cover
Contact Name
Heri Dwi Santoso
Contact Email
heridwi.santoso@unimus.ac.id
Phone
+6282329058143
Journal Mail Official
lppm@unimus.ac.id
Editorial Address
LPPM Unimus Jl. Kedungmundu Raya No.18, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Unimus
ISSN : 26543257     EISSN : 26543168     DOI : -
Prosiding Seminar Nasional Unimus merupakan wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional Unimus yang diselenggarakan tahunan oleh Lembaga Penelitian dan pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Muhammadiyah Semarang.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 949 Documents
Penyuluhan Keamanan Pangan dan Bahaya Cemaran Kimia bagi Siswa SMK Negeri H. Moenadi Ungaran Kabupaten Semarang Soraya Kusuma Putri; Bambang Kunarto; - Iswoyo; Aldila Sagitaning Putri
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan pangan dan bahaya cemaran kimia sangat penting diketahui oleh para pelaku industri pangan untuk memberikan perlindungan pada masyarakat dengan tujuan meningkatkan keamanan pangan, mutu dan mencegah terjadinya kerugian ekonomi. SMK Negeri H. Moenadi Ungaran Kabupaten Semarang merupakan SMK yang mempunyai bidang keahlian teknologi hasil pertanian, yang mana industri pangan merupakan sejalur dengan bidang kerja para lulusannya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi berupa penyuluhan untuk meningkatkanpemahaman keamanan pangan dan bahaya cemaran kimia bagi siswa SMK Negeri H. Moenadi Ungaran Kabupaten Semarang. Kegiatan yang dilaksanakan menggunakan metode penyuluhan virtual melalui aplikasi zoom meeting dengan diikuti 32 siswa-siswi dari SMK N H. Moenadi Ungaran Kabupaten Semarang meliputi penjelasan tentang keamanan pangan dan bahaya cemaran kimia pada pangan. Dari 32 kelompok sasaran, sejumlah 31,25% menyatakan tahu sedangkan sisanya tidak tahu mengenai keamanan pangan. Dari 32 kelompok sasaran, sejumlah 37,5% menyatakan tahu sedangkan sisanya tidak tahu mengenai bahaya cemaran kimia. Hasil kuisioner menunjukkan bahwa setelah dilakukan kegiatan penyuluhan tingkat pengetahuan siswa terhadap keamanan pangan dan cemaran bahaya kimia meningkat menjadi 100%. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan ini dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang keamanan pangan dan cemaran kimia pada produk pangan. Kata Kunci : Keamanan Pangan, Cemaran, Kimia, Penyuluhan, Siswa.
Gambaran Kecemasan Mahasiswa Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Semarang Tri Nurhidayati; Muhsinatun Muhsinatun
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktek klinik keperawatan merupakan suatu kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan dan ketrampilan ke dalam tindakan yang sesungguhnya. Mahasiswa yang menempuh praktik klinik akan merasa cemas diawal praktik. Lingkungan Rumah sakit merupakan satu-satunya sumber kecemasan terbesar bagi mahasiswa keperawatan. Kcemasan adalah rasa khawatir, rasa takut yang tidak jelas sebabnya. Hal ini dikarenakan mahasiswa khawatir akan membahayakan pasien terhadap tindakan keperawatan yang akan dilakukan . penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan mahasiswa profesi ners. Metode : desain peneitian deskriftif dengan menggunakan total sampling 124 responden. Penelitian ini menggunakan pendekatan cros-sectional karena pengukuran variabel bebas dan variabel terikat dilakukan sekali dalam waktu yang sama. Hasil : uji statistik menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami kecemasansedang dengan jumlah 71 mahasiswa (57,7%). Sedangkan yang tidak mengalami kecemasan ada 4 mahasiswa (3.2%), yang mengalami kecemasan ringan ada 38 mahasiswa (30.6%), dan yang mengalami kecemasan berat ada 11 mahasiswa (8.9%). Kesimpulan : penelitian ini dapat memberikan persiapan yang matang kepada mahasiswa sebelum menempuh praktik kinik. Kata kunci: Kecemasan, Ners
Eksperimen Ilegal Sebagai Fakta Kemanusiaan di Cerita Pendek The Evil Monkey Karya Mary Robinette Kowal Yoga Agung Priambodo; Budi Tri Santosa
