cover
Contact Name
Fauzul Husna
Contact Email
fauzul.husna@gmail.com
Phone
+6285725265333
Journal Mail Official
lppm.muliamadani@gmail.com
Editorial Address
UNIVERSITAS ISLAM MULIA YOGYAKARTA jl wates km 9,5 Sedayu, Bantul, Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
DIMASLIA
ISSN : 29853869     EISSN : 30327911     DOI : -
Core Subject : Health,
DIMASLIA adalah kepanjangan dari Pengabdian Maysarakat Mulia Madani Yogyakarta. Dalam jurnal tersebut berisi tentang Jurnal – jurnal kegiatan Pengabdian Masyarakat. DIMASLIA mulai aktif sejak tahun 2023. Terbit secara cetak dan sudah memiliki ISSN cetak dan ISSN print.
Articles 52 Documents
EDUKASI DIARE DAN CARA PENANGANNYA PADA KELOMPOK IBU DI PADUKUHAN IROYUDAN KALURAHAN GUWOSARI PAJANGAN BANTUL DIY Nurul Ariningtyas
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 1 No. II (2023): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019 menunjukkan jumlah penderita diare di Indonesia sebanyak 2.549 orang dan angka Case Fatality Rate (CFR) sebesar 1.14%. Kejadian diare tetinggi di Indonesia terjadi pada balita (7.0%) (Kemenkes, 2019). Penanganan yang cepat dan tepatlah yang harus dilakukan karena diare dengan dehidrasi berat dapat menimbulkan kematian. Ketidakmampuan ibu karena kurangnya pengetahuan dan informasi tentang pentingnya pencegahan diare dan penanganan diare pada balita menjadi salah satu penyebab dari kejadian diare pada balita. Tujuan: tujuan penyuluhan kesehatan adalah memberikan edukasi tentang diare dan cara poenanganannya.Metode: Metode penyuluhan yang digunakan adalah dengan presentasi dan demontrasi. Dengan demikian responden tidak hanya sadar, tahu dan mengerti, tetapi juga mau dan dapat melakukan anjuran yang berhubungan dengan pencegahan diare.Kata Kunci: diare anak, larutan gula garam, demontrasi.ABSTRACKBackground: Based on the 2019 Indonesian Health Profile, it shows that the number of diarrhea sufferers in Indonesia was 2,549 people and the Case Fatality Rate (CFR) was 1.14%. The highest incidence of diarrhea in Indonesia occurs in toddlers (7.0%) (Ministry of Health, 2019). Quick and appropriate treatment must be done because diarrhea with severe dehydration can cause death. The inability of mothers due to lack of knowledge and information about the importance of preventing diarrhea and handling diarrhea in toddlers is one of the causes of diarrhea in toddlers. Objective: The aim of health education is to provide education about diarrhea and how to treat it.Method: The extension method used is presentation and demonstration. In this way, respondents are not only aware, know and understand, but are also willing and able to make recommendations related to preventing diarrhea.
