cover
Contact Name
Juliana Fisaini
Contact Email
j.fisaini@usk.ac.id
Phone
+6281377412304
Journal Mail Official
jurnaltekniksipil@usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala Jl. Syech Abdurrauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20889321     EISSN : 25025295     DOI : http://dx.doi.org/10.24815/jts.v12i2.30788
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil (Journal of Civil Engineering) Universitas Syiah Kuala is a scientific journal, published by Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala. It is aimed at disseminating research results related to civil engineering fields, where readers of the journal are expected from civil engineering researchers/scientists, students in related fields, engineers, and practitioners in this field. Jurnal Teknik Sipil (Journal of Civil Engineering) Universitas Syiah Kuala publishes the scientific articles in area of civil engineering, as follows. Structural Engineering, Water Resources Engineering, Transportation Engineering, Geotechnical Engineering, Construction Engineering & Management, Urban Planning Geospatial and Geomatics Engineering, and Ocean Engineering
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023" : 10 Documents clear
KAJIAN SHEAR LAG PADA SAMBUNGAN TARIK BAJA PROFIL WF DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Fitriansyah, Erlangga Rizqi; Elza, Suci Putri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i1.31162

Abstract

Hampir pada seluruh struktur baja terdapat pelemahan pada daerah sambungannya, yang biasa disebut sebagai joint efficiency. Terdapat berbagai faktor dari pelemahan tersebut, diantaranya yang sangat penting adalah fenomena shear lag. Fenomena ini terjadi akibat dari tidak seluruh bagian penampang profil disertakan sambungan (paku keling, baut, atau las) sehingga akan terjadi peningkatan tegangan pada bagian profil yang disertai sambungan. Kondisi shear lag ini sudah tercantum dalam standar AISC 360-16 yang diambil berdasarkan penelitian Munse dan Chesson (1963). Pada penelitian tersebut dilakukan dengan uji eksperimen. Hingga saat ini, fenomena shear lag masih terus diteliti dan disempurnakan formulanya dengan berbagai metode, seperti pada penelitian Alhassan et al (2020), Hsiao dan Shrestha (2018), Ke et al. (2018), Abedin et al. (2019), Borges et al. (2020).Pada penelitian ini melakukan uji coba pada baja WF600x300, WF400x200 dan WF300x150. Dimana ketiganya dipasang gusset dengan sambungan pada bagian web dengan panjang sambungan yang sama. Pengujian tarik dengan metode elemen hingga dilakukan dengan bantuan perangkat Ansys. Dari uji ini didapat besarnya faktor reduksi kuat tariknya adalah berturut-turut tiap ukuran 0,58; 0,49; dan 0,41. Hasil ini hanya sekitar 71 % dari ketetapan pada standar AISC 360-16.
LANDSLIDE SUSCEPTIBILITY MAPPING USING GIS-BASED MULTI-CRITERIA DECISION ANALYSIS METHOD Saragih, Darman Ferianto; Ginting, Bertha Br
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i1.28743

Abstract

Changes in land use (triggered by population growth), economic, social, cultural development, climatic conditions, geology, and topography of an area cause more landslides to occur. Depending on the location, it often causes a much of loss, both in the form of property and human lives. The GIS (Geographical Information Systems) is beneficial for managing the geographic data, and MCDA (Multi-Criteria Decision Analysis) is applied to evaluate various criteria for making decisions that often conflict, such as the criteria for triggering the landslide. The research aims to enrich the application of the GIS-based MCDA method in determining the landslide hazard mapping model and its application to create a landslide susceptibility map of the area under study. The sequence of the landslide susceptibility mapping model steps applied in this study is as follows: 1) Determination of evaluation criteria, 2) data/maps collection, 3) Criteria standardization, 4) Creating the standardized criteria maps, 5) Criteria weighting, and 6) Criteria maps combinations. The model result is a map showing the distribution of areas that have different levels of landslide susceptibility. Most of the study areas (67.24 %) have moderate levels, 17.84 % high, and only 1.70 % very high levels of susceptibility.
Kinerja Bresing SRBK Dengan Parameter Panjang Batang Yang Berbeda Terhadap Beban Siklik Panjaitan, Arief; Hasibuan, Purwandy; Putra, Rudiansyah; Afifuddin, Mochammad; Haiqal, Muhammad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i1.31388

