cover
Contact Name
Muhammad Arief Muttaqien
Contact Email
manggalajournal@gmail.com
Phone
+6281917222929
Journal Mail Official
sinergi.manggalajournal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Merdeka Raya No.5, Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, NTB 83116, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Riset Ilmiah
ISSN : -     EISSN : 30318947     DOI : https://doi.org/10.62335/5t445c70
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah accomodates original research, or theoretical papers. We invite critical and constructive inquiries into wide range of fields of study with emphasis on interdisciplinary approaches: Humanities and Social sciences, that include: Engineering, Economics, Health, Social, Science and Law.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 716 Documents
PEMENUHAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT TIDUR PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN JALAN KAKI BERSTURUKTUR DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Permana, Dina Putri; Fentiana, Nina; Ariyanti, Ika
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i12.2013

Abstract

ABSTRACT Sleep deprivation can be harmful to both oneself and others. Lack of sleep may cause fatigue, weakness, and lethargy upon waking, while poor sleep duration can increase the risk ofcardiovascular diseases such as hypertension. This study aimed to describe the application ofstructured walking in meeting sleep-rest needs among hypertensive patients. This descriptive study used a case study approach within the framework of medical-surgical nursing care, including assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The study involved two respondents who met the inclusion criteria of having sleep pattern disturbances and blood pressure rangingfrom 140-169 mmHg. Conducted at TK 11 Putri Hijau Hospital Medan over three days, the study utilized the KSPBJ (Insomnia Rating Scale) questionnaire. After implementing structured walking therapyfor 30 minutes daily over three days, patients' sleep patterns returned to normal (7 hours). It is recommended that structured walking therapy be considered as a complementary interventionfor sleep pattern disturbances in hypertensive patients. ABSTRAK Kurang tidur dapat membahayakan bagi diri kita dan orang lain. Kurang tidur bisa mengakibatkan letih lemah dan lesu pada saat bangun tidur. Jam tidur yang buruk ii dapat meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran penerapan jalan kaki tersturuktur dalam memenuhi kebutuhan istirahat tidur pada pasien hipertensi, metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan medikal bedah yang meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini dilakukan dengan 2 responden dengan kriteria inklusi memiliki keluhan gangguan pola tidur dan tekanan darah 140-169 mmHg. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit TK II Putri Hijau Medan selama 3 hari dengan menggunakan kuisioner KSPBJ (Insomnia Rating Scale). Hasil penelitian setelah diterapkan jalan kaki bersturuktur selama 30 menit dalm 3 hari keluhan gangguan pola tidur kembali normal ( 7 jam). Saran diharapkan terapi jlan kaki bersturuktur dapat dijadikan sebagai intervensi pendamping dalam gangguan pola tidur pada pasien hipertensi.
ASUHAN  KEPERAWATAN  SOCIAL  SKILL  TRAINING  PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL MENARIK DIRI DI RUMAH SAKIT JIWA Prof. DR. MUHAMMAD ILDREM  MEDAN Nababan, Erica Lasmauli; Gustina, Erita; Af’idah, Huwaina
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i12.2014

