cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
m.asyari@litpam.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Authentic Research
ISSN : -     EISSN : 28283724     DOI : 10.36312/jar
Journal of Authentic Research (ISSN. 2828-3724) is an open-access journal that published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes research papers in the field of social science and natural science. Journal of Authentic Research publish twice a year (bianually) in January and July. This journal has OAI address: https://journal-center.litpam.com/index.php/jar/oai
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 791 Documents
Pengembangan Media Game Edukasi Digital Kahoot Berbasis Pendekatan Deep Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Kelas III SDN Wates 02 Kota Semarang Nurisma, Syahrotun Septi; Asih, Sri Sami
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/agpxzg29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa game edukasi digital berbasis Kahoot pada materi siklus hidup makhluk hidup dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial di kelas III sekolah dasar, sekaligus mengkaji tingkat kelayakan serta efektivitas penggunaannya dalam meningkatkan hasil belajar murid. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan yang terdiri atas empat tahap, yaitu analisis kebutuhan, perancangan produk media, tahap pengembangan, dan uji coba dalam skala terbatas. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Wates 02 di Kota Semarang, melibatkan 26 siswa kelas tiga sebagai subjek penelitian. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes untuk mengukur hasil belajar, serta instrumen non-tes berupa observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui perhitungan persentase untuk menilai kelayakan media, dan analisis statistik untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan membandingkan skor sebelum dan sesudah pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, media yang dikembangkan mendapatkan penilian layak dari ahli validator materi dan validator media. Selain itu, penggunaan media dalam pembelajaran mendapat tanggapan positif dari guru maupun siswa. Analis hasil hasil belajar menyajikan peningkatan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penggunaan media, dengan kategori peningkatan tinggi. Dengan demikian, media permainan edukasi digital yang dikembangkan berbasis Kahoot dapat dinyatakan layak untuk digunakan untuk meningkatkan pemahaman murid mengenai siklus hidup makhluk hidup pada pembelajaran IPAS di sekolah.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Publik dan Zona Integritas berpredikat WBBM terhadap Kepuasan Pengguna PTSP Kanwil Kemenag Bali Amalina, Meutia; Purwanto, Purwanto; Aisyah, Siti
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/rsgpzd91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan publik dalam kerangka Zona Integritas berpredikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) terhadap kepuasan pengguna layanan pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain asosiatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 255 responden yang merupakan pengguna layanan PTSP dengan teknik purposive sampling. Variabel penelitian terdiri dari dimensi kualitas pelayanan berdasarkan model SERVQUAL, yaitu Tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan Empathy sebagai variabel independen, serta kepuasan pengguna layanan sebagai variabel dependen. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial seluruh dimensi kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna layanan. Secara simultan, kelima dimensi tersebut juga berpengaruh positif dan sangat signifikan dengan kontribusi sebesar 93,6% dalam menjelaskan variasi kepuasan pengguna layanan. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi Zona Integritas berpredikat WBBM telah berhasil meningkatkan kualitas pelayanan publik secara menyeluruh, sehingga mampu menciptakan pelayanan yang profesional, responsif, terpercaya, dan berorientasi pada masyarakat. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan menjadi kunci dalam menjaga kepuasan pengguna serta keberhasilan reformasi birokrasi berbasis pelayanan publik. This study aims to analyze the effect of public service quality within the Integrity Zone framework with the predicate of Corruption-Free and Clean Serving Bureaucracy (WBBM) on user satisfaction at the One-Stop Integrated Service (PTSP) of the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs of Bali Province. This research employs a quantitative approach with an associative design. Data were collected through questionnaires distributed to 255 respondents who are service users, using purposive sampling technique. The independent variables consist of service quality dimensions based on the SERVQUAL model, namely Tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy, while the dependent variable is user satisfaction. Data analysis was conducted using multiple linear regression with SPSS. The results show that partially all service quality dimensions have a positive and significant effect on user satisfaction. Simultaneously, the five dimensions also have a positive and highly significant effect, contributing 93.6% in explaining the variation of user satisfaction. These findings indicate that the implementation of the WBBM Integrity Zone has successfully improved public service quality comprehensively, resulting in professional, responsive, reliable, and user-oriented services. This study implies that continuous improvement of service quality is essential to maintain user satisfaction and support the sustainability of bureaucratic reform based on public service excellence.
Kajian Feminisme terhadap Keterbatasan KebebasanPerempuan dalam NovelDi Bawah Lindungan Ka'bah Karya Hamka Khotimah, Deti Alia; Hamdani, Agus; Loekman, Arief
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/b0frss43