Abstract

Sistem Rangka Bresing Konsentrik (SRBK) adalah salah satu sistem struktur than gempa. Pada SRBK, bresing adalah komponen diagonal. Sebagai disipator energi, bresing akan mengalami gagal untuk mencegah kerusakan berat pada komponen SRBK yang lain seperti balok dan kolom. Sejauh ini, beberapa studi telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja bresing SRBK. seperti menambah luas penampang bresing. Namun, kajian terkait kinerja bresing ganda khususnya ketika bresing ganda dihubungkan dengan konfigurasi pelat penghubung yang berbeda masih terbatas. Studi ini mengkaji kinerja seismik bresing ganda yang dihubungkan dengan pelat kopel (BP) dan lacing (L). Bresing memiliki panjang yang berbeda yaitu 600, 1200, dan 1800 mm. Kajian eksperimental dilakukan dengan menerapkan beban siklik dengan kontrol perpindahan leleh. Hasil menunjukkan bahwa BL menyerap energi yang lebih baik dari BP yang ditunjukkan melalui kurva histerisis yang lebih besar. Sebaliknya, terdapat perbedaan yang dapat diabaikan dalam kekuatan dan kekakuan antara BP dan L yang berarti pelat penghubung memiliki dampak yang tidak signifikan untuk menambah kekuatan dan kekakuan bresing. Observasi pada panjang bresing menunjukkan BP dan L lebih efektif untuk diterapkan pada bresing pendek yang ditunjukkan melalui disipasi energi yang lebih baik.
IDENTIFIKASI RISIKO KRITIS YANG MEMENGARUHI ASPEK FINANSIAL PROYEK KPBU JALAN TOL Putri, Fahira Rhomianti; Susanti, Betty; Toyfur, Mona Foralisa
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i1.30332

Abstract

The Public Private Partnership (PPP) is an alternative option to overcome for Limited funding in meeting the financing needs for the provision of toll road infrastructure so that the project can still be carried. However, infrastructure projects with PPP schemes require large investments and a relatively long concession period, thus allowing risk uncertainty to arise as a result of decisions made during the project to minimize the effect of risk on the financial aspects of the project. This study was aimed at identifying critical risks that affect the financial aspects of toll road PPP projects. Critical risk is defined as a unique risk and/or has differences from other risks that are reviewed in certain aspects. The case study was conducted on the Trans Sumatra toll road project in South Sumatra. Quantitative data (questionnaire survey) and qualitative data (interview) were collected from toll-road private sector. The results of the study identified thirteen critical risks of the toll road project, namely the risks of unavailability of land, problems related to contract documents, inaccurate data assumptions in the feasibility study, geographical conditions, delay in work progress / incompleted on time, design errors that causing addendums/ constructions modification, force majeure, extreme weather, delay in government approval, maintenance on a large scale / more than the estimated coverage and resulting in additional costs, lack of financial resources, inability to pay debts resulting from insufficient project revenue streams and delay in financial closing due to insufficient equity contributionKeywords: Critical Risk Analysis, Financial Aspects, Toll Road, PPP, Trans SumateraSkema Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) merupakan salah satu skema kerja sama yang banyak digunakan untuk mengatasi keterbatasan pendanaan dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan penyediaan infrastruktur jalan tol agar proyek tetap dapat dilakukan. Permasalahannya proyek infrastruktur dengan skema KPBU memiliki nilai investasi yang besar dan masa konsesi yang relatif panjang, sehingga dapat menyebabkan ketidakpastian risiko timbul akibat dari pengambilan keputusan yang dilakukan selama proyek berlangsung. Identifikasi risiko pada proyek konstruksi penting dilakukan pada awal proyek dibangun agar dapat meminimalisir pengaruh risiko terhadap aspek finansial proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko kritis yang memengaruhi aspek finansial proyek KPBU jalan tol. Risiko kritis didefinisikan sebagai risiko unik dan/atau memiliki perbedaan terhadap risiko lainnya yang ditinjau pada aspek tertentu. Studi kasus dilakukan pada proyek jalan tol trans Sumatera di Wilayah Sumatera Selatan. Pengumpulan data kuantitatif (survei kuesioner) dan data kualitatif (wawancara) dilakukan kepada badan usaha ruas jalan tol tersebut. Hasil analisis teridentifikasi tiga belas risiko kritis yang memengaruhi aspek finansial proyek jalan tol, yaitu risiko keterlambatan persetujuan dari pemerintah, pemeliharaan secara besar-besaran, kekurangan sumber daya keuangan, tidak mampu membayar hutang akibat dari aliran pendapatan proyek yang tidak mencukupi, penundaan penutupan keuangan, tidak tersedianya lahan, kondisi geografis, keterlambatan dalam progres pekerjaan, kesalahan desain, force majeure, kondisi cuaca, permasalahan terkait dokumen kontrak dan kesalahan asumsi data pada tahap studi kelayakan.Kata kunci: Analisis Risiko Kritis, Aspek Finansial, Jalan Tol, KPBU, Trans Sumatera
PENERAPAN SISTEM ACR-PCR DALAM PROSES EVALUASI STRUKTUR PERKERASAN BANDAR UDARA: STUDI KASUS PERKERASAN LENTUR BANDAR UDARA SULTAN ISKANDAR MUDA Taufiq, Luthfi Chaliqi; Darma, Yusria; Salmannur, Alfi; Asyifa, Cut Nella
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i1.31690