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksperimen merupakan suatu kegiatan untuk menemukan, mengembangkan, memperbarui, dan mencari suatu halbaru. Suatu yang menarik dari satu eksperimen adalah tantangan baru dalam menjalaninya atau prosesnya, kita harusberpikir, mengira, mencoba, dan mengujinya, proses itulah yang mendasari satu kegiaan dari eksperimen. Hal baruyang akan didapatkan dari eksperimen akan menjadi satu hal yang baru, menjadi satu hal yang belum pernahterlihat. Di balik satu penemuan baru, pasti terdapat pro/kontra yang bermunculan dari berbagai elemen masyarakat.Entah itu beranggapan akan memudahkan hidup, atau malah menyengsarakan hidup. Ada banyak dasar tujuan darisuatu eksperimen, dari mulai suatu benda, sampai menyangkut kehidupan manusia. Tapi, apa jadinya jika suatueksperimen melanggar peraturan atau perizinan ? sehingga menjadi satu asalah besar yang mungkin bisamengancam kehidupan manusia. Maka banyak penulis atau para kaum pemikir yang sengaja mengangkat kasuskasus eksperimen ilegal yang dijadikan sebagai tema dari suatu karya atau suatu topic pembahasan. Dalampenelitian cerpen The Evil Monkey (2009) karya Mary Robinette Kowal  kali ini menggunakan fakta kemanusiaandalam teori strukturalisme genetik oleh Lucien Goldmann yang merupakan metode kualitatif yang mengamati teksdari unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita pendek tersebut. Kata Kunci : Strukturalisme Genetik, Eksperimen Ilegal, Fakta Kemanusiaan, Sosiologi Sastra.
Daya Terima dan Kadar Asam Thiobarbiturat (TBA) Tempe yang Difortifikasi Zat Besi dan Vitamin A Rahayu Astuti; Siti Aminah; Agustin Syamsianah
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempe is one of Indonesian food which commonly consumed by community and possible as an alternative food that can be fortified with iron and vitamin A. This fortification is an efforts to overcome nutritional anemia. On the other hands, iron addition raises concerns that fortification of iron in fortified tempe can cause oxidative effects. The purpose of this study is to determine the acceptability and levels of thiobarbituric acid (TBA) in iron- fortified tempe and tempe with additional iron+vitamin A. This study use a Completely Randomized Design with 5 experimental groups and 3 replications. The control group was tempe without fortification, while experimental groups 1, 2, 3, 4 were given iron (FeSO) 90 mg, 110 mg, 130 mg and 150 mg/kg of wet soybean. Tempe A is tempe which was given iron fortification, and tempe B was tempe which was given iron+ vitamin A fortification. The results of this study, the acceptability of fortified tempe showed that both tempe A and tempeB, in raw tempe in terms of aroma and color, iron fortified tempe levels of 110 mg and 130 mg were still favored by panelists. Likewise in cooked tempe, the taste, aroma and color that are still preferred are iron levelsof 110 mg and 130 mg. However, tempe with 150 mg of iron is not preferred by panelists. There were no significant differences about levels of thiobarbituric acid (TBA) in tempe without fortification compared to onlyiron-fortified tempe alone and iron+vitamin A-fortified tempe, with more increasing iron levels (90 mg, 110 mg, 130 mg and 150 mg) does not show an increase in TBA levels. The iron (FeSO4) contain with 130 mg/kg of wet soybean is recommended to use in making tempe fortification as an effort to overcome iron-deficiency anemia.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Masyarakat tentang Pencegahan ISPA Di Puskesmas Bandarharjo Semarang Astin Prima Sari; Nandhini Lawrence Ananta; Wahju Budi Martono; Novita Sari Dewi; Ruly Dwi Utami
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 6 (2023): Membangun Tatanan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menunjang Pencapaian Susta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: ISPA merupakan penyakit yang banyak ditemui di masyarakat. Meskipun demikian,gejala ISPA dapat bersifat ringan sampai berat bahkan dapat menimbulkan kematian. Salah satukeberhasilan pencegahan ISPA adalah pengetahuan masyarakat, yang ditentukan oleh banyak hal,seperti pendidikan dan budaya, dan lainnya.  Tujuan Penelitian: Menganalisis hal-hal yang mempengaruhi pengetahuan masyarakat dalampencegahan ISPA di Puskesmas Bandarharjo Semarang. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi didapat darimasyarakat di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo. Teknik sampel melalui purposive sampling,diperoleh 30 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan terhadappentingnya pencegahan ISPA, serta faktor yang mempengaruhi pengetahuan tersebut. Analisis dataunivariat dan bivariat dengan chi square. Hasil: Didapatkan hasil mayoritas umur responden adalah usia >35 tahun (73,68%), jenis kelaminperempuan (58%), tingkat pendidikan SMA (52%), bekerja (79%). Tingkat pengetahuan mayoritasbaik (70%) dan tingkat sikap baik (70%). Tingkat pendidikan SMA(61,1%).  Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, dan status pekerjaanterhadap pengetahuan masyakat tentang pencegahan ISPA di wilayah Puskesmas BandarharjoSemarang. Kata kunci: ISPA, pendidikan, pengetahuan.