Abstract

ABSTRACT Mental disorders are syndromes characterized by patterns of individual behavior associated with distress symptoms affecting one or more essential human functions- psychological, behavioral, and biological. These disorders are not only marked by fundamental disturbances in thought and perception but also by abnormal or blunted affect. Social isolation and withdrawal is a condition in which an individual has difficulty or is unable to interact with others, leading to feelings of neglect, rejection, loneliness, and difficulty establishing communication. An intervention that can be applied to address this issue is Social Skills Training (SST), a structured learning process aimed at improving communication skills in individuals with mental disorders to enhance social interaction and identify interpersonal problems. This descriptive case study design was conducted through a psychiatric nursing process from assessment to evaluation on two patients diagnosed with social isolation and withdrawal at Prof. Dr. Muhammad Ildrem Mental Hospital, Medan. The results showed that after implementing Social Skills Training (SST) using SP1 to SPS strategies over three days (08.00 to 18.00 WIB, six sessions), both respondents successfully improved their ability to communicate and interact effectively. The conclusion and recommendation indicate that Social Skills Training (SST) with five strategies was effectively implemented and improved communication skills as well as social engagement. This study suggests that SST can serve as a reference for future research in psychiatric nursing care for patients experiencing social isolation and withdrawal. ABSTRAK Gangguan jiwa merupakan sindrom dari pola perilaku individu yang dihubungkan dengan suatu gejala distres pada satu atau lebih fungsi penting manusia, yaitu fungsi psikologis, perilaku, dan biologis, dan gangguan ini tidak hanya ditandai oleh penyimpangan yang mendasar dari pikiran dan presepsi, serta adanya efek yang tidak wajar atau tumpul. Isolasi sosial menarik diri merupakan kondisi dimana seseorang mengalami  kesulitan atau tidak dapat berinteraksi dengan orang di sekitarnya, klien dengan masalah ini merasa diabaikan, tidak diterima, merasa kesepian, dan kesulitan dalam menjalin komunikasi dengan orang lain. Intervensi yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ini adalah terapi Social Skiil Training (SST) yaitu suatu  proses pembelajaran terencana untuk meningkatkan keterampilan komunikasi individu dengan gangguan mental dalam berinteraksi secara sosial, mampu mengenali masalah dalam hubungan interpersonal. Desain penelitian deskriptif dengan jenis  studi kasus melalui proses keperawatan jiwa dari pengkajian sampai dengan evaluasi. Dilakukan pada 2 pasien dengan diagnosa yang sama isolasi sosial menarik diri di Rumah Sakit Jiwa Prof.DR. Muhammad Ildrem Medan. Hasil penelitian setelah dilakukan penerapan terapi Social Skill Training (SST) dengan SP 1 sampai  SP 5  selama 3 hari mulai dari jam 08.00 Wib sampai 18.00 Wib dengan 6 kali pertemuan didapatkan kedua responden berhasil, Dimana pasien mampu meningkatkan komunikasi dan  berinteraksi dengan baik. Kesimpulan dan saran Social Skill Training (SST) dengan 5 strategi berhasil diterapkan dan menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan kemampuan komunikasi serta keterlibatan sosial. Saran penelitian diharapkan  dapat menjadi acuan dalam melakukan penelitian lanjutan pada kasus keperawatan jiwa dengan isolasi sosial menarik diri dengan menggunakan terapi social skill training (SST).
IMPLEMENTASI   LATIHAN KESEIMBANGAN    TERHADAP RISIKO JATUHPADA LANSIA DENGAN OSTEOARTHRITIS (OA) DI UPT PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA BINJAI Angraini, Feby; Olivia, Nina; Yuda, Muchti
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i12.2016

Abstract

ABSTRACT The complaint of fall risk in elderly individuals suffering from Osteoarthritis (OA) and balance disorders can lead to injuries and difficulties in performing daily activities. Single Leg Stance balance exercises (standing on one leg) can help improve muscle strength and endurance. This study aims to describe the implementation of balance exercises to reduce fall risk in elderly patients with OA. The research employed a case study design with a nursing care approach, starting from assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation, involving two elderly subjects with OA. The intervention was conducted over a period of six days using nursing interventions based on SIKI (2018). The instrument used was the Berg Balance Scale, which consists of 14 assessment items, and the therapy was conducted for 30 minutes. The results showed a decrease in fall risk among both subjects with OA, from a moderate fall risk level. Conclusion: The implementation of balance exercises for fall risk in OA patients is expected to be applied continuously, along with the development of a standard operating procedure that can be utilized by individuals with OA. ABSTRAK Keluhan resiko jatuh pada lansia yang mengalami penyakit Osteoarthritis (OA) dengan gangguan keseimbangan menyebabkan cidera dan kesulitan dalam beraktivitas. Latihan keseimbangan Single Leg Stance (posisi berdiri dengan satu kaki) dapat meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran implementasi latihan keseimbangan terhadap resiko jatuh pada lansia dengan OA. Metode penelitian yang digunakan adalah design studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan di mulai dari pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi  dan evaluasi, dengan menggunakan 2 subjek penelitian lansia dengan penyakit OA. yang dilakukan selama 6 hari dan menggunakan intervensi keperawatan menurut SIKI (2018). Instrumen yang di gunakan adalah Berg Balance Scale untuk menilai tingkat resiko jatuh yang terdiri dari 14 penilaian, dan dilakukan selama 30 menit. Hasil penelitian didapatkan adanya gambaran penurunan resiko jatuh pada kedua subjek penelitian dengan penyakit OA dari skala resiko jatuh sedang. Dengan adanya implementasi latihan keseimbangan terhadap resiko jatuh pada penyakit OA di harapkan dapat di terapkan secara berkelanjutan serta adanya pengembangan Standar operasional prosedur yang dapat diterapkan oleh penderita OA
ASUHAN KEPERAWATAN PEMENUHAN KEBUTUHAN CAIRAN PADA ANAK DENGAN DIARE DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Salsabila, Irma; Nisrina, Nisrina; Purwaningsih, Purwaningsih
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i12.2017