Abstract

ICAO (International Civil Aviation Organization) baru saja menerbitkan sistem rating kekuatan struktur perkerasan bandar udara yang baru menggunakan metode ACR-PCR (Aircraft Classification Rating - Pavement Classification Rating) yang menggantikan sistem ACN-PCN (Aircraft Classification Number - Pavement Classification Number). Sistem ini direncanakan secara penuh diterapkan oleh seluruh negara anggota ICAO pada tahun 2024. Penelitian ini menguraikan evaluasi terhadap struktur perkerasan Bandar Udara Sultan Iskandar Muda menggunakan sistem ACR-PCR dibantu dengan program FAARFIELD 2.0 dan ICAO-ACR. Dengan sistem ini nilai rating perkerasan ditentukan menggunakan prinsip Mekanistik-Empirik (ME) yang mempertimbangkan respon struktur perkerasan dan estimasi jumlah lintasan izin dengan model kerusakan tertentu. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh nilai PCR 1149 F/D/W/T dan 2433 F/D/W/T masing-masing berdasarkan kerusakan retak lelah pada lapis beraspal dan deformasi permanen pada lapis tanah dasar. Diketahui pula lapis beraspal merupakan lapis kritis dengan nilai CDF 1.
INTERFACE MANAGEMENT PADA INTER-PUBLIC INFRASTRUCTURES SYSTEM RUANG MILIK JALAN Bukit, Ipak Neneng Mardiah; Marzuki, Puti Farida; Tamin, Rizal Zainuddin; Wiratmadja, Iwan Inrawan
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i1.30814

Abstract

Abstract: The public right of way is a place for utility infrastructure facilities such as clean water pipes, electicity cable, and telecommunication fiber optic cable involving multi-independent stakeholders. Indonesian cities in general have no utility ducting system along its roads, thus utility facilities are placed in and adjacent to the public right of way as overhead and underground line. Stakeholders activities during operational and maintenance phase of the existing road potentially damage nearby infrastructures, causing repeated repair all over the year, and lead to service disturbance, traffic disruption, and users complaint due to lack of communication skill and lack of stakeholders coordination. This paper describes inter-public infrastructure management using soft system based interface management to reduce the effect of poor communication and coordination amongst stakeholders. Managing interface is conducted within four stages of concept and procedure, namely: interface identification, interface simplification, interface priority, and interface matching. The result of discussion concluded that the road authority needs to pay more attention to user/community complaint toward service disturbance by improving coordination and communication system among stakeholders in order to reduce infrastructure damage.Keywords : coordination, communication, interface management, public infrastructures, soft system.Abstrak: Ruang milik jalan (rumija) menjadi tempat infrastruktur utilitas seperti air bersih, kelistrikan, dan telekomunikasi yang melibatkan multi-stakeholders yang berasal dari organisasi-organisasi yang independen. Kota-kota di Indonesia pada umumnya belum memiliki fasilitas bersama untuk infrastruktur utilitas sehingga diletakkan di sepanjang jalan baik sebagai saluran udara maupun saluran bawah tanah. Kegiatan pekerjaan utilitas terjadi sepanjang masa operasional dan pemeliharaan jalan berpotensi merusak infrastruktur lain yang ada didekatnya, menyebabkan perbaikan terus menerus sepanjang tahun, dan mengakibatkan gangguan pelayanan, kemacetan lalulintas, dan keluhan masyarakat akibat dari lemahnya komunikasi dan koordinasi antar stakeholders. Paper ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan inter-public infrastructure system rumija dengan interface management system berbasis soft system thinking sehingga dampak dari lemahnya komunikasi dan koordinasi dalam interfaces dapat dikurangi. Pengelolaan interface dilakukan dengan empat langkah konsep dan prosedur, yaitu; identifikasi interface, penyederhanaan interface, prioritas interface, dan interface matching. Hasil pembahasan menyimpulkan masalah interface yang harus diberi perhatian lebih yaitu terjadinya keluhan masyarakat terhadap gangguan pelayanan dengan memperbaiki sistem koordinasi dan komunikasi antar stakeholders sehingga kerusakan infrastruktur dapat dikurangi.Kata kunci : interface management, infrastruktur publik, komunikasi, koordinasi, soft system.
PERBANDINGAN KURVA KAPASITAS (PUSHOVER CURVE) BANGUNAN GEDUNG DENGAN VARIASI MUTU BANGUNAN Asyifa, Cut Nella; Ulza, Adrian; Taufiq, Luthfi Chaliqi
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i1.31777

