cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
intelekcendikiawannusantara@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
ariffiandi03@gmail.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30464560     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara (JICN) adalah Jurnal Multi Disiplin Semua Bidang Ilmu sebuah publikasi yang melayani sebagai wadah bagi penelitian interdisipliner dan kolaboratif di berbagai bidang ilmu. Jurnal ini memperoleh keunggulan dengan mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu sosial, hukum, pertanian, pendidikan, ekonomi, manajemen, sejarah, komputer, kesehatan, sains alam, ilmu sosial, bahasa, humaniora, dan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,377 Documents
Hak Prioritas atas Pewarisan Hak Guna Bangunan yang Telah Berakhir Dara Amandah; Khaerulnisa, Khaerulnisa
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JUNI - JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peralihan hak atas tanah karena pewarisan terjadi demi hukum. Dengan meninggalnya pewaris maka ahli warisnya memperoleh hak waris termasuk hak waris atas Hak Guna Bangunan yang telah berakhir. Apabila jangka waktu Hak Guna Bangunan telah berakhir sebelum pemegang hak atas tanahnya meninggal dunia, maka yang dimiliki bekas pemegang hak hanyalah hak prioritas. Dalam proses peralihan masih ditemukan berbagai sengketa dalam hal peralihan hak atas tanah tersebut. Tujuan dari penilitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan hak prioritas atas pewarisan Hak Guna Bangunan yang telah berkahir. Metode Penelitian yang digunakan yaitu penillitian hukum normatif yang menekankan pada penggunaan data sekunder atau norma-norma hukum tertulis. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pewarisan hak milik atas tanah tetap harus berlandaskan pada ketentuan UUPA dan Peraturan Pelaksanaannya. Begitupun dengan hak prioritas atas Hak Guna Bangunan yang telah berkahir. Hak Guna Bangunan karena berakhirnya jangka waktu tidak serta merta menyebabkan siapa saja dapat mengambil alih tanah bekas hak tersebut, namun diberikan kepada pemegang hak prioritas sebagai pihak yang diutamakan/didahulukan. Dalam Keppres No. 32 Tahun 1979 secara memenuhi persyaratan-persyaratan yang terkait. Selain itu dalam Kepmen No. 1339/SK-HK.02/X/2022 mengatur bahwa hak tersebut diberikan dengan ketentuan yaitu Hak Guna Bangunan masih berlaku atau telah berakhir; atas nama pemegang hak yang masih hidup atau meninggal dunia.
Implementasi Kegiatan Ekstrakurikuler Bahasa Inggris Dalam Meningkatkan Prestasi Siswa di MIN II Mojokerto: Implementation of English Extracurricular Activities in Improving Student Achievement at MIN II Mojokerto Rahmat; Akhmad Fauzi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JUNI - JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MIN II Mojokerto is a one of the schoils that implements extracurricular activities in English have become a platform for students to hone and maximize their talents, and intersts, as well as a platform for teachers to guide and nurture students in exploring their potencial further. The objectives of this research are: 1) to describe the planning of extracurricular activities in English to enhance students achievments, 2) to describe the implementation extracurricular activities in English to enhance students achievments, 3) to describe the obstacles or challengers in the implementation of extracurricular activities in English. In this research, a qualitative approach is used, employing a case study design. The research is conducted at MIN II Mojokerto school. Informants are selected trought pusposive sampling technique. Various methods are utilized to collect data, including observation, interviews and documentation. Meanwhile, data analysis is conducted using miles and huberman’s theory, involving data condensation, data validity is ensured through source triangulation and technique triangulation. The results of this research are as follows, 1) planning: a) Initiated by the vice principal for curriculum along with the coordinator and supervisor, b) extracurricular supervisors must have a background in English, c) participation is open to students from grades III to V, d) activities take place in the school hall, e) discussions between the ccordinator and the English extracurricular supervisor are held to discuss planning, f) activity scheduling is organized by the extracurricular coordinator. 