cover
Contact Name
Anting Wulandari
Contact Email
antingwulandari5@gmail.com
Phone
+6285773653505
Journal Mail Official
joseam@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Untirta, Jl. Jendral Soedirman KM. 3 Cilegon 42435 Provinsi Banten
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal of Systems Engineering and Management
ISSN : -     EISSN : 29640040     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Systems Engineering and Management (JOSEAM) is a peer-reviewed, open-access journal published twice a year, in March and September. It is published by the Department of Industrial Engineering, Sultan Ageng Tirtayasa University, Indonesia. JOSEAM aims at students, educators, and industrial engineering practitioners. It publishes articles on industrial engineering or related fields, such as production systems and control, manufacturing systems, supply chain, optimization, health and safety, ergonomics, and industrial management. Submission can be written in English or Indonesia. We welcome submission from all over the world. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Articles 75 Documents
Perancangan sistem informasi manajemen penanganan sampah berbasis circular economy secara digital di Kota Cilegon Bahauddin, Achmad; Abdullah, Muhammad Hasyim; Kurniawan, Bobby; Fuad, Anis; Trenggonowati, Dyah L.; Rahmayetty, Rahmayetty; Suhendi, Endang
Journal of Systems Engineering and Management Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v1i1.17601

Abstract

Sampah merupakan hasil sisa dari produk yang tidak dapat digunakan kembali. Sampah memiliki ancaman bagi lingkungan apabila tidak diolah dengan baik. Banyak cara untuk menangani permasalahan sampah. Salah satu bentuk dari penanganan sampah adalah penanganan berbasis circular economy dengan bank sampah menjadi wadah masyarakat untuk memilah sampah. Sampah yang ditabung oleh nasabah akan memiliki nilai ekonomi bagi nasabah berupa saldo tabungan. Bank sampah dapat mengolah sampah yang telah dikumpulkan menjadi produk yang dapat digunakan kembali. Kota Cilegon memiliki bank sampah di berbagai lokasi. Cara penanganan sampah dengan sistem pendataan yang masih dilakukan secara manual dan pertukaran informasi secara tatap muka belum memiliki manajemen yang efektif dan efisien. Perancangan sistem informasi secara digital dengan platform android dapat mempermudah manajemen pendataan sampah dan nasabah dalam bank sampah. Tujuan dari makalah ini sebagai bentuk dokumentasi secara komprehensif tahapan dalam perancangan sistem informasi manajemen penanganan sampah berbasis circular economy secara digital menggunakan platform android. Aplikasi android yang dikembangkan menggunakan konsep System Development Life Cycle. Tahapan yang dilakukan yaitu perancanaan sistem, analisis sistem, perancangan sistem, implementasi sistem dan pengujian sistem. Penggunaan model DFD, ERD, use case diagram dan activity diagram dalam perancangan sistem maka dapat dibuatnya aplikasi android dengan nama Bank Sandi. Aplikasi Bank Sandi dilakukan pengujian sistem menggunakan metode Skala Kebolehgunaan Aplikasi Mudah Ahli (SKAMA) dengan skor sebesar 85,75. Aplikasi Bank Sandi memiliki usability yang baik karena memiliki nilai rata-rata skor usability diatas skor 68.
Pengukuran Keputusan Pemilihan Supplier Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) di PT XYZ Anting Wulandari; Windhi Nuhesti Yuwandhini
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i2.22361

Abstract

PT XYZ merupakan suatu perusahaan yang bergerak di industri pembuatan kertas. PT XYZ ini berfokus pada pembuatan kertas yang berwarna. Menghadapi persaingan pasar yang semakin pesat, perusahaan ini harus mampu bersaing dengan baik. Dalam menghadapi persaingan tersebut diperlukan pengadaan barang yang tepat. Dalam menunjang pengadaaan barang diperlukannya departemen purchasing dalam mencari supplier yang terbaik. Namun, pada departemen purchasing di perusahaan ini mengalami kesulitan dalam pemilihan supplier terutama pada supplier stiker, dikarenakan harus sesuai dengan desain yang telah ditentukan. Maka untuk itu perlu dilakukanya penelitian dalam menentukan supplier dengan tepat menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP), agar dapat membantu perusahaan dalam mendapatkan supplier terbaik. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode AHP, sesuai dengan nilai bobot prioritas yang menjadi supplier stiker tebaik untuk PT XYZ yaitu supplier P, karena nilai bobot pada supplier P memiliki nilai bobot sebesar 0.591, yang lebih besar dibandingkan dengan supplier yang lain.
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT. XYZ Menggunakan Metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control) Wulandari, Anting; Rendiyansah, Rendiyansah; Muharni, Yusraini
Journal of Systems Engineering and Management Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v3i1.25076

