cover
Contact Name
Hendri Rasminto
Contact Email
jinu@kampusakademik.co.id
Phone
+6289669609417
Journal Mail Official
office@kampusakademik.co.id
Editorial Address
Jl.Pedurungan Kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Nusantara
ISSN : 30479673     EISSN : 30477603     DOI : https://doi.org/10.61722/jinu.v1i4.1570
JURNAL ILMIAH NUSANTARA (JINU), adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Kampus Akademik Publising .Jurnal Ilmiah Nusantara ( JINU) merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Psikologi, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Hukum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,231 Documents
Penerapan Fatwa DSN-MUI No. 44/2004 tentang Pembiayaan Multijasa Akad Ijārah Produk Pendidikan Suci Aurina; Muzayyanah Muzayyanah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11800

Abstract

This research is motivated by the occurrence of irregularities in the practice of multi-service financing in several Islamic Financial Institutions (IFIs), particularly concerning the disbursement of funds that do not comply with DSN-MUI Fatwa No. 44/DSN-MUI/VIII/2004. The main issue examined is the conformity of multi-service financing practices with sharia principles as well as the implementation of the fatwa in practice. This study employs a qualitative method with a normative-empirical approach through a case study at BMT Al-Fath IKMI, Pamulang District. Primary data were obtained through interviews and observations, while secondary data were collected from institutional documents, the fatwa, and relevant literature on Islamic economic law. The findings reveal, first, that the practice of ijārah multi-service financing in educational products at BMT Al-Fath IKMI complies with the provisions of the fatwa, particularly in terms of service object identification. Second, the determination of ujrah and the contract mechanism also align with sharia principles, thereby maintaining substantive clarity and sharia compliance.
PERAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KECANDUAN SMARTPHONE PADA ANAK USIA DINI: STUDI KASUS DI DESA SEI SEMAYANG, KECAMATAN SUNGGAL, KABUPATEN DELI SERDANG Haratua Aritonang; Husni Thamrin
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pola asuh orang tua terhadap kecanduan smartphone pada anak usia dini di Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Penggunaan smartphone pada anak usia dini yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan sosial, emosional, dan perilaku anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap keluarga yang memiliki anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh permisif menjadi faktor dominan yang meningkatkan risiko kecanduan smartphone karena rendahnya pengawasan dan minimnya pembatasan penggunaan perangkat. Pola asuh otoriter cenderung menimbulkan perilaku memberontak, sedangkan pola asuh demokratis terbukti lebih efektif dalam mengontrol penggunaan smartphone melalui komunikasi, pendampingan, dan penerapan aturan yang konsisten. Dampak kecanduan smartphone pada anak usia dini meliputi penurunan interaksi sosial, berkurangnya aktivitas fisik, gangguan konsentrasi, serta kecenderungan perilaku emosional. Strategi penanganan yang efektif melibatkan pembatasan waktu layar, peningkatan aktivitas alternatif, serta keterlibatan aktif orang tua dalam proses pengasuhan digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya pola asuh yang tepat dalam mencegah kecanduan smartphone dan mendukung perkembangan anak yang sehat di era digital.
Hubungan Tingkat Stres Akademik dengan Prokrastinasi Belajar Mahasiswa di Kabupaten Kudus Resti Dwiana Marsella; Karina Vebrina Islamica; Fareel Aby Firnandi; Sahrul Amin Muhanif; Fina Fakhriyah; Erik Aditiya Ismaya
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11816

Abstract

This study aimed to examine the relationship between academic stress and learning procrastination among university students in Kudus Regency. A quantitative correlational research design was employed. The study involved 40 students selected through accidental sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire consisting of 32 items, including 16 items measuring academic stress and 16 items measuring learning procrastination. Data were analyzed using descriptive statistics, reliability testing, the Shapiro–Wilk normality test, and Spearman rank correlation analysis with the assistance of IBM SPSS Statistics. The reliability test yielded a Cronbach’s Alpha value of 0.848, indicating excellent internal consistency of the instrument. The correlation analysis showed a correlation coefficient of rₛ = 0.292 with a significance value of 0.068 (p > 0.05), indicating a positive but weak and statistically insignificant relationship between academic stress and learning procrastination. These findings suggest that academic stress is not the primary factor influencing learning procrastination among university students. Other factors, such as self-regulation, time management, learning motivation, self-efficacy, and the ability to manage distractions, are likely to contribute to procrastination behavior. Therefore, efforts to reduce learning procrastination should emphasize the development of self-regulation and effective learning skills in addition to managing academic stress.
PENGARUH PROGRAM TAHFIZ AL-QUR’AN TERHADAP KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SD IT ALAM TAHFIZ ADZIKRA: STUDI MIXED METHOD DENGAN ANALISIS STATISTIK SPSS Herlina Yusroh Nst; Martin Kustati; Nana Sepriyanti
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11824

