cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
intelekcendikiawannusantara@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
ariffiandi03@gmail.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30464560     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara (JICN) adalah Jurnal Multi Disiplin Semua Bidang Ilmu sebuah publikasi yang melayani sebagai wadah bagi penelitian interdisipliner dan kolaboratif di berbagai bidang ilmu. Jurnal ini memperoleh keunggulan dengan mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu sosial, hukum, pertanian, pendidikan, ekonomi, manajemen, sejarah, komputer, kesehatan, sains alam, ilmu sosial, bahasa, humaniora, dan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,009 Documents
Transformasi TPA Winongo Kota Madiun sebagai Inovasi Kebijakan dalam Manajemen Publik Eva Salsabila Wakhidah; Nadia Maharani Mukti; Meirnawati Meirnawati; Indra Devian Lumban Gaol
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Winongo di Kota Madiun sebagai bentuk inovasi dalam manajemen publik, khususnya pada pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus guna memahami secara mendalam proses perubahan fungsi TPA dari tempat pembuangan akhir menjadi wisata taman buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi ini mencerminkan adanya pergeseran pendekatan pemerintah daerah dari sekedar pengelolaan sampai menuju pemanfaatan yang lebih produktif dan bernilai ekonomi. Upaya ini memperlihatkan gabungan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam pembangunan daerah. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah kendala, seperti keterbatasan infrastruktur, perencanaan yang belum optimal, serta belum maksimalnya partisipasi masyarakat. Selain itu, perubahan fungsi TPA menimbulkan dampak sosial, terutama bagi kelompok pemulung yang kehilangan sumber mata pencaharian. Dari sisi tata kelola, aspek transparansi dan akuntabilitas juga perlu diperkuat agar kebijakan dapat berjalan lebih efektif dan diterima oleh masyarakat. Secara keseluruhan, transformasi TPA Winongo menunjukkan potensi besar sebagai inovasi kebijakan, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan implementasi serta kemampuan pemerintah dalam menyeimbangkan kepentingan lingkungan, ekonomi, dan sosial.
Asuhan Keperawatan dengan Pemberian Aromaterapi Daun Mint untuk Mengatasi Masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif pada Pasien Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Umum Haji Medan Tamara Febriyanti Simanjuntak; Sunarti Sunarti; Amara Salsa Billa Br Barimbing; Anggela Putri; Putri Ayu
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyerang semua kalangan usia dari anak-anak sampai orang dewasa. Pada penderita Tuberkulosis paru dalam hal ini yang menjadi gejala dini dan sering dikeluhkan ialah batuk yang terus-menerus dengan disertai penumpukan sekret di saluran pernafasan bawah, Upaya untuk mengatasi masalah bersihan jalan nafas tidak efektif akibat adanya penumpukan secret yaitu memberikan aroma terapi daun mint dengan cara metode penguapan (inhalasi). Daun mint yang menghasilkan uap menthol untuk proses dihirup (inhalasi), dapat mengurangi sesak nafas. Tujuan studi kasus ini untuk Memberikan penerapan aromaterapi pada pasien tuberkulosis paru untuk mengatasi masalah bersihan jalan nafas tidak efektif di Rumah Sakit Umum Haji Medan secara komprehensif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui pengkajian pada pasien, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Asuhan keperawatan di lakukan di Rumah Sakit Umum Haji Medan. Hasil pengkajian pada bapak A dengan tuberkulosis keluhan utama yang didapatkan pada pasien yaitu batuk berdahak dan sesak nafas. Diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien tuberkulosis yaitu bersihan jalan nafas tidak efektif, defisit nutrisi dan