PENYULUHAN SADARI UNTUK PENCEGAHAN DINI KANKER PAYUDARA DI KELURAHAN GUWOSARI PAJANGAN BANTUL Sri Widarti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 1 No. II (2023): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : kejadian yang relatif tinggi dibanding kasus kanker yang lain dan lebih sering menyerang pada wanita usia 20-60 tahun. Minimnya pengetahuan terhadap upaya deteksi dinikanker tersebut dapat meningkatkan prognosis kejadiannya.Tujuan : kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibuibu PKK tentang deteksi dini kankerpayudara melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) diKelurahan Guwosari Pajangan Bantul. Metode : yang digunakan adalah memberikan pendidikan kesehatan terhadap sasaran dan mengukur tingkat pengetahuan sasaran sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengetahui perubahannya. Hasil : Kegiatan penyuluhan pencegahan dini kanker payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri dapat memberikan peningkatan pengetahuan ibu-ibu PKK di Kelurahan Guwosari Pajangan Bantul.Kata kunci : penyuluhan, SADARI, kanker payudaraABSTRACKBackground: The incidence is relatively high compared to other cancer cases and more often attacks women aged 20-60 years. Lack of knowledge regarding early cancer detection efforts can improve the prognosis of its occurrence.Objective: community service activities are to increase the knowledge of PKK mothers about early detection of breast cancer through breast self-examination (BSE) in Guwosari Pajangan Village, Bantul.Method: used is to provide health education to the target and measure the target's level of knowledgebefore and after the activity to determine changes.Results: Outreach activities on early prevention of breast cancer through breast self-examination can increase the knowledge of PKK mothers in Guwosari Pajangan Village, Bantul.Keywords: counseling, SADARI, breast cance
PROMOSI KESEHATAN TENTANG KESEHATAN REPRODUSKI WANITA DAN JENIS–JENIS ALAT KONTRASEPSI DI PADUKUHAN PLAWONAN ARGOMULYO SEDAYU BANTUL Pratiwi, Fika
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 1 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar Belakang : Kesehatan reproduksi merupakan kondisi dimana tidak hanya sehat secara utuh baik fisik, mental, maupun social saja tetapi juga terbebas dari kecacatan dan penyakit yang berkaitan dengan sistema, fungsi, dan proses reproduksi. Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang utama bagi wanita. Jenis dan sasaran yang dituju dari pelayanan KB diberikan sesuai dengan kebutuhan melalui konseling dan pelayanan dengan tujuan merencanakan dan menjarangkan atau membatasi kehamilan, yaitu bagi remaja, ibu hamil, ibu nifas, wanita usia subur (WUS) yang tidak sedang hamil Tujuan : memberikan penyuluhan tentang Kesehatan reproduksi Wanita dan jenis – jenis alat kontrasepsi Metode : Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan berupa penyuluhan tentang Kesehatan reproduksi Wanita dan jenis- jenis alat kontrasepsi dengan mengunkan media power point. Hasil : kegiatan pengabdian masyrakat ini mampu meningkatkan pengetahuan tentang Kesehatan reproduksi dan jenis-jenis alat kontraspsi. Terbukti dengan menimgkatnya pengetahuan peserta tentang Kesehatan reproduksi Wanita dan jenis – jenis alat kontraspsi. Keyword : Kesehatan reproduksi Wanita, jenis alat kontrasepsi ABSTRACT Background: Reproductive health is a condition that is not only healthy physically, mentally, and socially, but also free from disabilities and diseases related to reproductive systems, functions, and processes. Family Planning (KB) is one of the main preventive health services for women. The intended types and objectives of birth control services are provided according to needs through counseling and services with the aim of planning and limiting or limiting pregnancy, i.e. for adolescents, pregnant women, parturient mothers, women of childbearing age (WUS) who are not pregnant Purpose: provide counseling on Women's reproductive health and types of contraceptives Method: Community service is carried out by providing extension in the form of extension on reproductive health Women and the types of contraceptives with the use of a power medium points. Result: this community service activity was able to increase knowledge about Reproductive Health and types of contrastive devices. It was proven by considering the participants' knowledge of Women's Reproductive Health and the types of contrastive devices. Keyword: Women's reproductive health, types of contraceptives
