cover
Contact Name
Juliana Fisaini
Contact Email
j.fisaini@usk.ac.id
Phone
+6281377412304
Journal Mail Official
jurnaltekniksipil@usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala Jl. Syech Abdurrauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20889321     EISSN : 25025295     DOI : http://dx.doi.org/10.24815/jts.v12i2.30788
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil (Journal of Civil Engineering) Universitas Syiah Kuala is a scientific journal, published by Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala. It is aimed at disseminating research results related to civil engineering fields, where readers of the journal are expected from civil engineering researchers/scientists, students in related fields, engineers, and practitioners in this field. Jurnal Teknik Sipil (Journal of Civil Engineering) Universitas Syiah Kuala publishes the scientific articles in area of civil engineering, as follows. Structural Engineering, Water Resources Engineering, Transportation Engineering, Geotechnical Engineering, Construction Engineering & Management, Urban Planning Geospatial and Geomatics Engineering, and Ocean Engineering
Articles 355 Documents
KAJIAN RUAS JALAN PEGUNUNGAN UNTUK MEMINIMALKAN KECELAKAAN LALU LINTAS (Jalan Nasional Lintas Tengah Km. 87+300) Nova Viyantimala; Renni Anggraini; Muhammad Isya
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Development of road infrastructure has strategic value in supporting the development and economic growth of the region and the country. However, behind the great benefits derived had appeared several problems related to the availability of road infrastructure, among others: 1). a traffic accident caused by a deficiency of road infrastructure safety; and 2). pollution and noise perceived by road users due to congestion is prolonged. Roads Bireuen - Takengon located in the central highlands is the National Road with type 2 lane two-way road divided and a Collector Road Primary. In Bireuen road - Takengon Km.87 + 300 is black spot point where frequent accidents occur. The purpose of this study was to evaluate the safety of road infrastructure deficiencies at Jalan Bireuen - Takengon Km.87 + 300 and evaluate the results of measurement and observation in the field by providing an assessment of the existing condition of safety facilities of road infrastructure in the two (2) segments of reviews frequent traffic accidents. Efforts to minimize accidents among others, by the installation of signs - signs for speed limits, speed signs, signs for directions, the installation of lighting, signal lights and repainting road markings and other road fittings according to the specifications and reference existing standards so as to minimize traffic accidents and will not cause more casualties for user vehicles across the road segment and creation of road safety.Abstrak: Pembangunan infrastruktur jalan memiliki nilai yang sangat strategis dalam mendukung perkembangan dan pertumbuhan ekonomi wilayah dan negara. Namun demikian di balik manfaat besar yang diperoleh ternyata muncul beberapa permasalahan yang berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur jalan, antara lain : 1). kecelakaan lalu lintas akibat defisiensi keselamatan infrastruktur jalan; dan 2). polusi dan kebisingan yang dirasakan oleh pengguna jalan akibat kemacetan yang berkepanjangan. Ruas Jalan Bireuen – Takengon yang terletak di Kabupaten Bener Meriah merupakan Jalan Nasional dengan tipe jalan 2 lajur dua arah terbagi dan merupakan Jalan Kolektor Primer. Pada Jalan Bireuen – Takengon Km.87 + 300 merupakan titik black spot dimana sering terjadi kecelakaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi defisiensi keselamatan infrastruktur jalan pada ruas Jalan Bireuen – Takengon Km.87 + 300 dan mengevaluasi dengan hasil ukur dan pengamatan di lapangan dengan memberikan penilaian terhadap kondisi eksisting fasilitas keselamatan infrastruktur jalan pada 2 (dua) segmen tinjauan yang sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Upaya untuk meminimalkan kecelakaan antara lain dengan pemasangan rambu – rambu batasan kecepatan, rambu kecepatan, rambu petunjuk arah, pemasangan lampu penerangan, lampu sinyal serta pengecatan marka jalan dan alat kelengkapan jalan lainnya yang sesuai dengan spesifikasi dan acuan standar yang ada sehingga dapat meminimalkan kecelakaan lalu lintas dan tidak menimbulkan lebih banyak lagi korban bagi penggguna kendaraan yang melintasi ruas jalan ini dan terciptanya jalan yang berkeselamatan.
