cover
Contact Name
Juliana Fisaini
Contact Email
j.fisaini@usk.ac.id
Phone
+6281377412304
Journal Mail Official
jurnaltekniksipil@usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala Jl. Syech Abdurrauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20889321     EISSN : 25025295     DOI : http://dx.doi.org/10.24815/jts.v12i2.30788
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil (Journal of Civil Engineering) Universitas Syiah Kuala is a scientific journal, published by Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala. It is aimed at disseminating research results related to civil engineering fields, where readers of the journal are expected from civil engineering researchers/scientists, students in related fields, engineers, and practitioners in this field. Jurnal Teknik Sipil (Journal of Civil Engineering) Universitas Syiah Kuala publishes the scientific articles in area of civil engineering, as follows. Structural Engineering, Water Resources Engineering, Transportation Engineering, Geotechnical Engineering, Construction Engineering & Management, Urban Planning Geospatial and Geomatics Engineering, and Ocean Engineering
Articles 355 Documents
DURABILITAS CAMPURAN LASTON AC-WC DI SUBSTITUSI CAMPURAN LIMBAH PLASTIK LDPE , PP , PS Putra, Nopolion Eka; Putri, Elsa eka; Purnawan, Purnawan
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 November 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v11i2.28714

Abstract

Masalah kerusakan jalan beraspal akibat peningkatan air ditambah kelebihan serta 75% kebutuhan aspal dalam negeri masih impor. Di sisi lain adanya masalah tumpukan plastik yang bernilai rendah yang terus bertambah dan ketidaksamaan plastik dengan aspal. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa dimungkinkan untuk menggunakan limbah plastik perkerasan aspal untuk meningkatkan kinerja perkerasan jalan dan umur pelayanan jalan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh udara terhadap campuran panas AC-WC dengan menggunakan campuran campuran limbah plastik (40% LDPE,30% PP,30% PS) sebagai pengganti aspal dan metode pencampuran kering. Variasi limbah plastik yang digunakan adalah 0%,8%,10%,12%,14% terhadap berat aspal.Pelaksanaan penelitian terdiri dari pemeriksaan karakteristik dan campuran panas aspal AC-WC, perancangan gradasi agregat, pengujian marshall untuk menentukan kadar aspal optimum, pengujian marshall untuk kadar plastik optimum. Dari campuran Kadar Plastik Optimum yang didapat terus mengukur pengaruh rendaman air dengan waktuman 30 menit, 24 jam,48 jam,72 jam, 96 jam pada suhu 60c terhadap perubahan dan durabilitas campuran campuran aspal modifikasi limbah plastik. Tinjauan Indeks Durabilitas campuran berdasarkan indikator Index of Retained Stability (IRS) dan Stability Deformation Index, yaitu Indek Durabilitas Pertama (IDP), Indeks Durabilitas Kedua (IDK), Nilai Absolut Ekivalen Kekuatan Tersisa (Sa) atau Retained Marshall Stability (RMS).Dari penelitian didapatkan campuran kadar plastik optimum 10 % pada kadar aspal optimum 6,3%. Hasil penelitian menunjukan bahwa campuran terakhir AC-WC limbah plastik mampu lebih lama direndam air,dengan nilai IRS 94,64 % durasi perendaman 24 jam, 91,04 % durasi perendaman 48 jam, 85,18 % durasi perendaman 72 jam dan 82,57 % durasi pedendaman 96 jam. Nilai IDP menunjukan nilai r positif yang menghilangkan kekuatan, dengan nilai r 0,228 % pada durasi perendaman sampai 24 jam, 0,150 % pada durasi perendaman 24 jam sampai 48 jam.0244 % pada durasi 48 jam sampai 72 jam. 0,109% pada durasi perendaman 72 jam sampai 96 jam. Nilai IDK menunjukan nilai positif yang menghilangkan kehilangan kekuatan,dengan nilai 2,734 % dan 97,266 % pada durasi 24 jam.Pada durasi perendaman 24 jam sampai 48 jam nilai a 2.703% dan sa 94.563%. Durasi perendaman 48 jam sampai 72 jam nilai a 4,881% dan sa 89.