Abstract

ABSTRACT Diarrhea remains a major cause of health problems in children, particularly among school-aged children. One of the main consequences of diarrhea is dehydration due to significant fluid and electrolyte loss. This study aims to describe nursing care in fulfilling fluid requirements in children with diarrhea at TK II Putri Hijau Hospital Medan. This research employed a descriptive design with a case study approach. The subjects were two pediatric patients who met the inclusion criteria: children with mild to moderate diarrhea without complications. The nursing care process included assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The results of this case study showed that intravenous fluid rehydration effectively improved patients' hydration status. The primary nursing diagnosis was the risk of fluid imbalance. Nursing interventions included monitoring vital signs, fluid intake and output, as well as providing education to families regarding continued care. In conclusion, targeted and systematic nursing care in fulfilling fluid requirements in children with diarrhea proved effective in reducing dehydration symptoms and accelerating recovery. Nurses play an essential role in monitoring and educating families throughout the healing process. ABSTRAK Diare masih menjadi penyebab utama gangguan kesehatan pada anak, terutama pada anak usia sekolah Salah satu dampak utama dari diare adalah dehidrasi akibat kehilangan cairan dan elektrolit yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan cairan pada anak dengan diare di Rumah Sakit TK II Putri Hijau Medan. Metode Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah dua pasien anak yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu anak dengan diare ringan hingga sedang tanpa komplikasi. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil studi kasus ini menunjukkan bahwa pemberian cairan rehidrasi melalui infus intravena efektif meningkatkan status hidrasi pasien. Diagnosa keperawatan utama adalah risiko ketidakseimbangan cairan, Intervensi keperawatan mencakup pemantauan tanda-tanda vital, intake-output cairan, serta edukasi kepada keluarga tentang perawatan lanjutan. Kesimpulan dari studi kasus ini, asuhan keperawatan yang terarah dan sistematis dalam pemenuhan kebutuhan cairan pada anak dengan diare terbukti efektif dalam menurunkan gejala dehidrasi dan mempercepat pemulihan. Peran perawat sangat penting dalam pemantauan dan edukasi selama proses penyembuhan.
IMPLEMENTASI RENTANG GERAK DENGAN PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PASCA STROKE ISKEMIK DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN simorangkir, Nadya; Fentiana, Nina; Ariyanti, Ika
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i12.2021

Abstract

ABSTRACT Ischemic stroke is one of the most common types of stroke and can lead to impaired motor function, particularly muscle weakness and limited range of motion in the extremities. Range of motion (ROM) exercises and muscle strengthening play an important role in restoring motor function. This study aimed to examine the implementation of range-of-motion exercises to improve muscle strength in post- ischemic stroke patients at TK II Putri Hijau Hospital Medan. This research employed a descriptive method with a case study approach, following nursing care stages including assessment, nursing diagnosis, intervention, implementation, evaluation, and the use of a muscle strength assessment sheet. The results showed an improvement in muscle strength in both patients: the first patient's muscle strength increased from grade 2 to grade 3, while the second patient's muscle strength increased from grade 1 to grade 2. The study concludes that implementing range-of-motion exercises effectively improves muscle strength in post-ischemic stroke patients. It is recommended that these exercises be performed independently by patients and considered as part of nursing interventions for ischemic stroke care. ABSTRAK Stroke iskemik merupakan salah satu jenis stroke yang paling umum terjadi dan dapat menyebabkan gangguan fungsi motorik,terutama kelemahan otot dan keterbatasan rentang gerak pada ektremitas.pada latihan rentang gerak (ROM) dan penguatan otot berperan penting dalam pemulihan fungsi motoric.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi rentang gerak dengan peningkatan kekuatan otot pasca stroke iskemik di Rumah Sakit TK II Putri Hijau Medan. metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan metode studi kasus melalui tahapan asuhan keperawatan yang mencakup pengkajian, diagnosa ,intervensi,implementasi,dan evaluasi keperawatan,dan lembar pemeriksaan kekuatan otot. Hasil penelitain ini menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot pada kedua pasien: kekuatan otot pada pasien pertama dari 2 meningkat menjadi 3 sedangkan kekuatan otot pasien kedua dari 1 meningkat menjadi 2.Kesimpulan dari penelitian implementasi rentang gerak dengan peningkatan kekuatan otot pasca stroke iskemik efektif dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke iskemik.saran latihan rentang gerak diharapkan dapat diterapkan secara mandiri oleh pasien dan juga dapat dijadikan bagian dari intervensi keperawatan pada pasien stroke iskemik
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN TERAPI OKUPASI AKTIVITAS WAKTU LUANG PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT JIWA PROF.DR.MUHAMMAD ILDREM MEDAN Rawati, Siti; Gustina, Erita; Af’idah, Huwaina
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i12.2022

