cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
intelekcendikiawannusantara@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
ariffiandi03@gmail.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30464560     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara (JICN) adalah Jurnal Multi Disiplin Semua Bidang Ilmu sebuah publikasi yang melayani sebagai wadah bagi penelitian interdisipliner dan kolaboratif di berbagai bidang ilmu. Jurnal ini memperoleh keunggulan dengan mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu sosial, hukum, pertanian, pendidikan, ekonomi, manajemen, sejarah, komputer, kesehatan, sains alam, ilmu sosial, bahasa, humaniora, dan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,170 Documents
Pengembangan Media Big Book Doa-Doa Harian untuk Meningkatkan Nilai-Nilai Keagamaan pada Anak Usia Dini Udoh Raudoh
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Media Buku Besar untuk Shalat Harian Meningkatkan Nilai-Nilai Agama pada Anak Usia Dini di PAUD Al-Hidayah Lebak Kepuh, Desa Lebak Wangi, Kabupaten Serang. Ketika buku besar bergambar diangkat, seluruh siswa di PAUD Al-Hidayah Lebak Kepuh langsung terdiam dan fokus memperhatikan. Siswa yang biasanya kesulitan fokus kini duduk rapi dengan mata berbinar mengikuti setiap halaman yang dibuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media buku besar untuk mengajarkan nilai-nilai agama kepada siswa usia dini menggunakan model pengembangan ADDIE, yang diimplementasikan hingga tahap evaluasi terbatas. Subjek penelitian adalah siswa berusia 5-6 tahun di PAUD Al Hidayah Lebak Kepuh. Data diperoleh melalui lembar validasi ahli, observasi, dan uji coba terbatas. Setelah melalui lima pertemuan menggunakan media Buku Besar, hasil posttest menunjukkan peningkatan dengan skor 477 atau 85,2%. Respons guru dan siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap penggunaan media ini, meskipun terdapat kekurangan seperti ukurannya yang terlalu besar dan kurangnya ketahanan air pada bahannya. Secara keseluruhan, buku besar dianggap efektif sebagai media alternatif kreatif yang dapat membantu menanamkan nilai-nilai moral dan agama sejak usia dini, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan dan interaktif.
Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah dan Madrasah Muhammad Rajiannor; Salamah Salamah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji perbedaan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) antara sekolah umum dan madrasah dalam sistem pendidikan nasional Indonesia. PAI memiliki peran strategis dalam membentuk karakter religius peserta didik, namun implementasinya menunjukkan perbedaan signifikan dari aspek struktur kurikulum, regulasi, dan pola integrasi mata pelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis dokumen kebijakan, jurnal ilmiah, dan laporan resmi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah umum menerapkan model integrasi tunggal dengan alokasi waktu terbatas dan materi bersifat umum, sedangkan madrasah menggunakan model pemisahan mata pelajaran dengan alokasi waktu lebih luas dan materi yang mendalam serta sistematis. Perbedaan regulasi antara Kemendikbudristek dan Kementerian Agama turut memengaruhi kedalaman materi, metode pembelajaran, dan capaian kompetensi peserta didik. Kesimpulannya, sekolah umum unggul dalam penguasaan ilmu umum, sementara madrasah lebih kuat dalam pemahaman dan pengamalan ajaran Islam, sehingga keduanya saling melengkapi dalam mencapai tujuan pendidikan nasional.
Manajemen Pembiasaan Ritual Harian Santri: Analisis Fungsi Manajemen Pendidikan Islam di Pondok Pesantren Nurul Qur'an Aliyul Karror; Kacung Wahyudi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembiasaan ritual harian di lingkungan pondok pesantren merupakan salah satu strategi pendidikan Islam yang paling mendasar dan berkelanjutan. Namun demikian, kajian tentang bagaimana proses manajemen dijalankan secara sistematis dalam mengelola pembiasaan tersebut masih belum banyak mendapat perhatian akademik yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan fungsi-fungsi manajemen pendidikan Islam meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling) dalam konteks pengelolaan ritual harian santri di Pondok Pesantren Nurul Qur'an. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada para santri dan ustadz yang terlibat langsung dalam proses pembiasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pondok pesantren ini telah menjalankan fungsi manajemen secara terstruktur, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang memerlukan penguatan, khususnya pada tahap evaluasi dan dokumentasi program. Pembagian peran antara kyai, ustadz, dan santri senior berjalan cukup efektif dalam memastikan keberlangsungan ritual. Selain itu, metode pembiasaan yang diterapkan seperti keteladanan, pengawasan kolektif, dan sistem reward-punishment terbukti mampu meningkatkan kepatuhan santri secara bertahap. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola pesantren dalam merancang program pembiasaan yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Rekonstruksi Metode Pembelajaran Sharaf Berbasis Pemahaman Kontekstual: Sebuah Studi Kualitatif Muhammad Akhfasy Panca Alfaini; Ahmad Nurmizan