Eksistensi Magis pada Cerita Rakyat dan Budaya di Daerah Jawa Cahyani Fajrin; Mega Putri Aulia; Heri Dwi Santoso
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 6 (2023): Membangun Tatanan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menunjang Pencapaian Susta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mayoritas masyarakat di Jawa mempercayai sesuatu hal yang mistis dan berkaitan dengan hal gaib. Mistis  adalah hal yang melampaui batas naluri duniawi manusia, yang membangun sistem spekulasi dan praktis dan menemukan arti dari inti mistisme, yang dianggap sebagai sumber keberadaan makhluk gaib pada mitos masyarakat. Mitos adalah sebuah cerita warisan turun-temurun yang berbentuk sastra lisan, suatu cerita yang tidak masuk akal yang hadir karena latar belakang pemikiran manusia. Teori realisme magis dari Wendy B. Faris akan menjadi salah satu jalan untuk meneliti cerita rakyat dan upacara adat yang memiliki unsur realisme magis. Dalam cerita rakyat Nyi Roro Kidul dan upacara adat Kalang Obong mengangkat sebuah kepercayaanmasyarakat tentang hal-hal gaib yang berdampingan dalam hidup masyarakat Jawa.Kata Kunci : mitos, mistis, budaya, upacara adat, cerita rakyat, dan realisme magis..
Perbandingan Kadar Hemoglobin Pedagang Angkringan Merokok Dan Tidak Merokok Dengan Kebiasaan Tidur Larut Malam Di Kelurahan Sendangmulyo Aldian Eka Ramadhan; Yekti Hediningsih; Fitri Nuroini
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemoglobin merupakan molekul protein yang berfungsi sebagai pembawa zat besi yang mengandung oksigen dalam sel darah merah. Fungsi utama hemoglobin adalah mengikat oksigen, didalam darah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa kembali karbon dioksida dari semua sel ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh. Merokok mempunyai dampak yang buruk terhadap kesehatan organ pernafasan. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan merokok adalah kanker paru. Dampak tidur larut malam dapat mengganggukesehatan tubuh, pada  malam hari fungsi fisiologis tubuh terutama yang berkaitan dengan peningkatan fungsi sel dan regenerasi sel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengukur dan menganalisis perbandingan kadar hemoglobin darah pedagang angkringan Merokok dan tidakmerokok dengan kebiasaan tidur larut malam di kelurahan sendangmulyo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel diambil sebanyak 30 sampel pedagang angkringan yang merokok dan tidak merokok dengan kebiasaan tidur larut malam di kelurahan sendangmulyo, kemudian diperiksa kadar hemoglobin menggunakan metode POCT. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin pedagang angkringan yang merokok sebesar 17,2 g/dL sedangkan rata-rata kadar hemoglobin pedagang angkringan yang tidak merokok sebesar 14,4 g/dL. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan kadar hemoglobin pedagang angkringan  merokok dan tidak merokok dengan kebiasaan tidur larut malam di kelurahan sendangmulyo.  Kata Kunci : Kadar Hemoglobin, Pedagang Angkringan
Pengendalian Hama Lalat Buah Dengan Feromon Metil Eugenol Bagi Kelompok Tani Pir 2, Kampung Yamta, Distrik Arso, Kabupaten Keerom - Daawia; Bambang Suhartawan; Yuyun Nuriah
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian hama lalat buah dengan Perangkap Metyl Eugenol dilaksanakan di kampung Yamta, PIR II, Distrik Arso, Kabupaten Keerom pada bulan November 2021.  Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masalah gagal panen dan pembusukan buah-buahan akibat serangan lalat buah milik petani di Wilayah PIR II Kampung Yamta. Kegiatan Pengabdian ini menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan simulasi pembuatan dan pemasangan perangkap lalat buah dengan metyl eugenol. Kelompok Tani peserta kegiatan adalah 18 orang yang terdiri dari 11 orang perempuan dan 7 laki-laki. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan  karena alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan perangkap mudah didapat dan murah. Juga pembuatan perangkap sangat mudah dan cepat serta ramah lingkungan. Setelah sebulan dilakukan monitong pengecekan perangkap lalat buah dan menunjukan hasil yang cukup memuaskan karena banyaknya lalat buah jantan yang terperangkap dan berhasil menurunkan populasi lalat buah di Kampung Yamta. Kata Kunci:  Lalat Buah, Yamta, Feromon, Metil Eugenol, Arso, Keerom.