INTERFACE MANAGEMENT PADA INTER-PUBLIC INFRASTRUCTURES SYSTEM RUANG MILIK JALAN Bukit, Ipak Neneng Mardiah; Marzuki, Puti Farida; Tamin, Rizal Zainuddin; Wiratmadja, Iwan Inrawan
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i1.30814

Abstract

Abstract: The public right of way is a place for utility infrastructure facilities such as clean water pipes, electicity cable, and telecommunication fiber optic cable involving multi-independent stakeholders. Indonesian cities in general have no utility ducting system along its roads, thus utility facilities are placed in and adjacent to the public right of way as overhead and underground line. Stakeholders activities during operational and maintenance phase of the existing road potentially damage nearby infrastructures, causing repeated repair all over the year, and lead to service disturbance, traffic disruption, and users complaint due to lack of communication skill and lack of stakeholders coordination. This paper describes inter-public infrastructure management using soft system based interface management to reduce the effect of poor communication and coordination amongst stakeholders. Managing interface is conducted within four stages of concept and procedure, namely: interface identification, interface simplification, interface priority, and interface matching. The result of discussion concluded that the road authority needs to pay more attention to user/community complaint toward service disturbance by improving coordination and communication system among stakeholders in order to reduce infrastructure damage.Keywords : coordination, communication, interface management, public infrastructures, soft system.Abstrak: Ruang milik jalan (rumija) menjadi tempat infrastruktur utilitas seperti air bersih, kelistrikan, dan telekomunikasi yang melibatkan multi-stakeholders yang berasal dari organisasi-organisasi yang independen. Kota-kota di Indonesia pada umumnya belum memiliki fasilitas bersama untuk infrastruktur utilitas sehingga diletakkan di sepanjang jalan baik sebagai saluran udara maupun saluran bawah tanah. Kegiatan pekerjaan utilitas terjadi sepanjang masa operasional dan pemeliharaan jalan berpotensi merusak infrastruktur lain yang ada didekatnya, menyebabkan perbaikan terus menerus sepanjang tahun, dan mengakibatkan gangguan pelayanan, kemacetan lalulintas, dan keluhan masyarakat akibat dari lemahnya komunikasi dan koordinasi antar stakeholders. Paper ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan inter-public infrastructure system rumija dengan interface management system berbasis soft system thinking sehingga dampak dari lemahnya komunikasi dan koordinasi dalam interfaces dapat dikurangi. Pengelolaan interface dilakukan dengan empat langkah konsep dan prosedur, yaitu; identifikasi interface, penyederhanaan interface, prioritas interface, dan interface matching. Hasil pembahasan menyimpulkan masalah interface yang harus diberi perhatian lebih yaitu terjadinya keluhan masyarakat terhadap gangguan pelayanan dengan memperbaiki sistem koordinasi dan komunikasi antar stakeholders sehingga kerusakan infrastruktur dapat dikurangi.Kata kunci : interface management, infrastruktur publik, komunikasi, koordinasi, soft system.
INTERPRETASI BEARING LAYER (KONTUR LAPISAN TANAH KERAS) DI BAWAH PERMUKAAN DENGAN PROGRAM SURFER (KECAMATAN : SYIAH KUALA – ULEE KARENG – KUTA ALAM) Munirwansyah Munirwansyah; Devi Sundary; Gartika Setiya Nugraha
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to locate the bearing layer below the ground surface at the location of Kuala Shiite district, sub-district and district Ulee Kareng Kuta Alam. The data used is the Cone Penetration Test (CPT) were obtained from the laboratory of Soil Mechanics. The number of points is 38 points sondir. The location coordinates of the point of data collection in the field research carried out by using GPS (Global Positioning System) and the tool is the only satellite navigation system that is functioning properly. Data processing was performed using the surfers. Surfer is one of the software that is used for the manufacture of contour maps and three-dimensional modeling based on the grid, this software is a XYZ plotting tabular data into pieces of irregular rectangular dots (grid) is irregular. Grid is a series of vertical and horizontal lines in a rectangular surfer and used as the basis for forming a three- dimensional contour and surface. The vertical and horizontal lines have points of intersection. At this intersection point Z value is stored in the form of point heights or depths. Gridding is the process of formation of a regular series of Z values from a data is XYZ. The results of this study can be used for buildings or other infrastructure planning in the transition area and the mainland city of Banda Aceh. To determine the subgrade layer (bearing stratum), for building simple to use subsoil with qc = 0-10 kg/cm2. For buildings with load being able to use a layer of soil with qc = 10-50 kg/cm2. For buildings with a large load, it can use a layer of soil with 50-120 kg/cm2 and qc = qc = 120 kg/cm2. This study provides further information about the subsoil to the planner for bearing pile foundation stratum in order to match the load.Keywords : Bearing Layer, Cone Penetration Test, grid, surface, bearing stratum, contour.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mencari letak bearing layer di bawah permukaan tanah pada lokasi Kecamatan Syiah Kuala, Kecamatan Ulee Kareng, dan Kecamatan Kuta Alam. Data yang digunakan adalah data Cone Penetration Test (CPT) yang diperoleh dari laboratorium Mekanika Tanah. Adapun jumlah titik sondir adalah 38 titik. Pengambilan data letak koordinat titik penelitian di lapangan dilakukan dengan menggunakan GPS (Global Positioning System) dan alat ini satu-satunya sistem navigasi satelit yang berfungsi dengan baik. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program surfer. Surfer merupakan salah satu perangkat lunak yang digunakan untuk pembuatan peta kontur dan pemodelan tiga dimensi yang berdasarkan pada grid. Perangkat lunak ini merupakan plotting data tabular XYZ tak beraturan menjadi lembar titik-titik segi empat (grid) yang beraturan. Grid adalah serangkaian garis vertikal dan horizontal yang dalam surfer berbentuk segi empat dan digunakan sebagai dasar pembentuk kontur dan surface tiga dimensi. Garis vertikal dan horizontal ini memiliki titik-titik perpotongan. Pada titik perpotongan ini disimpan nilai Z yang berupa titik ketinggian atau kedalaman. Gridding merupakan proses pembentukan rangkaian nilai Z yang teratur dari sebuah data XYZ. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk perencanaan gedung atau infrastruktur lainnya di daerah daratan dan transisi kota Banda Aceh. Untuk menentukan lapisan tanah dasar (bearing stratum), untuk bangunan sederhana menggunakan lapisan tanah dengan qc = 0-10 kg/cm2. Untuk bangunan dengan beban sedang dapat menggunakan lapisan tanah dengan qc = 10-50 kg/cm2. Untuk bangunan dengan beban besar maka dapat menggunakan lapisan tanah dengan qc = 50-120 kg/cm2 dan qc ≥ 120 kg/cm2. Penelitian ini memberikan informasi lebih lanjut tentang lapisan tanah kepada perencana untuk bearing stratum agar dapat ditumpukan fondasi sesuai dengan beban.Kata kunci : Bearing Layer, Cone Penetration Test, grid, surface,lapisan tanah dasar, kontur
SOSIAL KAPITAL MASYARAKAT DALAM OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN DAERAH IRIGASI KRUENG ACEH Sukandar, Sukandar; Masimin, Masimin; Fatimah, Eldina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10061

Abstract

Abstract: Krueng Aceh Irrigation Area in Aceh Besar District is expected to be able to improve the community economic growth and to support food self-sufficient in Aceh Besar District. To meet the expectation, It must be supported by the good and organized irrigation systems. So that Krueng Aceh Irrigation Network must have irrigation network system management which include of operational and maintenance activities (OP). This research aims to detect the existing condition of Krueng Aceh Irrigation Network in Blang Bintang Subsection, find out community role level in Water User Farmer Group (P3A) relating to existing irrigation network operational and maintenance activities, then formulating the system strategy operational and maintenance activities of Krueng Aceh Irrigation System. The method used to analyze the data in this research is descriptive and analysis SWOT. Based on the observation result, the irrigation