Abstract

Karya sastra merupakan salah satu medium yang digunakan untuk merepresentasikan fenomena sosial dalam kehidupan masyarakat. Novel Di Bawah Lindungan Ka'bah karya Hamka yang diterbitkan pada tahun 2017 dan terdiri atas 91 halaman mengangkat kisah cinta tragis antara Zainab dan Hamid yang kandas akibat kuatnya norma dan budaya dalam masyarakat Minangkabau. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterbatasan kebebasan perempuan yang tergambar dalam novel tersebut melalui perspektif feminisme liberal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumenter melalui membaca secara intensif dan berulang-ulang serta mencatat bagian-bagian teks yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan pembacaan heuristik untuk memahami makna literal teks dan pembacaan hermeneutik untuk menafsirkan makna yang lebih mendalam berdasarkan konteks sosial dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh perempuan dalam novel ini mengalami berbagai bentuk pembatasan yang dipengaruhi oleh norma sosial dan budaya patriarkal. Keterbatasan tersebut tampak pada rendahnya akses pendidikan bagi perempuan serta dominasi keluarga dalam menentukan pasangan hidup. Dengan demikian, novel Di Bawah Lindungan Ka'bah tidak hanya merepresentasikan kisah romansa, tetapi juga secara tegas merefleksikan ketimpangan relasi gender dalam masyarakat Minangkabau serta relevan sebagai objek kajian feminisme liberal dalam memahami isu kesetaraan gender dalam karya sastra.
Rancangan Konseptual Model Pembelajaran Utilitas Bangunan Berbasis Project-Based Learning dan Workshop untuk Penguatan Kompetensi Mahasiswa Teknik Bangunan Hidayatullah, Ahmad Rofif; Setyawan, Trihana Yuli; Zamroni, Ahmad Zaim Zamroni; Ibramovich, Alfath; Khusna, Alfin Dahlia Nahdlotul; Kiong, Tee Tze
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/qkv1pw61

Abstract

Pembelajaran utilitas bangunan merupakan salah satu kompetensi inti dalam pendidikan teknik bangunan yang menuntut adanya integrasi yang seimbang antara penguasaan teori dan keterampilan praktik. Namun demikian, dalam implementasinya masih terdapat kesenjangan antara pemahaman konseptual dan kemampuan aplikatif mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran utilitas bangunan berbasis Project-Based Learning (PjBL) melalui integrasi teori dan workshop guna meningkatkan kompetensi mahasiswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap lebih dari 20 jurnal ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles & Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data (data display), serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek yang terintegrasi dengan kegiatan workshop mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kompetensi teknis mahasiswa. Sintesis tematik menghasilkan empat tema utama, yaitu: (1) karakteristik pembelajaran utilitas bangunan, (2) efektivitas Project-Based Learning, (3) integrasi antara teori dan praktik, serta (4) penguatan kompetensi mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model pembelajaran integratif sebagai pendekatan inovatif dalam pendidikan teknik bangunan. Building utilities learning requires a strong integration of conceptual understanding, system design capability, and hands-on skills related to mechanical, electrical, plumbing, HVAC, and building safety systems. The initial manuscript framed the integration of Project-Based Learning (PjBL) and workshops as an effective model; however, such an effectiveness claim must be aligned with a literature-based method that does not involve empirical testing. This study therefore aims to formulate a conceptual design of a building utilities learning model based on PjBL and workshops through a literature synthesis. The study employed a conceptual literature review design involving reference audit, source selection based on thematic relevance, and thematic synthesis through data reduction, data display, and conclusion drawing. The final corpus consisted of 23 sources covering PjBL, engineering and vocational education, practice-based learning, building utilities learning, and literature synthesis methodology. The synthesis produced five major themes: the systemic nature of building utilities, the need for authentic project tasks, the role of workshops as an experiential learning bridge, the importance of product- and performance-based assessment, and the implementation prerequisites of the model. Based on these themes, this article proposes a five-stage conceptual model: orientation and needs diagnosis, conceptual scaffolding, project planning, workshop implementation, and presentation-reflection-evaluation. The model is not claimed to be empirically effective; rather, it is proposed as a conceptual framework requiring expert validation, limited trials, and effectiveness testing in future research.
Sistem Utilitas Bangunan dalam Mendukung Kenyamanan, Efisiensi Energi, dan Desain Arsitektur Berkelanjutan Hasyim, Achmad Nur; Handayani, Agil Fitri; Ismail, Achmad Zidan Dwi; Ayu, Adilla Rava Naura; Alfian, Ahmad Affan Firza; Kiong, Tee Tze
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/g1vqbt72

