cover
Contact Name
Faiqul Azmi
Contact Email
lppm@umku.ac.id
Phone
+6281329350720
Journal Mail Official
lppm@umku.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha Raya No.I, Purwosari, Kec. Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59316
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi)
ISSN : 25485423     EISSN : 25485431     DOI : https://doi.org/10.26751/ijf.v8i2.2250
Core Subject : Health,
Focus and Scope pada IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) antara lain: 1. Biologi Farmasi/Farmasi Bahan Alam 2. Farmakologi 3. Farmasi Klinis 4. Teknologi Farmasi 5. Kimia Farmasi 6. Manajemen Farmasi 7. Farmasi Komunitas
Articles 95 Documents
STUDI FORMULASI TABLET LIQUISOLID CANDESARTAN CILEXETIL MENGGUNAKAN PELARUT NON-VOLATIL PEG 400 DENGAN PEMBAWA AVICEL PH 101 Afina Ramadhana Annadhifa; Hasriyani Hasriyani; Emma Jayanti Besan; Wahid Sabaan; Fendy Prasetyawan
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 10, No 1 (2025): IJF (Indonesia Jurnal Farmasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v10i1.3496

Abstract

Candesartan cilexetil merupakan obat antihipertensi yang termasuk dalam Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas II dengan karakteristik kelarutan rendah sehingga dapat membatasi laju disolusi dan bioavailabilitas oral. Sistem liquisolid merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan pelepasan obat melalui pendispersian zat aktif dalam pelarut non-volatil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik serbuk, karakteristik fisik tablet, dan profil disolusi tablet liquisolid candesartan cilexetil menggunakan PEG 400 sebagai pelarut non-volatil dan Avicel PH 101 sebagai bahan pembawa. Tablet liquisolid dibuat dengan metode kempa langsung dan diformulasikan menjadi tiga formula, yaitu LS 1, LS 2, dan LS 3. Evaluasi yang dilakukan meliputi kecepatan alir, sudut diam, kompresibilitas, keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kerapuhan, kekerasan, waktu hancur, dan disolusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan kecepatan alir, sudut diam, kompresibilitas, keseragaman bobot, kerapuhan, dan waktu hancur. Formula LS 1 memenuhi persyaratan keseragaman ukuran, sedangkan formula LS 3 tidak memenuhi persyaratan kekerasan tablet. Hasil uji disolusi menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan disolusi tablet candesartan cilexetil dengan nilai Q 80%, dimana formula LS 1 menghasilkan persen terdisolusi tertinggi sebesar 97,79% pada menit ke-45. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa formulasi sistem liquisolid menggunakan PEG 400 dan Avicel PH 101 berpengaruh terhadap karakteristik fisik dan profil disolusi tablet candesartan cilexetil.
FORMULASI, EVALUASI, DAN UJI IRITASI SEDIAAN SLEEPING MASK KOMBINASI EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DAN MADU TERHADAP HAMSTER (SYRIAN HAMSTER) Wara Palupi; Riana Putri Rahmawati; Bintari Tri Sukoharjanti; Nura Ali Dahbul
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 10, No 1 (2025): IJF (Indonesia Jurnal Farmasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v10i1.3522

Abstract

Daun kelor (Moringa olefera) diketahui mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi dimanfaatkan dalam sediaan kosmetik topikal. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan sleeping mask kombinasi ekstrak daun kelor dan madu serta mengetahui keamanan sediaan melalui uji iritasi. Ekstrak daun kelor diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Sediaan diformulasikan menjadi empat formula, yaitu F0 (ekstrak 0% dan madu 0%), F1 (ekstrak 1% dan madu 5%), F2 (ekstrak 3% dan madu 3%) F3 (ekstrak 5% dan madu 1%). Variasi formula dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi kedua bahan aktif terhadap karakteristik fisik sediaan. Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan uji iritasi pada hamster jenis Syrian. Hasil penelitian menunjukkan kadar air simplisia sebesar 4,30% dan rendemen ekstrak sebesar 11,46%. Skrining fitokimia menunjukkan ekstrak positif mengandung flavonoid, tanin, dan saponin. Seluruh formula memenuhi persyaratan organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan daya lekat, sedangkan F2 tidak memenuhi syarat daya sebar. F1 merupakan formula paling optimal berdasarkan hasil evaluasi fisik sediaan. Hasil uji iritasi menunjukkan seluruh formula tidak menimbulkan eritema maupun edema dengan skor iritasi 0. Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi ekstrak daun kelor dan madu berpotensi dikembangkan sebagai sediaan sleeping mask dengan karakteristik fisik yang baik dan aman digunakan. 
KARAKTERISTIK FISIK DAN PROFIL DISOLUSI TABLET LIQUISOLID CANDESARTAN CILEXETIL MENGGUNAKAN PEG 400 DAN AVICEL PH 102 Della Anggun Pratiwi; Hasriyani Hasriyani; Emma Jayanti Besan; Akhyasin Akhyasin; Arina Zulfah Primananda
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 10, No 1 (2025): IJF (Indonesia Jurnal Farmasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v10i1.3500