2) implementation: a) activities commence from 6:20 t0 7:20 in the morning, b) conducted in the school hall, c) utilizes reading, writing, speaking and listening methods, d) media include powerpoint presentations, online websites, and videos, e) students participate in competitions at the district,and provincial levels. 3) challenges: a) sometimes used for teachers meetings, resulting in extracurricular activities being postponed, b) some students lack consistency in attendance, c) health issues pose a challenge, d) lack of class level distribution is hurdle. Keywords : Exracurrucular Activities in English, Student Achievment representative for the article
Taktik Baru Dalam Peningkatan Keamanan Sistem Informasi: Pendekatan Terintegrasi Untuk Melawan Ancaman Cyber Modern Muchtar K. Hi. Bode; Takdir Ruslan; Salman Agustiwan Akmal
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JUNI - JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era digital yang semakin maju, keamanan sistem informasi menjadi semakin penting dalam menjaga integritas dan keberlangsungan organisasi. Ancaman cyber modern seperti serangan malware, peretasan data, dan serangan jaringan menjadi semakin kompleks dan menantang untuk diatasi. Oleh karena itu, pendekatan terintegrasi dalam meningkatkan keamanan sistem informasi telah muncul sebagai respons terhadap tantangan ini. Artikel ini mengeksplorasi taktik baru dalam peningkatan keamanan sistem informasi melalui pendekatan terintegrasi. Pendekatan ini melibatkan penggabungan berbagai strategi keamanan, teknologi, kebijakan, dan prosedur ke dalam sebuah kerangka kerja yang komprehensif. Kami akan membahas konsep, strategi, manfaat, dan tantangan yang terkait dengan pendekatan ini, serta bagaimana pendekatan terintegrasi dapat menjadi fondasi yang kuat dalam melawan ancaman cyber modern. Dengan memahami dan menerapkan pendekatan terintegrasi dengan baik, organisasi dapat meningkatkan ketangguhan mereka terhadap ancaman cyber yang terus berkembang dan memastikan keberlanjutan operasi mereka dalam dunia digital yang semakin kompleks. Melalui pendekatan ini, kami berharap dapat memberikan pandangan yang jelas dan komprehensif tentang bagaimana organisasi dapat meningkatkan keamanan sistem informasi mereka dalam menghadapi ancaman cyber modern
THE ROLE OF CULTURAL COMPETENCE IN ENGLISH LANGUAGE TEACHING: PERSPECTIVES FROM LANGUAGE INSTRUCTORS AND STUDENTS Devi Saniati; Intan Fangesti; Delastin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS - SEPTEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the role of cultural competence in English language teaching (ELT) from the perspectives of and students. In the era of globalization, English language skills encompass not only linguistic abilities but also cultural understanding. Cultural competence is crucial for enhancing communication skills and understanding the socio-cultural context of language use. The study employs a qualitative methodology with a case study approach instructors, including interviews, focus group discussions, classroom observations, and questionnaires to gather data. The findings indicate that both instructors and students recognize the importance of cultural competence in language teaching. Instructors with high cultural competence can create an inclusive and supportive learning environment. However, challenges such as limited resources, lack of training, and time constraints often hinder the effective integration of cultural competence in teaching practices. The study emphasizes the need for cultural competence training for instructors to foster a more effective and inclusive learning environment.
PENGEMBANGAN PERMAINAN PLAYMATE BERBASIS WISATA MOJOKERTO UNTUK PEMBELAJARAN KONSEP BILANGAN 1-10 PADA ANAK KELOMPOK A DI TK DHARMA WANITA BALONGMASIN MOJOKERTO Choirun Nissyak; Dwi Bhakti Indri M