Abstract

This study aims to analyze the effect of the Tahfiz Al-Qur’an program on the development of students’ religious character at SD IT Alam Tahfiz Adzikra. Using a Mixed Methods design with an Explanatory Sequential approach, this research combines quantitative data collected through a character assessment scale analyzed using SPSS version 26 and qualitative data obtained from in-depth interviews with Tahfiz teachers and field observations. The research subjects consisted of the entire population of 78 students from grades 1 to 6. Descriptive statistical analysis showed an increase in the mean score of religious character from 65.42 (Fair category) before the program to 82.15 (Good category) after the program. The hypothesis testing using the Paired Sample T-Test yielded a significance value of 0.000 (< 0.05), indicating a statistically significant effect. Qualitative findings revealed that the combination of tikrar (repetition), talaqqi (direct recitation to the teacher), and simai (listening and evaluation) methods, implemented four times a week, was effective in fostering worship independence, good manners, and honesty. The main supporting factors were the competence of certified teachers and a parental monitoring system, while the primary obstacle was the consistency of muroja’ah (Qur’anic revision) at home. This study concludes that the integration of Qur’anic memorization with daily character habituation is an effective strategy for developing holistic religious character.
PRO-KONTRA WACANA PEMINDAHAN GERBONG PEREMPUAN DI KRL PASCA INSIDEN BEKASI TIMUR: ANALISIS WACANA KRITIS DALAM PERSPEKTIF FEMINISME BELL HOOKS Rifdha Maristha; Ristya Eka Auliya; Rifma Ghulam Dzaljad
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11833

Abstract

Insiden kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur memunculkan perdebatan mengenai usulan pemindahan gerbong khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian kereta. Perdebatan tersebut memperlihatkan perbedaan pandangan antara pemerintah yang mendukung usulan tersebut dan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) yang menolak dengan alasan seluruh gerbong memiliki standar keselamatan yang sama. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi perempuan dalam wacana kedua pihak melalui perspektif feminis Bell Hooks. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan paradigma kritis. Data diperoleh dari pemberitaan Liputan6 dan Metro TV, kemudian dianalisis menggunakan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough serta diinterpretasikan melalui teori Bell Hooks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah merepresentasikan perempuan sebagai kelompok yang memerlukan perlindungan khusus, sedangkan PT KAI menekankan prinsip kesetaraan pelayanan bagi seluruh penumpang. Perspektif Bell Hooks memperlihatkan bahwa kedua wacana tersebut sama-sama berpusat pada pengelolaan tubuh dan posisi perempuan, bukan pada penindakan terhadap pelaku kekerasan gender, serta mendepolitisasi isu kekerasan seksual menjadi sekadar persoalan teknis tata letak gerbong, sementara suara perempuan pengguna KRL sendiri absen dari kedua pemberitaan. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan transportasi yang lebih inklusif, berkeadilan gender, dan melibatkan perempuan secara langsung sebagai subjek perumus kebijakan.
Penerapan Pembelajaran Mendalam Melalui Small Group Discussion (SGD) Lilik Zakiya; Tri Nastiti Utami; Catur Litasari; Dwinita Rosnida Noor; Dhani Wiliantoro; Hery Cahyono
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Small Group Discussion (SGD) dalam mendukung pembelajaran mendalam serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Subjek penelitian adalah guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Magelang, MTs Miftahul Ulum Matesih Karanganyar, Madrasah Aliyah Negeri Sukoharjo. Informan penelitian ini adalah guru. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu penerapan SGD dilakukan melalui empat langkah utama, yaitu: (1) pembentukan kelompok dan penyajian masalah bermakna, yang mendorong peserta didik terlibat aktif dan menghadapi masalah kontekstual; (2) diskusi kolaboratif dan eksplorasi gagasan, untuk mengembangkan pemikiran kritis dan pertukaran ide antar peserta didik; (3) sintesis pengetahuan dan perumusan hasil diskusi, agar peserta didik dapat menyusun kesimpulan, peta konsep, atau produk belajar yang memperkuat pemahaman konseptual; dan (4) presentasi, refleksi, dan penguatan pembelajaran, yang memungkinkan peserta didik menerima umpan balik, melakukan refleksi, dan menginternalisasi pengetahuan secara berkelanjutan. Penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan yang mempengaruhi efektivitas SGD, yaitu: (1) partisipasi peserta didik yang tidak merata, sehingga pertukaran gagasan tidak optimal; (2) keterbatasan keterampilan berpikir kritis peserta didik, yang menyulitkan analisis masalah dan refleksi; (3) peran guru yang kurang optimal sebagai fasilitator, sehingga proses scaffolding tidak berjalan maksimal; dan (4) keterbatasan waktu dan pengelolaan kelas, yang membatasi pendalaman materi dan kualitas hasil diskusi. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan SGD sangat bergantung pada strategi guru dalam memfasilitasi diskusi dan upaya peserta didik untuk berpartisipasi aktif, sehingga pembelajaran mendalam dapat tercapai secara efektif.
IMPLEMENTASI MODEL SERVICE LEARNING DALAM KURIKULUM BERBASIS CINTA Suyoto Suyoto; Senik Senik; Utami Utami; Muh As' Adi; Eni Purwanti; Sarmini Sarmini
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan model Service Learning dalam Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah, dengan fokus pada proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, peran guru dalam menanamkan nilai-nilai cinta, serta respon dan sikap peserta didik terhadap pembelajaran berbasis pelayanan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru dan peserta didik yang terlibat langsung dalam pembelajaran Service Learning. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran dan kegiatan pelayanan sosial, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Service Learning dalam Kurikulum Berbasis Cinta madrasah direncanakan dan dilaksanakan secara terstruktur dengan mengintegrasikan tujuan akademik, kegiatan pelayanan sosial, dan internalisasi nilai cinta. Guru berperan sentral sebagai perancang pembelajaran, fasilitator nilai, pendamping refleksi, dan teladan moral bagi peserta didik. Pendampingan reflektif guru terbukti menjadi faktor kunci dalam membantu peserta didik memaknai pengalaman pelayanan sosial sebagai proses pembelajaran nilai. Respon peserta didik terhadap pembelajaran Service Learning berbasis nilai cinta menunjukkan sikap positif, terutama pada aspek afektif dan sosial, yang tercermin dalam meningkatnya empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi Service Learning merupakan strategi pedagogis yang efektif untuk mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara kontekstual dan transformatif di Madrasah
Strategi Guru Dalam Menerapkan Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta Siti Sholikhah; Siti Muslikah; Umi Kulsum; Mufidatun Khasanah; Rima Yanti; Agus Hariyanto
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11838

