cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
katonfath@gmail.com
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30267854     DOI : https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i1
Core Subject : Education,
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang bersifat peer-review dan terbuka. Jurnal ini terbit 6 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Fokus dan ruang lingkupnya meliputi: Ilmu Sosial, Humaniora, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,053 Documents
STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK) INTERAKTIF DAN BERBASIS DIGITAL Maryo Andika Manik
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6653

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK). Pembelajaran PAK yang sebelumnya didominasi pendekatan konvensional menghadapi tantangan dalam menjawab kebutuhan generasi digital yang akrab dengan teknologi, media sosial, dan konten multimedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, urgensi, serta implementasi strategi pembelajaran PAK interaktif dan berbasis digital dalam konteks pendidikan formal. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan dengan pembelajaran interaktif, teknologi pendidikan, dan Pendidikan Agama Kristen. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran PAK interaktif berbasis digital mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan siswa, pemahaman nilai-nilai Kristiani, serta mengembangkan keterampilan abad ke-21. Implementasi strategi ini memerlukan kesiapan guru, dukungan infrastruktur, serta integrasi nilai spiritual dan etika Kristen agar teknologi berfungsi sebagai sarana pembentukan iman dan karakter.
Tantangan Psikologis Siswa Pesantren dalam Menguasai Qira'ah Teks Klasik Mustasyaroh, Hanna Khoirul; Nanang Qosim
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan psikologis siswa pesantren dalam menguasai qira’ah teks klasik (kitab kuning). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian berupa santri dan guru pengampu pembelajaran kitab kuning. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi proses pembelajaran, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan psikologis santri bersifat multidimensional, meliputi kecemasan akademik, rendahnya kepercayaan diri, menurunnya motivasi belajar, tekanan lingkungan pesantren, serta persepsi negatif terhadap keterbacaan teks klasik. Kecemasan akademik menjadi faktor dominan yang memengaruhi kemampuan santri dalam membaca dan memahami teks Arab tanpa harakat. Selain itu, tuntutan akademik pesantren dan karakteristik teks klasik turut memperkuat hambatan psikologis santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran qira’ah teks klasik perlu memperhatikan aspek psikologis santri agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif, humanis, dan berkelanjutan.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL UNTUK MEMBANGUN BANGSA YANG RELIGIUS DAN NASIONALIS Ircham Taufiqul Hakim; Atiqotul Azimah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6669

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural menghadapi realitas empiris berupa masih terjadinya konflik horizontal berlatar perbedaan etnis, budaya, dan agama akibat sikap eksklusivisme sebagian kelompok masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan multikultural sebagai strategi preventif dalam membangun sikap toleran dan harmonis di tengah masyarakat majemuk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada satuan pendidikan yang menerapkan nilai-nilai multikultural melalui integrasi materi pembelajaran bernuansa toleransi dan inklusivitas. Subjek penelitian meliputi pendidik dan peserta didik dengan latar belakang sosial, budaya, dan agama yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural yang dirancang secara kontekstual mampu meningkatkan sikap saling menghargai, menurunkan prasangka sosial, dan mencegah potensi konflik antar kelompok. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pendidikan multikultural efektif sebagai instrumen penguatan kohesi sosial apabila diimplementasikan secara konsisten dan tidak bias ideologis. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran yang berorientasi pada nilai kemanusiaan universal sebagai fondasi keberlanjutan bangsa Indonesia.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM KONTEKS MASYARAKAT MAJEMUK Miftakhul Arzak; Miftakhul Hayat; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6671

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan pendekatan pendidikan yang berorientasi pada pengakuan dan penghargaan terhadap keberagaman sosial, budaya, etnis, dan agama dalam masyarakat majemuk. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan multikultural dalam membangun sikap toleransi, mengurangi prasangka sosial, serta memperkuat kohesi sosial di tengah keberagaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan melalui analisis terhadap buku ilmiah, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan yang relevan dengan pendidikan multikultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berperan penting dalam menciptakan keadilan dan kesetaraan dalam pendidikan dengan memberikan kesempatan belajar yang sama bagi seluruh peserta didik. Implementasi pendidikan multikultural melalui integrasi kurikulum yang inklusif dan pedagogi responsif budaya mampu membentuk sikap saling menghormati serta meningkatkan kualitas interaksi sosial antar kelompok. Namun, penerapan pendidikan multikultural dalam konteks masyarakat majemuk, khususnya di Indonesia, masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kompetensi pendidik, minimnya bahan ajar yang representatif, serta adanya resistensi kultural dan struktural. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan, peningkatan kualitas pendidik, dan pengembangan kurikulum yang kontekstual agar pendidikan multikultural dapat diimplementasikan secara optimal.
Beauty Standards In Film Imperfect (2019) Siska Nur Setyarani; Jeyta Kistina Lubis; Niken Nurdiyanti; Muhammad Khalil Nurhadianah Putra; Febryantoro Mali Leto
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6682