network existing condition finding some damages in the canals, there are sediment and waste found in the canal, the livestock can be found both tied and not surrounding the irrigation network. According to the result of questionnaire distribution to the respondents, it can be concluded that the community and the water user farmer group (P3A) are not active in irrigation network operational and maintenance activities. The SWOT analysis results is obtained the strategies such as (1) improving the water management system operationally to do the efficiency of irrigation water utilization; (2) Improving the Human Resources quality by giving the socialization to the farmer community in improving the farmer production and implementation of irrigation network operation and maintenance activities; (3) Reactive the water user farmer group (P3A) in managing and maintaining the irrigation network; (4) Improving the role and responsibility of the P3A committee as well as community in maintaining the irrigation network; and (5) Improving the community awareness by growing the communal activity culture in maintaining the irrigation network both routine and periodic.Abstrak: Jaringan Irigasi Krueng Aceh di Aceh Besar diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat serta menunjang swasembada pangan di Kabupaten Aceh Besar. Untuk memenuhi harapan tersebut harus didukung oleh adanya sistem irigasi yang baik dan terorganisir. Untuk itu Jaringan Irigasi Krueng Aceh harus memiliki sistem pengelolaan jaringan irigasi meliputi kegiatan operasional dan pemeliharaan (OP). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi eksisting Jaringan Irigasi Krueng Aceh di Wilayah Ranting Blang Bintang, mengetahui tingkat peran masyarakat Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) berkenaan dengan operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi yang ada. Dan merumuskan strategi sistem operasional dan pemeliharaan saluran irigasi Krueng Aceh. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan data sekunder dan data primer. Data diolah secara statistik diskriptif dan analisis SWOT. Dari hasil observasi, kondisi eksisting terdapat kerusakan pada sebahagian saluran, banyak terdapat sedimen dan tumpukan sampah dan adanya hewan peliharaan yang diikat maupun dilepas di sekitar jaringan irigasi. Hasil penyebaran kuesioner kepada responden, dapat disimpulkan bahwa masyarakat dan perkumpulan petani pemakai air (P3A) tidak aktif dan melaksanakan operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi. Hasil analisis SWOT diperoleh strategi-strategi yaitu (1) meningkatkan sistem pengaturan air irigasi secara operasional untuk melakukan efesiesi dalam penggunaan air irigasi; (2) meningkatkan kualitas SDM dengan memberikan sosialisasi, kepada masyarakat petani dalam meningkatkan produksi tani serta pelaksanaan operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi; (3) mengaktifkan kembali perkumpulan petani pemakai air (P3A) dalam mengelola dan memelihara jaringan irigasi; (4) meningkatkan peran dan tanggung jawab pengurus (P3A) serta masyarakat dalam memeliharan jaringan irigasi; dan (5) meningkatkan kesadaran masyarakat dengan menumbuhkan budaya gotong royong dalam memeliharan jaringan irigasi baik secara rutin maupun berkala
PENINGKATAN JALAN BENER MERIAH – SP. KRUENG GEUKUEH DITINJAU DARI EKONOMI TRANSPORTASI Irwin Irwin; Muhammad Isya; Sofyan M. Saleh
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : National and Province road condition in middle area generally is located in mountained which there are many bend, hills, vertically down. As well as Takengon – Bireun road condition which located in mountain area and usually there is a Landslide disaster, its because the poor system of geometric which impact to traveling time and comfortability of road user. For anticipate this problem, on 2008 Aceh Government start to budgeting for Bener Meriah – Sp. Krueng Geukueh Road improvement which is ex road of PT. KKA and its status is changed to Road Province with ministry of Home Affairs and  regional autonomy decision number : 55 Date 22nd December 2000 about list of provine road in Proince Aceh with named road are Sp. Kebayakan – Sp. Krueng Geukueh. Road sp. Kebayakan - sp. Krueng Geukueh Loated in Aceh Tengah, District Bener Meriah and District Aceh Utara with road length 90 km. Purpose of this study is to determine the Vehicle Operatioanl Cost (VOC), Saving Time Value and evaluating economic feasibility based on Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), Economic Internal Rate of Return (EIRR) and Sensitivity analysis. From this research obtained that difference of  Average Passenger Car Time Value is Rp130,437.