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah sebagai upaya membentuk peserta didik yang cerdas dan berkarakter. Kurikulum Berbasis Cinta menekankan nilai-nilai kemanusiaan seperti empati, kasih sayang, dan toleransi yang menjadi fondasi pendidikan karakter, sementara pembelajaran mendalam mendorong pemahaman bermakna, reflektif, dan kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus di beberapa madrasah, dengan fokus pada bagaimana guru mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran sambil mengaitkan materi dengan kehidupan nyata siswa. Hasil penelitian menunjukkan guru menerapkan strategi pembelajaran yang membangun keterlibatan emosional dan diskusi reflektif, meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan pelatihan. Integrasi keduanya berpotensi menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, suportif, dan produktif dalam membangun karakter serta kompetensi peserta didik secara holistik.
Joyful Learning dalam Meningkatkan Kerjasama Tim Dalam Pembelajaran Mendalam Muttaqiyah Muttaqiyah; Dimin Dimin; Musrifah Musrifah; Wahyu Imaningtyas; Ardhi Hermawan; Siti Nur Azizah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11839

Abstract

Joyful Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan suasana belajar yang menyenangkan untuk mendukung tercapainya pembelajaran mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penerapan Joyful Learning dalam proses pembelajaran mendalam serta pengaruhnya terhadap peningkatan kerja sama tim siswa. Subjek penelitian adalah guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Karanganyar, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 6 Sukoharjo, Madrasah Aliyah Negeri Sukoharjo. Informan penelitian ini adalah guru. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu penerapan Joyful Learning dilakukan melalui empat bentuk utama, yaitu pembelajaran berbasis permainan edukatif, pembelajaran kolaboratif dalam kelompok kecil, pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman siswa, serta penggunaan media kreatif dan interaktif. Keempat bentuk penerapan tersebut mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan aktif siswa, serta pemahaman konseptual secara bermakna. Selain itu, Joyful Learning berpengaruh positif terhadap kerja sama tim siswa, yang ditunjukkan melalui meningkatnya kebersamaan dan kekompakan, sikap saling membantu, komunikasi dan interaksi yang efektif, serta tumbuhnya tanggung jawab bersama dalam kelompok. Suasana belajar yang positif dan tidak menegangkan mendorong siswa untuk lebih terbuka dalam berbagi ide dan pengalaman. Dengan demikian, Joyful Learning dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam memperkuat kerja sama tim dan mendukung terwujudnya pembelajaran mendalam di kelas..
Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam dalam Meningkatkan Interaksi Sosial Lilin Ernawati; Baryanti Baryanti; Sri Hidayati; Setyorini Setyorini; Fi'adah Fi'adah; Zenytha Puspita Kartika Sari
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kurikulum berbasis cinta dan pembelajaran mendalam dalam meningkatkan interaksi sosial peserta didik. Kurikulum berbasis cinta menekankan pada nilai-nilai kasih sayang, empati, dan penghargaan terhadap sesama, sedangkan pembelajaran mendalam berfokus pada pemahaman bermakna serta keterlibatan emosional dan kognitif siswa. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kedua konsep tersebut mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, meningkatkan rasa saling menghargai, serta memperkuat kemampuan komunikasi dan kerja sama antarpeserta didik. Hasil penelitian menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai humanistik dalam desain kurikulum untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter sosial yang kuat.