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS - SEPTEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengenalan konsep bilangan pada anak usia dini menjadi dasar pengembangan kemampuan matematika. Minimnya media pembelajaran konsep bilangan anak usia dini saat ini masih jarang yang melibatkan unsur wisata lokal. Hal serupa juga terjadi di TK Dharma Wanita Balongmasin Mojokerto yang dimana terdapat keterbatasan media dan kurangnya ketertarikan anak dalam belajar. Penelitian ini akan mengkaji secara komprehensif yaitu, 1) Bagaimana pembuatan permainan Playmate berbasis wisata Mojokerto untuk pembelajaran konsep bilangan 1-10 pada anak kelompok A di TK Dharma Wanita Balongmasin Mojokerto, 2) Bagaimana mengembangkan permainan Playmate berbasis wisata Mojokerto yang layak untuk pembelajaran konsep bilangan 1-10 pada anak kelompok A di TK Dharma Wanita Balongmasin Mojokerto. Sedangkan tujuan untuk mengembangkan permainan Playmate berbasis wisata Mojokerto untuk anak usia dini adalah untuk mengetahui pembuatan media Playmate berbasis wisata Mojokerto untuk pembelajaran konsep bilangan 1-10 dan untuk mengembangkan media Playmate berbasis wisata Mojokerto yang layak dalam pembelajaran konsep bilangan 1-10 pada anak kelompok A di TK Dharma Wanita Balongmasin Mojokerto. Jenis penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D) dengan model Borg and Gall. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Validasi produk divalidasi oleh ahli media, ahli materi, praktisi pendidikan dan praktisi wisata. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa pada hasil validasi oleh ahli materi memperoleh persentase 98,3% dengan kategori “sangat layak”, sedangkan dari ahli media mendapatkan persentase 73,2% dengan katergori “sangat layak”. Hasil uji validasi dari ketiga praktisi pendidikan guru PAUD yaitu pada praktisi pendidikan guru PAUD I memperoleh persentase 94,2% dengan katergori “sangat layak”, pada praktisi pendidikan guru PAUD II persentase 96,1% dengan katergori “sangat layak”, sedangkan praktisi pendidikan guru PAUD III memperoleh persentase 98% dengan katergori “sangat layak”. Hasil uji validasi dari praktisi wisata memperoleh persentase 81,8% dengan katergori “sangat layak”. Sehingga, permainan Playmate berbasis wisata Mojokerto sudah memenuhi syarat dan kesesuaian permainan untuk anak usia dini serta dapat digunakan untuk pembelajaran konsep bilangan pada peserta didik kelompok A2 di TK Dharma Wanita Balongmasin Mojokerto. Kata Kunci : Playmate, Wisata, Bilangan, Anak Usia Dini dan Mojokerto
IMPROVING STUDENTS' RECOUNT TEXT READING ABILITY USING ARANGGE CARD TECHNIQUE Rindi, Rindi; Piju Yupiter
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS - SEPTEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reading is a complex skill that involves all higher mental processes to understand what is read. Reading is one way to get information. So reading becomes an important part of our lives, because sometimes to get information people will read, for example in looking for work by reading a book and newspaper. Iwuk (2007, p.7) "In reading we are expected to observe, understand and think ". Nunan (1998, p.33) "Reading requires a process of identification and interpretation which requires the reader's knowledge of the language structure used in the text and his knowledge of a particular topic."
METODE TAHFIDZ KOLABORATIF : MITIGASI KELEMAHAN HAFIDZ DI AKHIR ZAMAN Siti Rohmatul Ummah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS - SEPTEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memorizing the Qur'an by following the guidance of the Prophet and the Companions means not only memorizing orally, but also understanding and applying the teachings in daily life. The Prophet once warned that there would be a period in the future where many people would only recite the Qur'an orally without internalizing and applying it. To overcome this, the author conducted research to develop a collaborative tahfidz method. This method aims to make memorizers not only memorize verses but also understand their meaning so that they can apply them in life. This research uses a descriptive qualitative approach by analyzing the tahfidz methods that are common in Indonesia and formulating a new, more comprehensive method. The proposed method integrates the basic method and the development method, where the development method serves as the framework and the basic method as the implementation technique. With this method, memorizers can set memorization targets and time according to their abilities and understand each verse memorized, so that the memorization process becomes more effective, increases the quantity and quality of memorization, and has a positive impact on their lives.