-/vehicle,  bus Rp860,451.-/vehicle, truck Rp90,991.-/vehicle dan Difference on total average operational cost of passenger car Rp474,-/vehicle/km, bus Rp2,162.-/vehicle/km, truck Rp1,476.-/vehicle/km. feasibility economic of Bener Meriah – Sp. Krueng Geukueh road improvement on pada 2027 obtained EIRR value on discount rate  18.97%, it show that improvement of Bener Meriah – Sp. Krueng Geukueh road is very feasible to be implemented with bank lending rates up to 18.97% and also sensitive to sensitivity analysis with shift of cost and benefit on sensitivity research that cost increased 10% and benefit decreased 10%. Abstrak : Kondisi jalan nasional dan jalan provinsi di lintas tengah pada umumnya terletak pada daerah pegunungan yang banyak terdapat tikungan, tanjakan dan turunan. Demikian juga halnya dengan ruas jalan Nasional  Takengon - Bireuen yang terletak pada daerah pegunungan dan sering terjandi bencana alam longsor,  kurang baik sistem geometrik jalan berpengaruh   terhadap waktu tempuh dan kenyamanan pengguna jalan. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, tahun 2008 pemerintah Aceh mulai menganggarkan dana untuk peningkatan jalan Bener Meriah – Sp. Krueng Geukueh yang merupakan jalan eks. PT. KKA (Kertas Kraft Aceh) yang berubah status untuk jalan propinsi dengan keputusan menteri dalam negeri dan otonomi daerah nomor : 55 tahun 2000 tanggal 22 Desember 2000 tentang daftar jalan propinsi di wilayah propinsi daerah istimewa Aceh dengan nama ruas jalan Sp. Kebayakan – Sp. Krueng Geukueh. Ruas jalan sp. Kebayakan – sp. Krueng Geukueh terletak di Kabupaten Aceh Tengah, kabupaten Bener Meriah dan  Kabupaten Aceh Utara dengan panjang  jalan 90 km. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Biaya Operasional Kendaraan (BOK), penghematan nilai waktu dan mengevaluasi kelayakan ekonomi berdasarkan Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), Economic Internal Rate of Return (EIRR) dan Analisis Sensitivitas. Hasil penelitian diperoleh selisih nilai waktu rata rata mobil penumpang Rp130.437,-,  bus Rp860.451,-, truk Rp90.991,- dan Selisih total rata rata biaya operasional kendaraan mobil penumpang 474,-/kend/km, bus Rp2.162,-/kend/km, truk Rp1.476,-/kend/km. Kelayakan ekonomi peningkatan jalan Bener Meriah – Sp. Krueng Geukueh pada tahun 2027 diperoleh  Nilai EIRR  pada discount rate  18,97%, ini menunjukkan bahwa peningkatan jalan Bener Meriah – Sp. Krueng Geukueh sangat layak untuk dilaksanakan dengan suku bunga pinjaman bank sampai dengan 18,97% dan peka terhadap analisa sensitivitas dengan perubahan  biaya dan manfaat pada sensitivitas riset dengan biaya  naik 10%,  manfaat turun 10%.
ANALISIS PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI PENUMPANG ANTARA BUS DAN KERETA API RUTE SURABAYA-JAKARTA Muntsari, Daud Rosyid Rahardjo Al; Kriswardhana, Willy; Hasanuddin, Akhmad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Mei 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v10i1.19564

Abstract

Adanya Jalan Tol Trans-Jawa menyebabkan waktu tempuh antara Surabaya-Jakarta atau Jakarta-Surabaya berkurang cukup signifikan. Saat ini dengan adanya Jalan Tol Trans-Jawa waktu tempuh dapat dicapai dengan waktu 11-13 jam. Studi mengenai pemilihan moda antara bus dan kereta api rute Surabaya-Jakarta perlu dilakukan untuk menganalisis dan mengetahui probabilitas penumpang yang bersedia berpindah moda. Data dalam penelitian ini didapatkan dari penyebaran kuesioner secara online (kondisi pandemi) menggunakan teknik stated preference dan kemudian dianalisis menggunakan model binomial logit selisih. Hasil penelitian menunjukkan probabilitas tertinggi terjadi pada moda bus dengan skenario selisih biaya perjalanan pada kondisi normal (X1) sebesar 60,21%, sedangkan selisih waktu perjalanan (X3) sebesar 76,69%, dan untuk waktu akses (X4) sebesar 60,53%.
