cover
Contact Name
Fauzul Husna
Contact Email
fauzul.husna@gmail.com
Phone
+6285725265333
Journal Mail Official
lppm.muliamadani@gmail.com
Editorial Address
UNIVERSITAS ISLAM MULIA YOGYAKARTA jl wates km 9,5 Sedayu, Bantul, Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
DIMASLIA
ISSN : 29853869     EISSN : 30327911     DOI : -
Core Subject : Health,
DIMASLIA adalah kepanjangan dari Pengabdian Maysarakat Mulia Madani Yogyakarta. Dalam jurnal tersebut berisi tentang Jurnal – jurnal kegiatan Pengabdian Masyarakat. DIMASLIA mulai aktif sejak tahun 2023. Terbit secara cetak dan sudah memiliki ISSN cetak dan ISSN print.
Articles 52 Documents
PENYULUHAN PENCEGAHAN ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA BAYI DAN BALITA DI KALURAHAN DEMANGREJO Rokhayati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 1 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar belakang : Penanganan stunting telah menjadi target prioritas baik secara global maupun nasional. penurunan prevalensi stunting pada balita telah menjadi salah satu major projec dengan target sebesar 14,00% di tahun 2024. Upaya percepatan penurunan stuting mencakup intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Salah satu faktor terjaninya stunting adalah anemia. Anemia mengakibatkan kurangnya asupan oksigen ke jaringan tubuh terutama ke jaringan otak. Yang mengakibatkan menurunnya fungsi kognitif, menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu kegiatan pelayanan kesehatan di masyarakat yakni melalui posyandu balita dengan minimal pelayanan kesehatan meliputi penimbangan berat badan, pemantauan perkembangan dan pemberian vitamin. Penyuluhan kesehatan merupakan salah satu upaya pencegahan gangguan gizi pada bayi dan balita agar terhindar dari anemia. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan orang tua anak usia 5-59 bulan akan pencegahan anemia defisiensi besi pada bayi dan balita Metode : Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang ciri ciri anemia pada balita, deteksi dini anemi apada balita mengunakan observasi pada warna kuku dan telapak tangan, cek sklera mata dan warna gusi. Hasil: Peserta kegiatan terdiri dari 30 orang tua bayi dan balita di Posyandu Balita Dusun Belik. Hasil evaluasi terlihat ada peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai deteksi dini anemia pada bayi dan balita, orang tua menjadi lebih mengetahui kebiasaan yang dapat menyebabkan anemia serta penanganan pada anak yang terindikasi anemia.Optimalisasi deteksi dini anemia ini hendaknya dilakukan secara rutin dan kontinyu oleh orang tua dirumah dan dilanjutkan dengan pemberian makanan bergizi dari orang tua. Kata kunci: Anemia, balita, posyandu ABSTRACK Background:. Handling stunting has become a priority target both globally and nationally. Reducing the prevalence of stunting in children under five has become one of the major projects with a target of 14.00% by 2024. Efforts to accelerate the reduction of stunting include specific nutritional interventions and sensitive nutritional interventions. One of the factors causing stunting is anemia. Anemia results in a lack of oxygen supply to body tissues, especially brain tissue. Which results in decreased cognitive function, inhibiting children's growth and development. One of the health service activities in the community is through posyandu for toddlers with a minimum of health services including weighing, monitoring development and administering vitamins. Health education is one of the efforts to prevent nutritional disorders in infants and toddlers to avoid anemia.Objective: to improve the knowledge of parents of children aged 5-59 months about preventing iron deficiency anemia in infants and toddlers Methods: This community service is carried out by providing education about the characteristics of anemia in toddlers, early detection of anemia in toddlers using observation of the color of nails and palms, checking eye sclera and gum color.Results: The participants consisted of 30 parents of babies and toddlers at posyandu balita in Dusun Belik. The results of the evaluation show that there is an increase in knowledge and understanding regarding early detection of anemia in babies and toddlers, parents become more aware of habits that can cause anemia and treatment of children who are indicated to be anemic. Optimizing early detection of anemia should be carried out routinely and continuously by parents at home and continued with the provision of nutritious food from the parents.Keyword: Anemia, toddlers, posyandu