Abstract

Sistem utilitas bangunan berpengaruh langsung terhadap kenyamanan, kesehatan, keselamatan, efisiensi energi, dan keberlanjutan desain arsitektur. Akan tetapi, sejumlah kajian masih menempatkan utilitas sebagai persoalan teknis yang terpisah dari proses konseptual arsitektur, sehingga hubungan antara sistem kelistrikan, sanitasi, ventilasi/HVAC, drainase, pengelolaan energi, estetika ruang, dan teknologi digital belum tersintesis secara terpadu. Artikel ini bertujuan menganalisis peran sistem utilitas bangunan dalam mendukung kenyamanan dan efisiensi desain arsitektur serta merumuskan kerangka integratif untuk perancangan arsitektur berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode tinjauan literatur naratif dengan prosedur pencarian terstruktur pada Google Scholar, ScienceDirect, Scopus, Garuda, SINTA, serta dokumen standar terkait pada rentang 2015–2025, dengan beberapa rujukan konseptual klasik yang tetap dipertahankan. Sebanyak 33 sumber inti dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahap familiarisasi, pengodean, pengelompokan tema, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan enam tema utama: kelistrikan dan pencahayaan, air bersih dan sanitasi, ventilasi/HVAC, drainase, pengelolaan energi, serta integrasi digital melalui BIM, sensor, IoT, dan building energy management system. Ventilasi/HVAC dan sanitasi terutama terkait dengan kenyamanan, kesehatan, dan kualitas lingkungan dalam ruang; kelistrikan, pencahayaan, dan pengelolaan energi berhubungan kuat dengan efisiensi operasional; sedangkan drainase menentukan ketahanan bangunan terhadap kelembapan, genangan, dan risiko lingkungan. Kontribusi artikel ini adalah model konseptual yang menempatkan utilitas sebagai variabel desain sejak tahap awal, bukan sebagai komponen tambahan setelah bentuk arsitektur selesai. Building utility systems directly influence comfort, health, safety, energy efficiency, and the sustainability of architectural design. However, many studies still treat utilities as technical components detached from the conceptual design process, leaving the relationships among electrical systems, sanitation, ventilation/HVAC, drainage, energy management, spatial aesthetics, and digital technologies insufficiently synthesized. This article aims to analyze the role of building utility systems in supporting comfort and efficiency in architectural design and to formulate an integrative framework for sustainable architectural design. The study employed a narrative literature review with a structured search procedure across Google Scholar, ScienceDirect, Scopus, Garuda, SINTA, and relevant standards documents published between 2015 and 2025, while retaining several seminal conceptual references. Thirty-three core sources were analyzed through thematic analysis involving familiarization, coding, theme clustering, interpretation, and conceptual synthesis. The findings reveal six main themes: electrical and lighting systems, water supply and sanitation, ventilation/HVAC, drainage, energy management, and digital integration through BIM, sensors, IoT, and building energy management systems. Ventilation/HVAC and sanitation are mainly associated with occupant comfort, health, and indoor environmental quality; electrical, lighting, and energy management systems are strongly related to operational efficiency; while drainage contributes to building resilience against moisture, waterlogging, and environmental risks. The contribution of this article lies in a conceptual model that positions utilities as design variables from the earliest stage rather than as additional components after architectural form has been finalized.
Gambaran Fatherless dalam Pembentukan Self-Compassion pada Siswa SMP Masita, Nurul; Pribadi, Imam; Kadir, Abdul
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/cw5exn59

