cover
Contact Name
Juliana Fisaini
Contact Email
j.fisaini@usk.ac.id
Phone
+6281377412304
Journal Mail Official
jurnaltekniksipil@usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala Jl. Syech Abdurrauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20889321     EISSN : 25025295     DOI : http://dx.doi.org/10.24815/jts.v12i2.30788
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil (Journal of Civil Engineering) Universitas Syiah Kuala is a scientific journal, published by Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala. It is aimed at disseminating research results related to civil engineering fields, where readers of the journal are expected from civil engineering researchers/scientists, students in related fields, engineers, and practitioners in this field. Jurnal Teknik Sipil (Journal of Civil Engineering) Universitas Syiah Kuala publishes the scientific articles in area of civil engineering, as follows. Structural Engineering, Water Resources Engineering, Transportation Engineering, Geotechnical Engineering, Construction Engineering & Management, Urban Planning Geospatial and Geomatics Engineering, and Ocean Engineering
Articles 355 Documents
TINJAUAN JALUR EVAKUASI BENCANA TSUNAMI DI KECAMATAN TAPAKTUAN KABUPATEN ACEH SELATAN BERBASIS MASYARAKAT Satria Mandaraira; Muhammad Isya; Renni Anggraini
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Earthquakes frequently happen in Sumatra, in particular Aceh province, one of the reason is this island located in convergent horizon (limit) where Sunda plate collided under Indo-Australia plate. Tapaktuan, most of areas are coastal area. the purpose of this research is to provide recommendation in selecting and evacuation route and point in form of providing adequate route and sign for evacuation process. The result of this study is recommendation for evacuation route for tsunami disaster in Tapaktuan district, both in evacuation route and point. Results of a study reported in the District of Tapak Tuan evacuation path leads to some Gampong, namely Gunung Kerambil, Lhok Keutapang, Gampong Hulu, Jambo Apha, Lhok Bengkuang, Panton Luas, Batu Itam, Lhok Rukam, Panjupian, and Air Pinang. The movement of citizens when an evacuation occurs highly leads to Gampong Panton Luas, for 22%, Jalan used when the tsunami evacuation are Jl. Tapaktuan - Medan, Jl. TR. Angkasah, Jl. Tapak Tuan - Banda Aceh, Jl. Lhok Bengkuang - Panton Luas, Jl. Syech. Abd.Rauf, Jl. Depan Mesjid, and Jl. T. Hasan Peukan. Building evacuation that can be used are the South Aceh BPBDs Office Building, Agam building, South Aceh DPRD Building, School Building MTsN Tapaktuan, and Panton Luas Mosque.Abstrak: Gempa bumi sering terjadi di Pulau Sumatera khususnya di Provinsi Aceh karena pulau ini berada di batas konvergen tempat Lempeng Sunda bersubduksi di bawah Lempeng Indo Australia. Pada Kecamatan Tapaktuan, sebagian daerahnya terletak di sepanjang pesisir pantai. Penelitian ini bertujuan untuk dapat memberikan rekomendasi pemilihan dan peningkatan/perbaikan jalur evakuasi dan titik evakuasi bencana tsunami yang dilakukan warga di Kecamatan Tapaktuan berdasarkan partisipasi masyarakat dalam bentuk penentuan jalur evakuasi dan titik evakuasi pada wilayah Kecamatan Tapaktuan. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada penentuan arah jalur evakuasi, penentuan titik evakuasi pada kawasan pesisir pantai di Kecamatan Tapaktuan. Hasil penelitian mendapatkan jalur evakuasi pada Kecamatan Tapaktuan mengarah pada beberapa Gampong, yaitu Gunung Kerambil, Lhok Keutapang, Gampong Hulu, Jambo Apha, Lhok Bengkuang, Panton Luas, Batu Itam, Lhok Rukam, Panjupian, dan Air Pinang. Pergerakan warga saat evakuasi terjadi paling tinggi mengarah ke Gampong Panton Luas yaitu sebesar 22%. Jalan yang digunakan adalah Jl. Tapaktuan - Medan, Jl. TR. Angkasah, Jl. Tapaktuan – Banda Aceh, Jl. Lhok bengkuang - Panton Luas, Jl. Syech. Abd. Rauf, Jl. Depan Mesjid, dan Jl. T. Hasan Peukan. Bangunan evakuasi yang dapat digunakan adalah Gedung Kantor BPBD Aceh Selatan, Gedung Agam, Gedung DPRD Aceh Selatan, Gedung Sekolah MtsN Tapaktuan, dan Mesjid Panton Luas.