Abstract

PT. XYZ adalah sebagai perusahaan yang bergerak di pembangkitan tenaga listrik serta jasa operasi dan pemeliharaan pembangkit. Sumber daya manusia sangat berperan penting dalam keberhasilan suatu organisasi atau industri. Oleh karena itu pekerja wajib mendapatkan perhatian khusus dari industri terutama dalam hal keamanan bekerja yang diatur pada Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pada peneltiian ini dilakukan analisis K3 berupaya identifikasi potensi bahaya, penilaian tingkat risiko dan pengendalian risiko di PT XYZ menggunakan meode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa potensi bahaya dalam pekerjaan yang ada di PT. XYZ yaitu pencemaran lingkungan, batu bara mudah terbakar, operator kerja jatuh dari ketinggian, kejatuhan benda dari atas, debu, kelongsoran, pekerja terjatuh, terpeleset, kebisingan, percikan api, dan bahaya listrik dengan tingkat risiko dari rendah, moderat, tinggi, serta ekstrim. Pengendalian risiko yang dilakukan diantaranya eliminasi, membuat pijakan untuk naik, membuat display area kerja, melakukan safety induction  sebelum bekerja, membuat dan melaksanakan SOP, perawatan pada mesin serta menggunakan APD lengkap.
Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Menggunakan Metode Importance Performance Analysis Dan Customer Satisfaction Index Gunawan, Akbar; SM, Ade Irman; Matondang, Rifqy Yakub; Barleany, Dhena Ria; Ummi, Nurul; Khatili, Putiri Buana; Hardi, Indryadi
Journal of Systems Engineering and Management Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v3i1.24765

Abstract

Saat ini, masyarakat sedang giat berupaya meningkatkan perekonomian, salah satunya melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di Kota Tangerang, usaha coffee shop menjadi salah satu yang mengalami pertumbuhan pesat. Salah satunya adalah meetologi coffee, yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami penurunan pelanggan sebesar 10% hingga 15%. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, terutama keluhan pelanggan mengenai kualitas pelayanan. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan penelitian menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI) pada meetologi coffee. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut T3 (luas lahan parkir cafe) dan T7 (ketersediaan kursi dan meja) memiliki kesenjangan tertinggi. Lahan parkir dianggap kurang luas, dan ketersediaan kursi serta meja masih kurang memadai, menyebabkan kesulitan bagi pelanggan dalam menyimpan makanan dan minuman serta tempat duduk. Secara keseluruhan, indeks kepuasan pelanggan meetologi coffee mencapai 76,83%, yang menunjukkan bahwa pelanggan umumnya 'puas' dengan pelayanan yang diberikan. Namun, untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, meetologi perlu melakukan analisis jumlah pelanggan untuk memperkirakan kebutuhan kursi dan meja yang lebih memadai. Selain itu, pelatihan karyawan diperlukan untuk meningkatkan kesigapan dalam menangani masalah dan memberikan solusi kepada pelanggan.
Pengendalian Persediaan Stok Produk Kertas dan Non Kertas Studi Kasus CV XYZ Putri, Kania Nurhasanah; Nuraisyah, Ani; Maarif, Mohammad Syamsul
Journal of Systems Engineering and Management Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/joseam.v3i1.25767

Abstract

Pengendalian persediaan berkaitan erat dengan proses penjualan. Manajemen persediaan menjadi hal yang penting dan dilematis karena berhubungan dengan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan yang efisien guna meminimalkan biaya persediaan. Metode yang digunakan yaitu analisis ABC untuk pengendalian persediaan produk kertas dan non kertas serta metode EOQ dan POQ untuk pengendalian persediaan produk kertas dengan bantuan software Microsoft Excel dan QM for Windows 2. Hasil analisis ABC menunjukkan 12 item produk kertas termasuk kelas A dengan penyerapan 75% biaya persediaan serta empat item produk non kertas termasuk kelas A dengan penyerapan 79% biaya persediaan. Hasil analisis EOQ menghasilkan pemesanan optimal 78,01 rim dengan tujuh kali pemesanan dan biaya persediaan Rp6.845.737,20. Hasil analisis POQ menghasilkan interval pemesanan dua bulan dengan target persediaan 120,01 rim, frekuensi pemesanan enam kali dan biaya persediaan Rp7.819.464,79. Hasil perbandingan metode EOQ, POQ dan perusahaan menunjukkan metode EOQ mampu meminimalkan biaya persediaan senilai Rp322.936.130,91 atau 97,92% biaya persediaan perusahaan.
Aksi Mitigasi Risiko Rantai Pasok Tinplate Pada PT. LN, TBK Ulfah, Maria
Journal of Systems Engineering and Management Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v3i1.24775