Hipertermia. Perencanaan asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien dengan tuberkulosis dalam mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif adalah pemberian aromaterapi daun mint sebagai terapi komplementer. Hasil Evaluasi keperawatan didapatkan adanya pengaruh pemberian aromaterapi daun mint yang terbukti dapat menjadi intervensi komplementer yang membantu mengurangi keluhan sesak napas, meningkatkan kenyamanan pasien, memperbaiki pola pernapasan, dan mendukung keberhasilan asuhan keperawatan pada masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Secara keseluruhan, asuhan keperawatan yang diberikan telah sesuai dengan teori dan menunjukkan hasil yang efektif
Analisis Pertimbangan Hakim dalam Penjatuhan Putusan Tindak Pidana Korupsi pada Proses Pengadaan Barang dan Jasa BUMN (Studi Putusan Nomor: 42/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Jkt.Pst) Priyo Cahyono; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana korupsi dalam sektor pengadaan barang dan jasa, khususnya pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), merupakan salah satu bentuk kejahatan yang memiliki dampak signifikan terhadap kerugian keuangan negara dan menurunnya kepercayaan publik. Praktik penyimpangan dalam proses pengadaan sering kali melibatkan rekayasa dokumen, kolusi antar pihak, serta penyalahgunaan kewenangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan serta menilai kesesuaian penegakan hukum terhadap ketentuan hukum positif di Indonesia dalam Putusan Nomor: 42/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Jkt.Pst. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama berdasarkan Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 KUHP. Terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan, denda sebesar Rp100.000.000, serta kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp874.750.000. Meskipun secara normatif unsur-unsur tindak pidana telah terpenuhi, terdapat kecenderungan bahwa pidana yang dijatuhkan relatif ringan jika dibandingkan dengan besarnya kerugian negara dan kompleksitas perbuatan yang dilakukan. Hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pengembalian kerugian negara, sikap kooperatif terdakwa, serta pertimbangan hakim dalam menilai peran terdakwa dalam tindak pidana tersebut. Oleh karena itu, diperlukan konsistensi dalam penegakan hukum agar dapat memberikan efek jera yang optimal serta meningkatkan integritas sistem peradilan pidana di Indonesia.
Kesesuaian Penegakan Hukum terhadap Tindak Pidana Korupsi dengan Ketentuan Undang-Undang di Indonesia Shofy Al Ma‘rifah; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana korupsi merupakan salah satu permasalahan serius yang berdampak pada kerugian keuangan negara dan terhambatnya pembangunan nasional. Indonesia telah memiliki landasan hukum yang kuat dalam pemberantasan korupsi melalui Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan ketidaksesuaian antara ketentuan hukum dengan penerapannya di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian antara penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan studi kasus Putusan Nomor: 42/Pid.Sus/TPK/2024/PN.Smg. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum dalam putusan tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan undang-undang, yang ditunjukkan melalui penerapan pasal yang berbeda serta pidana yang relatif ringan dibandingkan dengan ancaman pidana dalam undang-undang. Ketidaksesuaian ini disebabkan oleh faktor pembuktian, pertimbangan hakim, serta penggunaan dakwaan subsidiair. Dampak yang ditimbulkan antara lain menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dan tidak optimalnya efek jera bagi pelaku. Oleh karena itu, diperlukan konsistensi dan ketegasan dalam penegakan hukum guna mewujudkan keadilan dan efektivitas pemberantasan korupsi di Indonesia.