Abstract

ABSTRACT Mental health is a form of professional service that is an integral part of healthcare services, applying theories of human behavior as its science and the therapeutic use of self as its technique. Auditory hallucinations are one of the most common perceptual disturbances experienced by patients with mental disorders, in which patients hear unreal sounds that cannot be perceived by others. This symptom can trigger risky behaviors such as aggression, social withdrawal, and impaired social functioning. One of the nursing interventions that can be used to reduce the intensity of hallucinations is occupational therapy, particularly through leisure-time activities. This study aims to examine the effectiveness of implementing leisure-time occupational therapy in reducing auditory hallucination symptoms in patients at Prof. Dr. Muhammad Ildrem Mental Hospital, Medan. Occupational therapy is a form of supportive psychotherapy involving activities that foster independence in a manual, creative, and educational manner to adapt to the environment and improve the patient's physical and mental health status, as well as their sense of life purpose. The research method used is a case study involving two patients diagnosed with sensory perception disturbances: auditory hallucinations. The nursing care process included assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. Leisure-time occupational therapy activities included sweeping and tidying up the bed, conducted over three days in six sessions. The results showed a decrease in hallucination frequency in both patients after they were able to carry out the activities independently and in a scheduled manner. Conclusion and recommendation: Leisure-time occupational therapy is an effective nursing intervention for managing auditory hallucinations. It is expected that this study can serve as a reference for future research on mental health nursing cases involving auditory hallucinations using leisure-time occupational therapy. ABSTRAK Kesehatan jiwa adalah bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, menerapkan teori perilaku manusia sebagai ilmunya dan penggunaan diri sendiri secara terapeutik sebagai kiatnya. halusinasi pendengaran merupakan salah satu gangguan persepsi yang sering dialami oleh pasien dengan gangguan jiwa, di mana pasien mendengar suara-suara yang tidak nyata dan tidak dapat didengar oleh orang lain. Gejala ini dapat memicu perilaku berisiko seperti kekerasan, penarikan diri, hingga gangguan fungsi sosial. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat digunakan untuk mengurangi intensitas halusinasi adalah terapi okupasi,salah satunya adalah aktivitas waktu luang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas implementasi terapi okupasi aktivitas waktu luang dalam menurunkan gejala halusinasi pendengaran pada pasien di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan. Terapi okupasi merupakan salah satu bentuk psikoterapi suportif berupa aktivitas yang membangkitkan kemandirian secara manual, kreatif dan edukatif untuk beradaptasi dengan lingkungan dan meningkatkan derajat kesehatan fisik dan mental pasien serta makna hidup tentang terapi okupasi berpengaruh pada perubahan gejala halusinasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada dua pasien dengan diagnosis gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Asuhan keperawatan yang dilakukan meliputi pengkajian hingga evaluasi. Kegiatan terapi okupasi aktivitas waktu luang antara lain menyapu, merapikan tempat tidur. proses terapi ini dilakukan selama tiga hari dalam enam kali pertemuan . Hasil penelitian terapi okupasi pada kedua pasien terjadinya penurunan frekuensi halusinasi setelah pasien mampu melakukan kegitan secara mandiri dan terjadwal. Kesimpulan dan saran : terapi okupasi aktivitas waktu luang merupakan intervensi keperawatan yang efektif dalam menangani halusinasi pendengaran. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan dalam melakukan penelitian lanjutan pada kasus keperawatan jiwa dengan halusinasi pendengaran menggunakan terapi okupasi aktivitas waktu luang.
IMPLEMENTASI SENAM PUNGGUNG DALAM MENGURANGI LOW BACK PAIN PADA OSTEOARTHRITIS DI UPT PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA BINJAI Manalu, Sri Ryzki Putri; Olivia, Nina; Yuda, Muchti
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i12.2023

