. Namun, terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi yang belum optimal. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan humas yang terencana, komunikatif, dan adaptif dapat meningkatkan kelancaran kegiatan resmi serta mempererat hubungan harmonis antara sekolah dan masyarakat.
LAPORAN OBSERVASI DAN WAWANCARA PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN DI SD NEGERI SRIHARJO Andika Bayu Prasetyawan; Zela Septikasari
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media audio visual dalam pembelajaran di SD Negeri Sriharjo serta mengkaji dampaknya terhadap keterlibatan dan pemahaman siswa sekolah dasar. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah perlunya media pembelajaran yang mampu mengonkretkan materi dan meningkatkan keaktifan belajar siswa. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran, wawancara dengan kepala sekolah, guru wali kelas IV, V, dan VI, serta siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual berupa video pembelajaran, animasi edukatif, dan tayangan tematik mampu meningkatkan minat, motivasi, fokus, dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Media audio visual membantu siswa memahami materi yang bersifat abstrak menjadi lebih konkret serta mendorong diskusi dan interaksi kelas yang lebih aktif. Dukungan sarana prasarana sekolah dan peran guru dalam pemilihan media menjadi faktor pendukung keberhasilan, meskipun masih terdapat kendala teknis dan keterbatasan waktu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media audio visual efektif sebagai solusi pembelajaran kontekstual yang relevan untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah dasar.
MTA DAN MODERASI BEAGAMA : STUDI TENTANG RESPON ORMAS TERHADAP KERAGAMAN PEMIKIRAN ISLAM Wawan Saputro; Fita Ulinni'ma; Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah; Nova Dwi Riyani; Robingun Suyud El Syam
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6691

Abstract

Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) merupakan salah satu organisasi keagamaan yang memiliki posisi unik dalam dinamika wacana Islam kontemporer di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons MTA terhadap keragaman pemikiran Islam, serta menilai sejauh mana pendekatan dakwah dan penafsirannya berkaitan dengan prinsip moderasi beragama. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan serta analisis terhadap ceramah, publikasi resmi, dan aktivitas dakwah MTA, penelitian ini menemukan bahwa MTA cenderung menggunakan pendekatan skripturalis dan literal dalam memahami teks Al-Qur’an. Pendekatan ini menjadikan MTA tegas dalam mempertahankan kemurnian akidah dan praktik keagamaan, namun sekaligus melahirkan sikap yang kritis terhadap tradisi keagamaan yang dianggap tidak memiliki dasar nash yang kuat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun MTA berupaya menegakkan nilai-nilai Islam secara konsisten, responsnya terhadap keragaman pemikiran Islam masih menunjukkan keterbatasan dalam aspek akomodatif dan dialogis yang menjadi ciri utama moderasi beragama. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang relasi antara model dakwah skripturalis dan perkembangan wacana moderasi beragama di Indonesia.
Belajar Islam dari Wayang: Perspektif Generasi Muda Pecinta Wayang Tutur lanang Sutrisno; Riza Maysharoh; Nur Maulidina Zahrotul Afiyah; Vava Imam Agus Faisal
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6697