Abstract

Indonesia merupakan salah satu wilayah yang tergolong rawan akan bencana geologi, khususnya gempa bumi. Berdasarkan catatan dari Badan Geologi sejak tahun 2000 hingga 2021, telah terjadi 5 hingga 26 kejadian gempa bumi yang mengakibatkan terjadinya korban jiwa, kerusakan bangunan, dimana salah satu bangunan yang terkena dampak adalah gedung perkantoran. Kapasitas struktur merupakan salah satu aspek terpenting untuk mengetahui bagaimana kapasitas maksimum yang mampu ditahan struktur bangunan. Konsep dasar dalam perencanaan struktur adalah membuat struktur yang efektif dan efisien. Hal ini di pengaruhi oleh seberapa besar (efisien) dari pemodelan struktur dengan perbedaan mutu dan dimensi yang direncanakan. Perbedaan mutu dan dimensi ini akan menyebabkan perbedaan kapasitas struktur bangunan. Tipologi gedung perkantoran yang diperoleh dari hasil survei pada 3 wilayah, yaitu Aceh, Kepulauan Riau, dan Kota Palembang dan juga berdasarkan pertimbangan engineering judgement untuk mengkategorikan tipe bangunan struktur dari Tipe 1 (Poor), Tipe 2 (Good) dan Tipe 3 (Best). Analisis ini dilakukan untuk mendapatkan perbandingan perbedaan nilai kapasitas struktur dari Tipe 1 (Poor), Tipe 2 (Good) dan Tipe 3 (Best). bangunan dengan variasi 2 dan 3 lantai dengan menggunakan SAP2000. Sehingga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dan swasta dalam perencanaan struktur yang direncanakan. Perbandingan kurva kapasitas arah x dan arah y pada model lantai 2 menunjukkan persentase perbedaan sebesar 3% sedangkan model 3 lantai sebesar 8,85%. Berdasarkan persentase perbedaann tersebut menunjukkan tidak ada signifikansi perbedaan yang terjadi. Berdasarkan perbandingan kurva kapasitas, arah x dan arah y untuk model 2 dan 3 lantai menunjukkan nilai disipasi energi terbesar yaitu pada struktur 2 lantai tipe 3 (Best) dan nilai disipasi energi terkecil yaitu pada struktur 3 lantai tipe 1 (Poor). Persentase perbedaan selisi nilai disipasi energi dari kedua struktur mencapai 79%. Hal ini menunjukkan signifikansi perbedaan nilai disipasi energi terhadap perubahan dimensi dan peningkatan lantai.
TINJAUAN PENILAIAN KINERJA BANGUNAN GEDUNG HIJAU (BGH) PADA GEDUNG LABORATORIUM PGSD UNIVERSITAS SAMUDRA Zulistian, Fitri; Purwandito, Meilandy; Mutia, Eka
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i1.31135