ASSESMEN AKTUAL KAPASITAS JALAN PADA SEGMEN BOTTLENECK SISTEMATIS DENGAN PENDEKATAN METODE SIMULASI Sugiarto Sugiarto; Zianul Furqan
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:Increasing the demand of travelers and limited of road supplies are the main crucial problem which is produced transportation related impact such as congestion and crashes. Congestion mainly occurs along urban corridors not only at junctions but also at potential bottlenecks which are temporal capacity of the road diminishing in most cases. The aims of this work is to assess the actual capacity and travel speed at the location of systematic bottleneck by governing simulation approach so called VISSIM 5.40. A selected area of study was at Jalan T. Nyak Ariefin particular at the position of Lamnyong intersection, Banda Aceh (±KM.6). It found that the assessment of the bottleneck capacity at the highest value of 1455 PCU/h (dropped 9-12 per cent) compared to normal condition. Equally patterns, travel speed reduced to 11 km/h or deteriorated to 4-9 per cent. As for the bound of accuracy, validation was conducted by comparing the MOEs value between observed and obtained from the simulator. The validation error was point out 9%, 9%, and 10% for hourly flow rate, travel speed, and travel time respectively, and the validation error denoted that less than 15%. It means that the MOEs value resulted from VISSIM 5.40 simulator is considerably acceptable in particular for practical purposes.     Keywords : congestion, capacity reduction, bottleneck, VISSIM 5.40, MOEs, Validation.  Abstrak: Tingginya permintaan perjalanan (demand) dan terbatasnya ketersediaan infrastruktur jalan menyebabkan permasalahan serius seperti kemacetan dan kecelakaan. Lokasi kemacetan pada jaringan jalan perkotaan tidak hanya terjadi di persimpangan (intersection) namun juga sering terjadi pada lokasi-lokasi yang memiliki potensi terjadinya penyempitan kapasitas (bottleneck). Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan assesmen terhadap aktual kapasitas dan kecepatan aliran lalu lintas pada segmen bottleneck sistematis dengan pendekatan metode simulasi menggunakan VISSIM 5.40. Lokasi penelitian dilakukan di Jalan T. Nyak Arief tepatnya di ruas penyempitan jalan simpang Lamnyong, Banda Aceh (±KM.6). Hasil assesmen menunjukkan bahwa pada segmen bottleneck kapasitas terprediksi adalah 1455 smp/jam (terjadi penurunan kapasitas sebasar 9-12%) dari kondisi normal, dan kecepatan pada bottleneck teramati menjadi 11 km/jam, atau terjadi penurunan kecepatan sebesar 4-9%. Hasil validasi menunjukkan deviasi antara teramati dan hasil simulasi untuk volume lalu lintas 9 %, kecepatan 9 % dan waktu perjalanan 10 %. Ketiga parameter tersebut memperlihatkan deviasi hasil validasi dibawah 15%. Maka Measurement Of Effectiveness (MOEs) dengan simulasi VISSIM 5.40 dapat diterima terutama untuk tujuan praktis.Kata kunci : Kemacetan, penurunan kapasitas, bottlenecks, VISSIM 5.40, MOEs, validasi.