Abstract

Candesartan cilexetil merupakan obat antihipertensi yang termasuk dalam Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas II sehingga memiliki kelarutan rendah yang dapat membatasi bioavailabilitas oralnya. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kelarutan dan disolusi obat adalah sistem liquisolid. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik fisik dan profil disolusi tablet liquisolid candesartan cilexetil menggunakan PEG 400 sebagai pelarut non-volatil dan Avicel PH 102 sebagai bahan pembawa. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan tiga formula, yaitu LS1 (10%), LS2 (20%), dan LS3 (30%). Evaluasi meliputi sifat alir serbuk, karakteristik fisik tablet, kandungan zat aktif, dan profil disolusi. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula memenuhi persyaratan sifat alir serbuk dan sebagian besar parameter mutu fisik tablet. Kadar zat aktif formula LS1, LS2, dan LS3 berturut-turut sebesar 106,06 ± 3,711%; 96,17 ± 0,509%; dan 105,09 ± 1,254%, sehingga memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia. Persentase disolusi pada menit ke-45 berturut-turut sebesar 92,13%; 89,79%; dan 84,51%. Formula LS1 dan LS2 memenuhi kriteria penerimaan disolusi tahap S1, sedangkan LS3 memenuhi tahap S2. Sistem liquisolid menggunakan PEG 400 dan Avicel PH 102 mampu menghasilkan tablet candesartan cilexetil dengan karakteristik fisik yang baik serta memenuhi persyaratan disolusi.
FORMULASI DAN ANALISIS STABIILITAS FISIK SEDIAAN LIP TINT DENGAN PEWARNA ALAMI EKSTRAK BUNGA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sisensis L) DAN PREFERENSI KONSUMEN Urip Tri Ayu Larassati; Riana Putri Rahmawati; Bintari Tri Sukoharjanti; Intan Setya Ningrum
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 10, No 1 (2025): IJF (Indonesia Jurnal Farmasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v10i1.3525

Abstract

Lip tint sebuah produk kosmetik bibir salah satu kosmetik bibir yang banyak digunakan, namun sebagian besar masih memanfaatkan pewarna sintetis. Ekstrak bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) mengandung antosianin yang memiliki potensi sebagai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan memformulasikan sediaan lip tint menggunakan ekstrak bunga kembang sepatu, mengevaluasi karakteristik dan stabilitas fisiknya, serta mengetahui formulasi yang paling disukai konsumen. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium melibatkan empat variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 7,5%, 10%, 12,5%, dan 15%. Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, daya oles, viskositas, stabilitas fisik selama 14 hari, serta uji preferensi konsumen yang  dilakukan dengan 15 orang penilis tidak terlatih, untuk mengetahui sediaan mana yang paling di sukai. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formulasi homogen, memiliki tekstur semi kental, mudah dioleskan, stabil selama penyimpanan, dan memenuhi persyaratan mutu fisik. Variasi konsentrasi ekstrak memengaruhi karakteristik fisik sediaan. Berdasarkan uji preferensi konsumen, formulasi F3 dengan konsentrasi ekstrak 12,5% memperoleh tingkat kesukaan tertinggi. Dengan demikian, ekstrak bunga kembang sepatu berpotensi digunakan sebagai pewarna alami pada sediaan lip tint yang stabil dan diterima oleh konsumen.
EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPS) KOMBINASI ANTIHIPERTENSI DENGAN ANTIDIABETIK ORAL (ADO) PADA PASIEN LANSIA DI RAWAT JALAN RS ISLAM SUNAN KUDUS Muhammad Al Farizzie; Eko Retnowati; Istianatus Sunnah; Rika Murhayanti; Yuneka Saristiana
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 10, No 1 (2025): IJF (Indonesia Jurnal Farmasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v10i1.3501

Abstract

Hipertensi dan diabetes melitus merupakan dua penyakit kronik yang kerap dijumpai secara bersamaan pada populasi lanjut usia dan berkontribusi pada tingginya angka penyakit serta kematian. Kebersamaan kedua kondisi tersebut menimbulkan kompleksitas penatalaksanaan karena penggunaan banyak obat secara serentak atau disebut polifarmasi, yang pada gilirannya memperbesar peluang terjadinya DRPs. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kejadian DRPs pada pasien lansia yang menderita komorbiditas hipertensi dan diabetes melitus dengan terapi kombinasi antihipertensi dan antidiabetik oral di Instalasi Rawat Jalan RS Islam Sunan Kudus. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan rancangan potong lintang berdasarkan rekam medis pada tahun 2025 dan melibatkan 160 sampel pasien. Hasil penelitian memperlihatkan dominasi kelompok usia 60–69 tahun (76,9%) dengan proporsi perempuan lebih tinggi yaitu (51,9%). Golongan ARB mendominasi penggunaan antihipertensi sebanyak (33,1%), sedangkan biguanid atau metformin menjadi pilihan utama antidiabetik oral sebanyak (35,0%). Hasil evaluasi DRPs mengidentifikasi potensi interaksi obat pada 30 pasien (18,8%), efek samping obat pada 80 pasien (50,0%), dan dosis yang berada di bawah nilai terapeutik pada 5 pasien (3,1%). Uji statistik bivariat menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, tidak berkaitan secara bermakna dengan DRPs (p0,05), namun pola penggunaan terapi kombinasi terbukti berhubungan signifikan dengan kemunculan interaksi obat (p=0,002). Kejadian DRPs pada pasien lansia dengan komorbiditas hipertensi dan diabetes melitus terutama dipengaruhi oleh pola terapi kombinasi yang digunakan.

Page 10 of 10 | Total Record : 95