PENERAPAN STANDAR PELAYANAN TRANSPORTASI TRANS METRO DELI DITINJAU DARI PENGOPERASIAN DAN KARAKTERISTIK PENUMPANG Mukhlis, Mukhlis; Sirait, Hasbi As Siddiq; Savira Ersa, Nanda
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Mei 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v11i1.24468

Abstract

Bus Trans Metro Deli adalah sarana transportasi umum baru yang ada di Kota Medan. Angkutan umum ini diharapkan bisa memperbaiki angkutan umum yang ada sekarang dan juga menarik orang-orang untuk beralih dari kendaraan pribadi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis standar pelayanan Bus Metro Deli dan karakteristik dengan menggunakan metode SEM. Lokasi penelitian pada lima trayek bus. Pada penelitian ini data yang digunakan pada model SEM merupakan data kuantitatif dan menggunakan estimasi maximum likelihood. Pengambilan sampel untuk penelitian ini adalah metode acak (probability sampling) sebanyak 150 orang responden. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik pengguna bus ini mayoritas adalah perempuan dengan umur antara 17-25 tahun, mayoritas pekerjaan mahasiswa dan wiraswasta dengan frekuensi penggunaan 7 kali sebulan, dengan persetujuan penyesuaian tarif bus sebesar 81%. Berdasarkan penelitian data yang diperoleh telah memenuhi kriteria nilai absolute fit indices, Incremental fit indices dan Parsimony fit indices sehingga dapat dikatakan valid. Indeks standar pelayanan terhadap bus Metro Deli dari Keamanan sebesar 0,91 (91%), keselamatan sebesar 0,87 (87%), kenyamanan sebesar 0,62 (62%), kesetaraan dan keterjangkauan sebesar 0,91 (91%), dan keteraturan 0,84 (84%). Hal ini menunjukkan bahwa para pengguna jasa merasa puas terhadap standar pelayanan dari bus Metro Deli. Ini diketahui dengan nilai konstruk yang berada diatas 50%.
ANALISA LAPISAN DAN PERBANDINGAN DAYA DUKUNG TANAH YANG DIHITUNG DENGAN BEBERAPA METODA PADA LOKASI RENCANA DAM PLTA PEUSANGAN IV BENER MERIAH Banta Chairullah
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Nomor 2, januari 2013
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This article report and discussed about analysis of soil or rock layer and bearing capacity of soil on the planing dam location for PLTA Peusangan IV in area of Bener Meriah Distric of Aceh Province. Analysis of soil layer and bearing capacity based on bor log while carried out of boring with bor machine capacity 70 m in depth. Analysis of bearing capacity of soil is calculated with using SPT data, correlation CPT with SPT data, and laboratorium data using Meyerhof method. The analysis result of soil layer on four points boring location shown that the general layers are rock layer. The rock layer exist at variant level, that shallowest elevation 30 cm from ground surface and other one found out at 6 m from surface. The kind of rock layer are Andesite, Granite and Metamorf. The calculation result of bearing capacity is shown that value is not so many difference amoung methode of SPT , CPT and Laboratorium data. The difference value of bearing capacity between one and others  is in range  2% up to 8%. Based on the bor log and computation of bearing capacity layer, so using shallow foundation type footing is better selection type because of the good bearing layer found out at shallow depth from surface.Keywords : bor log profile, soil layer analysis, bearing capacityAbstrak: Tulisan ini melaporkan dan membahas hasil analisa lapisan tanah dari pengeboran pada lokasi rencana bendung (dam) untuk Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan IV berlokasi di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. Analisa lapisan tanah dan batuan didasarkan pada bor log saat pengeboran dilaksanakan dengan mesin bor dalam yang mempunyai kemampuan bor sampai 70 meter. Analisa daya dukung lapisan tanah didasarkan pada perhitungan dengan menggunakan data SPT, data korelasi CPT dengan SPT, dan data laboratorium dengan metode Meyerhof. Hasil analisa lapisan menunjukkan bahwa pada lokasi empat titik bor, terdapat dominan lapisan batu. Lapisan batu tersebut dijumpai pada kedalaman yang bervariasi tiap titik bor, dengan elevasi yang paling dangkal 30 cm dari permukaan dan yang lainnya mulai elevasi 6m. Jenis lapisan batuan umumnya adalah batu Andesite, Granite dan Metamorf. Hasil perhitungan dan analisa daya dukung izin lapisan tanah untuk faktor keamanan SF = 3 menunjukkan besaran yang tidak jauh berbeda antara hitungan dengan data SPT, CPT, dan dengan data Lab metode Meyerhof. Perbedaan besaran daya dukung antar metode tersebut berada pada kisaran  2% sampai 8%. Berdasarkan kondisi borlog dan analisa daya dukung tanah, maka penggunaan pondasi tapak dapat menjadi pilihan,  karena lapisan pendukung yang baik dapat dijumpai pada kedalaman dangkal dari permukaan tanah.Kata kunci : bor log, analisa lapisan , daya dukung.