ANALISIS JARAK PEMATAH ARUS UNTUK MEMPERKECIL KECEPATAN ALIRAN PADA SISTEM DRAINASE JALAN Yoga, Padli; Saleh, Sofyan M.; Yulianur, Alfiansyah
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10055

Abstract

Abstract: The mountainous terrain with the road conditions on the slopes and the foot of the mountains that have a large service area and large slope of land when the rain of water overflows from the slopes of the mountains with a very large water debit flow and speed is high enough, the water flowing along the long road , resulting in disruption of traffic activity as well as damage to road construction and equipment. A large fold discharge and a high speed result in disruption of traffic activity and damage to road construction and equipment. This study aims to analyze the check dam spacing to minimize flow velocity to provide the required solution of road drainage in response to high flow velocity problems. The research used descriptive method for collecting secondary data and primary data as evaluation material, calculation refers to hydrology and hydraulics calculation system for open channel. The research was conducted on the road batas Kota Takengon-batas Bener Meriah. The results of the research obtained the average drainage flow velocity of 6,45 m/sec, the permit rate based on the material type 1.50 m/sec (does not meet the permit speed requirements), the drainage required installation xx. Average velocity after installation of upstream to downstream systems as a way to minimize a flow rate of 0,54 m/sec (meet the permission speed requirements).Abstrak: Medan bergunung dengan kondisi jalan yang berada di lereng dan kaki pegunungan yang mempunyai daerah layanan yang luas dan kemiringan lahan yang besar pada saat hujan air melimpah dari lereng pegunungan dengan debit air linpasan yang sangat besar serta kecepatan yang cukup tinggi, air mengalir mengikuti arah memanjang jalan, mengakibatkan terganggunya aktifitas lalulintas serta terjadinya kerusakan pada konstruksi jalan dan perlengkapannya. Debit linpasan yang besar serta kecepatan yang cukup tinggi mengakibatkan terganggunya aktifitas lalulintas dan terjadinya kerusakan pada konstruksi jalan dan perlengkapannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis jarak pematah arus untuk memperkecil kecepatan aliran untuk memberikan solusi yang dibutuhkan drainase jalan raya dalam menanggulangi permasalahan kecepatan aliran yang tinggi. Penelitian mengunakan metode deskriptif untuk pengumpulan data sekunder dan data primer yang dijadikan sebagai bahan evaluasi, perhitungan mengacu pada sistem perhitungan hidrologi dan hidrolika untuk saluran terbuka. Penelitian dilakukan di ruas jalan batas Kota Takengon-batas Bener Meriah. Hasil dari penelitian didapat kecepatan aliran drainase rata-rata 6,45m/detik, kecepatan ijin berdasarkan jenis material 1,50 m/detik (tidak memenuhi persyaratan kecepatan ijin), drainase diperlukan pemasangan pematah arus. Kecepatan rata-rata setelah pemasangan pematah arus sitem jarak hulu ke hilir sebagai cara untuk memperkecil kecepatan aliran sebesar 0,56 m/detik (memenuhi persyaratan kecepatan ijin).
ANALISIS PRIORITAS PENANGANAN DAN AUDIT KESELAMATAN JALAN PADA SEGMEN RAWAN KECELAKAAN DI KOTA BANDA ACEH DAN ACEH BESAR Fadli Fadli; Muhammad Isya; Sugiarto Sugiarto
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Along with the increase in vehicle ownership resulting transport problems including congestion and traffic safety. According to the Traffic Police of Banda Aceh in 2010-2015 occurred 754 cases of accidents. This study aims to identify accident-prone road segments and determine the location of the accident-prone that need to get priority treatment first, then conducted a road safety audit of the road be given priority handling. Primary data were obtained from observations with field measurements and observations. The secondary data used is the data released by the accident City Police Banda Aceh. The results of the study recommended three roads, the location of priority handling, Jalan Laksamana Malahayati obtained value (SI) = 50, Jalan Banda Aceh-Medan obtained value (SI) = 31, Jalan Lama Blang Bintang obtained value (SI) = 17. The results of the audit safety average percentage of road safety Admiral Malahayati 42%, the average percentage of road safety Banda Aceh-Medan 54% and the average percentage of road safety long Blang Bintang 43%. From the results of this study concluded that Jalan Laksamana Malahayati is the first roads to be prioritized to get treatment first, then that is the way to Medan and Banda Aceh Blang Bintang long way. Abstrak: Seiring dengan meningkatnya kepemilikan kendaraan yang mengakibatkan permasalahan transportasi diantaranya kemacetan dan keselamatan lalu lintas.Menurut Satlantas Polresta Kota Banda Aceh pada tahun 2010-2015 terjadi 754 kasus kecelakaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi segmen jalan rawan kecelakaan dan menentukan lokasi rawan kecelakaan yang perlu mendapatkan prioritas penanganan terlebih dahulu, kemudian dilakukan audit keselamatan jalan terhadap jalan yang mendapat prioritas penangan.Data primer diperoleh dari observasi melalui pengukuran dan pengamatan lapangan.Data sekunder yang digunakan adalah data kecelakaan yang dikeluarkan oleh Kepolisian Resor Kota Banda Aceh. Hasil penelitian direkomendasikan 3 ruas jalan yang menjadi lokasi prioritas penanganan,Jalan Laksamana Malahayati didapat nilai (SI) = 50, Jalan Banda Aceh-Medan didapat nilai (SI) = 31, Jalan Blang Bintang Lama didapat nilai (SI) = 17.hasil audit keselamatan persentase rata-rata keselamatan jalan Laksamana Malahayati 42%, persentase rata-rata keselamatan jalan Banda Aceh-Medan 54% dan persentase rata-rata keselamatan jalan Blang Bintang lama 43%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Jalan Laksamana Malahayati merupakan ruas jalan yang pertama yang akan diprioritaskan untuk mendapatkan penanganan terlebih dahulu, selanjutnya yaitu jalan Banda Aceh-Medan dan jalan Blang Bintang lama.