Abstract

This study examines beauty standards and their social impacts on women as represented in the film Imperfect (2019). In social life, beauty standards often place women under specific physical judgments, such as slim body shape, skin color, and outward appearance, which subsequently influence social acceptance and self-confidence. This research aims to reveal how beauty standards are constructed in the film and how they affect the main character’s self-identity and social relationships. The study employs a qualitative approach using discourse analysis. The data consist of dialogues, scenes, and visual elements that represent physical judgment, body shaming, and social pressure related to beauty standards. Data were collected through film observation and documentation and analyzed descriptively. The findings indicate that Imperfect portrays beauty standards as a form of social pressure that leads to discrimination, bullying, and unequal treatment of women in both family and workplace settings. The film also illustrates the main character’s process of self-awareness in rejecting narrow beauty ideals and developing self-acceptance. Therefore, Imperfect serves as a form of social criticism that highlights the negative impacts of dominant beauty ideals and emphasizes the importance of appreciating bodily diversity and female identity.
KALOR SEBAGAI KUNCI PERUBAHAN FISIKA PADA ZAT DALAM KEHIDUPAN NYATA Fira Rahma Mutiahana
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6685

Abstract

Kalor merupakan salah satu bentuk energi yang sangat berperan dalam kehidupan manusia dan menjadi salah satu pokok bahasan penting dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Secara sederhana, kalor didefinisikan sebagai energi yang berpindah akibat adanya perbedaan suhu, selalu mengalir dari benda bersuhu lebih tinggi ke benda bersuhu lebih rendah hingga tercapai keseimbangan termal. Artikel ini membahas secara menyeluruh mengenai konsep dasar kalor, pengaruh kalor terhadap perubahan suhu, perubahan wujud, dan pemuaian zat, serta cara perpindahannya melalui konduksi, konveksi, dan radiasi. Setiap konsep dilengkapi dengan contoh fenomena yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, misalnya sendok logam yang menjadi panas, air mendidih, es yang mencair, dan panas matahari yang sampai ke bumi. Pemahaman terhadap konsep kalor tidak hanya bermanfaat dalam konteks akademik, tetapi juga membantu siswa menghubungkan ilmu dengan pengalaman nyata, sehingga dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, sikap kritis, serta motivasi belajar. Selain itu, penguasaan konsep kalor juga menjadi dasar bagi pengembangan teknologi, mulai dari proses memasak, pendingin ruangan, hingga pemanfaatan energi surya. Dengan demikian, pembelajaran kalor berkontribusi penting dalam membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan sains yang relevan untuk menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari maupun perkembangan ilmu pengetahuan modern.
GREEN TRADE, FAIR TRADE, HALAL TRADE Achmad Arya Safutra; Rangga Dwi Saputra; Erdia Indriawati; Madu Rahayu; Anita Dwiutami Handayani; Ahmad Elsafrudin; HalimahTussa’diyah; Lis Yulitasari
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6687

Abstract

Perdagangan global mengalami pergeseran paradigma dari orientasi keuntungan semata menuju perdagangan yang berkelanjutan, berkeadilan, dan beretika. Perkembangan ini dipicu oleh meningkatnya kesadaran terhadap degradasi lingkungan, ketimpangan sosial, serta tuntutan penerapan nilai-nilai moral dan agama dalam aktivitas ekonomi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep Green Trade, Fair Trade, dan Halal Trade sebagai bagian dari kerangka ekonomi hijau dalam perdagangan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis studi kasus yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Green Trade berperan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, Fair Trade menjamin keadilan sosial dan kesejahteraan produsen, sementara Halal Trade memastikan kepatuhan terhadap prinsip syariah dan etika bisnis. Integrasi ketiga konsep tersebut berpotensi menciptakan sistem perdagangan yang tidak hanya kompetitif secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan, adil, dan bermartabat.  
PRAKTIK KEAGAMAAN KOMUNITAS RIFA’IYAH DAN RELEVANSINYA TERHADAP MODERASI BERAGAMA DI INDONESIA Rifana Azzahra; Imas Amanatu Zahro; Denisa Amni Nabilah Amin; Muhammad Khairy Abdullah Dzaky; Robingun Suyud El Syam
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6693