EDUKASI PENTINGNYA DETEKSI DINI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA USIA PRODUKTIF DI KALURAHAN DEMANGREJO Rahmi, Safirina Aulia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 1 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar Belakang: Terjadinya transisi epidemiologi penyakit menyebabkan terjadi pergeseran prevalensi penyakit dengan prevalensi penyakit menular masih tinggi dan dibarengi dengan peningkatan prevalensi penyakit tidak menular (PTM) yang akan lebih tinggi (World Health Organization, 2022). Salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang sering ditemukan adalah hipertensi dan diabetes. Deteksi dini terkait penyakit tidak menular (PTM) pada usia produktif masih kurang karena masih berfokus pada lansia. Tujuan: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi Masyarakat kususnya yang berada pada usia produktif untuk melakukan deteksi sebagai Upaya pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Meyode: Metode yang digunakan adalah screening dan edukasi pentingnya deteksi dini sebagai Upaya pencegahan risiko penyakit tidak menular (PTM). Sebanyak 30 peserta berpartisipasi dalam kegiatan ini. Deteksi dini pada usia produktif dilakukan di Posyandu Balita Belik dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi badan dan melakukan wawancara singkat mengenai konsumsi garam, konsumsi gula dan aktivitas fisik. Hasil : Hasil yang didapatkan 20% tekanan darah peserta tinggi, 30% overweight, 13.3% obesitas, 40% mengkonsumsi garam >1 sdt per hari, 23.3% mengkonsumsi gula >4 sdm per hari, 76.7% tidak melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Kata Kunci: penyakit tidak menular, deteksi dini, pencegahan ABSTRACT Background: The occurrence of a disease epidemiological transition causes a shift in disease prevalence with the prevalence of infectious diseases remaining high and accompanied by an increase in the prevalence of non-communicable diseases (NCDs) which will be even higher (World Health Organization, 2022). One of the non-communicable diseases (NCDs) that is often found is hypertension and diabetes. Early detection of non-communicable diseases (NCDs) in productive age is still lacking because it still focuses on the elderly. Objective: This community service aims to educate people, especially those of productive age, to carry out detection as an effort to prevent non-communicable diseases (NCDs). Method: The method used is screening and education on the importance of early detection as an effort to prevent the risk of non-communicable diseases (PTM). A total of 30 participants participated in this activity. Early detection at productive age is carried out at Posyandu Balita Belik by checking blood pressure, body weight, height and conducting short interviews regarding salt consumption, sugar consumption and physical activity. Results: The results obtained were 20% of participants' blood pressure was high, 30% were overweight, 13.3% were obese, 40% consumed >1 tsp salt per day, 23.3% consumed >4 tbsp sugar per day, 76.7% did not do physical activity or exercise. Keyword: non-communicable diseases, early detection, prevention
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SEBAGAI FONDASI KESELAMATAN DI TEMPAT KERJA Febriandi, Sarif
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 2 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM MULIA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan upaya kegiatan untuk meminimalisir kecelakaan kerja ditempat kerja. Kegiatan keselamatan dan Kesehatan kerja perlu diterapkan sebagai fondasi dasar dalam melaksanakan pekerjaan baik diperusahaan industri, perkebunan, dan pertambangan.Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terkhusus di SMK Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Baitus Sholihin adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja sebagai fondasi dasar keselamatan di tempat kerja. Metode: Pelaksanaan kegiatan pelatihan keselamatan dan Kesehatan kerja di SMK Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Baitus Sholihin dilaksanakan secara tatap muka dengan jumlah peserta 35 orang yang melibatkan siswa dan guru. Hasil: Kegiatan dan pelatihan tersebut sangat antusias dan reaksi positif dari para peserta karena terdapat beberapa interaksi antara pemateri dengan para peserta yang mengajukan pertanyaan selama proses berlangsung. Namun masih terdapat kendala yaitu tidak tersedianya waktu yang cukup untuk menyelesaikan pelatihan dan harus membatasi jumlah tanya jawab. Kata kunci: Fondasi Dasar K3, Pelatihan, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA BALITA Andani, Mahardika Ratih Resti; Puspitasari, Riadinata Shinta; Latifahanun, Este; Husna, Fauzul