Perbandingan Ketentuan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan Praktik Penegakan Hukumnya di Lapangan Muslih Muslih; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji perbandingan antara ketentuan dalam undang-undang tindak pidana korupsi dengan praktik penegakan hukumnya di lapangan. Korupsi masih menjadi permasalahan yang kompleks dan berkelanjutan yang dapat melemahkan supremasi hukum, merusak institusi publik, serta menurunkan kepercayaan masyarakat. Meskipun Indonesia telah memiliki kerangka hukum yang cukup komprehensif melalui berbagai peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala dalam penegakan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kesesuaian antara ketentuan normatif dalam undang-undang dengan implementasinya oleh aparat penegak hukum, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kepolisian, dan kejaksaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan normatif-empiris, yaitu dengan mengkaji peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mengamati penerapannya dalam kasus nyata. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis putusan pengadilan, serta dokumen hukum yang relevan. Kerangka teori yang digunakan adalah teori sistem hukum Lawrence M. Friedman yang menekankan pada keterkaitan antara substansi hukum, struktur hukum, dan budaya hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, peraturan perundang-undangan terkait tindak pidana korupsi di Indonesia telah cukup kuat dan memadai. Namun, dalam praktiknya masih terdapat berbagai ketidaksesuaian, seperti perbedaan penafsiran hukum oleh hakim, tumpang tindih kewenangan antar lembaga penegak hukum, kurangnya koordinasi, serta adanya pengaruh faktor politik dan sosial. Selain itu, lemahnya budaya hukum dan rendahnya partisipasi masyarakat juga menjadi hambatan dalam efektivitas penegakan hukum. Kesimpulannya, terdapat kesenjangan yang signifikan antara ketentuan hukum dan praktik penegakan di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan koordinasi antar lembaga, peningkatan integritas dan profesionalisme aparat penegak hukum, serta penguatan budaya hukum di masyarakat guna mewujudkan penegakan hukum yang lebih efektif dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu hukum, khususnya dalam memahami hubungan antara hukum normatif dan praktik nyata dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.
Analisis Kualitas Tanah Helvetia Berdasarkan pH Aktual, Potensial, Bahan Organik, dan Kapur Mhd. Zidan Aris Fatih; Anggun Citra Sari; Kalsa Sijabat; Balqis Aulia Mayvita; Juwita Maya Sari; Grecia Margarethe Zega; Gomoses Stevencus Simarmata; Valerina Leo Sinaga; Goklas Sihombing; Escha Purba
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas tanah merupakan faktor penting dalam menentukan produktivitas dan keberlanjutan lahan, terutama melalui sifat kimianya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas kimia tanah Helvetia berdasarkan pH aktual, pH potensial, kandungan bahan organik, dan keberadaan zat kapur. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode eksperimen laboratorium sederhana terhadap sampel tanah dari wilayah Helvetia. Parameter dianalisis menggunakan metode indikator pH (H₂O dan KCl) serta uji reaksi kimia menggunakan larutan HCl dan H₂O₂ untuk mendeteksi kandungan kapur dan bahan organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH aktual dan pH potensial sebesar 5, yang mengindikasikan kondisi tanah masam dengan cadangan kemasaman yang cukup tinggi. Kandungan bahan organik tergolong rendah, sementara zat kapur ditemukan dalam jumlah terbatas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tanah memiliki tingkat kesuburan kimia yang rendah dan berpotensi membatasi ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan tanah secara terpadu melalui penambahan bahan organik dan pengapuran untuk meningkatkan kualitas tanah dan produktivitas lahan. Penelitian ini memberikan informasi dasar yang penting dalam mendukung pengelolaan tanah berkelanjutan, khususnya pada tanah Ultisol di daerah tropis.
Analisis Penggunaan Bahasa Indonesia pada Laporan Praktikum Biologi Armitha Sidauruk; Evi Manalu; Ika Febriana; Mirnawati Sinaga; Roveni Manurung; Yesein Siregar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam penulisan laporan praktikum merupakan bagian penting dalam menunjang kualitas karya ilmiah mahasiswa. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kesalahan kebahasaan, seperti penggunaan ejaan yang tidak sesuai, kalimat kurang efektif, pemilihan kata tidak baku, serta ketidaktepatan penggunaan istilah ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa Indonesia pada laporan praktikum biologi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi laporan praktikum mahasiswa. Data dianalisis berdasarkan aspek ejaan, pilihan kata, struktur kalimat, dan ketepatan penggunaan istilah ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah memahami pentingnya penggunaan bahasa Indonesia dalam laporan praktikum, namun masih mengalami kesulitan dalam menerapkan kaidah ejaan, penggunaan tanda baca, serta penyusunan kalimat efektif. Selain itu, masih ditemukan penggunaan kata tidak baku dan kalimat ambigu dalam beberapa laporan praktikum. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar berpengaruh terhadap kejelasan isi laporan serta peningkatan kualitas penulisan ilmiah mahasiswa.
