cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 333 Documents
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu tentang Tumbuh Kembang Anak Usia < 6 Tahun dengan Kunjungan Ibu ke Posyandu di Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo Hijriah Syafitri; Djauhariah Arifuddin; Mona Nulanda; Andi Husni Esa Darussalam; Sri Wahyuni Gayatri
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i12.366

Abstract

Pendidikandan pengetahuan ibu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang kembang anak. Pendidikan yang baik maka ibu dapat menerima informasi dari luar tentang cara pengasuhan anak yang baik. Kunjungan ke posyandu juga sangat berperan dalam pemantauan tumbuh kembang anak yang merupakan langkah awal untuk mencapai derajat kesehatan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak usia< 6 tahun dengan kunjungan ke posyandu di Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan mengggunakan pendekatan cross sectional untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak usia< 6 tahun dengan kunjungan ke posyandu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa didapatkan adanya hubungan tingkat pendidikan ibu dengan kunjungan ke posyandu dengan nilai p = 0,001 < 0,05. Adanya hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kunjungan ke posyandu dengan nilai p = 0,000 < 0,05. Adanya hubungan tingkat pendidikan ibu terhadap tumbuh kembang anak dengan nilai p = 0,028 < 0,05. Tidak terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap tumbuh kembang anak dengan nilai p = 0,106 > 0,05.
Hubungan Infeksi Parasit Usus dengan Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih Sehat Siswa SDN 101 Luwu Nurafidah Kasmal kasmal; Satriani Hadi; Zulfitriani Murfat; Hermiaty Nasaruddin; Armanto Makmun
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.375

Abstract

Infelksi parasit usus melrupakan masalah kelselhatan yang masih tinggi di Indonelsia, telrutama pada anak-anak. Faktor-faktor yang belrkontribusi telrhadap pelningkatan infelksi parasit usus adalah relndahnya pelngeltahuan dan sikap hidup belrsih, sanitasi yang buruk, selrta lingkungan yang melmfasilitasi pelnularan parasit. Pelncelgahan infelksi parasit usus pelrlu difokuskan pada pelningkatan pelngeltahuan, pelrilaku hidup belrsih, dan pelrbaikan sanitasi. Tujuan Melngeltahui adanya hubungan antara infelksi parasit usus delngan pelngeltahuan pelrilaku hidup belrsih selhat pada anak di SD Nelgelri 101 Salu Simbuang, Kelc.Walelnrang Barat, Kab Luwu. Pelnellitian ini adalah obselrvasional analitik delngan pelndelkatan cross selctional. Populasi dalam pelnellitian ini adalah selluruh siswa-siswi di SD Nelgelri 101 Salu Simbuang, Kelc.Walelnrang Barat, Kab Luwu. Sampell dalam pelnellitian ini adalah siswa kellas 3,4 dan 5 SD Nelgelri 101 Salu Simbuang, selsuai kritelria inklusi dan elksklusi. Pelngambilan data belrupa quelsionelr dan pelngambilan felsels. Hasil Pelnellitian melnunjukkan ada hubungan selngnifikansi antara keljadian infelksi parasit usus delngan pelngeltahuan pelrilaku hidup belrsih pada anak-anak di SD Nelgelri 101 Salu Simbuang. Kellompok pelngeltahuan hidup belrsih yang baik (96,4%) relspondeln, seldangkan hanya (3,6%) relspondeln yang melmiliki pelngeltahuan kurang. Sellain itu kellompok pelrilaku hidup belrsih baik mayoritas melmiliki pelrilaku yang baik (80,0%) relspondeln, seldangkan hanya seldikit yang melmiliki pelrilaku yang kurang (20,0%) relspondeln. Kelsimpulan adanya hubungan yang signifikan antara pelngeltahuan hidup belrsih dan pelrilaku hidup belrsih delngan keljadian infelksi parasit usus pada anak-anak di SD Nelgelri 101 Salu Simbuang, Kelcamatan Walelnrang Barat, Kabupateln Luwu.
Faktor Penghambat Pemberian Asi Eksklusif pada Ibu Menyusui Nur Hikmah Wati Soekotjo; Fadli Ananda; Rezky Putri Indarwati Abdullah; A. Husni Esa Darussalam; Rizki Amalia Effendy
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i10.376