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 2 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM MULIA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diharapkan masyarakat memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan kesehatan dengan menjaga, memelihara, dan meningkatkan kualitas kesehatan mereka. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) keluarga adalah salah satu faktor yang menentukan kesehatan keluarga. Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa jumlah rumah tangga yang ber-PHBS di Indonesia meningkat sebesar 70,62% dari tahun 2017. Namun, data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo menunjukkan bahwa capaian rumah tangga yang ber-PHBS pada tahun 2021 rendah, sekitar 21,71%. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Ibu tentang PHBS dalam rumah tangga melalui penyuluhan. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mendorong perilaku hidup bersih dan sehat sehingga keluarga lebih menyadari PHBS. 30 Ibu berpartisipasi dalam kegiatan ini di Posyandu Belik Kalurahan Demangrejo, yang berlangsung pada tanggal 11 Januari 2024. Hasil: Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan Ibu tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebelum dan setelah penyuluhan berpengaruh. Ini adalah indikator keberhasilan kegiatan. Setelah penyuluhan, pengetahuan ibu balita meningkat dari hanya 15 orang (50%) sebelum penyuluhan menjadi 25 orang (83,3%). Kata kunci : Pengetahuan, Perilaku , Penyuluhan
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI PUS (PASANGAN USIA SUBUR) DI DUSUN BENYO SENDANGSARI PAJANGAN BANTUL DIY TAHUN 2023 Ariningtyas, Nurul
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 2 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM MULIA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Edukasi kesehatan masyarakat merupakan salah satu kegiatan praktik kebidanan khususnya di komunitas yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peran dan fungsi bidan. Kegiatan diawali dengan survey kesehatan. Survey mengatakan bahwa Pengetahuan PUS tentang Kesehatan Reproduksi sebanyak 96% tidak tahu, 4 % tahu. Berdasarkan hasil Musyawarah Mufakat Desa, disusunlah rencana kegiatan dan tindak lanjut, yaitu; Penyuluhan tentang Sadari (Periksa Payudara Sendiri), Pap Smear dan IVA Test. Tujuan: Menambah pengetahuan PUS tentang kesehatan reproduksi, mendorong PUS untuk melakukan pemeriksaan dini kelainan pada sistem reproduksi sehingga dapat mempermudah tenaga kesehatan dalam pemberian upaya preventive lebih awal. Metode: Metode penyuluhan secara luring. Sasaran PUS khususnya wanita usia 20-45 tahun. Sampel diambil dengan kriteria tertentu; wanita usia subur yang telah menikah dan melahirkan, bersedia menjadi peserta penyuluhan. Peserta yang hadir 27 orang. Metode penyuluhan Ceramah Tanya jawab dan Simulasi. Materi penyuluhan tentang jenis-jenis penyakit yang menyerang organ reproduksi disertai cara pencegahannya; Sadari, Pap Smear dan IVA Test. Penyampaian materi ditutup dengan sesi tanya jawab. Kesimpulan: Edukasi Kesehatan Repproduksi mampu meningkatkan pengetahuan hingga 100%, dengan Tingkat Pengetahuan Baik 90% dan Tingkat Pengetahuan Cukup 10%. Kata Kunci: Edukasi, Kesehatan Reproduksi, Sadari, Pap Smear, IVA Test.
MENGGAGAS PENINGKATAN LITERASI MELALUI DOKUMENTASI INFORMASI Irpina, Wiwin; Mursyid, Moh; Ernawati; WB, Lalu Arya Punguh; Muntazar, Ahmad
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 2 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM MULIA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : American Library Association (ALA) menyatakan bahwa seseorang memiliki keterampilan literasi informasi jika orang tersebut menyadari kapan memerlukan informasi dan mempunyai kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi dan menggunakan secara efektif informasi tersebut. (ACRL. 2010) Di Indonesia istilah dokumentasi sering digunakan dalam arti yang sering berbeda dengan pengertian dokumentasi yang berlaku dalam dunia pengolahan informasi. (Djajuliyanto. 1990) Kemampuan literasi informasi akan membuat masyarakat menggunakan TI serta mendokumentasikan informasi dengan efektif dan relevan dengan kebutuhannya. Tujuan:Tujuan Kegiatan adalah memberdayakan masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengakses serta menggunakan informasi secara efektif. Hal ini diharapkan dapat menciptakan perubahan positif dalam kemampuan membaca, menulis, dan memahami informasi di antara penduduk desa melalui dokumentasi informasi. Metode:Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melalui pelatihan dan advokasi. Hasil:Kegiatan pelatihan ini mampu meningkatkan pemahaman masyarakat. Kegiatan pelatihan ini dijadikan sebagai upaya untuk meningkatkan literasi melalui dokumentasi informasi di Desa Demangrejo telah memberikan hassil yang signifikan. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan Sumber Daya Manusia pengelola Perpustakaan serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam aktivitas literasi menunjukkan keberhasilan program ini dalam mencapai tujuannya.