PERILAKU LATERAL SIKLIK PORTAL BETON BERTULANG BERISI DINDING BATA MERAH Sari, Mutia Intan; Abdullah, Abdullah; Afifuddin, Mochammad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10044

Abstract

Abstract: Generally, brick masonry is used as infill wall material for houses and buildings. The Infill wall is installed once the structure is constructed, and assumed as the dead load for the structure. In fact, infill wall may contribute significant stiffness to the structure. As a consequent, the structure may develop such higher base shear forces due to the large stiffness of the structure. The purpose of this research is to evaluate the behavior of the reinforced concrete frame specimen with red brick infill wall and the specimen without using any infill wall. The size of the frame specimen is 2350 x 3300 mm, which consists of reinforced concrete bare frame specimen and reinforced concrete frame specimen with brick masonry infill wall. Cyclic loading tests were conducted on the specimens on the top beam of frame by in-plane direction. The displacement loading protocol are performed laterally and determined by the measured maximum of LVDT from the beam-column connection. Based on the experimental result, the increase capacity and the obtained energy dissipation of the infill wall frame specimen is up to 11.65 and 3.54 higher respectively, compared to the bare frame specimen. The decrease of the stiffness and the ductility level of the infill wall specimen is lesser in comparison with the bare frame specimen. The typical failure mechanism of the infill wall specimens is diagonal cracking.Abstrak: Material bahan bangunan pengisi dinding untuk pembangunan rumah tinggal dan gedung umumnya menggunakan bata merah. Dinding pengisi dipasang apabila struktur utama selesai dikerjakan dan dianggap sebagai beban mati. Namun pada kenyataannya struktur bangunan yang memiliki dinding mempunyai kekakuan struktur yang besar. Ditinjau dari aspek kegempaan, struktur bangunan dengan kekakuan yang besar maka semakin besar pula beban gempa yang bekerja. Tujuan dari penelitian ini menganalisis perilaku portal beton bertulang dengan dinding bata merah yang dibandingkan dengan portal beton bertulang tanpa dinding. Pengujian yang dilakukan adalah portal beton bertulang dengan ukuran 2350 3300 mm berjumlah 2 sampel yaitu: portal tanpa dinding dan portal berdinding bata merah dengan plasteran. Pengujian portal dilakukan dengan beban lateral siklik dengan arah pembebanan sejajar bidang balok (in plane) pada balok bagian atas portal. Mekanisme pembebanan dilakukan dengan kontrol beban yang ditentukan oleh perpindahan maksimum yang terukur dari LVDT dari join kolom-balok. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya peningkatan kapasitas dan energi disipasi sebesar 11,65 kali dan 3,54 kali dari portal tanpa dinding. Penurunan kekakuan dan daktilitas yang terjadi lebih kecil dari portal tanpa dinding. Pola kehancuran yang terjadi pada portal berisi dinding bata merah yaitu jenis diagonal cracking
ANALISIS LAIK FUNGSI JALAN DALAM MEWUJUDKAN JALAN YANG BERKESELAMATAN Deddy Riad; Renni Anggraini; Sofyan M. Saleh