ANALISA EFISIENSI JARINGAN IRIGASI DAERAH IRIGASI PANDRAH KABUPATEN BIREUEN Maimun Rizalihadi; Amir Fauzi; Reza Tanzil
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2012): Volume 1, Nomor 2, Mei 2012
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Irrigation efficiency is the number ratio of the  amountof irrigation water is used for the real needs of plant growth with the amount of water out from intake. Irrigation efficiency assumption based portion of the amount of water taken will be lost either on canals or in the rice fields. Values of irrigation efficiency specified in the plan is too high so that the implementation of the water provided is not enough given to areas downstream. The research was conducted at the Main Canals Right Pandrah until tertiary canals PKN3 T1 at Regional Irrigation District Pandrah Bireun is by measuring inflow and outflowthe canals by using current meter, to measure by using class A pan evaporation while the seepage measurement by the method of ponding. From the research results will be obtained efficiency will be obtained efficiency value of 87.50% of primary canals, secondary canals of 80.01% and 76.13% for the tertiary canals to obtain the value of the efficiency of irrigation system in the Canals Main Right Pandrah of 50.30%. Value efficiency ebove shows that there has been a shortage of 11.70% of the value of the efficiency plan by 65%. Water loss was causwd by the canals that has been broken, illegal tapping along the canals, domestic household use, complementary building of irrigation and evaporation. Need for reconsideration of the discharge plan taking on the intake for the distribution of irrigation water shall be adjusted to the actual value of efficiency in the field.Keywords : irrigation efficiency, water loss, evaporation, seepageAbstrak: Efisiensi irigasi adalah angka perbandingan dari jumlah air irigasi nyata yang terpakai untuk kebutuhan pertumbuhan tanaman dengan jumlah air yang keluar dari pintu pengambilan (intake). Efisiensi irigasi didasarkan asumsi sebagian dari jumlah air yang diambil akan hilang baik di saluran maupun di petak sawah. Nilai efisiensi irigasi yang digunakan di Indonesia selama ini ternyata jauh lebih besar dari beberapa negara di Asia. Inilah permasalahan yang menyebabkan kemungkinan kegagalan dari proyek yang ada di daerah kita dimana nilai efisiensi irigasi yang ditetapkan dalam perencanaan terlalu tinggi sehingga pada pelaksanaan air yang diberikan tidak cukup diberikan pada daerah hilir. Penelitian ini dilakukan di Saluran Induk Pandrah Kanan sampai dengan saluran tersier Pkn. 3 T1 pada Daerah Irigasi Pandrah yaitu dengan mengukur debit masuk dan debit keluar pada saluran dengan menggunakan alat pengukur kecepatan arus (current meter), untuk mengukur evaporasi dengan menggunakan panci evaporasi kelas A sedangkan pengukuran rembesan dilakukan dengan metode teknik Ponding. Dari hasil penelitian akan diperoleh nilai efisiensi saluran primer sebesar 87,50%, saluran sekunder sebesar 80,01% dan saluran tersier sebesar 76,13% sehingga diperoleh nilai efisiensi jaringan irigasi pada Saluran Induk Pandrah Kanan sampai dengan saluran tersier Pkn. 3 T1 sebesar 50,30%. Nilai efisiensi di atas menunjukkan bahwa telah terjadi kekurangan sebesar 11,70% dari nilai efisiensi rencana sebesar 65%. Kehilangan air tersebut disebabkan karena saluran yang telah mengalami kerusakan, adanya sadap-sadap liar disepanjang saluran, penggunaan domestik rumah tangga, bangunan pelengkap irigasi dan evaporasi. Perlu adanya peninjauan kembali terhadap debit rencana di pintu pengambilan (intake) untuk pembagian air irigasi agar disesuaikan dengan nilai efisiensi aktual di lapangan.Kata kunci : efisiensi jaringan irigasi, kehilangan air, evaporasi, rembesan.