SIMULASI ALIRAN DAM-BREAK MENGGUNAKAN PROGRAM DUALSPHYSICS Rasyif, Teuku Muhammad; Saputra, Faisal; Widia, Widia; Akmal, Akmal
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v9i2.17916

Abstract

Aliran yang disebabkan oleh kegagalan bendungan memiliki potensi untuk menyebabkan terjadinya suatu bencana. Oleh sebab itu, aliran ini sering dikaji baik secara uji dilaboratorium ataupun simulasi numerik untuk mengetahui secara rinci proses terjadinya penjalaran aliran tersebut. Sehingga, hasil penelitian tersebut dapat diaplikasikan untuk mengurangi dampak yang dapat disebabkan oleh aliran tersebut. Saat ini aliran oleh kegagalan bendungan tidak hanya digunakan untuk mengkaji dampak dari kegagalan bendungan akan tetapi digunakan juga untuk mengkaji aliran gelombanmg tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan model DualSPHysics dalam mensimulasi aliran yang disebabkan oleh kegagalan bendungan. Aliran dibangkitkan dengan dua cara, yaitu melepaskan air secara tiba-tiba (tanpa pergerakan pintu) dan mensimulasikan pergerakan dari pintu yang digeser kearah atas mengikuti proses pembangkitan yang telah dilakukan dilaboratorium. Proses validasi dilakukan dengan membandingkan fluktuasi muka air dan kecepatan aliran antara data hasil uji laboratorium yang telah dikeluarkan dan simulasi numerik menggunakan DualSPHysics. Hasil simulasi menunjukkan bahwa program DualSPHysics dapat mensimulasikan proses penjalaran aliran oleh kegagalan bendungan dengan baik. Model ini direkomendasikan untuk dapat diaplikasikan dalam mensimulasikan aliran yang disebabkan kegagalan bendungan pada kondisi nyata dengan daerah simulasi yang lebih luas.
OPTIMIZATION OF WATER UTILIZATION FOR ELECTRIC ENERGY AT TIRO RESERVOIR, PIDIE DISTRICT Azmeri Azmeri; Maimun Saputra
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Januari 2012
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to find The Tiro Reservoir operation pattern using non-linear optimization technique to obtain the optimal total electrical energy. Method of operation of the reservoir system optimization is accomplished using the Solver in Microsoft Excel. Calculation of discharge was calculated for the probability of occurrence of 20% (wet period), 50% (normal period) and 80% (dry period). As for the water needs taken into account for purposes of irrigation, water supply, and maintenance needs. Projected water needs of irrigation districts Tiro done in 4 phases, namely in 2011, 2016, 2026 and 2036. The results obtained from the optimization process Tiro Reservoir operation using non-linear program is the amount of water released each month and the total amount of annual energy. The amount of release based on the type of wet, normal and dry. Release and optimum total annual energy that can be produced, performed for the year 2011, short-term (2016), medium term (2026) and long-term (2036). Based on the type of normal period, the total releases for the year 2023 amounting to 88.214 x 106 m3, while the total electrical energy generated at 122.8 GWH.Keywords : Optimization, Solver, water availability, water requirements, non-linear, releases, energyAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pola pengoperasian Waduk Tiro dengan menggunakan teknik optimasi non linier sehingga diperoleh total energi listrik yang optimal. Metode optimasi sistem pengoperasian waduk dilakukan dengan menggunakan program Solver pada Microsoft Excel. Perhitungan debit dihitung untuk probabilitas kejadian 20% (debit tahun basah), 50% (debit tahun normal) serta 80% (debit tahun kering). Sedangkan untuk kebutuhan air diperhitungkan untuk keperluan irigasi, air bersih, dan kebutuhan maintenance sebagai tetap menjaga ekosistem sungai. Proyeksi kebutuhan air irigasi kecamatan Tiro dilakukan dalam 4 tahap yaitu tahun 2011, tahun 2016, tahun 2026 dan tahun 2036. Hasil yang diperoleh dari proses optimasi pengoperasian Waduk Tiro dengan menggunakan program non linier adalah besarnya release air tiap bulan serta besarnya total energi tahunan. Besarnya release air berdasarkan jenis tahun basah, normal dan kering. Release air dan total energi tahunan optimum yang dapat dihasilkan, dilakukan untuk tahun 2011, jangka pendek (2016), jangka menengah (2026) dan jangka panjang (2036). Berdasarkan jenis tahun normal, total release untuk tahun tahun 2023 sebesar 88,214 x 106 m3, sedangkan total energi listrik yang dihasilkan sebesar 122,8GWH.Kata kunci : Optimasi, Solver, ketersedian air, kebutuhan air, non linier, release, energi