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:Soekarno-Hatta national road is one of the primary artery road that serves as the main axis that connects the center of national activities in the province. As one of the transport infrastructure plays an important role in the daily activities, the way that serves the public interest must be worhty as it relates to guarantee the certainty of safety and security for its users. The purpose of this study is Knowing whether Soekarno-Hatta Road has qualified Roadworthy so that it meets the technical requirements feasibility to provide safety for its users and to determine the category of Roadworthy. The methodology of this research was conducted based on the Rules of the Minister of Public Works No. 11 / PRT / M / 2010 on Procedures and Requirements of Roadworthy. From the survey results of the Roadworthy Test was obtained Worthy (LF) on I, II, IV and V of the Segment, while the status of the Worthy with Conditional (LS) was obtained in III and VI of the Segment. Recommendations to roadworthy conditions such as Routine Maintenance while on the Worthy with Conditional was  recommended to Rehabilitation Maintenance.Keywords : Road, Safety, Roadworthy.Abstrak: Jalan nasional Soekarno-Hatta merupakan salah satu jalan Arteri Primer yang berfungsi sebagai poros utama yang menghubungkan antar pusat kegiatan nasional di Provinsi Aceh. Sebagai salah satu prasarana transportasi yang memegang peranan penting dalam kegiatan sehari-hari, jalan yang melayani kepentingan umum harus laik fungsi karena berkaitan dengan penjaminan kepastian keselamatan dan keamanan bagi penggunanya. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui apakah Jalan Soekarno-Hatta telah memenuhi syarat Laik Fungsi Jalan sehingga memenuhi persyaratan teknis kelaikan untuk memberikan keselamatan bagi penggunanya serta menentukan kategori Laik Fungsi Jalan.  Adapun metodologi penelitian ini dilakukan dengan berpedoman kepada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 11/PRT/M/2010 Tentang Tata Cara dan Persyaratan Laik Fungsi Jalan. Dari hasil survei Uji Laik Fungsi Jalan diperoleh status jalan kategori Laik Fungsi (LF) pada Segmen I, II, IV dan V sedangkan status jalan kategori Laik Fungsi Bersyarat (LS) didapat pada Segmen III dan VI. Rekomendasi terhadap kondisi jalan Laik  Fungsi berupa Pemeliharaan Rutin sedangkan pada kondisi jalan yang Laik Fungsi Bersyarat direkomendasikan Pemeliharaan Rehabilitasi.Kata kunci : Jalan, Keselamatan, Laik Fungsi Jalan.
KAJIAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB COST OVERRUN OLEH KONTRAKTOR PADA PROYEK JALAN APBD KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2017 DAN 2018 Nur Sahid, Muhammad; Setiyaningsih, Ika; Solikin, Mochamad; Christianto, Joshua Jordy
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v8i2.14231

Abstract

Suatu proyek dapat dikatakan sukses, salah satunya apabila tepat biaya sesuai rencana anggaran. Jalan merupakan salah satu infrastuktur yang belakangan ini sedang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor dominan yang menjadi penyebab adanya penambahan biaya (cost overrun) dan besarnya persentase penambahan biaya (cost overrun) yang terjadi pada proyek jalan di Kabupaten Sukoharjo APBD tahun 2017 dan 2018 yang disebabkan oleh kontraktor. Pada penelitian ini dilakukan penyebaran kuisioner dalam memperoleh data yang kemudian pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan aplikasi pengolah data Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor dominan yang mempengaruhi adanya penambahan biaya (cost overrun) pada proyek jalan di Kabupaten Sukoharjo APBD tahun 2017 dan 2018 adalah faktor Estimasi Biaya (X1) dengan thitung = 2.386 ttabel = 2.0017 dan Aspek Dokumen (X3) dengan thitung = 2.793 ttabel = 2.0017, dengan faktor paling dominan karena tidak memperhitungkan pengaruh inflasi dan ekskalasi sebesar 11,84%. Besarnnya penambahan biaya yang terjadi pada proyek jalan di Kabupaten Sukoharjo APBD tahun 2017 dan 2018 sebesar 5.13%.
PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON NORMAL DAN BETON DENGAN BAHAN ADDITIVE SILICA FUME ANTARA UJI NON DETRUCTIVE DENGAN UJI DESTRUCTIVE (SUATU PENELITIAN BETON DENGAN FAKTOR AIR SEMEN 0,45 ; 0,50 DAN 0,55) Muhammad Ali Akoeb
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2011): Volume 1, Nomor 1, September 2011
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Purpose of this riset was to determine the value of concrete compressive strength ratio between non-destructive testing of ultra-sonic test method and hammer test with a destructive test is a standard charge of testing. The samples used in the form of a standard cube size 15 cm x 15 cm x 15 cm of 72 specimens consisting of 36 specimens of normal Concrete and 36 specimens  for concrete with the addition of silica fume as much as 9% by weight of cement. Tests conducted on the compressive strength of concrete cube specimens with FAS (Factor Air Cement) variation 0.45, 0.50, and 0.55. Specimens tested at ages 7, 14, and 28 days with the three methods of testing. The result showed that the compressive strength of normal concrete in FAS 0.45 for ultra-sonic testing and hammer tests compared with standard tests have an average ratio value β1 (β ultrasonic) of 1.079 and β2 (β Hammer) of 0.555 in fas 0, 50, the average ratio value β1 ((β ultrasonic) obtained at 0.956 and β2 (β Hammer)  equal to 0.592. At 0.55 fas obtained an average ratio value β1 (β ultrasonic) of 1.586 and β2 (β Hammer) equal to 0.74.While the strength of concrete with the addition of silica fume on fas 0.45 for ultrasonic testing and Hammer compared with a standard load test has an average ratio value β1 (β ultrasonic) and 1.02 for β2 (β Hammer) equal to 0.726. In fas 0.5 average ratio value β1 (β ultrasonic) obtained at 1.026 and β2 (β Hammer) of 0.690. At 0.55 fas obtained an average ratio value β1 (β ultrasonic) of 1.102 and β2 (β Hammer)B2  of 0.83.Keywords : Ultrasonic Test, Hammer Test, Non Destructive Test, Destructive Test, Compressive Strength of Concrete,  Silica Fume.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai perbandingan kuat tekan beton antara uji non destructive berupa metode ultrasonic test dan hammer test dengan uji destructive yaitu pengujian pembebanan standar. Benda uji yang digunakan berupa kubus standar ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm, sejumlah 72 buah benda uji yaitu 36 benda uji untuk beton normal dan 36 benda uji untuk beton dengan tambahan silica fume sebanyak 9 % dari berat semen. Pengujian kuat tekan dilakukan terhadap benda uji kubus beton dengan variasi faktor air semen dan umur benda uji. Benda uji  kubus beton untuk faktor air semen 0,45 ; 0,50 dan 0,55 diuji pada saat benda uji berumur 7, 14 dan 28 hari dengan ketiga metode pengujian. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kuat tekan beton normal pada FAS 0,45 untuk pengujian ultrasonik dan hammer dibandingkan dengan pengujian pembebanan standar mempunyai nilai perbandingan rata-rata β1 (β ultrasonic) sebesar 1,079 dan  β2 (β hammer) sebesar 0,555. Pada FAS 0,50,  nilai perbandingan rata-rata β1 (β ultrasonic) yang diperoleh sebesar 0,956 dan β2 (β hammer) sebesar 0,592. Pada FAS 0,55 diperoleh nilai perbandingan rata-rata β1 (β ultrasonic) sebesar 1,586 dan β2 (β hammer) sebesar 0,740. Sedangkan kuat tekan beton additive silica fume pada FAS 0,45 untuk pengujian ultrason
KAJIAN OPTIMALISASI PEMANFAATAN RUANG PUBLIK REX KOTA BANDA ACEH Wahyu Rianda; Izziah Izziah; Renni Anggraini
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Public space is a public area where people perform routine and functional activities that bind a community. Public spaces can also switch functions to where people meet, interact, trade, business and other interests. Rex Peunayong Food Center (REX) is a public space of Banda Aceh city located in Peunayong heritage town. Inside the REX is presented a variety of typical Aceh foods sold by using traditional carts. With diverse types of activities on REX its cause the high needs of visitors in performing social activities. Such as to open a new trading area along Jalan Jendral Ahmad Yani so it can affect the spatial system of the city in the peunayong area. To