Abstract

Wayang sebagai warisan budaya nusantara tidak hanya hadir sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sarana penyampaian nilai moral, spiritual, dan sosial. Dalam dinamika Islam di Indonesia, wayang digunakan sebagai dakwah kultural yang lentur dan dialogis, meski di era modern dengan arus globalisasi dan dominasi media digital posisinya kerap dianggap menjauh dari generasi muda. Artikel ini menelaah pemaknaan generasi muda pecinta wayang terhadap nilai-nilai Islam dalam cerita pewayangan serta relevansinya bagi kehidupan mereka, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan penguatan studi pustaka ilmiah lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) wayang dipahami sebagai narasi kehidupan yang menyediakan ruang refleksi keislaman secara kontekstual, 2) nilai akhlak, amanah, pengendalian diri, kebijaksanaan sosial, dan sikap moderat dipelajari melalui tokoh serta konflik cerita yang dekat dengan realitas manusia, 3) cara penyampaian nilai dalam wayang dinilai selaras dengan Islam Nusantara karena berwatak inklusif dan tidak konfrontatif. Walau menghadapi perubahan selera hiburan dan pola konsumsi budaya, wayang tetap potensial sebagai media pembelajaran nilai Islam jika dikembangkan secara kritis dan adaptif, terutama untuk memperkuat kesadaran keislaman generasi muda yang berakar pada konteks sosial-budaya lokal.
Al-Qur’an dan Hadis sebagai Fondasi Pendidikan Tasawuf di Perguruan Tinggi Islam Reno Aji Nugroho; Dwi Anna Astuti; Qorie Fadli Yani; Rahmat Lutfi Guefara
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6700

Abstract

Pendidikan tasawuf di perguruan tinggi Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, spiritualitas, dan akhlak mahasiswa, sehingga mereka tidak hanya unggul secara intelektual tetapi juga matang secara moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Al-Qur’an dan Hadis sebagai fondasi pendidikan tasawuf, strategi integrasinya dalam kurikulum, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, dengan sumber data utama berupa teks Al-Qur’an, Hadis Nabi Muhammad SAW, serta literatur akademik terkait pendidikan tasawuf. Analisis dilakukan melalui content analysis untuk menafsirkan makna edukatif dari sumber-sumber tersebut dan mengaitkannya dengan praktik pendidikan tasawuf di perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an berperan sebagai landasan normatif dan epistemologis yang memberikan pedoman dalam pemurnian jiwa (tazkiyah al-nafs), pengendalian hawa nafsu, dzikrullah, dan penguatan akhlak mulia. Hadis berfungsi sebagai panduan praktis yang memungkinkan mahasiswa menginternalisasi ajaran Qur’ani melalui praktik dzikir, muhasabah, kesabaran, dan sikap ikhlas dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi Al-Qur’an dan Hadis dalam kurikulum tasawuf terbukti meningkatkan kesadaran spiritual, kedisiplinan, toleransi, empati, dan akhlak mulia mahasiswa, sehingga pendidikan tasawuf menjadi proses transformasional yang menyeluruh dan holistik. Kesimpulannya, Al-Qur’an dan Hadis bukan hanya menjadi sumber teori, tetapi juga instrumen pendidikan efektif dalam membentuk karakter, moral, dan spiritualitas mahasiswa. Temuan ini menegaskan pentingnya pengintegrasian kedua sumber wahyu tersebut dalam kurikulum perguruan tinggi Islam untuk mencetak generasi mahasiswa yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, dan berakhlak mulia, sekaligus mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Pengaruh Teknologi Digital dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Islam di Madrasah Tsanawiyah Faiz Ulurosad Attoyari; Khaerul Miftahul Falah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknologi digital dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan Islam di Madrasah Tsanawiyah. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan pengumpulan data melalui angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Populasi penelitian meliputi guru dan siswa MTs yang terlibat langsung dalam pembelajaran berbasis teknologi, dengan teknik purposive sampling untuk memperoleh sampel yang representatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, mempermudah pemahaman materi keislaman, dan mendorong partisipasi aktif. Guru yang memanfaatkan media digital juga dapat merancang metode pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif, sehingga meningkatkan kualitas pengajaran. Namun, implementasi teknologi digital menghadapi tantangan, antara lain keterbatasan sarana, jaringan internet yang tidak stabil, kemampuan guru yang beragam, serta resistensi sebagian siswa dan orang tua. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan guru, penyediaan fasilitas yang memadai, dan pendampingan bagi siswa dan orang tua agar pemanfaatan teknologi digital lebih optimal. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa teknologi digital memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan Islam di MTs, baik dari sisi motivasi dan pemahaman siswa maupun kompetensi guru.