PENILAIAN KONDISI JALAN PADA RUAS JALAN KM. 77 (BATAS PIDIE) - BATAS KOTA SIGLI Zulfan, Evi; Saleh, Sofyan M.; Yunus, Yuhanis
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i3.9997

Abstract

Abstract : Road maintenance activities is one part of the road management and road organizer shall prioritize road maintenance to maintain the level of services in accordance with defined minimum service standards. Assessment of road conditions resulting from the survey activities. Km.77 (Batas Pidie) - Batas Kota Sigli is a national road with a length of 29.34 Km. Rating national road refers Free Road Condition Survey, No. SMD-03 / RC (relationship International Roughness Index, IRI-Surface Distress Index, SDI), which is only capable of supporting votes to traffic lanes. This research is assessed road conditions and a comparative analysis (IRI-SDI indicators and per-percentage area of damage) on the carriageway. The method used in the study, refers to the Minister of Public Works No. 15 / PRT / M / 2007 and No. 13 / PRT / M / 2013, which is able to support the assessment of traffic lanes, shoulders, and complementary buildings (BPLK) with elements: median, ditches, culverts, retaining walls, island roads and sidewalks. The condition of the road is done through a detailed survey of road conditions with the visual method followed by processing and analyzing data, producing road conditions, type of treatment and allocation of the required budget requirements. The results show the value of the condition is above 60% steady-state condition and needs maintenance budget of Rp. 113,645,850,000.00 for all elements of the road. From the results of a comparative analysis of known value of a deviation of 4.77% for the stability of the road and -Rp.98.825.850.000,00 for road maintenance budget requirements.Abstrak: Kegiatan pemeliharaan jalan merupakan salah satu bagian dari penyelenggaraan jalan dan penyelenggara jalan wajib memperioritaskan pemeliharaan jalan untuk mempertahankan tingkat pelayanan sesuai dengan standar pelayanan minimal yang ditetapkan. Kegiatan penilaian kondisi jalan dihasilkan dari kegiatan survei jalan. Ruas jalan Km.77 (Batas Pidie) - Batas Kota Sigli merupakan ruas jalan nasional dengan panjang 29,34 Km. Penilaian ruas jalan nasional mengacu pada Panduan Survei Kondisi Jalan, No. SMD-03/RC (hubungan International Roughness Index, IRI - Surface Distress Index, SDI), yang hanya mampu mendukung penilaian untuk jalur lalu lintas. Penilitian ini dilakukan untuk menilai kondisi jalan dan analisis perbandingan (Indikator IRI - SDI dan persentase luasan kerusakan) pada jalur lalu lintas. Metode yang digunakan dalam penelitian, mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Nomor : 15/PRT/M/2007 dan Nomor : 13/PRT/M/2013, yang mampu mendukung penilaian jalur lalu lintas, bahu jalan, dan bangunan pelengkap (BPLK) dengan elemen : median, saluran samping, gorong-gorong, tembok penahan tanah, pulau jalan dan trotoar. Penilaian kondisi jalan dilakukan melalui survei kondisi rinci jalan dengan metode visual dilanjutkan dengan pengolahan dan analisis data, yang menghasilkan kondisi jalan, jenis penanganan dan alokasi kebutuhan anggaran yang dibutuhkan. Dari hasil penelitian diketahui nilai kondisi berada diatas 60 % kondisi mantap dan kebutuhan anggaran pemeliharaan Rp. 113.645.850.000,00 untuk seluruh elemen jalan. Dari hasil analisis perbandingan diketahui nilai deviasi sebesar 4,77 % untuk kemantapan jalan dan -Rp. 98.825.850.000,00 untuk kebutuhan anggaran pemeliharaan jalan.