Abstract

Masa remaja merupakan waktu krusial di mana individu membutuhkan dukungan keluarga yang stabil, namun fenomena fatherless atau ketidakhadiran figur ayah, baik secara fisik maupun emosional, memberikan dampak psikologis serius terhadap perkembangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran self-compassion serta menganalisis faktor-faktor yang dihadapi dalam pembentukannya pada siswa SMP yang mengalami kondisi fatherless. Menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif, penelitian ini melibatkan informan di SMPN 5 Sepakat yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif moderat, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi, dengan teknik analisis menggunakan triangulasi data untuk menjaga kredibilitas hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran self-compassion pada informan secara umum berada pada kategori rendah, yang ditandai oleh dominasi self-judgment yang kuat, rendahnya perasaan common humanity, serta kecenderungan larut dalam emosi negatif (over-identification). Faktor penghambat utama meliputi pola pengasuhan negatif dari orang tua yang tersisa, perundungan dari teman sebaya, dan ketidakstabilan ekonomi pasca-kehilangan figur ayah. Meskipun demikian, terdapat faktor pendukung berupa kehadiran figur pengganti yang suportif dan kemampuan menggunakan afirmasi positif sebagai bentuk resiliensi. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya layanan konseling sekolah yang proaktif dalam mendampingi siswa dengan kerentanan psikologis akibat kondisi keluarga yang tidak utuh guna meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka. Early adolescence is a developmental period that requires stable family support, including the presence of a father figure as a source of emotional security, validation, and relational learning. Fatherlessness may be experienced as physical absence or emotional disconnection and may shape how adolescents treat themselves when facing failure, social pressure, and rejection. This study aimed to describe the lived experience of fatherlessness and the tendency of self-compassion among female junior high school students, as well as to identify the accompanying risk and protective factors. A qualitative approach with a descriptive phenomenological design was employed. Three female students at SMPN 5 Sepakat who experienced fatherlessness due to parental divorce were selected purposively. Data were collected through in-depth semi-structured interviews, moderate participant observation, and documentation. The data were analyzed through phenomenological procedures including transcription, repeated reading, horizontalization, identification of meaning units, thematic clustering, textural-structural description, and formulation of the essence of experience. Trustworthiness was maintained through methodological triangulation, contextual source triangulation, limited member checking, an audit trail, and researcher reflexivity. The findings indicate that participants’ experiences of fatherlessness were associated with a less optimal development of self-compassion, particularly through dominant self-judgment, feelings of being different from peers, and a tendency to be overwhelmed by negative emotions. The risk factors included critical parenting, social comparison, peer bullying, and family economic pressure. Nevertheless, surrogate figures, close peer support, expressive activities, positive affirmation, and future aspirations emerged as protective resources. This study highlights the need for school counseling services that are sensitive to fatherlessness and oriented toward strengthening self-kindness, common humanity, and mindfulness.
Perancangan Website E-Commerce untuk Toko Bunda dengan Pendekatan Metode Rapid Application Development Syarif, Zamir; Hendriyani, Yeka; Sriwahyuni, Titi; Dewi, Ika Parma
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/zkm9yh28

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong usaha kecil dan menengah (UKM) untuk berinovasi melalui e-commerce guna memperluas jangkauan pasar yang sebelumnya terbatas pada area lokal. Toko Bunda menghadapi kendala pada sistem penjualan konvensional, yaitu pelanggan harus datang langsung untuk menanyakan ketersediaan barang, sementara pengolahan data penjualan dan pembuatan laporan masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun website e-commerce bagi Toko Bunda menggunakan metode Rapid Application Development (RAD). Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem menggunakan Unified Modeling Language (UML), implementasi sistem, dan pengujian. Sistem dibangun menggunakan XAMPP, MySQL, dan phpMyAdmin dengan fitur utama berupa manajemen produk, keranjang belanja, checkout, konfirmasi pembayaran, data customer, dan laporan penjualan. Pengujian dilakukan menggunakan Black Box Testing terhadap 5 modul utama dengan 16 skenario uji, dan seluruh fungsi menunjukkan tingkat keberhasilan 100% sesuai spesifikasi kebutuhan. Uji coba terbatas pada 10 pengguna menunjukkan bahwa sistem mudah digunakan serta membantu proses pencarian produk dan transaksi secara lebih cepat dibandingkan dengan metode manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website e-commerce yang dikembangkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan data penjualan, mempermudah pelanggan dalam melakukan pemesanan secara mandiri, serta mendukung perluasan promosi produk melalui media digital. Dengan demikian, sistem ini dapat menjadi alternatif solusi transformasi digital bagi UKM dalam meningkatkan kualitas layanan dan daya saing usaha. The development of information technology encourages small and medium-sized enterprises (SMEs) to innovate through e-commerce to expand their market reach beyond local areas. Toko Bunda faces problems in its conventional sales system, where customers must visit the store directly to check product availability. In contrast, sales data processing and report generation are still carried out manually, resulting in low efficiency. This study aims to design and develop an e-commerce website for Toko Bunda using the Rapid Application Development (RAD) method. The research stages include requirements analysis, system design using Unified Modeling Language (UML), system implementation, and testing. The system was developed using XAMPP, MySQL, and phpMyAdmin, with main features including product management, shopping cart, checkout, payment confirmation, customer data, and sales reports. Testing was conducted using Black Box Testing on 5 main modules with 16 test scenarios, and all functions met system requirements, achieving a 100% success rate. A limited trial involving 10 users indicated that the system is easy to use and helps users search for products and complete transactions faster than the manual method. The results show that the developed e-commerce website can improve the efficiency of sales data management, facilitate independent customer ordering, and support wider product promotion through digital media. Therefore, this system can serve as an alternative digital transformation solution for SMEs to enhance service quality and business competitiveness.
The Use of Digital Tools to English Learn Vocabulary Among 6th Semester English Language Education Students at the University of Mataram Ariani, Farika Dwi; Soepriyanti, Henny; Melani, Boniesta Zulandha; Kamaluddin
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/fgz9bs52

