cover
Contact Name
Max Robinson Wenno
Contact Email
maxwenno@yahoo.com
Phone
+6285243166402
Journal Mail Official
maxwenno@yahoo.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura Jln. Mr. Chr. Soplanit, Kampus Poka, Ambon, Maluku, Indonesia
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan
Published by Universitas Pattimura
ISSN : ""     EISSN : 27756343     DOI : https://doi.org/10.30598/jinasua.2023.3.1.193
Jurnal Teknologi Hasil Perikanan (JTHP) is a scientific periodical published by PS. Fisheries Product Technology, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, UNPATTI. This media will publish the latest research and literature results in the field of Fishery Product Technology, particularly those related to the application of technology for improving the quality of fishery products, developing new fishery products, safety of fishery products, utilization of fishery product waste and other topics that are closely related to the utilization and processing of fishery products that can be consumed by humans.Jurnal Teknologi Hasil Perikanan (JTHP) is a scientific periodical published by PS. Fisheries Product Technology, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, UNPATTI. This media will publish the latest research and literature results in the field of Fishery Product Technology, particularly those related to the application of technology for improving the quality of fishery products, developing new fishery products, safety of fishery products, utilization of fishery product waste and other topics that are closely related to the utilization and processing of fishery products that can be consumed by humans
Articles 50 Documents
KARAKTERISTIK KIMIA, FISIK DAN ORGANOLEPTIK KRIM KULIT DENGAN PENAMBAHAN KOLAGEN Wattimena, Martha L.; Kaya, Adrianus O. W.; Wenno, Max R.; Nanlohy, Esterlina E. E. M.; Pattipeiluhu, Yuni
INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan Vol 3 No 1 (2023): INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jinasua.2023.3.1.174

Abstract

Kolagen umumnya diaplikasikan pada bidang kosmetik. Kolagen dalam bidang kosmetik dapat digunakan untuk perawatan kulit sebagai antipenuaan dini dan melembabkan kulit. Krim atau lotion adalah salah satu pelembab yang berfungsi menyokong kelembaban dan daya tahan air pada lapisan kulit sehingga dapat melembutkan dan menjaga kehalusan kulit. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kolagen dari kulit ikan cod terhadap karakteristik kimia, fisik dan karakteristik organoleptik krim kulit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode percobaan dengan empat perlakuan yaitu 0%, 10%, 15% dan 20%. Hasil penelitian menunjukan bahwa krim kulit dengan penambahan kolagen 15% memiliki nilai yang terbaik diatara perlakuan lainnya untuk parameter kimia, fisik dan juga organoleptik.
PERUBAHAN MUTU IKAN LAYANG (Decapterus sp.) SEGAR YANG DIRENDAM DALAM LARUTAN TOMI-TOMI (Flacourtia inermis Roxb) SELAMA PENYIMPANAN Nendissa, Dessiry M.; Lokollo, Edir; Wally, Mintari
INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan Vol 3 No 1 (2023): INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jinasua.2023.3.1.183

Abstract

Ikan layang termasuk jenis pemakan zooplankton, hidup di dekat permukaan laut (pelagis) dan membentuk gerombolan besar. Penurunan mutu ikan dapat dilihat dari berubahnya lendir, mata, insang dan isi perut yang menuju membusuk. Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan mutu ikan layang segar yang direndam dalam larutan tomi-tomi selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan analisis nilai pH, nilai TPC, dan E,Coli, dan didapati hasil yaitu nilai pH dan TPC yang menunjukkan bahwa semakin lama waktu penyimpanan maka nilainya mengalami peningkatan, dan untuk nilai Esherichia coli menunjukan bahwa semua sampel positif. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu perendaman ikan layang menggunakan tomi-tomi efektif apabila fungsinya hanya untuk mempertahankan mutu, namun bakteri yang terdapat didalam ikan tersebut tetap bertahan dan semakin bertambah.
UMUR SIMPAN ABON IKAN LAYANG (Decapterus sp.) BERDASARKAN PENDEKATAN MODEL ARRHENIUS Lailaem, Jainal; Lalopua, Vonda M. N.; Savitri, Imelda K. E.
INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan Vol 3 No 1 (2023): INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jinasua.2023.3.1.191