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis praktik keagamaan Komunitas Rifa’iyah dan relevansinya dalam memperkuat moderasi beragama di Indonesia. Komunitas Rifa’iyah dikenal dengan tradisi keagamaannya yang khas, seperti pembacaan khusus dalam ritual sehari-hari, penekanan pada perilaku moral, ketaatan kepada guru agama, dan komitmen terhadap tasamuh dan perilaku damai, seperti yang dijelaskan dalam penelitian sebelumnya. Praktik-praktik ini memiliki potensi yang kuat dalam mendukung nilai-nilai moderasi beragama, khususnya dalam aspek komitmen nasional, toleransi, dan anti-kekerasan. Nilai-nilai tasamuh dan tata krama sosial yang menjadi ciri khas komunitas ini juga telah terbukti memperkuat hubungan sosial antaragama. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan tinjauan pustaka. Empat indikator moderasi beragama dari Kementerian Agama Republik Indonesia, yaitu komitmen nasional, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodasi budaya lokal, menjadi dasar analisis. Temuan menunjukkan bahwa praktik utama Komunitas Rifa’iyah, seperti pembiasaan ibadah berjamaah, penguatan moral, dan penghormatan kepada guru, sangat relevan dengan prinsip-prinsip moderasi beragama. Lebih lanjut, nilai-nilai tawazun dan tasamuh yang diajarkan dalam komunitas tersebut mendorong pembentukan sikap keagamaan yang inklusif dan saling menghormati perbedaan. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi keagamaan lokal seperti yang dilakukan Komunitas Rifa’iyah memainkan peran penting dalam memperkuat moderasi keagamaan di Indonesia dan menjaga keharmonisan sosial di tengah keragaman masyarakat.
Implementasi Pendidikan Agama Kristen Keluarga dalam Menghadapi Krisis Spiritualitas di Era Digital Reja Banjarnahor; Castia Simanjuntak; Gracela Purba; Dearma Friend Damanik
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6695

Abstract

Era digital membawa perubahan penting dalam pola hidup dan nilai-nilai spiritualitas keluarga Kristen. Paparan teknologi yang berlebihan, informasi yang tidak terfilter, serta berkurangnya interaksi spiritual dalam keluarga memicu munculnya krisis spiritualitas pada peserta didik dan anggota keluarga lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam keluarga sebagai strategi menghadapi krisis spiritualitas di era digital. Metode kajian pustaka digunakan untuk mengulas konsep PAK keluarga, peran orang tua sebagai pendidik utama, serta tantangan dan peluang yang muncul di tengah perkembangan teknologi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAK keluarga yang diterapkan melalui teladan hidup, pembinaan iman secara rutin, penggunaan teknologi secara bijak, serta komunikasi spiritual yang intensif mampu memperkuat fondasi iman dan karakter Kristiani. Penelitian ini menegaskan bahwa keluarga merupakan pusat utama pembentukan spiritualitas, dan penguatan PAK keluarga menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan spiritual di era digital.
TELAAH ULANG PERKEMBANGAN GERAKAN DAKWAH DARUL ARQAM Yoga Khoirul Anam; Devi Rahmawati; Kuni Ustuviana; Robingun Suyud El Syam
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6696

Abstract

Darul Arqom adalah sebuah gerakan yang didirikan pada tahun 1968 oleh seorang politikus Malaysia. Latar belakangnya adalah keinginan untuk mewujudkan Islam secara komprehensif seperti pada zaman Nabi. Para pengikut gerakan ini berusaha untuk lebih banyak berzikir dan meniru cara makan dan berpakaian pada zaman Nabi. Dalam akidah, Darul Arqom berpegang teguh pada prinsip-prinsip Ahlussunnah Waljamaah. Dalam hal ini, Darul Arqom menafsirkan hakikat Ahlussunnah Waljamaah sebagai ajaran Islam murni sebagaimana telah diterapkan oleh Nabi dan para pengikutnya. Dalam fiqih, ia merujuk pada Imam Syafi'i dan dalam mistisisme, ia merujuk pada Imam Ghazali.

Page 94 of 106 | Total Record : 1053