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Sharaf di lingkungan perguruan tinggi Islam selama ini menghadapi persoalan serius akibat dominasi metode deduktif dan hafalan yang menyebabkan mahasiswa tidak mampu mengaplikasikan kaidah morfologi Arab pada teks-teks otentik. Penelitian ini berangkat dari keprihatinan tersebut dan berupaya merumuskan serta menguji model rekonstruksi metode pembelajaran Sharaf yang berorientasi pada pemahaman kontekstual. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Raden Intan Lampung dengan melibatkan 35 mahasiswa semester IV sebagai subjek utama. Data digali melalui observasi kelas secara partisipatif, wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan analisis dokumen RPS. Penelitian menemukan bahwa metode konvensional melahirkan tiga masalah kritis: rendahnya transfer belajar, melemahnya motivasi, dan ketidakmampuan analisis morfologis pada teks nyata. Model rekonstruksi yang dibangun mencakup pemanfaatan teks otentik sebagai titik berangkat, penerapan observasi induktif berbantuan media video interaktif, pelaksanaan diskusi kelompok bermakna, dan penugasan proyek leksikal morfologis. Pengujian model menunjukkan peningkatan yang sangat berarti pada kemampuan analisis morfologis mahasiswa, utamanya dalam mengidentifikasi perubahan bentuk kata berdasarkan makna situasional dalam konteks. Penelitian ini merekomendasikan integrasi teks otentik dan pendekatan induktif sebagai fondasi pembaruan pembelajaran Sharaf di PTKIN.
Analisis Deskriptif Motivasi Belajar Mahasiswa Setelah Implementasi Model Project-Based Learning (PjBL) pada Praktikum Rangkaian Listrik Irsyad Nabil Hikam; Frahmada Alvero; Naufal Ardhi Agung Hanifan; Qika Vanda Iskandar Dinata
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tingkat motivasi belajar mahasiswa setelah penerapan model Project-Based Learning (PjBL) pada praktikum rangkaian listrik. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan subjek 30 mahasiswa kelas PTE B Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Universitas Pendidikan Indonesia, semester II tahun akademik 2025/2026. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang mengukur empat indikator motivasi: ketekunan, minat, perhatian, dan usaha belajar. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui perhitungan rata-rata dan persentase, dengan pengkategorian skor menjadi tinggi, sedang, dan rendah. Rata-rata skor motivasi yang diperoleh adalah 82,30, sehingga termasuk dalam kategori tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa PjBL dapat menjadi pilihan model pembelajaran yang relevan untuk mendorong motivasi mahasiswa dalam praktikum rangkaian listrik.
Kepastian Hukum Kewenangan Mahkamah Konsitusi dalam Menetapkan Norma Baru yang Berkaitan dengan Putusan Mahkamah Konsitusi Nomor  90/PUU-XXI/2023) Hotjen Simamarta; HedwIg Adianto Mau; Mardi Chandra
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kepastian hukum kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam menetapkan norma baru yang berkaitan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah akibat hukum putusan tersebut terhadap kewenangan legislasi serta kepastian hukum kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam menjalankan fungsi pengujian undang-undang. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif normatif melalui interpretasi sistematis, argumentatif, dan preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 menimbulkan akibat hukum berupa perubahan makna Pasal 169 huruf q Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Putusan tersebut tidak hanya menafsirkan norma, tetapi juga membentuk syarat alternatif mengenai pencalonan presiden dan wakil presiden. Kondisi ini menimbulkan perdebatan karena Mahkamah Konstitusi dinilai bergerak dari fungsi negative legislator menuju kecenderungan sebagai positive legislator. Dengan demikian, putusan tersebut memberikan kepastian hukum secara praktis, tetapi sekaligus menimbulkan persoalan kepastian hukum kelembagaan mengenai batas kewenangan Mahkamah Konstitusi dan pembentuk undang-undang.
Kadar Pemenuhan Nafkah pada Istri yang Berkarir Perspektif Madzhab Syafi’i (Studi Kasus Desa Talok Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto) Faridatul Ilmiah; Fitrotin Jamilah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini membahas tentang kadar pemenuhan nafkah oleh suami terhadap istri yang berkarir di Desa Talok, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, dengan menggunakan perspektif Madzhab Syafi'i dalam hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan Madzhab Syafi'i terkait kewajiban suami dalam memberikan nafkah kepada istri yang memiliki karir (bekerja) serta penerapannya di lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para istri yang berkarir di lokasi penelitian serta didukung dokumentasi ilmiah dan literatur fiqih klasik. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa menurut Madzhab Syafi'i, suami memiliki kewajiban mutlak untuk menyediakan nafkah bagi istri, meskipun istri tersebut memiliki sumber penghasilan sendiri. Besarnya kadar nafkah yang harus diberikan menurut Madzhab Syafi'i ditentukan berdasarkan kemampuan finansial suami (kaya, sedang, miskin) menggunakan standar ukuran mud, bukan berdasarkan kebutuhan atau besarnya pendapatan istri. Di Desa Talok, implementasi kewajiban ini bervariasi; sebagian besar suami tetap memberikan nafkah semampu mereka, namun ditemukan kasus suami yang tidak memberikan nafkah sama sekali karena tidak peka atau belum bekerja, sehingga istri terpaksa membiayai seluruh kebutuhan keluarga secara mandiri.