Analisis Strategi Guru Dalam Persiapan AKM Siswa Kelas V Di Min 2 Mojokerto: Analysis of Teacher Strategies in Preparing AKM Class V Students in Min 2 Mojokerto Defi Nurul Fajri; Benny Angga Permadi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS - SEPTEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan evaluasi yang menilai kemampuan dasar siswa untuk mengembangkan potensi dirinya dan berkontribusi kepada masyarakat. AKM bertujuan untuk mengukur kemampuan dasar yang diperlukan untuk mengembangkan kemampuan penalaran sesuai standar internasional, agar peserta didik menjadi kreatif dan inovatif sesuai dengan tuntutan zaman di abad XXI. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi guru dalam mempersiapkan siswa menghadapi AKM di MIN 2 Mojokerto. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang digunakan guru kelas dalam penyusunan AKM, serta faktor pendukung dan penghambat penyusunan AKM di MIN 2 Mojokerto. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif, dimana data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Keabsahan data diverifikasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian di MIN 2 Mojokerto menunjukkan bahwa: (1) Guru menerapkan beberapa strategi dalam mempersiapkan siswa kelas V menghadapi AKM, antara lain penggunaan media modul AKM, program bimbingan belajar AKM, mengaitkan materi pembelajaran tematik dengan AKM, penyediaan berbagai buku bacaan di perpustakaan dan pojok literasi, serta melaksanakan simulasi ujian AKM. (2) Faktor pendukung persiapan AKM di MIN 2 Mojokerto antara lain fasilitas penunjang seperti buku modul AKM, komputer, jaringan internet, dan lain-lain. Namun ada juga faktor penghambatnya, seperti kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal-soal khusus yang memerlukan bimbingan ekstra dari guru. Selain itu, beberapa siswa mungkin merasa bosan ketika mengikuti pelajaran tambahan AKM di siang hari, sehingga guru memberikan waktu istirahat sebelum pelajaran AKM. Kendala pada latihan simulasi AKM juga terdapat terkait permasalahan internet. Kata Kunci : Strategi, AKM, Madrasah Ibtidaiyah
PERAN TEKNOLOGI DALAM OPTIMALISASI MANAJEMEN TENAGA KEPENDIDIKAN DI ERA DIGITAL Nurhidayatullah, Nurhidayatullah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS - SEPTEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul "Peran Teknologi dalam Optimalisasi Manajemen Tenaga Kependidikan di Era Digital." Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah terkait bagaimana teknologi dapat mengoptimalkan manajemen tenaga kependidikan di YPI Darul Huda, Lebak Kajang. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan tenaga kependidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi penerapan teknologi dalam manajemen tenaga kependidikan dan mengidentifikasi dampaknya terhadap proses administratif serta pengembangan profesional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang melibatkan wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis tematik, di mana data dari wawancara, observasi, dan dokumen diidentifikasi dan dikelompokkan untuk menemukan tema utama yang berkaitan dengan penerapan teknologi. Landasan teori yang digunakan mencakup teori manajemen pendidikan dan transformasi digital, yang menyediakan kerangka untuk memahami bagaimana teknologi dapat diterapkan untuk meningkatkan pengelolaan tenaga kependidikan secara efektif. Penelitian ini mengungkapkan bahwa teknologi memainkan peran krusial dalam meningkatkan efisiensi administratif dan mendukung pengembangan profesional, serta menyoroti pentingnya transformasi digital dalam manajemen pendidikan.
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Kelas V MI Cokroaminoto Bandingan Banjarnegara Ratih Ida Tristanti; Sri Jumini
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS - SEPTEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted to determine: (1) How are teacher activities in learning Indonesian using the Cooperative Learning learning model to improve student learning outcomes in class V MI Cokroaminoto Bandingan Banjarnegara. (2) How is student activity in learning Indonesian using the Cooperative Learning learning model to improve student learning outcomes in class V MI Cokroaminoto Bandingan Banjarnegara. (3) Is the application of the Cooperative Learning learning model able to improve student learning outcomes in class V MI Cokroaminoto Bandingan Banjarnegara. This type of research is Classroom Action Research which consists of two cycles. In each cycle, one meeting is held. Each cycle consists of four steps, namely planning, implementation, observation, reflection. The subjects in this study were students of class V MI Cokroaminoto Bandingan Banjarnegara with a total of 20 students, consisting of 6 boys and 14 girls. The results of observations of teacher activities in implementing Cooperative Learning during Indonesian Language learning in cycle I obtained a score of 84 with good criteria, while in cycle II it increased with a score of 86 and obtained very good criteria. Based on data analysis, the application of the Cooperative Learning learning model can improve student learning outcomes in Indonesian Language mutants of class V at MI Cokroaminoto Bandingan Banjarnegara. The percentage of student learning completion in cycle I was 55%, while the percentage in cycle II was 70%. There was an increase of 15% from the previous cycle and has achieved the predetermined success indicators. And the application of the Cooperative Learning learning model can increase student activity in Indonesian Language mutants of class V at MI Cokroaminoto Bandingan Banjarnegara. The percentage of student activity in class in cycle I, cycle II was 55.10% and 66.70%. This percentage shows an increase in student activity and has achieved the predetermined success indicators.

Page 51 of 238 | Total Record : 2377