Abstract

ABSTRACT The problem often found in Osteoarthritis (OA) among elderly is the presence of pain in the joint area, discomfort in the lower back and knees, which is known as the knee- spine syndrome Low Back Pain (LBP). This results in long-term discomfort, frustration, and distress. One of the non-pharmacological methods that can be used to reduce the LBP problem is back exercise. Back exercise is a stretching action of body muscles to make the muscles feel more relaxed, expand the range of motion, increase comfort, and help reduce pain. The purpose of this research is to describe the implementation of back exercise in reducing LBP in OA. The research method used is descriptive in the form of Scientific Writing with a nursing care approach starting from assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The nursing care plan instrument uses the Indonesian Nursing Intervention source (SIKI, 2018). This research uses two elderly patients with OA who experience LBP with pain intensity ranging from moderate to mild, as well as the implementation of back exercise for 30 minutes and performed three times within six days. The results showed that the back pain decreased from moderate pain scale 5 (0-10) to mild pain scale 2 (0-10) using the Numeric Rating Scale (NRS). The conclusion of the implementation of back exercise shows a decrease in pain scale in elderly with OA. The suggestion of this research is expected to be developed into a form of Standard Operating Procedure (SOP) in reducing LBP in OA patients in service units. ABSTRAK Masalah yang sering di temukan pada Ostearthritis (OA) pada lansia  adanya nyeri pada area sendi, ketidaknyamanan pada punggung bawah dan lutut hal ini dikenal sebgai sindrom lutut-tulang belakang Low Back Pain (LBP). Hal ini berakibat pada  ketidaknyamanan dalam jangka panjang, frustasi dan distres. Salah satu metode non farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi masalah LBP tersebut adalah dengan Latihan senam punggung. Senam Punggung merupakan tindakan perengangan pada otot tubuh agar otot terasa lebih rileks, memperluas rentang gerak, menambah rasa nyaman, dan membantu mengurangi nyeri. Tujuan penelitian ini adalah melihat gambaran implementasi senam punggung dalam mengurangi LBP pada OA. Metode penelitian yang digunakan dalam bentuk deskriptif melalui Karya Tulis Ilmiah dengan pendekatan asuhan keperawatan di mulai dari pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Instrumen rencana keperawatan menggunakan sumber intervensi keperawatan Indonesia (SIKI, 2018). Penelitian ini menggunakan dua pasien lansia dengan penyakit OA yang mengalami LBP dengan intensitas nyeri skala sedang sampai dengan skala nyeri ringan, serta Implementasi Senam Punggung selama 30 menit dan dilakukan tiga kali dalam waktu enam hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyeri pada punggung menurun dari skala nyeri sedang 5 (0-10) menjadi skala ringan 2 (0-10) dengan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Kesimpulan Implementasi senam punggung menunjukkan adanya penurunan gambaran skala nyeri pada lansia degan penyakit OA. Saran pada penelitian ini diharapkan dapat di kembangkan menjadi  bentuk standar operasional prosedur (SOP) dalam mengngurangi LBP pada pasien OA di unit pelayanan.
IMPLEMENTASI TERAPI FOOT MASSAGE PADA PASIN TUBERKULOSIS PARU DENGAN MASALAH GANGGUAN TIDUR DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Wana, Citra; Susyanti, Deni; Gea, Handerman Vitu
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i12.2024

