cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
katonfath@gmail.com
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30267854     DOI : https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i1
Core Subject : Education,
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang bersifat peer-review dan terbuka. Jurnal ini terbit 6 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Fokus dan ruang lingkupnya meliputi: Ilmu Sosial, Humaniora, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,069 Documents
PENDIDIKAN KARAKTER DI TENGAH DERASNYA ARUS MODERNISASI Cindy Elvira; Elsa; Sovieta Ria
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4579

Abstract

This article discusses the challenges and solutions in character education amidst the rapid currents of modernization. Character education is a strategic effort to shape positive attitudes and behaviors in students by instilling essential moral values. However, globalization and technological advancements have shifted local values, resulting in challenges in character development. This study emphasizes the importance of collaboration among schools, parents, and the community in effectively implementing character education. It finds that integrating character values into the curriculum, wisely utilizing technology, and actively involving teachers and families are crucial for creating a generation that is not only intelligent but also possesses strong character.
Motivasi Bagi Tenaga Pendidik Sebagai Manajer Sesungguhnya Di Sekolah Silvia Naysilla Putri
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran motivasi dalam meningkatkan kapabilitas guru sebagai pengelola yang sesungguhnya di sekolah. Motivasi dalam pekerjaan adalah elemen krusial yang memengaruhi kinerja guru saat melaksanakan tanggung jawab pendidikan dan manajerial. Dengan pendekatan kualitatif dan fokus pada studi kasus di kalangan para guru di SMA Negeri yang terlibat dalam pengembangan sekolah, studi ini mengindikasikan bahwa motivasi memberikan pengaruh besar terhadap efektivitas guru dalam menjalankan tugas manajerial, yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan penilaian pembelajaran. Temuan dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa aspek-aspek seperti kepemimpinan kepala sekolah, situasi kerja, imbalan, isi pekerjaan, kesempatan promosi, dan kolaborasi tim memiliki peran signifikan dalam meningkatkan motivasi serta kepuasan kerja para guru. Guru yang memiliki tingkat motivasi yang tinggi tidak hanya menunjukkan performa yang memuaskan di kelas, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan pengelolaan institusi pendidikan. Oleh sebab itu, pengembangan motivasi guru harus menjadi fokus utama dalam manajemen pendidikan untuk menciptakan sekolah yang efisien dan berkualitas.
Analisis Literatur tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Pengembangan Critical Thinking Siswa SMA Tsayuqi Nur Izzati; Defira Ayuningtyas; Ichsan Fauzi Rachman
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4583

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan sebuah keterampilan penting yang wajib dimiliki oleh siswa agar mampu menghadapi berbagai tantangan kompleks di abad ke-21, termasuk dalam hal pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan menyaring informasi. Sayangnya, data menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil siswa SMA di Indonesia yang benar-benar mengembangkan dan menerapkan kemampuan berpikir kritis dalam proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dapat mendukung pertumbuhan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menganalisis berbagai jurnal ilmiah yang relevan dalam kurun waktu 2013 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa KBK memiliki potensi besar dalam mendorong keterampilan berpikir kritis melalui strategi pembelajaran yang kolaboratif, kontekstual, dan aktif, seperti penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Namun, di lapangan, implementasi KBK masih menemui hambatan seperti dominasi metode pengajaran tradisional dan kurangnya kompetensi guru. Oleh karena itu, diperlukan upaya signifikan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan KBK melalui pelatihan berkelanjutan bagi guru, pengembangan materi pembelajaran yang inovatif, serta kebijakan pendidikan yang konsisten dan mendukung. Hasil studi ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kata kunci: Berpikir kritis, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Sekolah Menengah Atas, Pembelajaran Berbasis Masalah
Pengaruh Penerapan Pendekatan Discovery Learning dalam Kurikulum terhadap Kemampuan HOTS Siswa Sekolah Dasar Futry Fauziah Nabila; Ichsan Fauzi Rachman
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak penerapan pendekatan pembelajaran dalam kurikulum pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills atau HOTS) melalui metode literature review. Kemampuan Hots adalah salah satu fokus pada belajar abad ke-21, karena memainkan peran kunci dalam merancang siswa yang kritis, kreatif, dan pemecahan masalah. Seiring dengan implementasi kurikulum berbasis kompetensi seperti kurikulum 2013 dan kurikulum independen, pendekatan untuk penemuan dipertimbangkan di jalur untuk menekankan pengalaman aktif, eksplorasi dan langsung. Dengan menggunakan metode studi literatur, penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan, termasuk jurnal nasional dan internasional, item konferensi, dan dokumen pedoman pendidikan Hasil kajian menunjukkan bahwa Discovery Learning secara konsisten berkontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan HOTS siswa, terutama dalam aspek analisis, evaluasi, dan kreasi. Selain itu, pendekatan ini ditunjukkan dengan jelas dengan mempelajari motivasi dan kemandirian siswa dalam proses pembelajaran. Berdasarkan temuan penelitian, kita dapat menarik kesimpulan bahwa penggunaan pembelajaran pembelajaran dapat terus dikembangkan sebagai strategi untuk pembentukan pemikiran kritis dan inovatif siswa. Studi ini merekomendasikan integrasi sistematis pendekatan pembelajaran ke dalam pendidikan guru dan praktik pelatihan sebagai bagian dari penguatan kurikulum.
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Game Edukatif untuk Mengasah Keterampilan Membaca dan Menulis pada Siswa Sekolah Dasar Nazwa Herwiandiny Puteri; Melisa Ganditiya Arfah; Ichsan Fauzi Rachman
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4592