optimize the utilization of public space, the area must be balanced with the improvement of quality and other supporting facilities. From this background, a study on the optimization of REX Utilization as a city public space in Peunayong City of Banda Aceh is required. Based on the background above, this study aims to identify and analyze the factors that cause economic actors to use road space as a medium for interaction and other social activities; Examine the optimization of REX in accommodating the activities of Banda Aceh city community; Determine strategic plans in an effort to optimize the use of REX as a public space in Banda Aceh City. This research is supported by primary data and secondary data. Primary data can be obtained through observation, interview, questionnaire. While the secondary data obtained from related agencies. The method to be used is descriptive method with qualitative approach, and SWOT analysis. The results showed that Optimalization REX Peunayong is not bring significant impact from aspects of function viewed, aspects of buildings and facilities, aspects of community support and aspects of policy and regulation. So it takes an effort to restore the function of REX peunayong into an active green open field. Because of its location in the middle of the city, green open field is very necessary as the green center of Banda Aceh in accordance with the mandated in the Law of the Republic of Indonesia No.26 of 2007 on spatial arrangement. In addition to support the creation of REX optimization, can be used elements of the city like Chinatown shops located around the area. Chinatown shops can be restored and made room for economic activity but still highlight the characteristics of historical buildings.Abstrak: Ruang publik adalah suatu tempat umum dimana masyarakat melakukan aktivitas rutin dan fungsional yang mengikat sebuah komunitas. Ruang publik juga dapat beralih fungsi menjadi tempat masyarakat untuk bertemu, berinteraksi, berdagang, bisnis dan berbagai kepentingan lainnya. Pusat Jajanan Rex Peunayong (REX) adalah ruang publik kota Banda Aceh yang berlokasi di kota pusaka Peunayong. Di dalam REX ini disajikan berbagai makanan khas Aceh yang dijual dengan menggunakan gerobak tradisional. Dengan beragamnya jenis kegiatan pada REX menyebabkan tingginya kebutuhan pengunjung dalam melakukan aktifitas sosial. Diantaranya adalah dengan membuka areal berdagang baru di sepanjang Jalan Jendral Ahmad Yani sehingga dapat mempengaruhi tatanan kota di kawasan peunayong. Untuk mengoptimalisasi pemanfaatan ruang publik dikawasan tersebut tentu harus diimbangi dengan peningkatan mutu dan sarana pendukung lainnya. Dari latar belakang tersebut, diperlukan suatu kajian mengenai optimalisasi Pemanfaatan REX sebagai   ruang publik kota di kawasan Peunayong Kota Banda Aceh. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan dan menganalisa faktor yang menyebabkan pelaku ekonomi menggunakan ruang jalan sebagai media untuk berinteraksi dan kegiatan sosial lainnya; mengkaji optimalisasi REX dalam menampung aktifitas masyarakat kota Banda Aceh; menentukan rencana strategis dalam upaya mengoptimalisasikan pemanfaatan REX sebagai ruang publik di Kota Banda Aceh. Penelitian ini didukung oleh data primer dan data sekunder. Data primer dapat diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Metode yang akan digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Optimalisasi REX Peunayong ternyata tidak membawa dampak yang signifikan jika di tinjau dari aspek fungsi, aspek bangunan dan fasilitas, aspek dukungan masyarakat serta aspek kebijakan dan regulasi. Sehingga diperlukan  suatu upaya untuk mengembalikan fungsi dari REX peunayong menjadi  lapangan terbuka hijau aktif. Karena letaknya di tengah kota, lapangan terbuka hijau sangat diperlukan sebagai paru-paru kota Banda Aceh sesuai dengan yang diamanatkan di dalam UU Republik Indonesia No.26 Tahun 2007 tentang penataan ruang. Selain itu untuk mendukung terciptanya optimalisasi REX, dapat digunakan elemen – elemen kota seperti pertokoan pecinan yang terdapat disekitar kawasan tersebut. Toko pecinan dapat  dipugar dan dijadikan ruang kegiatan ekonomi namun tetap menonjolkan karakteristik bangunan sejarah.