PENYULUHAN TENTANG TRANSFORMASI LAYANAN PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL DI PERPUSTAKAAN DESA DEMANGREJO KULON PROGO Ernawati; Irpina, Wiwin; Mursyid, Moh; Syahida, Khoirun Nisa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 2 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM MULIA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Libraries as one of the centers and providers of information for the community, along with the current development of technological and information advances, libraries must also be able to adapt to existing advances. The National Library of the Republic of Indonesia as the main library in Indonesia has promoted the transformation of library services based on social inclusion. The Village Library is a type of public library as a center that provides information for all communities fairly for learning and lifelong activities. The public can be directly involved in library activities. However, the Demangrejo village library is currently unable to provide innovation services for its community, so the library is still empty of visitors. Therefore, outreach activities are needed regarding the Transformation of Library Services Based on Social Inclusion. The aim of this community service is to improve excellent library services, increase user visits and the community's reading and writing culture and improve the community's economic welfare. The methods used in this outreach activity are material development, questions and answers and implementation of outreach and evaluation. The results of the outreach activities showed that participants already knew and understood the transformation of library services based on social inclusion. In this way, community service activities through counseling provide benefits for village libraries and their managers because they can increase new knowledge and in-depth understanding of social inclusion-based library services. Keywords: Transformation, Library Services, Social Inclusion
PENYULUHAN PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN DESA TERAUTOMASI BERBASIS SLiMS DI PERPUSTAKAAN DESA DEMANGREJO KULON PROGO MURSYID, MOH.; ERNAWATI; WIWIN IRPINA; MUHAMMAD LUTHFI HIDAYAT
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 2 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM MULIA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Technological advancements have influenced various aspects of life, including libraries. Village libraries, as the frontline providers of information access in rural areas, are required to adapt to current technological developments. To strengthen information technology (IT) capabilities, the library and information science study program conducted a community service activity at the Demangrejo Village Library in Kulon Progo. This activity involved providing counseling to library managers on the development of automated village libraries based on SLiMS. Objective: This counseling program aims to enhance understanding and knowledge related to library development through the implementation of SLiMS-based automation systems, as well as to improve the skills of library staff in operating these systems. Method: The counseling activity was conducted by delivering material to participants in the form of PowerPoint presentations and discussions related to the development of SLiMS-based automated village libraries. Results: The counseling results showed an increase in participants' understanding of the development of SLiMS-based automated village libraries. Participants recognized that library automation makes the work of library managers easier, such as cataloging, circulation, and reporting. Consequently, library managers have sufficient time to serve library users optimally. Moreover, automation can also improve information access and literacy in rural communities.
EFEKTIVITAS PSIKOEDUKASI PENGENALAN EMOSI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN EMOSI PADA REMAJA Widyowati, Arini
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 2 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM MULIA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman akan emosi merupakan faktor penting yang menentukan kemampuan individu dalam mengelola emosi pada remaja. Artikel ini membahas efektivitas psikoedukasi pengenalan emosi untuk meningkatkan pemahaman emosi pada remaja. Psikoeduasi dilakukan pada 34 remaja laki-laki di Panti Asuhan X yang diberikan dalam dua sesi. Pre test dan post test dilakukan sebelum dan setelah psikoedukasi dilakukan untuk mengukur pemahaman remaja mengenai emosi dan pengelolaan emosi. Hasil analisis data menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman remaja akan emosi dan pengelolaan emosi sebelum dan setelah perlakukan diberikan. Psikoedukasi ini penting dilakukan untuk membantu remaja dipanti asuhan dalam mengenali dan mengekspresikan emosi dengan tepat sehibgga tercapai keseimbangan dalam diri.
PEMBENTUKAN POSYANDU REMAJA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN REMAJA DI DUKUH IROYUDAN GUWOSARI PAJANGAN BANTUL Widarti, Sri; Adhisty, Yulia; Pratiwi, Fika
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 2 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM MULIA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mendorong semua daerah untuk membentuk posyandu remaja. Tujuannya adalah untuk memperkuat upaya pengawasan terhadap tumbuh kembang para remaja, menjadi wadah pengetahuan tentang kesehatan para remaja, hingga menanggulangi stunting Tujuan : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan para remaja terkait dunia Kesehatan dan meningkatkan derajad Kesehatan dan pengawasan terhadap tumbuh kembang para remaja. Metode : memberikan pendidikan kesehatan dan pembentukan posyandu remaja di dukuh iroyudan guwosari pajangan Bantul. Hasil : Rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka pembentukan Posyandu Remaja Dukuh iroyudan adalah sosialisasi posyandu remaja, pelatihan posyandu remaja, pembentukan kader kesehatan remaja, pelatihan P3K (Pertolongan Pertama Kecelakaan), penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), penyuluhan tentang pemantauan jentik nyamuk, anemia, tanaman obat keluarga, kesehatan reproduksi, gizi, napza dan penyakit tidak menular Kata kunci : Posyandu Remaja, Derajat kesehatan