Abstract

PT LN, Tbk adalah salah satu produsen tinplate di Indonesia yang saat ini telah menerapkan Supply Chain Management (SCM) karena sangat penting dalam operasional Perusahaan terutama untuk meningkatkan efisiensi logistiknya. Namun, dalam rantai pasok tersebut masih ditemukan risiko seperti ketidaksesuaian jadwal produksi, fluktuasi harga bahan baku, keterbatasan supplier dalam negeri, peremajaan mesin, penurunan performa mesin, human error, keterlambatan pengiriman produk kepada konsumen, dan pengiriman produk reject. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risk event dan risk agent, dan melakukan  prioritas aksi mitigasi risiko rantai pasok Tinplate PT LN, Tbk. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur dan wawancara. PT LN, Tbk memiliki sistem rantai pasok yang melibatkan procurement, manufacturing, warehousing, dan transportation. Metode yang digunakan House of Risk (HOR) dan menggunakan pendekatan SCOR sebagai model pengukuran kinerja rantai pasok.   Proses manajemen risiko meliputi identifikasi, analisis, evaluasi, dan mitigasi risiko. Hasil penelitian ini terdapat 8 risk event dan 8 risk agent, dan  prioritas aksi mitigasi yang dilakukan yaitu segera mengirim produk jadi ke konsumen (PA1), mencari informasi lebih terkait suplier yang menyediakan bahan baku di dalam negeri (PA3) dan mencari informasi lebih terkait supplier yang menyediakan bahan baku dari dalam negeri (PA4), dan melakukan koordinasi dengan pihak delivery (PA7).
Kecepatan Subjek Menanggapi Stimulus Berdasarkan Reaction time pada Perbedaan Kelompok Gender dan Kondisi Lingkungan Lady, Lovely
Journal of Systems Engineering and Management Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/joseam.v3i1.26445

Abstract

Kemampuan fokus yang baik diperlukan agar seseorang bisa melakukan pekerjaan  dengan baik dan terhindar dari kesalahan dan kecelakaan kerja. Kesiapan bekerja seseorang dan konsentrasi terhadap pekerjaan dapat dinilai dari waktu reaksi. Waktu reaksi merupakan range waktu dari penerimaan rangsangan (stimuli) sampai permulaan munculnya sebuah respon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiagaan subjek terhadap kondisi sekitar yang dinilai dari kecepatan reaksi (reaction time). Semua responden merupakan kelompok usia remaja akhir (20- 24 tahun). Pengambilan data untuk penelitian ini dilakukan pada dua tempat berbeda yaitu pada saat subjek siap melakukan aktivitas di laboratorium dan saat subjek masih berada di rumah atau di tempat kos sebelum berangkat ke kampus. Kemudian dilakukan perbandingan kecepatan reaksi antar kelompok gender dan antar kondisi lingkungan yang berbeda. Alat ukur kecepatan reaksi menggunakan program reaction time dengan media handphone. Program ini merupakan program waktu reaksi yang yang dibuat oleh University of Washington. Stimulus dalam program reaction time ini berupa warna yang muncul pada gambar traffic light dan subject diminta memberikan reaksi dengan memencet salah satu keyboard pada handphone jika muncul stimulus. Hasil pengolahan data memperlihatkan terdapat perbedaan signifikan kecepatan reaksi antar kelompok gender dan antar dua kondisi lingkungan subjek.
Analisis Interval Inspeksi Guna Melakukan Pemeliharaan Pada Pipa Penyangga Jembatan Di Daerah Pengeboran Migas Menggunakan Metode RBM Di PT. XYZ Anisa, Anisa; Sholihin, Muhammad Yudi Masduky
Journal of Systems Engineering and Management Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v3i1.21825