Abstract

Rendahnya keterampilan membaca dan menulis siswa sekolah dasar di Indonesia menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan. Salah satu penyebab utama kondisi ini adalah rendahnya minat siswa terhadap metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil-hasil penelitian terdahulu yang mengimplementasikan model pembelajaran berbasis game edukatif dalam mengasah keterampilan membaca dan menulis pada siswa sekolah dasar, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis berbagai sumber dalam kurun waktu 2019-2025 terkait implementasi model pembelajaran berbasis game edukatif. Hasil review menunjukkan bahwa penggunaan media game edukatif, baik digital maupun non-digital, dapat meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan siswa, serta memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan literasi dasar. Peningkatan tersebut terlihat pada aspek pengenalan huruf, penyusunan kata, hingga kemampuan menulis dengan struktur yang benar. Kesimpulannya, model pembelajaran berbasis game edukatif merupakan pendekatan inovatif dan fleksibel yang efektif untuk mengatasi rendahnya minat belajar dan untuk mengasah keterampilan membaca dan menulis pada siswa sekolah dasar, dengan syarat implementasinya disesuaikan dengan kondisi infrastruktur masing-masing sekolah.
POLA HUBUNGAN GURU DAN MURID DALAM PROSES PEMBELAJARAN (Kajian Buku “Nukilan Pemikiran Islam Klasik Gagasan Pendidikan Al-Ghazali” Karya Hasan Asari MA) Ayu Wulandari; Asep Sunarko; Ngatoillah Linnaja
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4594

Abstract

Hubungan guru dan murid dalam pendidikan Islam selalu memiliki aspek yang sangat personal, di mana seorang penuntut ilmu mencari seorang guru, bukan lembaga, lalu mengabadikan dirinya sepenuhnya kepada guru tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research yang bertumpu pada sumber primer yaitu buku “Nukilan Pemikiran Islam Klasik Gagasan Pendidikan Al-Ghazali” karya Hasan Asari MA, serta sumber sekunder lain yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, kemudian dianalisis dengan pendekatan analisis isi (content analysis) secara sistematis, objektif, dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep guru dalam buku tersebut digambarkan sebagai sosok yang tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga membimbing spiritualitas dan moral murid. Sedangkan murid diposisikan sebagai pencari ilmu yang harus memiliki adab, ketulusan, dan kesungguhan dalam belajar. Pola hubungan guru dan murid menurut Al-Ghazali bersifat hierarkis namun dilandasi rasa kasih sayang, saling menghargai, dan keteladanan. Dalam konteks pendidikan saat ini, khususnya dalam membentuk generasi emas di era milenial, pola ini tetap relevan dan dapat dijadikan sebagai dasar dalam membina hubungan yang berkarakter dan berlandaskan nilai- nilai keislaman.
Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Anak: Studi Kasus di Sekolah Dasar Rahmawati, Nadia; Dapit Aryando; Syaffrizal Aziz; Sani Safitri; Syariffudin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4597