Abstract

Abon ikan merupakan produk olahan ikan siap santap dengan penambahan bumbu dan rempah, berupa hancuran daging ikan yang kering dengan citarasa yang lezat. Dalam penyimpanannya produk tersebut akan mengalami kemunduran mutu hingga mencapai kondisi tidak layak untuk dikonsumsi, Studi prediksi umur simpan penting dalam produksi produk pangan, sebagai usaha untuk menyediakan informasi umur simpan yang dapat diterapkan pada produk pangan. Salah satu reaksi kerusakan yang banyak menyebabkan penurunan mutu produk pangan setelah produksi adalah reaksi oksidasi lemak yang menyebabkan terbentuknya komponen volatil dan bertanggung jawab terhadap timbulnya ketengikan. Angka peroksida penting untuk menentukan derajat kerusakan ketengikan produk pangan akibat oksidasi. Pendugaan umur simpan model pendekatan Arrhenius, mensimulasikan percepatan kerusakan produk pada berbagai kondisi penyimpanan suhu yang lebih tinggi di atas suhu penyimpanan normal. Penentuan umur simpan abon ikan layang menggunakan model Arrhenius diperoleh hasil perhitungan umur simpan abon ikan layang pada suhu penyimpanan30oCadalah61hari.
KESUKAAN PANELIS TERHADAP SELAI RUMPUT LAUT “LAT” (Caulerpa sp.) DENGAN KONSENTRASI GULA BERBEDA Matrutty, Theodora E. A. A.; Fransina, Eirene G.; Idi, Paulus R. R.; Sitania, Hizkia J.; Tapotubun, Alfonsina M.
INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan Vol 3 No 2 (2023): INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jinasua.2023.3.2.193

Abstract

Rumput laut lat dan pisang tongka langit merupakan bahan pangan lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk olahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap selai rumput laut lat dan pisang tongka langit dengan penambahan konsentrasi gula berbeda. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan selai yaitu rumput laut lat, pisang tongka langit dan gula. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen. Perlakuan yang dicoba yaitu selai rumput laut lat dan pisang tongka langit dengan penambahan gula dengan konsentrasi berbeda yaitu 200 gr (A1), 250 gr (A2), dan 300 gr (A3). Parameter uji yang dilakukan adalah uji kesukaan panelis terhadap warna, rasa, tekstur, dan aroma selai. Panelis yang melakukan penilaian adalah 15 panelis setengah terlatih menggunakan skala hedonik 9 hingga 1. Data hasil penilaian panelis direkapitulasi menggunakan Microsoft Office Excel (Microsoft Inc. USA) dan dianalisis secara deskriptif. Karakteristik warna, aroma, tekstur dan rasa produk selai yang sangat disukai oleh panelis adalah selai rumput laut lat dan pisang tongka langit dengan perlakuan penambahan gula 300 gr (A3).
FORTIFIKASI KONSENTRAT PROTEIN IKAN TUNA DALAM PEMBUATAN FINGER STICK Warkey, Ahasyweros A.; Leiwakabessy, Jusuf; Matrutty, Theodora E. A. A.
INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan Vol 3 No 2 (2023): INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jinasua.2023.3.2.199

Abstract

Finger stick merupakan produk biskuit yang mempunyai kandungan gizi yang rendah. Mengingat tetelan ikan tuna merupakan limbah yang tinggi akan kandungan protein, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang diversifikasi olahan, subtitusi konsentrat protein ikan dari tetelan ikan tuna merupakan salah satu inovasi untuk meningkatkan kulitas gizi dari pada produk finger stick. Tujuan dari pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai organoleptik dan kandungan kimia (proksimat) pada finger stick dengan penambahan konsentrat protein ikan tetelan ikan tuna. Hasil yang diperoleh dari uji organoleptik menunjukan bahwa finger stick tanpa subtitusi konsentrat protein ikan, subtitusi konsentrat protein ikan sebanyak 15%, 20% dan 25% berturut-turut menunjukkan nilai kenampakan yaitu 4,4; 4,2; 4,5; dan 4,7; nilai aroma 4,8; 4,4; 4,8; dan 4,7; nilai tekstur 4,1; 4,2; 4,6; dan 4,4; dan nilai rasa 4,7; 4,1; 4,8; dan 4,6. Dari hasil organoleptik didapatkan bahwa finger stick dengan penambahan konsentrat protein ikan 20% memiliki nilai organoleptic terbaik. Selanjutnya untuk perlakuan terbaik (finger stick dengan penambahan konsentrat protein ikan 20%) dilakukan uji proksimat dan diperoleh hasil proksimat sebagai berikut: kadar air 3,00%, kadar abu 1,09%,kadar lemak 16,52%, kadar protein 32,72% dan karbohidrat 46,67%.
MUTU ORGANOLEPTIK DAN KIMIA ABON IKAN TUNA (Thunnus sp.) ASAP CAIR Utami, Isti D.; Rieuwpassa, Fredrik; Gaspersz, Febe F.; Matrutty, Theodora E. A. A.
INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan Vol 3 No 2 (2023): INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jinasua.2023.3.2.207