PRIORITAS PEMILIHAN MODA UNTUK RUTE PERJALANAN BANDA ACEH - LANGSA DENGAN METODA ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS Sumarni Sumarni; Renni Anggraini; Irin Caisarina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Kota Langsa, within 432 KM distance from Banda Aceh, can be reached by cars or public transports such as buses (AKAP) and Minibuses. Each mode offers different facilities; therefore potential passengers can select which transportation mode that is apt with them. We require knowing the passenger’s criteria or their preferences in order to pick a public transportation on the route. This research aims to obtain the passenger’s criteria and transportation modes alternative by using Analytical Hierarchy Process (AHP). The criterions are fare, traveling time, delay, travel frequency, and waiting time in bus station. The qualitative criterions are safety, comfortability, serviceability, reliability and flexibility. The mode alternatives are bus, air-conditioned (AC) minibus and non-AC minibus. Data collection method is using AHP questionnaire distributed to 45 respondents, which is accompanied by the surveyor. The result shows that the quantitative criteria is the percentage of traveling time (25.93%) and fare (24.76%). Modes alternative selection based on passenger’s preference is AC Minibuses (35.82%) and non-AC Minibus (36.17%). This result indicates that AC Minibuses and non-AC Minibuses are the most favourite choices amongs passengers in route Banda Aceh – Langsa.Keywords : modes selection, public transportation, criterions, alternative, AHP methodAbstrak: Kota Langsa  berjarak sekitar 432 km dari Kota Banda Aceh dan dapat ditempuh  dengan  kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Saat ini tersedia  3 (tiga) jenis angkutan umum yaitu bus Antar Kota Antar Provinsi  (AKAP) yang dilengkapi dengan AC dan Mini Bus baik menggunakan AC maupun non AC. Masing-masing moda menawarkan atribut/variabel atau keunggulan yang berbeda sehingga  penumpang dapat memilih kendaraan umum yang sesuai dengan kebutuhannya. Untuk itu ingin diketahui  bagaimanakah kriteria dan alternatif  yang menjadi pilihan penumpang moda bus dan mini bus dalam perjalanan dari Banda Aceh menuju Langsa.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kriteria  dan alternatif  utama yang  menjadi pilihan penumpang dengan memakai metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kriteria pemilitan moda dalam penelitian ini terdiri atas 5 (lima) kriteria, yaitu biaya, waktu tempuh, keterlambatan, frekuensi dan waktu menunggu di terminal. Adapun alternatif pemilihan moda adalah bus, mini bus AC dan mini bus non AC.  Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner AHP  yang disebarkan kepada 45 responden yang pernah menggunakan ketiga moda tersebut dan pengisiannya didampingi surveyor. Berdasarkan hasil penelitian dianalisis bahwa kriteria utama yang mempengaruhi pemilihan moda untuk perjalanan Banda Aceh-Langsa adalah  waktu tempuh (25,93%) dan biaya (24,76%). Alternatif global pemilihan moda untuk perjalanan dari Banda Aceh-Langsa berdasarkan pilihan responden adalah Mini Bus non AC (35,82%) dan mini bus non AC (36,17%). Ini berarti bahwa mini bus AC dan Mini  Bus non AC menjadi pilihan favorit dalam perjalanan rute Banda Aceh – Langsa.Kata kunci : pemilihan moda, angkutan umum, kriteria, alternatif, metode AHP.