Penerapan Differentiated Instruction dalam Pengembangan Media Pembelajaran Kalkulus 1 Berbasis Mobile Triana Harmini; Dihin Muriyatmoko; Nabiila Fatimatuz Zahra; Siti Suprihatiningsih; Aziz Musthafa
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Mata Kuliah Kalkulus 1 pada Program Studi Teknik Informatika Universitas Darussalam Gontor menggunakan modul pembelajaran berbasis Differentiated Instruction (DI). Pada pembelajaranDI mahasiswa bisa mendapatkan capaian pembelajaran yang sama, namun disesuaikan dengan kemampuan dasarnya masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk merancang media pembelajaran mata kuliah Kalkulus 1 berbasis mobile yang menerapkan metode pembelajaran DI. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah Waterfall meliputi requirement, design, implementation, testing dan maintenance. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari pengujian black box, ujifungsionalitas software, uji media, uji materi dan uji terhadap pengguna. Hasil pengujian black box dan fungsionalitas software mampu berjalan dengan baik dan dinyatakan berhasil, sedangkan untuk pengujian materi setelah di hitung dengan skala likert mendapatkan hasil 76% dan mendapatkan nilai baik, pengujian media pembelajaran mendapatkan hasil 95,7% dan mendapatkan nilai sangat baik. Untuk pengujian pada pengguna telah diujikan 91,5% dan mendapatkan nilai sangat baik. Berdasarkan hasil pengujian disimpulkan bahwa pengujian dari aplikasi ini sangat baik dan bisa diterapkan sebagai media pembelajaran penunjang pada mata kuliah kalkulus 1. Kata Kunci : Differentiated Instruction, Android Mobile, Media Pembelajaran
Pentingnya Sistem Jaringan Untuk Mendukung Kegiatan Pembelajaran dan Pembangunan Sanitasi Air Bersih Bagi Masyarakat Kampung Garung, Desa Leuwibatu Abimanyu Luthfi Rizq Ramadhan; Muhammad Wildan Fadhilah; Raihan Ashil Zaki; Safitri Jaya
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan utama bagi seluruh makhluk hidup di muka bumi ini,terutama bagi manusia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, salah satunya aktivitas pembelajaran.Namun pada era yang serba digital ini, sistem jaringan merupakan salah satu sarana penting untukmendukung segala bidang di dalam kehidupan, salah satunya pada bidang pendidikan karenamembutuhkan sistem jaringan agar kegiatan belajar mengajar dapat  berjalan dengan maksimal,terutama pada kondisi pandemi seperti saat ini. Oleh karena itu, kami mengikuti kegiatan ProgramHolistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) yang dilaksanakan di Kampung Garung selamadelapan hari dengan tujuan membangun sanitasi air bersih, melakukan kegiatan penyuluhan untukseluruh warga Kampung Garung, dan pendidikan bagi anak-anak di kampung tersebut.  Hal tersebutkami lakukan dengan tujuan membantu masyarakat di kampung tersebut mendapatkan air bersih secaramerata, menambah wawasan akademik maupun non-akademik bagi anak-anak di kampung tersebut,serta menambah pengetahuan tentang bagaimana cara menjaga air bersih bagi seluruh masyarakat dikampung tersebut. Kata kunci: Sanitasi Air Bersih, Pendidikan, dan Sistem Jaringan