cover
Contact Name
Anting Wulandari
Contact Email
antingwulandari5@gmail.com
Phone
+6285773653505
Journal Mail Official
joseam@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Untirta, Jl. Jendral Soedirman KM. 3 Cilegon 42435 Provinsi Banten
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal of Systems Engineering and Management
ISSN : -     EISSN : 29640040     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Systems Engineering and Management (JOSEAM) is a peer-reviewed, open-access journal published twice a year, in March and September. It is published by the Department of Industrial Engineering, Sultan Ageng Tirtayasa University, Indonesia. JOSEAM aims at students, educators, and industrial engineering practitioners. It publishes articles on industrial engineering or related fields, such as production systems and control, manufacturing systems, supply chain, optimization, health and safety, ergonomics, and industrial management. Submission can be written in English or Indonesia. We welcome submission from all over the world. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Articles 75 Documents
Financial feasibility analysis of establishing a red ginger essential oil agro-industry Nurfauziah, Isni; Nurjanah, Sarifah; Thoriq, Ahmad; Ainina, Nurul
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i1.19333

Abstract

Red ginger is a commodity that is capable of producing antioxidants which can also be processed into various kinds of products, one of which is red ginger essential oil. Red ginger oil production business has good prospects, with the reason that not many producers produce red ginger essential oil, the possibility of profit is quite large, and the nature of red ginger which is an antioxidant commodity increases the opportunity for red ginger essential oil to be needed in the community. The purpose of this research is to analyze the financial feasibility of establishing a red ginger essential oil agro-industry. The method used in this research is descriptive quantitative. Data processing carried out in this study uses three working capital scenarios, namely 100% personal capital, conventional bank loans with a ratio of 50:50, and Islamic bank loans, with the NPV feasibility parameter (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), BCR (Benefit Cost Ratio), and PBP (Payback Period). The results of this study indicate that all scenarios have NPV values of IDR 46.333.705.188, IDR 44.872.421.424, and IDR 46.386.954.684 respectively, IRR values of 14,29%, 13,37%, and 13,77%, BCR were 2,06, 1.92 and 1.98, and PBP values were 8 months, 8 months and 8 months. These values indicate that the establishment of this essential oil agro-industry is feasible, with the best planning falling into a scenario with the entire working capital of the founder. However, if personal capital financing has problems, borrowing through Islamic banks is the methodnet profit sharing can be an alternative.
Aksi mitigasi risiko rantai pasok produk H-Beam menggunakan metode House of Risk Maria Ulfah; Dyah Lintang Trenggonowati; Putro Ferro Ferdinant; Faula Arina; Atia Sonda; Asep Ridwan; Achmad Bahaudin; Anting Wulandari
Journal of Systems Engineering and Management Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v1i1.17586

Abstract

PT Sentra Karya Mandiri merupakan perusahaan yang berkembang dan bergerak di bidang pabrikasi baja (structural steel fabrication), spesialis alat berat (heavy equipment), serta konstruksi jembatan (steel bridge construction) sebagai core business perusahaan. Salah satu produk yang diproduksi oleh PT Sentra Karya Mandiri adalah produk H-beam. Aktivitas pada aliran supply chain atau rantai pasok di PT Sentra Karya Mandiri tidak terlepas dari kemunculan risiko. Adanya hambatan atau risiko di sepanjang aliran rantai pasok ini dapat menyebabkan gangguan pasokan sampai konsumen akhir, sehingga manajemen risiko rantai pasok diperlukan untuk mengetahui aksi mitigasi penanganan risiko-risiko yang terjadi sepanjang aktivitas rantai pasok. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kejadian risiko (risk event) dan sumber risiko (risk agent), serta merancang dan mengusulkan strategi mitigasi risiko untuk mengatasi sumber risiko pada rantai pasok produk H-beam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Supply Chain Operation Reference (SCOR) dalam pemetaan aktivitas rantai pasok dan metode House of Risk (HOR) untuk menentukan usulan strategi mitigasi yang dapat diterapkan untuk menangani dan memitigasi sumber risiko pada rantai pasok pembuatan H-beam. Terdapat 4 tahap yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu tahap identifikasi risiko, tahap analisa risiko, dan tahap evaluasi risiko yang termasuk dalam House of Risk tahap 1, serta tahap mitigasi risiko termasuk dalam House of Risk tahap 2. Berdasarkan metode House of Risk, diperoleh 33 kejadian risiko (risk event) dan 27 sumber risiko (risk agent) dengan 2 sumber risiko prioritas primer, 8 sumber risiko prioritas sekunder, dan 17 sumber risiko non prioritas, serta 14 usulan aksi mitigasi untuk menangani sumber risiko prioritas.
IDENTIFIKASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN METODE HIRARC DAN FTA PADA PT PLN INDONESIA POWER SURALAYA Nustin Merdiana Dewantari; Nadienda Erwidia Putri; Bobby Kurniawan; Yayan Hary Yadi; Dyah Lintang Trenggonowati; Lovely Lady; Ade Irman Saeful Mutaqin
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i2.22294