Abstract

Air susu ibu (ASI) eksklusif adalah memberikan makanan kepada bayinya dari awal kehidupan sampai dengan bayinya berusia enam bulan tanpa makanan tambahan apapun dan minuman lain. Tujuan penelitian ini untuk megetahui faktor penghambat pemberian ASI eksklusif. Metode penelitian ini merupakan literatur review. Data bersumber dari jurnal, artikel, dan textbook. Hasil yang didapatkan ibu yang memiliki pengetahuan tinggi lebih banyak menyusui bayinya dibandingkan ibu yang memiliki pengetahuan kurang. Ibu bekerja lebih kurang memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibu yang tidak bekerja. HIV/AIDS menjadi penyebab ibu tidak memberikan ASI ekslusif terhadap bayinya. Ibu yang tidak mendapatkan dukungan keluarga lebih sedikit memberikan ASI eksklusif dibandingka ibu yang mendaptkan dukungan baik dari keluarga maupun suami. Kesimpulan hasil literatur review menunjukkan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan, pekerjaan, kesehatan ibu dan dukungan keluarga dengan perilaku pemberian ASI eksklusif, disarankan petugas kesehatan lebih aktif untuk memberikan informasi dan motivasi tentang ASI eksklusif. Kata kunci: Asi eksklusif; pengetahuan; pekerjaan; HIV/AIDS; dukungan keluarga
Karakteristik Tatalaksana Pasien Otitis Media Supuratif Kronik Tipe Benign di RS Sayang Rakyat Makassar Nadia Rofifah Adellia; Ahmad Ardhani Pratama; Jusli; Samsi Mesi; Muhammad Alfian Jafar
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i2.380

Abstract

Otitis Media Supuratif Kronik adalah penyakit yang sering ditemukan baik pada orang dewasa maupun anak-anak, terutama tipe benign. Beberapa kasus dapat menyebabkan abses cerebri dan komplikasi lainnya yang dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas, jika tidak ditatalaksana dengan baik. Pemberian Antibiotik dan Teknik Operasi yang tepat dapat menurunkan angka kematian akibat komplikasi Otitis Media Supuratif Kronik. Oleh karena itu, maka penting dilakukan penelitian tentang Karakteristik Tatalaksana Pasien Otitis Media Supuratif Kronik Tipe Benign di RSUD Sayang Rakyat Makassar. Tujuan penelitisn ini yaitu Mengetahui Bagaimana Karakteristik Tatalaksana Pasien Otitis Media Supuratif Kronik Tipe Benign di RSUD Sayang Rakyat.Penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder yaitu rekam medik. Penelitian dilakukan pada Oktober 2021 - Agustus 2022 bertempat di Rumah Sakit Sayang Rakyat Makassar. Pada penelitian ini didapatkan mayoritas subjek penelitian ini berusia Lansia yaitu usia 46 tahun – 65 tahun (35,48 %), memiliki Jenis kelamin Perempuan yaitu sebanyak 82 orang (52.90 %), memiliki tingkat Pendidikan Tamat SMA yaitu sebanyak 43 orang (27.74 %), tidak memiliki pekerjaan yaitu sebanyak 58 orang (37.42 %) dan mayoritas memiliki tatalaksana OMSK Benign tipe Aktif dengan tatalaksana Toilet telinga + Antibiotik topikal + Antibiotik sistemik yaitu sebanyak 143 orang (92.26%). OMSK tipe Benign paling banyak terjadi pada usia Lansia, Jenis kelamin Perempuan, Pendidikan terakhir SMA, tidak memiliki pekerjaan dan Tatalaksana terbanyak digunakan dengan Toilet telinga, Antibiotik topical dan Antibiotik sistemik.
Karakteristik Penderita Syok Kardiogenik Tahun 2022 Faisal Sommeng; Rifka Yusraeni; Wisudawan; Romy Hefta Mulya; Muhammadong
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i3.383

Abstract

Syok kardiogenik merupakan suatu kondisi di mana terjadi hipoksia jaringan sebagai akibat dari menurunnya curah jantung, meskipun volume intravaskuler cukup.Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui gambaran karakteristik penderita syok kardiogenik di Rumah Sakit Ibnu Sina. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif pendekatan retrospektif dengan metode purposive sampling, populasi kematian dari Januari 2022 – Desember 2022 di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2022 berjumlah 47 kasus. Karakteristik yang didapatkan berupa usia, jenis kelamin, usia, penyakit dasar, body mass index, riwayat diabetes melitus dan riwayat hipertensi. Karakteristik penderita syok kardiogenik di Rumah Sakit Ibnu Sina tahun 2022 didominasi oleh kelompok usia Lansia (46-65 tahun) dan kasus terbanyak pada jenis kelamin laki-laki. Berdasarkan penyakit dasar penyebab syok kardiogenik pada congestive heart failure, kasus penyebab syok kardiogenik berdasarkan body mass index terbanyak pada kasus obes tipe 1 (25 – 29,9). Kasus penyebab syok kardiogenik terbanyak pada penelitian ini pada pasien yang tidak memiliki riwayat diabetes melitus, Hasil ini tidak sesuai dengan penelitian yang sebelumnya, hal ini mungkin menyebabkan kurangnya data yang diperoleh pada penelitian ini. Kasus penyebab syok kardiogenik terbanyak pada pasien yang memiliki riwayat hipertensi.
Hubungan Ankle Brachial Index dengan Keparahan Ulkus Kaki Diabetic Derajat Wagner pada Penderita Diabetes Melitus Prema Hapsari Hidayati; Muh. Fadil Asrar; Hendrian Chaniago; Darariani Iskandar; Syarif Hidayatullah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i3.385