Abstract

English vocabulary mastery has undergone significant changes with the emergence of digital technology. This study aims to examine the use of digital tools in English vocabulary learning by students in the English Language Education Study Program at the University of Mataram, focusing on the utilization of various digital tools. This study used a descriptive qualitative design. Data were collected through online questionnaires completed by 52 participants and in-depth interviews with 10 purposively selected participants. Data were analyzed using thematic analysis based on the Braun and Clarke (2006) model. The results show that students use various digital tools in an integrated manner, combining social media, learning applications, digital dictionaries, and artificial intelligence (AI) in the vocabulary learning process. This process occurs continuously through the stages of discovering new words, understanding their meanings, and using them in sentences or conversations. Furthermore, the effectiveness of digital materials is evident in the multimodal support provided, such as visual and auditory aids to support understanding of meaning and pronunciation. The study also identified barriers to the use of digital tools, including distractions from non-educational content and technical issues related to internet connection. These findings indicate that the functional effectiveness of digital learning tools is directly related to students' strategies and their independent learning abilities. Theoretical and practical implications for the development of technology-based vocabulary learning are also discussed.
Penerapan Integrated Skills Model Melalui Pembelajaran Praktik Kerja Bengkel Untuk Meningkatkan Soft  Skills  Siswa  SMK Gargazi, Gargazi; Hulyadi, Hulyadi; Bayani, Faizul
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/z725hc19