Abstract

Sebagai perusahaan pembangkit listrik PT PLN Indonesia Power dapat dianggap sebagai tempat kerja dengan tingkat risiko yang tinggi, di mana prosedur kerja yang aman diperlukan, karena pekerja menghadapi risiko ini dan tergantung pada sifat tugas dan pekerjaan. Salah satunya pada aktivitas pemasangan rolling door dan kabel conveyor. Identifikasi bahaya dan penilaian risiko serta pengendalian dilakukan untuk mencegah dan mengurangi potensi terjadinya kecelakaan kerja agar perusahaan mencapai tujuan program K3 yaitu zero accident.  Penggunaan metode HIRARC berfungsi untuk identifikasi bahaya yang terjadi dalam aktivitas di perusahaan yang diharapkan dapat dilakukan usaha untuk pencegahan dan pengurangan terjadinya kecelakaan kerja yang terjadi di perusahaan dengan melakukan pengendalian risiko yang dilakukan. Selain itu, penggunaan metode FTA dapat dilakukan untuk mencari tau akar penyebab tertinggi dari bahaya tertinggi yang didapatkan dilapangan. Dari hasil yang didapatkan terdapat 6 potensi bahaya pada aktivitas pemasangan rolling door dengan terdapat 3 hazard yang berisiko rendah, 1 hazard berisiko sedang, dan 2 hazard berisiko extreme, dan 10 potensi bahaya pada pemasangan kabel conveyor dengan 4 hazard yang berisiko rendah, 1 hazard berisiko sedang, 2 hazard berisiko tinggi, dan 3 hazard berisiko extreme. Dari kedua aktivitas tersebut potensi bahaya yang memiliki kriteria bahaya tertinggi ialah jatuh dari ketinggian, bahaya listrik, dan jatuh dari ketinggian. Akar penyebab bahaya tertinggi dari 3 potensi bahaya yaitu faktor pekerja, faktor peralatan, dan faktor lingkungan.  
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Pada Proses Fabrikasi di PT Binerkahan Henta Putra Menggunakan Metode HIRADC Rizki Putra Nanda Simbolon
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i2.21684

Abstract

PT. Binerkahan Henta Putra merupakan perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi fabrikasi baja yang berlokasi di jati asih Kota Bekasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi terjadinya kecelakaan kerja pada proses fabrikasi baja diperusahaan dalam hal ini yaitu PT.Binerkahan Henta Putra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hazard, Identification, Risk Assessment and Control Determination (HIRADC) dimana penelitian ini berfokus pada kegiatan perushaaan yang menimbulkan potensi bahaya kecelakaan kerja dan dapat dikendalikan sehingga memungkinkan perusahaan dapat mengedalikan potensi kecelakaan kerja pada proses fabrikasi semakin kecil. Dari pengamatan terhadap kegiatan fabrikasi baja di perusahaan terdapat 10 potensi bahaya. Hasil dari penilaian risiko didapatkan 3 potensi bahaya dengan kategori Extreme, 3 dengan kategori Low, 3 dengan kategori Moderate, 1 dengan kategori High. Dengan mengetahui dan memahami tingkat resiko ini maka perusahaan dapat melakukan pengendalian resiko yang diperlukan agar dapat mencejah terjadinya kecelakaan kerja.
Analisis Postur Kerja Sebagai Dasar Usulan Fasilitas Kerja Untuk Mengurangi MSDs Pada Aktivitas Produksi dan Material Handling Lady, Lovely; Susihono, Wahyu; Suherti, Suherti
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i1.19417