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan kelompok penyakit metabolik yang ditandai oleh tingkat gula darah yang tinggi dalam jangka waktu yang lama, dan penderitanya berisiko mengalami sejumlah komplikasi. Perubahan patologis khas pada kaki penderita DM, seperti infeksi, ulkus kaki diabetik, dan neuropati, secara kolektif disebut sebagai sindrom kaki diabetik. Salah satu komplikasi yang signifikan dari diabetes mellitus adalah ulkus diabetik, yang dapat menyebabkan peningkatan tingkat morbiditas pada pasien secara umum. Komplikasi ini dapat dicegah, terutama karena seringkali dipicu oleh trauma ringan. Ankle brachial index (ABI) merupakan alat non-invasif yang digunakan untuk menilai status vaskular pada pasien. Alat ini mengukur rasio antara tekanan darah sistolik pada ekstremitas atas dan bawah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara ankle brachial index dengan kejadian ulkus diabetik pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional, dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Penelitian dilaksanakan di RS Ibnu Sina Makassar dan RS Bayangkara Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ankle brachial index dengan kejadian ulkus kaki diabetik, terutama pada kelompok Wagnert grade 3 yang memiliki nilai ABI dengan oklusi ringan (0.71-0.90), dengan jumlah sebanyak 13 orang. Analisis statistik menggunakan uji Spearman menghasilkan nilai p = 0,004 (p < 0,05) dan r = -0,450. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan dan berbanding terbalik antara nilai Ankle brachial index (ABI) dengan derajat keparahan Ulkus Diabetik, di mana semakin rendah nilai ABI, semakin tinggi derajat keparahan Ulkus Diabetik.
Karakteristik Pasien Preeklampsia pada Ibu Bersalin di RSIA Sitti Khadijah 1 Periode 2022-2023 Kasma; Masita Fujiko; Haizah Nurdin; Irwan; Abadi Aman
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i2.386

Abstract

Preeklampsia adalah suatu keadaan hipertensi pada kehamilan yang juga berkaitan dengan sekitar 2%-8% komplikasi dari semua kehamilan di seluruh dunia. Lebih dari 50.000 terjadi kematian pada ibu dan hampir 500.000 kematian terjadi pada bayi di seluruh dunia. Metode penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan jumlah penderita preeklampsia di RSIA Sitti Khadijah I Makassar pada tahun 2022-2023 yang memenuhi sampel adalah 110 ibu hamil. Karakteristik yang didapatkan berupa umur, jumlah paritas, riwayat hipertensi dan riwayat pendidikan. Hasil pada penelitian ini dapat disimpulkan sebagian besar ibu dengan preeklampsia berat (52,7%) pada kelompok usia berisiko <20->35 tahun, sebanyak 56 (50,9%) dengan paritas berisiko, kemudian lebih dari separuh pasien tidak memiliki riwayat hipertensi yaitu 72 orang (65,5%) dan, terbanyak responden masuk dalam kategori pendidikan rendah sebanyak 48 responden (43,6%). Kesimpulan preeklampsia berat pada penelitian ini paling banyak terjadi pada kelompok usia berisiko yaitu usia terlalu muda dan terlalu tua, primigravida, multigravida, tanpa riwayat hipertensi, disertai pendidikan yang rendah
Literature Review : Manfaat dan Bioaktivitas Daun Sirih (Piper Betle L.) Sebagai Antibakteri Rizqie Hayyudiah; Dahliah; Abbas Zavey Nurdin; Rachmat Faisal Syamsu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i3.387