Abstract

Abstrak: Pembangunan Infrastruktur dapat menimbulkan dampak buruk diantaranya meningkatkan limbah pencemaran, polusi udara, berkurangnya daerah resapan dan lahan terbuka hijau. Upaya untuk mengurangi dampak buruk yang akan ditimbulkan, dengan menerapkan konsep Green Building atau Bangunan Gedung Hijau. Bangunan Gedung Hijau merupakan bangunan yang menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam beberapa kriteria kinerja penilaian sesuai fungsi dan klasifikasi setiap variabel bangunan gedung hijau tersebut. Gedung Laboratorium PGSD Universitas Samudra merupakan salah satu bangunan Gedung perkuliahan yang berada dibawah lingkup pengelolaan FKIP. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui presentase dan rekomendasi teknis penilaian Bangunan Gedung Laboratorium PGSD Universitas Samudra sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.01/SE/M/2022 Tentang Petunjuk Teknis Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau. Metode penelitian yang digunakan berupa survey langsung di lapangan dan wawancara menggunakan form survey. Pada hasil penelitian ini Gedung Laboratorium PGSD Universitas Samudra memperoleh total poin penilaian sebesar 74 dengan presentase 44,85%. Nilai tersebut belum termasuk kedalam katagori Bangunan Gedung Hijau. Rekomendasi teknis yang diberikan pada 5 kriteria yaitu Pengelolaan tapak, efisiensi penggunaan energi, kualitas udara, pengelolaan sampah, dan pengelolaan air limbah sebagai upaya peningkatan penilaian bangunan Gedung dengan total poin 94 sebesar 58,18% sehingga Gedung tersebut masuk kedalam katagori bangunan Gedung hijau golongan PRATAMA.Kata Kunci : Bangunan Gedung Hijau, Gedung Baru, Penilaian Bangunan, Analisa Kinerja BGH
IDENTIFIKASI KERENTANAN BANGUNAN DI KOTA LANGSA AKIBAT BAHAYA GEMPA DAN KELAS SITUS Fajri, Haikal; Irwansyah, Irwansyah; Fahriana, Nina; Basrin, Defry; Al Atas, Zaenal Abidin
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i1.31884

Abstract

Globally, Aceh Province is an earthquake-prone area, especially earthquakes with an epicenter on land, such as the 2013 in Central Aceh with a magnitude of 6,1; the 2016in Pidie Jaya with a magnitude of 6,5 which damaged more than 10.000 buildings, and killed 85.000 people, according to a report from the Aceh disaster management agency (BPBA).The BMKG recorded an earthquake measuring M 5,3 on 27 September 2018 with the epicenter location on land with a depth of 10 km. Recently on 3 December 2020, an earthquake measuring M 4,9 occurred at a location very close to the previous earthquake. Having this phenomenon, as well as the close distance between the epicenter and the city center, this study aims to identify the risk of vulnerability of residential buildings in the city center to potential earthquakes and class of soil sites (Vs30). The ground motion equation was carried out with scenario of SA to SF soil site class with the epicenter point 22,48 km from the city center at a depth of 10 km. The type of building that has the greatest probability of failure is the C3L, while the sturdiest building is the RM2M type. Therefore, preliminary results indicate that the HAZUS tool has an advantage in estimating the risks and losses that will in the future provide protection to buildings.
INTEGRASI METODA LEAN CONSTRUCTION DAN BIM 4D PADA PROYEK RENOVASI GEDUNG PEMERINTAH LOKHSEUMAWE ACEH UNTUK MENINGKATKAN KINERJA WAKTU Andraiko, Heru; Dwiyanto, Paksi; Citra, Waode
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i1.27538

Abstract

Kinerja waktu merupakan salah satu hal yang paling penting dalam kontrak konstruksi proyek proyek pemerintahan maupun swasta di Indonesia. Keterlambatan menjadi hal yang paling sering terjadi dalam pelaksanaan proses konstruksi terutama pada proyek-proyek pemerintah, baik itu kontrak yang bersifat single years maupun multi years. Integrasi Lean Construction dan BIM 4D merupakan salah satu solusi untuk mengatasi resiko keterlambatan proyek konstruksi terutama pada konstruksi bangunan gedung. Penelitian ini membahas tentang implementasi beberapa tools dari lean construction yang di integrasikan dengan BIM 4D untuk meningkatkan kinerja waktu proyek konstruksi. Tools yang digunakan dari lean construction adalah Last Planner System, Daily huddles, dan Visible Site Management. Sedangkan dari BIM 4D digunakan model 3 dimensi agar lebih melihat visualisasi dan perhitungan volume pekerjaan untuk mendukung kegiatan procurement. Studi kasus penelitian ini dilakukan pada proyek renovasi gedung pemerintah di Lokhseumawe Aceh. Metodologi penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data primer (kontraktor dan owner) dan data sekunder berupa study literature. Dan dari penelitian studi kasus ini disimpulkan dengan menerapkan integrasi lean construction dengan BIM 4D dapat meningkatkan kinerja waktu proyek pada proyek renovasi gedung pemerintah.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 November 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Mei 2025 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 November 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Mei 2024 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 November 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 November 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Mei 2022 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 November 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Mei 2020 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Januari 2017 Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017 Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017 Vol 6, No 1 (2016): Volume 6, Nomor 1, September 2016 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Januari 2016 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Mei 2015 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Januari 2014 Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, September 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Nomor 2, januari 2013 Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1, Nomor 2, Mei 2012 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Januari 2012 Vol 1, No 1 (2011): Volume 1, Nomor 1, September 2011 More Issue