Abstract

ABSTRACT Pulmonary tuberculosis is a contagious disease directly caused by Mycobacterium tuberculosis, which is transmitted through the air (droplet nuclei). Pulmonary tuberculosis spreads from person to person through the air when coughing, sneezing, or spitting. Patients with pulmonary tuberculosis often experience sleep disturbances, which can affect the healing process and quality of life. One non-pharmacological intervention that can be used to improve sleep quality is foot massage therapy. This study aims to determine the effect of foot massage therapy on the sleep quality of pulmonary TB patients with disturbed sleep patterns. The research design used is descriptive with a case study approach. The subjects consisted of two pulmonary TB patients experiencing sleep disturbances at Tk II Putri Hijau Hospital, Medan. The foot massage intervention was administered for 15 minutes daily over three consecutive days. Data were collected through observations of sleep pattern changes before and after the intervention. The results showed that after the foot massage therapy, both patients experienced improved sleep quality. On the first day, patients still complained of difficulty sleeping and frequent awakenings. However, after the third day of intervention, the patients began to sleep more soundly, with increased sleep duration and reduced complaints such as fatigue. This therapy demonstrated a positive response as a form of non-pharmacological nursing intervention for pulmonary TB patients experiencing sleep disturbances. This study recommends that foot massage therapy be implemented independently to improve sleep disturbances in pulmonary tuberculosis patients. ABSTRAK Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang langsung disebabkan oleh mycobacterium Tuberkulosis yang ditularkan melalui udara (droplet nuclei). Tuberkulosis paru menyebar dari orang ke orang melalui udara ketika batuk, bersin, atau meludah. Tuberkulosis paru sering mengalami gangguan tidur yang berdampak pada proses penyembuhan dan kualitas hidup. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur adalah terapi foot massage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi foot massage terhadap kualitas tidur pasien TB paru dengan gangguan pola tidur. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari dua pasien TB paru yang mengalami gangguan tidur di Rumah Sakit TK II Putri Hijau Medan. Intervensi foot massage diberikan selama 15 menit setiap hari selama tiga hari berturut-turut. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap perubahan pola tidur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa setelah dilakukan terapi foot massage, kedua pasien mengalami peningkatan kualitas tidur. Pada hari pertama, pasien masih mengeluhkan sulit tidur dan sering terbangun. Namun, setelah intervensi hari ketiga, pasien mulai tidur lebih nyenyak, durasi tidur meningkat, serta keluhan seperti kelelahan berkurang. Terapi ini menunjukkan respon positif sebagai bentuk intervensi keperawatan nonfarmakologis pada pasien TB paru yang mengalami gangguan tidur. saran peneliti ini diharapkan dapat diterapkan secara mandiri dalam meningkatkan gangguan pola tidur pada pasien Tuberkulosis.
IMPLEMENTASI TERAPI GENGGAM BOLA UNTUK MENGATASI HAMBATANMOBILITAS FISIK PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RUMAH SAKITTK II PUTRI HIJAU MEDAN Halawa, Agnes Monika; Ariyanti, Ika; Fentina, Nina
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i12.2031

Abstract

ABSTRACT Ischemic stroke is the third leading cause of death worldwide,both in developed and developing countries,after coronary heart disease and cancer.It is also a medical emergency requiring immediate intervention to minimize brain damage and prevent death or disability.This study aims to describe the implementation ofball-grip therapy in overcoming physical mobility impairment in ischemic stroke patients. This research used a descriptive case study design,with data collected through observation sheets and blood pressure assessment forms.The results showed an improvement in upper extremity muscle strength in both patients:in the first patient,muscle strength increased from grade I to grade 3,and in the second patient,muscle strength also increased from grade I to grade 3.It can be concluded that ball-grip therapy is effective in addressing physical mobility impairment in ischemic stroke patients.This therapy is recommended as a complementary treatment for ischemic stroke patients, both in hospital settings and at home. Ischemic stroke,ball-grip therapy,physical mobility,muscle strength, case study. ABSTRAK Stroke iskemik merupakan penyakit klinis yang menjadi penyebab kematian nomor tiga di dunia baik dinegara maju maupun dinegara berkembang, setelah penyakit jantung koroner dan kanker. Stroke iskemik juga kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan segera untuk meminimalkan kerusakan otak dan mencegah kematian atau kecacatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi terapi genggam bola dalam mengatasi hambatan mobilitas fisik pada pasien stroke iskemik. Metode penelitian ini merupakan deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Dilakukan dengan mengumpulkan data menggunakan lembar observasi dan lembar pemeriksaan tekanandarah. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas pada kedua pasien: pasien pertama kekuatan otot dari 1 meningkat menjadi 3 sedangkan kekuatan otot pasien kedua dari 1 meningkat menjadi 3, Dapat disimpulkan bahwa terapi genggam bola efektif dalam mengatasihambatan mobilitas fisik pada pasien stroke iskemik. Saran diharapkandapat menjadi terapi pendamping bagi penderita stroke iskemik yang dirawat dirumah sakit maupun di rumah. Kata Kunci: Stroke iskemik, terapi genggam bola, mobilitasfisik, kekuatan otot, studi kasus.
IMPLEMENTASI CONTRAST BATH UNTUK MENURUNKAN OEDEMA KAKI PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Qalbi, Miranda Fauza; Ariyanti, Ika; Fentiana, Nina
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i12.2039