Penyalahgunaan Kepercayaan dalam Penguasaan Sertifikat Tanah: Kajian Perdata atas Relasi Personal dalam Kasus Nirina Zubir Gusti Ayu Putu Mariska Widhianti; Innes Yunita Sari; Laurentius Ekaristi Setya Hartama
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus penyalahgunaan kepercayaan dalam penguasaan sertifikat tanah menjadi fenomena hukum yang menimbulkan konflik kepemilikan dan risiko hukum bagi pemilik sah. Penelitian ini meneliti kasus Nirina Zubir sebagai studi kasus untuk memahami bagaimana relasi personal antara pihak-pihak terkait dapat menjadi faktor risiko penyalahgunaan kepercayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif normatif, dengan sumber data primer berupa kronologi kasus yang dikompilasi dari laporan media dan dokumen hukum, serta sumber sekunder berupa literatur hukum perdata, jurnal akademik, dan regulasi pertanahan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalihan hak atas tanah yang dilakukan berdasarkan kepercayaan personal, tanpa dokumentasi formal dan prosedur resmi, meningkatkan risiko perselisihan hukum. Kajian ini juga menunjukkan bahwa mekanisme hukum perdata, seperti gugatan perbuatan melawan hukum dan pembatalan akta pengalihan hak, menjadi instrumen perlindungan bagi pemilik sah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kesadaran hukum individu, kepatuhan terhadap prosedur formal, dan edukasi mengenai risiko relasi personal sangat penting untuk meminimalisir konflik kepemilikan tanah
Non-Binary: Studi Netnografi Melalui Tiktok Pada Fenomena Gender Netral Di PKKMB Universitas Hasanuddin Kartini Situmorang
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena gender non-binary dalam kegiatan PKKMB Universitas Hasanuddin yang kemudian menjadi viral di media sosial TikTok. Fenomena ini muncul ketika seorang mahasiswa baru mengidentifikasi dirinya sebagai gender netral dan memunculkan berbagai respons publik, baik dukungan maupun penolakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi gender non-binary dalam konten TikTok, memahami pola interaksi pengguna media sosial terhadap fenomena tersebut, serta mengkaji konstruksi sosial gender netral di ruang digital. Penelitian menggunakan metode netnografi dengan pendekatan kualitatif melalui pengamatan terhadap unggahan video, komentar, serta interaksi pengguna TikTok terkait kasus gender netral di PKKMB Universitas Hasanuddin. Teori yang digunakan adalah teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann serta teori performativitas gender Judith Butler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga ruang pembentukan makna sosial mengenai gender. Fenomena gender netral memperlihatkan adanya benturan antara pemahaman gender biner yang masih dominan dengan munculnya identitas gender yang lebih inklusif. Respons publik yang muncul menunjukkan proses negosiasi makna gender di ruang digital melalui dukungan, kritik, dan perdebatan yang berlangsung di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa identitas gender non-binary merupakan hasil konstruksi sosial yang dibentuk melalui interaksi sosial, representasi media, dan perkembangan budaya digital dalam masyarakat modern.
Memutus Rantai Stereotip: Mengapa Kurikulum Berbasis Gender adalah Kunci Masa Depan Putri Napitupulu; Harmona Daulay
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini meneliti bagaimana stereotip gender dilanggengkan di ruang kelas dan bagaimana hal itu memengaruhi perkembangan identitas siswa dan peluang pendidikan di sekolah-sekolah Indonesia. Studi ini, yang menggunakan metodologi kuantitatif berdasarkan analisis literatur ilmiah, menunjukkan bagaimana praktik-praktik umum seperti pembagian tugas, teknik penilaian guru, dan representasi gender dalam buku teks dan interaksi di kelas secara implisit memperkuat norma-norma konvensional tentang maskulinitas dan feminitas. Oleh karena itu, anak laki-laki dan perempuan seringkali dibatasi oleh harapan peran yang sesuai dengan konsepsi masyarakat yang diulang di ruang kelas, bukan oleh keterampilan mereka. Berdasarkan hasil tersebut, studi ini memberikan rekomendasi kebijakan, seperti mengadopsi indikator kesetaraan gender di tingkat lokal, meningkatkan peraturan sekolah anti-stereotip, melanjutkan pelatihan guru, dan memperbarui kurikulum untuk memasukkan sudut pandang gender yang substansial. Dalam hal ini, sekolah diharapkan berkembang menjadi lingkungan yang kritis dan transformatif yang membentuk generasi muda yang adil, berempati, dan tidak terikat oleh norma gender.