Abstract

SMS merupakan sebuah Home Industry yang menghasilkan  furniture untuk hotel, perkantoran dan rumah. Permasalahan yang ada yaitu potur kerja yang tidak alamiah pada aktivitas produksi dan material handling seperti postur kerja yang selalu jongkok, membungkuk melebihi 900, mengangkat seberat 50 kg dan mengangkut dalam waktu yang lama dan dilakukan secara berulang-ulang sehingga dapat menyebabkan ketidaknyamanan, merasakan sakit pada salah satu anggota tubuh serta dapat menyebabkan MSDs. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui apakah postur kerja para pekerja beresiko terjadinya MSDs dengan kuesioner NBM dan metode REBA, mengetahui berat beban yang seharusnya diangkat oleh pekerja menggunakan metode NIOSH Lifting Equation dan usulan perbaikan yang diberikan untuk mengurangi risiko MSDs. Berdasarkan hasil perhitungan skor REBA para pekerja diantaranya pada kategori sangat tinggi terdapat pada pekerja proses pemotongan besi, pemotongan marble dan pewarnaan dengan skor REBA sebesar 11 sehingga perlu saat ini juga perbaikan. Hasil perhitungan berat beban yang direkomendasikan untuk diangkat oleh pekerja pada posisi awal dan akhir sebesar 9.609 dan 11.26. Nilai LI posisi awal dan akhir sebesar 5.20 dan 4.43. Usulan yang diberikan untuk mengurangi risiko MSDs pada stasiun pengelasan, pemotongan dan finishing yaitu berupa meja dengan hasil skor akhir REBA sebesar 3. Usulan yang diberikan pada aktivitas material handling yaitu berupa troli dengan nilai akhir LI posisi awal dan akhir sebesar 1. 83 dan 1.65. Kata Kunci : MSDs, NIOSH Lifting Equation, Postur Kerja, REBA,
Load Forecasting Energi Listrik Provinsi Banten Tahun 2022-2030 Menggunakan Metode Backpropagation Neural Network Hartono, Hartono; Muharni, Yusraini; Setiawan, Irvan; Saraswati, Irma; Maulana, Alief
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i1.19265

Abstract

Kebutuhan energi listrik dimasa yang akan datang membutuhkan suatu perencanaan dan juga prediksi yang baik. Oleh sebab itu dibutuhkan perencanaan secara sistematis dengan berdasarkan data historis. Penelitian ini menggunakan neural network dengan algoritma backpropagation untuk melakukan prakiraan kebutuhan energi listrik Provinsi Banten di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil prakiraan metode jaringan syaraf tiruan (JST) dengan RUPTL PLN 2021-2030. Setelah dilakukan proses perhitungan dan simulasi diperoleh hasil prakiraan kebutuhan energi listrik Provinsi Banten pada tahun 2021–2030 dengan metode JST diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar 30613.41 GWH pada tahun 2030 dengan rata–rata pertumbuhan setiap tahun sebesar 3.24%. JST backpropagation memiliki nilai kesalahan yang lebih rendah 0.39% dibandingkan dengan RUPTL PT PLN sebesar 2.74%. Berdasarkan kriteria mean average percentage error (MAPE) hasil perakiraan keseluruhan JST backpropagation dan RUPTL PT PLN berada pada kategori dapat diterima dan sangat baik.
Analisis sistem antrian model G/G/1 pada fasilitas layanan kesehatan Aditya Rahadian Fachrur; Laura Novel Hutagaol; Rendiansyah Rendiansyah
Journal of Systems Engineering and Management Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v1i1.17547