Efektivitas Keterampilan Pengelolaan Kelas dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar: Sebuah Studi Literatur Maya Alemina Ketaren; Azzahrawani, Fatharisa; Eunike Katherin Octaviani Saragih; Rafly Ahmadizenad
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan pengelolaan kelas merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif di sekolah dasar. Pengelolaan kelas tidak hanya berkaitan dengan pengaturan kondisi fisik kelas, tetapi juga mencakup pengelolaan interaksi sosial, kedisiplinan siswa, serta terciptanya suasana belajar yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas keterampilan pengelolaan kelas dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar melalui metode studi literatur. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang relevan dari jurnal nasional yang terindeks. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterampilan pengelolaan kelas yang baik dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, memperbaiki interaksi antara guru dan siswa, serta menciptakan suasana belajar yang tertib dan kondusif. Selain itu, pengelolaan kelas yang efektif juga berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Sebaliknya, kelas yang tidak terkelola dengan baik cenderung menimbulkan berbagai gangguan pembelajaran yang berdampak pada rendahnya partisipasi siswa. Oleh karena itu, penguasaan keterampilan pengelolaan kelas menjadi aspek penting yang perlu dimiliki oleh guru maupun calon guru untuk mendukung terciptanya pembelajaran yang berkualitas di sekolah dasar.
Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Amanullah Modis Mandiri Muhamad Fatih Bayu Kurniawan; Jazuli Mukhtar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah adanya Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Amanullah Modis Mandiri secara parsial dan simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh terhadap 80 karyawan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi), analisis regresi linier sederhana dan berganda, koefisien korelasi, koefisien determinasi, serta uji hipotesis (uji t dan uji F). Hasil penelitian diperoleh koefisien korelasi parsial Lingkungan Kerja Fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan nilai t hitung 15,240 > t tabel 1,990 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,749 atau 74,9%. Sedangkan korelasi parsial Disiplin Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan nilai t hitung 2,294 > t tabel 1,990 dan signifikansi 0,024 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,063 atau 6,3%. Lingkungan Kerja Fisik dan Disiplin Kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan nilai F hitung 127,429 > F tabel 3,115 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,762 atau 76,2%, sedangkan sisanya 23,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini.
Pengaruh Pemberian Reward dan Lingkungan Kerja Non Fisik terhadap Kinerja Karyawan pada  PT Equityworld Futures di Kota Jakarta Pusat Argo Umbara; Ibnu Sina
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Reward dan Lingkungan Kerja Non – Fisik terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Equityworld Futures di Jakarta Pusat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Equityworld Futures yaitu berjumlah 50 karyawan. Hasil penelitian berdasarkan uji t menunjukkan bahwa Reward (X1) memiliki pengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y) dengan nilai thitung sebesar 12,745 > 1,667 dengan Sig. 0,000 < 0,05. Lingkungan Kerja Non Fisik (X2) juga memiliki pengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y) dengan nilai thitung sebesar 12.132 > 1.667 (t-tabel) dengan sig. 0,000 < 0,05. Selanjutnya, uji F menunjukkan bahwa secara simultan Reward (X1) dan Lingkungan Kerja Non Fisik (X2) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan nilai Fhitung sebesar  138.121 > 2.79 (F tabel) dengan nilai sig. 0,000 < 0,05. Dengan demikian, kedua variabel secara Bersama – sama berkontribusi dalam meningkatkan kinerja karyawan. Nilai koefisien determinasi yang dihasilkan sebesar 0,855x100%  = 85,5%. Artinya variabel Reward  dan Lingkungan Kerja Non Fisik berpartisipasi dalam meningkatkan Kinerja Karyawan sebesar 85,5% dan sisanya 14,5% tidak diteliti dalam penelitian ini