PENYULUHAN TENTANG HIPERTENSI DAN KOLESTEROL PADA WANITA USIA DEWASA DI KUTUASEM SINDUADI MLATI SLEMAN YOGYAKARTA Ariningtyas, Nurul
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 1 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang paling sering menyerang masyarakat Indonesia (57,6%). Hal tersebut terbukti dengan adanya jumlah pasien hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Prevalensi hipertensi yang terdiagnosis dokter di Indonesia mencapai 25,8% dan Yogyakarta menduduki peringkat ketiga prevalensi hipertensi terbesar di Indonesia. Berdasarkan data yang di keluarkan oleh WHO, angka prevalensi penyakit yang diakibatkan karena tingginya kadar kolesterol di dalam tubuh terus meningkat. Seperti hipertensi dengan lebih dari 35%. Selain itu penyakit kardiovaskuler yang disebabkan oleh hiperkolesterolemia juga meningkat di Indonesia dengan 30% lejadian komplikasi pada penyakit jantung (Cardiovascular Disease) dan banyak ditemukan pada wanita dengan lebih dari 50% prevalensinya. Tujuan: Memberikan penyuluhan tentang hipertensi dan kolesterol pada wanita usia dewasa dan cara penanganannya. Metode: Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang hipertensi dan kolesterol pada wanita usia dewasa dan cara penanganannya menggunakan media presentasi power point dan membagikan flyer terkait materi. Kegiatan dilanjutkan dengan cek kesehatan (Tekanan darah, cek kolesterol darah, cek asam urat darah dan cek gula darah). Kata Kunci: penyuluhan kesehatan, hipertensi, kolesterol. ABSTRACT Background: Hypertension is a non-communicable disease that most often attacks Indonesian people (57.6%). This is proven by the number of hypertensive patients in First Level Health Facilities which increases every year. The prevalence of hypertension diagnosed by doctors in Indonesia reaches 25.8% and Yogyakarta is ranked third in the highest prevalence of hypertension in Indonesia. Based on data released by WHO, the prevalence rate of diseases caused by high cholesterol levels in the body continues to increase. Such as hypertension with more than 35%. Apart from that, cardiovascular disease caused by hypercholesterolemia is also increasing in Indonesia with a 30% incidence of complications in heart disease (Cardiovascular Disease) and is often found in women with more than 50% prevalence. Objective: The aim of health education is to provide education about hypertension and cholesterol in adult women and how to treat them. Method: This community service is carried out by providing education about hypertension and cholesterol in adult women and how to treat it using power point presentations and distributing flyers related to the material. The activity continues with a health check (blood pressure, blood cholesterol check, blood uric acid check and blood sugar check). Keywords: children's diarrhea, sugar-salt solution, demonstration. health education, hypertension, cholesterol.
PENYULUHAN TENTANG PEMERIKSAAN IVA (INSPEKSI ASAM ASETAT) TES UNTUK DETEKSI DINI KANKER SERVIKS Puspitasari, Riadinata Shinta
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 1 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar Belakang : Kanker leher Rahim (Kanker Serviks) merupakan kanker tebanyak yang ditemukan oleh Yayasan Kanker Indonesia setelah kanker payudara. Perempuan di dunia setiap bulannya didiagnosa terkena kanker serviks dan 80% berada di negara berkembang termasuk Indonesia. Insiden kanker serviks sebenarnya dapat ditekan dengan melakukan upaya pencegahan primer seperti meningkatkan atau intensifikasi kegiatan penyuluhan kepada masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat, menghindari faktor risiko terkena kanker, melakukan imunisasi dengan vaksin HPV dan diikuti dengan deteksi dini kanker serviks tersebut melalui pemeriksaan IVA (inspeksi visual dengan menggunakan asam acetat). Tujuan : kegiatan penyuluhan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran melakukan IVA test sebagai pencegahan kanker servik Metode : kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah menggunakan media power point. Hasil : Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 8 Oktober 2023 pukul 11.00 WIB - selesai. Banyak dari Ibu-ibu arisan Perumahan Bale Catur Permai, Gamping, Sleman merupakan WUS (Wanita Usia Subur). Dengan demikian, kelompok arisan ibu-ibu Perumahan Bale Catur Permai tepat untuk menjadi sasaran penyuluhan. Dalam kegiatan penyuluhan Kesehatan ini, kurang lebih dihadiri oleh 26 orang. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan di Pantai Goa Cemara, Sanden, Bantul. Kata kunci : kanker servik,IVA test. ABSTRACK Background: Cervical cancer (Cervical Cancer) is the most common cancer discovered by the Indonesian Cancer Foundation after breast cancer. Women in the world are diagnosed with cervical cancer every month and 80% are in developing countries including Indonesia. The incidence of cervical cancer can actually be suppressed by making primary prevention efforts such as increasing or intensifying outreach activities to the community to lead a healthy lifestyle, avoiding risk factors for developing cancer, immunization with the HPV vaccine and followed by early detection of such cervical cancer through IVA examination (visual inspection using acetic acid). Objective: this extension activity was carried out to raise awareness of performing IVA test as prevention of cervical cancer Method: This community service activity was carried out by lecture method using power point media. Result: This extension activity was held on Sunday, October 8, 2023 at 11:00 AM - completed. Many of the mothers in the residential section Bale Chasur Permai, Gamping, Sleman are WUS (Women of Fertile Age). Thus, the group of mothers and mothers of Housing Bale Chess Permai is right to be subjected to extension. In this Health extension activity, more or less 26 people attended. This extension activity is carried out at Goa Cemara Beach, Sanden, Bantul. Keyword : servical cancer, IVA Test
PROMOSI PREVENTIF SADARI ( PERIKSA PAYUDARA SENDIRI) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA Adhisty, Yulia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 1 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar Belakang: Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan jumlah kasus kematian tertinggi di Indonesia. Tingginya prevalensi kanker payudara di Indonesia tentunya perlu pencegahan dengan melakukan upaya deteksi dini dengan SADARI. Kanker payudara bila terdeteksi sejak awal, penyembuhan yang dilakukan akan lebih mudah dan kemungkinan untuk sembuh juga lebih besar. SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dianjurkan pada wanita, terutama pada wanita dengan usia mulai dari 20 tahun. Karena wanita dengan usia subur 20-45 tahun sangat berisiko terkena penyakit kanker payudara, sehingga wanita harus selalu sadar akan kesehatan payudaranya yaitu dengan cara rutin memeriksa payudaranya sebagai upaya awal pencegahan penyakit kanker payudara. Tujuan : memberikan penyuluhan tentang SADARI sebagai Upaya pencegahan kanker payudara Metode : kegiatan dilakukan dengan metode ceramah menggunakan media power point dan demontrasi tentang SADARI Hasil : Kegiatan pengabdian masyarakat ini kami memaparkan suatu bentuk deteksi melalui penyuluhan promotive preventif SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dengan metode roleplay terhadap deteksi dini kanker payudara pada wanita usai subur di dusun kaliberot Sedayu. Pembelajaran ini ditujukan kepada ibu Posyandu, karena ibu Posyandu tergolong kepada wanita usia subur yang berpotensi mengalami kanker payudara lebih tinggi. Kata kunci : kanker payudara, SADARI ABSTRACK Background: Breast cancer is the type of cancer with the highest number of deaths in Indonesia. The high prevalence of breast cancer in Indonesia certainly needs to be prevented by making early detection efforts with SADARI. When breast cancer is detected early, healing will be easier and the chances of a cure are also greater. SADARI (Breast Self Examination) is recommended in women, especially in women with ages ranging from 20 years. Because women with a childbearing age of 20-45 years are very at risk of developing breast cancer, so women should always be aware of their breast health, namely by regularly checking their breasts as an initial effort to prevent breast cancer. Objective: to provide training on SADARI as an effort to prevent breast cancer Methods: the activities are carried out with the method of lectures using the media power point and demosntration about SADARI Results: This community service activity we present a form of detection through preventive promotive extension SADARI (Check Your Own Breast) with roleplay method to early detection of breast cancer in women after childbearing in Sedayu Caliber village. This lesson is addressed to Posyandu's mother, because Posyandu's mother is classified as a woman of childbearing age who has a higher potential for breast cancer Keyword : breast cancer, SADARI