Abstract

Health care is one of the services that must maintain excellent service quality, particularly in terms of patient wait times, including for XYZ health care facilities. XYZ health care services include administration or registration, health check-ups, and drug collection. Queues of patients are frequently encountered during the outpatient service process at XYZ health facilities. These queues often occur when patients perform registration administration, allegedly because there is only one registration counter. This problem will certainly affect patient satisfaction because service waiting time is a health facility customer satisfaction indicator. This study aims to analyze the queuing system for administrative services and health checks using the queuing theory method to obtain a queuing model and queuing performance. The results of this study indicate that the XYZ health facility queuing model is G/G/1/FIFO/I/I with an arrival rate for each service stage of 13 and 11 patients per hour, respectively, with 11 and 13 patients. Steady-state conditions are not met in administrative services because the arrival rate is higher than the service level, so the performance of the queuing system can be analyzed only on health check services, with the result that the probability of service facilities experiencing idle is 0.12. The average number of patients in the queue is one patient per hour, and the average number of patients in the system is four people per hour, while the waiting time for health check services is 37.0820 minutes per patient. The average length of time is 37.0820 minutes per patient. Patients are in the health care system for 41.9714 minutes per patient.
Analisis Manajemen Risiko Rantai Pasok Pada PT BLKP dengan Metode House of Risk Dyah Lintang Trenggonowati; Maria Ulfah
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i2.22229

Abstract

PT. BLKP merupakan perusahaan yang bergerak di  bidang manufaktur, bahan bangunan yang fokus pada produk–produk seperti truss, reng, hollow, spandeck, dan genteng metal dengan menggunakan bahan baku baja ringan yang merupakan bahan pengganti kayu dan tanah liat paling popular dalam dunia bahan bangunan. Dalam menjalankan produksinya PT. BLKP ini mempunyai risiko-risiko yang mungkin terjadi pada bagian rantai pasoknya. Untuk mencengah risiko yang mungkin terjadi perlu dilakukan analisis risiko. Metode yang dapat digunakan yaitu seperti pendekatan tabel SCOR, metode HOR, dan diagram pareto. Dari metode yang telah diterapkan untuk menganalisis risiko rantai pasok pada PT. BLKP ini, didapatkan bahwa agen risiko prioritas yaitu terjadi karena tenaga kerja kurang kompeten dan evaluasi teknis dalam prosedur kerja kurang. Dari kedua agen risiko tersebut langkah mitigasi yang perlu dilakukan yaitu melakukan pelatihan skill dan kedisiplinan kerja, melakukan perekrutan pekerja yang lebih selektif dan ketat, penempatan pekerja sesuai dengan keahlian, melakukan pengawasan secara berkala, dan pembuatan standar operasional prosedur perusahaan.
Analisis Risiko Probability Corrosion Index Segmen Sutet Crossing Pipeline Gas 30 Inchi PT.X Dengan Metode Pipeline Risk Management Manual Sholihin, Muhammad Yudi Masduky; Nugraha, Restu Putra
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i1.19023