Abstract

The use of gadgets in children's lives, especially elementary school students, has increased with technological advancements. This study aims to analyze the influence of gadgets on the development of elementary school children in cognitive, social, emotional, and physical aspects. The research method used is a literature review, collecting various related studies to explore both positive and negative impacts of gadget use. The results show that gadgets can enhance information access and support learning if used wisely. However, excessive use can lead to reduced social interaction, concentration disorders, and various physical and emotional health issues. Therefore, it is crucial for parents and educators to regulate and guide gadget usage so that children can benefit from technology without experiencing its negative effects. This study provides new insights into the importance of gadget usage regulation in children's daily lives to support balanced development. 
Penerapan Culturally Responsive Teaching dalam Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Zat Aditif dan Adiktif Ismi Aryanti Khusnul Khatimah; Novi Ratna Dewi; Etik Zusnaningsih
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4601

Abstract

This study aims to improve the understanding of the concept of additives and addictive substances in class IX D students of SMPN 11 Semarang through the application of Culturally Responsive Teaching in the Discovery Learning learning model. This study is a Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, where each cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection stages. The subjects of the study were 32 class IX D students, consisting of 16 males and 16 females. Data collection techniques were carried out through learning outcome tests, observations and student response questionnaires. The results showed that the application of Culturally Responsive Teaching in Discovery Learning was able to improve students' understanding of the concept of additives and addictive substances. The average student score increased from 44.06 in the pre-cycle with 12.50% completion, to 64.53 with 46.88% completion in cycle I, to 80.16 with 93.75% completion in cycle II. In addition to improving learning outcomes, there was also an increase in student participation in discussions and exploration of concepts in learning. Thus, the application of Culturally Responsive Teaching in Discovery Learning has proven effective in improving the understanding of the concept of additive and addictive substances.
Efektivitas Pembelajaran Adaptif Berbasis AI terhadap Penguatan Critical Thinking Pada Siswa Kelas Dasar Fisabilillah, Hizba; San San Agus Rafly; Ichsan Fauzi Rachman
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4603

Abstract

perkembangan teknologi digital menuntut penguasaan keterampilan berpikir kritis sejak dini, terutama di jenjang sekolah dasar. Namun, pendekatan pembelajaran konvensional dinilai belum mampu mengakomodasi kebutuhan tersebut secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi dan efektivitas penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung pembelajaran adaptif guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sistematis terhadap sepuluh artikel ilmiah terpilih yang membahas integrasi AI dalam pembelajaran dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran adaptif berbasis kecerdasan buatan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui penyajian materi yang dipersonalisasi, pemberian umpan balik secara langsung, serta penyesuaian terhadap kecepatan belajar siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa penggunaan sistem pembelajaran adaptif berbasis kecerdasan buatan terbukti efektif dalam mendorong peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa di jenjang sekolah dasar. Temuan ini memiliki implikasi terhadap pengembangan kurikulum dan sistem pembelajaran yang lebih responsif terhadap perbedaan kebutuhan belajar siswa sejak dini.
Implementasi AI dalam Pembelajaran dan Dampaknya terhadap Kemampuan Bernalar Siswa Sekolah Menengah Rizkha Firdaus; Ananda Eka Putri; Ichsan Fauzi Rachman
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4609

Abstract

Integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran di sekolah menengah telah membawa perubahan signifikan terhadap kualitas proses belajar dan kemampuan bernalar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak implementasi AI dalam pembelajaran terhadap pengembangan kemampuan bernalar siswa sekolah menengah melalui kajian pustaka berbagai hasil penelitian nasional dan internasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi berbasis AI mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif, personal, dan interaktif, sehingga materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik individu siswa. AI juga memfasilitasi pemberian umpan balik otomatis dan real-time, yang membantu siswa memahami konsep secara lebih mendalam, memperbaiki pola pikir, serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan dalam proses belajar. Selain itu, AI berperan dalam memperkuat kemampuan berpikir kritis, logis, dan reflektif siswa melalui penyajian materi dan soal yang menantang serta berbasis data. Namun demikian, implementasi AI di sekolah menengah masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, literasi digital guru dan siswa yang belum merata, serta risiko ketergantungan pada teknologi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru, pengembangan kebijakan pendidikan yang mendukung integrasi AI secara bertahap, serta kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan pengembang teknologi agar pemanfaatan AI dapat berjalan optimal, etis, dan inklusif dalam membentuk siswa yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan abad ke-21.

Page 61 of 107 | Total Record : 1069