PENYULUHAN TENTANG KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK PKK ARGOMULYO 29 SEDAYU BANTUL Husna, Fauzul
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 1 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar belakang :Gigi dan mulut merupakan bagian penting yang harus dijaga kebersihannya. Berbagai penyakit yang muncul disebabkan oleh berbagai faktor yaitu sikap atau perilaku yang mengabaikan kebersihan gigi dan mulut karena kurangnya pengetahuan akan pentingnya pemeliharaan gigi dan mulut, malas menyikat gigi, menyikat gigi dan mulut dengan cara yang salah dan tidak benar serta makan-makanan dan minuman yang manis. Gosok gigi adalah cara paling mudah untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Akan tetapi banyak orang yang menyepelekan pentingnya gosok gigi.Kebiasaan menanamkan peduli kesehatan gigi dan mulut perlu diajarkan sejak dini. Oleh karena itu, anak perlu diberi bekal pengetahuan tentang gosok gigi yang baik dan benar. Tujuan: meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak pra sekolah tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar. Metode : Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan berupa penyuluhan tentang menjaga kebersihan gigi dan mulut menggunakan media phantom gigi, video animasi gosok gigi dilanjutkan dengan praktik gosok gigi yang benar Hasil: Peserta kegiatan terdiri dari anak 25 anak di TK PKK 29 Argomulyo Sedayu Bantul. Hasil evaluasi terlihat ada peningkatan pemahaman anak tentang gigi sehat, manfaat gosok gigi, dan waktu gosok gigi, serta peningkatan ketrampilan anak praktik gosok gigi yang baik dan benar. Optimalisasi gerakan gosok gigi ini hendaknya dilakukan secara kontinyu di sekolah dan dilanjutkan di rumah dengan dukungan dari orang tua. Kata kunci : kebersihan gigi dan mulut, anak pra sekolah ABSTRACK Background: The teeth and mouth are an important part that must be kept clean. The various diseases that arise are caused by various factors, namely attitudes or behaviors that neglect dental and oral hygiene due to lack of knowledge of the importance of dental and oral care, lazy brushing of teeth and mouth in the wrong and incorrect way and eating sweet foods and drinks. Brushing your teeth is the easiest way to maintain healthy teeth and mouth. However, many people underestimate the importance of brushing their teeth. The habit of instilling care for dental and oral health needs to be taught early. Therefore, the child needs to be provided with knowledge about good and correct brushing of teeth. Objective: to improve the knowledge and skills of preschool children on how to brush their teeth well and correctly. Methods: This community service was carried out by providing extension in the form of extension on maintaining dental and oral hygiene using dental phantom media, animated tooth brushing video continued with correct brushing practice Results: Participants of the activity consisted of 25 children in kindergarten PKK 29 Argomulyo Sedayu Bantul. The results of the evaluation showed that there was an increase in the child's understanding of healthy teeth, the benefits of brushing teeth, and brushing time, as well as an increase in the child's skills of good and correct brushing practices. Optimization of this brushing movement should be carried out continuously at school and continued at home with the support of parents. Keyword: dental and oral hygine,preschool children
PENGENALAN BAHAYA NARKOBA MELALUI PENYULUHAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN MENYIMPANG PADA SISWI SMA IT ABU BAKAR YOGYAKARTA Widarti, Sri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 1 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar belakang : Mengkonsumsi narkoba akan menyebabkan ketergantungan bagi pengguna. Ketergantungan merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang untuk mendapatkan kepuasan sehingga jika tidak terpenuhi hasratnya, maka akan menimbulkan perilaku yang di luar dugaan serta timbul toleransi untuk terus meningkatkan dosis pemakaian hingga penggunanya mengalami keracunan, dan bahkan sampai overdosis yang menimbulkan hilangnya nyawa (Rodhiah, Bahri & Martunis, 2020). Tujuan : Tujuan kegiatan pengenalan bahaya penyalahgunaan narkoba di Sekolah Menengah Atas (SMA) IT Abu Bakar Yogyakarta agar peserta dapat memahami dampak yang ditimbulkan dari penggunaan narkoba, baik dampak secara fisik, psikis maupun sosial ekonomi. Metode : Kegiatan pengenalan bahaya narkoba melalui penyuluhan ini menggunakan metode partisipatif, ceramah dan diskusi. Hasil : Kegiatan pengenalan bahaya penyalahgunaan bahaya penyalahgunaan narkoba ini mampu meningkatkan pemahaman peserta didik SMA Abu Bakar mengenai jenis-jenis narkotika, dampak dari penyalahgunaan narkoba dari aspek fisik, psikis, pendidikan, sosial dan ekonomi serta cara pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba dikalangan anak dan remaja. Untuk itu, kegiatan penyuluhan ini dapat membentengi generasi muda sebagai generasi penerus bangsa. Kata kunci : penyuluhan, pencegahan, perilaku menyimpang, narkoba. ABSTRACK Background: Consuming drugs will cause dependence for users. Dependence is a habit that is carried out repeatedly to get satisfaction so that if the desire is not fulfilled, it will lead to unexpected behavior and tolerance arises to continue to increase the dose of use until the user experiences poisoning, and even an overdose that causes loss of life (Rodhiah , Bahri & Martunis, 2020).Objective: The aim of this activity is to introduce the dangers of drug abuse at the IT Abu Bakar Yogyakarta Senior High School (SMA) so that participants can understand the impacts of drug use, both physically, psychologically and socio-economically.Method: This activity of introducing the dangers of drugs through counseling uses participatory methods, lectures and discussions.Results: This activity to introduce the dangers of drug abuse is able to increase Abu Bakar High School students' understanding of the types of narcotics, the impact of drug abuse from physical, psychological, educational, social and economic aspects as well as ways to prevent and overcome drug abuse among children and teenagers. For this reason, this outreach activity can fortify the younger generation as the nation's next generation. Keywords: counseling, prevention, deviant behavior, drugs
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE SEBELUM DAN SETELAH DIBERIKAN PENYULUHAN MENGGUNAKAN LEAFLET Latifahanun, Este
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 1 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar belakang : Diare didefinisikan sebagai buang air besar yang encer minimal 3 kali dalam 24 jam. Diare menyumbang sekitar 9% dari seluruh kematian balita di seluruh dunia. Di Indonesia prevalensi diare untuk semua kelompok umur sebesar 8%, balita sebesar 12,3%, dan pada bayi sebesar 10,6%. Diperkirakan jumlah kasus diare sebanyak 11.811 di Kabupaten Kulon Progo, dan baru 7.914 (Capaian 67%) telah tertangani. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Ibu tentang diare pada anak. Metode : Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Posyandu Belik Kalurahan Demangrejo Kabupaten Kulon Progo pada hari Kamis, 11 Januari 2024. Seluruh data dalam kegiatan diolah menggunakan SPSS versi 26. Uji T-berpasangan digunakan untuk menganalisis perubahan tingkat pengetahuan Ibu setelah diberikan penyuluhan. Hasil:.Hasil kegiatan Ibu balita yang datang ke Posyandu Belik yaitu sebanyak 30 orang. Sebelum dilakukan penyuluhan, dari total 30 orang yang menjadi peserta sebanyak 12 Ibu (40%) masih memiliki tingkat pengetahuan yang kurang mengenai penyakit diare. Setelah diberikan penyuluhan menggunakan media leaflet didapatkan bahwa tingkat pengetahuan Ibu yang sudah baik menjadi 28 orang (93.3%). Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan Ibu tentang diare sebelum dan setelah diberikan penyuluhan. Kata kunci : Penyakit diare, penyuluhan, perbedaan pengetahuan Abstract Background: Diarrhea is defined as passing loose watery stools at least 3 times in 24 hours. Diarrhea accounts for around 9% of all under-five deaths worldwide. In Indonesia, the prevalence of diarrhea for all age groups is 8%, for toddlers is 12.3%, and for babies is 10.6%. It is estimated that the number of diarrhea cases is 11,811 in Kulon Progo Regency, and only 7,914 (67% achievement) have been treated. Objective: Community service activities aim to increase mothers' knowledge about diarrhea in children. Methods: The activity was carried out at Posyandu Belik, Demangrejo Village, Kulon Progo Regency on Thursday, January 11 2024. All data in the activity was processed using SPSS version 26. The paired T-test was used to analyze changes in the mother's level of knowledge after being given counseling. Results: The results of the activities of mothers who came to Posyandu Belik were 30 people. Before the counseling, out of a total of 30 people who participated, 12 mothers (40%) still had an insufficient level of knowledge about diarrheal diseases. After being given counseling using leaflet media, it was found that the mother's level of knowledge was good at 28 people (93.3%). It can be concluded that there is a difference in the mother's level of knowledge about diarrhea before and after being given counseling. Keyword: Diarrhea disease, education, differences in knowledge