PEMETAAN DAYA DUKUNG TANAH DIBEBERAPA DAERAH ACEH BESAR MENGGUNAKAN DATA CONE PENETRATION TEST Devi Sundary; Banta Chairullah; Hendra Gunawan
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Januari 2014
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bearing capacity of the soil and the foundation has a close link with the level of safety to the occupants of a building. A foundation design said to be true if the load transmitted by the foundation to the ground does not exceed the power of the land concerned.If the soil strength is exceeded, then a decrease (settlement) excessive or collapse of land will occur, causing damage to the construction which is above the foundation. This research aimsto obtain the value of the soil bearing capacity of shallow foundations in several areas of Aceh Besar, and used as a mapping using ArcGIS 9.2 software. Secondary data used is Cone Penetration Test (CPT) ere obtained from the Laboratory of Soil Mechanics Faculty of Engineering, University of Syiah Kuala. Number of points CPT or sondir is 34 points.  Furthermore, to determine the location of these points in the field using GPS (Global Positioning System). The result shows that most of the area in the study area has a bearing capacity of the land is permitted 50 ton / m2. The area has bearing capacity permits between 50 ton/m2 to 100 ton/m2 occupied area Siem, Cot Gue, Bilui, Adjunct, Baet, Mon Ikeun,Lamkruet, and Lhoknga. Furthermore, the results of the bearing capacity of land used as a mapping so that it becomes a reference in planning the foundation of a building or otherinfrastructure in the region of Aceh Besar.
ANALISIS RESPON SPEKTRA TERHADAP PERCEPATAN GERAKAN TANAH AKIBAT GEMPA ACEH TAHUN 2010-2013 David Sarana; Taufiq Saidi; Muttaqin Hasan
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 4, No 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Mei 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : In recent years there has been a lot of big quake in Indonesia, where Aceh is one of the provinces in Indonesia which is frequently hit by earthquakes. The earthquake has caused a lot of structural failure in the building. Therefore, the government through National Standardization Agency has published Earthquake Resistance Planning Procedures forStructural Building and Non-Structural Building (SNI 1726:2012) replaces The Resistance Earthquake Planning Standards for Structural Building (SNI 03-1726-2002). With the new standard, this study is to determine the comparisons between response spectra based on Aceh earthquake in 2010 - 2013 and response spectra of SNI 1726:2012, in addition the author alsocan formulate a graph of response spectra based on ground motion data for several major earthquake events in the province of Aceh. Ground motion data used was the earthquake that occurred in the province of Aceh in 2010 until 2013. The results showed that the maximum value of spectral acceleration based on response spectra of Aceh earthquake event in 2010 - 2013 was very small compared to the maximum value of spectral acceleration based on response spectra of SNI 1726:2012.Keywords : Aceh Earthquake, Ground Motion, Response Spectra, SNI 1726:2012Abstrak: Dalam beberapa tahun terakhir telah banyak terjadi gempa besar di wilayah Indonesia, yang mana Aceh adalah salah satu provinsi di Indonesia yang sering dilanda gempa. Kejadian gempa tersebut telah menyebabkan banyak terjadinya kegagalan struktur pada bangunan. Oleh karena itu pemerintah melalui Badan Standardisasi Nasional telah menerbitkan Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung (SNI 1726:2012) menggantikan Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung (SNI 03-1726-2002). Dengan adanya standar baru ini, maka penelitian  ini dilakukan untuk mengetahui besarnya perbandingan antara respon spektra berdasarkan event gempa Aceh Tahun 2010-2013 dengan  respon spektra SNI 1726:2012, disamping itu penulis juga dapat memformulasikan grafik respon sepktra dari data percepatan tanah untuk beberapa event gempa besar di Provinsi Aceh. Data percepatan tanah akibat gempa yang digunakan adalah gempa yang terjadi di Provinsi Aceh pada tahun 2010 sampai tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai maksimum spectra acceleration berdasarkan respon spektra event gempa Aceh tahun 2010 - 2013 sangat kecil dibandingkan nilai maksimum spectra acceleration berdasarkan  respon  spektra SNI 1726:2012.Kata kunci : Gempa Aceh, Percepatan Tanah, Respon Spektra, SNI 1726:2012

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 November 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Mei 2025 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 November 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Mei 2024 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 November 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 November 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Mei 2022 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 November 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Mei 2020 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Januari 2017 Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017 Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017 Vol 6, No 1 (2016): Volume 6, Nomor 1, September 2016 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Januari 2016 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Mei 2015 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Januari 2014 Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, September 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Nomor 2, januari 2013 Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1, Nomor 2, Mei 2012 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Januari 2012 Vol 1, No 1 (2011): Volume 1, Nomor 1, September 2011 More Issue