PEMODELAN ESTIMASI BIAYA REHABILITASI RUMAH DI BENER MERIAH PROVINSI ACEH AKIBAT GEMPA BUMI Sidro Mujahid; Abdullah Abdullah; Mochammad Afifuddin
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : The cost factor has important role in house rehabilitation proccess.The issues in this research is how rehabilitation cost model for house affected by earthquake on Bener Meriah District. The scope of this research is focuses to houses with slightly damage and moderately damage category on Bener Meriah District. The research used secondary data from The District Agency for Disaster Mitigation (BPBD), contains districts, villageand level of damage level. Rehabilitation cost model analysis by multiple linear regression. Furthermore, to estimate rehabilitationcost model by using the five components that are column (X1), beam (X2), ringbalk (X3), wall (X4), and floor (X5). Cost rehabilitation model for the slightly damaged is Y = 4.061.668,397 + 6.072.240,232X1 + 1.524.303,402X2 + 2.478.430,286X3 + 137.274,165X4 + 54.753,273X5, with coeficient of correlation is0,997 and coeficient of determination is 0,997. The result cost rehabilitation modelling for house can recommended to moderately damage category is Y = 12.222.684,300 + 10.668.667,117X1 + 8.092.078,132X2 + 7.553.578,581X3 + 162.746,522X4 + 143.723,019X5, with coeficient of correlation 0,995and coeficient of determination is 0,990.Keywords : Rehabilitation cost, volume of damage, modellingAbstrak : Faktor biaya memiliki peranan yang sangat kuat dalam penyelenggaran rehabilitasi suatu bangunan.Pokok permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimanakah model biaya rehabilitasi rumah tinggal pasca gempa di Kabupaten Bener Meriah. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada rumah tinggal dengan kategori rusak ringan dan rusak sedang di Kabupaten Bener Meriah. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang berupa data rumah rusak setiap kecamatan,desa dan tingkat klasifikasi kerusakan rumah tinggal. Model estimasi biaya rehabilitasi dilakukan dengan metode analisa regresi linier berganda. Selanjutnya menentukan model biaya perbaikan menggunakan volume kerusakan dari lima komponen pekerjaan yaitu kolom (X1), balok latai (X2), ringbalk (X3), dinding (X4), dan lantai (X5). Hasil pemodelan biaya rehabilitasi rumah tinggal yang dapat direkomendasikan untuk kategori rusak ringan adalah Y = 4.061.668,397 + 6.072.240,232X1 + 1.524.303,402X2 + 2.478.430,286X3 + 137.274,165X4 + 54.753,273X5, dengan koefisien korelasi sebesar 0,998 dan koefisien determinasi sebesar 0,997. Hasil model biaya perbaikan rumah tinggal yang dapat direkomendasikan untuk mengestimasi biaya perbaikan rumah tinggal kategori rusak sedang adalah Y = 12.222.684,300 + 10.668.667,117X1 + 8.092.078,13X2 + 7.553.578,58X3 + 162.746,52X4 + 143.723,019X5, dengan koefisien korelasi sebesar 0,995 dan koefisien determinasi sebesar 0,990.Kata kunci : Biaya Rehabilitasi, Volume kerusakan, Pemodelan
STUDI KOMPARASI PERHITUNGAN BEBAN GEMPA STATIK EKUIVALEN MENGGUNAKAN SOFTWARE SAP 2000 DENGAN SNI 1726 2019 Yusmar, Fajri; Prita Melinda, Annisa; Sandra, Nevy
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 November 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v10i2.22767

Abstract

Perkembangan tekonlogi komputasi telah memberikan kemudahan dalam perencanaan struktur untuk menghitung beban gempa yang bekerja pada struktur. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan komparasi hasil perhitungan beban gempa statik ekuivalen menggunakan metode-metode yang ada pada SAP 2000, dengan perhi-tungan secara manual berdasarkan SNI 1726 2019. Penelitian dilakukan secara numeris menggunakan SAP 2000 dan perhitungan manual menggunakan persamaan gaya gempa pada SNI 1726 2019. Penelitian ini akan membandingkan base shear dan story shear pada sebuah bangunan lima lantai dengan konfigurasi bangunan yang simetris dan terletak dikota Padang. Hasil komparasi base shear menggunakan metode SNI 2716 2019 dan metode user load menghasilkan nilai yang sama, yaitu 2441,707 kN, sedangkan metode user coefficent dan metode ASCE 7-16 memiliki perbedaan nilai base shear 2,02% dan 2,11%. Untuk perhitungan story shear, metode SNI 1726 2019 dengan metode user load menghasilkan nilai yang hampir sama dengan selisih 0,002 s.d 0,004 %. Akan tetapi untuk story shear metode user coeficient dan ASCE 7-16 memberikan perbedaan untuk lantai 5, yaitu 7,25 dan 5,94 %, sedangkan untuk lantai 1 s.d lantai 4 perbedaan yang terjadi hanya 3,67 % s.d 2,70 %.Kata kunci : Gempa Statik Ekuivalen, SNI 1726 2019, SAP 2000

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 November 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Mei 2025 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 November 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Mei 2024 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 November 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 November 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Mei 2022 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 November 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Mei 2020 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Januari 2017 Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017 Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017 Vol 6, No 1 (2016): Volume 6, Nomor 1, September 2016 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Januari 2016 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Mei 2015 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Januari 2014 Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, September 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Nomor 2, januari 2013 Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1, Nomor 2, Mei 2012 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Januari 2012 Vol 1, No 1 (2011): Volume 1, Nomor 1, September 2011 More Issue