Abstract

Pentingnya peranan jembatan bagi kelancaran pergerakan lalu lintas, maka perlu dilakukan perawatan atau pemeliharaan . Jembatan yang teridentifikasi mengalami kerusakan karena berada di daerah yang terendam udara sehingga mengalami korosi. Untuk itu perlu dilakukan perencanaan inspeksi dan strategi pemeliharaan yang diukur sesuai dengan potensi risiko kerusakan tersebut. Dengan kondisi ini, maka dilakukan kegiatan asesmen/penilaian terhadap kondisi struktur beberapa jembatan yang tersebar di area ini. Metode yang digunakan untuk melakukan analisis kuantitatif yaitu metode Risk Based Maintenance , yaitu perencanaan inspeksi dan strategi pemeliharaan atau perawatan terhadap suatu fasilitas dengan berbasiskan pada suatu risiko yang terjadi. Hasil dari penelitian ini, diketahui bahwaSteel Pile penyangga jembatan yang paling kritis yaitu PL 9 B. Didapatkan pembahasan model kuantitatif yang paling signifikan yaitu T = -2Rr + 14, di mana fungsi T adalah adalah inspeksi interval dan fungsi Rr adalah rangking risiko. Koefisien determinan (R2) yang diperoleh hasil sebesar 1 yang berarti pengaruh nilai rangking risiko sangat berpengaruh terhadap nilai interval inspeksi. Berdasarkan perhitungan hasil komponen struktur untuk melakukan strategi pemeliharaan dengan menggunakan metode RBM, maka PL 9 B perlu dilakukan inspeksi setiap 4 tahun sekali.
"Mapping Potential Hazards: Job Safety Analysis in Lathe Companies" Dewantari, Nustin Merdiana; Hartono, Tri Ardhi; Taqdisillah, Creavilian; Oscar, Samuel; Ilyasa, Isqy; Trenggonowati, Dyah Lintang
Journal of Systems Engineering and Management Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v3i1.24917

Abstract

The industrial development in Indonesia has brought significant positive impacts, including an increase in the workforce and income. However, this growth also brings negative impacts, especially in the steel fabrication sector, where the risk of workplace accidents increases due to direct interaction with heavy equipment. This research utilizes the Job Safety Analysis (JSA) method to identify potential hazards and develop risk control measures at various workstations: Cutting, Drilling, Welding, and Turning. The JSA approach is systematically used to evaluate each stage of work activity and identify potential hazards that may arise. The research findings indicate that each workstation has specific risks that require appropriate control measures. For example, in the Cutting station, the risk of exposure to heat sparks can be minimized by using protective clothing and face shields. Similarly, in the Drilling station, the use of lifting aids is recommended to reduce the risk of back or muscle injuries.
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) (Studi Kasus: Area Gudang Divisi X PT XYZ) Wulandari, Anting; Maulana, Tri
Journal of Systems Engineering and Management Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/joseam.v3i1.27290

Abstract

Inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja merupakan cara untuk mendeteksi dan mengoreksi potensi bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan di tempat kerja sedini mungkin. Inspeksi dilakukan untuk mengetahui apa yang terjadi dan bagaimana kondisi serta tindakan tidak aman di lapangan dapat diperbaiki untuk mencegah dan meminimalkan jumlah kecelakaan yang terjadi di tempat kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam mengidentifikasi potensi bahaya yang ada di area Gudang Divisi X. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) untuk mengetahui apa saja potensi bahaya yang ada, nilai risiko bahaya dan upaya pengendalian untuk mengurangi tingkat risiko bahaya yang mungkin terjadi. Berdasarkan analisis risiko yang telah dilakukan terhadap 10 jenis bahaya didapatkan nilai risiko potensi bahaya dengan tingkat high risk sebanyak satu jenis bahaya (10%), medium risk sebanyak 6 jenis bahaya (60%), dan low risk sebanyak 3 jenis bahaya (30%). Upaya pengendalian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan melakukan pengendalian secara eliminasi dan engineering controls. Dalam menciptakan zero accident, dinas Health Safety and Environment (HSE) harus melakukan pengawasan keselamatan kerja secara tegas dan disiplin untuk mencegah kecelakaan kerja. Untuk membuat karyawan bekerja dengan aman dan selamat sesuai prosedur dengan keselamatan kerja yang ada, diperlukan pelatihan dan penyuluhan tentang pentingnya menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) saat bekerja.