Abstract

BSTRACT One of the most common cardiovascular diseases with high morbidity andmortality rates is Congestive Heart Failure (CHF). Patients with CHF frequentlyexperience lower limb edema, which can cause significant discomfort. This study aimed to evaluate the implementation of contrast bath therapy in reducing pedal edema among CHF patients at TKII Putri Hijau Hospital, Medan. This research employed a descriptive case study approach using nursing care stages, including assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation, supported by observation sheets and physical examinations. The study involved two respondents at TK I/ Putri Hijau Hospital, Medan. The findings showed that after three days of intervention, edema was reduced: in Case I, pitting edema decreased from grade 2+ (4 mm) to grade I+ (1 mm), andin Case Il, from grade +2 (5 mm) to grade I+ (2 mm) following the application of contrast bath therapy. In conclusion, complementary therapy using contrast bath is effective in reducing pedal edema in CHF patients. It is recommended that contrast bath therapy be considered as an adjunct intervention in the managementof edema among CHF patients. ABSTRAK Salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi adalah Congestive Heart Failure (CHF). Pasien dengan CHF sering mengalami oedema tungkai, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Tujuan untuk mengetahui implementasi contrast bath dalam menurunkan oedema kaki pada pasien CHF di Rumah Sakit TK II Putri Hijau Medan. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan metode studi kasus dengan tahapan asuhan keperawatan yang mencakup pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi serta lembar observasi dan pemeriksaan fisik. Penelitian ini dilakukan dengan dua responden di Rumah Sakit TK II Putri Hijau Medan. Hasil penelitian diperoleh setelah dilakukan 3 hari penelitian didapatkan oedema berkurang, pitting oedema pada kasus I dari derajat 2+ 4mm turun menjadi 1+ 1mm, dan pada kasus 2 yaitu derajat 2+ 5mm turun menjadi derajat 1+ 2mm setelah diberikan contrast bath. Kesimpulan terapi komplementer contrast bath efektif menurunkan oedema kaki pada pasien CHF. Saran diharapkan terapi komplementer contrast bath dapat dijadikan sebagai intervensi pendamping dalam manajemen oedema pada pasien CHF.

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 3 No. 4 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2026 (In Press) Vol. 3 No. 3 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2026 Vol. 3 No. 2 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2026 Vol. 3 No. 1 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, January 2026 Vol. 2 No. 12 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025 Vol. 2 No. 11 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2025 Vol. 2 No. 10 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2025 Vol. 2 No. 9 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, September 2025 Vol. 2 No. 8 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2025( In Press) Vol. 2 No. 8 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2025 Vol. 2 No. 7 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2025 Vol. 2 No. 6 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2025 Vol. 2 No. 5 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2025 Vol. 2 No. 4 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2025 Vol. 2 No. 3 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2025 Vol. 2 No. 2 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2025 Vol. 2 No. 1 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2025 Vol. 1 No. 12 (2024): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2024 Vol. 1 No. 11 (2024): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2024 Vol. 1 No. 10 (2024): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2024 Vol. 1 No. 8 (2024): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2024 Vol. 1 No. 7 (2024): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2024 Vol. 1 No. 6 (2024): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2024 Vol. 1 No. 5 (2024): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2024 Vol. 1 No. 4 (2024): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024 Vol. 1 No. 3 (2024): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2024 Vol. 1 No. 2 (2024): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2024 Vol. 1 No. 1 (2024): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2024 Vol. 1 No. 9 (2014): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, September 2024 More Issue