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui mutu orhanoleptik dan kimia abon ikan dengan penambahan konsentrasi larutaan asap cair. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimen (percobaan). Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanpa penambahan larutan asap cair (A0), larutan asap cair konsentrasi 3% (A3), larutan asap cair konsentrasi 5% (A5) dan larutan asap cair konsentrasi 7% (A7). Penelitian ini dilakukan dengan 2 kali ulangan. Hasil yang diperoleh adalah abon ikan tuna asap cair dengan konsentrsi 7% memiliki nilai organoleptik yaitu kenampakan 7.92, bau 7.85 rasa 8.5 dan tekstur 8.12. Sedangkan parameter kimia rata-rata kadar air 6.36%, kadar lemak 42.87 %, protein 21.85%, abu 4.07%, dan karbohidrat 24.85%.
KEBERADAAN BAKTERI ASAM LAKTAT PADA OLAHAN KECAP TETELAN TUNA (Thunnus sp) SELAMA PROSES FERMENTASI Gasperzs, Febe F.; Sormin, Raja B. D.; Mailoa, Meigy N.; Wali, Rosita
INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan Vol 3 No 2 (2023): INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jinasua.2023.3.2.215

Abstract

Kecap ikan merupakan produk bahan makanan hasil olahan melalui proses fermentasi yang dibuat dari ikan maupun limbah ikan dengan rasa dan bau yang khas serta daya simpan yang lama. Aktifitas bakteri asam laktat merupakan salah satu faktor penting dalam proses fermentasi. Penelitian mempelajari tentang keberadaan bakteri asam laktat pada olahan kecap tetelan tuna (Thunnus sp) selama proses fermentasi. Metode penelitian adalah metode eksperimen dengan suhu fermentasi 50ºC perlakuan konsentrasi enzim papain (A) yang terdiri dari A1 (0 %), A2 (9 %), A3 (12 %), A4 (15 %), konsentrasi garam (B) yang terdiri dari B1 (8%), B2 (10%) dan lama fermentasi (C) yang terdiri dari C0 (0 hari), C1 (6 hari), dan C2 (12 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya total BAL dapat mengakibatkan kondisi fermentasi menjadi asam sehingga akan menghambat adanya pertumbuhan bakteri lain. Kecap ikan dengan penambahan enzim papain 15% lebih cepat terhidrolisis dibandingkan dengan penambahan enzim papain 9%. Perbedaan tersebut terjadi karena adanya perbedaan penambahan konsentrasi enzim yang dapat mempercepat proses hidrolisis. Papain mengandung enzim proteolitik yang dapat menghidrolisis protein sehingga dapat melunakkan daging. Semakin lama proses fermentasi dilakukan maka pertumbuhan BAL semakin meningkat hal tersebut dikarenakan penggunaan konsentrasi enzim dan garam.
KARAKTERISTIK FISIKO KIMIA LULUR TRADISIONAL YANG DISUBSTITUSI TEPUNG RUMPUT LAUT (Euchema cottonii) Pelu, Hajar I. S.; Lalopua, Vonda M. N.; Savitri, Imelda K. E.
INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan Vol 3 No 2 (2023): INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jinasua.2023.3.2.221