EDUKASI PEMAHAMAN PENTINGNYA DUKUNGAN KELUARGA UNTUK IBU DALAM MENGATASI BABY BLUES DI DESA DIWEK, KECAMATAN DIWEK, KABUPATEN JOMBANG Arfan, Nurul Azmi; Ekawati, Dessy; Nisa, Okta Airin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 1 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar Belakang: Ibu pasca melahirkan seringkali tidak merasa bahagia akan kehadiran sang buah hati, hal tersebut disebabkan adanya perubahan peran yang terjadi dalam hidupnya. Ibu yang tidak mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan dapat mengalami tekanan psikologis seperti babyblues. Dampak yang dirasakan akibat adanya babyblues dapat dirasakan oleh ibu, suami, keluarga dan bahkan orang – orang disekitar ibu yang mengalami babyblues. Babyblues masuk dalam kategori gangguan mental ringan yang sering diabaikan, tidak adanya dukungan dari keluarga menjadikan babyblues rentan meningkat menjadi gejala yang lebih serius. Metode: Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan berupa edukasi pemahaman pentingnya dukungan keluarga untuk ibu dalam mengatasi babyblues. Target dalam penyuluhan ini adalah keluarga dari ibu yang mengalami babyblues sperti suami, orang tua, mertua dan saudara sejumlah 30 responden. Survey tentang indikasi adanya gejala babyblues diberikan diawal kegiatan menggunakan kuesioner EPDS. Sesi diskusi dan evaluasi diberikan untuk menilai sejauh mana responden memahami materi yang telah diberikan selama kegiatan berlangsung. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan dari responden setelah materi diberikan, dibuktikan dengan keaktifan responden dalam bertanya saat sesi diskusi berlangsung dan menjawab pertanyaan dengan benar yang diberikan secara acak saat sesi evaluasi dilakukan. Kesimpulan: Dukungan keluarga sangat penting bagi ibu yang mengalami babyblues. Semakin baik dukungan keluarga yang diberikan, semakin baik ibu pasca melahirkan mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi pasca melahirkan. Kata Kunci: babyblues, dukungan keluarga, pasca melahirkan ABSTRACT Background : Postpartum mothers often do not feel happy about the presence of their baby, this is due to changes in roles that occur in their lives. Mothers who are unable to adapt to various changes can experience psychological stress such as baby blues. The impact felt due to babyblues can be felt by the mother, husband, family and even people around the mother who experiences babyblues. Babyblues is included in the category of mild mental disorders that are often ignored. The absence of support from the family makes babyblues susceptible to escalating into more serious symptoms. Method:This community service is carried out by providing outreach in the form of education understanding the importance of family support for mothers in overcoming baby blues. The targets for this counseling were the families of mothers who experienced baby blues, such as husbands, parents, in-laws and relatives, a total of 30 respondents. A survey regarding indications of baby blues symptoms was given at the beginning of the activity using the EPDS questionnaire. Discussion and evaluation sessions were provided to assess the extent to which respondents understood the material provided during the activity. Results:There was a significant increase in respondents' knowledge after the material was provided, as evidenced by the respondents' activeness in asking questions during the discussion session and answering questions correctly which were given randomly during the evaluation session. Conclusion:Family support is very important for mothers experiencing babyblues. The better the family support provided, the better the postpartum mother will be able to adapt to the changes that occur after giving birth. Keywords: babyblues, family support, postpartum