PENGARUH SUBSTITUSI POLYSTYRENE (PS) DAN ABU ARANG TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN AC-WC Isnanda, Isnanda; Saleh, Sofyan M.; Isya, Muhammad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i3.10002

Abstract

Abstract: Asphalt concrete strength is influenced by the material properties of the mixture. Asphalt mixture can be modified by adding several kinds of additives, ranging from chemical additives, natural materials, and the rest of the waste. One of the waste materials that were encountered and also difficult to disentangle by nature is plastic waste. One way to use it with the use as an additive in asphalt mixture. This mixture is also called polymer modified asphalt. In this study, the polymer material of the type used plastic Polystyrene (PS) and the use of coconut charcoal powder as filler in a mixture of AC-WC. Stone dust, cement, and fly ash hard to come by and relatively expensive. Coconut charcoal powder has the elements in the asphalt that is non-Polar Carbon by 91% is expected to be one alternative. This study aims to determine the effect of substitution of plastic using the dry process and the use of a filler combination of coconut charcoal powder and portland cement mixture on the characteristics Marshall of the AC-WC. Early stages of this research is to find the optimum asphalt content (OAC). After OAC obtained and then do the test object without substitution manufacture plastics and plastic waste substitution percentage variation PS 7%, 9%, 11% to the weight of the asphalt is substituted into the aggregate. The results showed substitution PS plastic on asphalt mix, the value of stability increased compared with no substitution of plastic. Value of stability without the plastic substitution of 1270.24 kg while the value of stability effective of PS substitution percentage of 11% with asphlat content of 4.70% which amounted to 1497.85 kg. the value of durability of a AC-WC mixture with and without substitution PS plastic by dry process not meeting the requirements of 90%.Abstrak: Kekuatan beton aspal dipengaruhi oleh sifat-sifat dari material campuran. Campuran aspal dapat dimodifikasi dengan menambah beberapa macam zat tambahan, mulai dari aditif bahan kimia, bahan alam, dan sisa limbah. Salah satu bahan limbah yang banyak ditemui dan juga sulit untuk diurai oleh alam adalah limbah plastik. Salah satu cara untuk memanfaatkannya dengan menggunakan sebagai bahan tambahan pada campuran beraspal. Campuran ini disebut juga dengan aspal modifikasi polimer. Pada penelitian ini bahan polimer yang digunakan dari jenis plastik Polystyrene (PS) serta penggunaan abu arang tempurung kelapa sebagai filler pada campuran AC-WC. Abu batu, semen dan fly ash susah didapatkan dan harganya relatif mahal. Abu arang tempurung kelapa memiliki unsur-unsur pada aspal yaitu Carbon non Polar sebesar 91% diharapkan dapat menjadi salah satu alternatifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi plastik dengan cara kering serta penggunaan filler kombinasi abu arang tempurung kelapa dan semen portland terhadap karakteristik Marshall campuran AC-WC. Tahapan awal penelitian ini adalah mencari kadar aspal optimum (KAO). Setelah KAO didapat kemudian dilakukan pembuatan benda uji tanpa substitusi plastik dan dengan substitusi variasi persentase limbah plastik PS 7%, 9%, 11% terhadap berat aspal yang disubstitusikan ke dalam agregat. Hasil penelitian menunjukkan substitusi plastik PS pada campuran aspal, nilai stabilitas campuran meningkat dibandingkan dengan tanpa substitusi plastik. Nilai stabilitas tanpa substitusi plastik sebesar 1270,24 kg sedangkan nilai stabilitas dari persentase substitusi terbaik jenis PS 11% pada kadar aspal 4,70% yaitu sebesar 1497,85 kg. Untuk nilai durabilitas campuran AC-WC dengan dan tanpa substitusi plastik PS tidak memenuhi persyaratan yaitu 90%.
SIMULASI arus lalu lintas PADA SEGMEN PENYEMPITAN JALAN akibat PEMBANGUNAN FLY OVER SIMPANG SURABAYA tahun 2016 MENGGUNAKAN SOFTWARE VISSIM 8.0 Ruhdi Faisal; Sugiarto Sugiarto; Aprilia Syara
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Government of the city of Banda Aceh did a Fly Over development as a solution addressing the congestion in the area of Simpang Surabaya. At the time of construction of the Fly Over this will certainly occur a narrowing of the road (Bottleneck). The purpose of this research is to visualize the flow of traffic on a narrowing of the street, as well as specifying a benchmark traffic flow Measurement Of Effectiveness (MOEs) using traffic simulation software VISSIM 8.0. This research was conducted on Teungku Chik  Ditiro roads and Teungku Imuem Luengbata roads which is a toll road with traffic conditions disrupted due to Fly Over development work. On the Teungku Chik Ditiro obtained traffic volume amount to 1085 pcu/h, 16.91 km/h speed and travel time of 22 seconds. Next it’s simulated into software VISSIM 8.0 which generate output traffic volume amounted to 791 pcu/h with a deviation 14.4%, speed 16.51 km/h with 0.5% deviation and travel time of 11 seconds with the deviation of 2.8%.  