Abstract

Pembelajaran praktik bengkel di SMK sering lebih menekankan penguasaan kompetensi teknis, sementara penguatan soft skills belum selalu diintegrasikan secara sistematis ke dalam aktivitas kerja yang autentik. Penelitian ini bertujuan meningkatkan tanggung jawab dan kerja sama siswa SMK pada praktik pemesinan bubut melalui integrated skills model sekaligus memastikan bahwa peningkatan soft skills tidak menurunkan unjuk kerja teknis. Penelitian menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam enam siklus pada 30 siswa kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan Bubut SMKN 3 Mataram tahun ajaran 2025/2026. Intervensi dilakukan melalui bimbingan teknis awal, pembagian kelompok kecil, pemberian job sheet, observasi perilaku, balikan guru, dan refleksi siswa pada setiap siklus. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi soft skills untuk menilai tanggung jawab dan kerja sama serta lembar observasi unjuk kerja untuk memantau capaian hard skills. Hasil menunjukkan peningkatan bertahap pada kedua aspek soft skills. Skor tanggung jawab meningkat dari 1,00 pada siklus I menjadi 3,77 pada siklus VI, sedangkan skor kerja sama meningkat dari 1,09 menjadi 3,80. Perubahan tersebut menunjukkan pergeseran perilaku dari kategori belum terlihat menuju sudah membudaya. Unjuk kerja teknis tetap stabil dengan rerata 2,9–3,2, standar deviasi 0,2–0,5, dan skewness negatif yang menunjukkan kecenderungan capaian lebih tinggi. Dengan demikian, integrated skills model berkontribusi pada penguatan tanggung jawab dan kerja sama siswa tanpa mengurangi kualitas praktik pemesinan bubut. Vocational workshop learning often prioritizes technical competence, whereas soft skills are not always systematically embedded in authentic work activities. This study aimed to improve vocational students’ responsibility and cooperation in lathe machining practice through the integrated skills model and to examine whether soft-skills improvement could be achieved without reducing technical performance. The study employed classroom action research conducted in six cycles involving 30 eleventh-grade students of the Lathe Machining Expertise Program at SMKN 3 Mataram in the 2025/2026 academic year. The intervention consisted of initial technical guidance, small-group organization, job-sheet-based practice, behavioral observation, teacher feedback, and student reflection in each cycle. Data were collected using a soft-skills observation sheet to assess responsibility and cooperation and a performance observation sheet to monitor students’ hard skills. The findings showed gradual improvement in both soft-skills dimensions. The responsibility score increased from 1.00 in cycle I to 3.77 in cycle VI, while the cooperation score increased from 1.09 to 3.80. These changes indicated a behavioral shift from not yet visible to habitually demonstrated. Students’ technical performance remained stable, with mean scores ranging from 2.9 to 3.2, standard deviations from 0.2 to 0.5, and negative skewness values indicating a tendency toward higher performance achievement. Therefore, the integrated skills model strengthened vocational students’ responsibility and cooperation without reducing the quality of lathe machining practice.
Rancang Bangun Aplikasi Reservasi Wisata Air Terjun Lubuk Hitam Bungus dengan Penerapan Algoritma Neural Networks dan Fitur Barcode Digital Mahendra, Jimmy; Hendriyani, Yeka; Asmara, Delvi; Fatmi, Yulia
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/2ap08p90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun aplikasi reservasi wisata pada objek wisata Air Terjun Lubuk Hitam Bungus berbasis Android dengan memanfaatkan teknologi WebView sebagai solusi atas masih digunakannya sistem reservasi manual yang menyebabkan antrean panjang, kesalahan pencatatan data, dan keterbatasan pengelolaan informasi pengunjung. Aplikasi yang dikembangkan mengintegrasikan algoritma Neural Network sebagai modul analitik untuk memprediksi jumlah kunjungan wisatawan berdasarkan data historis serta fitur barcode digital sebagai media validasi tiket elektronik. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Waterfall yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Data prediksi menggunakan 36 data historis kunjungan periode Januari 2022–Desember 2024 yang diproses melalui tahap pembersihan data, normalisasi, pelatihan model, dan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi berhasil menyediakan fitur registrasi pengguna, pemesanan tiket daring, pembayaran, penerbitan e-ticket berbasis QR Code, dashboard admin, serta modul prediksi kunjungan. Pengujian Black Box Testing pada 9 fitur utama menunjukkan seluruh fungsi berjalan sesuai skenario uji dengan tingkat keberhasilan 100%. Evaluasi model prediksi menghasilkan Mean Absolute Error (MAE) sebesar 12,4 pengunjung, Mean Squared Error (MSE) sebesar 245,6, dan akurasi prediksi sebesar 87,3%. Uji usability terhadap 10 responden memperoleh nilai rata-rata 4,4 dari skala 5 yang menunjukkan aplikasi mudah digunakan dan diterima dengan baik. Implementasi sistem ini mengindikasikan bahwa digitalisasi layanan wisata berpotensi meningkatkan efisiensi reservasi, mempercepat validasi tiket, serta mendukung pengelolaan data kunjungan secara lebih terstruktur. Dengan demikian, aplikasi yang dikembangkan dapat menjadi alternatif solusi dalam mendukung transformasi digital sektor pariwisata menuju konsep smart tourism yang lebih efektif, adaptif, dan berbasis data. This study aims to design and develop a tourism reservation application for the Lubuk Hitam Bungus Waterfall tourist attraction based on Android by utilizing WebView technology as a solution to the continued use of manual reservation systems that cause long queues, data recording errors, and limitations in managing visitor information. The developed application integrates a Neural Network algorithm as an analytical module to predict tourist visit numbers based on historical data, as well as a digital barcode feature as an electronic ticket validation medium. The research method used was Research and Development (R&D) with the Waterfall development model, which includes requirements analysis, system design, implementation, testing, and maintenance. Prediction data used 36 historical visitation records from January 2022 to December 2024, processed through data cleaning, normalization, model training, and testing stages. The results show that the application successfully provides user registration, online ticket booking, payment, QR Code-based e-ticket issuance, admin dashboard, and visit prediction modules. Black Box Testing on 9 main features showed that all functions operated according to test scenarios with a 100% success rate. Evaluation of the prediction model produced a Mean Absolute Error (MAE) of 12.4 visitors, a Mean Squared Error (MSE) of 245.6, and a prediction accuracy of 87.3%. Usability testing involving 10 respondents obtained an average score of 4.4 out of 5, indicating that the application is easy to use and well accepted by users. The implementation of this system indicates that the digitalization of tourism services has the potential to improve reservation efficiency, accelerate ticket validation, and support more structured visitor data management. Therefore, the developed application can serve as an alternative solution to support the digital transformation of the tourism sector toward a smarter, more adaptive, and data-driven smart tourism concept.