Abstract

Lulur adalah salah satu kosmetika yang popular untuk perawatan kesehatan dan kecantikan kulit, melalui proses pengangkatan kotoran dan kulit mati. Dalam penelitian ini dilakukan percobaan pembuatan lulur tradisional dengan substitusi tepung rumput laut Euchema cottonii sebagai sumber antioksidan yang baik untuk kesehatan dan kecantikan kulit terhadap tepung beras dengan tujuan mempelajari karakteristik fisikokimia lulur rumput laut E. cottonii. Perlakuan yang dicobakan dalam penelitian ini yaitu substitusi tepung E. cottonii terhadap tepung beras sebesar 0% (A1); 10% (A2); 20% (A3); 30% (A4); 40% (A5) dan 50% (A6) dalam 100 gram lulur. Selain itu juga ditambahkan garam dan bubuk kayu manis masing-masing sebesar 5% sebagai pewangi dan penghambat pertumbuhan kapang. Pengujian organoleptic menunjukkan respon panelis tertinggi terhadap tekstur dan aroma lulur dengan substitusi tepung E. cottonii 10% dan 50% terhadap tepung beras. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan lulur dengan substitusi tepung E. cottonii 50% terhadap tepung beras yang terbaik dengan kandungan air 9,29%, nilai pH 5,8 dan aktivitas antioksidannya 199,47 ppm.
MUTU KIMIA DAN ORGANOLEPTIK IKAN LAYANG (Decapterus sp.) ASAP BUMBU TRADISIONAL DARI BEBERAPA PEDAGANG DI DESA PELAUW KABUPATEN MALUKU TENGAH Tupan, Johanna; Nanlohy, Esterlina E. E. M.; Latuconsina, Dalesi
INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan Vol 3 No 1 (2023): INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jinasua.2023.3.1.193

Abstract

Pengasapan merupakan suatu metode pengolahan ikan yang dapat menghasilkan cita rasa, aroma, dan warna yang khas pada produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu kimia dan organoleptik ikan layang asap tradisional dari beberapa pedagang di Desa Pelauw. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Dasar Universitas Pattimura Ambon, Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan dan Desa Pelauw. Metode penelitian adalah percobaan dan eksplorasi. Sampel ikan layang asap tradisional diambil dari pengolah dan dilakukan uji kimia dengan menggunakan dua perlakuan, masing-masing dua kali ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu dari dua pedagang. Parameter yang di uji adalah kadar air, kadar abu, kadar lemak, dan protein dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar air dari pedagang A lebih rendah dibandingkan pedagang B, serta kadar protein dari pedagang A lebih tinggi dari pedagang B. Ikan Layang Asap Tradisional dari pedagang A dan B memiliki kenampakan yang sama- sama cerah, warna asap tersebar merata, tekstur yang keras dan rasa ikan gurih dengan penambahan bumbu dengan berbeda takaran. Berdasarkan hasil dari analisis dapat disimpulkan bahwa kadar air, lemak, abu dan protein sesuai dengan standar SNI ikan asap.
FORTIFIKASI KARAGENAN DAN KOLAGEN PADA PEMBUATAN BOBA Nanlohy, Esterlina E. E. M.; Kaya, Adrianus O. W.; Wenno, Max R.; Peea, Graciela I.
INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan Vol 4 No 1 (2024): INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jinasua.2024.4.1.279

Abstract

Boba merupakan tambahan minuman yang mengandung tinggi kalori, rendah protein serta rendah serat. Perlu modifikasi dengan menambahkan karagenan sebagai penambah serat dan kolagen sebagai penambahan protein. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai organoleptik, karakteristik kimia dan fisik boba dengan penambahan karagenan dan kolagen kulit ikan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan dua perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa boba dengan penambahan karagenan dan kolagen kulit ikan yang terpilih berdasarkan hasil uji organoleptik adalah formulasi A1. Karakteristik kimia boba dengan nilai tertinggi untuk kadar protein adalah A1 dengan nilai 4,28% kadar abu A1 1,4%, kadar serat kasar A0 2,18% dan kadar gula A1 11,19%. Serta karakteristik fisik daya kembang boba yang dihasilkan dengan nilai tertinggi A1 yaitu 1,38%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan boba dengan nilai organoleptik, kimia dan fisik terbaik sebaiknya menggunakan perlakuan A1(25 gram karagenan dan 10 gram kolagen kulit ikan). Kata kunci: Boba, Karagenan, Kolagen kulit ikan