While on the road Imuem Teungku Luengbata obtained traffic volume amounted to 620 pcu/h, 24.98 speed, km/h and travel time of 13 seconds. The results of the simulation, namely traffic volume amounting to 425 pcu/h with a deviation of 11.7%, speed 27.15 km/h with 1.2% deviation and the travel time is 7 seconds with a deviation of 2.1%. Validation is done by comparing the observed data in the field with the simulation results.Keywords : Fly Over, Bottleneck, Simulations, VISSIM 8.0,Abstrak: Pemerintah Kota Banda Aceh melakukan pembangunan Fly Over sebagai solusi mengatasi kemacetan di kawasan Simpang Surabaya. Pada masa pembangunan Fly Over ini tentu akan terjadi penyempitan jalan (Bottleneck). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memvisualisasikan aliran lalu lintas pada penyempitan jalan, serta menentukan tolak ukur aliran lalu lintas Measurement Of Effectiveness (MOEs) dengan menggunakan software simulasi lalu lintas VISSIM 8.0. Penelitian ini dilakukan pada ruas Jalan Tgk Chik Ditiro dan Jalan Tgk Imuem Luengbata yang merupakan ruas jalan dengan kondisi lalu lintas terganggu karena adanya pekerjaan pembangunan Fly Over. Pada Jalan Tgk Chik Ditiro didapat volume lalu lintas sebesar 1085 smp/jam, kecepatan 16,91 km/jam dan waktu perjalanan 22 detik. Selanjutnya disimulasikan ke dalam software VISSIM 8.0 yang menghasilkan output volume lalu lintas sebesar 791 smp/jam dengan deviasi 14,4%, kecepatan 16,51 km/jam dengan deviasi 0,5% dan waktu perjalanan 11 detik dengan deviasi 2,8%. Sedangkan pada Jalan Tgk Imuem Luengbata didapat volume lalu lintas sebesar 620 smp/jam, kecepatan 24,98 km/jam dan waktu perjalanan 13 detik. Hasil simulasi yaitu volume lalu lintas sebesar 425 smp/jam dengan deviasi 11,7%, kecepatan 27,15 km/jam dengan deviasi 1,2% dan waktu perjalanan 7 detik dengan deviasi 2,1%. Validasi dilakukan dengan membandingkan data observasi di lapangan dengan hasil simulasi.Kata kunci : Fly Over, Bottleneck, Simulasi, VISSIM 8.0.
STUDI NILAI PRODUKTIVITAS PEKERJAAN PONDASI BORED PILE Mubarak Mubarak; Alfa Taras Bulba; Mega Yunita
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Januari 2014
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The success of a construction project is determined by a number of factors. One of the factors that play a direct role is a job  productivity. Productivity can be expressed as the ability to complete a job within a certain time. The productivity is directly determined by the amount of the volume of work, the amount of labor/equipment, and implementation time. The larger the value of productivity, the greater the chance of a job can be completed by the target date. Therefor, this study aimed to assess the value of productivity on the bored pile foundation work. The study was conducted at the Project Tanjung Priok Access Road Construction Project (Phase I) Package 2, Section E-2, Cilincing - Jampea, North Jakarta. The study was  initiated with field observations, by observing the completion of all stages of the process, andshall record the amount of labor / equipment and the turnaround time at each stage of thework. The volume of work is analyzed based on the design drawings. Productivity values for each phase of implementation of the work are: 1) the work of pre boring 46.71 m³/hr; 2) installation of casing 115.69 m/hr; 3) drilling by bucket 9.74 m³/hr; 4) ry by the bucket 81.70 m³/hr; 5) Cleaning by airlift 10.81 m³/hr; 6) test Koden 313.05 m/hr; 7) nstallation of rebar30.37 m/hr; 8) tremie pipe fitting 88.11 m/hr; and 9) casting concrete 89.56 m³/hr. Overall, the value of bored pile foundation work productivity is 3.14 m³/hr.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 November 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Mei 2025 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 November 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Mei 2024 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 November 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 November 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Mei 2022 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 November 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Mei 2020 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Januari 2017 Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017 Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017 Vol 6, No 1 (2016): Volume 6, Nomor 1, September 2016 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Januari 2016 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Mei 2015 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Januari 2014 Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, September 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Nomor 2, januari 2013 Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1, Nomor 2, Mei 2012 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Januari 2012 Vol 1, No 1 (2011): Volume 1, Nomor 1, September 2011 More Issue