Abstract

Pipeline yang digunakan sebagai alat transportasi gas, merupakan salah satu fasilitas penting dan harus mendapatkan perhatian khusus. Salah satunya pipeline yang menjadi fokus utama yaitu pipeline yang melewati persimpangan saluran tegangan listrik tinggi (SUTET) dapat menimbulkan radiasi pada pipeline yang mengakibatkan korosi sehingga mengikis atau mengurangnya ketebalan dinding pipeline. metode Pipeline risk management mencangkup proses yaitu menilai tingkat risiko yang diperoleh melalui penilaian risiko indexing model W. Kent Muhlbauer. Hasil penelitian menunjukkan pada segmen area SUTET crossing, probability of failure (PoF) berada pada kategori D dan consequency of failure (CoF) level 5 diperoleh dari hasil matriks risiko, maka tingkat risiko kritikal dan tingkat keyakinan karena dokumen tidak lengkap kategori 3 diperoleh dari hasil matriks interval inspeksi pipeline diperlukan inspeksi/maintenance setiap 4 tahun sekali. Pembahasan melalui kalkulasi kuantitatif risiko terhadap corrosion index untuk 6 segmen diperoleh model CI= -0,7293x + 30,644 yang paling significant karena koefisien korelasinya (R) paling tinggi, dimana fungsi y adalah corrosion index (CI) dan fungsi X adalah segmen (S). koefisien determinan R2 yaitu sebesar 0,9315 berarti 93,15% pengaruh nilai risiko korosi karena adanya pengaruh corrosion curent interfensi dari pengaruh SUTET di segmen 14, 15, dan 16, yang akan menjadi potensi kemungkinan laju korosinya tinggi dipengaruhi oleh radiasi dari pengaruh SUTET, laju korosi per tahun di segmen 14 sebesar 0,097mm, segmen 15 sebesar 0,115mm dan segmen 16 sebesar 0,107mm dengan ketebalan terakhir di tahun 2017 di segmen 14 sebesar 17,33 mm, segmen 15 sebesar 17,30, segmen 16 sebesar 17,43mm. Sisanya sebesar 6,85% dipengaruhi oleh faktor lainnya. Sedangkan nilai koefisien korelasi R sebesar 0,96514 lebih besar dari nilai R tabel sebesar 0,811 dari siginfikansi sebesar 95%.
Penerapan Metode Six Sigma dalam Pengendalian Kualitas Produk Kabel Low Voltage Konduktor Tembaga pada PT JCC Tbk Ulfah, Maria; Trenggonowati, Dyah Lintang; Ekawati, Ratna; Arina, Faula; Sonda, Atia; Wulandari, Anting
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i1.19398

Abstract

PT JCC Tbk. merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai jenis kabel listrik.,salah satu diantaranya kabel listrik tegangan rendah penghantar tembaga. Dalam proses produksinya, kabel low voltage konduktor tembaga masih ditemukan beberapa defect. Tujuan penelitian adalah menentukan CTQ (Critical To Quality), menghitung nilai Defect Per Million Opportunities (DPMO) dan nilai sigma di PT JCC  Tbk, menentukan defect terbanyak dan faktor-faktor penyebab munculnya defect, dan memberikan usulan perbaikan untuk mengurangi terjadinya defect pada produk kabel low voltage konduktor tembaga. Penelitian ini menggunakan metode six sigma yaitu suatu metode yang dapat membantu pihak perusahaan dalam meningkatkan kualitas produknya. Berdasarkan penelitian ini dapat ditentukan jenis CTQ sebanyak 26 jenis dan hanya terfokus pada 9 jenis. Nilai DPMO sebesar 182.235.416 dan nilai sigma yang didapatkan sebesar 5,06455730 yang berarti PT JCC Tbk merupakan industri rata-rata USA. Defect yang paling banyak terjadi ialah diameter kabel lebih dari spesifikasi, sedangkan faktor penyebab terjadinya munculnya defect adalah terdapat pada faktor manusia, mesin, material, metode, dan pengukuran dan usulan perbaikan untuk mengurangi terjadinya defect pada produk kabel low voltage konduktor tembaga adalah dengan merevisi atau memperbarui operation Standard oleh process engineering, melakukan pengadaan mesin extruder otomatis, mengadakan training atau pelatihan terhadap operator secara rutin, melakukan training terhadap operator, melakukan pengecekan dan mengupdate kalibrasi pada alat ukur, melakukan pengecekan ulang dan memastikan SPK yang tertulis benar, mengembalikan dan menerima ulang bahan konduktor dari supplier, dan melakukan perawatan terhadap mesin secara rutin oleh maintenance.