Abstract

Beberapa tanaman obat telah diteliti secara ekstensif untuk menemukan senyawa bioaktif baru. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis tanaman memiliki senyawa antimikroba. Piper betle Linn., tanaman merambat ramping, yang tersebar di India, Sri Lanka, Thailand dan negara tropis lainnya. Tumbuhan ini memiliki daun yang berbentuk hati berwarna hijau tua, halus, mengkilat dan bertangkai panjang, dengan puncak yang runcing. Telah dilaporkan dapat digunakan sebagai pengobatan berbagai penyakit seperti konjungtivitis, bisul dan abses, luka dan cedera. Meskipun semua efek positif daun sirih ini diketahui, biokimia dari efek menguntungkan ini tetap tidak jelas. Selain itu, ekstrak daun sirih sebelumnya telah terbukti memiliki efek antimikroba yang kuat dalam beberapa artikel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manfaat dan bioaktivitas daun sirih (Piper Betle L.) sebagai antibakteri. Jenis penelitian menggunakan metode narative review dan pengambilan data dilakukan dari beberapa literatur pada jurnal nasional dan internasional terakreditasi. Pada penelitian ini didapatkan rentang diameter daya hambat yang dihasilkan bakteri Salmonella typhimurium sebesar 0 – ±40 mm, bakteri Staphylococcus aureus sebesar 0 – ±35 mm, bakteri Pseudomonas aeruginosa sebesar 0 – ±35 mm, bakteri Escherisia coli sebesar 0 – ±30 mm. Berdasarkan litterature review ini, didapatkan bahwa ekstrak daun sirih hijau mempunyai aktivitas antibakteri terhadap beberapa bakteri dengan ukuran daya hambatnya. Aktivitas antibakteri terbaik ditunjukkan terhadap bakteri gram negatif yaitu, Salmonella typhimurium dengan zona hambat ± 40 mm menggunakan pelarut etil asetat. Ada sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi perbedaan diameter hambat yang ditemukan selama pengujian aktivitas antibakteri.
Gambaran Asupan Vitamin C Mahasiswa Fakultas Kedokteran Angkatan 2018 Mukhbita Alifia Danial; Nesyana Nurmadilla; Rezky Pratiwi LB; Aryanti Bamahry; Rachmat Faisal Syamsu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i10.389

Abstract

Nutrisi yang ada dalam makanan dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu makronutrien dan mikronutrien. Mikronutrien merupakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah kecil, contohnya adalah vitamin dan mineral. Salah satunya adalah vitamin C, vitamin C merupakan vitamin yang larut dalam air dan bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan turunnya daya tahan tubuh, kontraksi otot melemah sehingga dapat menyebabkan kelelahan. Penelitian dilakukan melalui daring/media online, Pada bulan Maret 2021 hingga selesai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan studi potong lintang (cross-sectional study) yang bertujuan untuk mengetahui gambaran asupan vitamin C mahasiswa Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2018 kelas A dan B. Jenis bahan makanan sumber vitamin C yang dikonsumsi oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2018 dari 232 responden dengan mahasiswa kelas A sebanyak 114 responden (49,1%) dan mahasiswa kelas B sebanyak 118 responden (50,9%). Jenis makanan yang dikonsumsi oleh 54 responden yang memenuhi asupan vitamin C lebih bervariasi dan lebih banyak mengandung sumber vitamin C seperti jus jeruk, mangga, singkong,dan salak, sedangkan jenis makanan yang dikonsumsi oleh 178 responden dengan nilai asupan vitamin C rendah, kurang bervariasi dan hanya sedikit mengandung sumber vitamin C seperti sayur labu dan sayur sop.Jumlah asupan vitamin c yang dikonsumsi oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2018 yaitu dari 232 responden dengan asupan Vitamin C adekuat sebanyak 54 responden (23,3%) dan asupan Vitamin C tidak adekuat sebanyak 178 responden (76,7%).
Hubungan Kadar Leukosit pada Pasien Stroke Iskemik Zarah Asvirah Bakrie; Arina Fathiyyah Arifin; Achmad Harun Muchsin; Irna Diyana Kartika Kamaluddin; Irmayanti
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 6 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i6.391

Abstract

Stroke adalah suatu kondisi ketika sebagian besar gejala klinis muncul tiba-tiba, merusak fungsi otak, bertahan lebih dari 24 jam, dan berakibat fatal. Stroke iskemik terjadi ketika suplai darah ke beberapa bagian otak tidak mencukupi karena adanya oklusi pembuluh darah arteri otak sehingga terjadi iskemia dan oksigen yang dibutuhkan oleh sel otak menjadi sedikit atau bahkan tidak ada. Leukosit atau sel darah putih diproduksi oleh sumsum tulang dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui aliran darah, berperan melindungi diri dari infeksi dan penyakit, Saat tubuh terserang penyakit, kadar leukosit akan meningkat sebagai respon terhadap penyakit tersebut. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui adakah hubungan leukosit pada pasien stroke iskemik di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar ditahun 2021-2022. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar pasien stroke iskemik di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar berusia 46-65 tahun (61,8%) dan berjenis kelamin perempuan (50,4%). Selain itu sebanyak 53,4% pasien stroke iskemik tidak memiliki pekerjaan. Secara statistik, ada hubungan jumlah kadar leukosit 11.064 sel/mikroliter serta ada hubungan komorbid pada DM dan hipertensi dengan jenis stroke iskemik. Pada stroke iskemik, ada korelasi antara kadar leukosit, DM dan hipertensi.